Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Ultra Petita Oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia
Teks penuh
Dokumen terkait
Ultra petita adalah penjatuhan putusan oleh hakim atas perkara yang tidak dituntut atau mememutus melebihi dari pada yang diminta.. Di dalam hukum hukum
dalam perkara pengujian Konstitusional yang dilakukan Mahkamah Konstitusi dibenarkan dalam Perspektif teori hukum Progresif dan bagaimana Akibat Hukum yang
Pemohon dalam permohonan sebagaimana dimaksud dalam perkara a quo menjelaskan bahwa ketentuan yang mengatur kewenangan Mahkamah Konstitusi untuk menguji Undang-Undang Nomor 4
a) Mahkamah Konstitusi memutus perkara berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sesuai dengan alat bukti dan keyakinan hakim. b) Putusan Mahkamah
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim MK terhadap putusan ultra petita dalam Pasal 245 ayat (1) perkara Nomor 76/PUU-XII/2014
Hasil penelitian berkenaan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 98/PHPU.D-X/2012 menunjukkan bahwa, Mahkamah Konstitusi tidak dapat memeriksa, mengadili, dan memutus keputusan
Mahkamah Konstitusi tidak berwenang memeriksa, mengadili, dan memutus Permohonan yang diajukan oleh Pemohon dalam perkara perselisihan penetapan perolehan suara tahap akhir
Dampak dari pertimbangan hukum hakim terhadap ditolaknya gugatan penggugat pada putusan Mahkamah Konstitusi No.16/PUU-XVIII/2020 Dalam Perkara Pengajuan Yudicial Review Pasal 66 Ayat