Alat Ukur Fermentasi Kelembaban dan Suhu Tempe Menggunakan Sensor Dht22 Berbasis Arduino Nano

51  17 

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, 1999, History of the Development of Tempe. Di dalam Agranoff, hlm. 2–

13, Andi, Yogyakarta

Syaikul Abid, Tugas Akhir Teknik Elektro Universitas Udayana, Perancangan

Mesin Penetas Telur Berbasis Arduino nano, Elangga, Surabaya, 2006

Hadi, Akses Sensor suhu dan kelembaban DHT22 berbasis Arduino nano,

http://artaelectronic.com/?arta=222&idd=Akses%20Sensor%20suhu%20d

an%20kelembaban%20SHT11%20berbasis%20mikrokontroler

Agustin Widya Gunawan, Cendawan dalam Praktikum Laboratorium, IPB Press,

(2)

BAB III

PERANCANGAN ALAT

3.1Gambaran Umum

Pada tugas akhir ini akan dirancang sebuah prototype alat pengukur

kelembabab dan suhu dengan menggunakan Arduino nano. Keluaran dari

prototipe berupa tampilan karakter pada LCD. Blok diagram alat yang dirancang

dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1. Diagram Blok Sistem

Penjelasan blok sistem adalah sebagai berikut :

• Sensor DHT22 merupakan input yang akan membaca kelembaban dan

suhu tempe

SENSOR DHT22 ARDUINO NANO LCD

DRIVER

(3)

• Nilai yang akan diolah oleh Arduino melalui pin Analog untuk

didapatkan nilai kelembaban yang sesuai.

(4)

3.2 Flowchart Suhu dan Kelembaban Tempe

TIDAK YA

Gambar 3.2. Flowchart Kelembaban Suhu Tempe

start

Baca

Terbaca

Hitung Suhu

Hitung Kelembaban

Arduino Nano

Suhu

Hidup Kipas Mati Kipas

(5)

3.3 Perancangan Perangkat Keras

Pada perancangan perangkat keras, hal yang dilakukan dengan

mengintegrasikan modul perangkat-perangkat dengan Arduino sebagai pemroses

data. Gambar 3.2 menunjukkan rangkaian keseluruhan prototipe alat yang akan

Gambar 3.3.Rangkaian Keseluruhan

3.3.1 Rangkaian Sensor DHT22

Pada perancangan ini, rangkaian sensor DHT22 dikoneksikan dengan

Arduino sebagai pusat kontrol melalui pin Analog.

(6)

3.3.2 Rangkaian LCD

Modul LCD terdiri dari sejumlah memory yang digunakan untuk display.

Semua teks yang kita tuliskan ke modul LCD akan disimpan didalam memory ini,

dan modul LCD secara berturutan membaca memory ini untuk menampilkan teks

ke modul LCD itu sendiri.

Gambar 3.5 Peta Memory LCD character 2x16

Pada peta memori diatas, daerah yang berwarna biru (00 s/d 0F dan 40 s/d

4F) adalah display yang tampak. Jumlahnya sebanyak 16 karakter per baris

dengan dua baris. Angka pada setiap kotak adalah alamat memori yang

bersesuaian dengan posisi dari layar. Dengan demikian dapat dilihat karakter

pertama yang berada pada posisi baris pertama menempati alamat 00h dan

karakter kedua yang berada pada posisi baris kedua menempati alamat 40h.

Agar dapat menampilkan karakter pada display maka posisi kursor harus

terlebih dahulu diset. Instruksi Set Posisi Kursor adalah 80h dengan demikian

untuk menampilkan karakter, nilai yang terdapat pada memory harus ditambahkan

dengan 80h. Sebagai contoh, jika kita ingin menampilkan huruf “A” pada baris

kedua pada posisi kolom ke sepuluh, maka sesuai dengan peta memory, posisi

karakter pada kolom 10 dari baris kedua mempunyai alamat 4Ah, sehingga

sebelum kita menampilkan huruf “A” pada LCD, kita harus mengirim instruksi set

(7)

80h + 4Ah = 0Cah. Sehingga dengan mengirim perintah 0Cah ke LCD, akan

menempatkan kursor pada baris kedua dan kolom ke 10.

3.3.3 LED

Lampu LED adalah dioda pemancar cahaya (LED) produk yang dirakit

menjadi lampu (atau lampu) untuk digunakan dalam perlengkapan pencahayaan.

lampu LED memiliki umur dan efisiensi listrik yang beberapa kali lebih lama dari

lampu pijar, dan secara signifikan lebih efisien daripada kebanyakan lampu neon,

dengan beberapa chip mampu memancarkan lebih dari 300 lumen per watt

(seperti yang diklaim oleh Cree dan beberapa produsen LED lain).

