. l i l t l ~ l l SI;ripsi : Stiltli I'clitleieltsian Mangrove Meliggu~ialtali Citra I<acl;~rs;~t tli ilacrali Uenoa, Uali
Nama M n l l a s i s ~ v ~ ~ : Ilisti I'ii~lriani Arliatin
Nomor 1'ol;oI; : C 30.1273
I'rogram St~iili : lI1ii~1 clan l'elaiologi ICelau[oii
Rllcnyettijui,
I. Iiomisi I'enibiinbing
v
Ir. Dede ~ h a h a y u Anggota
11. l~;~liult;rs I'r:ril<;tn;ln tlirn l l m u I<clautan, II'B
Ketua Program Studi
Risti Endriani Arhatin (C 30.1275). STUD1 PENDETEKSIAN MANGROVE
MENGGUNAKAN CITRA RADARSAT DI DAERAH BENOA, BALI.
Dibawah bimbingan Bapak Santoso Rahardjo (Pembimbing I), Bapak Jonson Lumban Gaol (Pembimbing II), Ibu Ratih Dewanti (Pembimbing 111) dan Bapak Dede Dirgahayu (Pembimbing IV).
RINGKASAN
Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi ekosistem mangrove
dengan menggunakan citra penginderaan jauh RADAR, yakni Radarsat. Kedua citra
Radarsat yang digunakan direkam pada mode fine 4 dalam bentuk path iniage (SGF)
dengan sistem penyimpanan (sample bits) sebesar 16 bit. Sebagai acuan dalam
mengenali objek-objek tersebut digunakan citra Landsat TM (Thematic Mapper)
karena citra Landsat TM sudah sangat familiar digunakan dalam identifikasi objek
mangrove.
Pengolahan citra dilakukan dengan software Idrisi for windows, ERDAS
imagine versi 8.2 dan Computer Vision and Image Prosessing (CVIPtools). Beberapa
tahapan yang dilakukan terhadap data asli ini antara lain preprocessing, enhancement
dan thematic extraction (Umbaugh, 1998).
Koreksi geometrik terhadap citra Radarsat dilakukan dengan cara image to
image (menggunakan data acuan citra Landsat TM tanggal perekaman 26 Mei 1995)
didapatkan nilai RMSE sebesar 0,004 pixel untuk citra Radarsat tanggal perekaman
27 Februari 1997 dan 0,004 pixel untuk citra Radarsat tanggal perekaman 14 Agustus
1997.
Hasil pengamatan secara visual memperlihatkan bahwa permukiman
mempunyai nilai pixel yang paling tinggi sehiigga tampak pada citra dengan wama
yang cerah bila dibanding dengan nilai pixel objek-objek lain. Vegetasi bisa
diidentifikasi dengan cepat karena teksturnya yang kasar dan dengan
pengembaliannya yang cerah, namun antara vegetasi dan mangrove mempunyai nilai
pixel yang mirip, sehingga keduanya kurang bisa memberikan perbedaan yang
serta mempunyai rona yang lebih gelap dibanding dengan vegetasi lain maupun
mangrove. Objek yang memberikan nilai pixel yang paling rendah adalah perairan.
Objek laut bisa dibedakan dengan mudah karena mempunyai rona yang gelap yang
jauh berbeda dengan objek-objek lain.
Hasil pengamatan secara visual pada citra hasil filtering diketahui filter
median (non adaptive filter) menghaluskan daerah yang homogen dan tetap
mempertahankan tepi-tepi daerah tersebut. Untuk filter spesifik (adaptive filter)
diketahui filter yang terbaik untuk penganlatan mangrove adalah filter gamma, filter
ini mempertajam batas-batas antar objek dan memperluas daerah yang homogen.
Sedangkan untuk melihat batas antar objek lebih jelas bila menggunakanfilterfrost.
Namun hasil evaluasi secara digital menunjukkan filter yang terbaik untuk
pengamatan mangrove adalahfilterfrost karenafilter ini mempunyai nilai mean yang
relatif tetap dan standar deviasi yang rendah.
