1
USULAN PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT
(IbM)
IbM PENATAAN PEKARANGAN PERKOTAAN BERBASIS TANAMAN OBAT DAN SAYURAN
SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT
Oleh:
Ir. Titiek Widyastuti , M.S. NIDN 0012055801 (Ketua Tim Pengusul) Ir. Gatot Supangkat, MP. NIDN 0023106201 (Anggota Tim Pengusul)
Dibiayai oleh UMY, sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan No. 1036/SP2-PPM/LP3M-UMY/XI/2015
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2
HALAMAN PENGESAHAN
Judul IbM : PENATAAN PERKARANGAN PERKOTAAN BERBASIS TANAMAN OBAT DAN SAYURAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN
KESEHATAN MASYARAKAT
1. Mitra Program : 1. PKK RT 51 RW 14 Kel Suryadiningratan Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta
2. POSYANDU Sambiroto Minggiran 2. Ketua Tim Pengusul
a. Nama : Ir. Titiek Widyastuti, M.S.
b.NIP/NIDN : 119580512 198603 2 001/ 0012055801 c. Jabatan/Golongan : Lektor Kepala/IVc
d. Jurusan/Fakultas : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi e. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
f. Bidang Keahlian : Agronomi/Produksi Tanaman
g. Alamat Kantor/Telp/Faks/E-mail : Jl. Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Telp: (0274) 387656 Faks: (0274) 387646 h. Alamat Rumah/Telp/Faks/E-mail : Jl. Lempongsari Raya No. 166 Sariharjo, Ngaglik,
Sleman, Yogyakarta
(0274) 4463669/081328252005
3. Anggota Tim Pengusul
a.Jumlah Anggota : 1 orang
b.Nama Anggota I/bidang keahlian : Gatot Supangkat, SP, MP/Pertanian dan Lingkungan c.Mahasiswa terlibat : 2 orang
4. Lokasi Kegiatan/Mitra
a.Wilayah Mitra (Desa/Kecamatan) : Minggiran, Suryodiningratan, Mantrijeron, b. Kabupaten/Kota : Yogyakarta
c. Propinsi : DIY
d. Jarak PT ke Lokasi mitra (km) : 5 Km
5. Luaran yang dihasilkan : Pekarangan perkotaan yang asri dan menyehatkan 6. Jangka waktu Pelaksanaan : 6 Bulan
7. Biaya total :
- UMY : Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) - Sumber lain (Sebutkan) : Tidak ada
Mengetahui, Yogyakarta, 23 Mei 2016
Dekan Fakultas Ketua Tim Pengusul
Ir. Sarjiyah, M.S. Ir. Titiek Widyastuti, M.S. NIP 196109181991032001 NIP 195805121986022001
Mengetahui Kepala LP3M
3 DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... i
DAFTAR ISI ……….. ii
DAFTAR TABEL ………... iii
DAFTAR LAMPIRAN ... iv
RINGKASAN………. v
I. PENDAHULUAN ………. 1
II. TARGET DAN LUARAN ... 6
1. Tujuan dari Program Kegiatan ... 7
2. Luaran. ... 7
III.METODE PELAKSANAAN ... 8
IV.KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI. ... 11
V. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 12
VI.KESIMPULAN DAN SARAN ... 14
1. Kesimpulan ... 14
2. Saran ... 14
DAFTAR PUSTAKA. ... 15
4 DAFTAR TABEL
Jadwal Pelaksanaan Pelatihan IbM ... 8
5 DAFTAR LAMPIRAN
1. Curriculum vitae Ketua Pelaksana
2. Curruculum vitae Anggota Pelaksana
3. Denah Lokasi Wilayah
4. Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Mitra Ibm (PKK RT 51
RW14 Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta)
5. Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Mitra IbM (POSYANDU
SAMBIROTO Minggiran)
6. Budidaya TOGA
7. Budidaya Tanaman Dalam Pot
8. Budidaya Sistem Vertikultur
9. Daftar Hadir Peserta Pelatihan
10.Realisasi Anggaran
6 BAB I
PENDAHULUAN
PKK merupakan ujung tombak pemberdayaan masyarakat. Lewat PKK
pembangunan masyarakat bisa dilakukan. Program PKK melibatkan partisipasi
masyarakat dan untuk masyarakat. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan terkendala
oleh sumber daya penggerak atau motivator dan juga tutor. Keinginannya begitu
banyak tetapi pembimbing atau pendampingnya kurang memadai. Oleh karena itu
sangat diperlukan adanya transfer pengetahuan dan teknologi khususnya dari
pihak-pihak yang berkompeten. Demikian juga keberadaan POSYANDU selama
ini kegiatannya lebih banyak rutinitas penimbangan balita dan tambahan makanan
bergizi. Padahal apabila dikelola dengan baik kegiatan POSYANDU bisa sangat
bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu harus ada sinergi antara pihak-pihak
yang terkait dalam meningkatkan kehidupan masyarakat lewat PKK maupun
POSYANDU ini. Salah satunya adalah Perguruan Tinggi yang bisa berkiprah lewat
pengabdian masyarakatnya. Transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan
disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan melibatkan masyarakat agar
berpartisipasi aktif.
