• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER T.A 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER T.A 2014/2015."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN

DENGAN MENERAPKAN MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER

T.A 2014/2015

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

OLEH

MAHDALENA BERUTU

NIM. 3113311026

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

Mahdalena Berutu, NIM : 3113311026. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Dengan Numbered Heads Together T.A 2014/2015. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan Tahun 2015.

(5)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala

rahmat dan karunia-Nya pada peneliti, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan

penyusunan skripsi yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

kelas X SMA Negeri I Percut Sei Tuan Dengan Menerapkan Model Numbered

Heads Together T.A 2014/2015”.

Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk

memperoleh gelar sarjana pendidikan di Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan,

Universitas Negeri Medan.

Dalam penulisan skripsi ini peneliti banyak menerima dorongan dan

bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan segala kerendahan dan

ketulusan hati peneliti ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya

kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor UNIMED

2. Ibu Dra, Nurmala Berutu, M,Pd, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial

3. Ibu Dr, Reh Bungana Beru, PA, SH, M.Hum selaku Ketua Jurusan

Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu sosial

4. Bapak Arief Wahyudi, SH sebagai sekretaris Jurusan Pendidikan

Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri

(6)

7. Ibu Sri Hadiningrum, SH, M.Hum sebagai Pembimbing Akademik dan

Dosen penguji dan Pembimbing utama.

8. Ibu Dra. Rosnah Siregar Sebagai Dosen Penguji.

9. Ibu Hodriani,S.sos, M.Pd Sebagai Dosen Penguji.

10. Bapak dan Ibu dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu

Sosial Universitas Negeri Medan yang telah banyak member bekal ilmu

dan etika serta banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

11. Buat yang tercinta dan Teristimewa dalam hidup penulis Ayahanda Japar

Berutu dan Ibunda Armi Boangmanalu yang telah membesarkan penulis,

memberikan segala bekal ilmu kehidupan, memberikan semangat dan

dukungan serta kasih sayang yang tidak akan pernah bias penulis balas

dengan apapun.

12. Buat kakak, Abang, Adik tercinta Suliyanti Berutu, Andri Banurea,

Iswandi Berutu, Irfan Syahputra Berutu yang telah banyak memotivasi

penulis selama menyelesaikan skripsi ini.

13. Buat Kepala sekolah SMA negeri I Percut Sei Tuan, Penulis mengucapkan

beribu terimakasih karena telah memberi izin dan mendukung penulis

untuk menyelesaikan skripsi ini.

14. Seluruh siswa SMA Negeri I Percut Sei Tuan terutama X MIA 4 yang

telah membantu dalam proses penelitian.

15. Buat sahabat-sahabat tercinta yaitu, Alprida Berutu, Deltaria Manik, Siti

(7)

Nelly Sianturi, Fauziah Desrini Lubis, yang telah banyak mendukung,

mendoakan serta membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

16. Buat seperjuangan dan akan selalu penulis ingat yaitu Irmawati dan Ratih

Sembiring. Terimakasih telah sama-sama berjuang untuk menyelesaikan

S.Pd.

17. Buat teman-teman seperjuangan penulis di jurusan Pendidikan

Kewarganegaran Ekstensi b stambuk 2011.

18. PPL SMK Negeri I pantai cermin 2014 dan semua pihak yang telah

membantu penulis seningga dapat menyelesaikan skripsi ini, penulis

mengucapkan banyak terimakasih.

19. Mengingat keterbatasan kemampuan dan waktu yang ada, penulis

menyadari bahwa dalam menyusun skripsi ini masih belum sempurna, baik

dari segi isi maupun tata bahasa. Untuk itu penulis mengharapkan kritik

dan saran yang membangun dari para pembaca untuk melengkapi skripsi

ini.