Dari tiga algoritma segmentasi diketahui bahwa secara umum, metode yang
memberikan kenampakan paling baik adalah metode PCT median karena memberikan
pembedaan antar objek cukup baik. Namun untuk pengamatan daerah mangrove
metode yang sebaiknya dipakai adalah metode median cut karena metode ini
memberikan kenampakan mangrove yang lebih jelas bila dibanding dengan metode
lain.
Hasil dari enam kombinasi citra komposit, didapatkan bahwa hasil terbaik
adalah kana1453 (RGB). Kombinasi kana1453 (RGB) mangrove ditampilkan dengan
wama merah gelap dan mengacu pada habitatnya yang hidup di sepanjang pantai
perairan asin. Pada identifikasi mangrove dengan citra komposit ini cukup mudah
untuk membedakan mangrove dengan objek-objek lain. Berdasarkan pengamatan
nilai-nilai digital dan pertimbangan visual wama pada citra komposit yang didukung
dengan data lapangan dan peta yang tersedia, citra tersebut bisa dibagi kedalam 10
kelas yaitu laut dalam, laut dangkal, mangrove, rawalempang, permukiman, sawah,
vegetasi lain, sedimen, awan dan bayangan awan. Algoritma klasifikasi yang
Hasil uji statistical separability menunjukkan keterpisahan antara mangrove
dengan objek-objek lain cukup bagus, yaitu mencapai nilai 2000. Keterpisahan tiap
kelas objek dengan objek lain mempunyai kisaran nilai antara 1999 sampai 2000,
sedangkan nilai rata-rata keterpisahan tiap kelas 2000. Nilai ini sudah memenuhi
standar minimal uji keterpisahan yaitu sebesar 1500 (Arifin, et al. 1996). Hasil uji
ketelitian matrik kontingensi didapatkan nilai ketelitian (overall accuracy) 99.414 %. Hasil klasifikasi tersebut sudah memenuhi standar minimal ketelitian Landsat yaitu
85 % (Jaya, 1996).
Tingkat kerapatan vegetasi dianalisis dengan analisis indeks vegetasi. Hasil
pengamatan analisis indeks vegetasi diketahui bahwa kisaran nilai NDVI bisa dibagi
dalam tiga kelas tingkat kerapatan yaitu kerapatan jarang, sedang dan lebat. Matrik
antara citra klasifikasi dengan citra NDVI akan didapatkan citra tingkat kerapatan
mangrove. Luas mangrove kerapatan jarang adalah 139,86 hektar, kerapatan sedang
535,68 hektar dan kerapatan lebat 128,16 hektar.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendeteksian penutupan lahan
dengan citra Radarsat dapat dilakukan namun tidak semudah apabila menggunakan
citra optik. Dengan mempergunakan citra Radarsat dapat dilakukan pendeteksian dari
tingkat mudah sampai sulit. Pendeteksian air, jalan, pemukiman, persawahan bisa
dibedakan dengan mudah, namun pembedaan vegetasi dengan mangrove agak sulit
dibedakan. Rona pada citra Radarsat merupakan kenampakan yang kurang bisa
dipercaya untuk dipakai sendirian dalam klasifikasi penggunaan lahan, namun citra
RIWAYAT HIDUP
Risti Endriani Arhatin. Lahir di Klaten 9 Maret 1975
dari pasangan Bapak Budiman dan Ibu Sri Yantini, merupakan
anak kedua dari tiga bersaudara. Pendidikan formal penulis
dimulai pada tahun 1980 di Taman Kanak-kanak Pertiwi,
Kajen di Klaten.
Pada tahun 1981 Penulis melanjutkan pendidikan pada Sekolah Dasar Negeri
Kajen I, di Ceper, Klaten dan lulus pada tahun 1987. Pada tahun yang sama Penulis
melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Ceper, Klaten dan
lulus tahun 1990. Kemudian Penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah
Atas Negeri 2 Klaten dan lulus tahun 1993. Pada tahun yang sama penulis diterima
di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI),
selanjutnya Penulis memilih Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi
Ilmu dan Teknologi Kelautan.
