• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP AKTIVITAS KERJASAMA SISWA PADA MATERI POKOK PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN LIMBAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP AKTIVITAS KERJASAMA SISWA PADA MATERI POKOK PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN LIMBAH"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

PENGARUH MODEL PEMBELAJARANTALKING STICKTERHADAP

AKTIVITAS KERJASAMA SISWA PADA MATERI POKOK PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN LIMBAH

(Studi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Persada Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)

Oleh

SUSANTI AGUSTA

Proses pembelajaran dikelas tidak terlepas dari aktivitas siswa dikelas, termasuk aktivitas kerjasama dalam kegiatan berkelompok. Aktivitas kerjasama siswa diperlukan agar siswa memperoleh pengalaman lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajarantalking stick

terhadap aktivitas kerjasama siswa pada materi pokok pencemaran lingkungan dan limbah.

(2)

Susanti Agusta

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase aktivitas kerjasama siswa dalam semua aspek yang diamati pada pertemuan kedua lebih tinggi

daripada pertemuan pertama. Pada pertemuan pertama rata-rata persentase aktivitas kerjasama siswa sebesar 52,71% dan meningkat pada pertemuan kedua menjadi 67,92%.

Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajarantalking stickdapat meningkatkan aktivitas kerjasama siswa.

(3)
(4)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARANTALKING STICKTERHADAP AKTIVITAS KERJASAMA SISWA PADA MATERI POKOK

PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN LIMBAH

( Studi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Persada Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)

(Skripsi)

Oleh

SUSANTI AGUSTA (1013024018)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)
(6)
(7)
(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kotabumi Kab. Lampung Utara pada tanggal 4 Agustus 1992 sebagai anak pertama dari dua

bersaudara, dari pasangan Bapak Suparmin dan Ibu Asminah.

Penulis mengawali pendidikan formal di TK Aisyiyah Bustanul Atfal V Kotabumi (1997-1998), SDN 3 Sindangsari Kec. Kotabumi Kota (1998-2004), SMP Negeri 6 Kotabumi (2004-2007), SMA Negeri 2 Kotabumi (2007-2010). Pada tahun 2010, penulis terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila melalui jalur seleksi Penelusuran Kemampuan Akademik dan Bakat (PKAB).

Selama menjadi mahasiswa, penulis pernah menjadi asisten praktikum mata kuliah Struktur dan Perkembangan Tumbuhan (2012/2013), Tutor BBQ

(2012/2013), Tutor BBQ (2013/2014), serta aktif di organisasi sebagai Eksakta Muda (Eksmud) Himasakta (2010/2011), Generasi Muda (Gema) FPPI

(2010/2011), Staf Kesekretariatan Himasakta (2011/2012), Anggota Biro BBQ FPPI (2011/2012), Wakil Sekretaris Umum Himasakta (2012/2013), dan Ketua Komisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa DPM FKIP (2013/2014).

(9)

yang diadakan oleh FPPI tahun 2010, Juara III Lomba Mading dalam Gaya Eksmud Himasakta 2010, Finalis 10 Besar Pemilihan Mahasiswa Muslim

Berprestasi (PMMB) se-Lampung dalam acaraUp-Dating the Soul of FPPI tahun 2011, dan Finalis 10 Besar Pemilihan Duta Bahasa FKIP 2012 oleh HMJPBS.

(10)

Motto

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS Al-Mujadilah [58]: 11)

Rasulullah SAW. bersabda: Orang-orang yang keluar dalam mencari ilmu, maka berada di jalan Allah sampai ia kembali (ke rumahnya). (HR Al-Tirmidzi)

Ikhtiar dan tawakal itu wajib seiring sejalan untuk meraih kesuksesan. Keberhasilan itu karena rahmat Allah SWT.

(11)

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahi rabbil alamin, segala puji hanya milik Allah, atas segala rahmat dan nikmat tak terkira yang selalu dicurahkan-Nya

kepadaku dan semua umat-Nya. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, kupersembahkan maha karyaku ini untuk :

 Bapak dan Ibuku tercinta yang telah membesarkanku, mendidik, menyayangi, memberikan semangat dan

mendo akanku dalam setiap sujudnya. Jasa Bapak dan Ibu mungkin tak terbalas sampai akhir hayat, hanya doa yang dapat kulantunkan dalam setiap sujudku semoga kelak kita dikumpulkan di syurga-Nya. Aamiin.

