• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utara"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

PUSAT KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(ARSITEKTUR HIJAU)

LAPORAN PERANCANGAN

TKA 490-STUDIO TUGAS AKHIR

SEMESTER A TAHUN AJARAN 2013/2014

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Teknik Arsitektur

Oleh

KHAIRUNNISA 080406078

DEPARTEMEN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PUSAT KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(ARSITEKTUR HIJAU)

LAPORAN PERANCANGAN

TKA 490-STUDIO TUGAS AKHIR

SEMESTER A TAHUN AJARAN 2013/2014

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Teknik Arsitektur

Oleh

KHAIRUNNISA 080406078

DEPARTEMEN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PUSAT KEGIATAN MAHASISWA TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(ARSITEKTUR HIJAU)

Oleh

KHAIRUNNISA 080406078

Medan, Desember 2014

Disetujui Oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

SALMINAWATI GINTING ST,MT.

NIP. 197205042000122001 NIP.196910182000031001

FIRMAN EDDY ST,MT.

Ketua Departemen Arsitektur

Ir. N. VINKY RAHMAN, MT

(4)

SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR

(SHP2A)

Nama : KHAIRUNNISA

NIM : 080406078

Judul Proyek Akhir : Pusat Kegiatan Mahasiswa Arsitektur Universitas Sumatera Utara

Tema Proyek Akhir : Arsitektur Hijau

Rekapitulasi Nilai :

Nilai A B+ B C+ C D E

Dengan ini mahasiswa bersangkutan dinyatakan :

No STATUS Waktu

Medan, Desember 2014

Ketua Departemen Arsitektur Koordinator TKA-490

Ir. N. VINKY RAHMAN, MT WAHYUNI ZAHRAH ST, MS.

(5)

ABSTRAK

Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utara adalah tempat dimana para mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) dapat berkumpul,

melakukan kegiatan yang bermanfat diluar jam kuliah (seperti diskusi, makan, olah raga,

membaca buku, dll). Disamping itu mahasiswa juga dapat memanfaatkan gedung ini

sebagai wadah kreativitas dan dapat memamerkan hasil karya mereka di gallery yang

disediakan.

Terlepas dari itu, Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utara mengaplikasikan tema Arsitektur Hijau pada bangunannya. Yang mana diharapkan

nantinya dapat membantu pengurangan efek pemanasan global, dan memberikan inspirasi

kepada mahasiswa dan penerusnya agar dapat selalu menjaga lingkungannya dari efek

(6)

ABSTACT

Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utarais a place where science students can gather useful activities outside of class hours, such as discussion,

lunch, exercise, reading, etc. in addition, students can also take advantage of this building

as a place of creativity and can show off their work at the gallery provided.

Regardless of the Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utaraalso apply the theme of green architecture on buildings. Which is expected later to

help reduce the effect of global warming and unspire students and successors to always

keep the environment from the effect of global warming are increasingly damaging the

erath.

Keywords/kata kunci : Student Centre, Student Union, North Sumatera University,

(7)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena

berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan seluruh proses penyusunan

Laporan Tugas Akhir ini sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik

Arsitektur, Departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara.

Selama proses hingga selesainya laporan ini, penulis tidak terlepas dari berbagai

pihak yang turut andil dalam menyukseskannya. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini,

penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

o Ibu SALMINAWATI GINTING ST, MTsebagai Dosen Pembimbing I atas

bimbingan, dukungan dan semangat yang sangat berarti dan selalu memberikan

motivasi dari awal hingga akhir.

o Bapak FIRMAN EDY ST, MT selaku Dosen Pembimbing II yang telah

memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.

o Ibu Ir. BASARIA TALAROSHA, MTselaku dosen penguji yang telah banyak

memberikan masukan, saran, dan kritik.

o Ayah saya TOISIR. SOS, ibunda tercinta SYAMSIDAR, dan adik-adik saya atas

dukungannya.

o Teman-teman stambuk 2008 Arsitektur USU. Terutama Henny, Rabitha yang

telah membantu persiapan tugas akhir.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab

itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk kelengkapan

dan terwujudnya kesempurnaan sebagaimana dimaksud.

Akhir kata, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi

kesempurnaan penulisan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita

semua khususnya di lingkungan Departemen Arsitektur USU.

Medan, Desember 2014

(8)

DAFTAR ISI

1.3 Permasalahan dalam perancangan ... 4

1.4 Perumusan masalah ... 4

2.3.1. Latar Belakang Pemilihan Lokasi ... 13

2.3.2. Kriteria Lokasi ... 13

2.3.3. Deskripsi Kondisi Tapak Terpilih ... 14

2.4. Pengertian ... 15

2.5. Sejarah ... 15

2.6. Studi Banding ... 19

2.6.1. Student Union di University of Central Florida ... 19

2.6.2. Student Union University Of Melbourne ... 20

2.6.3. Pasadena City College ... 21

BAB III KAJIAN TEMA DAN TEORI ARSITEKTUR ... 29

3.1 Tinjauan Terhadap Tema ... 29

3.1.1. Elaborasi Tema ... 29

3.1.2. Latar Belakang Pemilihan Tema ... 29

3.1.3.Pengertian Tema Arsitektur Hijau ... 30

(9)

3.1.5. Karateristik Arsitektur Hijau Pada Bangunan ... 34

3.1.6. Keterkaiatan Tema Dengan Judul ... 35

3.1.7. Studi Banding Tema Sejenis ... 35

3.1.7.1. The Campuan Ubud, Bali ... 35

3.1.7.2 . Nanyang Technological University, Singapore ... 38

3.1.7.3. Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) ... 42

BAB IV ANALISA PERANCANGAN ... 46

4.1. Analisa Tapak ... 46

4.1.1. Analisa Lokasi Tapak ... 46

4.1.2. Kondisi Eksisting Tapak ... 47

4.1.3. Lokasi Tapak Dalam Lingkungan Kawasan ... 47

4.1.4. Tata Guna Lahan Kawasan dan Sekitarnya ... 48

4.1.5. Batas-batas Tapak... 49

4.1.6. Analisa Pencapaian... 50

4.1.7. Analisa View Kedalam Tapak ... 51

4.1.8. Analisa View Keluar Tapak ... 52

4.1.9. Analisa Entrance... 53

4.1.10. Analisa Sirkulasi Dalam Bangunan ... 54

4.2 Analisa Lingkungan ... 55

4.2.1. Analisa Vegetasi ... 55

4.2.2.Analisa Iklim ... 56

4.2.3. Analisa Kebisingan... 57

4.3. Analisa Nonfisik ... 58

4.3.1. Analisa Kegiatan ... 58

4.3.2. Analisa Jumlah Pengunjung ... 64

4.3.3. Besaran Ruang ... 67

4.3.3.1. Besaran Ruang Dalam ... 67

4.3.3.2. Besaran Ruang Luar ... 68

4.3.4. Analisa Bentuk Massa Bangunan ... 68

4.3.4.1. Analisa Bentuk Massa Bangunan ... 68

4.3.5. Sirkulasi ... 69

4.3.6. Struktur... 73

4.3.7. Utilitas ... 77

4.3.8. Sistem Penghawaan ... 79

(10)

4.3.10. Sistem Komunikasi ... 80

4.3.11. Sistem Transportasi Pada Bangunan ... 81

4.3.12. Sistem Keamanan ... 82

4.3.13. Sistem Pencegah Kebakaran ... 83

4.3.14. Sistem Pembuangan Sampah ... 85

BAB V KONSEP ... 86

5.2.1. Penerapan Tema Terhadap Konsep Massa Bangunan ... 90

5.3. Hasil Perancangan

5.3.1. Ground Plan

Tampak Depan Gedung A

Tampak Belakang Gedung A

Tampak Kanan Gedung A

Tampak Kiri Gedung A

Tampak Depan Gedung B

Tampak Belakang Gedung B

Tampak Kanan Gedung B

Tampak Kiri Gedung B

Tampak Depan Gedung C

Tampak Belakang Gedung C

Tampak Kanan Gedung C

Tampak Kiri Gedung C

Potongan A-A Gedung A

Potongan B-B Gedung B

Denah Lt.I Gedung A

Denah Lt.II Gedung A

Denah Lt.I Gedung B

Denah Lt.II Gedung B

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Lokasi Site yang Akan Dibangun Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU

... 14

Gambar 2.2. Tampak Depan Student Union University Of Central Florida ... 19

Gambar 2.3. Tampak Depan Student Union University Of Central Florida ... 20

Gambar 2.4. Denah Keseluruhan Student Union University Of Central Florida ... 22

Gambar 2.5. Tampak Depan Newcastle University Student Union ... 25

Gambar 2.6. Fasilitas Digital Library dan Kantin di Newcastle University Student Union ... 26

Gambar 2.7. Terdapat Ruang Komunal Untuk Berdiskusi, Juga Perpustakaan Digital Pada Area yang Difasilitasi Oleh Banyak Komputer ... 26

Gambar 2.8. Student Lounge dan Ruang Diskusi di Newcastle University Student Union ... 26

Gambar 2.9. Ruang Rapat Mahasiswa dan Ruang Belajar yang Komunal Maupun Bersifat Individual di Newcastle University Student Union ... 27

