• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian 3 Lebih jauh mengenal manfaat kompos

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bagian 3 Lebih jauh mengenal manfaat kompos"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Bagian 3

Lebih jauh mengenal manfaat kompos

A. Berbagai aspek

Kompos meningkatkan kesuburan dan merangsang perakaran yang sehat. Aktivitas mikroba tnah bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba membantu menyerap unsur hara dari tanah.

Tanaman yang dipupuk dengan kompos cenderung lebih baik kualiitasnya. Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek: 1. ASPEK EKONOMI

Kompos dapat menghemat biaya, mengurangi limbah, memiliki nilai jual yang tinggi dari pada bahan asalnya.

2.ASPEK LINGKUNGAN

Kompos dapat mengurangi polusi udara 3.ASPEK UNTUK TANAH / TANAMAN

Kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, meningkatkan kualitas hasil panen , menyediakan hormone, vitamin bagi tanah ,dan serta meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah.

B. Lebih jauh mengenal kompos

1. DASAR- DASAR PENGOMPOSAN

Semua bahan organik padat dapat dikomposkan, contohnya: organik rumah tangga, sampah pasar, limbah pabrik, limbah pertanian, dan lain-lain. Bahan organik yang sulit dikomposkan, contohnya: tulang, tanduk, dan rambut.

2. PROSES PENGOMPOSAN

Proses pengomposan berlangsung setelah bahan mentah dicampur. Proses

(2)

oksigen menguraikan bahan organic menjadi co2 , uap air dan pans. Setelah bahan terurai,

maka suhu akan berangsur menurun. Dan terjadi pematangan tingkat lanjut.

Pengomposan terjadi secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobic (tidak ada oksigen). Aerobic yakni mikroba menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organik. Proses dekomposisi dapat juga tanpa menggunakan oksigen yang disebut anaerobic. Proses aerobic menghasilkan senyawa-senyawa berbau tidak sedap: asam-asam organic ammonia dan H2S.

Setiap organisme membutuhkan kondisi lingkungan dan bahan yang berbeda. Apabila kondisinya sesuai, dekomposisi akan bekerja giat. Dan bila kondisinya tidak sesuai, organisme akan dorman, bahkan akan mati.

Faktor yang mempengaruhi proses pengomposan: 1. Rasio C/N

Rasio C/N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antarA 30:1 HINGGA 40:1 . apabila Rasio C/N terlalu tinggi, mikroba akan kekurangan N sehingga dekomposisi berjalan lambat.

2. Ukuran partikel

Ukuran partikel menentukan besarnya ruang antar bahan (porositas). Untuk

meningkatkan luas permukaan dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel bahan.

3. Aerasi

Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu. Aerasi ditentukan oleh posiritas dan kandungan bahan apabila aerasi terhambat akan terjadi anareob yang menghasilkan bau tidak sedap.

4. Porositas

Porositas adalah ruang diantara partikel didalam tumpukan kompos. Dihitung dengan mengukur volume rongga. Apabila rongga dijenuhi air, pengomposan akan terganggu. 5. Kelembaban

Kelembaban peranan yang sangat penting. Kelembaban 40-60% adalah kisaran optimum untuk metabolism mikroba apabila dibawah 40% aktivitas mikroba akan menurun dan terjadi fermentasi anaerobik menimbulkan bau tidak sedap.

(3)

Semakin tinggi temperature semakin cepat proses dekomposisi. Suhu yang lebih tinggi 60% akan membunuh sebagian mikroba.

7. pH

pengomposan dapat terjadi pada kisaran pH yang lebar. pH yang optimum berkisar 6.5 sampai 7.5pH , kotoran ternak berkisaran 6.8 sampai 7.4pH klompos yang matang biasanya mendekati netral.

8. Kandungan hara

Kandungan hara dimanfaatkan oleh mikroba selama proses pengomposan. 9. Kandungan bahan berbahaya

Beberapa bahan organic mengandung bahan berbahaya. Seperti logam berat. Logam berat akan mengalami imobillisasi selama proses pengomposan.

10. Lama pengomposan

Lama waktu pengomposan bergantung bahan yang di komposkan. Secara alami pengomposan berlangsung beberapa minggu sampai 2 tahun.

3. STRATEGI MEMPERCEPAT PROSES PENGOMPOSAN

Strategi untuk mempercepat pengomposan dibagi jadi 3: 1) memanipulasi kondisi 2) menambah organisme: mikroba, cacing ,dll 3).menggabungkan strategi keduanya 4. MEMANIPULASI KONDISI PENGOMPOSAN

Untuk membuat kondisi ini bahan-bahan yang mengandung Rasio C/N Tinggi dicampur dengan yang mengandung Rasio C/N rendah seperti kotoran ternak.

