• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ANAK.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SKRIPSI PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ANAK."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA

PERDAGANGAN ANAK

Diajukan oleh : ZANUAR IRKHAM N P M : 090510051 Program Studi : Ilmu Hukum

Program kekhususan : Peradilan dan Penyelesaian Sengketa Hukum

FAKULTAS HUKUM

(2)

i

SKRIPSI

PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA

PERDAGANGAN ANAK

Diajukan oleh : ZANUAR IRKHAM N P M : 090510051 Program Studi : Ilmu Hukum

Program kekhususan : Peradilan dan Penyelesaian Sengketa Hukum

FAKULTAS HUKUM

(3)
(4)
(5)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih kehadirat Allah S.W.T, atas rahmat dan

anugerah serta segala karunia-Nya yang telah dilimpahkan sehingga Skripsi

dengan judul “PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ANAK” dapat terselesaikan. Skripsi ini, disusun guna melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan Program Strata 1 (satu) Studi Ilmu Hukum dengan Program

Kekhususan Peradilan dan Penyelesaian Sengketa Hukum pada Fakultas Hukum

Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada

pihak-pihak yang membantu dalam Skripsi ini hingga Skripsi ini dapat

terselesaikan dengan baik. Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari

bahwa tanpa adanya bantuan dari pihak-pihak yang bersangkutan, Skripsi ini

tidak akan terselesaikan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin

menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Ibu DR. Y. SARI MURTI WIDIYASTUTI, S.H., M.HUM , selaku Dekan

Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

2. Bapak DR. G. WIDIARTANA, SH., M.HUM. selaku dosen pembimbing

yang telah sabar membimbing, memberikan nasehat, pengarahan, dantelah

meluangkan waktui, tenaga serta pikiran dari awal hingga penulisan

hukum ini dapat terselesaikan.

3. Bapak CH. MEDI SUHARYONO, SH., M.HUM. selaku dosen

(6)

v

nasehat-nasehat dari awal masuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas

Atma Jaya Yogyakarta.

4. Bapak dan Ibu dosen yang telah memberikan ilmunya kepada penulis

selama menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya

Yogyakarta.

5. Bapak Joni, SH. Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta dan Bapak

Pranowo, SH. selaku nara sumber yang telah bersedia meluangkan waktu

untuk melakukan wawancara.

6. Bapak, Ibu dan semua keluarga besar penulis untuk doa, dukungan, dan

harapan yang selalu diberikan kepada Penulis hingga pada akhirnya

mampu menyelesaikan skripsi ini.

7. Teman-teman Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta

angkatan 2009, Hadi Speedian (Aan), FX. Yoga Nugrahanto (Gondes

sanden), Septian (Gendel), Hendra, Edy lole, Nery (Ableh), Guntur, Dion,

Enggar, Vicho, Thomas (domo), Yosafat, Eka yang tergabung dalam

LOLE. FC serta Chandra, Tea, Agnes, Wulan, Aya, Onin, Gaby, Clara,

Shasa, Widi dan semua teman yang tidak dapat Penulis sebutkan satu demi

satu, terimakasih untuk kebahagiannya.

8. Semua pihak, keluarga, dan rekan yang tidak dapat Penulis sebutkan satu

demi satu. Terimakasih untuk seluruh doa dan dukungan yang telah

diberikan kepada Penulis.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, untuk itu

(7)

vi

penyempurnaan skripsi ini. Akhir kata, penulis mengharapkan semoga skripsi ini

dapat bermanfaat bagi banyak pihak yang telah membacanya dan dapat

memberikan pengetahuan khususnya dalam bidang hukum.

