• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN VARIASI WAKTU AERASI DALAM INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECAP DAN SAOS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "III. METODE PENELITIAN VARIASI WAKTU AERASI DALAM INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KECAP DAN SAOS."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

17

III. METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di perusahaan x yang berada di

Jawa Tengah tepatnya di Unit Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah

(IPAL) dan penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif. Lokasi

penelitian dapat dilihat pada Lampiran 6 Gambar 12.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei 2016 sampai

dengan bulan Juli 2016, dapat dilihat Lampiran 6 Tabel 5.

3. Alat dan Bahan

Alat – alat yang digunakan dalam penelitian ini alat ukur COD,

BOD, TSS meter, Termometer batang, pH meter, kamera, botol jam dan

mistar. Bahan yang digunakan adalah sampel air limbah, aquades dan

(2)

C. Cara Kerja

1. Pengambilan Sampel Limbah Cair

Pengambilan sampel dengan cara metode sistematis artinya

pengambilan sampel dilakukan secara langsung dalam waktu yang

sistematis dengan menggunakan botol jam, yaitu setelah dilakukan mesin

yang ada dalam bak aerasi dinyalakan dengan waktu yang berbeda – beda.

Pengambilan sampel di lakukan pada bagian Outlet.

Pengambilan sampel akan dilakukan di IPAL, dimana memiliki 3

variasi waktu aerasi yang berbeda (1 jam, 2 jam dan 3 jam). Kemudian

dilakukan tahap selanjutnya yaitu menguji kadar COD dan BOD yang di

lakukan di laboratorium BTKL. Sedangkan pada pengukuran TSS, pH,

Suhu dan V-Notch dilakukan dilapangan sesuai dengan waktu dilapangan.

2. Penyetelan Panel Timer Mesin Aerasi

Penyetelan panel timer ini terhubung oleh listrik dan alat timer,

pada mesin penel yang digunakan adalah panel nomor 2 dan 3. Panel ini

telah terhubung dengan mesin aerator dan digunakan untuk memvariasikan

waktu yaitu 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Mesin timer, dapat di lihat Lampiran

(3)

3. Pengukuran faktor fisik dan kimia : a. Pengukuran Debet Air atau V-Notch

Pengukuran V-noch menggunakan mistar, yang dimasukan dalam

plat yang terdapat pada V-noch. Setelah itu tinggi air yang tertera

pada mistar dapat terlihat dan kemudian tinggi air (cm)

dikorelasikan dengan tabel V-noch. Pengukuran V-notch dilakukan

[image:3.612.96.519.178.682.2]

pada Inlet dan Outlet. Debit air dapat dilihat Lampiran 7 pada

Tabel 6.

b. Pengukuran Derajat Keasaman (pH)

Pengukuran pH dilakukan di lapangan secara langsung dengan

menggunakan pH meter untuk mengukur derajat keasamannya,

ujung pH meter dicelupkan dalam air limbah, maka angka akan

tertera secara digital pada layar pH meter.

c. Pengukuran Suhu (0C)

Pengukuran suhu air limbah juga dilakukan di lapangan secara

langsung dengan menggunakan termometer batang. Ujung

termometer dicelupkan dalam air limbah.

d. Pengukuran Total Suspended Solid atau TSS

Pengukuran TSS dilakukan dilapangan secara langsung.

Pengukuran ini menggunakan TSS meter (digital).

e. Pengukuran BOD5 (Biological Oxygen Demand)

Pengukuran BODyaitu mengukur kandungan oksigen terlarut awal

(4)

tersebut diukur juga kandungan oksigen terlarutnya setelah

diinkubasi selama 5 hari pada kondisi gelap dan suhu tetap (200C)

yang sering disebut dengan BOD5. Pengukuran oksigen dapat

dilakukan secara analitik dengan cara titrasi metode Winkler,

iodometri atau dengan menggunakan alat yang disebut BOD meter.

f. Pengukuran COD (Chemycal Oxygen Demand)

COD diukur dengan cara mengambil larutan sampel air limbah,

kemudian ditetesi dengan indikator PP sebanyak tiga tetes, dititrasi

dengan larutan NaOH sampai sampel akan berwarna coklat

kemerahan.

Pengambilan sampel dilakukan pada Outlet dimasukkan dalam

botol jam yang telah diberi label. Masing - masing sampel dengan variasi

waktu beserta dengan pengulangan sebanyak tiga kali (3x). Sampel ini

untuk pengujian Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemycal Oxygen

Demand (COD).

Korelasikan dengan data yang ada pada: Baku Mutu Air Limbah

Untuk Kegiatan Industri mengenai Peraturan Daerah Provinsi Jawa

Tengah No.05 Tahun 2012, Perubahan Atas Peraturan Dearah Provinsi

Jawa Tengah No.10 Tahun 2004, Baku Mutu Air Limbah. Namun korelasi

ini dilakukan khusus pada No.14 yaitu mengenai Baku Mutu Air Limbah

(5)

D. Analisis Data

Parameter yang diukur adalah Chemical Oxygen Demand (COD),

Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS),

keasaman (pH), suhu (0C) dan V-Notch dengan perlakuan variasi waktu 1

[image:5.612.96.519.164.663.2]

jam, 2 jam dan 3 jam. Rancangan Percobaan dapat dilihat pada Lapiran 8

Gambar

Tabel 6.  b. Pengukuran Derajat Keasaman (pH)
Tabel 8.

Referensi

Dokumen terkait

Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan parameter kualitas air yang lebih banyak dan waktu pengambilan sampel yang lebih representatif untuk mengetahui tingkat

Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposif sampel yang dilakukan secara langsung terhadap daerah tangkapan air yang didasarkan pada 1) kuantitas dan kualitas mata

untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umummya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,

Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan parameter kualitas air yang lebih banyak dan waktu pengambilan sampel yang lebih representatif untuk mengetahui tingkat

Hasil pengamatan dari pengoperasian reaktor anaerobik lekat diam terendam dengan menggunakan media plastik untuk menurunkan konsentrasi bahan organik dilakukan dalam 4 (empat)

Pengambilan sampel kelelawar di Plot Penelitian Selatan dan Utara dilakukan secara langsung, yaitu menggunakan alat perangkap harpa (harptrap).. Pemasangan perangkap harpa pada

Uji toksisitas akut dilakukan selama 24 jam menggunakan hewan uji Daphnia magna pada limbah cair biodiesel asli, limbah cair biodiesel sebelum dan setelah biodegradasi secara

Berdasarkan hasil analisa penelitian yang dilakukan bahwa waktu optimum yang dilakukan untuk melakukan aerasi air bubling aerator tanpa menggunakan plate yang bertujuan untuk menurunkan