Gambar 2.10. Di Setiap Sudut Ruangan Terdapat Kursi dan Meja Untuk Mahasiswa Yang Ingin Menggunakan Waktu Luang Dengan Belajar Ataupun Sekedar Duduk – Duduk ... 27

Gambar 2.11. Terdapat Café dan Cofee Shop Pada Student Union Yang Memiliki Desain Interior Yang Sangat Menarik ... 28

Gambar 3.1. Ressort Campuan Ubud, Bali ... 35

Gambar 3.2. The Campuan Ubud Bali dilihat Dari Perspektif Mata Burung ... 37

Gambar 3.3. Main Entrance ... 37

Gambar 3.4. Peta dan Bangunan Nanyang Technological ... 38

Gambar 3.5. Site Plan dan Tampak ... 39

Gambar 3.6. Orientasi ... 39

Gambar 3.7. Efek Kaca Pada Malam hari ... 40

Gambar 3.8. Denah Ruang ... 40

Gambar 3.9. Lanscape ... 41

Gambar 3.10. Perpustakaan Universitas Indonesia ... 42

Gambar 3.11. Gedung Perpustakaan Pusat U... 43

Gambar 3.12. Denah Perpustakaan UI ... 44

Gambar 3.13. Tampak Depan Perpustakaan UI ... 44

Gambar 3.14. Area Kalkulasi ... 45

(12)

Gambar 4.1. Peta Lokasi Site ... 46

Gambar 4.2.Tata Guna Lahan Dan Sekitarnya ... 48

Gambar 4.3. Batas-Batasan ... 49

Gambar 4.4. Analisa Pencapaian ... 50

Gambar 4.5. View Kedalam Tapak ... 51

Gambar 4.6. View Keluar Tapak ... 52

Gambar 4.7. Analisa Entrance ... 53

Gambar 4.8. Analisa Sirkulasi Dalam Bangunan ... 54

Gambar 4.9. Analisa Vegetasi ... 55

Gambar 4.10. Eksisting Vegetasi ... 55

Gambar 4.11. Analisa Iklim ... 56

Gambar 4.12 Analisa Kebisingan ... 57

Gambar 4.13. Sirkulasi Curve Driveway ... 70

Gambar 4.14. Pencapaian Langsung ... 71

Gambar 4.15. Pencapaian Tersebar ... 71

Gambar 4.16. Pencapaian Berputar ... 72

Gambar 4.17. Pondasi Menerus ... 75

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Jumlah Mahasiswa Teknik USU S1 dan Pascasarjana ... 19

Tabel 2.2. Fasilitas Yang Tersedia di Pasadena City College ... 24

Tabel 4.1.Tabel Analisa Kebutuhan Ruang... 63

Tabel 4.2 Jumlah Mahasiswa teknik di Universitas Sumatera Utara ... 65

Tabel 4.3 Tabel Besaran Ruang Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Arsitektur ... 67

Tabel 4.4 Perbandingan Bentuk Dasar Bangunan ... 69

(14)

ABSTACT

Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utarais a place where science students can gather useful activities outside of class hours, such as discussion,

lunch, exercise, reading, etc. in addition, students can also take advantage of this building

as a place of creativity and can show off their work at the gallery provided.

Regardless of the Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik Universitas Sumatera Utaraalso apply the theme of green architecture on buildings. Which is expected later to

help reduce the effect of global warming and unspire students and successors to always

keep the environment from the effect of global warming are increasingly damaging the

erath.

Keywords/kata kunci : Student Centre, Student Union, North Sumatera University,

(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Melihat masih banyaknya mahasiswa Fakultas Teknik di Universitas Sumatera

Utara yang sering melakukan interaksi sosial di ruang – ruang publik seperti koridor,

selasar, entrance, hall, dsb, yang seharusnya difungsikan sebagai jalur lalu lintas dan

sirkulasi, maka jelaslah bahwa diperlukannya suatu sarana yang mampu mewadahi

berlangsungnya kegiatan mahasiswa teknik tersebut secara maksimal. Kegiatan yang

dimaksud dalam hal ini berupa kegiatan menunggu dosen, menuggu jam mata kuliah

yang akan segera berlangsung, mengerjakan tugas, berdiskusi, duduk – duduk dsb. Dan

sampai saat ini, Warkop Teknik merupakan sarana yang tersedia bagi mahasiswa teknik

di Universitas Sumatera Utara yang memungkinkan mereka untuk dapat melakukan

interaksi sosial antar sesama mahasiswa. Tetapi, warkop Teknik yang ada di Universitas

Sumatera Utara ini pun tidak berfungsi secara maksimal sebagaimana diharapkan.

Walaupun, warkop teknik yang ada di Universitas Sumatera Utara saat ini masih

difungsikan oleh mahasiswa teknik di Universitas Sumatera Utara. Namun kebanyakan

mahasiswa tersebut hanya datang ke Warkop Teknik hanya untuk sekedar makan dan

minum, tidak dengan aktivitas lainnya seperti berdiskusi, nongkrong, duduk-duduk dsb.

Hal ini dikarenakan kondisi warkop Teknik dan area sekitarnya yang kurang

mendukung, seperti kebersihan lokasi warkop dan kenyamanan yang kurang

mendukung, seperti kebersihan dan kenyamanan yang kurang terjaga serta penampilan

Warkop Teknik saat ini yang hanya berupa tenda-tenda, stand makanan, kursi dan meja

pengunjung tanpa adanya fasilitas-fasilitas menarik lainnya.

Oleh karena itu, perlunya adanya penataan dan perencanaan kembali Warkop

Teknik menjadi “Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” yang difungsikan sebagai ruang komunal yang nyaman dan menarik bagi mahasiswa/i teknik usu, dan juga dapat

menyediakan wadah bagi mahasiswa/i teknik untuk melakukan berbagai kegiatan

seperti mengadakan seminar yang berkaitan degan fakultas teknik yang berada di

Universitas Sumatera Utara, menciptakan sebuah ruang baca indoor maupun outdoor

(16)

menciptakan sebuah wadah sebagai pusat interaksi sosial bagi mahasiswa/i yang ingin

berdiskusi atau yang hanya sekerdar bercerita tentang kegiatan sehari – hari mereka,

merencanakan area ruang terbuka hijau sebagai sarana di mana mahasiswia/i juga bisa

memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai sarana untuk istirahat atau hanya sekedar

untuk bersantai menunggu jadwal kuliah yang akan hadir, menyediakan area diskusi

yang dapat mewadahi kegiatan mahasiswa/i teknik usu dengan penataan lingkungan

yang baik sehingga dapat menimbulkan kenyamanan di area pusat diskusi sehingga

mahasiswa/i tidak bosan bediskusi dengan keadaan lingkungan yang nyaman, dan dapat

menyediakan area servis yang berfungsi dengan baik dengan penataan lingkungan yang

baik seperti, merencanakan area kantin yang bersih dan steril sehingga dapat

memberikan kesan nyaman bagi sapa saja yang akan makan atau hanya sekedar minum

di area kantin, dan merencanakan area parker yang lebih tertata di area site.

Dengan menyedeiakan “Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” seperti ini, akan sangat membantu dalam meningkatkan sosialisasi diantara mahasiswa/i teknik di

Universitas Sumatera Utara dan ini merupakan suatu hal yang sangat baik dan positif.

Agar mahasiswa/i teknik di Universitas Sumatera Utara dapat merasa nyaman

dan tertarik untuk berada di “Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” tersebut, maka perlunya dirancang suatu area yang bukan hanya sekedar menyediakan area sebagai

pusat jajanan dan makanan, serta menyediakan meja dan kursi, tetapi juga, bagaimana

area tersebut dibuat menarik dan berbeda, mungkin dengan menyediakan wi-fi, ruang

baca, retail – retail mini yang menjual souvenir, kebutuhan mahasiswa, Dengan

dirancangnya suatu ruang komunal yang didukung dengan fasilitas menarik bagi para

mahasiswa teknik di USU tersebut, maka diharapkan kebutuhan para mahasiswa teknik

USU tersebut akan mampu terpenuhi secara maksimal dan tidak lagi mengganggu

fungsi ruang-ruang publik yang seharusnya difungsikan untuk jalur sirkulasi dan lalu

lintas.

1.2. Maksud Dan Tujuan

Adapun maksud dari perencanaan ‘’Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU’’

sebagai berikut :

(17)

• Merencanakan sebuah bangunan yang dapat berfungsi sebagai area diskusi serta area baca sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ilmu bagi mahasiswa/i Teknik Universitas Sumatra Utara

• Merencanakan area ruang terbuka hijau dengan penataan sirkulasi yang baik sehingga dapat di pergunakan mahasiswa/i sebagai tempat interaksi sosial dan sebagai tempat bersantai unutuk menikmati waktu yang sedang kosong disela menunggu waktu perkuliahan.

• Merencanakan penataan area servis, seperti area parkir, area pusat jajanan, makanan dengan baik agar dapat memberikan kesan nyaman bagi para pengunjung dari luar serta khususnya bagi mahasiswa Universitas Sumatra Utara.

Adapun tujuan dari perencanaan ‘’Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU’’

sebagai berikut :

Tujuan dari perencanaan Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU agar dapat

menciptakan sebuah bangunan yang dapat mewadahi segala bentuk aspek kegiatan

mahasiswa teknik khususnya dalam bidang pendidikan yang dapat mengembangkan

kemampuan serta meningkatkan pengetahuan mahasiswa/i dalam ilmu pengetahuan

masing-masing jurusan yang ada dengan menyediakan ruang baca dan workshop khusus

bagi mahasiswa teknik Universitas Sumatra Utara, dan menciptakan penataan ruang

yang baik dan ruang terbuka hijau sebagai area pendidikan di luar bangunan

perencanaan.

