EFEKTIVITAS
ACTIVE LISTENING
NIC
(
Nursing Interventions Classification
)
TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL
PADA PASIEN GANGGUAN HUBUNGAN SOSIAL
SKRIPSI
Oleh:
AYU WULANDARI
NIM.
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
i
EFEKTIVITAS
ACTIVE LISTENING
NIC
(
Nursing Interventions Classification
)
TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL
PADA PASIEN GANGGUAN HUBUNGAN SOSIAL
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Keperawatan (S.Kep) Pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang
Oleh:
AYU WULANDARI
NIM.
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
iv
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN PENULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Ayu Wulandari
NIM :
Program Studi : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UMM
Judul Skripsi : Efektivitas Active Listening NIC (Nursing Interventions Classification) Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial pada Pasien Gangguan Hubungan Sosial.
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tugas akhir yang saya tulis ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri.
Apabila kemudian hari dapat dibuktikan bahwa tugas akhir ini adalah jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Malang,
Yang membuat pernyataan,
Ayu Wulandari
v
MOTTO
Ada musimnya bagi segala sesuatu dan waktunya untuk setiap maksud dan tujuan; ada waktu untuk lahir dan ada waktu untuk mati; ada
waktu untuk menabur dan ada waktu untuk panen (Ecclasiastes)
Makin dekat cita-cita kita terwujud, makin berat penderitaan yang harus kita alami (Jend. Sudirman)
vi
LEMBAR PERSEMBAHAN
Yang Utama Dari Segalanya...
Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan kasih sayang-Mu telah memberikanku kekuatan, membekaliku dengan ilmu serta memperkenalkanku dengan cinta. Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam selalu terlimpahkan keharibaan Rasullah Muhammad SAW.
Ibunda dan Ayahanda Tercinta
Sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terima kasih yang tiada terhingga kupersembahkan karya kecil ini kepada Ibu dan Ayah yang telah memberikan kasih sayang, segala dukungan,
dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat kubalas hanya dengan selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Semoga ini menjadi langkah
awal untuk membuat Ibu dan Ayah bahagia karna kusadar, selama ini belum bisa berbuat yang lebih. Untuk Ibu dan Ayah yang selalu membuatku termotivasi dan selalu menyirami
kasih sayang, selalu mendoakanku, selalu menasehatiku menjadi lebih baik, Terima Kasih Ibu.... Terima Kasih Ayah...
My Brother’s dan Sister
Untuk adik-adikku, tiada yang paling mengharukan saat kumpul bersama kalian, walaupun sering bertengkar tapi hal itu selalu menjadi warna yang tak akan bisa tergantikan.
My Endutz “Agus Wahyudi”
Sebagai tanda cinta kasihku, Adeg persembahkan karya kecil ini buat maz. Terima kasih atas kasih sayang, perhatian, dan kesabaranmu yang telah memberikanku semangat dan inspirasi dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, semoga engkau pilihan yang terbaik buatku dan masa
depanku. Terima kasih
“You are my everything”....
My Best friend’s
Buat sahabat-sahabatku tercinta “Gerombolan Coco” Ciah, Nima, Nicen, Coco,.Terima kasih atas bantuan, doa, nasehat, hiburan dan semangat yang kalian berikan selama ini, terima
kasih akan cerita yang terlalu indah untuk dilupakan,Sahabat Selamanya...
My friend’s
Buat sahabat sekaligus saudaraku “Maria Ayu K”, akhirnya perjuangan kita berakhir dengan indah, seindah cerita-cerita kita...
Buat teman-temanku PSIK B ’ terima kasih untuk kebersamaan kita, khususnya “Teti
Amalia C” terima kasih atas bantuan, semangat, canda-tangis. Semangat ya Tet, kamu pasti bisa...
Buat “Om Dony” terima kasih atas bantuan, doa, semangat, hiburan, traktiran dan perhatian yang om beri hingga ciwul tak merasa sendiri...
