• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PARU SIDAWANGI JAWA BARAT PERIODE JANUARI - JUNI 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PARU SIDAWANGI JAWA BARAT PERIODE JANUARI - JUNI 2015"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Alur Diagnosis TB Paru
Tabel 1. Paduan Dosis OAT KDT Kategori-1
Tabel 2. Dosis Untuk Paduan OAT KDT Kategori 2
Gambar 3. Skema Langkah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Analisis data dilakukan dengan menggunakan Pedoman Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resisten Obat 2013 untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat yang terdiri

Tuberkulosis pada anak juga mempunyai permasalahan khusus yang berbeda dengan orang dewasa, baik dalam aspek diagnosis, pengobatan, pencegahan, maupun TBC pada kasus khusus,

Indikasi dari isoniazid adalah tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain, sedangkan kontraindikasinya adalah penyakit hati yang aktif hipersensitifitas terhadap

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengobatan antituberkulosis dan mengetahui ketepatan (tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis) penggunaan OAT

Ketepatan terapi dinilai dari kerasionalan pemberian obat pada pasien berdasarkan evaluasi 4T (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis). Tepat indikasi adalah

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kerasionalan penggunaan obat antihipertensi yang meliputi ketepatan pasien, indikasi, obat, dan dosis pada

Materi yang diteliti adalah angka kejadian DRPs, yang meliputi terapi tanpa indikasi, kondisi yang perlu diterapi, obat tidak tepat, dosis terlalu besar, dosis

Kriteria rasionalitas penggunaan obat menurut Kemenkes (2011) yaitu tepat indikasi penyakit, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat interval waktu pemberian obat, tepat lama