METODE PENDIDIKAN DALAM HADIS
(Telaalt Kitab Riyad al-Saliltfn)
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islarri (S.Pd.l)
11111 111111 1111
-Ulll
Unlversllas Islam Negerl SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTADisusun oleh:
ABDUL KAMAL
NIM. 1 0 5 0 I I 0 0 YLセLNヲ[LQL@dari • ' 'il\T'. ... , ..
Tg!. : セ@ PGIBZBセ@ ... .
. . No. fm!uk :
(QC
(
NfェB]セZqヲZZZZijNGN@
... ..
Dosen Pemb1mb1!ttgrn;kasi : ..
.f.!1.f.}.!
. . . 0 • • • • • • • • •
Dr. H. Abdul Majid Khou, M.Ag
NIP. 19580707 198703 1 005
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
&
KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SYARIF HIDAYATULLAH
"Skripsi"
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
Oleh:
Abdul Kamal
NIM. 105011000127
DR. H. Abd 1 Ma"id Khon M.A
NIP. 1958 707 198703 1 005
JURUSAN PENDIDlKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
&
KEGURUAN
UNIVERSIT AS ISLAM NEGERI (UIN)
SY ARIF HIDAYATULLAH
DEPARTEMEN AGAMA No. Dokumen
UIN JAKARTA FORM (FR) Tgl. Terbit
-I
I
FITK JI fr_ H. Juanda No 95 C1putat 15412 Indonesia No. Revisi: HalSURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI
·--- -- --- MMセM ---···
a yang bertanda tangan di bawah ini,
na
ipat I Tgl. Lahir
1san I Prodi
Abdul Kamal
Jakarta, 15 Oktober 1986 105011000127
Pendidikan Agama Islam
-FITK-FR-AKD-098 5 Januari 2009 00
1 /1
---JI Skripsi en Pernbimbing
Metocle Penclidikan dalarn Hadis (Telaah Kitab Riyadh al-Shalihin) Dr. H. Abdul Majid Khon, M.Ag
gan ini rnenyatakan bahwa skripsi yang saya buat benar-benar basil karya sendiri clan saya anggung jawab secara _akademis atas apa yang saya tulis.
Jakarta, 2 9 F elm:tari-7ttt+Jc.__
Abdul Karn
Metode sebagai salah satu komponen yang menentukan keberhasilan dalam kegiatan belajar-mengajar, maka metode merupakan komponen terpenting yang harus dipelajari, dipahami dan dipraktekkan dengan benar sehingga metode tetap berada pada posisinya yang urgen dalam mep.entukan keberhasilan kegiatan pembelajaran. Bahkan, keharusan mengajar atau mendidik dengan menggunakan metode itu bisa disebut wajib hukumnya, mengingat ada kaidah fiqhiyyah yang menyatakan bahwa segala alat yang dipergunakan untuk mencapai sesuatu yang wajib, maka hukumnya wajib pula. Mendidik adalah suatu kewajiban orang dewasa agar anak-anak tumbuh dengan sempurna, maka penggunaan suatu metode yang sesuai adalah wajib pula hukumnya guna menciptakan hasil pembelajaran yang sempurna.
Sebagai umat Islam, Nabi Muhammad saw adalah teladan dalam segala aspek kehidupan. Karenanya, mengikuti jejak langkahnya -termasuk dalam ha! pendidikan- adalah suatu kewajiban bagi Umat Islam. Mengikuti Nabi Muhammad saw meniscayakan adanya kajian terhadap kitab-kitab Hadis yang 'merekam' perilaku hidup berikut kisi-kisi kehidupan Nabi saw. Kitab Riyad
al-$dlihfn, adalah kitab kumpulan Hadis yang mencakup seluruh pedoman Umat
Islam dalam berakhlak kepada Allah swt dan kepada sesama manusia. Kitab yang disusun oleh Imam Nawawi ra ini cukup komprehensif dalam ha! pendidikan alchlak dari Nabi saw dalam berbagai aspek, sehingga dapat diasumsikan bahwa kitab ini mengandung metode pendidikan Nabi saw. Dengan demikian, kitab ini menjadi layak untuk dikaji.
Dalam mengkaji Hadis-hadis yang berkaitan dengan metode pendidikan dalam kitab ini, penulis menggunakan salah satu metode takhrij Hadis, yakni dengan menggunakan keyword (kata kunci) yang terdapat dalam Hadis dengan menggunakan CD Program Maktabah Syilmilah. Keyword yang dijadikan pedoman adalah kata-kata yang menunjuldcan makna pendidikan dan metode pendidikan baik secara eksplisit maupun implisit. Setelal1 terkumpul, Hadis-hadis tersebut dikaji dengan menguraikan ilmu pendidikan yang terkandung dalam Hadis-hadis itu. Hadis-hadis yang penulis peroleh, mengandung ilmu tentang metode pendidikan Nabi saw. Ada enam metode pendidikan yang berhasil didapatkan dari Hadis-hadis yang ada, yaitu metode ceramah, metode sosiodrama, metode tanya-j awab, metode drill, metode graduasi, metode asistensi, dan metode demonstrasi. Selain variasi metode pendidikan, ウセイゥーウゥ@ ini juga membahas prinsip-prinsip dan efektivitas metode pendidikan yang digunakan oleh Nabi saw. Prinsip-prinsip metode pendidikan Nabi adalah Prinsip-prinsip aktivitas, Prinsip-prinsip motivasi, Prinsip-prinsip peragaan dan prinsip apersepsi. Penulis menyimpulkan semua metode pendidikan
-セ@
(]
r
セ@
ri
セ@
'=:. '=:.' C.·er·
-r.
r.
i
;r·
C.· '=:.ᄋセ@
l
f
セ@
1=
't:
{
1,
セ@
セ@
-'·
-
t
n[
.t-'L \ :.
セᄋ@
Mセᄋ@ セN@ セ@
5
セN@
f'
\
1
1
セ@
._:_
.;:_
l ' ';, ',: r
f
f
-• •{;,
'
'
l'
-
\;;'
-セ@
r-
.f
-· -
f
·
t
E ·-
セ@
t;· '"'·&
c.
f.
(;-:
セ@
セᄋ@
..,
,f:
-
r .,y.,'t:..
f.
c.. ' " 11ᄋセ@ .r
q \,__ · .
.Lf.
r - . セN@ l-; ' セ@ C.· [l - 1 . . . ' エZZMセkNNN@ セ」@ .. i . . . L '
セᄋL@
f. .
'1
f.
,r:·
ᄋセ@
B
t:: ·t::Mセ@
·f
"· -·
セM セ@ ᄋセ@
-i°
セMイ{イGエG|L⦅MtM
;...""L;c:.
'¥1
;:-"t-·
t
]セ@
: ..
..
'h-
-:
C.·r·
\,_
セ@
セM
セ@
....
ᄋセ@
.c
セ@
-
r.:
c.. r ..'.. ( ' 1
セ@
r.
·-
-
.r-
·\;,
セ@
1-
.t
(;,"
·C {;1
t·
LャNNッNセ|Nl@
rcNᄋセヲZZZ@
c . . . "'..セRMセ@
"='" e . , \ > , [ " •t. r. c.· l-Y - , { L l " { セLL@ -
l-
i_ l ' " - :... セᄋ@C . . - r
1:
._
セ@ LセG@
r'
L..' -5
C.,1--
f< '" C.,セ@
tr'
'Es
t
{>;'1..-,
, r-
c-
c,. • t;C·
_
'."\
,rr-
i::,., . ¥ f',..,ᄋセ@
t;=
c
·s. '
t"
r- \;''
ᄋセ@
c.
t
ᄋセ@
-
ᄋセ@
- "'
<.;"'セ@
(;,
!:=
,r:·
r..
ti\
V\
C.·セLL@
'1
セ@
:
セL@
1- -
c;-"-r
·C.·1--,/:
1
(]
\,__
,L •r.: r · ,., ' C- .(1-
c; ,,.. · (] f',_'<
l
-
"
')> .. 'lc;_ "- ·-
l- L.. セ@ .l ' 'j'....-イエセ@
;.,
.
q
y
r \,_ 1:. ,-:- ....'t'
c,. o•1= ·- ..:..
n
- >- r セᄋ@ 'L l- - >. セLL@ セ@ c.. C.·' c.· r.
L.. "'
·t. . -
.
1. '(] L..c.
(;__
0' L..""=
f;. .c·
.c· ..,. , ·'"セ@
!:
セ@ ᄋセ@ セ@
B ....
1
セ@
'{:
·z. \
セ@
0 -1-
:'\
セ@ ᄋセG@ ᄋセ@
· fl fl \
rT-
T-
c.;,
-
セᄋ@
'f.