 Adikku tersayang Taregh Azhar, yang selalu memberikan

keceriaan, semangat, bantuan dan dukungannya.

 Sanak keluarga, para guru, dosen, murobbi, dan sahabat-sahabatku yang telah membimbing, menemani, memberikan semangat dan mendoakanku.

(12)

SANWACANA

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan nikmat-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat meraih gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Unila. Skripsi ini berjudul“Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Aktivitas Kerjasama Siswa pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan dan Limbah (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Persada Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)”.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peranan dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan FKIP Universitas Lampung. 2. Dr. Caswita, M.Si., selaku Ketua Jurusan PMIPA FKIP Universitas Lampung. 3. Pramudiyanti, S.Si., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi

sekaligus Pembimbing I dan Pembimbing Akademik yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan saran hingga skripsi ini dapat selesai.

4. Rini Rita T. Marpaung, S.Pd., M.Pd., selaku Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan saran hingga skripsi ini dapat selesai. 5. Drs. Darlen Sikumbang, M. Biomed., selaku dosen penguji, atas kritik dan

(13)

6. Bapak dan Ibu dosen pengajar serta staf di Jurusan PMIPA FKIP Unila, atas ilmu dan segala bantuan yang telah diberikan

7. Dra. Sutirah Sidik, selaku Kepala SMA Persada Bandar Lampung dan Lamudin, S.Pd., selaku guru mitra yang telah memberikan izin dan bantuan selama penelitian.

8. Teristimewa Bapak, Mamak, adikku, dan keluarga besarku yang selalu mendukung, memotivasi, dan mendo’akanku. Terimakasih untuk segalanya. 9. Spesial untuk Dira Tiara sebagai teman satu tim dalam penelitian skripsi ini,

terimakasih untuk semuanya dari awal hingga selesainya skripsi ini. 10. Teman-teman di Pendidikan Biologi, kakak dan adik tingkat.

11. Teman-teman seperjuangan Apriana, Mawar Oktivina, Marettha Ania, Nurul Himmah, Silo Tegar Panandang, Ali Umar Husin, Badri Rahmatullah,

Hamadin, para pejuang FPPI (2010/2011, 2011/2012), Himasakta (2010/2011, 2011/2012, 2012/2013) dan anggota DPM FKIP (2013/2014).

12. Semua pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Bandar Lampung, Agustus 2014 Penulis

(14)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xviii

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 6

F. Kerangka Fikir ... 7

G. Hipotesis ... 8

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model PembelajaranTalking Stick ... 9

B. Aktivitas Kerjasama... 11

III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 16

B. Populasi dan Sampel ... 16

C. Desain Penelitian ... 16

D. Prosedur Penelitian ... 17

E. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data ... 20

F. Teknik Analisis Data... 20

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 23

B. Pembahasan ... 24

V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 32

(15)

xiv

DAFTAR PUSTAKA ... 33

LAMPIRAN 1. Silabus ... 36

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 38

3. Lembar Kerja Siswa I... 46

4. Lembar Kerja Siswa II ... 54

5. Kunci Jawaban LKS I ... 58

6. Kunci Jawaban LKS II ... 60

7. Rubrik Penilaian LKS ... 62

8. Pertanyaan LisanTalking Stick ... 66

9. Lembar Observasi Aktivitas Kerjasama Siswa ... 70

10. Analisis Perindikator Aktivitas Kerjasama Siswa ... 73

(16)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Lembar Observasi Aktivitas Kerjasama Siswa ... 21

2. Klasifikasi Indeks Aktivitas Kerjasama Siswa ... 22

3. Aktivitas Kerjasama Siswa Pertemuan Pertama dan Kedua ... 32

(17)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Model teoritis hubungan antara variabel bebas dan variabel

Terikat ... 7

2. DesainOneShot Case Study ... 17

3. Grafik Aktivitas Kerjasama Siswa ... 24

4. Siswa bekerja sama dalam kelompok mendiskusikan LKS ... 66

5. Guru membimbing siswa berdiskusi... 66

6. Siswa bekerja sama dalam kelompok ... 67

(18)

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam proses belajar, aktivitas siswa merupakan prinsip yang paling penting dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Sardiman (2001: 93) dalam belajar perlu ada aktivitas, sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat, untuk mengubah tingkah laku jadi, melakukan kegiatan. Ketika tidak ada aktivitas siswa maka kegiatan belajar mengajar tidak akan ada.