Yogyakarta, 15 Mei 2013

Penulis,

(8)

vii

ABSTRACT

Human trafficking, particularly women and children back crowded spoken of society. Human trafficking is a modern form of human slavery and is also one of the worst forms of treatment of violations of dignity and human dignity. This problem occurs because of some aspect of one is the economic aspects such as the number of levels of unemployment and poverty are increasingly prevalent in Indonesia. In addition the educational aspect is also the cause of rampant child trafficking. Cases of child trafficking in Indonesia in the past ten years is on the rise, but only 10 percent of cases that go to court. Need for actions to tackle child trafficking a criminal offence. Legal writing this using this type of normative and legal research requires secondary data as the primary data. The methods used to process and analyze the data obtained in the research was the qualitative analysis. Tackling child trafficking a criminal offence is to be done, because trade is a child of modern slavery which violated human rights and violates human dignity and dignity for children is not the object which can be traded. Tackling child trafficking a criminal offence can be diupayaka by way of 1st Repressive, with law enforcement and applying strict sanctions for perpetrators of criminal acts of trafficking children, Preventive, with a second mapping crime in child trafficking Indonesia either for domestic purposes as well as seek abroad as well as tackling the causes of the occurrence of child trafficking a criminal offence, the third Preemtif, with increased public education, increased public knowledge through the provision of information about the existence of child trafficking and criminal acts need to be any warranty aksesbilitas for families.

(9)

viii

MOTTO

“Pendidikan merupakan perlengkapan

paling baik untuk hari tua”

Aristoteles

“Kegagalan hanya terjadi bila kita

menyerah”

(10)

ix

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan penuh cinta kasih,

kupersembahkan skripsi ini untuk :

Kedua orang tua saya,

Ibu

Hj. Rusmiyati

Bapak

H. Sukijo

dan seluruh keluarga besarku...

I love U all

(11)

x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...1

B. Rumusan Masalah ...7

C. Tujuan Penelitian ...7

D. Manfaat Penelitian ...7

E. Keaslian Penelitian ...8

F. Batasan Konsep ...12

G. Metode Penelitian ...13

(12)

xi

BAB II KEBIJAKAN KRIMINAL TERHADAP UPAYA

PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ANAK

A. Tinjauan Umum Penanggulangan Tindak Pidana ...18

1. Penanggulangan Tindak Pidana ...18

2. Pihak-pihak yang Berkewajiban Melakukan Penanggulangan Tindak Pidana ...22

B. Tinjauan Umum Tentang Anak ...29

1. Tindak Pidana Perdagangan Anak ...29

2. Modus Perdagangan Anak ...35

3. Sebab-sebab Perdagangan Anak ...40

4. Bentuk-bentuk Perdagangan Anak ...45

C. Urgensi Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Anak ...47

(13)

xii

PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul

“Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Anak” ini merupakan hasil karya

penulis sendiri sepanjang pengetahuan penulis bukan merupakan duplikasi

maupun plagiasi dari karya penulis lain. Jika Skripsi ini terbukti merupakan

duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain, maka penulis bersedia

menerima sanksi akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku.

Yogyakarta, 15 Mei 2013

Penulis,

Referensi

Dokumen terkait

Saran dari penulis adalah perlu adanya penyempurnaan kembali terhadap pasal-pasal dalam undang-undang perdagangan orang (human trafficking) baik secara substansi

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan bahwa pengaturan perdagangan orang ( human trafficking ) di Indonesia dan Australia memiliki beberapa persamaan dan

LANGKAH KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENIPUAN PERDAGANGAN ONLINE.. Diajukan

Perdagangan manusia (trafficking) merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta nilai keadilan,

Legal protection for children against the practice of child trafficking (trafficking) in Riau Islands Province should be done as much as possible by interested parties, in this

Namun ada perhatian yang lebih dikhususkan pada perempuan sebagai dikelompokan rentan dalam pembicaran ( women trafficking ) Terkait dengan masalah hal tersebut, perlu

Pokok masalah dari penelitian ini yaitu tentang apa yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking) di wilayah hukum

For example, as provided in section 43 of Syariah Criminal Offences Selangor Enactment 1995: “Nothing is an offence which is done by a child who has not attained the age of baligh.”