• Tidak ada hasil yang ditemukan

Development of climate index insurance model for improving rice farmers resilience to cope with climate change

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Development of climate index insurance model for improving rice farmers resilience to cope with climate change"

Copied!
433
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Woro Estiningtyas
  • Pengajar:
    • Rizaldi Boer, PTS
    • Irsal Las, PTS
    • Agus Buono, PTS
  • Sekolah: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
  • Mata Pelajaran: Klimatologi Terapan
  • Topik: Pengembangan Model Asuransi Indeks Iklim Untuk Meningkatkan Ketahanan Petani Padi Dalam Menghadapi Perubahan Iklim
  • Tipe: Disertasi
  • Tahun: 2012
  • Kota: Bogor

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan ini memberikan latar belakang pentingnya pengembangan model asuransi indeks iklim untuk meningkatkan ketahanan petani padi terhadap perubahan iklim, khususnya di Indonesia. Ditekankan kerentanan sektor pertanian, terutama padi sebagai komoditas utama, terhadap dampak negatif perubahan iklim seperti kekeringan. Kerugian ekonomi yang dialami petani akibat gagal panen akibat kekeringan dibahas secara rinci, menunjukkan perlunya sistem perlindungan yang efektif. Penelitian ini diposisikan sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah tersebut melalui pengembangan model asuransi indeks iklim yang berbeda dari asuransi konvensional.

1.1. Latar Belakang

Sub-bab ini memaparkan konteks perubahan iklim global dan dampaknya terhadap sektor pertanian di Indonesia, khususnya pada sistem usahatani padi. Disorot pula peran vital sektor pertanian dalam perekonomian nasional dan implikasi dari kegagalan panen terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Data statistik mengenai kontribusi pertanian terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja disertakan untuk memperkuat argumen. Kekeringan diidentifikasi sebagai risiko iklim utama yang mengancam produktivitas padi, dan dijelaskan mengapa asuransi indeks iklim merupakan solusi yang menjanjikan.

1.2. Perumusan Masalah

Sub-bab ini merumuskan permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian, yaitu dampak negatif perubahan iklim, khususnya kekeringan, terhadap petani padi di Indonesia. Dipaparkan kelemahan sistem asuransi pertanian konvensional yang ada dan mengapa model asuransi indeks iklim lebih tepat untuk menghadapi risiko iklim yang bersifat katastrofik. Persoalan-persoalan yang terkait dengan ketidakpastian hasil panen, kurangnya akses petani terhadap perlindungan asuransi yang efektif, dan kurangnya dukungan regulasi dibahas secara detail.

1.3. Kerangka Pemikiran

Sub-bab ini menjelaskan secara sistematis alur berpikir dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian. Diawali dengan dampak kekeringan dan kerentanan petani, kemudian dijelaskan bagaimana asuransi indeks iklim dapat menjadi solusi adaptasi. Penelitian ini dihubungkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya terkait asuransi pertanian dan indeks iklim untuk memperkuat landasan teoritis dan metodologis. Tujuan utama adalah membangun model asuransi yang melindungi petani dari kerugian ekonomi akibat kekeringan dengan tetap mempertimbangkan aspek ekonomis bagi perusahaan asuransi.

1.4. Tujuan Penelitian

Sub-bab ini menjabarkan tujuan penelitian secara spesifik dan terukur. Tujuan utamanya adalah mengembangkan model asuransi indeks iklim untuk sistem usahatani padi. Tujuan-tujuan spesifik meliputi penyusunan peta endemik kekeringan, peta cakupan wilayah untuk indeks asuransi iklim, kajian usahatani padi, kajian hubungan curah hujan dan produksi padi untuk penyusunan indeks iklim, dan penyusunan rekomendasi model pengembangan asuransi.

1.5. Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan manfaat penelitian bagi berbagai pihak, termasuk petani, pemerintah, dan perusahaan asuransi. Diuraikan bagaimana hasil penelitian dapat memberikan informasi penting dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan risiko iklim, penentuan wilayah prioritas penanganan kekeringan, dan pengembangan kebijakan asuransi pertanian yang lebih efektif dan efisien. Manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang analisis risiko dan manajemen bencana juga dibahas.

1.6. Kebaruan (Novelty)

Sub-bab ini menjelaskan orisinalitas dan kontribusi penelitian terhadap bidang studi terkait. Penelitian ini dianggap inovatif karena menawarkan solusi baru dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di sektor pertanian, khususnya pengembangan model asuransi indeks iklim yang disesuaikan dengan konteks spesifik Indonesia. Keunikan metodologi dan temuan yang diharapkan dijelaskan secara singkat.

1.7. Ruang Lingkup dan Kerangka Kerja Penelitian

Sub-bab ini mendefinisikan batasan ruang lingkup penelitian, baik secara geografis (Kabupaten Indramayu), maupun secara tematik (asuransi indeks iklim untuk padi). Kerangka kerja penelitian dijelaskan secara sistematis, termasuk metodelogi yang digunakan dalam setiap tahap penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga penyusunan model asuransi. Penjelasan mengenai area studi yang spesifik dan batasan-batasan yang ditetapkan untuk memastikan keluasan dan kedalaman penelitian.

