• Tidak ada hasil yang ditemukan

Harus Percaya Diri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Harus Percaya Diri"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Muhammadiyah Malang

Arsip Berita

pertanian-peternakan.umm.ac.id

Harus Percaya Diri

Tanggal: 2011-12-19

SELAMAT : Dekan FPP, Damat (Kanan) Memberikan Wejangan pada Peserta Yudisium Periode IV Thn 2011 di Ruang Sidang FPP-UMM.

Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) menggelar yudisium periode IV (1/12/2011). Acara tersebut dihadiri oleh 16 mahasiswa yang akan diwisuda. Pada kesempatan yang sama, Yudi Suharsono, dosen psikologi sekaligus motivator, menyampaikan kiat-kiat sukses untuk peserta sebelum terjun ke dunia kerja maupun bisnis.

Dunia kerja maupun bisnis identik dengan persaingan. Kuncinya adalah kemauan untuk berubah. Tiap mahasiswa memiliki prinsip berbeda-beda dalam memaknai gelarnya. “Ada mahasiswa yang memaknai sarjana sebagai sesuatu yang hebat, ada juga yang biasa-biasa saja,” ungkap Yudi.

Ada ironi yang terjadi di dunia kerja. Pekerjaan sehari-hari seorang mahasiswa hanya membaca koran, membeli kue, kemudian menerima ‘gaji.’ Yang menjadi pertanyaan adalah apakah mahasiswa kuliah selama bertahun-tahun hanya untuk mendapatkan pekerjaan sepele. Oleh karena itu, Yudi mengatakan pada peserta yudisium untuk memiliki kebanggaan sebagai sarjana dengan menjadi profesional.

Yang patut dicatat adalah UMM merupakan kampus swasta yang telah disetarakan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) oleh sebagian besar perusahaan di Indonesia, salah satunya adalah P.T. Astra. Sudah selayaknya mahasiswa tidak hanya bangga, tapi juga berusaha menjadi terbaik untuk mendapat peluang ke sana.

Inti dari mendapatkan peluang adalah bersungguh-sungguh, karena perusahaan tidak ingin lulusan yang tidak konsisten. Misalkan, ada mahasiswa yang sudah diterima kerja, tapi beberapa bulan kemudian pindah atau bahkan mengundurkan diri tanpa berita dari perusahaan pertamanya.

Ia menekankan pada peserta bahwa mereka harus menjadi orang yang penting dan dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga jika mereka tidak ada, perusahaan merasa ada yang kurang. Perusahaan mempunyai kepentingan akan lulusan yang profesional, sebaliknya, profesional juga memiliki kepentingan dengan perusahaan.

Lulusan juga dituntut memiliki solusi untuk memecahkan masalah besar, baik sebagai profesional maupun pengusaha. “Bagaimana caranya agar skill Anda diperhitungkan oleh perusahaan atau produk anda diminati oleh masyarakat?,” terangnya. Jangan berpikir kecil, jika produk tidak laku langsung menyerah, karena di situlah ujian mental seorang lulusan, khususnya bagi bidang marketing yang berkecimpung di dunia bisnis.

Ia berpesan bahwa lulusan juga harus memiliki keinginan yang spesifik. “Tunjukkan anda bisa menghadapi masalah besar. Setiap orang, baik sebagai profesional maupun pengusaha harus berpikir besar supaya ada lompatan karir atau omset,” tegasnya. Tidak adanya rasa percaya diri seorang lulusan ketika melamar pekerjaan menjadi salah satu sebab kegagalan untuk diterima bekerja, khususnya ketika berbicara gaji atau menawarkan produk bagi pedagang.

Kendala-kendala lain adalah kurang jujur, tidak tangguh, cepat bosan, tidak bisa kerjasama, kutu loncat, tidak memiliki integritas, tidak memiliki rasa humor, dan mengundurkan diri tanpa berita. Itulah sebab-sebab “produk gagal”.

Pada yudisium kali ini, wisudawan terbaik fakultas yang pertama diraih oleh Akhmad Hidayat Dwi Mareta dari jurusan Peternakan, dengan perolehan IPK 3,83. Terbaik kedua diraih oleh Mohammad Yusuf Muzaki dari jurusan Peternakan, dengan raihan 3,82. Sedangkan terbaik ketiga dicapai oleh Purwanto dari jurusan Perikanan, dengan IPK 3,60.

Setelah sesi motivasi, Damat, selaku Dekan FPP memberikan wejangan pada seluruh peserta yudisium. “Selamat kepada Anda semua yang telah menyelesaikan studi di FPP UMM, tetapi belajar sesungguhnya masih sangat panjang,” ujar dosen Ilmu dan Teknologi Pangan tersebut. Ia menekankan bahwa prinsip man jadda wa jadda harus diaplikasikan untuk meraih masa depan, entah menjadi profesional maupun pengusaha. Selain itu juga harus fokus terhadap bidang yang ditekuni.

Setiap ada kesempatan yang terbuka, harus segera diambil, karena biasanya kesempatan hanya datang sekali. “Berdoalah selalu, karena doa akan memberi kekuatan pada anda dalam menghadapi segala tantangan dan masalah, dan jagalah nama baik UMM. Terus tingkatkan soft skill dan hard skill

dan selalu berpikir positif,” pesannya mengakhiri.

(Fuad/Dessy Erlanda Putri: 08220406-Tri Wiryani: 08220402)

.

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga hal yang demikian menjadi penyebab utama rendanhya percaya dirinya, mereka cenderung menyendiri, kemanapun mereka pergi selalu sendiri karena merasa tidak ada yang

( Saya suka menggambar mbak, tapi saya tidak percaya diri jika harus menunjukkan kepada teman-teman. Saya malu gambarnya agak jelek, saya merasa gambarnya kurang bagus.

2) Kebutuhan akan perasaan dihormati karena setiap manusia merasa dirinya penting, serendah rendahnya pendidikan dan kedudukan seseorang, ia akan merasa dirinya penting. Oleh

Menggunakan metode yang benar adalah sangat penting dalam pelayanan mengajar. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak memerlukan metode. Mereka merasa, jika mereka hanya berbicara

Rasa percaya diri memang mutlak dibutuhkan agar kita bisa merasa bahagia dalam menjalani kehidupan.Individu yang memiliki rasa kepercayaan diri tinggi akan

Ia berpendapat bahwa umumnya orang-orang berusaha menyajikan peran diri mereka yang diidealisasikan dalam pertunjukan mereka di panggung depan, mereka merasa bahwa

Ia merasa bahwa dosa masalalunya tidak bisa diampuni oleh Allah SWT dan ia merasa malu jika ada seseorang yang tahu jika dulu ia adalah seorang pelacur. Cerita

Mereka juga sadar bahwa karya terbaik akan menghasilkan kompensasi yang terbaik bagi mereka Anda bisa sukses sekalipun tak ada orang yang percaya anda bisa sukses Seorang pesimis