• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 3"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGELOLAAN LINGKUNGAN BELAJAR

Rita Mariyana, M.Pd

[email protected]

(2)

Lingkungan Belajar

 Dalam Kelas (In-door)  Luar Kelas (Out-door)

 Fisik (Material)

(3)

Lingkungan Belajar

 Fisik; kelengkapan material, ukuran luas, berat, arah, dan sebagainya.

 Non-Fisik; pertimbangan rasa aman, minat dan rasa ingin tahu anak, kebebasan

berekpresi, membangun percaya diri dan aktualisasi diri, kemampuan menyalurkan emosi, serta kegembiraan dan

(4)

 1) Area Balok, 2) Area Bermain Drama, 3) Area Seni dan Musik, 4) Area

Permainan Pasir dan Air, 5) Area

Permainan Manipulasi, 6) Area Hewan dan Tumbuhan atau Area Sains, 7)

Area Pengembangan Agama , dan 8) Area Matematika.

(5)

 Pengelolaan ruangan sumber belajar atau tempat penyimpanan Alat

Permainan Edukatif (APE), pengelolaan lemari dan loker anak, pengelolaan

ruang istirahat anak, pengelolaan ruang makan anak, dan pengelolaan ruang

tidur anak

(6)

 (1) penataan lokasi kegiatan dengan berbagai sarananya, (2) penanganan pagar sekolah

secara tepat, (3) pengelolaan tanah lapang, (4) perawatan dan penanganan permukaan tanah, (5) pembuatan naungan atau atap agar kegiatan tetap nyaman meskipun terik atau hujan, dan (6) pengelolaan gudang

outdoor untuk penyimpanan berbagai barang dan alat kegiatan.

(7)

 Penempatan berbagai sarana bermain, pengelolaan kebun sekolah sebagai

bagian dari tempat belajar anak,

pengelolaan sarana untuk kegiatan pertukangan, pengelolaan untuk

kegiatan penggunaan kegiatan

transportasi, dan pengelolaan sarana untuk kegiatan pengembangan fisik

(8)

 tangga yang dipasang di tanah;

 luncuran;

 ayunan;

 terowongan mini (misalnya: ban yang dikubur setengahnya) dan

terowongan yang lebih panjang untuk merangkak;

 kayu atau bangku rendah untuk dikangkangi atau dipanjat;

 papan/board dengan pegas atau jembatan gantung yang rendah;

 atap untuk rumah-rumahan;

 tempat bangunan balok;

 jalur untuk mainan yang ditarik/didorong dan ditunggangi;

 tempat bermain pasir dan air;

 lingkungan alamiah, seperti pohon, semak belukar, dan bunga.

(9)

 Jalan untuk kendaraan

 Area bermain pasir

 Kolam renang atau area bermaian air

 Kebun.

 Kandang binatang outdoor

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

 Runoff atau limpasan permukaan adalah bagian dari curah hujan yang mengalir di atas permukaan tanah menuju ke suatu outlet, aliran permukaan terjadi apabila

Sumur Resapan (infiltration Well) adalah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan/aliran permukaan agar dapat meresap ke

tangkapan air hujan berupa suatu bentang lahan baik berupa lahan pertanian atau atap rumah. e) Sebelum air hujan yang berupa aliran permukaan masuk ke dalam sumur

Drainase bawah permukaan merupakan jenis drainase yang digunakan untuk mengeringkan air hujan yang menggenang di atas permukaan tanah dan menerapkannya kedalam

Setiap kali hujan  jatuh di daerah bervegetasi$ ada sebagian air yang tak pernah mencapai  permukaan tanah dan dengan demikian$ meskipun intersepsi dianggap

Sumur resapan adalah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah (Kusnaedi 2002 : 1). Sumur resapan

Aliran Permukaan Surface Runoff: Jika curah hujan cukup tinggi, air hujan yang tidak dapat meresap ke dalam tanah akan membentuk aliran permukaan menuju sungai, danau, atau laut..

Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi:  Dalamnya genangan di atas permukaan tanah dan tebal lapisan yang jenuh  Kelembaban tanah  Pemampatan oleh curah hujan  Penyumbatan