·r:
r
.r. '
1:·£:
セ@ セN@
-c·
1
.1
1 :
t
q
if
セM Mセ@
1-
セM
f
.r·
i-
;·
·f ·
セ@
.. -.c
セ@
B
Mセ@ セ@ Nセᄋ@ セ@
.-
-c.
セ@
c.;,
セ@
r
,r:·
セLL@
1=
セᄋ@
r
·t
r '-
T-
0r..
(]
Fi: b.r..
};,·
セᄋ@
\,__
1-
t
ᄋセ@
rセNN@
..cセG@
セ@
.r
I{1
I>:
r" ·\:,1.
Q
; ·\:,
't-- - - ' ' ·-er-
'i''
-r l,
S;
.C
<. ,/" \;'' (;.. '- [F
C.· ' ᄋセ@ ' ' \.セᄋ@
q
セ@ .r::. C.·1:- ,
v
,
·t..r,
1 .... ..
,1... L' "L- i..L" セ@ ..L." - C- l
L
. -
-
c. ;.._, - - "" C:'f
-
<i,.
Gt:.. • ...:.
1
.r
セ@
..:.
1.
r:t_
_ .. .. o "-·c:,
r,:
.cc;;,
·C
c- - '-- セ@ - ... 1; .. 1:·
r;
h
ᄋセ@
';,
セ@
Q '- \ '--, · (.C"
i=..""=
c;-"1
'--
-" '- · 'f tr."
Gイセ@
'v.
b. C:.f
\Hセ@
c.· 'l-セ@
c.· r ·ᄋセ@
1--
'1..-,
c.·b
セ@
セ@
セᄋ@
c..
<;,,'
r;,_c.·
b.
r,:
f'
,c'
c;;,
tc-'·
c;;,
.r_
c-
セ@
r..
c;;,
i
[
;..
,c....
{セ@
ZセN@
t'
.:;.-.,
セ@,["
セ@
セ@
- Ulc..
0•t' ...
...
'l;,. 0 L
- 0 f"
セ@
e
セ@
{; N
l--:i ᄋセ@
<:t
t {
'!::-
セᄋ@
5
.t
Allah swt yang telah memberikan nikmat yang tiada tara sehingga sampai dengan
saat ini, saat penulisan skripsi yang dalam proses penulisannya tidak sedikit
hambatan yang datang, dengan izin-Nya-lah usaha untuk merampungkan skripsi
ini telah membuahkan hasilnya. Selawat dan salam Allah swt semoga senantiasa
tercurah kepada Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad saw, yang membawa ajaran
Islam cahaya bagi ウセャオイオィ@ alam, dan semoga tercurah pula kepada keluarganya,
sahabatnya, dan seluruh pengikutnya sampai akhir zaman.
Pembahasan dalam skripsi ini adalah pembahasan yang paling penulis
suka, karena membahas keberhasilan Nabi Muhammad saw dalam mendidik
umatnya. Keberhasilannya ini mengindikasikan bahwa beliau adalah seorang guru
yang profesional. Guru yang telah berhasil mendidik umatnya. Betapa tidak!
Umat Islam yang tersebar di seluruh dunia menunjukkan bahwa beliau
benar-benar berhasil dalam mendidik. Tidak hanya berhasil dalam men-transfer ilmu,
tetapi juga merubah akhlak umat yang rusak menjadi akhlak yang mulia.
Ilmu pendidikan dari Nabi saw amat banyak jika dikaji. Salah satu ilmu
Pendidikan yang dapat digali adalah metode pendidikan. Metode pendidikan
inilah yang merupakan kajian skripsi ini. Sedangkan kitab Hadis yang dipilih
adala11 Riyad al-$dlib_in min Kaldm Sayyid al-Mursalfn karya Imam Nawawi.
Kitab Hadis populer yang sudal1 diterima oleh umat Islam sejak diterbitkannya
sampai sekarang.
Nial penulis untuk merampungkan hal-hal di atas tidak akan terwujud jika
tidak ada 'tangan-tangan' yang ikut membantu, baik secara langsung atau pun
tidak langsung. Karenanya, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih kepada:
3. Dosen Pembimbing, al-Mukarram Bapak Dr. H. Abdul Majid Khon, M.Ag, yang dengan senang hati mencurahkan ilmunya kepada penulis.
Jaziihulliih a!1sanal Jazii ... Amfn ...
4. Dosen Penasehat Akademik, al-Mukarram Bapak Dr. H. Zaimuddin,
M.Ag. Semoga tetap selalu semangat dalam membimbing mahasiswanya.
5. Murabbf sejati penulis, al-Mukarram Bapak Prof. Dr. KH. Ali Mustafa
Yaqub, MA. Hafizhahulliih, Amfn ...
6. Seluruh dosen yang telah mencurahkan ilmunya dengan ikhlas selama ini.
7. Kedua orang tua penulis yang tercinta; Bpk. Ustadz H.Ujang Abdul
Mutthalib dan Ibu Susnaningsih yang dengan jerih payah usahanya,
keduanya berhasil memberikan kepuasan materi dan batin kepada penulis.
Harapan terbesar semoga penulis menjadi anak yang saleh seperti yang
mereka harapkan.
8. Kepada Abang-abangku tercinta: Ipul, Didin, dan Dadan, juga untuk
adik-ku Nina Setianingsih .. Alliihumma Biirik Lahum Ff Hayiitihim ... Ami in..
9. Untuk orangtua kedua penulis; Bibi Fatimah dan Om Hasan, kaka angkat;
Amelia Hidayat, saudara sekaligus sahabat; Irwan Hakim, mereka-lah para
pioneer pembentukan semangat juang penulis dalam mendalami ilmu-ilmu
khususnya ilmu agama sewaktu MTS. Fajaziihumulliihu A!1sanal Jazii ...
10. Teman-teman Darus-Sunnah yang hebat! Fazlurrahman, Adithia, Amirul,
Nasrulloh, Ubaid, 'Ali, Kholis, Mau'izhoh dan lain-lain.
11. Teman-teman satu jurusan, yang secara tidak langsung mengajarkan
persahabatan, solidaritas dan banyak pengalaman, terkhusus kepada
Fadlalah, Asep, Bambang dan semua teman-teman kelas D PAI, Bravo!
dan dari hati yang bening penulis ucapkan terima kasih kepada my best
friend Mir'atulhayati yang banyak membantu terutama support-nya
selama ini. Innalliiha Lii Yutlf'u Ajr al-Mu!1sinfn.
Semoga Allah swt senantiasa menambahkan ilmu dan amal kepada kita
BABIPENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 6
1. Identifikasi Masalah ... 6
2. Pembatasan Masalah ... 7
3. Perumusan Masalah ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Kegunaan Penelitian ... 8
E. Metodologi Penelitian dan Penulisan ... 8
BAB II KAJIAN TEORITIS A. Metode Pendidikan ... 11
1. Pengertian Metode ... 11
2. Pengertian Pendidikan ... 13
3. Pengertian Metode Pendidikan ...
17.
B. Macam-macam Metode Pendidikan ... : ...... 20
1. Metode Ceramah ... 21
2. Metode Diskusi. ... 23
3. Metode Demonstrasi ... 24
4. Metode Eksperimen ... 25
5. Metode Sosiodrama dan Bermain Peran (Role Playing) ...... 26
6. Metode Ke1ja Kelompok ... 27
7. Metode Tanya-Jawab ... 28
8. Metode Latihan Siap (Drill) ... 32
9. Metode Pemberian Tu gas (Resitasi) ... 3 3 10. Metode Sistem Regn (Team Teaching) ... 33.
13. Metode Audio-Visual.. ... 36
14. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) ... 36
15. Metode Jnqury ...... 3 7 16. Metode Karya Wisata ... 3 7 17. Metode Proyek (Project Method) ...... 3 8 18. Metode Socrates ... 39
19. Metode Keteladanan (al-Uswah wa al-Qudwah) ...... .40
20. Metode Pembiasaan ... .40
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Pendidikan ... .41
D. Prinsip-prinsip Penerapan Metode Pendidikan ... 45.
E. Pendapat Para Tokoh tentang Metode Pendidikan ... 50
1. Imam Gazali. ... 51
2. IbnuKhaldfin ... 52
3. Ibnu Sina ... 53
4. Muhammad 'Abduh ... 54
BAB III HADIS-HADIS RIYAD AL-SALIHiN A. Pengertian Hadis ... 56
B. Otoritas Hadis Sebagai Dalil ... 57
C. Kitab Riyad al-$dlifJ.fn ... 60
1. Biografi Penyusun Kitab ... 61
2. Isi/Kandungan ... 65
3. Komentar Ulama ... 66
BAB IV V ARIASI METODE PENDIDIKAN DALAM HAD IS A. Metode Ceramah ... 69
B. Metode Sosiodrama ... 77
C. Metode Tanya-Jawab ... 82
D. Metode Drill ... 87
E. Metode Graduasi ... 90
F. Metode Asistensi ... 92
Pedoman Transliterasi
A. Konsonan
Huruf Arab HurufLatin Keterangan
I
-
Tidak dilambangkany b be
"'
t te..,_,
s
es dengan koma di atasc
J JCc
h
ha dengan garis bawaht
kh kadan ha'
d de;
z
zet dengan titik di atas) r er
) z zet
cf s es
J- sy es dan ye
<.f' セ@ es dengan koma di bawah
cf> d de dengan garis coret di bagian atas
.b
l
te dengan koma di bawah.b f; zet dengan garis bawah
'
koma terbalik di atas hadap kanant
t
g
ge dengan titik di atasJ f ef
J q ki
.!l k ka
J I el
I m em
"
11 en) w we
...
