Bahasa Hibrida: Bukti Harmoni
Akulturasi Budaya Arab-Nusantara
Eric Kunto Aribowo
makalah dipresentasikan pada
SEMINAR TAHUNAN LINGUISTIK (SETALI)
13-14 Agustus 2014
AGENDA
1. Introduction
2. Main part
3. Conclusion
4. Wrap-up
‘
Kondisi eksternal kontak bahasa:(a) perdagangan antara komunitas yang berbeda; (b) perkawinan antaretnik; (c)
pendudukan sebagai konsekusensi migrasi.
‘
proses akomodasi (penyesuaian) dalamberkomunikasi menimbulkan dampak seperti: reduksi atau pengurangan kategori,
restrukturasi, dan PENYEDERHANAAN
SIMPLIFICATION
4 2
1 3
erosi fonetis gejala anaptikis hilangnya
redundansi
ARB-JW ARB-MDR ARB-BJ
• shaghīr > sogīr
• fadldlol > faddol
• mathbakh > matbah • dhuhur > duhur
Fauziah (2007)
EROSI FONETIS
• qasīr > gosir
• dlayf > daef • thifl > tifl
• dhufrun > dufrun
Fuad (2008)
• xalāsh > halas
• marīdl > marit
• thālib > talib
HILANGNYA REDUNDANSI
1. ketidaksimetrisan persesuaian jenis
Fuad (2008) Fauziah (2007)
• lahm > lahem • xubz > hubes • waqt > waget
cenderung menambahkan vokal /è/
• taht > tahat • milih > milih • naml > namal
cenderung disesuaikan dengan vokal di depannya
FRASE POSESIF TRANSPARAN
1. possessor dengan pronomina non-gabungan
COMPLEXIFICATION
2. reduplikasi
yu?kulan 'makanan'
rit-marit 'byk yg sakit' 1. akulturasi
FAKTOR PENDUKUNG
demografi
adanya kampung Arab pada masa kolonial
prestise
nasab keturunan Muhammad
karisma positif
munculnya SDI dan SI
sebagai Timur Asing
keintiman
peran serta dalam perjuangan kemerdekaan
(a) (b) (c)
Indonesia: negara muslim terbanyak