M I U t
EKONOMl
HUTAN PENDlDlKAN GUNUNG WALAT DAN
KQNTRIBUSINYA TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR
EM1 RQSLINDA
PROGRAM PASCASARJAN
A
ABSTRAK
EM! ROSLINDA. Nilai ekonorni Hutan Pendidikan Gunung Walat dan k~ntribusinya terhadap masyarakat sekifar. Dibimbing oleh DUDUNG DARUSMAN dan IROiKA MANSUR-
Nilai hutan
selama
ini lebih mernperhatikan nilai yang tangible sedangkan potensi hutanyang
intangibk wring diabaikan, padahal sebagai suatu ekosistem , hutan harus dinihi s-rautuh.
Dahm penelitian ini dihkukan panilaian hufan baik yang tangible maupunyang
infangible di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW)dan desa sekitar HPGW untuk menunjukkan s-ra objskfif dan
kuantitatif
nilai ekonmi hutan wbagai ekosistem yang utuh dan kontribusinya tethadap masyarakat sekifar. Penilaian ditakukan terhadap nilai biornasa, hidmlogi, produksi,kesejukan
dan
serapan Icattmn. Penenfuan nilai ekanarni difakukan &ngan metode &aya pengadaan dan m w e perideman langsung (harga pasar).Bsrdasarican niiai yang dikorbankan nilai ekonmi total HPGW adalah
sekmr
Rp 5 . n t -188.216 (Lima milyar tujuh ratus W l a sjufa
seratus delapan pululr delapan ribu dua patus enam bdas rupiah) per tahun. Oirnana sebagian besar dipetol~h dari nihi yang intangible sebesar 63,81%, sdangkarr sebbihnya benrpanilai
hngibk 36,09% dimana kayu behntribusi 22,66% dari total nilai HPGW. Konlribusi HPGW kffiaclap rnasyarakat Hegarmanah sebesar Rp 2.406.464.263 (Dua milyar empat ratus enam juta empat ratus snam puluh ernpat ribu dua ratus enam puluh tiga rupiah) p e r tahun atau 42,1% dari nitai total HPGW.Sedangkan kidasarkan surplus konsurnen niIai ekonorni total HPGW s e b r Rp 8.468.785+997 (Delapan rnilyaf ernpat fatus
enam puluh delapan
juta tujuh ratusdelapan
puluh lima ribu sembilan ratus semblsn puluh tujuh rupiah) per tahun. Nilaiintangible mernberikan kontribusi 70,99%, dan selebihnya Z9,Of %
taenrpa
nilai yang tangibletermasuk
didalarnnya kayu berkontribusi 15.28% dari totalnilai
HPGW. 59,2% nilai ekunorni disumkngkan pada masyarakat s e h r atau ssbesar Rp 5.016.844.232 (Lima milyar enam befas jlmta delapan ratus empat puluh ernpat ribu dua ratus tiga pubh dua rupiah) per tahun.Hasil pnditran
ini
menunjukkan k h w anitai
ekonorni kayu kbih rendah dibandingkan dmgan nilai tdaf hufan; namun demikian, tanpa kayu tidakakan ada
ABSTRACT
EM1 ROSLINDA. The Ecunmic Value of Gunung Walat Educational F
arest and
Its Contribution to the Surrounding Cwnrnunity. Under supervision uf DUDUNGDARUSMAN and IRDIKA MANSUR.
As an ecosystem which support
almost overall
needs of human being, faresfsRave
both tangible and intangible values. However, the tangible value has gained far more attention than the infangibb value, This has resultd in the underestimation of the total valued
the forest leading to the rxrmrersion of forestareas into other
more
tangibly profitable usages, and miss-management of thefarest.
In this projed the taqibb and intangible values of the Gunung WaM Educational Farest (GWEF), a 359Ha
plantation forest, have b n studhd, The contributiond
the forest tothe
welfare
of
the surrounding community hasalso been measured.
The tangiMe and intangible products of the forest being valuafed were grouped into biomass, hydrologic-al roles, micrw=lirnate, andcarbon
starage. While the economic valueswere calculated b a d
on the opportunitycost
and msumer's surplus mefheds.The
resufts
showed that based on fha opportunity mst method the totat emnornic vaues (bngibde+
intangible values) of the G M F was Rp 571 I,? 88,216 per year, where tangible and intangible products cantributd 36.09%and
63.91% of the value, m p c h d y . The valueof
the wrnmercial timber in the forest contributed only 22,66% of the total value. The mntfibution of the forest to the surrounding communrty wasRp
2,406,464,263 (42,1% of total value) peryear.
hbamvhik, the told economic d u e of
the
forest based onthe c a n s u m i s
surplus gave higher value than basedon
the former mefhscl of #hulation, i.e. Rp 8,468,785,997 peryear, where tangibk
and intangible productsown-
29.01% and 70.99% of the total value, respedively. The value of t h e carnrnercial timber was only 15.28% of the total value. By using this methodd
cakulation, the contribution of the GW€Fto
the surrounding community was Rp 5,016,844,232 (59,2% of the total economic value) per year.This study has showed
that
themnornical
value of timber was very low compared with the total value of the forest; however, without trees there will be noDengan ini saya menyataksn bahwa fesis yang be rjudut
Nllai Ekanomi Hutan Pendidikan Gunung Walat
dan
Kantribusinya Terhadap Masyarak3at Sekhradalah
benar
merupakan hasil karyasendiri
dan
k l u m pernah dipublikasikan.S m u a sumbr data dan informmi yang digunakan tdah dinyEltakan =ra was
dan dapat diperiksa keknarannya.
