• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEK TEMBAGA (Cu) PADA BEDA POTENSIAL LISTRIK PERMUKAAN DAUN TANAMAN BAWANG MERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EFEK TEMBAGA (Cu) PADA BEDA POTENSIAL LISTRIK PERMUKAAN DAUN TANAMAN BAWANG MERAH"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan: Relevansi Kajian terhadap Objektif Pendidikan

Bab 1 skripsi ini memperkenalkan latar belakang penelitian yang menekankan pada dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan, khususnya pencemaran tanah oleh logam berat seperti tembaga (Cu). Penelitian ini relevan dengan objektif pendidikan tinggi dalam hal memahami dampak lingkungan dari kegiatan industri dan pertanian. Bagian ini juga mendefinisikan rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat, dan batasan masalah. Secara pedagogis, bab ini melatih mahasiswa untuk merumuskan permasalahan riset, menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART), serta mengidentifikasi manfaat praktis dan implikasi penelitian.

1.1 Latar Belakang: Konteks Lingkungan dan Kesehatan

Latar belakang menjelaskan tentang pencemaran logam berat, khususnya tembaga (Cu), yang berasal dari berbagai sumber seperti industri, pertanian, dan limbah rumah tangga. Ini relevan dengan mata kuliah ekologi dan lingkungan, menunjukkan bagaimana ilmu fisika dapat digunakan untuk menganalisis masalah lingkungan. Pembahasan mengenai toksisitas Cu pada tanaman dan manusia memberikan konteks kesehatan masyarakat, menghubungkan ilmu fisika dengan biologi dan kesehatan. Secara pedagogis, bagian ini memperkenalkan mahasiswa pada isu-isu lingkungan yang kompleks dan pentingnya pendekatan interdisiplin dalam menyelesaikan masalah tersebut.

1.2-1.5: Rumusan Masalah, Tujuan, Manfaat, dan Batasan Masalah

Bagian ini menjabarkan rumusan masalah penelitian secara spesifik, yaitu menyelidiki efek tembaga (Cu) pada beda potensial listrik permukaan daun tanaman bawang merah. Tujuan penelitian yang jelas dan terukur menekankan pada pengukuran dan analisis beda potensial listrik sebagai indikator efek Cu. Manfaat penelitian dihubungkan dengan deteksi dini keracunan pada tanaman dan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh Cu. Batasan masalah menjamin fokus penelitian dan kelayakan eksperimen. Secara pedagogis, ini melatih mahasiswa dalam perancangan penelitian yang terstruktur dan terarah, serta pentingnya mendefinisikan ruang lingkup penelitian.

II. Tinjauan Pustaka: Kerangka Teoritis dan Prinsip Saintifik

Bab 2 memberikan landasan teori yang kuat untuk penelitian. Tinjauan pustaka merangkumi nutrisi tanaman, pencemaran logam berat, sifat-sifat tembaga (Cu) termasuk toksisitas dan defisiensi, transport ion dalam tanaman, fotosintesis, dan karakteristik bawang merah. Hal ini relevan dengan mata kuliah biologi, kimia, dan fisika, menunjukkan bagaimana konsep-konsep ilmiah terintegrasi dalam menjelaskan fenomena biologi. Pembahasan ini memperkaya pemahaman mahasiswa tentang berbagai prinsip ilmiah yang mendasari penelitian.

2.1-2.7: Tinjauan Pustaka yang Komprehensif

Bab ini meliputi berbagai sub-topik yang saling berkaitan, memberikan dasar teoritis yang menyeluruh untuk penelitian. Setiap sub-topik, seperti nutrisi tanaman, pencemaran logam berat, dan proses fotosintesis, memberikan kerangka teoritis yang diperlukan untuk memahami hasil penelitian. Secara pedagogis, bab ini melatih mahasiswa untuk melakukan tinjauan pustaka yang komprehensif dan kritis, serta mampu menghubungkan teori dengan praktik penelitian. Ia juga memperlihatkan bagaimana konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu dapat digunakan untuk menganalisis suatu permasalahan ilmiah.

III. Metode Penelitian: Desain Eksperimen dan Analisis Data

Bab 3 menjelaskan metodologi penelitian secara detail, termasuk tempat dan waktu penelitian, alat dan bahan yang digunakan, dan langkah-langkah penelitian. Ini relevan dengan mata kuliah metodologi penelitian dan statistik, menekankan pada pentingnya perancangan eksperimen yang valid dan terkontrol. Pembahasan tentang analisis data menggunakan uji statistik (seperti one-way ANOVA) menunjukkan pemahaman mahasiswa tentang teknik analisis data kuantitatif.

