• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perawatan Kesehatan di Rumah (Home Health Care)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perawatan Kesehatan di Rumah (Home Health Care)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Perawatan Kesehatan di Rumah

(Home Health Care)

Evi Karota Bukit, SKp, MNS

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

Perawatan Kesehatan di Rumah (Home Health Care)

A. Pendahuluan

Perawatan Kesehatan di Rumah bukanlah suatu konsep baru dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya pada praktek keperawatan komunitas. Hal ini sudah dikembangkan sejak tahun 1859 yang pada saat itu William Rathbone of Liverpool, England dan juga Florence Nightingale melakukan perawatan kesehatan di rumah dengan memberikan pengobatan bagi klien (masyarakat) yang mengalami sakit terutama mereka dengan status sosial ekonomi rendah, kondisi sanitasi, kebersihan diri & lingkungan, dan gizi buruk sehingga beresiko tinggi terhadap berbagai jenis penyakit infeksi yang umum ditemukan dimasyarakat (Smith & Maurer, 2000). Kunjungan rumah juga dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta meminimalkan resiko penyakit infeksi masyarakat, serta mencegah terjadinya kekambuhan penyakit, seperti: perawatan nifas pada ibu paska melahirkan, perawatan anak diare, pemantauan pengobatan klien dengan tuberkulosis, hipertensi, kardiovaskuler, penyuluhan kesehatan klien dengan berbagai penyakit, dll (Stanhope & Lancaster, 2001).

(3)

Hal ini tentu sangat memberikan keuntungan bagi klien dan keluarganya, bila mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan klien dan keluarga lebih intens dan interaksi lebih bebas bila berada di rumah sendiri, dan pembiayaan terapi perawatan di rumah yang relative lebih murah bila dibandingkan dengan perawatan di rumah sakit sehingga di rumah lebih (cost effective).

B. Pengertian

Pengertian dari perawatan kesehatan di rumah sangat bervariasi, karena banyak profesi kesehatan yang dapat terlibat didalamnya, apakah melaui praktik mandiri ataupun praktik berkelompok di bawah suatu institusi pelayanan kesehatan/agency dan atau praktik mandiri professional yang memiliki izin dan sertifikat. Menurut Warhola (1980, dalam Smith & Maurer, 1995) perawatan kesehatan rumah adalah suatu pelayanan kesehatan secara komprehensif yang diberikan kepada klien individu dan atau keluarga di tempat tinggal mereka (di rumah), bertujuan untuk memandirikan klien dalam pemeliharaan kesehatan, peningkatan derajat kesehatan, upaya pencegahan penyakit dan resiko kekambuhan serta rehabilitasi kesehatan.

(4)

Pelayanan perawatan kesehatan rumah meliputi penyediaaan pelayanan keperawatan klien di rumah, rehabilitasi fisik, terapi diet, konseling psikolog (Stanhope & Lancaster, 1999). Pelayanan perawatan kesehatan rumah juga dapat diartikan sebagai “Medicare”, a.l: 1. Pelayanan paruh waktu atau secara terus menerus, dengan perawatan yang diberikan

dibawah pengawasan seorang perawat professional yang sudah terregistrasi/terdaftar. 2. Terapi fisik, terapi okupasional, dan terapi wicara

3. Pelayanan kesehatan sosial berada dibawah pengawasan dokter

4. Pelayanan paruh waktu atau secara terus menerus yang dilakukan oleh pembantu perawat kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

5. Kebutuhan medis selain obat-obatan, benda biologis seperti serum dan vaksin yang penggunaannya dalam aplikasi medis/kedokteran

6. Pelayanan medis diberikan oleh seseorang yang sudah mendapat izin praktek perawatan kesehatan rumah melalui agency atau suatu program dari rumah sakit

Selanjutnya perawatan kesehatan rumah juga dapat diartikan sebagai kesatuan yang memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan secara bersamaan ataupun kombinasi dari berbagai profesi kesehatan dalam kesatuan tim untuk mencapai dan mempertahankan status kesehatan klien secara optimal. Khususnya pada klien yang memerlukan pelayanan akibat penyakit yang akut, kronis, atau terminal yang memburuk.

