• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agroedutourism Fakultas Peternakan IPB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Agroedutourism Fakultas Peternakan IPB"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pendahuluan

Wisata pertanian merupakan pesona wisata yang mampu menarik minat para turis. Fakultas peternakan IPB sejak beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan dari TK hingga perguruan tinggi serta masyarakat umum. Pengujung mendapatkan pengetahuan tentang dunia peternakan mulai dari udidaya hingga pengolahan hasil ternak. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Fakultas Peternakan dalam Program Agroedutourism (AET) atau wisata pendidikan peternakan (WPP).

(3)

Paket Aku Cinta Ternak dan Satwa

Untuk menanamkan kecintaan pada ternak, anak-anak diajak mengenal lebih dekat kehidupan ternak dan satwa seperti : Sapi, Domba, Kelinci, Itik, Mencit, dan berbagai satwa lainnya. Pengunjung dapat secara langsung memegang, memberi makan ternak, dan bermain dengan ternak serta satwa. Berbagai jenis ternak dan satwa merupakan objek atraksi permainan seperti lomba balap lari ternak/satwa. Wisatawan dapat memilih jenis permainan tersebut sesuai dengan selera dan waktu

(4)

Paket Wisata Ternak Perah

Apakah pengunjung ingin tahu bagaimana susu dihasilkan? Kita belajar yuk!! Berbagai jenis ternak perah diperkenalkan (Sapi dan Kambing Perah), karakteristik sifat-sifat produksinya dan teknik pemeliharaannya. Sesudah itu, mari kita mulai dengan belajar memerah susu. Hasilnya dapat langsung diolah menjadi berbagai produk olahan antara lain susu pasteurisasi, susu aneka rasa, es krim, puding dan lain-lain.

(5)

Paket Wisata Ternak Pedaging

Pada paket ini pengunjung diajak untuk lebih mengenal cara dan proses daging dihasilkan ternak pedaging dan diolah menjadi berbagai produk olahan antara lain bakso, sosis, nuget, abon, dendeng, kornet dan lain-lain. Pengunjung dapat melihat dan mengenal lebih jauh cara pemeliharaan berbagai jenis ternak pedaging (Sapi, Domba, Kambing, dan Kelinci), sifat-sifat produksinya termasuk teknik budidaya serta proses pemotongan yang disajikan secara langsung atau melalui audiovisual.

Masih ada lagi yang menarik untuk dilihat lho! Limbah ternak itu ternyata dapat juga dimanfaatkan menjadi tenaga pengganti BBM, listrik, pupuk, dan lain-lain. Pengolahan daging sapi disajikan dalam bentuk demonstrasi pengolahan dan pembuatan produk olahan daging. Demikian pula pemanfaatan limbah ternak untuk biogas (pengganti BBM/Listrik), pupuk diperagakan secara langsung.

(6)

Paket Wisata Satwa Eksotik

Waduh apa saja sih yang disebut satwa eksotik??? Wah, kalau ingin tahu ayoo...Anda kami ajak bersafari-ria. Anda akan diajak untuk mengenal berbagai jenis satwa/ternak mulai dari mengetahui karakteristik fisiknya, sifat-sifat produksinya, serta teknik pemeliharaan satwa eksotik seperti kelinci hias, biawak, ular, tikus, hamster, ayam hias, mencit belang, kecoa, madagaskar, ulat sutera, serta kupu-kupu. Dikenalkan pula berbagai hasil utama lebah madu, ulat sutera, serta cara-cara mengidentifikasi madu asli dan palsu.

(7)

Paket Wisata Ternak Produktif

(8)

Paket Wisata Ternak Unggas

Jangan sampai ketinggalan untuk mengenal ternak yang satu ini! Mari kita belajar dan mengenal lebih dekat! Paket ini menawarkan cara dan proses daging unggas dan telur dihasilkan. Berbagai jenis ternak unggas (Ayam, Itik, Entog, Puyuh, Merpati, dan Klakun) dikenalkan, termasuk sifat-sifat

produksinya, teknik pemeliharaan, proses pemotongan

akan disajikan secara langsung atau dalam bentuk audiovisual. Hasil ternak unggas (daging dan telur) selanjutnya diolah menjadi berbagai produk siap saji seperti : nugget, sosis, bakso, telur asin, telur pindang, abon telur, dan berbagai produk lain dengan bahan dasarhasil ternak unggas. Didemonstrasikan pula pembuatan produk olahan berbasis daging dan telur unggas menjadi makanan yang lezat dan sehat.

(9)

Pilihan Paket Wisata

Peminat dapat memilih salah satu paket wisata atau lebih disesuaikan dengan jenis layanan yang diinginkan. Informasi dapat diperoleh di Sekretariat AET.

Administrasi

Permohonan izin kunjungan dapat diteria selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum kegiatan dilaksanakan, dengan kriteria :

1. Waktu kunjungan pada hari/tangal dan waktu yang telah ditentukan. 2. Jumlah peserta.

3. Jenis paket kunjungan dan layanan yang diinginkan.

Informasi lebih lanjut :

Sekretariat Agroedutourism Fakultas Peternakan IPB Lantai 4 Wing 9 Gedung Fakultas Peternakan IPB

Telp/ak : 0251-423268

CP : Epi Taufik, S.Pt,MVPH HP : 081318190804 Email : [email protected]

Agroedutourism IPB

Direktorat Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang Gedung Rektorat Lt.1 Kampus IPB Darmaga

Telp/Fak : 0251-624670

CP : Ulfah HP : 085217214146

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Untuk ternak mamalia, yaitu sapi perah, sapi potong, kerbau, kuda, kambing, domba dan babi dari Gambar 1, dapat dilihat bahwa ternak sapi potong sebagai penyumbang emisi metana

Sementara itu, cakupan komoditas peternakan meliputi 12 (dua belas) komoditas, yaitu: kerbau, sapi perah, sapi potong, babi, domba, kambing, ayam kampung, ayam ras

Pemeliharaan kambing PE memiliki beberapa keunggulan dari segi ekonomis dibandingkan dengan pemeliharaan kambing lokal, domba ataupun sapi diantaranya yaitu harga susu

Limbah dari kearifan lokal yang dimiliki desa ini pada bidang peternakan ternak meliputi urin dan feses pada ternak sapi potong, kambing, domba dan babi serta potensi

Hijauan pakan ternak sangat berperan dalam budidaya ternak ruminansia (sapi, domba, dan kambing). Hijauan pakan ternak ini dibutuhkan oleh ternak ruminansia

Prosentase angka kematian ternak 5% 7,6% 6% - 5.2.21 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak... 5.2.22.22 Pengembangan budidaya ternak kambing/domba

Pemilihan Bibit Ternak (contoh: ternak kambing/domba). Pemilihan bibit ternak bertuju- an untuk memperoleh bangsa-bangsa ternak yang memiliki sifat- sifat produktif potensial

Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: (1) Perkembangan populasi ternak ruminansia kecil (mencakup ternak domba dan kambing) di propinsi Sumatera Utara cukup tinggi