Beberapa lampu LED dibuat untuk menjadi pengganti drop-in langsung

kompatibel untuk lampu pijar atau lampu neon. Sebuah kemasan lampu LED

dapat menunjukkan output lumen, konsumsi daya dalam watt, suhu warna dalam

kelvin atau keterangan (misalnya "hangat putih"), kisaran suhu operasi, dan

kadang-kadang setara watt dari lampu pijar output bercahaya serupa.

Kebanyakan LED tidak memancarkan cahaya ke segala arah, dan

karakteristik directional mereka mempengaruhi desain lampu, meskipun lampu

omnidirectional yang memancarkan cahaya lebih sudut 360 ° menjadi lebih

umum. Output cahaya LED tunggal kurang dari yang pijar dan lampu neon

kompak; di sebagian besar aplikasi beberapa LED digunakan untuk membentuk

sebuah lampu, meskipun versi daya tinggi (lihat di bawah) menjadi tersedia.

3.3.4 Power Supply

Pencatu daya ini adalah mengubah tegangan AC menjadi tegangan AC

(8)

disearahkan dengan menggunakan rangkaia

akhir ditambahka

DC yang dihasilkan oleh pencatu daya jenis ini tidak terlalu bergelombang.

Gambar 3.6 Rangkaian Power Supply

3.3.5 Papan PCB

Layout PCB adalah bagian yang berfungsi untuk merakit

komponen-komponen elektronika menjadi rangkaian elektronika. Layout PCB atau dengan

bahasa lain Papan Rangkaian Tercetak adalah hasil penerapan skema rangkaian

elektronika yang telah disesuaikan dengan bentuk fisik komponen dan tata letak

komponen elektronika untuk membuat suatu sistem atau fungsi pemroses sinyal.

(9)

3.3.6 SKEMA LCD

(10)

BAB IV

HASIL PEMBAHASAN & ANALISA

4.1 Pengujian Alat/Perangkat

Pengujian perangkat dilakukan dengan pengecekan pada masing-masing

perangkat yang dirancang serta pengujian komponen penunjang lainnya.

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat yang dirancang.

4.1.1 Pengujian Rangkaian arduino

Pengujian ini menggunakan arduini promini

Berikut ini program nya :

/*

Blink

Turns on an LED on for one second, then off for one second, repeatedly.

Most Arduinos have an on-board LED you can control. On the Uno and

Leonardo, it is attached to digital pin 13. If you're unsure what

pin the on-board LED is connected to on your Arduino model, check

(11)

This example code is in the public domain.

modified 15 Juli 2016

by Scott Fitzgerald

*/

// the setup function runs once when you press reset or power the board

void setup() {

// initialize digital pin 13 as an output.

pinMode(13, OUTPUT);

}

// the loop function runs over and over again forever

void loop() {

digitalWrite(13, HIGH); // turn the LED on (HIGH is the voltage level)

delay(1000); // wait for a second

digitalWrite(13, LOW); // turn the LED off by making the voltage LOW

delay(1000); // wait for a second

}

Program ini bertujuan untuk menghidupkan/ mematikan LED pada board arduino

(12)

Hasil : arduino dapat menghidupkan/mematikan led selama 1 detik dan terbukti

arduino bisa mengontrol sesuatu, dalam hal ini adalah waktu penyalaan LED.

4.1.2 Pengujian LCD

Pengujian LCD pada proyek ini dimaksudkan untuk mengecek apakah data yang

dibutuhkan dapat diproses dan ditampilkan hasilnya pada LCD sehingga dapat

diketahui jika ada kesalahan pada data yang dihasilkan. Berikut ini merupakan

potongan listing program pengujian LCD :

/*

LiquidCrystal Library - Hello World

Demonstrates the use a 16x2 LCD display. The LiquidCrystal

library works with all LCD displays that are compatible with the

Hitachi HD44780 driver. There are many of them out there, and you

can usually tell them by the 16-pin interface

This sketch prints "Hello World!" to the LCD

and shows the time.