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan skirpsi dengan judul “Efektivitas Active Listening NIC (Nursing Interventions Classification) Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Pada Pasien Gangguan Hubungan Sosial”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep) pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
Bersamaan dengan ini perkenankan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dengan hati yang tulus pada :
( ) Tri Lestari Handayani, M.Kep, Sp.Mat. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
( ) Nurul Aini,.M.Kep. selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
( ) Dr. Ainur Rofieq,.M.Kes. selaku pembimbing I yang telah sabar dan bijaksana dalam memberikan bimbingan dan masukan yang sangat bermanfaat dalam penyusunan skripsi ini.
( ) Dewi Baririt Baroroh, S.Kep,.Ns selaku pembimbing II yang telah memberikan ilmu dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. ( ) Kepala RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang yang telah memberikan
izin dan memfasilitasi saya dalam proses pelaksanaan penelitian
vii i
( ) Orang tuaku tercinta serta kedua saudaraku yang tak pernah lelah untuk memberikan motivasi, kasih sayang serta doa yang dipanjatkan untuk kesuksesan Wulan.
( ) Rekan-rekan khususnya teman-teman PSIK_B , Gerombolan koko dan Kost Srikandi yang turut serta membantu dan memberikan dukungan.
Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapat berkah dari Allah SWT. Akhir kata penulis memohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Semoga nantinya bisa bermanfaat bagi semua pihak khususnya bidang keperawatan dan RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Amin.,.
Malang,
ix
Efektivitas Active Listening NIC (Nursing Interventions Classification) Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Pasien Gangguan Hubungan Sosial
Ayu Wulandari , Dr. Ainur Rofieq.M.Kes , Dewi Baririt Baroroh, S.Kep. Ns
INTISARI
Latar Belakang : Gangguan hubungan sosial merupakan upaya menghindari suatu hubungan komunikasi dengan orang lain karena merasa kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai kesempatan untuk berbagi rasa, pikiran, dan kegagalan. Salah satu cara menangani gangguan hubungan sosial adalah melalui psikoterapi suportif dengan metode terapi active listening. Active Listening menurut NIC adalah memperhatikan dan menegaskan makna dari pesan verbal dan nonverbal pasien. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas active listening NIC (Nursing Interventions Classification) terhadap kemampuan interaksi sosial pasien gangguan hubungan sosial.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli di Ruang Melati Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Subjek penelitian adalah pasien (n= ) diambil dengan pendekatan total sampling. Analisis data menggunakan sistem komputerisasi SPSS dengan uji t-tes dependen dan independent.
Hasil : Dari hasil analisis SPSS pada kelompok perlakukan ditemukan orang ( ) memiliki kemampuan interaksi sosial sedang, sedangkan pada kelompok kontrol ditemukan orang ( ) memiliki kemampuan interaksi sosial rendah. Terdapat pengaruh active listening NIC (Nursing Interventions Classification) terhadap kemampuan interaksi sosial menggunakan uji t-tes dependen dengan nilai sebelum dan sesudah masing-masing dengan nilai p= (p< ). Sedangkan pada uji t-independent didapatkan nilai sebelum untuk perlakuan-kontrol dengan nilai p= (p> ) artinya tidak berbeda secara signifikan dan pada nilai setelah untuk perlakuan-kontol dengan nilai p= (p< ) artinya berbeda secara signifikan.
Kesimpulan: Pemberian active listening efektif terhadap kemampuan interaksi sosial pada pasien gangguan hubungan sosial.
Kata Kunci : Gangguan hubungan sosial, Kemampuan Interaksi Sosial, Active listening
NIC (Nursing Interventions Classification)
. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
. Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
x
Effectiveness of Active Listening NIC (Nursing Interventions Classification) Toward Social Interaction Skill Patients Social Relationships Disorder
Ayu Wulandari , Dr. Ainur Rofieq.M.Kes , Dewi Baririt Baroroh, S.Kep. Ns
ABSTRACT
Background: Social relationships disorder is an attempt to avoid communication with other people because it was losing close at hand on was not having opportunities to share feelings, thoughts and efforts. One of way to treat social relationship disorder is active listening as supportive psychotherapy. This active listening is accordity to Nursing Interventions Classificatioan (NIC) which is attending closely to and attaching significance to a patient’s verbal n nonverbal message. The study was conducted to examine the effectiveness of NIC (Nursing Interventions Classification) active listening toward the patient's impaired social interaction skills of social relations.