1.3.Permasalahan Dalam Perancangan

Adapun permasalahan dalam perencanaan “Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” adalah sebagai berikut :

• Bagaimana merencanakan penataan sebuah bangunan sehingga terlihat menarik dan berfungsi dengan baik, serta idak berdampak buruk bagi bangunan yang berda di sekelilingnya. Sehingga bangunan “Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” dapat menjadi ikon bagi fakultas teknik USU.

• Bagaimana menata sirkulasi di area bangunan sehingga area sirkulasi menjadi lebih tertata dan nyaman dari sirkulasi sebelumnya.

• Bagaimana menciptakan sirkulasi manusia serta sirkulasi barang di dalam bangunan sehingga tidak terjadi penyempitan sirkulasi serta adanya ruang yang tak terpakai di dalam bangunan karna tidak sesuai dengan fungsinya.

(18)

1.4.Perumusan Masalah

Perlunya disediakan suatu “Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” sebagai suatu ruang komunal bagi para Mahasiswa Teknik di Universitas Sumatera Utara untuk

melakukan berbagai kegiatan kemahasiswaan seperti kegiatan berdiskusi, duduk-duduk,

makan, santai, menuggu dosen, menuggu kuliah, dsb.

Dari permasalahan yang telah disebutkan diatas, maka dapat dirumuskan, berikut ini :

• Bagaimana merancang suatu ruang komunal yang dibutuhkan oleh mahasiswa – mahasiswi teknik, universitas Sumatera Utara secara maksimal

• Bagaimana membentuk suatu ruang komunal yang nyaman , unik dan berbeda yang kemudian menarik minat para mahasiswa teknik di Universitas Sumatera Utara

1.4Pendekatan

Adapun pendekatan masalah yang dapat dilakukan untuk pemecahan masalah

perancangan ini adalah:

• Pemilihan lokasi, lokasi berada di area kampus teknik Universitas Sumatera Utara itu sendiri yang mana saat ini masih berupa Warung Netral yang nantinya akan diredesain menjadi ruang komunal bagi mahasiswa teknik. • Survey, survey langsung ke lokasi dilakukan untuk mendapatkan data-data

yang akurat dari lokasi tersebut disertai dengan mengadakan studi literature sebagai penambah dari data- data yang didapat di lokasi tersebut.

• Literatur, megambil data-data dari berbagai sumber bacaan sebagai tambahan untuk melanjutkan laporan perancangan.

1.5 Lingkup Dan Batasan Perencanaan

Batasan dari perencanaan “Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” ialah banguan hanya di peruntukkan bagi mahasiswa/i Universitas Sumatra Utara dan di

khususkan bagi mahasiswa teknik USU sebagai pusat ilmu pengetahuan dan sebagai

area baca untuk menimbah ilmu di dalam bidang jurusan masing-masing.

Lingkup dari perencanaan “Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU”adalah :

(19)

mahasiswa/I teknik USU, dan juga dapat menyediakan area workshop dan area diskusi bagi mahasiswa/I sebagai pengembangan dari ilmu pengetahuan mereka, dan juga merencanak area kantin dan café shop sebagai salah satu fasilitas penunjang bagi mahasiswa/I yang ingin bersantai sejenak ataw yang ingin makan dan minum di area kampus.

• Bangunan ini rencanakan dengan menggunakan unsur-unsur perancangan arsitektur, antara lain terdapat aspek fisik dan perancangan khusus proyek bangunan, yang berkaitan dengan lingkungan tapak, massa bangunan, pembentukan ruang dan arus sirkulasi dalam dan luar bangunan pada lokasi tapak perancangan, dan selanjutnya akan di terapkan ke dalam perancangan bangunan, sehingga dapat meciptakan suatu bentuk yang menarik dan dapat meningkat kan minat mahasiswa/I dalam pengembangan dirinya.

1.6 Metode Penelitian

a) Adapun metode perancangan yang digunakan dalam peremajaan dan pengembangan ini adalah dengan cara :

• Deskriptif, yaitu menguraikan dengan kata-kata yang bersifat ilmiah, yang kemudian dapat dijelaskan dalam hubungan penulisan.

• Komperatif, yaitu berdasarkan perbandingan-perbandingan yang lebih baik untuk perancangan, dapat berupa teori-teori yang mendukung maupun melalui studi banding terhadap proyek yang sudah ada, baik yang sejenis ataupun yang mendekati.

b) Setelah tahap awal (pengenalan masalah), maka dapat dilanjutkan dengan pencarian data, data dapat diperoleh dengan jalan :

• Dokumentatif yaitu mencari data atau catatan-catatan yang terkait terhadap perancangan, sebagai pendukung dalam melengkapi penulisan.

• Observasi /survei yaitu mengamati kegiatan secara langsung pada lokasi perencanaan ataupun pada lokasi lain yang menjadi studi banding, sehingga perancangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

(20)

c) Setelah data-data yang dibutuhkan telah terkumpul, maka dapat dilanjutkan dengan menganalisa data, cara menganalisa data yang diperoleh sebagai berikut.

• Dengan menganalisa data dan melihat korelasi masalah yang satu dengan yang lainnya yang kemudian dilanjutkan dengan membahas data tersebut, sehingga didapat suatu hubungan dengan proses perancangan.

• Pembahasan hubungan dari masalah-masalah tersebut akan di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga terbentuk kesempurnaan dalam perancangan.

• Setelah data-data yang dikumpulkan telah dianalisa, maka dari analisa tersebut kita dapat menarik suatu solusi dari permasalahan yang ada.

• Dari solusi yang telah diperoleh, maka kita dapat memasuki tahap selanjutnya yaitu masuk pada konsep perencanaan.

• Apabila konsep perencanaan telah selesai maka perlu dilakukan evaluasi terhadap konsep perancanangan tersebut.

• Sebagai langkah akhir yaitu masuk kapada konsep desain berupa gambar-gambar desain, dan dapat dilengkapi dengan maket.

d) Setelah data-data yang dibutuhkan telah terkumpul, maka dapat dilanjutkan dengan menganalisa data, cara menganalisa data yang diperoleh sebagai berikut.

• Dengan menganalisa data dan melihat korelasi masalah yang satu dengan yang lainnya yang kemudian dilanjutkan dengan membahas data tersebut, sehingga didapat suatu hubungan dengan proses perancangan.

• Pembahasan hubungan dari masalah-masalah tersebut akan di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga terbentuk kesempurnaan dalam perancangan.

• Setelah data-data yang dikumpulkan telah dianalisa, maka dari analisa tersebut kita dapat menarik suatu solusi dari permasalahan yang ada.

• Dari solusi yang telah diperoleh, maka kita dapat memasuki tahap selanjutnya yaitu masuk pada konsep perencanaan.

(21)

• Sebagai langkah akhir yaitu masuk kapada konsep desain berupa gambar-gambar desain, dan dapat dilengkapi dengan maket.

I.7 Kerangka Berfikir `

`

Ide/Gagasan

Latar Belakang

Permasalahan

Data

F

e

e

d

B

a

c

k

Studi Literatur Studi Lapangan

Studi Banding Literatur

Survey

Analisa

Desain Konsep Perancangan

Struktur Arsitektur

(22)

1.8Sistematika Laporan

Sistematika pembahasan ini meliputi:

Bab I. Pendahuluan

Menjelaskan secara garis besar apa yang menjadi dasar perumusan perancangan yang meliputi latar belakang, maksud dan tujuan, masalah perancangan, pendekatan, batasan dan lingkup perencanaan, asumsi-asumsi, kerangka berpikir, dan sistematika penulisan laporan.

Bab II. Deskripsi Proyek

Berisi terminologi judul, alternatif lokasi, pemilihan lokasi, deskripsi kondisi eksisting, luas lahan, peraturan dan keistimewaan lahan, tinjauan fungsi, dan studi banding arsitektur dengan fungsi sejenis.

Bab III. Elaborasi Tema

Menjelaskan tentang pengertian tema yang diambil, interpretasi tema, keterkaitan tema dengan judul, dan studi banding arsitektur dengan tema sejenis.

Bab IV. Analisa

Berisi analisa kondisi tapak dan lingkungan, analisa fungsional, analisa teknologi, analisa dan penerapan, tema, dan kesimpulan.

Bab V. Konsep Perancangan

Berisi konsep penerapan hasil analisis komprehensif yang digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah.

Bab VI. Perancangan Arsitektur

(23)

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

2.1. Pengertian judul

Adapun judul dari perencanaan dan perancangan ini adalah Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” dengan tema Arsitektur Metafora dan didefenisikan setiap kata dari judul ini adalah sebagai berikut :

Pusat : Titik utama dari suatu bagian, yang berfungsi sebagai tempat berkumpul

Kegiatan : Aktifitas dalam suatu pekerjaan

Mahasiswa : Orang yang sedang belajar atau menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Teknik : Pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yg

berkenaan dng hasil industri (bangunan, mesin), atau cara

membuat sesuatu yang berhubungan dengan seni

USU : Universitas Sumatera Utara, adalah salah satu namauniversitas yang berada di Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

2.2. FASILITAS

Beberapa fasilitas sebagai penunjang dalam perencanaan Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU” adalah:

1. Kantin:

- Kantin adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa

sendiri maupun yang dibeli di sana. Biasanya para pembeli harus

mengantri dalam sebuah jalur yang disediakan untuk membeli

makanan.