h ha' apostrof
'
, a
Fath.ah
-I Kasrah
,
'
u aammah
-Adapun untuk vokal rangkap, keterangan alih aksaranya adalah sebagai berikut:
Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan
i.f ai a dan i
-) au a dan u
-Ketentuan ahh aksara vokal panjang (madd), yang dalarn bahasa Arab dilarnbangkan dengan !J.arakdt dan huruf, yaitu sebagai berikut:
Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan
\.
a
a dengan topi di atas<.,? i i dengan topi di atas
fl u dengan topi di atas
j
C. Ta' Marbu(alz
1. Ta' marbufah hidup transliterasinya adalah /t/.
2. Ta' marbufah mati transliterasinya adalah /h/.
3. Kalau pada suatu kata yang akhir katanya adalah ta' marbufah diikuti
oleh kata yang menggunakan kata sandang al-, serta bacaan kedua kata
itu terpisah maka ta' marbiifah itu ditransliterasikan dengan
/ti.
Contoh:
Z|N[NゥャセIGi@ ;\.,..,j.WI = al-Madrasat al-lbtidaiyyah atau
al-Madrasatul Jbtidiiiyyah
D. Syiddah (Tasydfd)
Syiddah atau tasydfd ditransliterasikan dengan huruf yang sama dengan
,
huruf yang diberi tanda syiddah (digandakan). Contoh: kata セ@ ditransliterasikan
dengan 'allama.
E. Huruf Ka pita!
Huruf kapital dimulai pada awal nama diri, nama tempat, bukan kata '
,
sandangnya. Contoh: L>(,.O.ll, ditransliterasikan dengan al-Qur 'an, begitu juga kata
} 0 }
Mengetahui metode pendidikan itu amat penting sekali bagi para guru.
Jika pengetahuannya tentang metode baik, maka ia akan mampu menggunakan
metode dalam mengajar dengan baik puky'Sukses atau tidaknya seorang guru itu
dalam mendidik terletak pada keterampilannya dalam menggunakan metode.
Apabila penggunaan metodenya baik dan serasi, maka hasil pembelajaran juga
akan memuaskan. Begitu juga sebaliknya, apabila penggunaan guru terhadap
metode buruk, maka hasil pembelajaran yang buruk akan diperolehny17
Untuk dapat menggunakan metode dengan baik, sang guru hams mampu
memahami karateristik metode dengan berbagai. macamnya. "Dalam pandangan
yang sudah diakui kebenarannya mengatakan, bahwa setiap metode mempunyai
sifat masing-masing, baik mengenai kebaikan-kebaikannya maupun mengenai
kelemahan-kelemahannya. Guru akan lebih mudah menetapkan metode yang
paling serasi untuk situasi dan kondisi yang khusus dihadapinya, jika memahami
sifat-sifat masing-masing metode tersebut".'
Hal ini penting karena penggunaan metode yang tidak sesuai dengan
tujuan pengajaran misalnya, akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang
2
Sebagai contoh, misalnya mengajarkan salat yang idealnya lebih
berorientasi pada praktek, diajarkan dengan menggunakan metode ceramah.
Padahal jika dipahami dengan baik bahwa karakteristik dari metode ceramah itu
sama sekali tidak berorientasi pada praktek, tentu metode yang dipilih adalah
metode latihan.
Selain itu, urgensi metode pendidikan juga tercermin pada kedudukannya.
Metode pendidikan memiliki kedudukan sebagai berikut:
I. Sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar mengajar
2. Sebagai upaya untuk menyiasati perbedaan individual peserta didik
3. Sebagai usaha untuk mencapai tujuan pengajaran.'
, Peserta didik sebagai penikmat apa yang disajikan gurunya akan merasa
bangkit untuk mendengar, memberikan perhatian penuh, mengingat pelajaran dan
membiarkan jiwanya terpengaruh dengan pelajaran itu jika sang guru mampu
menggunakan metode dengan baik. Dalam ha!- ini, penggunaan metode yang
bervariasi amat berguna.
Perbedaan individual peserta didik menjadi persoalan tersendiri bagi sang
guru. Terkhusus lagi perbedaan intelektualitas yang hams mendapatkan perhatian
lebih khusus. Sebab, diantara peserta didik, disamping ada yang cepat dalam
memahami sesuatu, ada yang sedang dan ada juga yang lambat. Keterampilan
menggunakan metode dengan baik akan sangat membantu bagi sang guru guna
mengakomodir perbedaan individual masing-masing peserta didik.
Selain itu, sebaik apapun tujuan pendidikan, jika tidak didukung oleh
metode yang tepat, tujuan tersebut sangat sulit untuk dapat tercapai dengan baik.
Sebuah metode akan mempengaruhi sampai atau tidaknya suatu informasi secara
lengkap. Bahkan sering disebutkan cara atau metode kadang lebih penting
daripada materi itu sendiri. Oleh sebab itu pemilihan metode pendidikan hams
dilakukan secara cermat, disesuaikan dengan berbagai faktor terkait, sehingga
Bahkan, keharusan mengajar atau mendidik dengan menggunakan metode
itu bisa disebutkan wajib secara jelas, mengingat ada kaidah fiqhiyyah yang
menerangkan bahwa segala alat yang dipergunakan untuk mencapai sesuatu yang
wajib, hukumya wajib pula.4 Mendidik adalah suatu kewajiban orang dewasa agar
anak-anak tumbuh dengan sempurna, maka penggunaan suatu metode yang sesuai
adalah wajib pula hukumnya.
Apabila sedemikian pentingnya kedudukan metode dalam proses belajar
mengajar, maka profesionalisme seorang guru amat dituntut. Idealnya seorang
guru adalah orang yang empati terhadap peserta didik. Bersedia memahami
perbedaan anak didilmya dan memikirkan apa yang harus dilakukan untuk
memberikan pengajaran yang terbaik. Sehingga, metode tetap berada pada
kedudukannya yang tinggi.
1 Terkait dengan ha! ini, Hadis bisa dijadikan rujukan. Sebagaimana yang
telah dikatakan oleh Yusuf al-Qardawi, bahwa sejak <lulu umat Islam telah
mengakui Sunah Nabi saw sebagai sumber kedua syariat Islam setelah al-Qur'an.
Se lain itu, visi keilmuan dan pendidikan merupakan bagian dari fungsi kenabian. 5
Hal ini diperkuat oleh kandungan Qs.al-Baqarah ayat 129 yang terjemahnya
sebagai berikut:
,. _, oJ1 - ' O P o "/I ; ,,_ J " o ,,
cif
2J.;1 '. ,
GNセNiMI@<'-''
セゥM , );:_,1301 '.
, , セI@ セZ@1::-
セ。@ ,. セ@'.
:1;:;
ケM[Nセ@ QセZ@· ':
u ' - · ·
yjセ@ セゥM .) .JG"
セQセ[ャQ@
Wahai Tuhan kami, utuslah diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka yang membacakan ayat-ayat Engkau dan mengajarkan kepada mereka al-Kittib (al-Qur 'an) dan al-Hikmah (al-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Mu'awiyah bin al-Hakam al-Sullami pernah menuturkan:
4
Muhammad bin 'Ali bin Muhammad al-Syawkiini, Irsydd al-Fuflzil ild Taflqiq al-Haq
min 'Ilm 。ャMuセヲゥャLェNRL@ (Beirut: Dar al-Kitab al-' Arabi, 1999M/1419H), Cet.l, h.194
5
Yusuf al-Qardawi, Sunah Rasul; Sumber I/mu Pengetahuan dan Peradaban, Terj. dari
4
Demi bapak dan ibuku! Aku belum pernah melihat seorang guru yang pengajarannya lebih baik daripada beliau. Demi Allah! Beliau tidak pernah
membentakku, memuku/ku dan juga tidak pernah mencaciku.
