• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSTRAKSI Cu2+ MENGGUNAKAN METODE TRANSPORT MEMBRAN CAIR DENGAN PEMBENTUKAN KOMPLEKS Cu OKSINAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EKSTRAKSI Cu2+ MENGGUNAKAN METODE TRANSPORT MEMBRAN CAIR DENGAN PEMBENTUKAN KOMPLEKS Cu OKSINAT"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Mekanisme Transport Membran Cair
Gambar 3. Struktur Zwitter Ion dari 8-Hidroksiquinolin
Gambar 4. Reaksi pembentukan kompleks Cu(II)-oksinat
Tabel 3 Hubungan antara Persen (%) E vs pH pada Waktu Ekstraksi 10 Menit, Waktu Kesetimbangan 10 Menit dan Konsentrasi Oksin 1,25 x 10-2 M
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pada bab ini akan dibahas data hasil penelitian meliputi penentuan kondisi optimum (pH larutan, volume APDC, dan waktu pengadukan terhadap analisis Nikel);

gkadar kurkumin optimum pada faktor ekstraksi satu kali diperoIeh pada nisbah bahan baku !?.pelarut 2:3 dan waktu ekstraksi 30 menit, sedangkan pada faktor

Perbandingan volume antara emulsi dengan fasa eksternal yang dapat menghasilkan persen ekstraksi maksimum ion timbal(II) sebagai kondisi optimum akan digunakan pada

Perbandingan volume antara emulsi dengan fasa eksternal yang dapat menghasilkan persen ekstraksi maksimum ion timbal(II) sebagai kondisi optimum akan digunakan pada

Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum ekstraksi Th dari monasit dengan metode Solvent Impregnated Resin pada pH 1 dan waktu 30 menit, recovery Th 81,13%, U 25,15%, dan

Pada bab ini akan dibahas data hasil penelitian meliputi penentuan kondisi optimum (pH larutan, volume APDC, dan waktu pengadukan terhadap analisis Nikel);

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan keberadaan logam Cu(II) relatif kecil mempengaruhi persen ekstraksi Pb(II) dalam proses mekanisme transfer Pb(II) dari fasa eksternal ke

Berdasarkan data yang diperoleh dari proses ekstraksi yang dilakukan dengan kondisi optimum pada waktu pengocokan 10 menit, volume pelarut sebanyak 20 mL serta pH larutan diatur