Research Method: This research is true experimental study using pretest-posttest control group design. The research was conducted on July in Melati’s room Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. The subjects were patients (n= ) taken with nonprobability sampling technique with total sampling approach. Data was analyse by SPSS computerized system through t-tests to dependent and independent.
Result: From the analysis in SPSS people found the treatment group ( %) have the capability of social interaction, whereas in the control group found people ( %) had low social interaction skills. There is the influence of active listening NIC to test the ability of social interaction using the dependent t-test with values before and after each one with a value of p = (p < ). While the independent t-test values obtained prior to treatment-control with p-value = (p> ) were not significantly different meaning and the value after treatment with p-value = (p < ) different means significantly.
Conclusion: Giving psychotherapy effectiveness of active listening NIC (Nursing Interventions Classification) affects the effectiveness of changes of social interaction skills in patients social relationships disorder.
Key Words: Social Relationships Disorder, Supportive Psychotherapy, Active listening NIC.
. Student Nursing Science Program, Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Malang
. Lecturer of Nursing Science Program, Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Malang
xi
DAFTAR ISI
Halaman Judul………... i
Lembar Persetujuan………... Lembar Pengesahan... ii iii Surat Pernyataan Keaslian Penulisan………... Motto... Lembar Persembahan... iv v vi Kata Pengantar………... Intisari... vii ix Abstrack………... x
Daftar Isi... xi
Daftar Tabel... xiv
Daftar Gambar...………... xv
Daftar Lampiran... xvi
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang………... Rumusan Masalah………... Tujuan Penelitian………... Manfaat Penelitian ………... Keaslian Penelitian ………... Batasan Penelitian…………...
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Active Listening dari NIC... Intervensi Keperawatan... . NIC (Nursing Interventions Classification)…... . Active Listening…... . Konsep Interaksi Sosial …... . Pengertian Interaksi Sosial …... Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial... Bentuk-bentuk Proses Sosial... Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
xii
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN
Kerangka Konseptual Penelitian………... Hipotesis Penelitian……….
BAB IV METODE PENELITIAN
Desain Penelitian………... Populasi, Sampel dan Sampling…………... Populasi……….……….. Sampel……….……….... Sampling……….……… Variabel Penelitian……….………... Definisi Operasional……….………... Tempat dan Waktu Penelitian……….. Bahan dan Instrumen Penelitian………...
Bahan dan Instrumen Intervensi………. Instrumen Pengumpulan Data……… Alat Ukur Kemampuan Interaksi Sosial…………... Prosedur Pengumpulan Data………... Teknik Pengolahan dan Analisis Data……….. Kerangka Kerja……….………..
Etika Dalam Penelitian……….…... Lembar Persetujuan………... Tanpa Nama... ………... Kerahasiaan………...
BAB V HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
Karakteristik Sampel………... Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis
Kelamin,
Usia, Agama, dan Tingkat Pendidikan... Gambaran Pelaksanaan Active Listening NIC (Nursing
Interventions Classification) pada Pasien Gangguan Hubungan Sosial di Ruang Melati RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang... Kemampuan Interaksi Sosial Pasien Gangguan Hubungan Sosial di Ruang Melati RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Sebelum dan Sesudah Dilakukan Active Listening
NIC (Nursing Interventions Classification)... .Perbandingan Kemampuan Interaksi Sosial Pasien
xii i
Intervensi dan Kelompok Kontrol...
BAB VI PEMBAHASAN
Karakteristik Responden………... . Gambaran Pelaksanaan Active Listening NIC (Nursing
Interventions Classification) pada Pasien Gangguan Hubungan Sosial di Ruang Melati RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang... Kemampuan Interaksi Sosial Pasien Gangguan Hubungan
Sosial di Ruang Melati RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Sebelum dan Sesudah Dilakukan Active Listening
NIC (Nursing Interventions Classification)... Perbandingan Kemampuan Interaksi Sosial Pasien
Gangguan Hubungan Sosial di Ruang Melati RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol………...