(5)

C. Jenis pelayanan kesehatan rumah dapat dilakukan oleh:

1. Pusat pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 2. Pelayanan Kesehatan dibawah koordinasi rumah sakit 3. Pelayanan Kerawatan Hospice

4. Pelayanan Kesehatan Praktek Mandiri atau Berkelompok 5. Yayasan Pelayanan Sosial

D. Tipepelayanan kesehatan rumah

1. Perawatan Berdasarkan Penyakit

Program pelayanan kesehatan yang memerlukan perawatan kesehatan, pemantauan proses penyembuhan dan mengupayakan untuk tidak terjadi kekambuhan dan perawatan ulang ke rumah sakit. Umumnya dikoordinasikan dengan tim kesehatan dari beberapa disiplin ilmu atau profesi kesehatan, misal: dokter, fisioterapi, gizi, dll.

2. Pelayanan Kesehatan Umum

Pelayanan kesehatan ini berfokus pada pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit, termasuk penyuluhan kesehatan kepada ibu nifas paska melahirkan, perawatan luka klien dengan DM, konsultasi gizi pada klien dengan penyakit dan masalah kesehatan tertentu, masalah kesehatan lansia, dll

3. Pelayanan Kesehatan Khusus

(6)

E. Pemberi Perawatan Kesehatan Rumah

1. Perawat

Pelayanan kesehatan rumah dilakukan terhadap klien sesuai dengan kebutuhannya oleh perawat professional yang sudah dan masih terdaftar memiliki izin praktek dengan kemampuan keterampilan asuhan keperawatan klien di rumah. Berdasarkan Kepmenkes RI No. 1239/Menkes/SK/XI/2001 tentang registrasi dan praktik perawat bahwa: Praktik keperawatan merupakan tindakan asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat secara mandiri dan professional melalui kerjasama bersifat kolaboratif dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya sesuai ruang lingkup wewenang dan tanggung jawab. Lingkup kewenangan perawat dalam praktik keperawatan professional terhadap klien individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam rentang sehat-sakit sepanjang daur kehidupan.

(7)

perawatan secara mandiri, (4) pengelola, perawat mengelola pelayanan kesehatan/keperawatan klien, (5) sebagai konselor, dengan memberikan konseling/bimbingan kepada klien dan keluarga berkaitan dengan masalah kesehatan klien, (6) advocate (pembela klien) yang melindunginya dalam pelayanan keperawatan, dan (7) sebagai peneliti untuk mengembangkan pelayanan keperawatan. Pada keadaan dan kebutuhan tertentu perawat dapat koordinasi/kolaborasi dengan dokter untuk tindakan diluar kewenangan perawat, berupa pengobatan dan tindak lanjut perawatan klien ataupun melakukan rujukan kepada profesi lain.

2. Dokter

Program perawatan rumah umumnya berada dibawah pengawasan seorang dokter untuk memastikan masalah kesehatan klien. Dokter berperan dalam memberikan informasi tentang diagnosa medis klien, test-diagnostik, rencana pengobatan dan perawatan rumah, penentuan keterbatasan kemampuan, upaya perawatan, pencegahan, lama perawatan, terapi fisik, dll. Bila diperlukan dilakukan kolaborasi dengan perawat, dimana perawat yang melakukan kunjungan rumah harus mendapat izin dan keterangan dari dokter yang bersangkutan sebagai penanggungjawab terapi program. Program perawatan di rumah harus dilakukan follow up oleh dokter tersebut minimal setelah 60 hari kerja, sehingga dapat disepakati apakah program dilanjutkan / tidak.

3. Speech Therapist

(8)

4. Fisioterapist

Program yang dilakukan adalah tindakan berfokus pada pemeliharaan, pencegahan, dan pemulihan kondisi klien di rumah. Aktivitas perawatan kesehatan rumah yang dilakukan adalah melakukan latihan penguatan otot ekstremitas, pemulihan mobilitas fisik, latihan berjalan, aktif-pasif, atau tindakan terapi postural drainase klien COPD. Latihan lain berhubungan dengan penggunaan alat kesehatan tertentu, seperti; pemijatan, stimulasi listrik saraf, terapi panas, air, dan penggunaan sinar ultraviolet. Dalam hal ini ahli fisioterapist juga mempunyai kewajiban untuk mengajarkan klien atau keluarganya tentang langkah-langkah dalam latihan program yang diberikan.

5. Pekerja Sosial Medis

Pekerja sosial medis yang sudah mendapatkan training/pelatihan dapat diperbantukan dalam perawatan klien dan keluarganya untuk jangka waktu yang panjang, khususnya pada klien dengan penyakit kronis (long term care). Pekerja sosial sangat berguna pada masa transisi dari peran perawatan medis atau perawat kepada klien/keluarga.