The circuit:

(13)

* LCD Enable pin to digital pin 11

* LCD D4 pin to digital pin 5

* LCD D5 pin to digital pin 4

* LCD D6 pin to digital pin 3

* LCD D7 pin to digital pin 2

* LCD R/W pin to ground

* LCD VSS pin to ground

* LCD VCC pin to 5V

* 10K resistor:

* ends to +5V and ground

* wiper to LCD VO pin (pin 3)

Library originally added 18 Apr 2008

by David A. Mellis

library modified 5 Jul 2009

by Limor Fried (http://www.ladyada.net)

example added 9 Jul 2009

by Tom Igoe

(14)

by Tom Igoe

This example code is in the public domain.

http://www.arduino.cc/en/Tutorial/LiquidCrystal

*/

// include the library code:

#include <LiquidCrystal.h>

// initialize the library with the numbers of the interface pins

LiquidCrystal lcd(12, 11, 5, 4, 3, 2);

void setup() {

// set up the LCD's number of columns and rows:

lcd.begin(16, 2);

// Print a message to the LCD.

lcd.print("hello, world!");

}

void loop() {

// set the cursor to column 0, line 1

// (note: line 1 is the second row, since counting begins with 0):

(15)

// print the number of seconds since reset:

lcd.print(millis() / 1000);

}

Hasil pengujian dari program tersebut menempatkan cursor pada awal LCD dan

menampilkan tulisan “HELLO WORLD”

4.1.3 Pengujian Rangkaian Sensor dht22

Pengujian sensor amenggunakan serial monitor sebagai penampil data

(16)
(17)

#include "DHT.h"

LiquidCrystal lcd(12, 11, 10, 9, 8, 7);

(18)

lcd.clear();

Serial.println("gagal baca sensor");

return;

}

//panas index

float hi = dht.computeHeatIndex(f, h);

(19)

lcd.print(h);

Serial.print("Humidity: ");

Serial.print(h);

Serial.print(" %\t");

Serial.print("Temperature: ");

Serial.print(t);

Serial.print(" *C ");

Serial.print(f);

Serial.print(" *F\t");

Serial.print("Heat index: ");

Serial.print(hi);

Serial.println(" *F");

#include <LiquidCrystal.h>

LiquidCrystal lcd(12, 11, 10, 9, 8, 7);

(20)

void setup()

sensorvalue = analogRead(0); // baca dari A0 pin 0

(21)

prevMillis = currentMillis;

Serial.print(rps); Serial.print(" rps "); Serial.print(rpm); Serial.println("

rpm");

Pengujian keseluruhan sistem dilakukan setelah semua rangkaian dan

perangkat lunak diintegrasikan menjadi satu sistem. Pengujian ini bertujuan untuk

menunjukkan bahwa perancangan sesuai dengan target awal pembuatannya. Hasil

pengujian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:

1. Sistem dapat mengukur kelembaban dan suhu tempe

2. Sistem dapat mengolah data pada arduino

4.2 Data Percobaan

No SUHU KELEMBABAN BLOWER

1 30.4 58.4 HIDUP

2 30.2 57.6 HIDUP

(22)
(23)

Gambar 4.1 Tampilan awal

(24)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil ujicoba dalam Pembuatan Sistem Suhu dan kelembaban untuk optimasi

Proses Pembuatan Tempe berbasis arduino nano dapat diambil beberapa

kesimpulan, antara lain:

1. Untuk mendeteksi suhu dan kelembaban didalam inkubator fermentasi

tempe dibutuhkan sebuah alat yang dapat membaca suhu dan kelembaban

yaitu menggunakan sensor Dht22.

2. Dari hasil pengujian sistem yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa

suhu dan kelembaban didalam inkubator dapat berubah mengikuti suhu

3. Dari percobaan fermentasi tempe didapatkan Perbedaan untuk hasil

pengujian pembuatan secara otomatis dengan manual adalah terletak pada

faktor suhu maupun kelembaban. Dengan metode On-Off sudah cukup

(25)

6°C pada inkubator tidak terlalu mempengaruhi hasil pematangan tempe,

tetapi hanya mempengaruhi lama tidaknya tempe matang.

5.2 Saran

Sebagai saran untuk pengembangan lebih lanjut, pembuatan Sistem Suhu dan

kelembaban Untuk Optimasi Proses Pembuatan Tempe berbasisarduino nano ini

ada beberapa hal antara lain :

1. Agar dapat ditampilkan atau dimonitoring menggunakan pc atau laptop

tambahkan kabel rs232.

2. Tambahkan 1 lubang dan 1 blower lagi untuk mengeluarkan udara panas

dari dalam inkubator fermentasi tempe.