Aktivitas belajar yang ideal ditandai dengan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Aktivitas belajar yang baik dapat terjadi apabila guru

mengupayakan situasi dan kondisi pembelajaran yang mendukung sehingga terjadi interaksi antar guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Aktifnya siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar.

(19)

2 Aktivitas yang terjadi dalam proses belajar tidak hanya aktivitas individu tetapi juga aktivitas kelompok. Aktivitas yang dilakukan meliputi menyatakan, merumuskan, bertanya, memberikan saran, mengeluarkan pendapat,

mengadakan wawancara, diskusi dan interupsi. Aktivitas siswa dalam kegiatan berkelompok melatih siswa untuk memiliki kemampuan bekerjasama.

Kemampuan kerjasama merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan dewasa ini. Kita ketahui bahwasannya

kemampuan kerjasama kelompok itu penting karena manusia adalah makhluk sosial yang seyogyanya melakukan aktivitas berinteraksi dengan orang lain, sehingga kemampuan kerjasama dalam kelompok ini perlu ditingkatkan lagi. Dengan kegiatan berkelompok, siswa akan mendapatkan pengalaman lebih, merasakan kebersamaan, rasa persaudaraan, saling berbagi ilmu, dapat menyuarakan sesuatu hal secara bersama-sama, lebih menjadi proaktif, dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, dan lain sebagainya.

Proses pembelajaran dengan membuat siswa berkelompok-kelompok menuntut siswa untuk terlibat aktif didalamnya. Keaktifan siswa dalam kegiatan

berkelompok terlihat dari kontribusi yang diberikan sebagai anggota kelompok untuk mencapai tujuan kelompok. Ketika proses pembelajaran sedang

(20)

3 Proses pembelajaran yang dilakukan didalam kelas masih terlihat siswa yang kurang aktif terutama aktivitas kerjasama kelompok. Hal tersebut juga ditemukan ketika observasi dan diskusi dengan guru Biologi yang mengajar kelas X di SMA Persada Bandar Lampung, diketahui bahwa selama ini tidak semua siswa aktif dalam kegiatan kelompok. Hanya siswa-siswa yang menonjol saja yang aktif dalam kegiatan berkelompok.

Proses pembelajaran yang dilakukan dengan membuat siswa menjadi

berkelompok-kelompok, masih terlihat ada anggota yang kurang ikut terlibat terutama ketika presentasi atau menjawab pertanyaan serta masih banyak adanya anggota kelompok yang mendominasi dalam kelompok sehingga anggota lain dalam kelompok tersebut tidak memiliki kesempatan dalam mengemukakan pendapat. Selain itu, masih ada anggota yang kurang

bertanggung jawab dengan kelompoknya. Hal ini terlihat dari sikap siswa yang saling mengandalkan anggota kelompoknya.

Kurangnya keaktivan siswa dalam kegiatan belajar bekelompok dikarenakan minat dan motivasi siswa yang kurang. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang monoton, sehingga perlunya dilakukan model pembelajaran yang menyenangkan agar seluruh siswa aktif dalam kegiatan berkelompok.

Untuk itu, agar semua siswa aktif dalam kegiatan berkelompok, dipilih model pembelaranTalking Stick. Model pembelajaran ini merupakan model

pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa akan mengikuti pembelajaran dengan antusias dan terlibat aktif dalam pembelajaran.

(21)

4 kelas VII SMP Negeri 3 Kartasura Sukoharjo, model pembelajaran ini berhasil meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran karena model pembelajaran ini menyenangkan sehingga aktivitas siswa dalam proses pembelajaran meningkat.

Senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Marinda (2013: 3) pada siswa kelas XI IPA di SMA Srijaya Negara Palembang diketahui bahwa pembelajaran dengan model pembelajaranTalking Stickdapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Buwono (2012: 8) pada siswa kelas VIII SMP Negeri I Nanga Tayap. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa model pembelajranTalking Stickdapat meningkatkan aktivias kerjasama siswa.

Penggunaan model pembelajaran ini, diharapkan semua siswa dapat aktif dalam kegiatan berkelompok. Siswa yang tidak pernah mengajukan pendapat atau ide dituntut untuk mengemukakan pendapat, sehingga ia dapat terlibat aktif dalam kelompoknya. Materi pokok yang digunakan yaitu pencemaran lingkungan dan limbah. Materi ini merupakan materi yang bisa didiskusikan oleh siswa karena langsung berkaitan dengan lingkungan sekitar siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penelitian dengan menerapkan model

(22)

5 B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh penggunaan model pembelajaranTalking Stickterhadap aktivitas kerjasama siswa kelas X SMA Persada Bandar Lampung pada materi pokok pencemaran lingkungan dan limbah?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaranTalking Stickterhadap peningkatan aktivitas kerjasama siswa kelas X SMA Persada Bandar Lampung pada materi pokok pencemaran lingkungan dan limbah.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat bagi:

1. Peneliti yaitu sebagai pengalaman, wawasan dan pengetahuan bagi peneliti sebagai calon guru untuk menggali aktivitas siswa dalam bekerjasama. 2. Guru Biologi yaitu memberikan sumbangan pemikiran bagi guru dalam

memilih model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas kerjasama siswa.

(23)

6 4. Sekolah yaitu memberikan masukan untuk menggunakan model

pembelajaranTalking Stickdalam upaya peningkatan mutu sekolah dan kualitas pembelajaran.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap masalah yang akan dikemukakan, maka perlu adanya batasan ruang lingkup penelitian yaitu:

1. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X1 semester genap tahun pelajaran 2013/2014 di SMA Persada Bandar Lampung.

2. Model pembelajaran Talking Stick yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari langkah-langkah yakni: a) membentuk kelompok; b) menyiapkan sebuah tongkat; c) penyampaian materi pengantar; d) siswa melakukan diskusi; e) guru memberikan tongkat kepada siswa yang kemudian

menjawab pertanyaan dari guru secara bergilir; f) siswa anggota kelompok diperbolehkan membantu temannya; g) menyimpulkan pelajaran

3. Aktivitas yang diamati yaitu aktivitas kerjasama siswa meliputi berbicara, mendengar, berbagi ide dan membantu kelompok.

(24)

7 F. Kerangka Pikir

Pembelajaran biologi akan lebih bermakna jika siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar dikelas sehingga siswa akan lebih memahami materi yang disampaikan. Materi pokok pencemaran lingkungan dan limbah

merupakan salah satu materi yang pembelajarannya dapat dilakukan dengan mengelompokkan siswa dalam beberapa kelompok yang kemudian mereka melakukan diskusi.

Model pembelajaranTalking Stickmerupakan model pembelajaran yang menyenangkan karena membuat siswa belajar sambil bermain dengan tongkat yang digilirkan kepada setiap siswa sehingga akan membuat siswa akan mengikuti pembelajaran dengan antusias sehingga akan terlibat aktif dalam proses pembelajaran dikelas. Dengan begitu, aktivitas siswa akan meningkat terutama dalam kegiatan berkelompok.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan satu kelas. Pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk membandingkan aktivitas kerjasama siswa dengan menggunakan model pembelajaranTalking Stickpada pertemuan pertama dengan pertemuan kedua.

Hubungan antara variabel tersebut digambarkan berikut ini:

Gambar 1. Hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

(25)

8 Keterangan: X = Model pembelajaranTalking Stick; Y = Aktivitas kerjasama

siswa

G. Hipotesis

(26)

9

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Model Pembelajaran Talking Stick

Model pembelajarantalking stickmerupakan model pembelajaran yang menggunakan alat berupa tongkat sebagai alat bantu bagi guru untuk mengajukan pertanyaan kepada siswa dengan menimbulkan suasana yang menyenangkan. Tongkat tersebut digilirkan pada siswa dan bagi siswa mendapatkan tongkat sesuai dengan aba-aba dari guru, maka siswa diberi pertanyaan oleh guru dan harus dijawab (Sudjana, 2002:10).