PKK RT 51 RW 14 Kel. Suryodiningratan, Kec. Mantrijeron, Kota
Yogyakarta beranggotakan 49 orang, secara aktif mengadakan kegiatan rutin
bulanan (minggu pertama awal bulan). Untuk menarik kedatangan pada pertemuan
bulanan, maka diadakan arisan bagi anggota. Bersamaan kegiatan arisan juga
7
penyuluhan kesehatan, pengolahan sampah, pemanfaatan limbah plastik (daur
ulang), dan lainnya. Tingkat partisipasi anggota terhadap kegiatan atau program
PKK cukup baik. Selain kegiatan rutin, PKK RT 51 RW 14 Kel. Suryodiningratan,
Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta juga acapkali mengadakan kegiatan-kegiatan
insidental yang dianggap perlu untuk diadakan, seperti misalnya peringatan hari
besar , misalnya Hari Kartini, Hari Ibu, Hari Raya, dan sebagainya. Dalam rangka
memperingati hari besar ini, biasanya diisi dengan berbagai lomba yang
bermanfaat, misalnya lomba pangan non beras, paduan suara, baca puisi, mewiru
kain, bakti sosial, dan sebagainya. Program kerja berjalan dengan baik. Evaluasi
kinerja terhadap program kerja dilakukan tiga bulan sekali sekaligus perencanaan
pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan bulan berikutnya.
POSYANDU Sambiroto berlokasi di Minggiran, Kel. Suryodiningrat, Kec.
Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Kader POSYANDU terdiri atas laki-laki dan
perempuan berjumlah 44 orang dengan rincian :
- Kader POSYANDU berjumlah 12 orang
- Kader gizi berjumlah 5 orang
- Kader Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi) berjumlah 5 orang
- Kader pendamping balita gizi kurang /buruk berjumlah 1 orang
- Kader pendamping Ibu hamil berjumlah 1 orang
- Kader PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) berjumlah 5 orang
- Kader kesehatan lingkungan berjumlah 5 orang
8
POSYANDU Sambiroto telah memiliki sarana dan prasarana berupa
gedung POSYANDU, timbangan balita dan ibu hamil, alat-alat peraga penyuluhan.
Program kerja POSYANDU sudah disusun untuk kegiatan selama satu tahun.
Kegiatan rutin dilakukan setiap bulan seperti penimbangan balita, imunisasi,
pemberian makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan (umum dan gigi). Selain itu
juga dilakukan penyuluhan tentang PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dan PJB
(Pemantauan Jentik Berkala). Kegiatan rutin setiap tiga bukan sekali berupa
pengolahan sampah dan pemantauan kadarzi (Keluarga Sadar Gizi). Tingkat
partisipasi kader maupun masyarakat sasaran POSYANDU cukup baik sehingga
program kegiatan dapat berjalan lancar.
RT 51/RW 14 Kel. Suryodiningratan, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta
merupakan suatu wilayah di perkotaan kota Yogyakarta. Penduduk RT 51 RW 14
adalah heterogen, rumah penduduk terdiri atas perumahan dan perkampungan
sehingga ada sedikit kesenjangan. Walaupun berada di perkotaan namun kondisi
perumahan penduduk RT 51 RW 14 sebagian besar masih mempunyai perkarangan
yang cukup luas. Hanya saja masih banyak perkarangan yang tidak tertata dengan
baik atau masih banyak lahan tidur. Belum ada kesadaran untuk memanfaatkan
jengkal tanah yang ada. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pengetahuan
tentang budidaya tanaman yang mudah dan cocok untuk perkarangan perkotaan.
Satu kegiatan yang diangankan oleh PKK RT 51 RW 14 Kel. Suryodiningratan,
Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta dan belum terlaksana adalah tentang penataan
perkarangan berupa pengembangan dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga
9
Sedangkan permasalahan yang dihadapi oleh POSYANDU Sambiroto
adalah:
1. Masih terdapatnya balita gizi kurang/buruk. Hal ini lebilh dikarenakan
kurangnya pengetahuan para orang tua terhadap ilmu gizi atau asupan gizi yang
seharusnya diberikan kepada balitanya, sehingga dalam memberikan makanan
kepada balitanya orang tua tidak memperhatikan gizi.