F. Kontrak DalamPerawatan Kesehatan Rumah

Kontrak atau perjanjian antara yayasan/pemberi jasa layanan/agency dengan klien dan keluarga merupakan aspek penting dalam pelaksanaan perawatan kesehatan di rumah. Adapun hal-hal yang berhubungan dengan kontrak adalah:

(9)

• Kontrak berhubungan langsung dengan proses keperawatan dan dapat diselesaikan sesuai dengan tahapan proses keperawatan, yaitu; pengkajian, perumusan masalah/diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi keperawatan. Dimana dalam setiap tindakan berkaitan dengan asuhan keperawatan tersebut akan dilakukan atas persetujuan klien/keluarga.

• Jika selama kunjungan atau perawatan di rumah ada kesesuain kesepakatan antara yayasan/pemberi layanan/agency dan klien/keluarga, maka kontrak tersebut dapat dilanjutkan pada kunjungan berikutnya, akan tetapi bila tidak memungkinkan/tidak ada kesesuain maka kontrak dapat ditinjau kembali.

(10)

Mekanisme dan legislasi tanggung gugat dan pelaksanaan pemenuhan kebutuhan klien/keluarga disesuaikan dengan kewenagan profesi masing-masing dan ketentuan pemerintah yang berlaku. Untuk legalitas pelaksanaan perawatan kesehatan rumah, maka persyaratan medicare harus dipenuhi antara lain: adanya kontrak/perjanjian bersama, pendokumentasian pelayanan dan kolaborasi interdisiplin tim, catatan perkembangan kesehatan klien, dan catatan koordinasi & kolaborasi dalam penyelenggaraan perawatan. Dalam hal ini, keberhasilan tim kesehatan yang interdisiplin sangat tergantung dari banyak faktor diantaranya: pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta kemampuan seorang praktisi yang benar-benar berkompeten dan ahli dibidangnya.

G. Perawatan Kesehatan Rumah dengan Tehnologi Tinggi

Pada saat ini perawatan di rumah yang menggunakan tehnologi tinggi telah menjadi bagian dalam keperawatan kesehatan rumah dimasyarakat, dimana rumah sakit dapat mengirimkan pasien/klien pulang ke rumah lebih awal dari yang direncanakan dengan pemanfaatan fasilitas tehnologi medis yang tinggi, seperti: klien dengan terapi infus atau oksigen, menggunakan ventilator mekanis, alat hemodialisa ginjal, ataupun klien dengan kemoterapi, dll. Penggunaan tehnologi medis ini dapat dilakukan pada berbagai kondisi kesehatan klien dan disesuaikan dengan kebutuhan klien baik dari aspek usia (anak, dewasa, lanjut usia), jenis pengobatan, dll.

(11)

kondisi yang khusus harus dilakukan pendidikan kesehatan bagi klien atau keluarga terhadap cara pengoperasian alat yang memungkinkan untuk digunakan secara mandiri. Karena dalam perawatan rumah klien atau keluarga juga ikut bertanggung jawab terhadap perawatan dan pengobatan klien, dimana pada kondisi tertentu klien atau anggota keluarga harus dapat berperan sebagai perawat, misalnya: klien dalam perawatan rumah menggunakan terapi infus, maka anggota keluarga harus dapat memelihara dan mempertahankan infus yang terpasang dengan benar (tidak terjepit, tetesan lancer, dll).

(12)

H. Standar Praktek Perawatan Kesehatan Rumah

Standar I Organisasi Pelayanan Kesehatan Rumah

Semua pelayanan kesehatan di rumah direncanakan, disusun, dan dipimpin oleh seorang kepala/manajer perawat professional yang telah dipersiapkan dengan kompetensi dalam pemberian pelayanan/asuhan keperawatan dalam kesehatan masyarakat dan termasuk proses administrasi dan pendokumentasian.

Standar II Teori

Perawat menetapkan konsep teoritis sebagai dasar keputusan dalam melaksanakan praktek / asuhan keperaawtan.

Standar III Pengumpulan Data

Perawat secara terus-menerus mengumpulkan, dan mendokumentasikan data yang luas, akurat dan sistematis.

Standar IV Diagnosa

Perawat menggunakan data dari hasil observasi dan penilaian kesehatan klien untuk menentukan diagnosa keperawatan.