MetodeTalking Stickmerupakan salah satu metode yang menekankan pada keterlibatan siswa pada proses belajar mengajar. Metode ini dapat memberikan motivasi kepada siswa supaya belajar aktif dalam memahami dan menemukan konsep, sehingga siswa mampu menghubungkan soal dengan teori yang ada, misalnya pada bagian contoh soal yang merupakan bagian dari bahan belajar siswa dapat digunakan untuk menggambarkan teori, konsep dari materi

pembelajaran yang dibahas dalam diskusi antara siswa dengan guru(Setyawati, 2011: 4).

Menurut Hanafiah dan Suhana (2012: 48) langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam model pembelajaran ini yaitu sebagai berikut:

(27)

10 2) Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm;

3) Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pegangannya;

4) Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat dalam wacana;

5) Setelah kelompok selesai membaca materi pelajaran dan mempelajarinya, guru mempersilahkan anggota kelompok untuk menutup wacanany; 6) Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota

kelompok, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan anggota kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru;

7) Siswa lain boleh membantu menjawab pertanyaan jika anggota kelompoknya tidak bisa menjawab pertanyaan;

8) Guru memberikan kesimpulan;

9) Guru melakukan evaluasi /penilaian, baik secara kelompok maupun individu;

10) Guru menutup pembelajaran.

Di Dalam model pembelajaranTalking Stick,model ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kekurangan dan kelebihan dari modelTalking Stick menurut Suprijono (2010: 110) sebagai berikut :

(28)

11 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Marinda (2013: 3) pada siswa kelas XI IPA di SMA Srijaya Negara Palembang diketahui bahwa

pembelajaran dengan model pembelajaranTalking Stickdapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Buwono (2012: 8) pada siswa kelas VIII SMP Negeri I Nanga Tayap. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa model pembelajranTalking Stickdapat meningkatkan aktivias kerjasama siswa. Sebagaimana hasil

penelitian yang dilakukan oleh Suci (2012:1) pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kartasura Sukoharjo, model pembelajaran ini berhasil meningkatkan

motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran karena model pembelajaran ini menyenangkan sehingga aktivitas siswa dalam proses pembelajaran meningkat.

B. Aktivitas Kerjasama

Aktivitas belajar merupakan prinsip yang sangat penting dalam proses

pembelajaran. Menurut Sardiman (2001: 93) dalam belajar perlu ada aktivitas, sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat, untuk mengubah tingkah laku. Jadi melakukan kegiatan, tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas.

Adanya kegiatan-kegiatan yang menunjang seperti melakukan ekperimen, diskusi, tanya jawab dan lain-lain, secara tidak langsung akan menuntut siswa dalam melakukan berbagai aktivitas belajar. Hamalik (2004: 175) berpendapat bahwa:

Penggunaan asas aktivitas besar nilainya bagi pengajaran para siswa, oleh karena:

(29)

12 2) berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara integral;

3) memupuk kerja sama yang harmonis di kalangan siswa; 4) para siswa bekerja menurut minat dan kemampuan sendiri; 5) memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi demokratis;

6) mempererat hubungan sekolah dan masyarakat, dan hubungan antara orang tua dengan guru;

7) pengajaran diselenggarakan secara realistis dan konkret sehingga mengembangkan pemahaman dan berfikir kritis serta menghindarkan verbalistis;

8) pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana aktivitas dalam kehidupan di masyarakat.

Aktivitas kerjasama siswa merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan siswa secara bersama-sama untuk mencapai perubahan tingkah laku dan untuk

mencapai tujuan. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan siswa, maka proses pembelajaran yang terjadi akan semakin baik. Seperti yang diungkapkan oleh Sardiman (2004: 21):

Pada prinsipnya belajar adalah berubah. Dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha merubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga terbentuk percakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri.