Medan, Februari 2016 Penulis,

(8)

DAFTAR ISI

1.2 Identifikasi Masalah ... 3

1.3 Pembatasan Masalah ... 4

1.4 Rumusan Masalah ... 4

1.5 Tujuan Penelitian... 5

1.6 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7

A. KerangkaTeoritis ... 7

1. PengertianHasilBelajar ... 7

2. Faktor-FaktorMempengaruhiHasilBelajar ... 9

3. PengertianBelajar ... 10

4. Pengertian Model Pembelajaran ... 13

5. Model PembelajaranNumberd Heads Together ... 13

6. PendidikanKewarganegaran ... 16

B. KerangkaBerpikir ... 18

BAB III METODE PENELITIAN ... 20

A. LokasiPenelitian ... 20

B. Populasi dan Sampel... 20

1. Populasi ... 20

2. Sampel ... 20

C. VariabelPenelitiandanOperasional ... 21

1. Variabel Penelitian ... 21

2. Defenisi Operasional ... 21

(9)

E. DesainPenelitian ... 23

G. TeknikAnalisis Data ... 27

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 29

A. Deskripsi DataPenelitian ... 29

B. KemampuanAwalSiswa ... 29

C. HasilObservasi ... 38

D. PembahasaanHasilPenelitian ... 50

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 55

A. Kesimpulan ... 55

B. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 61

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(10)

DAFTAR TABEl

Tabel1.1 Hasil belajar siswa dari test awal, siklus I dan II ... 29

Tabel1.2 Hasil perolehan nilai siswa pada test awal ... 31

Tabel 1.3 Hasil perolehan nilai siswa pada siklus I ... 36

Tabel1.4 Hasil Observasi guru pada siklus I ... 39

Tabel 1.5 Hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I ... 40

Tabel 1.6 Hasil perolehan siswa pada siklus II ... 45

Tabel 1.7 Hasil observasi guru pada siklus II ... 47

Tabel 1.8 Hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II... 49

(11)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 2.1 Hasil belajar siswa dari test awal, siklus I dan II ... 32

Diagram 2.2 Hasil perolehan nilai siswa pada test awal ... 37

Diagram 2.3 Hasil perolehan nilai siswa pada siklus I ... 46

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP Siklus I dan Siklus II)

2. Soal Post Test dan Pre Test Siklus I dan Siklus II

3. Kunci Jawaban Post Test dan Pre Test Siklus I dan Siklus II

4. Foto Dokumentasi Penelitian

5. Surat Penerbitan Izin Penelitian (Jurusan)

6. Surat Izin Penelitian (FIS)

7. Surat Izin Penelitian dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang

8. Surat Keterangan Telah Mengadakan Penelitian Dari Sekolah

9. Surat Keterangn Dari Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial

10.Surat Keterangan dari Perpustakaan Universitas Negeri Medan

11.Pernyataan Keaslian Tulisan

(13)
(14)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia. Pendidikan

manusia dapat mengembangkan dirinya dan mempertahankan hidupnya.

Pendidikan diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang

berkualitas.

Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak

didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai

anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada.

Pendidikan tidak hanya mencakup pengembangan intelektualitas saja, akan tetapi

lebih ditekankan pada proses pembinaan kepribadian anak didik secara

menyeluruh sehingga anak menjadi lebih dewasa. Maka pada dasarnya,

pendidikan adalah usaha manusia (pendidik) untuk membimbing anak-anak didik

menjadi manusia dewasa.

Proses pendidikan adalah proses dalam rangka mempengaruhi peserta

didik agar mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya yang

akan menimbulkan perubahan pada dirinya. Sehingga berfungsi sesuai

kompetensinya dalam kehidupan masyarakat. Guru adalah seorang tenaga

pendidik yang semestinya mempunyai daya kreasi model pembelajaran, teknik

atau metode serta strategi dalam proses pembelajaan guna tercapainya proses

(15)

2

Adapun faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa salah

satunya adalah karena pembelajaran bersifat monoton dan membosankan tanpa

mempertimbangkan keterampilan dan kreasi proses pembelajaran sehingga

ketertarikan seorang siswa untuk mengikuti proses pembelajaran tidak sesuai

dengan tujuan pembelajaran tersebut. Guru menerangkan dan siswa hanya

mendengar dan mencatat, sehingga sering ditemui minimnya keterlibatan siswa

dalam proses belajar di kelas yang menyebabkan siswa bersifat pasif sehingga

mereka lebih banyak menunggu sajian guru. Kurangnya guru menggunakan

model pembelajaran menjadi salah satu penyebab KKM (kriteria ketuntasan

minimum) tidak tercapai. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan upaya perbaikan

dalam proses pembelajaran.

Dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada suatu mata pelajaran

khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan hendaknya guru harus

memperhatikan siswa agar dapat meningkatkan hasil belajarnya, salah satunya

dengan memilih model pembelajaran yang lebih menarik sehingga siswa berminat

untuk belajar. Pemilihan model pembelajaran sangat menentukan kualitas

pengajaran dalam proses belajar mengajar karena dengan menggunakan model

pembelajaran dapat membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran, baik secara

emosional maupun sosial antar siswa sehingga mampu mencapai hasil belajar

yang optimal.

(16)

3

sehingga hasil belajar siswa dapat tercapai. Salah satu model pembelajaran yang

dapat digunakan adalah numbered heads together.

Model pembelajaran Numbered Heads Together merupakan rangkaian

penyampaian materi dengan menggunakan kelompok sebagai wadah dalam

menyatukan persepsi atau pikiran siswa terhadap pertanyaan yang dilontarkan

atau diajukan guru, yang kemudian akan dipertanggungjawabkan oleh siswa

sesuai dengan nomor permintaan guru dari masing-masing kelompok. Dengan

demikian, dalam kelompok siswa diberi nomor masing-masing sesuai dengan

urutannya.

Kemudian berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMA Negeri 1

Percut Sei Tuan Medan, guru belum menggunakan model pembelajaran

Numbered Heads Together kepada siswa,

Untuk menimgkatkan hasil belajar siswa, guru mencoba menggunakan

model pembelajaran numbered headts together.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian

tentang “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1

Percut Sei Tuan Dengan Model Pembelajaran Numbered Heads Together T.a 2014/2015”

B. Identifikasi Masalah

Agar penelitian ini terarah dan jelas maka perlu dipaparkan identifikasi

masalahnya. Berdasarkan latar belakang di atas dapat disimpulkan identifikasi

(17)

4

1. Rendahnya hasil belajar siswa untuk mata pelajaran PPKn.

2. Rendahnya minat dan konsentrasi belajar siswa dalam mengikuti mata

pelajaran PPKn.

3. Guru belum menerapkan numbered heads together.

4. Guru belum menggunakan variasi model pembelajaran numbered heads

together

5. Belum maksimalnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPkn.

6. Belum maksimalnya upaya guru pendidikan kewarganegaraan dalam

meningkatkan hasil belajar siswa.

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini lebih spesifik dan terarah permasalahan, seperti yang

telah di identifikasi di atas, maka peneliti membatasi permasalahan yang akan

diteliti, yaitu :

1. Belum Maksimalnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.

2. Guru belum menerapkan model Pembelajaran Numbered Heads Together.

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan kelanjutan uraian terdahulu. Dalam

(18)

5

1. Apakan numbered heads together dapat meningkatkan hasil belajar siswa

pada mata pelajaran PPKn?

2. Bagaimana upaya guru PPKn dalam meningkatkan hasil belajar siswa?

E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang disebutkan di atas, maka yang

menjadi tujuan dalam penelitian adalah :

1. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn

dengan menggunakan Numbered Heads Together pada siswa.

2. Untuk mengetahui upaya guru PPKn dalam meningkatkan hasil belajar

siswa.

F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Memberikan wawasan dan masukan dalam mengembangkan ilmu

pengetahuan di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan lain yang terkait.

2. Manfaat secara praktis

a) Bagi Siswa

1) Dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran PPKn.