3. Untuk memproduksi tempe dibutukan inkubator yang lebih besar tempe

(26)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 SENSOR DHT22

DHT - 22 (juga disebut sebagai AM2302 ) adalah kelembaban dan suhu relatif

sensor digital - output. Menggunakan sensor kelembaban kapasitif dan thermistor

untuk mengukur udara di sekitarnya , dan keluar sinyal digital pada pin

data.Dalam projek ini menggunakan sensor ini dengan Arduino uno . Suhu kamar

& kelembaban akan dicetak ke monitor serial. DHT22 adalah sensor digital yang

dapat mengukur suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Sensor ini sangat

mudah digunakan bersama dengan Arduino. Memiliki tingkat stabilitas yang

sangat baik serta fitur kalibrasi yang sangat akurat. Koefisien kalibrasi disimpan

dalam OTP program memory, sehingga ketika internal sensor mendeteksi sesuatu,

maka module ini menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya.

DHT22 termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari

respon, pembacaan data yang cepat, dan kemampuan anti-interference. Ukurannya

yang kecil, dan dengan transmisi sinyal hingga 20 meter, membuat produk ini

cocok digunakan untuk banyak aplikasi-aplikasi pengukuran suhu dan

(27)

• Biaya rendah

• untuk daya 5V dan I / O

• 2.5mA penggunaan saat max selama konversi (sementara meminta data) • Baik untuk 0-100 % kelembaban pembacaan dengan akurasi 2-5 %

• Baik untuk -40 sampai 80 ° C pembacaan suhu ± 0,5 ° C akurasi

• Tidak lebih dari 0,5 Hz sampling rate ( sekali setiap 2 detik ) • Tubuh ukuran 27mm x 59mm x 13.5mm ( 1,05 " x 2.32 " x 0.53" )

• 4 pin , 0,1 " jarak

• Berat ( hanya DHT22 ) : 2.4g

2.2 RESISTOR

Resistor adalah komponen listrik yang berfungsi untuk membatasi jumlah arus

listrik mengalir dalam suatu rangkaian. Resistor adalah komponen listrik yang

(28)

Gambar 2. 2 Resistor

Berdasarkan hukum ohm :

dimana,

V = Tegangan (satuan volt)

I = Arus Listrik (satuan ampere)

R = Resistansi / Hambatan (satuan ohm atau Ù)

Berikut simbol resistor :

Gambar 2.3. Simbol Resistor

Nilai ohm pada resistor dapat diukur dengan multimeter atau dapat dilihat pada

gelang warna resistor. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka

akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt. Semakin besar

ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi

(29)

2.3 Arduino Nano

Arduino Nano adalah salah satu varian dari produk board mikrokontroller

keluaran Arduino. Arduino Nano adalah board Arduino terkecil, menggunakan

mikrokontroller Atmega 328 untuk Arduino Nano 3.x dan Atmega168 untuk

Arduino Nano 2.x. Varian ini mempunyai rangkaian yang sama dengan jenis

Arduino Duemilanove, tetapi dengan ukuran dan desain PCB yang berbeda.

Arduino Nano tidak dilengkapi dengan soket catudaya, tetapi terdapat pin untuk

catu daya luar atau dapat menggunakan catu daya dari mini USB port. Arduino

Nano didesain dan diproduksi oleh Gravitech.

Arduino Nano memiliki spesifikasi sebagai berikut :

(30)

Gambar 2. 4 Arduino Nano

2.4 SUMBER DAYA

Setiap papan arduino membutuhkan jalur untuk terhubung ke sumber listrik.

Arduino Nano dapat diaktifkan menggunakan kabel FTDI atau papan breakout

menggunakan catudaya langsung dari mini-USB port atau menggunakan catudaya

luar yang dapat diberikan pada pin30 (+) dan pin29 (-) untuk tegangan kerja 7 –

12 V atau pin 28(+) dan pin 29(-) untuk tegangan 5V.

2.5 Masukan dan Keluaran

Arduino Nano mempunyai 14 pin digital yang dapat digunakan sebagai pin

input atau output. Pin ini akan mengeluarkan tegangan 5V untuk mode HIGH

(logika 1) dan 0V untuk mode LOW (logika 0) jika dikonfigurasikan sebagai pin

output. Jika di konfigurasikan sebagai pin input, maka ke 14 pin ini dapat

menerima tegangan 5V untuk mode HIGH (logika1) dan 0V untuk mode LOW

(logika 0). Besar arus listrik yang diijinkan untuk melewati pin digital I/O adalah