(24)

- Pengunjung dan juga pengeloloa dapat makan dan minum atau beristirahat sejenak.

2. Retail :

- Retail adalah ruang yang berfungsi sebagai tempat untuk berjualan, berdagang serta sebagai tempat transaksi jual beli antara pedagang dan

pembeli. juga sebagai tempat untuk menyimpan barang dagangan bagi

pedegang-pedagang soufenir.

3. Kantor pengelola:

- Kantor adalah unit organisasi terdiri atas tempat, staf personel dan operasi ketatausahaan guna membantu pimpinan.

- Berfungsi sebagai ruang kerja untuk pengelola. 4. Ruang terbuka hijau :

- Ruang terbuka hijau adalah ruang yang berada di luar bangunan yang di peruntukkan sebagai ruang hijau di mana terdapat tanaman dan

tumbuhan dari pohon peneduh sampai tanaman bunga penghias sebagai

pendukung landscape di area site.

- Fungsi dari ruang terbuka hijau ialah sebagai daerah resapan air di mana menampung curah hujan sementara, juga berfungsi sebagai tempat

beristirahat sejenak bagi pengunjung pusat pasar atau pembeli yang

sedang berbelanaj di pusat pasar.

5. Toilet umum.

- Toilet umum berfungsi sebagai fasilitas pendukung bagi para pengunjung, pengelola, serta pedagang untuk membuang air kecil dan

tinja di area pusat pasar tradisional.

6. Tempat pembuangan sampah sementara.

- Tempat pembuangan sampah sementara berfungsi sebagai fasilitas pendukung untuk menjaga kebersihan lingkungan di area pusat pasar

dengan sistem menampung sementara sampah kering dan basah di

tempat penampungan lalu di angkut ke mobil dinas kebersihan lalu di

(25)

2.3.TINJAUAN KOTA MEDAN

2.3.1. Sejarah Kota Medan

Gambar 2.1. Kondisi Fisik Kotamadya Medan

(Sumber : RUTRK Kota Medan 2005, PT. (Persero) Indah Karya, 1994)

INDONESIA KOTAMADYA MEDAN

(26)

Kampung kecil yang dalam masa kurun waktu lebih dari 80 tahun dengan

pesatnya berkembang menjadi suatu kota yang saat ini kita kenal dengan nama

Kotamadya Medan, berada disuatu dataran, di tempat sungai Babura bertemu dengan

sungai deli, yang waktu itu dikenal sebagai Medan Putri tidak jauh dari jalan Putri Hijau

sekarang.

Menurut Tengku Lukman Sinar, SH. Dalam bukunya yang berjudul Riwayat

Hamparan Perak yang diterbitkan pada tahun 1971, bahwa yang mendirikan kampung

Medan adalah Raja Guru Patimpus, nenek moyang Datuk Hamparan Perak (Dua Belas

Kuta) dan datuk Sukapiring, yaitu dua dari empat kepala suku Kesultanan Deli (T.

Lukman Sinar, SH, 1995)

Deli mulai terkenal namanya setelah orang-orang Belanda yang dipelopori oleh

Nienhuys membuka perkebunan tembakau di sekitar Medan. Dalam waktu beberapa

tahun saja Deli telah terkenal diseluruh dunia karena daun tembakau yang dihasilkannya

tiada tandingannnya sampai sekarang sebagai pembungkus cerutu. Hal ini menarik

investor-investor asing dan menyebabkan banyak orang-orang dari daerah lain yang

pindah ke daerah Deli untuk mencari nafkah.

Nienhuy kemudian pindah dari Labuhan ke Medan Puteri dimana kota Medan

berkembang dengan pesatnya dan akhirnya menjadi pusat bagi pemerintahan propinsi

Sumatera Utara dan Kerajaan Deli. Di tahun 1918, Medan dijadikan Kotapraja tetapi

tidak termasauk di dalamnya daerah Kota Matsum dan daerah Sungai Kera yang tetap

berada dibawah kekuasaan Sultan Deli. Ketika itu penduduk kota Medan telah

berjumlah 48.826 jiwa dan terdiri dari 409 orang bangsa Eropa, 25.000 orang bangsa

Indonesia, 8.269 orang bangsa Cina dan 130 orang Asia lainnya.

Dengan keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 66/ III/ PSU, terhitung mulai

tanggal 21 september 1951 daerah kota Medan diperluas tiga kali lipat. Keputusan

tersebut disusun oleh maklumat Walikota Medan No.21 tanggal 29 september 1951,

yang menetapkan luas Kota Medan menjadi 5.130 Ha dan meliputi empat kecamatan :

1. Kecamatan Medan

2. Kecamatan Medan Timur

3. Kecamatan Medan Barat

(27)

Kemudian melalui Undang-Undang Darurat No.7 dan 8 tahun 1956, dibentuk di

Propinsi Sumatera Utara daerah-daerah tingkat II antara lain kabupaten Deli Serdang

dan Kotamadya Medan. Perkembangan selanjutnya di Propinsi Sumatera Utara

umumnya dan Kotamadya Medan khususnya, memerlukan perluasan daerah untuk

menampung lajunya perkembangan. Oleh karena itu maka dikeluarkan peraturan

pemerintah No. 22 tahun 1973, yang mana dimasukkan beberapa bahagian Kabupaten

Deli Serdang ke dalam Kotamadya Medan sehingga yang tersebut belakangan ini

menjadi 26.510 Ha. Terdiri dari 11 kecamatan dan 116 kelurahan. Kemudian dengan

surat persetujuan Mendagri No.140/ 2271/ PUOD tanggal 5 Mei 1986 jumlah kelurahan

di Kotamadya Medan menjadi 114 kelurahan, yaitu:

1. Kecamatan Medan Kota : 26 Kelurahan

8. Kecamatan Medan Sunggal : 14 Kelurahan

9. Kecamatan Meadn Tuntungan : 11 Kelurahan

10.Kecamatan Medan Denai : 14 Kelurahan

11.Kecamatan Medan Belawan : 6 Kelurahan

Melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 1991 tentang

pembentukan beberapa kecamatan di Sumaterta Utara termasuk 8 kecamatan pemekaran

di Kotamadya daerah tingkat II Medan, sehingga yang sebelumnya terdiri dari 11

kecamatan dimekarkan menjadi 19 kecamatan, yaitu:

1. Kecamatan Medan Tuntungan : 9 Kelurahan

2. Kecamatan Medan Johor : 6 Kelurahan

3. Kecamatan Medan Amplas : 8 Kelurahan

4. Klecamatan Medan Denai : 5 Kelurahan

5. Kecamatan Medan Tembung : 7 Kelurahan

(28)

7. Kecamatan Medan Area : 12 Kelurahan

8. Kecamatan Medan Baru : 6 Kelurahan

9. Kecamatan Medan Polonia : 5 Kelurahan

10.Kecamatan Medan Maimon : 6 Kelurahan

11.Kecamatan Medan Selayang : 5 Kelurahan

12.Kecamatan Medan Sunggal : 6 Kelurahan

13.Kecamatan Medan Helvetia : 7 Kelurahan

14.Kecamatan Medan Petisah : 7 Kelurahan

15.Kecamatan Medan Barat : 6 Kelurahan

16.Kecamatan Medan Timur : 18 Kelurahan

17.Kecamatan Medan Deli : 6 Kelurahan

18.Kecamatan Medan Labuhan : 7 Kelurahan

19.Kecamatan Medan Belawan : 6 Kelurahan

Kemudian melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 35 tahun 1992

tentang pembentukan beberapa kecamatan di Sumatera Utara termasuk dua kecamatan

pemekaran di Kotamadya Daerah tingkat II Medan Sehingga yang sebelumnya terdiri

dari 19 kecamatan dimekarkan menjadi 21 kecamatan dengan penambahan dua

kecamatan, Yaitu:

1. Kecamatan Medan Marelan : 4 Kelurahan

2. Kecamatan Medan Perjuangan : 9 Kelurahan.

2.3.2. Letak Geografis Kota Medan

Dapat dipastikan fungsi dan peranan strategis suatu daerah akan banyak

dipengaruhi geografis daerah, baik peran politisnya maupun ekonomisnya. Untuk itulah

kedudukan Kota Medan dilihat secara fisiografi, iklim maupun keberadaan

sungai-sungainya.

Dengan luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari luas keseluruhan

Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah penduduk 2.210.743 jiwa (sensus penduduk

(29)

44' bujur timur. Untuk itu topografinya Kota Medan cenderung miring ke Utara dan

berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut.

Dari luas wilayah Kota Medan dapat dipersentasekan sebagai berikut :

1. Pemukiman 36,3 %

Secara administratif Kota Medan di sebelah Barat, Timur dan Selatan berbatasan

dengan Kabupaten Deli Serdang, disebelah Utara berbatasan langsung dengan Selat

Malaka, yang diketahui merupakan salah satu lintas laut paling sibuk (padat) di dunia.