.

b) Bagi Guru

1) Memberi wawasan bagi guru penerapan model nummbered heads

(19)

6

2) Dapat meningkatkan hasil belajar di bidang studi PPKn dengan

menerapakan model pembelajaran Numbered Heads Together.

c) Bagi Penulis

(20)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Tahap menjalankan numbered heads together, setelah perencanaan disusun

dengan baik,maka selanjutnya dilakukan pelaksanaan tindakan. Pelaksanaan

tindakan diberikan dengan melakukan kegiatan belajar,dimanapeneliti bertindak

sebagai guru,tindakan tersebut yaitu :

Pembelajaran dengan menggunakan model Numbered Heads Together diawali

dengan memberikannomor. Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil,jumlah

kelompok sebaiknya mempertimbangkan jumlah konsep yang dipelajari.

1) Guru memeriksa kesiapan siswa untuk belajar.

2) Guru melakukan apersepsi serta memberikan motivasi untuk mengarahkan

kegiatan belajar siswa.

3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

4) Guru melakukan pengenalan topik kepada siswa dengan melakukan tanya

jawab yang berkaitan dengan topik.

5) Guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

6) Guru menjelaskan model pembelajarannumbered heads together agar

siswapahammengenaipenggunaan media yang telah di buat guru.

(21)

56

8) Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar.

9) Guru memanggil salah satu nomor peserta didik dan peserta didik yang

nomornya dipanggil melaporkan hasil kerjasama diskusi kelompoknya.

10)Tanggapan dari teman lain,kemudian guru memanggil nomor lain

11)Guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran.

Adapun yang menjadi kelebihan dari model Numbered Heads Together adalah :

a) Dapat meningkatkan kerjasama diantara siawa, sebab dalam

pembelajaranya siswa di tempatkan dalam suatu kelompok untuk

berdiskusi.

b) Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa secarabersama sebab

masing-masing kelompok diberi tugas yang berbedauntuk dibahas.

c) Melatih siswa untuk menyatukan pikiran,karena Numbered Heads

Together mengajak siswa untuk mrnyatukan persepsi dalam kelompok.

d) Melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain,sebab dari hasil

diskusi diminta tanggapan dari peserta lain.

Sedangkan yang menjadi kekurangan dari model Numbered Heads Together

diantaranya meliputi :

a) Siswa merasa bingung karena mengapa dalam kelompok masih ada lagi

(22)

57

c) Diskusi sering kali mengkaburkan waktu yang cukup lama jadi bisa-bisa

waktu tidak cukup dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

d) Sering terjadi perdebatan yang kurang bermanfaat karena yang

diperdebatkan itu adakalanya bukan mempersoalkan materi yang urgin

atau substantif tetapi ada materi yang kurang penting.

Siswa yang pendiam akan merasa sulit untuk berdiskusi di dalam

kelompok dan susah diminta pertanggungjawabanya

Berdasarkan hasil pembahasan hasil penelitian dengan menerapkan model

Numbered Heads Together tipe tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa di

kelas X SMA Negeri 1 percut Sei Tuan Medan. Model Pembelajaran yang dilakukan

student center tidak lagi teacher center, siswa sudah berani dalam mengemukakan

pendapat dalam proses belajar mengajar. Siswa lebih paham dan termotivasi dalam

menerima pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, sehingga dapat ditarik

kesimpulan yaitu:

1. Pada tes awal sebelum diberikan tindakan terlihat bahwa nilai rata-rata

kelas 62,88 dan jumlah persentase ketuntasan klasikal hanya mencapai

35,12%.

2. Pada tindakan siklus I dengan menerapkan Numbered Heads Together

diperoleh nilai rata-rata kelas 71,89 dan persentase ketuntasan klasikal

64,86%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari tes awal baik dari

(23)

58

3. Pada siklus II dengan menerapkan model Numbered Heads Together

diperoleh nilai ketuntasan yang semakin meningkat hingga mencapai

86,48%, dengan nilai rata- rata 80,72.