40 mA. Pin digital I/O ini juga sudah dilengkapi dengan resistor pull-up sebesar

20-50 kΩ. Ke 14 pin digital I/O ini selain berfungsi sebagai pin I/O juga

(31)

Pin D0 dan pin D1 juga berfungsi sebagai pin TX dan RX untuk komunikasi

data serial. Kedua pin ini terhubung langsung ke pin IC FTDI USB-TTL. Pin D2

dan pin D3 juga berfungsi sebagai pin untuk interupsi eksternal. Kedua pin ini

dapat dikonfigurasikan untuk pemicu interupsi dari sumber eksternal. Interupsi

dapat terjadi ketika timbul kenaikan atau penurunan tegangan pada pin D2 atau pin

D3. Pin D4, pin D5, pin D6, pin D9, pin D10 dan pin D11 dapat digunakan sebagai

pin PWM (pulse width modulator). Pin D10, pin D11, pin D12 dan pin D13, ke

empat pin ini dapat digunakan untuk komunikasi mode SPI. Pin D13 terhubung ke

sebuah LED.

Arduino Nano juga dilengkapi dengan 8 buah pin analog, yaitu pin A0, A1,

A2, A3, A4, A5, A6 dan A7. Pin analog ini terhubung ke ADC (analog to digital

converter) internal yang terdapat di dalam mikrokontroller. Pada kondisi awal, pin

analog ini dapat mengukur variasi tegangan dari 0V sampai 5 V pada arus searah

dengan besar arus maksimum 40 mA. Lebar range ini dapat diubah dengan

memberikan sebuah tegangan referensi dari luar melalui pin Vref. Pin analog selain

dapat digunakan untuk input data analog, juga dapat digunakan sebagai pin digital

I/O, kecuali pin A6 dan A7 yang hanya dpat digunakan untuk input data analog

saja. Fungsi khusus untuk pin analog antara lain : Pin A4 untuk pin SDA, pin A5

untuk pin SCL, pin ini dapat digunakan untuk komunikasi I2C. Pin Aref digunakan

sebagai pin tegangan referensi dari luar untuk mengubah range ADC. Pin reset,

pin ini digunakan untuk mereset board Arduino Nano, yaitu dengan

menghubungkan pin ini ke ground selama beberapa milidetik. Board Arduino

Nano selain dapat direset melalui pin reset, juga dapat direset dengan

(32)

2.6 Bahasa Pemrograman Arduino

Arduino Nano dapat dengan mudah diprogram dengan menggunakan

software Arduino (sketch). Pada menu program, pilih tool – board kemudian pilih

jenis board yang akan diprogram. Untuk memprogram board Arduino dapat

memilih tipe board Arduino diecimila atau duemilanove atau langsung memilih

Nano W/atmega168 atau Nano W/atmega328.

Arduino Nano sudah dilengkapi dengan program boatloader, sehingga

programmer dapat langsung meng-up-load kode program langsung ke board

Arduino Nano tanpa melalui board perantara atau hardware lain. Komunikasi ini

menggunakan protokol STK500 keluaran ATMEL.

2.7 LCD

LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampil yang

menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. Pada postingan aplikasi LCD

yang digunakan ialah LCD dot matrik dengan jumlah karakter 2 x 16. LCD sangat

berfungsi sebagai penampil yang nantinya akan digunakan untuk menampilkan

status kerja alat. Adapun fitur yang disajikan dalam LCD ini adalah :

• Terdiri dari 16 karakter dan 2 baris.

• Mempunyai 192 karakter tersimpan. • Terdapat karakter generator terprogram.

(33)

Gambar 2.5 Tampilan fisik LCD 2X16

2.8 KAPASITOR

Merupakan kapasitor yang mempunyai nilai kapasitas yang tetap.

Gambar 2.6 Kapasitor

Kapasitor dapat dibedakan dari bahan yang digunakan sebagai lapisan diantara

lempeng-lempeng logam yang disebut dielektrikum. Dielektrikum tersebut dapat

berupa keramik, mika, mylar, kertas, polyester ataupun film. Pada umumnya

kapasitor yanng terbuat dari bahan diatas nilainya kurang dari 1 mikrofarad

(1mF).Satuan kapasitor adalah Farad, dimana 1 farad = 103 mF = 106mF = 109

nF =1012pF. Untuk mengetahui besarnya nilai kapasitas atau kapasitansi pada

kapasitor dapat dibaca melalui kode angka pada badan kapasitor tersebut yang

terdiri dari 3 angka. Angka pertama dan kedua menunjukkan angkaatau nilai,

angka ketiga menunjukkan faktor pengali atau jumlah nol, dan satuan yang

(34)

artinya nilai kapasitas dari kapasitor tersebut adalah 10x103 Pf = 10 x 1000 pF =

10nF = 0,01 mF.