(30)

13 peserta didik diharapkan mempunyai keserasian antara aktivitas fisik dengan aktivitas mental yang dilakukan sehingga akan menghasilkan pembelajaran berkelompok yang optimal.

Menurut Landsberger (dalam Wardany, 2013: 19) kerjasama atau belajar bersama adalah proses beregu (berkelompok) yang anggota-anggotanya mendukung dan saling mengandalkan untuk mencapai suatu hasil mufakat. Ruang kelas merupakan suatu tempat yang sangat baik untuk membangun kemampuan kelompok (tim), yang dibutuhkan kemudian dalam kehidupan. Kerjasama/belajar bersama adalah saling mempengaruhi sebagai anggota tim, Anda:

1. Membangun dan membagi suatu tujuan yang lumrah

2. Sumbangkan pemahamanmu tentang permasalahan: pertanyaan, wawasan, dan pemecahan

3. Tanggap terhadap, dan belajar memahami, pertanyaan lain, wawasan dan penyelesaian

4. Setiap anggota memperkuat yang lain untuk berbicara dan berpartisipasi, dan menentukan kontribusi (sumbangan) mereka

5. Bertanggung jawab terhadap yang lain, dan mereka bertanggung jawab pada Anda

6. Bergantung pada yang lain, dan mereka bergantung pada Anda.

(31)

14 sesuai dengan tujuan belajarnya, memberi tanggapan positif terhadap suatu peristiwa dan mengalami atau turut merasakan sesuatu dalam proses belajarnya.

Senada dengan hal di atas, Gie (1985: 6) menyatakan bahwa:

"Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung pada aktivitas yang dilakukannya selama proses pembelajaran. Aktivitas belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas secara sadar yang dilakukan seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya, berupa perubahan pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya tergantung pada sedikit banyaknya perubahan".

Aktivitas kerjasama dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendukung ketercapaian kompetensi pembelajaran siswa. Pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang menyediakan

kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri (Hamalik, 2002:172).

Aktivitas kerjasama haruslah difasilitasi oleh guru, seperti yang dijelaskan oleh Holubee (dalam Wardany, 2013: 18), menyatakan bahwa sama seperti seorang guru harus mengajarkan keterampilan akademis, keterampilan kerjasama juga harus diberikan kepada siswa, karena tindakan ini akan bermanfaat bagi mereka untuk meningkatkan kerja kelompok, dan menentukan bagi keberhasilan hubungan sosial dimasyarakat.

(32)

15

Adapun indikator penilaian aktivitas kerjasama siswa dalam kegiatan

(33)

16

III. METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan di SMA Persada Bandar Lampung pada tanggal 7-21 Mei 2014 semester genap tahun ajaran 2013-2014.

B. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester genap SMA Persada Bandar Lampung tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknikcluster random sampling.Sampel tersebut adalah siswa kelas X1 yang berjumlah 30 siswa. Menurut Margono (2005: 127) yang dimaksudcluster random samplingyaitu populasi tidak terdiri dari

individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau clustermisalnya kelas sebagaicluster.

C. Desain Penelitian

(34)

17 Struktur desain penelitian ini adalah sebagai berikut:

Kelompok perlakuan Observasi

I X O

Gambar 2. DesainOneShot Case Study(dimodifikasi dari Sugiyono, 2013:74).

Keterangan : I = Kelas X1; X = Perlakuan model pembelajaranTalking Stick; O = Observasi Aktivitas Kerjasama siswa.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu prapenelitian dan pelaksanaan penelitian. Adapun langkah-langkah dari tahap tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Prapenelitian

Kegiatan yang dilakukan pada prapenelitian sebagai berikut :

a. Membuat surat izin penelitian ke sekolah tempat diadakannya penelitian. b. Mengadakan observasi ke sekolah tempat diadakannya penelitian, untuk

mendapatkan informasi tentang keadaan kelas yang akan diteliti.

c. Menetapkan sampel penelitian untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. d. Membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk setiap pertemuan.

(35)

18 2. Pelaksanaan Penelitian

Mengadakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaranTalking Stick. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali pertemuan dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:

a. Pendahuluan

1) Siswa diberikan apersepsi. Guru menanyakan:

(Pertemuan I); ”Bagaimana kondisi lingkungan disekitar kalian saat ini?”