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
xi v
DAFTAR TABEL
Tabel Tabel Tabel
Tabel
Tabel
Tabel Tabel
Pengembangan Variabel Berdasarkan Definisi Operasional, Instrumen, Skala dan Skoring ………... Pemeriksaan Social Interactions Skill... Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Agama, dan Tingkat Pendidikan Pasien Gangguan Hubungan Sosial di Ruang Melati RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang... Gambaran Pelaksanaan Active Listening NIC (Nursing Interventions Classification) pada Pasien Gangguan Hubungan Sosial di Ruang Melati RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang... Distribusi Frekuensi Pasien Berdasarkan Kemampuan Interaksi Sosial di Ruang Melati RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang...
Paired Sample Test...
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar . Gambar Gambar Gambar Gambar
xv i
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran
Lembar Identitas... ……….…… Lembar Pelaksanaan Intervensi Active Listening... Lembar Observasi Kemampuan Interaksi Sosial... Skala Pengukuran Psikologi Kemampuan Interaksi Sosial... Uji Normalitas dan Homogenitas Kelompok Perlakuan... Uji Normalitas dan Homogenitas Kelompok Kontrol... Uji t Paired Kelompok Perlakuan... Uji t Paired Kelompok Kontrol... Uji Normalitas dan Homogenitas t Independent... Uji t Independent... Surat Selesai Melakukan KegiatanPenelitian... Lembar Konsultasi Bimbingan Skripsi...
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam segala bidang, maka semakin banyak pula problem-problem pribadi dan sosial dalam kehidupan manusia yang harus dihadapi dan diatasi. Berbagai banyak tekanan masalah yang terjadi di masyarakat Indonesia, baik sosial maupun ekonomi berdampak pula pada jumlah pasien gangguan jiwa di Indonesia. Keadaan ini dapat menimbulkan kesulitan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan hidup yang maksimal. Berdasarkan data hasil Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun persentase gangguan jiwa mencapai % dari sekitar juta penduduk yang berusia di atas tahun (Kemenkes, , ¶ , http:// www.depkes.go.id, diperoleh tanggal Maret ). Hal ini menjadikan masalah kesehatan jiwa sebagai prioritas bagi Kementrian Kesehatan karena merupakan tantangan yang besar dengan kompleksitas tinggi di berbagai lapisan dan aspek kehidupan.
ekonomi. Berdasarkan definisi tersebut juga tersiratkan bahwa kesehatan jiwa atau mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan dan unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh.
Menurut pandangan Stuart ( ), kesehatan jiwa adalah kemampuan individu dalam kelompok dan lingkungannya untuk berinteraksi dengan orang lain sebagai cara untuk mencapai kesejahteraan, perkembangan yang optimal, dengan menggunakan kemampuan mentalnya (kognisi, afeksi, dan relasi) memiliki prestasi individu serta kelompoknya konsisten dengan hukum yang berlaku.
Telah dipaparkan bahwa salah satu sifat manusia adalah sebagai makhluk sosial di samping sebagai makhluk individual. Sebagai makhluk individual manusia mempunyai dorongan atau motif untuk mengadakan hubungan dengan dirinya sendiri, sedangkan sebagai makhluk sosial manusia mempunyai dorongan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, manusia mempunyai dorongan sosial (Walgito, ).
Dikemukakan oleh McClelland ( ), dengan adanya dorongan atau motif sosial pada manusia, maka manusia akan mencari orang lain untuk mengadakan hubungan atau untuk mengadakan interaksi. Sehingga akan terjadilah interaksi antara manusia satu dengan yang lain. Proses sosial pada dasarnya merupakan siklus perkembangan dari struktur sosial yang merupakan aspek dinamis dalam kehidupan masyarakat (Syani, ). Perkembangan inilah yang merupakan dinamika yang tumbuh dari pola-pola perikelakuan manusia yang berbeda menurut situasi dan kepentingannya masing-masing, yang diwujudkan dalam proses hubungan sosial.