Selama Kuliah Penulis pernah menjadi asisten luar biasa pada Mata Kuliah
Penginderaan Jauh Kelautan. Dalarn menyelesaikan tugas akhir Penulis mengambil
bidang Penginderaan Jauh, dengan judul Studi Pendeteksian Mangrove
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu 'allaikum warohmatullohi wabarokatuh,
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahrnat dan hidayah-Nya atas usaha yang telah dilakukan sehingga segala
apa yang telah direncanakan dan dicita-citakan dalam penyusunan skripsi ini dapat
terpenuhi.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
pada Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Agak berbeda dengan yang biasanya dilakukan,
penulis mencoba mengidentifikasi mangrove mempergunakan data RADAR.
Menghadapi data citra yang berbeda dengan citra optik merupakan kesulitan utama
yang penulis hadapi. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini memiliki
banyak kekurangan, oleh sebab itu saran, kritik dan tanggapan terhadap laporan ini
sangat penulis harapkan, agar menjadi pertimbangan di masa mendatang.
Penulis mengharapkan agar laporan hasil penelitian ini dapat bermanfaat
dalam menambah wawasan dan pengetahuan kita serta bagi perkembangan
pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, khususnya dalam pemanfaatan data
RADAR.
Akhirul kalam,
Wassalamu 'allaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Bogor, Januari 2000
UCAPAN TEFUMA KASIH
Skripsi ini mempakan hasil dari proses yang penulis jalani selama akhir studi.
Penulisan skripsi ini telah melibatkan banyak pihak, oleh karena itu dengan segala
ketulusan hati, penulis menghaturkan rasa terima kasih yang sebesar-besamya
kepada:
1. Bapak dan Ibu tercinta yang senantiasa mendoakan dan memberikan kasih
sayang serta dorongan semangat kepada penulis selama ini.
2. Bapak Ir. Santoso Rahardjo, MSc, Bapak Ir. Jonson Lumban Gaol, Msi, Ibu Dra.
Ratih Dewanti, MSc dan Bapak Ir. Dede Dirgahayu selaku dosen pembimbing
yang telah meluangkan waktu dan penuh kesabaran membimbing penulis
sehingga tersusunnya laporan ini.
3. Bapak Dr. Ir. R. Kaswadji, MSc dan Bapak Dr. Ir. Joko Punvanto, DEA selaku
dosen penguji tamu.
4. Bapak Ir. Bambang Hendro Tri Sasongko yang telah banyak memberikan
masukan dan membantu dalam menyempumakan penelitian ini.
5. Kepala Bidang Matra Laut, Bapak Drs. Bidawi Hasyim yang telah banyak
memberikan bantuan selama penulis melakukan penelitian.
6 . Alm. Mas Budi dan Dik Aji yang penulis sayangi, atas doa yang tulus dan
dorongan yang tak terputus kepada penulis.
7. Pak Parjo dan Mas Syarif atas dorongan semangatnya dan yang telah banyak
membantu pada waktu survey lapangan.
8. Semua staf Matra Laut LAPAN yang telah membantu dan memberikan
bimbingan dalam penelitian penginderaan jauh.
9. Sahabat-sahabatku: Yusuf, Enok, Santi, Yanti, Winda, Eni dan Yayan yang telah
membantu dan memberikan dorongannya.
10. Teman-temanku P B yang penelitian di LAPAN (Lucky, Wulan, Tiggal, Aris,
Era, Mas Ud, Wicak, Abu, Ison, Wahyu, Farid) atas kebersamaannya dalam
11. Teman-teman dari UHT khususnya Ratna (teman suka dan duka selama di
lapangan), teman-teman dari UNMUL, teman-teman dari ITB dan juga teman-
teman dari UNRI.
12. Adik-adikku: Ade, Eva, Nia, Jefri, dan Guntur atas dorongan dan bantuannya.
13. Seluruh staf administrasi Ilmu dan Teknologi Kelautan (Pak Danu, Mas Luki,
Mbak Yanti, Mbak Dian dan Mbak Indah).
14. Semua ternan-teman Ilmu dan Teknologi Kelautan khususnya angkatan '93.
15. Teman-teman di Cendrawasih yang telah banyak memberikan dorongan dan
semangat kepada penulis.
16. Seluruh pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu
penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
Semoga segala budi baik yang diberikan mendapatkan pahala yang sesuai dari