2. Belum adanya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan perkarangan
yang ada dengan menanam tanaman sayuran sebagai sumber gizi atau
tanaman obat keluarga.
Kegiatan yang diangakan oleh POSYANDU Sambiroto dan belum terlaksana
adalah: sosialisasi Pengembangan dan Manfaat TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
serta adanya Taman POSYANDU.
Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Pertanian UMY
melakukan penyuluhan dan pelatihan, khususnya kepada anggota PKK RT 51 RW
14 dan Kader POSYANDU Sembiroto Minggiran, Kelurahan. Suryodiningratan,
Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Program kegiatan yang diberikan
berupa Program Ipteks Bagi Masyarakat IbM Penataan Perkarangan Perkotaan
Berbasis Tanaman Obat dan Sayuran Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan
Masyarakat. Program ini dipilih berdasarkan permasalahan yang dihadapi
masyarakat Minggiran dan ingin dicarikan solusinya. Bahwa masyarakat
Minggiran mempunyai perkarangan yang cukup luas, namun belum ada kesadaran
masyarakat untuk memanfaatkannya dengan baik, karena masih kurangnya
10
perkotaan. Sementara disisi lain dijumpai kenyataan masih adanya balita yang
bergizi kurang/buruk. Untuk itu maka dilakukan penyuluhan dan pelatihan
budidaya tanaman obat dan sayuran dalam pot dan budidaya sistem vertikultur.
Harapannya dengan adanya kegiatan ini pekarangan yang ada bisa bermanfaat
dalam pemenuhan gizi keluarga dan asri.
BAB II
11
Berdasarkan analisis terhadap permasalahan mitra maka diberikan Program
Ipteks Bagi Masyarakat IbM Penataan Perkarangan Perkotaan Berbasis Tanaman
Obat dan Sayuran Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat.
Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi :
1. Penyuluhan dan motivasi kepada anggota PKK dan Kader POSYANDU
mengenai pemanfaatan perkarangan, khususnya dengan tanaman obat dan
sayuran. Dalam penyuluhan sekaligus juga dilakukan pre test dan post test untuk
mengetahui perubahan tingkat pengetahuan. Diharapkan minimal 90% jumlah
sasaran memiliki pemahaman yang benar tentang penataan perkarangan yang
sehat dan asri.
2. Pelatihan tentang budidaya tanaman berupa penanaman tanaman dalam pot dan
budidaya tanaman sistem vertikultur.
3. Pendampingan penataan perkarangan dengan penanaman tanaman obat dan
sayuran, sehingga tercipta perkarangan yang bermanfaat sebagai sumber gizi dan
menyehatkan.
4. Penguatan teknologi penataan perkarangan yang sehat berupa pengadaan satu
set peralatan budidaya tanaman berupa seperangkat alat-alat berkebun, pot,
bangunan vertikultur, bibit tanamaan obat dan sayuran, materi tentang budidaya
tanaman dan pemanfaatan perkarangan yang diberikan kepada masing-masing
kelompok mitra.
12
Tujuan Program Penataan Perkarangan Perkotaan berbasis Tanaman Obat
dan Sayuran Sebagai Upaya Peningktan Kesehatan Masyarakat adalah :
a. Meningkatkan motivasi anggota PKK dan Kader POSYANDU tentang
pemanfaatan perkarangan dengan tanamann obat dan sayuran.
b. Meningkatkan pengetahuan anggota PKK dan kader POSYANDU tentang
pengertian TOGA dan manfaatnya serta manfaat sayuran sebagai sumber gizi.
c. Meningkatkan kemampuan anggota PKK dan kader POSYANDU dalam
budidaya tanaman yang cocok untuk perkarangan perkotaan berupa budidaya
tanaman dalam pot dan budidaya sistem vertikultur.
2.2.Luaran
Luaran yang diharapkan dari program ini adalah :
a. Terciptanya perkarangan yang sehat dan asri, sekaligus bisa sebagai sumber gizi
keluarga dan peningkatan kesehatan masyarakat.
b. Meningkatnya pengetahuan anggota PKK dan kader POSYANDU tentang
pemanfaatan perkarangan dengan tanaman yang bergizi dan menyehatkan.
c. Meningkatnya ketrampilan anggota PKK dan kader POSYANDU mengenai
berkebun di perkarangan dengan tanaman obat dan sayuran, serta cara budidaya
yang cocok untuk perkarangan perkotaan berupa budidaya tanaman dalam pot
dan budidaya sistem vertikultur.