sekitarnya. Pada pasien dengan perilaku menarik diri sering melakukan kegiatan yang ditujukan untuk mencapai pemuasan diri, dimana pasien melakukan usaha untuk melindungi diri sehingga ia jadi pasif dan berkepribadian kaku, pasien menarik diri juga melakukan pembatasan (isolasi diri), termasuk juga kehidupan emosionalnya, semakin sering pasien menarik diri, semakin banyak kesulitan yang dialami dalam mengembangkan hubungan sosial dan emosional dengan orang lain (Stuart dan Sundeen, )
Pasien dengan gangguan hubungan sosial mula-mula merasa rendah diri, tidak berharga dan tidak berguna sehingga merasa tidak aman dalam membina hubungan dengan orang lain. Tidak jarang kegiatan interaksi sosial juga terhambat. Bila hal ini dibiarkan tanpa penanganan yang optimal, pasien akan mengalami frustasi, perilaku-perilaku ekstrim seperti destruktif terhadap diri maupun orang lain, defisit perawatan diri, menarik diri secara sosial dan gangguan dalam berhubungan. Pasien gangguan hubungan sosial perlu mendapatkan perhatian khusus untuk dapat kembali ke masyarakat dengan memiliki kualitas komunikasi yang baik. Seseorang harus mempunyai konsep diri yang positif sehingga dapat memudahkannya untuk bersosialisasi kepada orang lain.
Psikoterapi terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu psikoterapi suportif dan psikoterapi genetik-dinamik. Psikoterapi suportif merupakan suatu cara pengobatan yang bertujuan untuk memulihkan dan menguatkan daya tahan mental pasien (Maramis, ). Salah satu jenis dari psikoterpi suportif adalah teknik ventilasi yang mencakup active listening. Active listening merupakan suatu cara mendengarkan secara aktif yang berfokus sepenuhnya pada apa yang orang lain katakan dan menegaskan pemahaman baik isi pesan, emosi ataupun perasaan yang mendasari pesan untuk memastikan pemahaman yang akurat.
Active listening bukan hanya mempelajari bahasa verbal seseorang melainkan
juga bahasa nonverbal dengan melakukan pengamatan sikap dan perilaku pasien pada saat menyampaikan masalah atau perasaan-perasaannya. Jika sikap dan perilaku pasien tersebut positif maka terapis akan mendukung perilaku tersebut, tapi jika sikap dan perilaku pasien tersebut negatif maka terapis akan lebih memfokuskan dan mengarahkan pasien ke arah yang lebih baik lagi. Pasien dengan gangguan hubungan sosial yang mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi interpersonal akan dikaji lebih dalam mutu komunikasinya, setelah itu terapis akan membantu pasien menyadari perilaku isolasi sosial kemudian melatih pasien cara-cara berinteraksi dengan orang lain secara bertahap. Diharapkan melalui active listening ini pasien termotivasi, bersemangat dan beranian untuk melakukan interaksi sosial dengan baik sehingga menumbuhkan kepribadian yang positif (Suryani, ).
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut :
( ) Bagaimana gambaran pelaksanaan active listening NIC (Nursing Interventions
Classification) untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien
gangguan interaksi sosial ?
( ) Bagaimana efektivitas pelaksanaan active listening NIC (Nursing Interventions
Classification) terhadap kemampuan interaksi sosial pada pasien gangguan
hubungan sosial ?
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : ( ) Tujuan Umum
Mengidentifikasi efektivitas active listening NIC (Nursing Interventions Classification) terhadap perubahan kemampuan interaksi sosial pada pasien gangguan hubungan sosial.
( ) Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi karakteristik pasien gangguan hubungan sosial.
Manfaat Penelitian
( ) Bagi Peneliti
Untuk mengetahui tingkat efektivitas active listening NIC (Nursing Interventions
Classification) terhadap perubahan kemampuan interaksi sosial pada pasien
gangguan hubungan sosial sehingga dapat digunakan sebagai bahan penyuluhan untuk menumbuhkan atau meningkatkan konsep diri yang positif bagi perubahan kemampuan interaksi sosial.
( ) Bagi Institusi Pendidikan
Menjadi bahan evaluasi dalam memberikan pendidikan tentang active listening NIC (Nursing Interventions Classification) pada mata kuliah keperawatan jiwa terhadap para mahasiswa sebagai modal mereka untuk terjun ke dalam Rumah sakit.