Yang lebih menakjubkan, Nabi Muhammad saw mampu mengarahkan
umatnya kepada kebajikan sebagaimana tertera dalam Qs. Ali'Imran ayat 110
yang terjemahnya sebagai berikut:
j.:.f
;;t
:,J:,
jゥセ@
0
_By)
p1
<)-
PセZL@
セ@ j[NZjセ@
0
J/t
yGセZNZNN[LN@
;-f
セヲZ[[LZN@
セ@
,, J ..-o Al ... ,, 0 ... ... ... ... 0
0hLl.li
セスウGゥI@ セ⦅bェGNjQ[N@ セZ@ セ@ |セ@0\5J '.""'"'G?Ji
Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang Jasik.
Beliau juga mampu menceritakan dengan baik kisah- kisah umat terdahulu
yang tidak pernah dikenal dan didengarkan oleh bangsa Arab sebelumnya,
sehingga mereka sangat terkejut dengan ha! itu dan mengakui bahwa cerita itu
mereka peroleh setelah Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul.7
Karenanya, dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw sejak awal
sudah mencontohkan dalam mengimplementasikan metode pendidikan yang tepat
kepada para sahabatnya. Strategi pembelajaran yang beliau lakukan sangat akurat
dalam menyampaikan ajaran Islam. Nabi Muhammad saw sangat memperhatikan
situasi, kondisi dan karakter seseorang, sehingga nilai-nilai Islami dapat ditransfer
dengan baik. Beliau juga sangat memahami naluri dan kondisi setiap orang,
sehingga beliau mampu menjadikan mereka suka cita, baik material maupun
spiritual, beliau senantiasa mengajak orang untuk mendekati Allah swt dan
syariat-Nya.
Dengan keberhasilannya mendidik umat, Nabi Muhammad saw pasti
mempunyai metode pendidikan dan ini menarik untuk dikaji. Pembahasan
mengenai metode pendidikan ini perlu, karena pada umumnya orang berpendapat
(ma[J/lah), padahal lebih dari itu, Hadis memberikan gambaran bagaimana cara
Nabi saw bersikap dalam kehidupan sehari-hari termasuk bagaimana metode
beliau dalam mendidik umatnya.
Hadis tidak dipakai sebagai landasan dalam Ilmu Pendidikan khususnya
metode pendidikan oleh sementara orang bukan hanya karena mereka tidak
tertarik mengkajinya, tetapi keengganan mereka adalah karena penolakan mereka
terhadap otoritas Hadis sebagai argumen. Pad aha!, N abi saw berpesan bahwa
sepeninggal beliau, umat Islam harus berpegang teguh kepada 2 hal yang
menyebabkan mereka tidak akan sesat selama mereka berpegang teguh kepada
keduanya, yakni al-Qur'an dan Hadis.
Riwayat dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Aku tinggalkan untuk kalian dua pedoman, kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitabullah (al-Qur 'an) dan Sunahku. Keduanya tidak akan berpisah hingga sampai telaga (hari Kiamat).
Kelompok yang menolak otoritas Hadis sebagai argumen ini dikenal
sebagai aliran lnkar al-Sunnah. Kelompok yang pemikirannya berbahaya yang
pernah ada dalan1 sejarah Islam. Kelompok lnkar al-Sunnah ini lebih tertarik
mencari referensi selain Hadis untuk dijadikan pedoman, termasuk dalam ha!
metode pendidikan yang mereka gunakan.
, Imam Nawawi (w.643 H) telah menyusun kitab yang berisi Hadis-hadis
Nabi saw tentang berbagai macam akhlak, baik akhlak kepada Tuhan maupun
akhlak kepada sesama manusia. Akhlak kepada Tuhan ditunjukkan dengan adanya
beberapa bah yang terkait dengan tata cara ibadah ma!J.dah yang benar dan yang
terkait dengan keyakinan kepada Allah swt. Akhlak kepada mam1sia ditunjukkan
dengan adanya bab yang menerangkan tentang cara berakhlak kepada tetangga
dan lain sebagainya. Kitab ini diberi nama Riyad $dlihfn min Kalam Sayyid
6
Ada satu ha! yang menarik perhatian penulis dari kitab Riyad al-$alihfn,
penulisnya yakni Imam Nawawi menjelaskan dalam kata pengantar kitabnya itu
bahwa Hadis-hadis tentang pedoman hidup manusia dalam berbagai aspek itu
mayoritas berkualitas sahih atau yang dapat dipertanggung jawabkan validitasnya.
Karnnanya Imam Nawawi berkeinginan untuk menyusun satu kitab yang
membicarakan Hadis-hadis tersebut dan berkomitmen untuk tidak mencantumkan
Hadis yang tidak bisa dipertanggungjawabkan validitasnya atau tidak sahih.
Beliau berkata:
9
ul
)g
0 ' :i1
, )
Saya berkomitmen, untuk tidak menyebutkan Hadis di dalamnya (kitab Riyad al-$alihfn) kecuali Hadis itu berkualitas sahih dengan berpedoman pada kitab-kitab referensi Hadis sahih yang populer.
Ucapan seorang ahli Hadis sekaliber ·Imam Nawawi di atas tidak
diragukan lagi kredibilitasnya, apalagi komentar para Ulama mengenai kitab
Riyad al-$alihfn ini memperkukuh kedudukan dan nilainya.
Atas dasar itulah, maka dalam penulisan skripsi yang membahas metode
pendidikan ini, penulis hanya membahas satu kitab yaitu Riyad al-$alihfn,
sebagaimana telah dijelaskan. Dan skripsi ini penulis beri judul Metode
Pe11didika11 dalam Hadis, (Telaalt Kitab Riyail al-$ali!J_f11).
B. ldentifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Penulis menemukan beberapa persoalan yang dapat diidentifikasi
terkait dengan metode pendidikan ini. Persoalan-persoalan itu adalah
sebagai berikut:
a. Urgensi penguasaan guru terhadap metode pendidikan
b. Pentingnya menjadikan Nabi saw sebagai panutan dalam segala
c. Pentingnya mengkaji kitab-kitab Hadis guna mencontoh Nabi saw
dengan benar
d. Urgensi mengadakan kajian terhadap kitab Riydtl al-$dlibJn karena
kandungan kitab ini begitu bagus dan lengkap
e. Hadis-hadis Nabi saw yang menerangkan ketepatan penggunaan
metode pendidikan
f. Hadis-hadis Nabi saw yang mengandung variasi metode
pendidikan
2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan banyaknya masalah yang tercakup tentang metode
pendidikan ini, penulis membatasi permasalahan hanya seputar variasi
metode pendidikan Nabi saw dan ketepatan pemilihan metode pendidikan
Nabi saw.
3. Perumusan Masalah
Adapun masalah yang penulis angk;at dalam penulisan skripsi 1111, dapat difonnulasikan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
a. Apa saja metode pendidikan yang terdapat dalam Hadis-hadis di
dalam kitab Riydtl al-$dlib.fn?
b. Apa sajakah prinsip Nabi saw dalam menggunakan metode
pendidikan menurut Hadis-hadis dalam kitab Riydtl al-$filib.fn?
c. Apakah efektivitas metode pendidikan yang digunakan oleh Nabi
saw tercennin dalam Hadis-hadis kitab Riyad al-$dlib.fn?
C. Tujuan Penelitian
Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk:
I. Mengetahui metode-metode Nabi saw dalam mendidik.
2. Mengetahui prinsip Nabi saw dalam penerapan metode pendidikan.
8
D. Kegunaan Penelitian
Dengan adanya penyusunan skripsi yang mengangkat tema metode
pendidikan dalam Hadis ini diharapkan diperoleh beberapa manfaat berikut:
I. Mengetahui Hadis-hadis yang terdapat dalam kitab Riyail al-$dlib_fn
yang membicarakan tentang pendidikan khususnya mengenai metode
pendidikan Nabi saw.
2. Hadis-hadis Nabi saw yang berkaitan dengan metode pendidikan
dijadikan sebagai pedoman di dalam mendidik.
3. Menjadi bahan pengembangan ー・ュ。セ。ュ。ョ@ penulis tentang berbagai
Hadis Nabi saw yang berkaitan dengan pendidikan.
4. Secara teoritis, karya tulis ini diharapkan dapat memperlengkap
khazanah kajian Ilmu Pendidikan khususnya mengenai metode
pendidikan Nabi saw.