13 METODE PELAKSANAAN
1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan Pelatihan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 24 Februari 2016.
Bertempat di RT 51 RW 14 Kel. Suryodiningratan, Kec. Mantrijeron, Kota
Yogyakarta. Adapun jadwal Pelatihan adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat (IbM) Program Penataan Perkarangan Perkotaan Berbasis Tanaman Obat dan Sayuran Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat tanggal 24 Februari 2016
2. Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran kegiatan ini adalah :
1. PKK RT 51 RW 14 Kel Suryadiningratan Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta
2. POSYANDU Sambiroto Minggiran
3. Metode Yang Digunakan
Program IPTEKS bagi masyarakat IbM dilakukan melalui pemberian
motivasi kepada peserta, serta penyuluhan dan praktek. Pada awal kegiatan
Hari Waktu Acara / Materi Narasumber/Fasilitator
Kamis 12.00-13.00 Registrasi Peserta
24 Februari 2016 Pembukaan
Penyerahan Peralatan 13.00-14.00 Sesi I : Budidaya Sistem
Vertikultur
Ir. Titiek Widyastuti, M.S. 14.-15.00 Sesi II : Budidaya Tanaman
Dalam Pot
Gatot Supangkat, S.P., M.P. 15.00-15.30 Istirahat, Sholat
15.30-17.00 Praktek penanaman Rudi, S.P. cs
14
dilakukan pre test seputar materi yang akan diberikan, dan pada akhir kegiatan
dilakukan post test guna mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta atau
tingkat pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
Kegiatan pelatihan ini menggunakan berbagai cara, yaitu :
1. Ceramah, diskusi, serta peragaan dan praktek
2. Pembinaan pasca pelatihan
3. Evaluasi
Adapun materi (materi-materi terlampir) yang diberikan adalah :
1. Pelatihan tentang Budidaya Tanaman Sistem Vertikultur, meliputi teori dan
praktek
2. Pelatihan tentang Budidaya Tanaman dalam Pot, meliputi teori dan praktek
3. Penguatan teknologi penataan halaman perkotaan berupa pengadaan dua
bangunan vertikultur dan 6 set peralatan budidaya tanaman yang berupa
seperangkat alat-alat berkebun, pot, media tanam, benih.
Setelah selesai pelatihan diharapkan peserta bisa menerapkan ilmu dan
pengetahuan serta ketrampilan yang didapatkannya pada lingkungan
masing-masing Keberlanjutan perlu terus dijaga agar kondisi tanaman dapat hidup subur
dan lingkungan tetap asri dan nyaman.
Monitoring dilakukan selama beberapa waktu, dan narasumber membuka
diri untuk beberapa pertanyaan atau kesulitan yang ada, sehingga peserta pelatihan
telah benar-benar bisa menerapkan hasil pelatihannya dan memberikan
15 BAB IV
16
Program Ipteks bagi Masyarakat IbM untuk anggota PKK dan
POSYANDU Minggiran, Suryodiningratan, Mantrijeron diusulkan dan dikelola
oleh Ir. Titiek Widyastuti, M.S. (Ketua pelaksana) dan Gatot Supangkat, SP,MP
(anggota). Ir. Titiek Widyastuti, M.S. selaku ketua berasal dari Program Studi
Agroteknologi dengan keahlian Budidaya Pertanian , memiliki banyak pengalaman
tentang budidaya pertanian dan diversifikasinya serta pemberdayaan masyarakat,
khususnya pemberdayaan perempuan. Gatot Supangkat, SP,MP (anggota) berasal
dari Program Studi Agroteknologi juga sebagai Sekretaris Majlis Llingkungan
Hidup PP Muhammadiyah , memiliki banyak pengalaman dalam bidang pertanian
dan lingkungan hidup, serta pendampingan masyarakat , termasuk aplikasi
teknologi tepat guna. Perpaduan keahlian dan pengalaman ini diyakini (Insya Allah)
akan mendukung keberhasilan Program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Program
Penataan Perkarangan Perkotaan Berbasis Tanaman Obat dan Sayuran Sebagai
Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Minggiran, Kelurahan
Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
BAB VI
17
Peserta antusias mengikuti pelatihan dan motivasi yang diberikan. Peserta
berpartisipasi aktif, ditunjukkan sewaktu tutorial banyak pertanyaan dilontarkan
serta pada saat praktek semua terlibat dalam kegiatan. Kehadiran peserta penuh
sesuai dengan jadwal, dan keikutsertaannya sampai tuntas. Pada berbagai
kesempatan peserta menginginkan lagi kepesertaannya dalam pelatihan-pelatihan
yang memberikan pencerahan dan bermanfaat.
Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa pada saat pre test (soal test terlampir),
yang pertanyaannya meliputi pengetahuan tentang cara-cara budidaya tanaman
yang menarik serta mudah dilakukan (vertikultur, talampot), kebanyakan jawaban
peserta adalah belum banyak tahu. Tetapi setelah diberikan motivasi serta pelatihan
budidaya tanaman vertikultur dan bertanam dalam pot dan kemudian dilakukan post
test dengan pertanyaan yang sama, maka jawabannya kebanyakan sudah tahu. Hal
ini membuktikan bahwa pelatihan berhasil. Selain itu juga didukung kenyataan
ketika peserta diminta mempraktekkan cara-cara budidaya tanaman tersebut,
menanam berbagai tanaman pada bangunan vertikultur dan menanam tanaman
dalam pot yang diperbantukan, semua bisa dikerjakan dengan baik.
Hasil pantauan beberapa hari kemudian tanaman tumbuh subur serta
penataan di halaman cukup bagus dan sudah tanam dan panen beberapa kali
sehingga manfaat bagi gizi keluarga dan kesehatan badan.
Adapun pelaksanaan evaluasi disusun sebagai berikut :
No Tahap Evaluasi Kriteria/Tolok Ukur Penilaian keberhasilan 1 Pre Test dan Post Test
18
2 Penilaian terhadap peserta atas hasil praktek :
- budidaya tanaman sistem vertikultur
- budidaya tanaman dalam pot
- perawatan dan
pertumbuhan tanaman
Seberapa tingkat keberhasilan peserta melakukannya
3 Evaluasi terhadap kegiatan peserta pasca pelatihan
19
1. Pelatihan semacam ini sangat diperlukan, mudah diterima dan diterapkan,
serta bermanfaat bagi khalayak sasaran.
2. Ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu khususnya, merasa haus akan ilmu
pengetahuan dan ketrampilan praktis yang aplikabel dan bermanfaat
3. Materi yang diberikan dapat diterima dengan baik dan ada kemauan dari
pihak khalayak sasaran untuk menjaga keberlanjutannya.
B. Saran
Perlu disebarluaskan kegiatan semacam ini karena terbukti bisa menmbah
sumber gizi keluarga serta menjalin kerukunan dan kebersamaan.
DAFTAR PUSTAKA
Arif, A., 1993. Pembangunan dan Pengelolaan Kebun Sekolah. Gramedia Widisarana Indonesia. Jakarta.
20
Soetomo, M., 1992. Mengelola Pekarangan Sejahtera. Sinar Baru. Bandung.
Widarto, L., 1994. Vertikultur. Bercocok Tanam Secara Bertingkat. Penebar Swadaya. Jakarta. 130 hal.
Widyastuti, T., 2000. Vertikultur dan Talampot : Salah satu alternatif teknologi pertanian untuk kebun sekolah di perkotaan. Pelatihan Pembangunan dan Pengelolaan Kebun Sekolah Bagi Tenaga Pengajar, Kerjasama antara Fakultas Pertanian UNMUH Jember dengan Depdiknas Kab. Jember. 21-22 Agustus 2000.
Widyastuti, T., 2005. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembuatan Parcel Tanaman. Pelatihan Bagi Ibu-ibu Anggota PKK Kec. Bantul, Kab. Bantul. 12 April 2005
Widyastuti, T., 2010. Budidaya Tanaman Obat di Kebun Sekolah. Materi Penyuluhan di SDN Ngrungkeman, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. 13 April 2010.
Widyastuti, T., 2010. Teknologi Pertanian Untuk Lahan Sempit. Siaran Interaktif RRI Pro 1 Yogyakarta. 17 Juli 2010.
Widyastuti, T. Dan Dewi, S.S., 2014. Intensifikasi Pekarangan Berbasis Partisipasi Masyarakat. Materi Penyuluhan di Ds. Kranggan, Kec. Galur. Kab. Kulon Progo. 7 Juni 2014.
H. LAMPIRAN-LAMPIRAN
12.Curriculum vitae Ketua Pelaksana
13.Curruculum vitae Anggota Pelaksana
21
15.Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Mitra Ibm (PKK RT 51
RW14 Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta)
16.Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Mitra IbM (POSYANDU
SAMBIROTO Minggiran)
17.Budidaya TOGA
18.Budidaya Tanaman Dalam Pot
19.Budidaya Sistem Vertikultur
20.Daftar Hadir Peserta Pelatihan
21.Realisasi Anggaran