( ) Bagi Pasien Gangguan Hubungan Sosial
Penelitian ini memberikan informasi bahwa konsep diri dapat mempengaruhi kemampuan interaksi sosial pada pasien gangguan hubungan sosial. Para pasien dapat merefleksikan dengan menceritakan kepada orang lain agar lebih mengembangkan konsep dirinya sehingga mampu menciptakan, membina dan mempertahankan kemampuan interaksi sosial dengan baik.
( ) Bagi RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Sebagai bahan informasi yang berkaitan dengan masalah-masalah mengenai konsep diri dan kemampuan interaksi sosial pada pasien gangguan hubungan sosial, sehingga dapat ditindak lanjuti dengan menggunakan active listening NIC
(Nursing Interventions Classification) yang mampu memberikan motivasi sehingga
( ) Bagi Peneliti Lain
Penelitian ini bisa menjadi acuan bagi peneliti lain yang melakukan penelitian sejenis mengenai efektivitas active listening NIC (Nursing Interventions
Classification) terhadap perubahan kemampuan interaksi sosial pada pasien
gangguan hubungan sosial.
Keaslian Penelitian
( ) Penelitian yang dilakukan oleh Oktavia Sri Hartati ( ), tentang “Penerapan Teknik Komunikasi Terapeutik Listening Pada Ny.M dengan Gangguan Proses Pikir Diruang RSUD Dr. Saiful Anwar Malang”. Penelitian ini termasuk jenis deskriptifeksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik/diasnostik lain, yang meliputi instrumen : format keperawatan yang dimodifikasi (pengkajian/masalah, intervensi, implementasi dan evaluasi). Hasil penelitian yang diperoleh adalah setelah dilakukan penerapan teknik komunikasi terapeutik menunjukkan tingkat keberhasilan mencapai %. Secara bertahap pasien mulai bisa menerima kehadiran orang lain, tidak mencurigai orang lain, dapat mengontrol pembicaraan, pasien mulai berbicara koheren, nada suara sedang, pasien dapat kontak mata (+), pasien dapat bersosialisasi dengan orang lain.
( ) Penelitian yang dilakukan oleh Didit Sagita Satya Graha ( ) tentang
“Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan
Sakit Paru Batu. Hasil penelitian terdapat % memiliki persepsi yang baik terhadap komunikasi.
( ) Penelitian yang dilakukan oleh Anjas Surtiningrum tentang “Pengaruh Terapi Suportif Terhadap Kemampuan Bersosialisasi Klien Isolasi Sosial di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi suportif terhadap peningkatan kemampuan bersosialisasi klien isolasi sosial di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian quasi experimental, pre-post test with control group. Tempat penelitian di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Sampel penelitian adalah seluruh klien isolasi sosial yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh terapi suportif yang signifikan terhadap perubahan kemampuan bersosialisasi klien isolasi sosial pada kelompok intervensi.
Persamaan penelitian saya dengan ketiga penelitian tersebut adalah penggunaan jenis terapi psikoterapi suportif teknik ventilasi atau katarsis yang membiarkan pasien mengeluarkan isi hati sesukanya yang diharapkan pasien merasa lega dan penyakitnya berkurang serta pemilihan sampel pasien gangguan hubungan sosial atau isolasi sosial.
data menggunakan uji t-paired untuk menguji efektivitas active listening terhadap perubahan kemampuan interaksi sosial pada pasien gangguan hubungan sosial, dan untuk menganalisa efektivitas active listening terhadap perubahan kemampuan interaksi sosial antara kelompok perlakuan dan kelompok kontol menggunakan uji t-nonpaired.
Batasan Penelitian
a) Intervensi psikoterapi suportif active listening menggunakan model NIC (Nursing Interventions Classification).
b) Indikator interaksi sosial menggunakan Social interaction skill model NOC (Nursing Outcomes Classification).
c) Mengukur perubahan kemampuan interaksi sosial dengan :
( ). Membandingkan psikoterapi suportif active listening dengan tanpa psikoterapi suportif active listening.
( ). Membandingkan hasil sebelum dan sesudah pelaksanaan psikoterapi suportif