Secara relatif Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan

Sumber Daya Alam (SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Karenanya

secara geografisnya Kota Medan didukung oleh daerah-daerah yang kaya sumber alam

seperti Deli Serdang, Labuhan Batu, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan,

Mandailing Natal, Karo, Binjai dan lain-lain.

Kondisi ini menjadikan Kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan

berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan dan saling

memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya. Disamping itu sebagai daerah yang

berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kota Medan memiliki posisi

strategis sebagai pintu gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan

domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Posisi geografis Kota Medan ini telah

mendorong perkembangan kota dalam 2 (dua) kutub pertumbuhan secara fisik, yaitu

daerah terbangun Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.

Kota Medan mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum menurut Stasiun

Polonia pada tahun 2001 berkisar antara 23,2º C - 24,3º C dan suhu maksimum berkisar

antara 30,8º C - 33,2º C serta menurut Stasiun Sampali suhu minimumnya berkisar

(30)

Berdasarkan pengukuran stasiun klimatologi Polonia, curah hujan di Kota

Medan tahun 2001 menurut Stasiun Polonia mencapai rata-rata 3.594 mm dengan hari

hujan sebanyak 230 hari serta menurut Stasiun Sampali mencapai rata-rata 2.712 mm

dengan hari hujan sebanyak 224 hari. Angka ini relatif tinggi dibandingkan dengan

tahun 1997.

Selanjutnya mengenai kelembaban udara di wilayah Kota Medan rata-rata

berkisar antara 84 - 85%. Dan kecepatan angin rata-rata sebesar 0,48 m/sec sedangkan

rata-rata total laju penguapan tiap bulannya 104,3 mm. Hari hujan di Kota Medan pada

tahun 2001 rata-rata per bulan 19 hari dengan rata-rata curah hujan menurut Stasiun

Sampali per bulannya 226,0 mm dan pada Stasiun Polonia per bulannya 299,5 mm.

Secara geografis Kota Medan juga merupakan jalur sungai. Paling tidak ada 8 (delapan)

sungai yang melintasinya, yaitu :

1. Sungai Belawan

2. Sungai Badra

3. Sungai Sikambing

4. Sungai Pulih

5. Sungai Babura

6. Sungai Deli

7. Sungai Sulang-Saling / Sei Kera

Pemanfaatan terbesar dari sungai-sungai ini adalah sebagai saluran pembuangan

air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata

sungai dan juga dapat dipergunakan sebagai jalur transportasi air.

2.3.3. Batas Wilayah

Batasan wilayah Kota Medan secara fisik adalah :

1. Sebelah Utara : Selat Malaka

2. Sebelah selatan : Pancur Batu , Deli Tua , Patumbak , Kabupaten Deli

Serdang .

3. Sebelah Timur : Kecamatan Percut Sei Tuan , tanjung Morawa ,

(31)

2.3.4. Luas Wilayah

Menurut PETA Master Plan Kotamadya Medan tahun 2005 , terlihat bahwa

daerah Kota Medan terbagi atas :

- Daerah pinggiran Kota Medan , merupakan daearh yang diperuntukkan untuk kegiatan industri , pergudangan , transportasi serta sebagai daerah pusat rekreasi

dan juga berfungsi sebagai daerah permukiman penduduk .

- Daerah pusat Kota Medan diperuntukkan sebagai daerah pemerintahan , perkantoran , perdagangan dan juga sebagai tempat fasilitas sosial bagi masyarakat

luas .

Maka dengan demikian terlihatlah jelas bahwa Kotamadya Medan memiliki suatu

konsep “ Multiple Nuclei ” , dimana berdasarkan tingkat perkembangannya ,

Kotamadya Medan dapat dibagi atas tiga bagian yaitu :

1. Daerah Pusat

2. Daerah Transisi

3. Daerah Pinggiran .

Daerah pinggiran merupakan daerah yang produktif, terutama bagi kegiatan

industri perdagangantransportasi , rekreasi dan pergudangan . Hal tersebut karena

membutuhkan lahan yang cukup luas dan pada daerah pinggiran lahan masih cukup

tersediah . Perkembangan wilayah dan struktur Kota :

1. Wilayah Kotamadya Medan secara umum terbagi atas tiga bagian , yaitu

Kotamadya Medan Utara (KMU) , Kotamadya Medan Tengah (KMT) , dan

Kota Madya Medan Selatan (KMS) .

2. Modal dan strategi pengembangan diarahkan menjadi lima wilayah

pengembangan dan pembangunan (WPP) yang dilayani oleh satu pusat

pengembangan dan empat sub pusat pengembangan .

3. Pengembangan secara linier dibatasi , serta pengembangan intensif kearah

Barat , Timur dan Utara dilakukan secara terkendali , sedangkan kearah

selatan sampai tingkat minimal .

4. Pengembangan kearah Utara dengan unsur daya tarik jalan tol Medan –

Belawan dengan penekanan kegiatan komersil industri skala besar .

(32)

WPP

KEGIATAN UTAMA

A

Medan Belawan

Medan Marelan

Medan Labuhan

8. 674, 28

Pelabuhan industri , tempat

barang / pergudangan,

orientasi pelabuhan ,

perumahan , konservasi .

B Medan Deli 2. 084, 33 Perumahan , perdagngan dan

Perumahan, industri terbatas

, terminal barang ,

pemerintahan dan pusat

pendidikan

Perumahan , perkantoran,

konservasi, lapangan golf

dan hutan kota .

(33)

2.3.5. Perkembangan Kota Medan

Sesudah kekuatan Republik Indonesia dipulihkan kembali pada tahun 1950, maka

pertumbuhan penduduk kota Medan semakin pesat, sehingga sejak tanggal 14

Nopember 1951, oleh Gubernur Kepala Daerah propinsi Sumatera Utara (dengan

mendahului Pemerintah Pusat) dengan keputusan No. 66/III/PSU dan kemudian disusul

pula oleh maklumat Walikota Madya Medan No. 21 tanggal 29 Nopember 1951, kota

Medan diperluas. Sejak tahun 1950, banyak penduduk yang berurbanisasi ke Medan

karena itu penduduk Medan berkembang dari semenjak terjadinya perluasan kota, maka

dengan sendirinya kampung – kampung berkembang secara cepat setelah mengalami

perluasan dan dengan pertambahan penduduk yang luar biasa. Dengan keputusan

Gubernur Kepala Daerah Sumatera Utara dan maklumat Walikota Medan, kota Medan

diperluas menjadi 5.130 ha dan dibagi atas 4 kecamatan, yaitu:

a. Kecamatan Medan Barat

b. Kecamatan Medan Timur

c. Kecamatan Medan Baru

d. Kecamatan Medan Kota

Perkembangan selanjutnya pada tahun 1970 melalui Peraturan Pemerintah No. 22

tahun 1973 mengenai perluasan Kotamadya Medan dengan memasukan beberapa

bagian dari Kabupaten Deli Serdang sehingga luasnya menjadi 26.10 ha yang terdiri

dari sebelas Kecamatan dan 116 Kelurahan/Desa. Sedangkan pada akhir tahun 1991

Kotamadya Medan terdiri dari 21 Kecamatan dan 144 Kelurahan/Desa, dan jumlah

penduduk pada tahun 1990 menurut sensus adalah + 1.730.052 orang. Dengan demikian

Kotamadya Medan rata – rata telah naik sebanyak 2,33% setiap tahun pada periode

tahun 1980 – 1990 yaitu 1.379.642 jiwa pada tahun 1980 menjadi 1.730.052 jiwa pada

tahun 1990. Sedangkan kepadatan penduduk bertambah dari 52,04 jiwa/ ha pada tahun

1980 menjadi 64 jiwa/ha pada tahun 1990 dengan kenaikan kepadatan sebesar 2,55%

setiap tahun. Sedangkan pertumbuhan rumah tangga sebesar 3,88% pertahun pada

periode 1980 – 1990 di kota Medan melebihi pertumbuhan penduduk sebesar 2,33%

(34)

5,54% pertahun namun perbedaan antara jumlah keluarga dan jumlah rumah tetaplah

besar.

2.3.6. Tata Ruang Kota Medan

Pada hakekatnya perencanaan (tata ruang) kota adalah proses untuk menentukan

tindakan di masa depan yang sesuai melalui suatu urutan (tahapan) pilihan-pilihan.

Dengan demikian, perencanaan (planning) mempunyai dua pengertian yang tidak

terpisahkan, yaitu sebagai produk (keadaan akhir yang di kehendaki) dan sebagai

manajemen (pola pengarahan dalam pencapaian pembangunan). Saat ini Kotamadya

Medan sedang dan akan berkembang dalam rangka mengimbangi percepatan

pembangunan industri di daerah Kotamadya Medan sebagai zona industri. Pemda

Kotamadya Medan tengah mengupayakan peningkatan kemampuan lahan (land

capability) yang saat ini “kurang produktif” menjadi produktif. Dengan cara menata

kembali kawasan tersebut agar didapatkan nilai tambah yang lebih memadai dan sesuai

dengan potensi serta nilai ekonomi yang dimilikinya. Dengan kata lain, upaya

peningkatan kemampuan lahan tersebut dimaksudkan agar lahan dapat dimanfaatkan

sesuai dengan The Highest Use dari potensi yang dimiliki. Salah satu produk penataan

ruang kota adalah rencanan pemanfaatan ruang kota yang merupakan rencana alokasi

penggunaan lahan atau rencana peruntukan tanah yang menetapkan bidang-bidang tanah

tertentu untuk melakukan jenis kegiatan tertentu. Misalnya, ada bidang-bidang tanah

yang diperuntukan bagi perumahan, pertokoan, dan industri, ada pula bidang-bidang

tanah yang diperuntukan untuk jalan raya, jalan kereta api, dan perpipaan.

RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Kota) Kota Medan Tahun 2005 menitik

beratkan perencanaan pada kegiatan dengan mempertimbangkan kembali bentuk Kota

Medan saat ini karena itu kebijakan pokok pengembangan ruang adalah :

a. Menitik beratkan kemampuan lahan kawasan kota sesuai dengan potensi nilai

ekonomi yang dimiliki dengan prinsip sebagai berikut

1) Mengupayakan pertumbuhan Kota Medan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan

serta mempertimbangkan rencana studi / program yang ada.

2) Mengupayakan penyediaan sarana dan prasarana terlengkap mungkin dan

(35)

3) Mengupayakan perencanaan Kota Medan secara pragmatis dengan orientasi

terhadap kecendrungan terhadap kebutuhan dan perkembangan di masa depan.

b. Dengan berlandaskan pada batasan – batasan fisik alami dan kelestarian

lingkungan, perkembangan fisik Kota diarahkan pada intensifikasi pengembangan

kearah Barat – Timur dan Utara serta membatasi pengembangan sampai tingkat

minimal di daerah selatan.

c. Mengadakan sistem pengendalian tanah perkotaan dalam memenuhi kepentingan

pembangunan masyarakat luas.

d. Mengembangkan ketentuan – ketentuan lingkungan dan bangunan yang serasi dan

terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

e. Menempatkan fungsi Kota Medan sebagai pusat perdagangan dan jasa, khususnya

dalam kegiatan sektor regional, nasional dan ASEAN karena adanya beberapa

kebutuhan yaitu upaya mengembangkan perekonomian Indonesia yang bertumpu

pada pengembangan Ekspor dan adanya hubungan kerjasama Pemko Medan

dengan Kota – Kota di negara asean.

`NO KECAMATAN LUAS (Ha)

Kec. Medan Belawan

Kec. Medan Marelan

Kec. Medan Labuhan

Kec. Medan Deli

Kec. Medan Timur

Kec. MedanPerjuangan

Kec. Medan Barat

Kec. Medan Petisah

Kec. Medan Baru

Kec. Medan Polonia

Kec.Medan Maimoon

Kec. Medan Kota

Kec. Medan Johor

Kec. Medan Amplas

Kec. Medan Denai

Kec. Medan Tembung

(36)

17

18

19

20

21

Kec. Medan Helvatia

Kec Medan Sunggal

Kec. Medan Tuntungan

Kec. Medan Selayang

Kec. Marelan Area

Tabel 2.2. Pemekaran Wilayah Administrasi Kodya Medan

Sumber:Bappeda Kotamadya Medan2011

2.3.7. Perkembangan Wilayah

Propinsi Sumatera Utara yang dibagi menjadi beberapa wilayah pengembangan

guna memudahkan dalam pengelompokan sasaran pembangunan, maka dalam konteks

pembangunan Kota Medan, hal ini juga perlu dilakukan. Untuk Kota Medan dilakukan

istilah Wilayah Pengembangan dan Pembangunan (WPP). Adanya istilah

“Pembangunan” karena periode RUTRK Medan hanya 10 Tahun, sehingga tidak hanya

terbatas pada pengembangan saja melainkan dengan pembangunannya.

Wilayah Kota Medan secara umum terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu Kotamadya

Medan bagian Utara (KMU), Kotamadya Medan bagian Tengah (KMT), dan

Kotamadya Medan bagian Selatan (KMS). Model dan strategi pengembangan diarahkan

menjadi 5 wilayah pengembangan

WILAYAH PEMBANGUNAN

CAKUPAN WILAYAH KEC

LUAS

(Ha) KEGIATAN UTAMA

WPP-A

Kec. Medan Belawan

Kec. Medan Marelan

Kec. Medan Labuhan

(37)

Konservasi

WPP-B Kec. Medan Deli 2.084.33

Perumahan, Perdagangan

(Pasar Induk Sekunder)

dan Perkebunan

WPP-C

Kec. Medan Timur

Kec. MedanPerjuangan

Kec. Medan Area

Kec. Medan Denai

Kec. Medan Tembung

Kec. Medan Amplas

Jumlah

terbatas (KIM) Terminal

Barang/Pergudangan

berorientasi ke konsumen

WPP-D

Kec. Medan Baru

Kec. Medan Maimun

Kec. Medan Polonia

Kec. Medan Kota

Kec. Medan Johor

Jumlah

Pusat Bisnis (CBD),

Pusat Pemerintahan,

Perumahan, Hutan Kota,

Pusat Pendidikan

WPP-E

Kec. Medan Barat

Kec. Medan Petisah

Kec. Medan Sunggal

Kec. Medan Helvetia

Kec. Medan Tuntungan

Kec. Medan Selayang

681.72

(38)

Jumlah 7.423.84

KOTAMADYA

MEDAN

JUMLAH 26.510

Tabel 2.3.Pembagian Wilayah Pengembangan dan Pembangunan (WPP)

Sumber : RUTRK Medan Tahun 2011

2.3.8. Perkembangan Perekonomian

Kota Medan sebagai pusat pemerintahan Propinsi Sumatera Utara berperan juga

sebagai pusat perekonomian yang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap

pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Propinsi Sumatera Utara.

Perkembangan PDRB Kota Medan dapat dilihat dari PDRB tahun 1999 yang berjumlah

Rp. 10,705 Miliar (harga berlaku) dan harga konstan sebesar Rp. 4,999 Miliar selalu

meningkat dibanding tahun – tahun sebelumnya. Perkembangan PDRB Kota Medan

dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut.

Tabel Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Medan

Tahun

PDRB (Juta) PDRB Perkapita

Harga Berlaku Harga

Konstan Harga Berlaku Harga Konstan

1993 4.382.251,47 4.382.251,4

7 2.414.255,90 2.414.255,90

1994 5.094.032,93 4.686.615,4

1 2.739.905,00 2.520.770,00

Peningkatan

(%) 16,24 6,94 13,49 4,41

1995 5.866.716,74 5.035.818,7

(39)

Peningkatan

(%) 15,17 7,45 13,12 5,54

1996 6.402.013,53 5.481.625,7

9 3.324.253,46 2.846.340,99

Peningkatan

(%) 9,12 8,85 7,26 6,99

1997 7.031.630,96 5.903.111,1

9 3.525.864,19 2.959.991,71

Peningkatan

(%) 9,83 7,69 6,06 3,99

1998 9.737.645,51 4.833.911,1

9 4.984.149,98 2.429.528,40

Peningkatan

(%) 38,48 -18,11 38,81 -17,92

1999 10.705.120,29 4.999.857,9

7 5.229.302,16 2.475.054,69

Peningkatan

(%) 9,93 3,43 6,84 1,87

% Rata – rata 15,35 2,70 14,26 0,81

Tabel 2. 4. Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Medan

(40)

2.4.TINJAUAN LOKASI

2.4.1. Latar Belakang Pemilihan Lokasi

Lokasi dipilih berdasarkan kondisi eksisting yang sudah ada, dikarnakan kondisi

eksisting yang berada dekat dengan fakultas teknik Universitas Sumatra Utara dan

sehingga dapat lebih berfungsi dalam perencanaan pusat kegiatan fakultas teknik USU,

kondisi site juga sangat strategis yang berada di tengah area kampus USU sehingga

dapat lebih dikenal sebagai ikon fakultas teknik USU.

2.4.2. Kriteria Pemilihan Lokasi

- Luas minimal 2 ha

- Memiliki lingkungan yang baik bagi Mahasiswa dan dosen pengajar.

- dekat dari Fakultas Teknik USU

- memiliki jalur infrastruktur yang mendukung

- site dapat dengan mudah di capai

Dalam Perencanaan pusat kegiatan fakultas teknik USU ini, lokasi perencanaan

merupakan salah satu faktor yang sangat penting agar bangunan ini dapat berfungsi

dengan baik dan tepat guna. Adapun pertimbangan-pertimbangan yang harus

diperhatikan dalam menentukan lokasi perencanaan adalah sebagai berikut :

1. Pencapaian

Pencapaian ke lokasi harus dapat dicapai dengan mudah dan cepat, baik

dengankenderaan pribadi, maupun pejalan kaki.Sehingga sedapat mungkin

lokasi berada pada wilayah yang mudah dijangkau dari segala arah. Hal ini juga

berhubungan dengan kemudahan pencapaian oleh mobil pemadam kebakaran

untuk dapat mencapai bangunan apabila terjadi kebakaran dalam bangunan.

Mudahnya pencapaian ke lokasi bangunan diharapkan agar kegiatan pada

bangunan nantinya dapat berjalan dengan lancar dan dapat terus berkelanjutan.

2. Keadaan Lingkungan

Keadaan lingkungan tapak sangat penting dalam perencanaan ini, diupayakan

(41)

komersial sehingga mendukung perencanaan pusat kegiatan fakultas teknik USU

tersebut.