(Pertemuan II); “Bagaimana pengaruh pencemaran di lingkungan kita terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup?”

2) Siswa memperoleh motivasi dari guru:

(Pertemuan I): ”Dengan mempelajari materi ini, kita dapat mengetahui

aktivitas manusia yang dapat merusak lingkungan sehingga kita dapat menghindari aktivitas tersebut”.

(Pertemuan II): ”Dengan mempelajari materi ini, kita dapat

mengetahui jenis-jenis limbah dan bagaimana cara daur ulangnya”. 3) Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai diakhir

pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai langkah-langkah model pembelajaranTalking Stick.

(36)

19 b. Kegiatan inti

1) Siswa mendengarkan materi pengantar yang disampaikan oleh guru. Pertemuan pertama mengenai pencemaran, jenis dan sumbernya. Pertemuan kedua mengenai limbah.

2) Siswa dibagikan Lembar Kerja Siswa (LKS).

3) Siswa berdiskusi mengerjakan LKS dengan dibimbing dan diawasi oleh guru.

4) Siswa mengumpulkan lembar kerja kelompok yang telah dikerjakan dan didiskusikan.

5) Guru memberikan tongkat kepada salah satu siswa pada anggota kelompok dan siswa yang mendapatkan tongkat harus menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh guru sedangkan anggota kelompok yang lain dapat membantu apa bila siswa yang memegang tongkat tidak dapat menjawab. Seperti itu seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat giliran.

c. Penutup

1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan dalam setiap pertemuan. 2) Guru meminta siswa untuk membaca materi yang akan dibahas pada

pertemuan selanjutnya.

(37)

20 E. Jenis Data dan Teknik Pengambilan Data

Jenis dan teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah :

1. Jenis Data

Data penelitian berupa data kualitatif yaitu aktivitas kerjasama siswa. 2. Teknik Pengambilan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan lembar observasi aktivitas kerjasama siswa. Data aktivitas kerjasa siswa diperoleh melalui lembar observasi aktivitas kerjasama siswa berisi semua aspek kegiatan yang diamati pada saat proses pembelajaran. Setiap siswa diamati point kegiatan yang dilakukan dengan cara memberi tanda (√ ) pada lembar observasi sesuai dengan aspek yang telah ditentukan.

F. Teknik Analisis Data

1. Pengolahan Data Aktivitas Kerjasama Siswa

Data aktivitas kerjasama siswa selama proses pembelajaran berlangsung merupakan data yang diambil melalui observasi. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan indeks aktivitas kerjasama siswa. Langkah–langkah yang dilakukan untuk yaitu:

a) Menghitung rata–rata skor aktivitas dengan menggunakan rumus:

%

(38)

21 n = Jumlah skor maksimum

(dimodifikasi dari Sudjana, 2002: 67)

Proses analisis data aktivitas kerjasama siswa adalah dengan memberikan skor pada setiap indikator yang dipenuhi siswa pada lembar observasi aktivitas kerjasama siswa pada tabel dibawah ini

Tabel 3.1 Lembar Observasi Aktivitas Kerjasama Siswa No. Nama

1. Berani mengungkapkan pendapat 2. Menanggapi pendapat teman 3. Bertanya pada teman atau guru 4. Menjawab pertanyaan guru B. Mendengar

1. Mendengarkan pendapat teman

2. Memperhatikan informasi/penjelasan yang disampaikan teman atau guru

3. Memperhatikan apa yang dilakukan teman (menyimak) 4. Merespon apa yang dikatakan teman

C. Berbagi Ide

(39)

22 D. Membantu Kelompok

1. Tetap berada dalam kelompok

2. Mengerjakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya 3. Membantu teman dalam menyelesaikan tugasnya 4. Bekerjasama dalam kelompok

Sumber: Eggen dan Don (2012: 152)

Pedoman penskoran aktivitas kerjasama siswa diberikan berdasarkan kriteria:

Skor 4 bila kemampuang sangat baik (bila 4 indikator dilaksanakan) Skor 3 bila kemampuan baik (bila 3 indikator dilaksanakan)