Standar V Perencanaan

(13)

Standar VI Intervensi

Perawat dipedomani oleh intervensi keperawatan untuk memberikan rasa kepuasan, memulihkan status kesehatan, memperbaiki, dan memajukan kesehatan, serta mencegah komplikasi dan penyakit lanjutan yang memerlukan tindakan rehabilitasi.

Standar VII Evaluasi

(14)

Perawatan Rumah Hospice

(Hospice Care)

Pengertian

Hospice Care adalah pelayanan perawatan untuk meringankan penyakit lanjutan atau

penyakit terminal dari klien di rumah sakit dan kemudian melanjutkan pelayanan perawatan di rumah dibawah pengawasan Medicare. Pelayanan hospice tersebut mempertimbangkan kebutuhan khusus dari klien dengan penyakit terminal atau yang akan meninggal dunia, sehingga klien memiliki kesempatan untuk meninggal di rumah sesuai dengan keinginan mereka dengan dukungan keluarga sepenuhnya.

Tujuan

• Membantu klien dan keluarga memelihara kondisi kesehatan dan kesejahteraan klien

• Meringankan rasa sakit dan memfasilitasi rasa nyaman klien

• Mempersiapkan klien dan keluarga untuk menghadapi kondisi penyakit

Pelayanan Hospice Care

(15)

Pemberi pelayanan hospice yang bekerja bagi klien/keluarga sering berhadapan dengan stress, khususnya perawat sangat dibutuhkan kemampuan merawat yang mandiri dalam menghadapi klien menjelang ajal. Adapun faktor stress yang umum terjadi adalah:

• Kesulitan menerima kenyataan bahwa masalah klien tidak dapat dikontrol

• Frustasi akibat banyaknya masalah pada klien yang akan meninggal dunia

• Marah akibat subjektivitas kemauan dan harapan keluarga yang tinggi

• Kesulitan menyusun batas keterlibatan dengan klien dan keluarganya

Kebutuhan Perawat Hospice

• Yayasan/agency dengan tim yang berkompeten dalam perawatan rumah hospice

• Pengetahuan bekerja dalam tim perawatan rumah hospice

• Kematangan emosional pribadi dan dalam menghadapi emosional klien/keluarganya

• Memenuhi persyaratan Hospice Medicare yang memiliki sertifikat

Aspek finansial perawatan kesehatan rumah

• Medicare

Pelayanan kesehatan rumah yang dibiayai oleh perusahaan asuransi dibawah kontrak kerjasama klien/keluarga dengan pihak asuransi, diantaranya: Jaminan Sosial Tenaga Kerja dengan persyarakan khusus, Asuransi swasta lainnya.

• Medicaid

(16)

• Asuransi Swasta

Pelayanan ini diberikan kepada peserta asuransi swasta baik secara individu maupun secara berkelompok dengan syarat dan ketentuan tertentu.

• Pembayaran individu

Pelayanan kesehatan rumah bagi individu yang tidak memiliki asuransi kesehatan dapat melakukan pembayaran langsung kepada klinik/praktik mandiri/yayasan/agency tertentu atas kesepakan bersama atau kontrak.

Persyaratan Pelayanan Perawatan di Rumah

1. Memiliki anggota keluarga atau kerabat yang bertanggung jawab menjadi pendamping bagi klien atas tindakan dan perawatan yang diberikan oleh yayasan/agency.

2. Bersedia membuat kesepakatan dan persetujuan perawatan kesehatan klien di rumah baik secara non formal (lisan) atau formal (tertulis) dalam kontrak/informed concent. 3. Bersedia membuat kesepakatan kerja dengan pengelola perawatan kesehatan di rumah

untuk memenuhi kewajiban, tanggung jawab dan haknya dalam menerima pelayanan keperawatan, medis dan kesehatan lainnya.

Tanggung Jawab Perawat dalam Perawatan Rumah

1. Pemberi Asuhan.

(17)

2. Pendokumentasian.

Pendokumentasian dilakukan berdasarkan format sesuai dengan standar pendokumentasian asuhan keperawatan sudah dipersiapkan agency /yayasan, meliputi kegiatan home visite, proses keperawatan, serta tindakan kolaborasi yang dilakukan.