E. Metodologi Penelitian dan Penulisan
Dalam penulisan skripsi, penulis menempuh langkah-langkah berikut:
I. Teknik Pengumpulan Data
Penulis mengumpulkan Hadis-hadis yang di dalamnya terdapat
kata-kata yang menunjukkan makna pendidikan dan metode pendidikan baik
secara eksplisit maupw1 implisit. Hal ini "dilakukan dengan menggunakan
CD Program al-Maktabah al-Syamilah.
'
Diantara keyword yang digunakan adalah
i:,,,;
\/Ji.
セLL@ J '<,jJ ,..,,. atau'10 i... J .,, ,, J 0 ... t ,, ;;; "
|NLAセ|[@ GyセjA@ \,s'!>l,y>I. Kata-kata itulah yang penulis gunakan yang secara
eksplisit atau tegas menunjukkan makna pendidikan.
Adapun kata yang menunjukkan makna pendidikan secara implisit
,
Gセ@ - dan sebagainya yang
tersebut mengandung arti pengajaran, penulis menilai kegiatan pengajaran
Nabi saw adalah dalam konteks mendidik. Penulis juga menggunakan kata
tJpf,
yang mempunyai arti beritahukanlah ia a tau berarti berikaninformasi kepadanya.
Dalam sejarah, Nabi saw berperan dalam banyak fungsi, antara lain
sebagai Rasul, kepala negara, pemimpin masyarakat, panglima perang,
hakim dan guru. Dengan berpedoman pada Hadis-hadis yang memenuhi
kriteria di atas, adanya penjelasan terkait dengan Ilmu Pendidikan di dalam
Hadis-hadis tersebut menjadi suatu keniscayaan. Dengan begitu, peran
beliau dalam Hadis itu lebih memungkinkan berperan sebagai seorang
guru bagi umatnya.
2. Teknik Pengolahan Data
Setelah hadis yang memenuhi kriteria di atas terkumpul,
Hadis-hadis tersebut ditelaah untuk kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa
tema pokok yang sesuai dengan teorisasi dalam Ilmu Pendidikan. Hal ini
dilakukan berangkat dari asumsi bahwa Hadis-hadis tersebut
membicarakan beragam tema yang berkaitan dengan pendidikan, ada yang
mengandung penjelasan mengenai media pendidikan, materi pendidikan,
sarana dan prasarana pendidikan, karakter anak didik, dan sifat pendidik.
Hadis yang akan ditindaklanjuti ke dalam proses berikutnya hanyalah
Hadis yang membicarakan metode pendidikan.
Penelaahan ini dilakukan dengan menggunakan kitab-kitab syarab.
al-Hadf§/ulasan Hadis dan buku-buku pendidikan modern. Kitab syarab.
al-Hadf§ utama yang penulis gunakan dalam penelaahan ini adalah kitab
Nuzhat al-Muttaqfn Syarab. Riyad al-$dlib.fn.
3. Analisis Data
10
dan buku-buku pendidikan modem terkait dengan mainstream kajian
metode pendidikan.
Selain itu, Hadis yang terpilih ini juga dianalisis dengan menggunakan
metode al-Jam 'u bayn al-Riwdydt, yakni dengan menelusuri Hadis lain
yang semakna namun dengan sedikit perbedaan redaksi. Hal ini dilakukan
dengan tujuan agar dapat memahami Hadis secara lebih menyeluruh dan
kesalahan dalam memahami Hadis dapat diminimalisir.
Kesimpulan penjelasan dari Hadis terkait dengan metode pendidikan
dan kesimpulan penjelasan yang bersumber dari buku-buku pendidikan
akan dianalisis dari segi persamaannya, dan jika ada perbedaan antara
keduanya, maka akan dikompromikan. Jika tidak dapat dikompromikan,
maka riwayat yang kualitasnya lebih tinggi dari lainnya itulah yang
digunakan.
Hadis yang mengandung nilai metode pendidikan namun tidak ada
teorinya dalam buku-buku pendidikan modern tetap akan dibahas untuk
menunjukkan bahwa ada sumbangan pemikiran khusus dari Hadis bagi
dunia pendidikan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode yang
menggambarkan dan menguraikan data-data yang ada kaitannya dengan metode
pendidikan untuk kemudian disimpulkan.
Metode penulisan skripsi ini, penulis mengacu kepada buku Pedoman
Penulisan Skripsi, yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan,
I. Penge1iian Metode
Secara bahasa, istilah metode berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata metodos. Kata ini terdiri dari 2 suku kata yaitu meta, yang berarti melalui atau melewati, sedangkan hodos, berarti jalan atau cara. Dengan demikian, metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.'
Abudin Nata mengutip pendapat yang menyatakan bahwa dalam
bahasa Arab, kata metode terkadang digunakan kata al-Tarfqah (jalan),
al-Manhaj (sistem), dan al-Wasflah (perantara).2
Dalam kamus Lisdn al- 'Arab, kata al-.Tarfqah diantaranya mempunyai
makna al-Sfrah, al-b.dl, dan al-Khatf
fl
al-Syai.3 Dalam kamusal-Munawwir, kata al-Sfrah berarti perjalanan, jalan, cara, mazhab, tingkah
laku, 4
al-b.dl berarti keadaan, dan al-Khatf
fl
al-Syai berarti garis padasesuatu.
lbnu Manzhur menjelaskan bahwa kata al-Manhaj sama dengan kata
al-Minhdj, yakni sama-sama mengandung arti "jalan yangjelas".
1 Armai Arief,
Pengantar I/mu dan Metodo/ogi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press,
2002), h.40
2Abudin Nata,
Filsafat Pendidikan Islam, (Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 1997), Cet.Vll,
13
2. Pengertian Pendidikan
Skripsi ini membahas metode pendidikan dalam Hadis, maka disamping dijelaskan makna pendidikan pada umumnya, penulis merasa perlu menjelaskan makna pendidikan Islam.
Dalam bahasa Arab, kata tarbiyah, (a 'dfb, ta 'lfm dan tah:ifb adalah kata-kata yang berdekatan maknanya yakni berkutat kepada arti pendidikan, meskipun ada pula perbedaannya.
Tarbiyah mempunyai makna memelihara, mengasuh dan mendidik."
Al-Jauhar! -sebagaimana dikutip oleh Ibnu Manzhur- menambahkan, jika kata tarbiyah dikaitkan dengan segala sesuatu yang berkembang seperti anak, tanaman dan yang seumpamanya, maka ia berarti bermakna memberikan gizi. 12
Tah:ifb secara harfiah berarti tanqfh dan ikhld§, yang bermakna
membersihkan. Jika dikatakan al-Muha:i:iab min al-Rijdl, berarti maknanya adalah yang bersih daripada kekurangan. Ia juga bermakna
i;;ldb. yang berarti memperbaiki.13
Ta 'lfm mempunyai arti mengajar, memberi tanda dan mendidik.14
Selain itu, kata ta 'lfm juga berarti memudahkan dan juga berarti merubah sesuatu agar berbeda dengan yang lainnya. Dalam kamus Lisdn al- 'Arab,
; Jo OI
penafsiran kata 'allama dalam ayat
0i:,AJ1
セ@ adalah menyampaikanal-Qur'an dengan tujuan memberikan kemudahan. Kalimat
0g1
;:.IP
dimaknai menjadikan manusia mumayyiz, yakni mempunyai kemampuan untuk membedakan sesuatu, sehingga manusia dapat dibedakan dengan semua hewan. 15
Ta'dfb mempunyai arti (tah:ifb), ケセョァ@ dalam kamus al-Munawwir
mempunyai arti "mendidik, memperbaiki, melatih disiplin, menghukum,
11
Ahmad Warson Munawir, al-Munmvwir; Kamus .. , h.462
12Ibnu Manzur, Lisdn al- 'Arab,
dan mengambil tindakan."16 Sedangkan dalam kamus Lisiin al- 'Arab
disebutkan bahwa makna ta 'dfb adalah ta 'lfm, yakni mengaj arkan ilmu. 17
Jika diperhatikan keempat kata di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa hanya kata ta 'dfb saja yang representatif bagi tiga kata lainnya.
Ta'dfb mengandung arti mengasuh dan mendidik (tarbiyah), memperbaiki
(tahzfb), dan mengajarkan suatu ilmu (ta'lfm). Jika demikian, maka
idealnya kata yang digunakan untuk makna pendidikan adalah kata ta 'dfb.