1.8. Sistematika Penulisan

Sub-bab ini memberikan gambaran singkat tentang struktur dan organisasi keseluruhan tesis, menjelaskan isi setiap bab dan bagaimana bab-bab tersebut saling berkaitan. Tujuannya untuk memberikan panduan bagi pembaca agar memahami alur dan logika penyajian informasi dalam tesis.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini membahas tinjauan pustaka yang relevan dengan penelitian, meliputi perubahan iklim dan dampaknya pada sektor pertanian, karakteristik kekeringan dan dampaknya terhadap produksi padi, karakteristik usahatani padi di Kabupaten Indramayu, adaptasi terhadap kejadian iklim ekstrim, hubungan curah hujan dan produksi padi, model simulasi tanaman DSSAT, asuransi pertanian di Indonesia, asuransi indeks iklim, dan regulasi asuransi di Indonesia. Setiap sub-bab memberikan landasan teori dan konseptual yang mendasari penelitian.

III. ANALISIS DAN DELINEASI WILAYAH ENDEMIK KEKERINGAN UNTUK PENGELOLAAN RISIKO IKLIM

Bagian ini menjelaskan metodologi dan hasil analisis delineasi wilayah endemik kekeringan di Kabupaten Indramayu. Metodologi yang digunakan dijelaskan secara detail, termasuk identifikasi dan delineasi wilayah endemik kekeringan, survei dan wawancara tentang kekeringan. Hasil analisis disajikan dan diinterpretasikan untuk menggambarkan penyebaran tingkat endemik kekeringan dan implikasinya terhadap pengelolaan risiko iklim.

IV. ANALISIS KEMIRIPAN DATA DAN PENYUSUNAN PETA CAKUPAN WILAYAH UNTUK PENERAPAN INDEKS ASURANSI IKLIM

Bagian ini menjelaskan metodologi dan hasil analisis kemiripan data curah hujan menggunakan Fuzzy Similarity untuk menentukan cakupan wilayah yang diwakili oleh setiap stasiun hujan. Metodologi analisis Fuzzy Similarity dijelaskan secara rinci, termasuk pemilihan stasiun referensi dan perhitungan nilai FS. Hasil analisis disajikan dalam bentuk peta cakupan wilayah indeks iklim dan diinterpretasikan untuk menentukan representasi spasial indeks.

V. ANALISIS USAHATANI PADI UNTUK MENDUKUNG PENYUSUNAN INDEKS IKLIM

Bagian ini mengkaji karakteristik usahatani padi di Kabupaten Indramayu sebagai dasar untuk penyusunan indeks iklim. Metodologi meliputi survei lapangan dan wawancara dengan petani untuk mengumpulkan data tentang karakteristik petani, usahatani, dan kesediaan membayar premi asuransi. Hasil analisis meliputi karakteristik petani, kelayakan usahatani, dan kesediaan membayar premi asuransi.

VI. ANALISIS HUBUNGAN CURAH HUJAN DAN PRODUKSI PADI SERTA PENYUSUNAN INDEKS IKLIM

Bagian ini menganalisis hubungan antara curah hujan dan produksi padi untuk menentukan indeks iklim yang akan digunakan dalam model asuransi. Metodologi meliputi analisis data curah hujan dan produksi padi, simulasi tanaman menggunakan model DSSAT, dan penentuan indeks iklim berdasarkan hasil analisis. Hasil analisis disajikan dan diinterpretasikan untuk menentukan threshold produksi dan desain premi dan klaim asuransi.

VII. PEMBAHASAN UMUM PENGEMBANGAN ASURANSI INDEKS IKLIM PADA SISTIM USAHATANI BERBASIS PADI: POTENSI DAN TANTANGAN

Bagian ini membahas secara umum potensi dan tantangan pengembangan asuransi indeks iklim pada sistem usahatani berbasis padi di Kabupaten Indramayu. Model asuransi indeks iklim yang dikembangkan dibahas secara detail, termasuk potensi dan manfaatnya bagi petani dan sistem pertanian. Tantangan implementasi asuransi indeks iklim dibahas secara komprehensif, seperti kendala teknis, sosial, dan ekonomi.

VIII. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk pengembangan asuransi indeks iklim pada sistem usahatani berbasis padi di Indonesia. Kesimpulan utama penelitian disajikan secara ringkas dan jelas. Saran diberikan untuk perbaikan model asuransi indeks iklim dan kebijakan pendukungnya.

Gambar

Gambar 1. Diagram alir tahapan penelitian
Gambar 6.  Rata-rata wilayah pertanaman padi yang terkena dampak kekeringan
Gambar 16. Diagram alir konsep model WIIET (Sumber : IRI 2009)
Tabel 3. Keunggulan dan Tantangan Asuransi Tradisional
+7

Referensi

Dokumen terkait