3. Menetapkan Biaya Perawatan.

Penetapan biaya perawatan di rumah dapat disepakati antara agency/yayasan dengan klien/keluarga, hal ini tergantung dari jenis dan tipe perawatan rumah yang diberikan kepada klien berdasarkan kolaborasi dengan dokter dan tim kesehatan lain yang berada dalam tindakan program pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi.

4. Menentukan Frekuensi dan Durasi Perawatan.

Jumlah kunjungan rumah (home visite) dan lama kunjungan rumah yang dilakukan oleh perawat harus disesuaikan dengan kebutuhan klien/keluarga dan dari hasil keputusan bersama dalam kolaborasi dokter/tim kesehatan lain yang terlibat dalam program pengobatan, perawatan dan rehabilitasi klien.

5. Perlindungan Klien.

Peran perawat dalam hal ini melindungi klien terhadap tindakan dan resiko perawatan di rumah, yaitu: memberi rasa aman dan nyaman klien/keluarga, meminimalkan dan mencegah resiko infeksi nosokomial, koordinasi program pengobatan/perawatan dengan dokter, tim kesehatan medical care, negosiasi pembiayaan dengan asuransi berkaitan dengan pertanggungan pengobatan dan administrative perawatan di rumah.

Issue dalam Perawatan Rumah

Infection Control Quality of Care

(18)

Perawatan Rumah Pada Klien LANSIA

Perubahan kesejahteraan sosial ekonomi dan kesehatan lanjut usia berdampak pada peningkatan umur harapan hidup. Terjadinya Booming pada populasi lansia diabad ke-21 ini merupakan salah satu issue penting bagi dunia, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang (Ebersole & Hess, 1998; Reimer, 2000). Di Indonesia terjadi peningkatan umur harapan hidup lansia dari usia 58 tahun pada tahun 1986 menjadi usia 65 tahun pada tahun 1995 (Depkes, 2000) dan terjadi peningkatan populasi lanjut usia secara signifikan, yaitu: 3,96% setiap tahunnya dan diperkirakan dapat mencapai angka 22.277.700. jiwa pada tahun 2000 (Boedhi-Darmojo & Martono, 1999).

Peningkatan jumlah lansia ini juga berdampak bagi status kesehatan lansia terutama peningkatan terhadap pelayanan kesehatan lansia di rumah sakit akibat masalah kesehatan karena proses penuaan, dimana para lanjut usia banyak menderita penyakit degeneratif atau penyakit lainnya, diantaranya: Hipertensi, CHF, MCI, Stroke, PPOM, Infeksi Paru, DM, Rheumatoid Arthritis, Gagal Ginjal, Gastritis, Masalah Tidur, dll (Boedhi-Darmojo & Martono, 1999; Miller 1995; Smith & Maurer, 2000, Southwell & Wistow, 1995). Keadaan ini juga akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan klien akan pemeliharaan kesehatan, pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi kesehatan mereka di rumah, terutama dengan kondisi penyakit yang kronis yang umumnya membutuhkan perawatan jangka dalam jangka waktu yang panjang.

(19)

komprehensif dan berkelanjutan. Disamping itu jika anggota keluarga telah memutuskan dan setuju untuk melakukan perawatan dirumah maka perawat harus menjelaskan beberapa hal penting, yaitu (1) Ketepatan pelaksanaan perawatan klien di rumah, (2) Motivasi, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, dan ketersediaan bantuan lainnya, (3) Pertimbangan finansial biaya perawatan rumah, dan (4) Status klien dalam keluarga.

KOMPONEN PERAWATAN KESEHATAN LANSIA DI RUMAH

1. Komponen Pokok

- Klien

Klien adalah usila yang akan menerima perawatan di rumah dan salah satu anggota keluarga bertindak sebagai penanggung jawab yang mewakili klien. Apabila diperlukan dapat menunjuk seseorang sebagai pengasuh atau Caregiver yang akan melayani kebutuhan klien sehari-hari.

- Pengasuh

Pengasuh adalah sanak famili, relawan, tetangga atau kerabat anggota keluarga yang bertugas menjaga dan merawat klien sehari-hari di rumah. Umumnya mereka adalah yang dapat mendukung dan membantu klien, sehingga mereka dapat diberdayakan sesuai dengan kemampuan dan kondisinya.

- Pengelola di rumah

(20)

Koordinator kasus

Koordinator kasus adalah tenaga kesehatan professional yang dibantu oleh tenaga kesehatan lain terkait dengan fungsinya sebagai pengelola pelayanan kesehatan dalam melakukan asuhan keperawatan.