Karena kata ta 'dfb ini lebih komprehensif:
Kesimpulan di atas sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Syed
M. al-Naquib al-'AWis bahwa kata yang paling tepat dan cermat untuk
menunjukkan arti pendidikan adalah kata ta 'dfb bukan tarbiyah.
Menurutnya, kata tarbiyah lebih menonjolkan arti memberikan kasih
sayang dan bukan pengetahuan. Sedangkan kata ta 'dfb sudah mencakup
unsur-unsur pengetahuan, pengajaran dan pengasuhan yang baik.18
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Th.2003
disebutkan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana be/ajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan Negara."
Secara umum pendidikan dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk
membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat
dan kebudayaan. John S. Brubacher -sebagaimana yang dikutip oleh
Zuhairini- menyatakan bahwa "pendidikan diartikan sebagai sebuah proses
16
Ahmad Warson Munawir, al-Munawwir; Kamus ... , h.12 17
Ibnu Manzur, Lisan al- 'Arab, j. l, h.100 .
18
Syed M. al-Naquib al-' A!(iis, Konsep Pendidikan Islam, Terj. dari The Concept of
15
timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaiaan dirinya dengan
alam, teman dan alam semesta."20
John Dewey (seorang filosof Amerika), sebagaimana yang dikutip
oleh Zuhairini, menjelaskan bahwa "pendidikan sebagai salah satu
kebutuhan hidup manusia dan juga fungsi sosial yang berfungsi sebagai
bimbingan, sarana pertumbuhan, yang mempersiapkan dan membukakan
serta membentuk disiplin hidup dan transmisi, baik dalam bentuk
informal, formal, maupun non-formal."21
M.Arifin menulis arti pendidikan yang benar adalah "pendidikan yang
memberikan kesempatan kepada keterbukaan terhadap pengaruh dari
dunia luar dan perkembangan dari dalam diri anak didik. Karenanya,
hakikatnya pendidikan itu mempunyai 2 aspek, yaitu aspek menjaga atau
memperbaiki dan aspek menumbuhkan atau membina."22
J adi, pendidikan adalah suatu bimbingan yang dilakukan seseorang
yang dewasa kepada dirinya sendiri atau orang lain agar potensinya dapat
berkembang dan mampu berinteraksi dengan alam sekitar tanpa adanya
unsur paksaan terhadap batas potensi yang dimilikinya, namun tetap
memberikan kontrol yang baik kepadanya agar tetap berkembang secara
baik dan normal sampai bisa mandiri dan bermanfaat kepada siapa pun dan
apa pun yang ada di sekelilingnya.
Dengan ujaran lain, pendidikan dapat berarti suatu bimbingan agar
anak didik mencapai tujuan pendidikan, yaitu sebagai berikut:
a. Pembinaan kepribadian, yang mencakup pembinaan atas sikap, daya pikir praktis, obyektivitas, loyalitas kepada bangsa, dan kesadaran nilai-nilai moral dan nilai agama
b. Pembinaan aspek pengetahuan (nilai materi), yaitu materi ilmu itu sendiri
c. Pembinaan aspek kecakapan, keterampilan nilai-nilai praktis d. Pembinaanjasmani yang sehat.23
Adapun pendidikan Islam, maka kata "Islam" dalam ha! ini
mempakan norma/nilai atau ajaran yang menjadi dasar atau sifat
pendidikan yang dilaksanakan. 24
Zuhairini, dkk., menuturkan bahwa "pendidikan Islam adalah usaha
yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan
ajaran Islam atau suatu upaya yang mempunyai nilai ajaran Islam, yang
berpikir, memutuskan dan berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam, serta
bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam."25
M.Arifin mengutip untaian kalimat Omar Muhammad Toumi
al-Syaibani yang mengartikan pendidikan Islam sebagai "usaha mengubah
tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan
kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitarnya melalui proses
kependidikan dengan dilandasi dengan nilai-nilai Islami."26
M.Alisuf sobri mengutip pendapat Zakiah Daradjat, dkk, yang
menyatakan bahwa "pendidikan Islam adalah pembentukan kepribadian;
pendidikan Islam ini lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap
mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan sesuai dengan petunjuk
ajaran Islam; karena itu pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoritis
tetapi praktis, yakni pendidikan iman dan amal."27
Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan
Islam sama artinya dengan arti pendidikan pada umumnya, yang
membedakannya adalah pada norma atau sifat pendidikan yang
berdasarkan ajaran Islam. Jika dikaitkan dengan tujuan pendidikan Islam,
maka idealnya pendidikan Islam adalal1 suatu bimbingan agar tujuan
pendidikan Islam tercapai. Prof. Mohammad 'Atiyyah alAbrasyi
-sebagaimana yang dikutip oleh Zuhairini- menyimpulkan lima tujuan yang
asasi bagi pendidikan Islam, sebagai berikut:
24
M. Alisuf Sabri, Pengantar I/mu Pendidikan Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005),
Cet.1, h. 149 .,,._
17
a. Untuk membantu pembentukan akhlak mulia
b. Persiapan untuk menjalani kehidupan baik di dunia maupun di akhirat
c. Menumbuhkan semangat belajar terhadap ilmu umum
d. Menyiapkan peserta didik agar mempunyai satu profesionalitas yang dengannya ia mampu mencari rezeki
e. Persiapan untuk fokus kepada memberikan kemampuan agar peserta didik mampu mencukupi Kebutuhan minimal untuk dirinya sendiri."
3. Pengertian Metode Pendidikan
Secara terminologi, para ahli memberikan definisi yang beragam
tentang metode. Diantaranya adalah pengertian yang dikemukakan oleh
Herman H. Horne -sebagaimana yang dikutip oleh M.Arifin- yang
memberikan pembatasan arti metode dalam pendidikan sebagai suatu
prosedur dalam mengajar.29 Ini terlalu sederhana karena memandang
metode sebagai kegiatan guru saja.
Berbeda dengan pendapat Herman di atas, jika metode diberi
penge1iian yang lebih luas, ia diaiiikan sebagai "cara" bukan "langkah"
atau "prosedur''. Poerwakatja yang mengemukakan bahwa "metode
pembelajaran berarti jalan ke arah suatu tujuan yang mengatur secara
praktis bahan pelajaran, cara mengajarkannya dan cara mengelolanya."30
Dengan pengertian "cara" ini, metode mengandung pengertian yang
fleksibel sesuai kondisi dan situasi, dan terkandung di dalamnya makna
"mempengaruhi" serta saling ketergantungan antara pendidik dan pese1ia
didik.31
Dengan uj aran lain, dengan pengertian yang lebih Iuas ini, metode
dipandang tidak hanya sebagai kegiatan guru tetapi juga kegiatan murid
yang oleh karenanya harus berorientasi pula pada cara untuk menciptakan
kegiatan belaj ar peserta didik yang aktif.
28
Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan ... , h.165-166
-Jalaludin dan Usman mengutip pendapat Edgar Bruce Wesley yang
mendefinisikan "metode pendidikan sebagai kegiatan yang terarab bagi
guru yang menyebabkan terjadinya proses pembelajaran, sehingga
pelajaran jadi berkesan."32 Tentu yang berkesan adalah peserta didik. Dari
definisi ini juga menghendaki adanya kegiatan peserta didik yang aktif.
Dalam pandangan filosofis pendidikan, metode merupakan alat yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat itu mempunyai 2
macam, polipragmatis dan monopragmatis. Polipragmatis, bila metode itu
mengandung kegunaan ganda, satu sisi ia bermanfaat dan di sisi lain ia
bersifat merusak. Contohnya adalah Video CD. Sedangkan monopragmatis
adalah yang hanya mempunyai satu kegunaan saja. Misalnya, laboratorium
Ilmu Alam yang hanya dapat digunakan untuk Ilmn Alam saja, tidak untuk
Ilmu Kedokteran, dan lain-lain.33
Berdasarkan definisi yang dikemukakan para ahli mengenai
pengertian metode pendidikan, beberapa ha! yang mesti ada dalam metode
pendidikan, yaitu:
a. Melaksanakan aktivitas pembelajaran dengan penuh kesadaran dan
tanggung jawab
b. Aktivitas tersebut berdasarkan cara yang sistematis dan terencana
c. Aktivitas tersebut memiliki tujuan tertentu
d. Tujuan harus dicapai secara efektif.
Mengenai perbedaan antara metode dengan strategi dan teknik
pembelajaran, maka terlebih dahulu perlu dijelaskan pengertian strategi
dan teknik pembelajaran.