2.9 TRIMPOT

Trimpot adalah sebuah resistor variabel kecil yang biasanya digunakan pada

rangkaian elektronika sebagai alat tuning atau bisa juga sebagai re-kalibrasi.

Seperti potensio juga, Trimpot juga mempunyai 3kaki selain kesamaan tersebut

sistem kerja/cara kerjanya juga meyerupai potensio hanya saja kalau potensio

mempunyai gagang atau handle untuk memutar atau menggeser sedangkan

Trimpot tidak. Lalu bagaimana cara merubah nilai resistansi sebuah Trimpot?,

jawabannya adalah dengan cara mengetrimnya menggunakan obeng pengetriman.

Dalam rangkaian elektronika Trimpot disimbolkan dengan huruf VR

Gambar 2.7 Trimpot

2.10 TRANSISTOR NPN

Transistor adalah termasuk komponen utama dalam elektronika. Transistor terbuat

dari 2 dioda germanium yang disatukan. Transistor NPN (katoda anoda katoda /

kaki anoda yang disatukan) .Tegangan kerja transistor sama dengan dioda yaitu

0,6 volt. Transistor memiliki 3 kaki yaitu :

(35)

Gambar 2.8 Transistor

2.11 KIPAS

Kipas AC digunakan pada menurunkan temperatur dan Pengering miniaturruang /

inkubator. Untuk kipas yang digunakan bertegangan Kerja 220-240 VAc dan arus

0,09 A.

(36)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Sekarang ini banyak bahan pangan yang mudah sekali kadaluarsa atau tidak

layak dikonsumsi lagi . Bahan pangan tersebut diantaranya adalah tempe.

Sebagai makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dan seringkali

dikonsumsi masyarakat Oleh karena itu banyak sekali ibu rumah tangga atau

masyarakat umum yang membeli tempe dalam jumlah banyak yang

diinginkan dapat dijadikan persediaan makanan di rumahnya. Akan tetapi

ketahanan sebuah tempe tidak bisa lebih dari sepekan . Itu sebabnya

penampilan tempe cepat sekali berubah .Bahkan yang mulanya memiliki

warna seputih susu, berubah menjadi berbintik hitam hingga ditumbuhi jamur.

Karena penampilan tempe berubah seekstrim itu, maka tempe sudah tak layak

konsumsi lagi.Namun ada beberapa pihak yang tidak terlalu memperhatikan

apa yang dimakannya, sehingga pada awal kadaluarsanya tempe. mereka tidak

mengetahui ciri ciri terjadinya pertumbuhan jamur pada tempe yang sudah tak

layak konsumsi lagi. Karena itu mereka seringkali memakan makanan yang

malah mendatangkan banyak penyakit. Hal ini sangat penting untuk

diperhatikan dan juga memprihatinkan.

Peristiwa ini merupakan salah satu masalah yang harus segera diatasi.

Janganlah sampai dibiarkan terus menerus dan kian berlarut. Hingga pada

akhirnya mendatangkan akibat yang menumpuk di kemudian hari. Maka kami

(37)

seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini dapat terjadi.Oleh karena itu

dibutuhkan alat untuk mengukur fermentasi kelembaban pada tempe

1.2Rumusan Masalah

Pada laporan project ini membahas tentang kelembaban dan suhu tempe yang

terdiri dari sensor dht22, arduino nano dan pemogramannya , LCD sebagai

display hasil pengukuran

1.3Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah :

1. Sensor DHT22 hanya digunakan mengukur kelembaban tempe

2. Perancangan perangkat keras (hardware) yang terdiri sensor DHT22,

arduino nano,dan LCD 16 x 2 karakter

3. Mikrokontroler yang digunakan adalah arduino nano

4. Display atau penampil data menggunakan LCD (liquid crystal display)

1.4Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan proyek ini yaitu :

1. Untuk merancang dan membuat alat yang dapat mengukur kelembaban

tempe

2. Untuk mengetahui prinsip kerja sensor DHT22

(38)

1.5Manfaat Proyek

Berdasarkan proyek yang telah dirancang maka manfaat dari proyek ini adalah

Dapat mengukur kelembaban pada tempe sehingga mengetahui kadaluarsa tempe

sehingga tidak terserang penyakit pada sikonsumsi

1.7 SistematikaPenulisan

Untuk mempermudah perancangan dan pembuatan alat maka penulis membuat

sistematika penulisan tugas akhir adalah seperti berikut ini :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisi tentang latarbelakang, rumusan masalah, batasan masalah,

tujuan tugas akhir dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bab ini berisi tentang pengertian dan latar belakang sensor DHT22,

mikrokontroller jenis arduino nano dan bahasa pemrograman yang digunakan

yaitu arduino.