2.4.3. Deskripsi Kondisi Tapak Terpilih

Analisis Penetapan Tapak

Student Center merupakan bangunan tempat berkumpulnya hampir seluruh aktifitas non

akademis mahasiswa teknik dan mengarah kepada kegiatan yang mengisi waktu luang

namun lebih bermanfaat. Untuk itu dibutuhkan pilihannlokasi yang tepat untuk

menjamin kelancaran aktivitas di dalam bangunan tersebut.

Berdasarkan kriteria pemilihan lokasi diatas, maka diputuskan untuk memilih tiga

alternatif lokasi di dalam kawasan Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Maka

diputuskan untuk memilih tiga alternatif lokasi yang cocok untuk perancangan proyek

ini.

a. Lokasi A

• Lokasi :

• Luas Lahan :

• Fasilitas pendukung : Gedung perkuliahan

T. MESIN

(42)

b. Lokasi B

• Lokasi :

• Luas Lahan :

• Fasilitas pendukung : Gedung perkuliahan

c. Lokasi C

• Lokasi : Jl. Perpustakaan • Luas Lahan : ± 1,5 Ha

T. SIPIL

T. ARSITEKTUR

Gambar 2.3 Lokasi B

(43)

• Fasilitas Pendukung : Gedung perkuliahan

Dari ketiga alternatif lokasi yang ada, maka setiap lokasi akan dinilai berdasarkan

kriteria yang sudah disebutkan diatas :

Aspek Lokasi A Lokasi B Lokasi C

Posisi Site Pinggir Fakutas

Teknik

Lokasi berada di

pinggir jalan yang

cukup untuk

dilewati kendaraan

roda empat dan

roda dua.

(3)

Lokasi berada di

pinggir jalan yang

cukup untuk

dilewati kendaraan

roda empat dan roda

dua. Dan site berada

di sudut sehingga

mejadi tempat

pertemuan janan

(persimpangan).

(4)

Lokasi berada di

pinggir jalan yang

cukup untuk

dilewati kendaraan

roda empat dan roda

dua. Dan site berada

di sudut sehingga

mejadi tempat

pertemuan janan

(persimpangan).

(4)

Akses pejalan kaki Terdapat trotoar

(44)

Lokasi

Utilitas Tersedia dengan

baik

Loading Dock Tidak terdapat jalan

alternatif

Dari penilaian beberapa kriteria-kriteria da analisa diatas serta memenuhi

persyaratan, maka terpilihlah Lokasi C yaitu Jl. Perpustakaan, Universitas Sumatera

Utara.

2.5. Pengertian Judul 2.5.1. Arti Kata

Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU

a. Pengertian Pusat : yang berarti tempat yang letaknya di bagian tengah, titik yang

ditengah – tengah pusar, pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan. (Menurut

Kamus Besar Bahasa Indonesia)

b. Pengertian Kegiatan :

Berikut ini adalah pengertian dan definisi kegiatan :

- Menurut kamus besar bahasa Indonesia : kegiatan adalah aktivitas usaha pekerjaan atau kekuatan dan ketangkasan serta kegairahan.

- Menurut Syafarudin : Kegiatan adalah upaya yang dilakukan dalam jangka

(45)

- Menurut Jos Daniel Parera : Kegiatan merupakan semua tingkah laku yang

terjadi dalam interaksi berbahasa.

c. Pengertian Mahasiswa : Mahasiswa atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani

suatu kata yang tersusun dari dua unsur kata yaitu, “maha” dan “siswa”. Dimana

kata maha disini diartikan sesuatu yang lebih tinggi tingkatannya atau tidak merasa

cukup, sedangkan siswa sendiri adalah pelajar atau seorang yang menunutut ilmu.

d. Pengertian Teknik : Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka

mengimplementasikan suatu metode. Dalam hal ini Teknik yang dibicarakan adalah

sebuah sub jurusan terkhusus di sebuah universitas.

e. USU ( Universitas Sumatera Utara) : salah satu universitas negerri yang terletak di

provinsi Sumatera UTtara.

2.5.2 Pengertian

Dari penjabaran di atas, maka didapatkan dari Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU adalah pusat kegiatan mahasiswa yang terletak di dalam kampus Universitas Sumatera Utara. Dalam hal ini Pusat Kegiatan Mahasiswa Teknik USU, adalah wadah yang menampung kegiatan mahasiswa diluar jam kuliah formal sebagai pengisi waktu luang dan tempat yang tepat untuk melakukan interaksi sosial

antar individu maupun komunitas yang ada di fakultas teknik USU.

2.6. Sejarah

Sejarah Teknik USU

Pembentukan Fakultas Teknik USU diawali dengan keluarnya Surat Keputusan

Pembentukan Fakultas TEknik USU diawali dengan keluarnya Surat Keputusan

Gubernur Kepala Daerah Sumatera Utara pada tanggal 18 januari 1958, No.

5/XII/PSU tentang pembentukan suatu Panitia Teknisi Pembentukan Fakultas

Teknik di Sumatera Utara dengan tugas menyelidiki kemungkinan-kemungkinan

(46)

disampaikan selambat-lambatnya dalam waktu satu bulan. Setelah dilakukan

usaha-usaha pembentukan fakultas Teknik maka keluarlah SK Menteri Muda Pendidikan

Pengajaran dan Kebudayaan TI No. 83303/S tertanggal 26 Agustus 1959 tentang

persiapan berdirinya Fak. Teknik di lingkungan USU terhitung mulai tanggal 1

September 1959, yang dijadikan sebagai awal berdirinya Fakultas Teknik USU.

Pada awal tahap berdirinya Fak. Teknik hanya mengasuh satu jurusan, yaitu

Teknik Sipil. Selanjutnya membuka jurusan baru yaitu : 1962 Teknik Mesin, 1965

Teknik Elektro dan Industri. 1979 Program Studi Kimia dan 1991 Arsitektur. Pada

tahun 1993 Fak. Teknik membuka Program Pendidikan Sarjana Ekstensi (S1)

dengan jurusan : Teknik Sipil, Mesin, Elektro, Industri dan Kimia. Untuk memenuhi

kebutuhan angkatan kerja terdidik dan terampil bagi dunia industry, maka sejak

tahun 1999 fakultas Teknik USU menyelenggarakan Program Diploma IV yang

memiliki 4 program studi yaitu :

- Program Studi Teknologi Mekanik Industri di bawah Dep. Teknik Mesin

- Program Studi teknologi Instrumentasi Pabrik di bawah Dep. Teknik Elektro

- Program Studi Teknologi & Manajemen Pabrik di bawah Dep. Teknik Industri

- Program Studi Teknologi Kimia Industri di bawah Dep. Teknik Kimia

Visi :

Fakultas Teknik USU sebagai pusat pendidikan keteknikan yang unggul dan

memiliki daya saing dalam dunia internasional.

Misi :

Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat

selaras dengan cita-cita pendirian USU yang bertujuan meningkatkan kualitas

pendidikan dan membina masyarakat ilmiah yang sehat serta meningkatkan peranan

USU alam membina masyarakat pedesaan, melalui peningkatan ilmu pengetahuan

dan teknologi sesuai dengan sumber daya manusia yang tersedia.

Pimpinan:

Dekan : Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, M.S.M.E.

(47)

Pembantu Dekan II : Dr. Ir. Hamidah Harahap, MSc

Pembantu Dekan III : Dr.Ir. Ahmad Perwira Mulia, MSc

Tabel Jumlah Mahasiswa Teknik USU

Jurusan Angakatan Jumlah

Teknik Sipil S-1 2010 127 orang

2011 140 orang

2012 166 orang

2013 130 orang

Teknik Sipil Pascasarjana 2010 14 orang

2011 24 orang

2012 14 orang

2013 20 orang

Teknik Arsitektur S-1 2010 96 orang

(48)

Teknik Industri S-1 2010 88 orang

2011 153 orang

2012 181 orang

2013 131 orang

Teknik Industri

pascasarjana

2010 2 orang

2011 11 orang

2012 15 orang

2013 10 orang

Teknik Kimia 2010 59 orang

2011 125 orang

2012 132 orang

2013 107 orang

Teknik Kimia Pascasarjana 2010 5 orang

2011 4 orang

2012 6 orang

Teknik Mesin S-1 2010 88 orang

2011 141 orang

2012 162 orang

2013 120 orang

Teknik Mesin Pascasarjana 2010 17 orang

2011 18 orang

2012 16 orang

2013 1 orang

Teknik lingkungan 50 orang

2.7Studi Banding

2.7.1 Student Union di University Of Central Florida

(49)

Gambar 2.5. Tampak Depan Student Union di University Of Central Florida

Student Union ini berlokasi di pusat dari University Of Central Florida. Di

area perkumpulan mahasiswa ini, disediakan ruang – ruang bagi para

mahasiwa dan anggota dari komunitas di Universitas ini untuk melakukan

berbagai kegiatan seperti belajar, bersosialisai, makan, menghadiri berbagai

acara, pertemuan – pertemuan yang diselenggarakan dan untuk turut

berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan kampus lainnya. Sebagai tambahan,

student Union ini menyediakan sekitar 26000 square feet area pertemuan dan

acara – acara, yang mampu menampung berbagai acara dan kegiatan

kampus, seminar, konfrensi, jamuan makan dan fungsi lainnya. Fasilitas

lainnya yang disediakan di Student Union di University Of Central Florida

ini mencakup jasa-jasa untuk pertemuan dan acara; kamtor-kantor dan

departemen; restoran dan makanan; toko-toko kecil.