Strategi Pembelajaran adalab suatu kegiatan pembelajaran yang harus
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara
efektif dan efisien. Selanjutnya, Winarno mengutip pemikiran J. R David,
ia menyebutkan "babwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna
19
'
konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu
pelaksanaan pembelajaran."34
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk
mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran
tertentu, sedangkan rnetode adalah "a way in achieving something",'' yang
bera1ii bahwa metode dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk
rnengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan
nyata dan praktis untuk mencapai suatu tujuan.
Selanjutnya, metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan
gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan
sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu
metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas
dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri,
yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode
ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula,
dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda
pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya
tergolong pasif. Dalam ha! ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik
meskipun dalam koridor metode yang sama.36
Adapun metode pendidikan Islam, maka dapat diartikan sebagai
kegiatan yang terencana, terarah dan teratur dalam mengendalikan
kegiatan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dalam berbagai aspeknya
agar tujuan pendidikan yang Islami dan berdasarkan ajaran Islam dapat
diwujudkan.
Sebagai salah satu komponen operasional Ilmu Pendidikan Islam,
metode harus mengandung potensi mengarahkan materi pelajaran pada
tujuan pendidikan. Maka metode pendidikan Islam yang baik adalah
metode yang mampu mendapatkan hasil pembelajaran berupa peserta didik
34
yang mempunyai ilmu pengetahuan yang luas baik umum maupun ajaran Islam dan berakhlak mulia kepada Allah swt dan kepada manusia.
Selain itu, Hasan Galunggung -sebagaimana dikutip oleh Abudin-menuturkan bahwa
Pelajaran agama Islam ini bermacam-macam, ada yang melibatkan aspek kognitif seperti fakta-fakta sejarah dan syarat sah sembahyang, yang melibatkan aspek afektifnya seperti penghayatan nilai-nilai keimanan dan akhlak, dan ada juga yang melibatkan aspek psikomotorilmya seperti praktek salat, haji dan sebagainya. Karenanya, metode pendidikan Islam itu dapat diartikan sebagai metode pengajaran yang disesuaikan dengan materi atau bahan pelajaran yang terdapat dalam Islam itu sendiri.37
Dalam pengertian lain, metode pendidikan Islam dapat diartikan sebagai cara-cara mendidik yang digali dari al-Qur'an dan Hadis.
Metode pendidikan di sini diartikan secara luas, sehingga metode mengajar pun termasuk di dalamnya karena sejatinya mengajar adalah salah satu bentuk mendidik. Kendati keduanya berbeda, yakni berbeda karena pengajaran itu lebih mengintelektualisasikan manusia dengan ilmu pengetahuan, sedangkan sasaran psikologis proses kependidikan menekankan pada usaha mengintemalisasikan nilai-nilai atau mempribadikan nilai-nilai.38
B. Macam-Macam Metode Pendidikan
Alunad Tafsir menyebutkan bahwa pengajaran agama Islam mencakup pembinan keterampilan, kognitif, dan afektif. Menurutnya, bagian afektif inilah yang paling rumit, karenanya membutuhkan metode yang khusus. Dan masih menurutnya,'Abdurra.hman al-Nab)awi telah menyajikan metode-metode menanamkan rasa keberagamaan yang bersifat afektif itu yang terdapat dalam al-Qur'an dan Hadis itu dalam bukunya U§ul al-Tarbiyat al-lslamiyyah. 39
Metode-metode pendidikan yang disampaikan berikut adalah metode pendidikan instruksional yang biasa diterapkan di sekolah-sekolah dewasa ini,
37
F'°JI
セji@
セ|@
i-'.
KATA PENGANTAR
Al!J.amdulillah. Segala puji yang tidak terbatas penulis panjatkan ke hadirat
Allah swt yang telah memberikan nikmat yang tiada tara sehingga sampai dengan saat ini, saat penulisan skripsi yang dalam proses penulisannya tidak sedikit hambatan yang datang, dengan izin-Nya-lah usaha untuk merampungkan skripsi ini telah membuahkan hasilnya. Selawat dan salam Allah swt semoga senantiasa tercurah kepada Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad saw, yang membawa ajaran Islam cahaya bagi seluruh alam, dan semoga tercurah pula kepada keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikutnya sampai akhir zaman.
Pembahasan dalam skripsi ini adalah pembahasan yang paling penulis suka, karena membahas keberhasilan Nabi Muhammad saw dalam mendidik umatnya. Keberhasilannya ini mengindikasikan bahwa beliau adalah seorang guru yang profesional. Guru yang telah berhasil mendidik umatnya. Betapa tidak! Umat Islam yang tersebar di seluruh dunia menunjukkan bahwa beliau benar-benar berhasil dalam mendidik. Tidak hanya berhasil dalam men-transfer ilmu, tetapi juga merubah akhlak umat yang rusak menjadi akhlak yang mulia.
Ilmu pendidikan dari Nabi saw amat banyak jika dikaji. Salah satu ilmu Pendidikan yang dapat digali adalah metode pendidikan. Metode pendidikan inilah yang merupakan kajian skripsi ini. Sedangkan kitab Hadis yang dipilih adalah Riyad al-$alih_in min Kaltim Sayyid al-Mursalfn karya Imam Nawawi. Kitab Hadis populer yang sudah diterima oleh umat Islam sejak diterbitkannya sampai sekarang.
Niat penulis untuk merampungkan hal-hal di atas tidak akan terwujud jika tidalc ada 'tangan-tangan' yang ikut membantu, baik secara langsung atau pun tidak langsung. Karenanya, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
I. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
yang bersumber dari Ilmu Pendidikan modem. Diantara metode-metode pendidikan tersebut ada yang sengaja dikombinasikan dengan metode yang terkandung dalam al-Qur'an dan Hadis hasil kajian an-Na,hlawl.
Ada 20 metode yang disajikan, metode-metode itu adalah: I. Metode Ceramah
Yang dimaksud dengan metode ceramah yaitu cara menyampaikan suatu pelajaran tertentu dengan jalan penuturan secara lisan kepada anak didik atau khalayak ramai. 40
"Metode ini Iazim pula disebut metode kuliah atau pun pidato."41
Untuk penggunaan metode ceramah secara baik perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a. Dalam menjelaskan, hendaknya menggunakan kata-kata yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami oleh anak didik
b. Gunakan alat visualisasi seperti penggunaan papan tulis atau media lainnya yang tersedia tmtuk menjelaskan pokok bahasan yang disampaikan. Misalnya dengan menggambarkan sesuatu atau memberikan ilustrasi dan menghubungkan materi-materi dengan contoh yang konkrit
c. Mengulang kata atau istilah yang digunakan secara jelas karena berfaidah membantu anak didik yang kurang atau lambat kemampuan dan daya tangkapnya
d. Mencari umpan balik sebanyak mungkin sewaktu ceramah berlangsung
e. Adakan rekapitulasi dan ulang kembali rumusan-rumusan yang dianggap penting. Yang dimaksud rekapitulasi di sini adalah mengingat kembali dengan contoh-contoh, keterangan-keterangan, fakta-fakta dan lain sebagainya.42
Keuntungan metode ceramah adalah sebagai berikut:
a. Bahan dapat disampaikan sebanyak mungkin dalam jangka waktu yang singkat
b. Guru dapat menguasai situasi kelas
c. Organisasi kelas lebih sederhana dan mudah dilaksanakan d. Tidak terlalu banyak memakan biaya dan tenaga.
22 .
Adapun kelemahan metode ceramah adalah sebagai berikut:
a. Ceramah hanya cenderung mempertimbangkan segi banyaknya bahan pelajaran yang akan dijadikan, dan kurang memperhatikan/mementingkan segi kualitas (mutu) penguasaan bahan pelajaran
b. Bila situasi kelas tidak dapat dikuasai oleh guru secara baik, maka proses pengajaran akan dapat menjadi tidak efektif. Bahkan dapat berkaitan lebih jauh (misalnya kacaunya situasi proses pengajaran) c. Pada metode ceranmh proses komunikasi banyak terpusat kepada
guru. Dan siswa banyak berperan sebagai pendengar setia. Sehingga proses pengajaran sering dikritik sebagai sekolah dengar, murid terlalu pasif
d. Sulit mengukur sejauh mana penguasaan bahan pelajaran yang telah diberikan itu oleh anak didik
e. Apabila ceramah tidak mempertimbangkan segi psikologis dan diktatis, maka ceramah dapat bersifat melantur tanpa arah dan tujuan yangjelas.43
Jika dilihat dari metode ceramah yang digunakan Nabi, maka akan
terlihat bahwa Nabi saw mengkombinasikan metode ceramahnya itu
dengan metode kisah (al-Qi;p;ah). metode kisah adalah menyajikan materi
pelajaran dengan membawakan cerita yang sejalan dengan materi.44
Terkadang Nabi saw juga mengkombinasikan metode ceramah ini
dengan metode amsi'tl, yaitu mendidik dengan memberikan perumpamaan
dari yang abstrak kepada yang lain yang lebih konkrit untuk mencapai
tujuan dan atau mengambil manfaat dari perumpamaan tersebut.45
Pengungkapannya tentu sama saja dengan metode kisah, yaitu dengan
berceramah atau membaca teks.46 Contohnya adalah Hadis berikut:
,, 0 "' ;;>J ) } _, "' セ@ ,, ,,
. _.,
• . ..A-"y,
( V 1" ' • ' . ...;>- e •'JS',,
<\.;.. セᄋᄋエウG@ " ..\;.-''1 <.-)W ,. 1"' ·'1 ..dJ U)J.