3.1-3.3: Tempat, Waktu, Alat, Bahan dan Tahap Penelitian

Bab ini menjelaskan secara terperinci tentang lokasi dan waktu penelitian, alat dan bahan yang digunakan, serta langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian. Ini menunjukkan kepada mahasiswa pentingnya detail dalam metodologi penelitian dan bagaimana memastikan reproduksibilitas hasil penelitian. Penjelasan tentang desain penelitian (misalnya, perlakuan berbagai konsentrasi Cu) memastikan validitas dan interpretasi hasil eksperimen. Secara pedagogis, bab ini menekankan pentingnya perencanaan yang tepat dan pengumpulan data yang akurat untuk penelitian ilmiah yang berkualitas.

IV. Hasil dan Pembahasan: Interpretasi Data dan Implikasi Penelitian

Bab 4 menyajikan hasil pengukuran beda potensial listrik permukaan daun, luas daun, dan pengamatan visual tanaman bawang merah pada berbagai konsentrasi Cu. Analisis data menggunakan uji statistik dijelaskan secara rinci. Pembahasan menghubungkan hasil penelitian dengan kerangka teoritis yang telah diuraikan pada Bab 2. Relevansi terhadap objektif pendidikan terletak pada kemampuan mahasiswa menginterpretasi data, menarik kesimpulan berdasarkan bukti empiris, dan menghubungkan temuan dengan literatur yang relevan.

4.1 Hasil dan Analisa Data: Pengolahan Data Kuantitatif

Bagian ini menunjukan hasil pengukuran beda potensial listrik dan luas daun, dilengkapi dengan tabel dan grafik. Penggunaan uji statistik one-way ANOVA menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis data kuantitatif dan menarik kesimpulan yang sahih. Secara pedagogis, ini menunjukkan kemampuan mahasiswa memproses dan menyajikan data secara sistematis dan akurat, serta menginterpretasikan hasil uji statistik.

4.2 Pembahasan: Interpretasi dan Implikasi Temuan

Pembahasan ini menghubungkan hasil penelitian dengan literatur yang ada, memberikan interpretasi atas temuan dan implikasi penelitian. Kemampuan mahasiswa untuk menjelaskan temuan berdasarkan kerangka teoritis dan menghubungkan dengan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan pemahaman yang komprehensif. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, menganalisis data, dan menginterpretasi hasil penelitian dengan cara yang objektif dan ilmiah.

Gambar

Tabel 2.1 Kandungan logam berat dalam tanah secara alamiah (μg/g)
Tabel  2.2  Kisaran umum konsentrasi logam berat pada pupuk, pupuk kandang,   kapur, dan kompos (mg/kg)
Gambar 2.1: Jalur simplas dan apoplas
Gambar 2.2: Tempat berlangsungnya Fotosintesis (Sumber: Campbell et al. (1999))
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hubner (Lepidoptera : Noctuidae) Dengan Kerusakan Daun pada Tanaman Bawang. Merah (Allizmi n.scrr1orricrrnt

sedangkan pada tanaman bawang daun dengan rata-rata populasi larva 0,66 ekor, selanjutnya pada pengamatan pertama pada tanaman bawang merah dengan rata-

Pada tanaman bawang merah, luas daun akan mempengaruhi banyaknya radiasi matahari yang diterima oleh tanaman, sehingga semakin besar luas daun tanaman tersebut

Pengaruh interaksi antara macam pupuk P dan konsentrasi triakontanol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah hanya terjadi pada parameter jumlah dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap mortalitas ulat daun Spodoptera exigua pada tanaman bawang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai konsentrasi ekstrak daun nimba terhadap intensitas serangan Liriomyza spp pada tanaman bawang merah

Pupa lalat pengorok daun ini umumnya ditemukan di tanah, tetapi pada tanaman bawang merah sering ditemukan menempel pada permukaan bagian dalam dari rongga daun

...31 5 Efektivitas Aplikasi Trichoderma sp dan Waktu Aplikasi Trichoderma sp Terhadap Jumlah Daun Tanaman Bawang Merah ...32 6 Tabel Uji Rataan Jumlah Daun helai Bawang Merah Akibat