4. Model pembelajaran numbered head together dapat meningkatkan hasil

(24)

59

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti mengemukakan beberapa saran

yang mudah-mudahan dapat bermanfaat, diantaranya yaitu:

1. Kepada guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, hendaknya

menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Togerher dalam proses

belajar mengajar, karena melalui penerapan model pembelajaran Numbered

Heads Togerher siswa berani mengemukakan pendapatnya dalam proses

belajar mengajar.

2. Kepada kepala sekolah agar mendorong para guru khususnya guru Pendidikan

Kewarganegaraan untuk menerapkan model pembelajaran.

3. Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain yang ingin

menjadikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Numbered

Heads Together.

4. Guru lebih meningkatkan pengetahuannya dalam model pembelajaran agar

siswa siswi lebih tertarik lagi dalam proses belajar mengajar didalam kelas.

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disarankan:

5. Bagi guru bidang studi PPKn agar selalu menciptakan suasana belajar yang

menarik dan menyenangkan dengan menerapkan model pembelajaran

Numbered Heads Together.

6. Menerapkan numbered heads together diharapkan dapat menunjang proses

belajar mengajar di kelas agar memperoleh hasil belajar PPKn yang lebih

(25)

60

7. Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis agar terlebih dahulu

menguasai model pembelajaran numbered heads together yang akan

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto dkk. 2012. Penelitian Tindakan kelas. Jakarta: Bumi Aksra.

Danim, Sudarwan. Khairil. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta.

Daryanto. 2013. Strategi dan Tahapan Mengajar. Bandung: CV YramaWidya

Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikolog Belajar. Jakarta: Bhineka Cipta.

Hamalik. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Sinar Grafika Offset.

Istarani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada.

Khadijah. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Cita Pustaka Media.

Komara, Endang. 2012. Penelitian Tindakan Kelas dan Peningkatan Profesion Guru. Bandung: PT Refika Aditama.

Kunandar. 2013. Mahasatya. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar

Peserta Didik Berdasarkan kurikulum 2013). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Pidarta, Made. 2009. Landasan Kependidikan, Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.

Purwanto. 2011. Evaluas Hasil Belajar. Yokyakarta : Pustaka Pelajar.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Sagala. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Setiawan, Deny .2015. Kapita Selekta Kewarganegaraan. Medan : Larispa

, Fandi, Setiawan. 2014. Pendidikan Karakter Dengan Perpektif Kewarganegaan.Medan : Larispa Indonesia.

Sinamo. 2010. 8 Etos Keguruan. Jakarta :Institut Darma Mahardika

Gambar

Tabel1.1  Hasil belajar siswa dari test awal, siklus I dan II ...........................

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menjawab soal ini kita harus mencari berapa panjang kawat yang diperlukan untuk membuat sebuah model. kerangka kubus, yaitu r =

Sehubungan dengan telah dilakukannya evaluasi administrasi, teknis dan kewajaran harga serta formulir isian Dokumen Kualifikasi untuk penawaran paket pekerjaan tersebut diatas,

Jika secara visual tidak nampak adanya suatu bentuk fungsional yang terbaik yang menunjukkan hubungan tersebut secara jelas , maka kita perlu melakukan analisis regresi dengan

Dengan melihat persentase yang diperoleh dari hasil pangamatan tindakan siklus II, jelas terlihat bahwa persentase yang diperoleh dari 3 aspek pengamatan

Demikian berita acara ini dibuat yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari dokumen Pengadaan Buletin Export News Tahun Anggaran 2012 (12 Edisi) dan

Un tuk m em uja di Pura atau tem pat suci terten tu, kita bisa m en ggun akan m an tram lain yan g disesuaikan den gan tem pat dan dalam keadaan bagaim an a kita

Secara keseluruhan, dukungan dan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat lokal adalah upaya agar kehadiran operasi Indika Energy memberikan manfaat yang bernilai bagi

fungsi pemberian bantuan LPSK yang dalam pelaksanaanya pemberian bantuan akan bekerja sama dengan lembaga terkait lainnya (instansi yang berwenang). Dengan lahirnya PP No 44