"''1·'1 " ))',:fe>·· , / v 11' ,,, , ,, • , ,, ... _,,,-,.. t"'J.
43Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, Metodologi pengajaran. ... , h.42-43
44Al-Nahlaw1, Prinsip-prinsip ... , Terj. dari uセオOG@ al-Tarbiyah. ... oleh Herry Noer Ali,
h.284-285
A<--Riwayat dari Abu Hurairah ra ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Bagaimana pendapat kalian, seandainya ada sebentang sungai di depan pintu salah seorang diantara kalian, ia mandi dari sungai itu setiap hari Zima kali, apakah masih tersisa kotoran?. Para sahabat menjawab: Tidak. Rasu/ullah saw bersabda: "Maka demikianlah perumpamaan salat Zima waktu. Dengannya Allah swt menghapus semua kesalahan (dosa kecil yang berhubungan dengan Allah swt). (HR. Bukharf dan Muslim).
Kerapkali Nabi saw juga mewarnai metode ceramahnya dengan
memberikan motivasi kepada para sahabat. Pemberian motivasi oleh Nabi
saw ini adalah dalam bentuk metode targfb dan tarhfb.
Yang dimaksud dengan targfb adalah janji terhadap kesenangan dan
kenikmatan akhirat yang disertai bujukan. tarhfb adalah ancaman karena
dosa yang dilakukan. Targfb bertujuan agar orang mematuhi peraturan
Allah swt, demikian juga Tarhfb. Akan tetapi, tekanannya berbeda, targfb
agar melakukan kebaikan sedangkan tarhfb agar menjauhi kejahatan.48
Metode targfb dan tarhfb berbeda dengan metode ganjaran dan
hukuman dalam pendidikan barat. "Perbedaan utamanya ialah targfb dan
tarhfb bersandarkan ajaran Allah swt, sedangkan ganjaran dan hukuman
bersandarkan hukuman dan ganjaran duniawi."49
2. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah sebuah cara yang dilakukan dalam mempelajari bahan atau menyampaikan materi dengan jalan mendiskusikannya dengan tujuan dapat memberikan pengertian serta perubahan tingkah laku siswa. 50
Tujuan dari metode diskusi ini adalah untuk memotivasi dan memberi
stimulasi kepada anak didik agar serius memikirkan pelajaran.51
• 47Muslim bin al-.!::[ajjiij al-Qusyair1, $ab_ib_ Muslim, (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah,
2008), Cet.V, h.242
"Ahmad Tafsir, I/mu Pendidikan ... , h. 146
24
Ada beberapa syarat dalam mengaplikasikan metode diskusi m1,
syarat-syarat itu adalah:
a. Permasalahan yang didiskusikan hendaknya menarik perhatian ·
anak didik dan memancing anak didik untuk bertanya
b. Peran moderator yang aspiratif dan proporsional
c. Permasalahan yang memerlukan banyak pertimbangan dari banyak
pihak.'2
Adapun masalah-masalah yang baik didiskusikan adalah:
a. Menarik minat siswa dan sesuai dengan taraf perkembangannya
b. Mempunyai kemungkinan jawaban lebih dari satu, yang
masing-masing dapat dipertahankan kebenarannya
c. Bila pertanyaan dimaksudkan untuk mencari pertimbangan dan
perbandingan daripadanya.53
Ada 3 peranan guru dalam diskusi. "Pertama, sebagai pemicu agar
diskusi berjalan lancar. Kedua, sebagai mediator pertanyaan agar seluruh
peserta diskusilah yang secara bersama-sama memecahkan masalah.
Ketiga, sebagai pengatur arah pembicaraan. "54
3. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan alat peraga untuk memperjelas suatu pengertian, atau untuk memperlihatkan bagaimana untuk melakukan dan jalannya suatu proses pembuatan te1ientu kepada siswa.55
"Tujuan pokok penggunaan metode demonstrasi ini adalah untuk
memperjelas pengertian konsep dan memperlihatkan cara melakukan
sesuatu atau proses terjadinya sesuatu."56
Metode demonstrasi ini disamping mempunyai kelebihan juga
kekurangan. Kelebihan dari metode ini adalah dapat merangsang siswa
agar siswa aktif dalam mengikuti pelaj aran, dapat membantu siswa untuk
52Armai Arief, Pengantar I/mu .. ., h.147
53Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, Metodologi pengajaran ... ., h. 45
lebih mengingat pelajaran, dapat memfokuskan siswa terhadap materi
pelajaran dalam waktu yang relatif singkat, dapat menambah pengalaman
siswa, dan dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran menjadi
lebih jelas dan konkrit.
Adapun kelemahan metode demonstrasi ini adalah memerlukan waktu
yang cukup lama, be1jalan kurang efektif jika kekurangan media,
memerlukan biaya yang tidak sedikit karena metode ini membutuhkan
banyak alat-alat dan media, guru dan siswa harus mempersiapkan tenaga
yang tidak sedikit karena metode ini cukup melelahkan, dan metode ini
menjadi tidak efektif apabila ada siswa yang tidak aktif.57
4. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah melakukan percobaan/praktek langsung atau dengan cara meneliti dan mengamati secara seksama. 58 Metode eksperimen ini melibatkan anak didik dalam pekerjaan akademis, latihan dan pemecahan masalah atau topik seperti salat, puasa, haji, pembangunan masyarakat dan lain-lain.59
Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan
metode eksperimen adalah membuat siswa percaya diri atas hasil dari
percobaan yang dilakukannya, merupakan pembinaan sekaligus motivasi
bagi siswa untuk melakukan terobosan-terobosan barn yang bennanfaat
bagi kehidupan manusia, dan hasil-hasil percobaan yang berhasil akan
dapat dimanfaatkan.
Adapun kekurangan metode ini adalah bahwa tidak semua pelajaran bisa diterapkan metode ini karena lebih cocok dengan bidang studi sains dan teknologi, memerlukan fasilitas yang biayanya cukup mahal, menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan, dan terakhir adalah bahwa setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. 60
Metode demonstrasi dan eksperimen dalam pelaksanaan dapat dipakai
bersama-sama atau bergantian. Kedua metode ini tepat digunakan apabila:
57 Armai Arief, Pengantar I/mu ... , h.191-192
26
a. Dimaksudkan untuk memberikan keterangan dan keterampilan
tertentu kepada anak didik
b. Untuk memudahkan penjelasan, sebab penggunaan bahasa dalam
pengajaran memiliki keterbatasan
c. Untuk menghindari verbalisme dalam pengajaran
d. Untuk meneliti sejumlah fakta dan obyek tertentu secara seksama.61
5. Metode Sosiodrama dan Bermain Peranan (Role Playing)
Metode sosiodrama adalah suatu · cara mengajar dengan jalan mendramatisasikan bentuk tingkah laku dalam hubungan sosial. Sedangkan metode bermain peran titik tekannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi.62
Keuntungan atau kelebihan metode sosiodrama adalah melatih siswa
untuk mendramatisasikan sesuatu dengan keberanian, lebih menarik
perhatian siswa, para siswa dapat menemukan pelajaran dari pengalaman
belajar mereka sendiri, dan para siswa dapat mengekspresikan gejolak
keinginan-keinginannya.
Adapun kelemahan metode ini adalah bahwa kondisi belajar yang tercipta dengan metode ini bukanlah sebenarnya, sukar untuk memilih siswa yang benar-benar cemerlang dalam memecahkan masalah, perbedaan individualitas siswa menyebabkan sulitnya pengaplikasian metode ini, kadang-kadang ada siswa yang malu untuk berperan, memerlukan waktu yang cukup panjang, dan terakhir anak-anak yang tidak mendapatkan giliran akan pasif, tidak mau ikut serta dalam belajar.63
Tujuan penggunaan metode sosiodrama adalah sebagai berikut:
a. Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain
b. Siswa dapat belajar bagaiman