BAB III PERANCANGAN ALAT

Dalam bab ini berisi tentang gambaran umum system dan perangkat keras yang

digunakan dalam rancangan.

BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PENGUKURAN

Dalam bab ini berisi tentang hasil analisa dari rangkaian dan system kerja

(39)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil pengujian dan saran .

(40)

ABSTRAK

Sistem pengendalian proses sangat diperlukan didalam dunia industri untuk

menghasilkan produk yangbagus maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang

stabil. Salah satu dasar dari sistem kontrol yang banyak digunakan on-off. Adapun

pada tugas akhir sistem kontrol on-off diaplikasikan pada proses optimasi

pembuatan tempe sebagai pengendali suhu dan kelembaban yang memakai

tekonologi arduino.Dengan kondisi awal yang sudah di setting nilai suhu dan

kelembaban pada programnya, arduino yang juga bertindak sebagai eksekutor

untuk menggearakkan aktuator. Desain alat ini terdiri dari rangkaian power

supply, rangkaian sensor,dan minimum system dariarduino Power supply

berfungsi untuk memberikan tegangan yang dibutuhkan pada masingmasing

rangkaian tersebut. Arduino nano sebagai pusat pengaturan pada rangkaian

sensor, dan rangkaian aktuator.

(41)

ABSTRACT

Process control systems are indispensable in the world of industry to produce

yangbagus we need a stable control system . One of the basics of the control

system is widely used on-off . The final project on-off control system applied to

the optimization process of making tempe as controlling temperature and

humidity wear tekonologi arduino.Dengan initial conditions are already in setting

the value of temperature and humidity on the program, arduino which also act as

executor for menggearakkan actuators. This tool design consists of a power

supply circuit , sensor circuit , and a minimum of dariarduino Power supply

system serves to provide the required voltage on each of the circuit . Arduino

nano as a central setting in a series of sensors and actuators circuit .

(42)

ALAT UKUR FERMENTASI KELEMBABAN DAN SUHU TEMPE

MENGGUNAKAN SENSOR DHT22 BERBASIS ARDUINO NANO

TUGAS AKHIR

132411040

MARIA MERIANI SIMANJUNTAK

PROGRAM STUDI D-3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(43)

ALAT UKUR FERMENTASI KELEMBABAN DAN SUHU TEMPE

MENGGUNAKAN SENSOR DHT22 BERBASIS ARDUINO NANO

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh Ahli Madya

132411040

MARIA MERIANI SIMANJUNTAK

PROGRAM STUDI D-3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(44)

PERSETUJUAN

Judul : Alat Ukur Fermentasi Kelembaban dan Suhu Tempe Menggunakan Sensor DHT22 berbasis Arduino Nano

Kategori : Tugas Akhir

Nama : Maria Meriani S

Nomor Induk Mahasiswa : 132411040

Program Studi : D-3 Metrologi dan Instrumentasi

Departemen : Fisika

Fakultas : Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara

Medan, 19 Juli 2016

Mengetahui Menyetujui

Ketua Program Studi Dosen Pembimbing

D3 Metrologi Dan Instrumentasi

Dr.Diana Alemin Barus,M.Sc Junedi Ginting,S.Si,M.Si

(45)

PERNYATAAN

ALAT UKUR FERMENTASI KELEMBABAN DAN SUHU TEMPE MENGGUNAKAN SENSOR DHT22 BERBASIS ARDUINO NANO

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa projek akhir 2 ini adalah hasil karya sendiri. Kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing – masing disebutkan sumbernya.

Medan, 19 Juli 2016

MARIA MERIANI S

132411040

(46)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah karena rahmat dan hidayah-Nya kepada kita

semua sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Projek Akhir II ini dengan

baik.

Laporan Projek Akhir II ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi

untuk menyelesaikan pendidikan D-III pada Program Studi Metrologi dan

Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua Alam Universitas

Sumatera Utara.