Skor 2 bila keterampilan cukup (2 indikator dilaksanakan) Skor 1 bila keterampilan kurang baik (1 indikator dilaksanakan) Skor 0 bila keterampilan sangat kurang (indikator tidak dilaksanakan) b) Menafsirkan atau menentukan kategori Indeks Aktivitas Kerjasama

Siswa sesuai klasifikasi pada tabel 3.2

Tabel 3.2 Klasifikasi Indeks Aktivitas Kerjasama Siswa

No Persentase Kategori

(40)

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajarantalking stickterhadap peningkatan aktivitas kerjasama siswa kelas X SMA Persada Bandar

Lampung pada materi pokok pencemaran lingkungan dan limbah.

B. Saran

Untuk kepentingan penelitian yang berikutnya, maka penulis menyarankan sebagai berikut:

1. Peneliti seharusnya lebih memahamkan kepada siswa bagaimana aturan dari model pembelajarantalking stickini terutama kearah mana

seharusnya tongkat diberikan sehingga tongkat berjalan lebih terarah. 2. Sebaiknya peneliti meningkatkan kualitas alat bantu yang digunakan

(41)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010.Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Buwono, Sri. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar dan Aktivitas Kerjasama Siswa SMP Negeri 1 Nanga Tayap. [Jurnal]. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Eggen, Paul dan Don Kauchak. 2012.Strategi dan Model Pembelajaran. Indeks. Jakarta.

Gie, T. L. 1985.Cara Belajar Yang Efisien. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Hamalik, Oemar. 2002.Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Bandung. Hanafiah, Nanang dan Cucu Suhana. 2012.Konsep dan Strategi Pembelajaran.

Refika Aditama. Bandung.

Margono, S. 2005.Metodologi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta Marinda, Nina. 2013. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

Talking Stick terhadap Aktivitas Siswa dan Hasil Belajar Biologi Siswa kelas XI IPA di SMA Srijaya Negara Palembang. [Jurnal]. Universitas Sriwijaya. Palembang.

Pratisto, A. 2004.Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan Percobaan dengan SPSS 12. Gramedia. Jakarta.

Sardiman. 2001.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

(42)

Suci, Happy Puspitasari. 2012. Efektivitas Pembelajaran Model Talking Stick untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Materi Ekosistem. [Jurnal]. Universitas Negeri Semarang. Solo.

Sudjana. 2002.Metoda Statistika. Tarsito. Bandung.

Sugiyono. 2013.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Suprijono, Agus. 2010.Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Belajar. Yogyakarta.

Suwandi, T. 2012.PengaruhPembelajaran Berbasis Masalah Open-Ended terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah oleh Siswa. [Skripsi]. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Gambar

Gambar 2.Desain One – Shot Case Study (dimodifikasi dari Sugiyono,
Tabel 3.1 Lembar Observasi Aktivitas Kerjasama Siswa
Tabel 3.2 Klasifikasi Indeks Aktivitas Kerjasama Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Model example non example adalah model yang menggunakan media gambar dalam penyampaian materi pembelajaran bertujuan mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan

Penelitian ini bertujuan: (1) Dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan mengerjakan soal di

aktivitas/tugas-tugas untuk merangsang siswa mengemukakan ide/pendapat serta merumuskan hipotesis. 5) Guru memfokuskan siswa atau mengenalkan siswa konsep mengenai

Hampir semua siswa menyenangi pembelajaran dengan model talking stick dengan alasan bahwa pembelajaran dengan model talking stick merupakan model pembelajaran

Adapun tindakan perbaikan yang akan dilakukan pada siklus II antara lain: Menunjuk siswa yang tidak pernah mengemukakan pendapatnya untuk mengemukakan pendapatnya

Menurut Krulik (Supardi, 2012) mengemukakan bahwa dalam memahami maupun merencanakan penyelesaian masalah diperlukan suatu kemampuan berpikir kreatif siswa yang

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan sebagai berikut: (1) rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kranggan dengan model

Dari hasil analisis observasi siswa, dapat disimpulkan bahwa siswa lebih aktif dalam pembelajaran sistem indera dengan menerapkan model kooperatife tipe jigsaw karena mengajukan