• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP PERANAN POLRI DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA NARKOBA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENUTUP PERANAN POLRI DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA NARKOBA."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

42

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, dapat diambil

kesimpulan sebagai jawaban atas permasalahan yang diajukan, yaitu:

1. Langkah-langkah kepolisian dalam mengungkap pelaku yang

melakukan tindak pidana narkoba dengan melakukan operasi biasa dan

operasi khusus di lapangan yang sudah memiliki pencegahan yang

cukup strategis dan efisien.

2. Hambatan-hambatan yang dihadapi Kepolisian Negara Republik

Indonesia dalam mengungkap pelaku tindak pidana narkoba yaitu:

a. Hambatan Internal yang berasal dari dalam tubuh POLRI seperti

kurangnya sarana operasional dalam menjalankan tugas dan

wewenangnya mengungkap pelaku narkoba, keterbatasan anggaran

dalam hal melakukan penyelidikan hingga akhir pelimpahan

kepada pihak kejaksaan. Kurangnya kekuatan personil yang perlu

diperhatikan untuk mejangkau atau menindak pelaku narkoba yang

semakin merambah ke wilayah-wilayah pelosok kota.

b. Hambatan Eksternal yang berasal dari dluar tubuh POLRI yaitu

masyarakat kurang peduli dalam membantu pengungkapan pelaku

(2)

43

B. Saran

Diharapkan kepada masyarakat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

khususnya generasi muda yang sedang mengalami pengaruh kehidupan

asing agar tidak mengikuti pola hidup “kebarat-baratan” karena secara

lambat laun akan merusak tatanan sosial kehidupan bermasyarakat,

berbangsa, dan bernegara. Penambahan personil Kepolisian pun perlu

untuk memberantas peredaran gelap narkoba di kalangan masyarakat yang

(3)

44

DAFTAR PUSTAKA

Daftar buku :

Andi Hamzah dan Suharman, R.M., 1994,Kejahatan Narkotika dan Psikotropika,

Sinar Grafika, Jakarta.

Eugenia Liliawati Muljono, 2000, Peraturan Perundang-undangan Narkotika dan

Psikotropika, Harvindo, Jakarta.

Hari Sasangka, 2003,Bahaya Narkotika dan Psikotropika, Dalam Hukum Pidana,

Bandar Maju, Jakarta.

Lumbantobing S.M, 2007,Serba-Serbi Narkotika,FK UI, Jakarta.

Lydia Harlina Martono dan Satya Joewana, 2006, Pencegahan dan

Penanggulangan Narkoba Berbasis Sekolah, P.T Balai Pustaka, Jakarta.

Made Darma Weda, 1996,Kriminologi, PT. Raja Drafindo Persada, Jakarta.

Mangku Pastika, 2006,Kamus Narkoba,BNN RI, Jakarta.

Nurfaizi, 1998,Megatrend Kriminalitas, PT. Jakarta Citra, Jakarta.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2002, Kamus Besar Bahasa

Indonesia,Edisi Ketiga, Balai Pustaka, Jakarta.

Sudarto, 1981,Kapita Selekta Hukum Pidana, Bandung.

Taufik Makaro.M., Suharil, dan Moh. Zakky A.S, 2005, Tindak Pidana

(4)

45

Daftar Perundang-undangan : Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

Daftar Website:

Http: Google.com.Pengertian Narkotika dan Psikotropika.

Http: Google.com.Peraturan-Peraturan Narkotika dan Psikotropika.

Http: Google.com.Polda Yogyakarta.

Http: Google.com.Poltabes Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Agar pemerintah merevisi undang-undang yang telah ada untuk menambahkan kewenangan Polri dalam hal melakukan penyidikan dan asset racing terhadap pelaku tindak pidana korupsi,

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengaji langkah-langkah yang harus dilakukan oleh penyidik dalam mengungkap tindak pidana narkotika. Mengaji alasan perlunya

Hambatan yang dihadapi penyidik polri dalam menemukan tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan yaitu terlambatnya laporan dari korban maupun saksi, tidak

Hambatan yang dialami oleh polisi dalam upaya mengungkap tindak pidana.. kekerasan dalam rumah tangga dikarenakan ada beberapa faktor

penyidik Polri yang terlibat dalam pencegahan tindak pidana narkotika,. karena dilihat dari berbagai macam jenis-jenis

Hambatan pelaksanaan rekonstruksi dalam proses penyelesaian perkara pidana antara lain, dalam hal pelaku lebih dari seorang, pelaku tindak pidana tidak tertangkap semuanya,

Kebijakan formulasi peringanan pidana bagi saksi pelaku yang bekerjasama (Justice Collaborator) dalam mengungkap tindak pidana korupsi di masa mendatang dapat

Kebijakan formulasi peringanan pidana bagi saksi pelaku yang bekerjasama (Justice Collaborator) dalam mengungkap tindak pidana korupsi di masa mendatang dapat