5. MENGGUNAKAN AKTIVATOR PENGOMPOSAN

Activator-aktivator pengomposan misalnya, promi, orgaDec, superDec, acti comp, EM4,

starDec, starbio, Biopos,dll.

Aktivator ini menggunakan mikroba-mikroba terpilih dengan kemampuan tinggi, yaitu: cytopaga sp, trichoderma, harzianum, pholyota sp, agraily sp, fpp. Activator ini tidak memerlukan tambahan bahan lain. Namun kompos perlu ditutup untuk

mempertahankan suhu, agar proses berjalan cepat.

(4)

7. PERTIMBANGAN UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENGOMPOSAN

Ada beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi : A)karakteristik bahan B)waktu yang tersedia C)biaya yang diperlukan dan hasil yang dicapai D)tingkat kesulitan.

8. PENGOPOSAN SECARA AEROBIK Peralatan.

Peralatan untuk penanganan bahan dan perlindungan kesehatan, Antara lain: A. Terowongan udara (saluran udara)

-digunakan untuk dasar tumpukan dan saluran udara. -dipakai menahan bahan 2-3 ton

B. sekop

-alat bantu pengayakan C. garpu/ cangkrang

-membantu pembalikan tumpukan bahan dan pemilihan sampah D. saringan/ayakan

-untuk mengayak kompos yang sudah matang E. thermometer

-untuk mengukur suhu tumpukan -sebaiknya thermometer alcohol F. timbangan

-untuk mengukur kompos yang akan dikemas G. sepatu boot

-untuk melindungi kaki selama bekerja H. sarung tangan

(5)

-untuk melindungi pernapasan dari debu

9. TAHAP PENGOMPOSAN

-Pemilihan sampah, yaitu: pemilihan sampah organic dan anorganik

-pengecil ukuran, yaitu: agar sampah mudah dan cepat didekomposisi menjadi kompos. -penyusunan tumpukan, yaitu: desain penumpukan biasanya dengan desain memanjang. Dan tiap tumpukan diberi terowongan bamboo untuk mengalirkan udara.

-pembalikan, yaitu: untuk membuang panas berlebihan, dan menghancurkan bahan menjadi partikel kecil.

-penyiraman, yaitu: dengan memeras segenggam bahan dari bagian dalam tumpukan -pematangan, yaitu: kompos masuk dalam tahap pematangan selama 14 hari

-penyaringan, yaitu: untuk memperoleh ukuran partikel kompos sesuai dengan kebutuhan.

-pengemasan dan penyimpanan, yaitu: kompos setelah disaring lalu dikemas, agar terlindungi dari jamur dan tercemari bibit jamur.

-kontrol proses produksi kompos, yaitu: pengomposan membutuhkan pengendalian agar memperoleh hasil yang baik

-proses pengontrolan, yaitu:-monitoring temperature tumpukan -monitoring kelembaban –monitoring oksigen

-mutu kompos, yaitu: kompos yang bermutu adalah kompos yang terdekomposisi dengan sempurna dan tidak menimbulkan efek-efek merugikan bagi tanaman. Kompos baik memiliki ciri-ciri: berwarna coklat hingga hitam, tidak larut dalam air.

Referensi

Dokumen terkait

untuk memahami karakteristik pembeli kepada perusahaan yang diteliti sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam rangka menentukan strategi perusahaan terhadap pembentukan

Gambar diatas menunjukkan bahwa prioritas subkriteria berdasarkan kriteria Biaya yang menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi adalah Infrastruktur dengan

Estimasi Biaya adalah seni memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan pada informasi yang tersedia pada waktu itu (Iman Soeharto

Rencana anggaran biaya (Begrooting) suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya – biaya lain yang berhubungan

1) Tujuan yang hendak dicapai. 2) Bahan yang akan diajarkan termasuk buku sumbernya yang tersedia. 3) Alat, fasilitas, waktu yang tersedia. 4) Jumlah murid beserta

Karakteristik proses pengeringan suatu bahan bergantung pada waktu yang diperlukan, sehingga kurva kandungan air bahan terhadap waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan air dari

Estimasi Biaya adalah seni memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan pada informasi yang tersedia pada waktu itu (Iman

maupun penelitian yang telah dilakukan terdahulu yang selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian kali ini