Student Union ini berlokasi di pusat dari University Of Central Florida,

terbilang sebagai suatu ruang komunal yang diminati banyak mahasiswa

terutama mahasiswa di Universitas Florida dikarenakan di tempat ini

(50)

kebutuhan para mahasiswa terutama area kantin yang menjajakan banyak

jenis makanan dan minuman.Selain it tempat ini juga didukung fasilitas

berupa retail-retail yang menjual aksesoris dan perlengkapan mahasiswa,

area print dan fotokopi bagi mahasiswa,area bava dan menunggu, toilet dan

fasilitas lainnya.Sehingga, tempat ini menjadi pusat bersantai,pusat sosial

dan berkumpul para mahasiwa.

2.7.2 Student Union di University Of Melbourne

Gambar 2.6. Tampak Depan Student Union di University Of Central Florida

Student Union ini berlokasi di kampus Parvilee di University Of Melbourne.

Student Union ini merupakan area perkumpulan yang diperuntukan khusus bagi

para mahasiswa di University Of Melbourne dan area ini dapat ditemukan berbagai

gerai makana dan toko-toko untuk mahasiswa,staff serta masyarakat umum.

Student Union di University Of Melbourne ini juga merupakan salah satu contoh

ruang komunal mahasiswa yang diminati oleh para mahasiswa. Hal ini juga

disebabkan tersedianya fasilitas-fasilitas yang menarik berupa kantin,retail,area

print dan fotokopi,area baca,area diskusi bagi mahasiswa dan pusat kegiatan

(51)

2.7.3 Pasadena City College

Pasadena City College mulai didirikan pada tahun 1924 sebagai Pasadena Junior

College. Di tahun1954, Pasadena Junior college bergabung dengan Junir College

lainnya, John Muir College, dan menjadi sekolah yang lebih lengkap: Pasadena City

College. Di tahun 1966, dewan menyetujui adanya pembangunan Pasadena Area Junior

College District, yang saat ini dikenal dengan nama Pasadena Area Community College

District.

Lokasi Pasadena City College

Pasadena City College (sering juga dikenal dengan sebutan PCC) adalah komunitas

perguruan tinggi yang terletar di Colorado Boulevard di Pasadena, California, Amerika

Serikat. Lokasinya Berada di dekat Robinson Stadium.

Fasilitas Bangunan

Pasadena City College ini memiliki beberapa fasilitas yang masih dalam tahap renovasi.

Beberapa fasilitas yang ada diantaranya :

- Campus Center : berfungsi sebagai fasilitas yang menyediakan pelayanan

akademik. Di dalamnya terdapat fasilitas seperti : industrial technologi, arts

building (berfungsi sebagai fasilitas yang menampung kegiatan seni dan

departemen music di perguruan tinggi ini.

- Athletic field : salah satu fasilitas yang ada di athletic field ini adalah lapangan

bola yang juga digunakan untuk pertandingan oleh sekolah-sekolah disekitarnya.

- Parking structure : adalah salah satu fasilitas yang selesai direnovasi pada tahun

(52)

Gambar 2.7. Denah Keseluruhan Student Union di University Of Central Florida

Fasilitas pendukung

Pada tahun 2003 dewan menyetujui pembangunan Art Building ini untuk

meningkatkan fasilitas yang ada di PCC dengan biaya sekitar 150 juta dolar

amerika. Arts building ini memiliki fungsi utama untuk mewadahi

kegiatan-kegiatan seni dan music yang ada di sana. Ruang-ruang yang ada di dalamnya

antara lain:

- Piano general

(53)

lukisan

- computer room

- tool storage

- sculpture patio

(54)

10 Faculty office ±54 m2 Kantor

pengajar

maupun

pengelola

yang ada di

setiap lantai

(55)

Gambar 2.8. denah basemant pasadena city college

(56)

2.7.4. Newcastle University Students Union Gambar 2.10. denah Lt. 2 Passadena College

Gambar2.10 .denah Lt. 3 Passadena College University

(57)

Mulai dari lantai dasar dapat ditemukan IT Cluster Suite yang

merupakan tempat 89 PC, dan kedai kopi Starbucks yang tetap buka sampai

tengah malam. Sementara wilayah utama dianggap sebagai daerah untuk

‘studi sosial’. Pada lantai 2 juga memiliki dua ruang kelompok belajar yang

tenang. Sepanjang koridor, juga terdapat toilet, mesin penjual otomatis, dan

sruang staff pendukung utama (seperti kantor admin, IT, Maketing dan

komersial. )

Di lantai 1, para siswa memiliki akses ke lounge (juga terdapat mesin

penjual otomatis lainnya). Di lantai ini juga dapat ditemukan Kegiatan

Departemen termasuk ruang SCAN, Modul Pengembangan Karir, Go Play,

Give It A Go, dan Ruang untuk aktivitas atletik. Sementara ruang

pertemuan, ruang presentasi dan ruang untuk rapat terdapat pada lantai 2

bangunan.

Bangunan ini terdapat jendela kaca di mana-mana. Dan di desain secara

futuristic namun atraktif dengan warna warna tegas yang kontras menghiasi

setiap ruangan. Terkesan dapat member semangat bagi siapa saja yang

berada di dalam ruangan tersebut.

(58)

Gambar 2.13 : Student lounge dan ruang diskusi di Newcastle University Students Union

(59)
(60)

BAB III

KAJIAN TEMA DAN TEORI ARSITEKTUR

3.1. Tinjauan Terhadap Tema 3.1.1. Elaborasi Tema

Tema yang diangkat untuk mendukung perencanan Pusat Kegiatan Mahasiswa

Teknik USU ini adalah “Arsitektur Hijau”.

3.1.2. Latar Belakang Pemilihan Tema

Pemanasan Global (global warming) menjadi pemicu perbincangan tentang

sustainable city, green achitecture, green building. Green architecture yang merupakan

sustainability menjadi populer setelah world comission on environment and

development (komisi Brundtland) menyadarkan pentingnya isu-isu lingkungan global.

Menurut Brundtland :

“…Sustainable development is development that meets the needs of the present

without compromising the ability of future generations to meet their own

needs…”

Laporan yang dikemas bertajuk “Our Common Future”(1987) tersebut

merupakan hasil kerja lanjutan komisi Brundt sebelumnya yang menghasilkan

“Common Crises”(1983) setelah Earth Summit di Rio de Janeiro 1982. Hal ini menjadi

suatu keharusan pembangunan demi generasi selanjutnya.

Fenomena ini yang kemudian menjadi pelajaran bagi arsitektur Indonesia.

Dimana modernitas, lokalitas dan faktor ekologis (iklim tropis) harus dikedepankan.

Pemecahan akan masalah ini mulai beralih menuju arsitektur hijau. Beberapa arsitek

muda masa kini berlomba-lomba untuk menyelamatkan bumi yang diharapkan dapat

mewujudkan sustainable city dengan penerapan Green architecture.

Untuk menuju terwujudnya kembali kota-kota di Indonesia sebagai sustainable

city dapat diupayakan dengan merekayasa kota-kota yang ada sehingga menjadi kota

baru yang berkelanjutan. Merekayasa kota untuk menjadi sustainable dilakukan dengan

menumbuhkan komunitas-komunitas berkelanjutan (sustainable communities) atau

dengan menghadirkan bangunan yang ber-arsitektur berkelanjutan (sustainable

architecture atau green architecture) sehingga terwujud bangunan yang hijau sebagai

Gambar

Tabel 2. 4.  Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Medan
Gambar 2.2 Lokasi A
Gambar 2.3 Lokasi B
Tabel Jumlah Mahasiswa Teknik USU
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada desain Pusat Kegiatan Mahasiswa ini menggunakan pendekatan Arsitektur Tropis menurut Lippsmeier, adapun prinsip-prinsip arsitektur tropis yang dipakai dalam

Penelitian ini membahas permasalahan tentang bagaimana perkembangan budaya literasi pada mahasiswa Teknik Industri Universitas Sumatera Utara, apa kegiatan yang berhubungan

Pada desain Pusat Kegiatan Mahasiswa ini menggunakan pendekatan Arsitektur Tropis menurut Lippsmeier, adapun prinsip-prinsip arsitektur tropis yang dipakai dalam

Sasaran yang hendak dicapai adalah menyusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) yang bertitik tolak dari judul pembahasan yaitu Pusat Kegiatan

Sebagai Key Building Universitas, ruang Unit Kegiatan Mahasiswa sebaiknya berada pada pusat kawasan Universitas agar dapat atau dipusatkan menjadi suatu wadah yang dapat

Lokasi dipilih berdasarkan kondisi eksisting yang sudah ada, dikarnakan kondisi eksisting yang berada dekat dengan fakultas teknik Universitas Sumatra Utara dan sehingga dapat

• Dokumentatif yaitu mencari data atau catatan-catatan yang terkait terhadap perancangan, sebagai pendukung dalam melengkapi penulisan. • Observasi /survei yaitu mengamati

[Sumber : Hasil Rancangan 2021] Lapangan sepak bola pada perancangan Gedung pusat kegiatan mahasiswa ini merupakan salah satu prasarana dari Unit Kegiatan Mahasiswa Persatuan Sepakbola