Pramusila

Pramusila merupakan tenaga sukarela ataupun yang diberi imbalan untuk melaksanakan kegiatan dan tugas-tugas perawatan kesehatan di rumah. Pramusila merupakan salah satu komponen penting bagi pencapaian keberhasilan perawatan kesehatan di rumah. Ada 3 jenis pramusila yaitu: pramusila sukarela (A), pramusila yang mendapat imbalan jasa sekedarnya (B), dan pramusila yang memperoleh imbalan secara penuh (C).

2. Komponen Penunjang

Komponen penunjang terdiri dari tim perawatan kesehatan masyarakat yang berada di puskesmas, dokter keluarga yang berada di masyarakat dan tim kesehatan dari rawat rumah yang berada di rumah sakit, terutama yang memiliki klinik geriatrik.

- Tim Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)

Tim perawatan kesehatan masyarakat adalah tim dari unit pelayanan perawatan kesehatan rumah yang berada di puskesmas yang terdiri dari berbagai tim/tenaga kesehatan yang berada di puskesmas.

- Dokter Keluarga

(21)

- Tim Rawat Rumah (RR)

(22)

REFERENSI

Boedhi-Darmojo, R. & Martono, H. (1999). Text book of geriatric: Health science in elderly. Jakarta: FK UI.

Depkes. (2003). Pedoman Perawatan Usia Lanjut di Rumah. Jakarta: Depkes RI.

Ebersole, P. & Hess, P. (1998). Toward healthy aging: Human needs and nursing response (5th ed.). St. Louis: Mosby Year Book.

Hitchcock, J.E., Schubert, P.E., & Thomas, S.A. (2003). Community health nursing: Caring in action (2nd Ed). Australia: Delmar Learning.

Martin, K.S., & Scheet, N.J. (1992). The Omaha System: Applications for community health nursing. Philadelpia: W.B. Saundres Company.

Reimer, M. Sleep and sensory disorder. In Black, J. M. & Jacobs, E. M. (2000). Medical surgiacal nursing: Clinical mananegent for continuity of care (5th ed.). Philadelphia: W.B. Saunders Company.

Ropi, H. (2004). Home Care Sebagai Bentuk Praktik Keperawatan Mandiri. Majalah Keperawatan (Nursing Journal of Padjajaran University), 5 (9), 8 – 15.

Southwell, M.T. & Wistow, G. (1995). Sleep in hospitals at night: are patients’ being met? Journal Advanced Nursing, 21, 1101-1109.

Smith, C.M, & Maurer, F.A. (2000). Community health nursing: Theory and practice. Philadelphia: W.B. Saunders Company.

Stanhope, M. & Lancaster, J. (1996). Community health nursing: Promoting health of aggregates, families, and individuals (4th Ed). St. Louis: Mosby Year Book.

Walsh, J, Persons, C. B., & Wieck, L. (1987). Manual of Home health care nursing. Philadelphia: J.B.Lippincott Company.

Referensi

Dokumen terkait

Pembilasan secara hidrolis membutuhkan beda tinggi muka air dan debit yang Pembilasan secara hidrolis membutuhkan beda tinggi muka air dan debit yang memadai pada kantong lumpur

banyak memberikan beasiswa kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri untuk memajukan pembangunan bangsai Indonesia ini kedepannya.. PERKEMBANGAN IPTEK DI INDONESIA SEBELUM

Ditambah dengan kegelisahan dan beban moral saya selaku mahasiswa Perbankan Syariah melihat keadaan di sekitar yang sangat membutuhkan penjelasan yang lebih

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, Tugas Akhir Skripsi dalam rangka untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana

Berkat rahmat Allah SWT dan atas kerja sama dari semua pihak, Standar Prosedur Operasional instalasi Gizi Rumah Sakit Umum AN NI’MAH Wangon telah berhasil

i+. )ekurangan guru sains.. %ersekola!an merupakan satu proses pemasyarakatan  kerana sekola! A. Menyediakan pengajaran yang selaras dengan ke!endak masyarakat.. #. Membimbing

Berdasarkan Keputusan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 188.4/100/BPBD/2021 tentang Penetapan Kelulusan Seleksi

- Postural HypotensionPembuluh-pembuluh darah perlu untuk mempertahankan kekuatan mereka sehingga tubuh dapat menahan efek-efek dari gravitas (gaya berat)