Selama pelaksanaan penyusunan Laporan Projek Akhir II hingga selesainya

laporan ini penulis banyak mendapat bantuan, dorongan, motivasi baik secara

langsung maupun tidak langsung. Maka pada kesempatan ini, penulis

mengucapkan terimakasih kepada :

1. Drs. Kerista Sebayang, M.S, selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

2. Dr. Marhaposan Situmorang, selaku Ketua Departemen Fisika Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara

3. Dr. Diana A. Barus M.Sc, selaku Ketua Program Studi D-III Metrologi dan

Instrumentasi FMIPA USU

4. Dr. Diana A. Barus M.Sc, selaku Pembimbing I yang telah membimbing

dan mengarahkan penulis dalam penyelesaian laporan ini.

5. Orang Tua dan Teman-teman terdekat yang telah memberikan doa dan

dukungannya kepada penulis

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat

banyak kekurangan dan kesalahan.Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan

saran dan kritik untuk perbaikan penulisan di kemudian hari.Akhir kata, semoga

laporan Projek Akhir II ini dapat memberi manfaat dan menambah wawasan

maupun pengetahuan kita.

(47)

ABSTRAK

Sistem pengendalian proses sangat diperlukan didalam dunia industri untuk

menghasilkan produk yangbagus maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang

stabil. Salah satu dasar dari sistem kontrol yang banyak digunakan on-off. Adapun

pada tugas akhir sistem kontrol on-off diaplikasikan pada proses optimasi

pembuatan tempe sebagai pengendali suhu dan kelembaban yang memakai

tekonologi arduino.Dengan kondisi awal yang sudah di setting nilai suhu dan

kelembaban pada programnya, arduino yang juga bertindak sebagai eksekutor

untuk menggearakkan aktuator. Desain alat ini terdiri dari rangkaian power

supply, rangkaian sensor,dan minimum system dariarduino Power supply

berfungsi untuk memberikan tegangan yang dibutuhkan pada masingmasing

rangkaian tersebut. Arduino nano sebagai pusat pengaturan pada rangkaian

sensor, dan rangkaian aktuator.

(48)

ABSTRACT

Process control systems are indispensable in the world of industry to produce

yangbagus we need a stable control system . One of the basics of the control

system is widely used on-off . The final project on-off control system applied to

the optimization process of making tempe as controlling temperature and

humidity wear tekonologi arduino.Dengan initial conditions are already in setting

the value of temperature and humidity on the program, arduino which also act as

executor for menggearakkan actuators. This tool design consists of a power

supply circuit , sensor circuit , and a minimum of dariarduino Power supply

system serves to provide the required voltage on each of the circuit . Arduino

nano as a central setting in a series of sensors and actuators circuit .

(49)
(50)
(51)

Figur

Gambar 3.1. Diagram Blok Sistem
Gambar 3 1 Diagram Blok Sistem . View in document p.2
Gambar 3.2. Flowchart Kelembaban Suhu Tempe
Gambar 3 2 Flowchart Kelembaban Suhu Tempe . View in document p.4
Gambar  3.4. Rangkaian Sensor DHT22
Gambar 3 4 Rangkaian Sensor DHT22 . View in document p.5
Gambar  3.3.Rangkaian Keseluruhan
Gambar 3 3 Rangkaian Keseluruhan . View in document p.5
Gambar 3.6 Rangkaian Power Supply
Gambar 3 6 Rangkaian Power Supply . View in document p.8
Gambar 3.7 Rangkaian Papan PCB
Gambar 3 7 Rangkaian Papan PCB . View in document p.8
Gambar 3.7 Rangkaian Skema LCD
Gambar 3 7 Rangkaian Skema LCD . View in document p.9
Gambar 4.2 Secara Keseluruhan
Gambar 4 2 Secara Keseluruhan . View in document p.23
Gambar 4.1 Tampilan awal
Gambar 4 1 Tampilan awal . View in document p.23
Gambar 2. 2
Gambar 2 2 . View in document p.28
Gambar 2. 4 Arduino Nano
Gambar 2 4 Arduino Nano . View in document p.30
Gambar 2.5 Tampilan fisik LCD 2X16
Gambar 2 5 Tampilan fisik LCD 2X16 . View in document p.33
Gambar 2.6 Kapasitor
Gambar 2 6 Kapasitor . View in document p.33
Gambar 2.7 Trimpot
Gambar 2 7 Trimpot . View in document p.34
Gambar 2.8 Transistor
Gambar 2 8 Transistor . View in document p.35
Gambar 2.9 Kipas AC
Gambar 2 9 Kipas AC . View in document p.35

Referensi

Memperbarui...

Outline : Data Percobaan