NILAI
EKONOMI HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG
W A U T DAN
KONTRIBUSINYA TERHAOAP MASYARAKAT
SEKEAR
Tesis sebagai salah satu syaraf untuk memperuleh gehr Magister Sains pada
Prugram Studi llmu Pengetahuan Kehutanan
PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PERTANlAN BOGOR
Judul Tesis :
Rlilai
Ekunomi Hutan Pendidihn Eunung Watat dan Kantribusinya Terhadap Masyarakat SkitarNama : €mi Roslinda
NRP
: PI4500002Program Studi: lfmu Pengetahuan Kehutanan
(Pmf.Dr.lr. Dudung Damsman, M A . ] .
(Dr.
Ir.
Irdika Mansur, M.for.Sc)Ketua A ~ g d a
Kdua Program Studi
llmu Pengetahuan Kehutanan
(Pmf.Dr. Ir. C-p Kusmana, M.
Penulis dilahihn di Sambas @a tanggal 8 Mei 1971 dari ayah J. Syahriaf
(alm.)
dan ibu Hasibah. Penulis rnempakan
putripertama dari
ernpat bemudam.
Tahun 1989 pnulis lulus SMA N-ri I Pantianak dan pada tahun yang sama masuk pada Fakuhs Pertanian Jurusan Kehubnan Univmihs Ta junggura.War
Sarjana
Kehufanan diperokh parla tahun 4995. Tahun 2000 penulis rnernpedehkesempafan untuk melanjutkan studi pada Program
P-jam
lP8program
studi tlmu Pengekahuan Kehutanan dengan bezsiswa dari SPPS..
Sejak tahun 1997 sampai sekarang penuiis bekerja sebagai staf pengajarPuji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena hanya k&at
rahmat
dan karunia-Nya karya ilrniah ini berhasil diseksaikan. Tema yang dipilihdalam penelitian yang dilaksanakan sejak Aptil 2Q02 ini adaiah pnilaian s u m k r
daya hutan, dengan judul Nilai Ekonomi
Hufan
Pendidikan Gunung Walat dan Kontribusinya Terhadap MasyaraW Sekitar.DaIam kesernpatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. fr.
Dudung Damsman, M.A. dan
Dr.
Ir. Irdika Mansur, M.Fw.Sc.&as
bimbingan,saran
dan pengamhannya. Ungkapan terirna kasih juga disampaikan kepada orang tuaserta sefuwh
keluarga,
Eltas segala doa den kasih sayangnya.Terima kasih disarnpaikan pula kepda:
1. Selunrh staf pengelola HPGW dan masyamkt Hegarmanah yang Mlah
membantu =lama pengurnpulan data.
2. Teman-ternan penulis
selama pndiiikan
di PPS-IPB program studi IPK 2000 (specially for bu Wardah) dan ternan-teman kos putri puspita, atas kerjasanwnyayang baik dan yang tdah r n m M k a n domgan bagi kehrhasilan pnuDs.
3 . My
best
fn'end Enggar dan keluarga di Cirnanggis yang telah banyak rnmbantupnulis =lama pndidikan di Bogor.
4.
Bertr;agai pilrak
p n g telah mernkntu penub....
Nilai Ekonami
Nilai Ekonorni Getah Damar
...
Nilai Ekunomi Bibit Alami ... Nilai Ekanorni
Pakan Ternak
...KawMwistik Masyarakat
PmwriPakan
Ternak...
...
Nib! Ekanomi
Nifai Eironomi Tanaman Qbat ... ...
Plilai
Ekonorni Tanaman HiasNifai Ekomrni Tanaman Pangan Liar
...
Nilai Ekonomi Air Rumah Tangga
...
Karakteristik
Masyarakat Pengguna Air untuk Rumah Tangga..
...
Nilai Ekmomi
Nilai Ekonomi Air untuk Pertanian.
...
krakeristik Masyarakat Pengguna Air untuk Perfanian...
Nilai Ekonami ...
...
Nilai Ekonomi Perlaclangan
KaraMeristik Masyarakaf Peladang
...
...
Nilai Ekonomi
...
Nilai Ekanomi Kesejukan
Nilai Ekonomi Serapan Karban
...
Nilai Ekonomi HPGW dan Kontribusinya Pada Masyarakat
...
KESlMPULAN DAN SARAN...
...
Kesimpuhn
...
DAF TAR TABEL
Dafkar harga
kayu
yang diperjuatbelikan di sekitcitar HPGW...
36 Karakteristik sosial ekonami pencari dan pengguna kayu bakar...
38Ring kasan hasil perhitungan totat kesediaan untuk berkorban, nilai
yang dikorbankan dan surplus konsurnen
pencari
kayu h k a r
...
42 Nilai ekonomi kayubakar
yang dinyatakan dalarn satuan p r kg danp e r m3
...
42 Karakteristiksosial ekonomi pencari
pakan
ternak ... 47Jenis-jenis rumput dan dedaunan yang bias dimbit petani ... 48 Ringkasan h a i l perhitungan total kesediaan untuk
berkoiban,
nilaiyang dikorbankan
dan
surplus konsumen pencanpwkwn
ternak ... 51 Distribusi pengguna air untuk rumah tangga bedasarkan sumkr airyang digunakan ... 57 Karakteristik sosial ekanomi masyamkt pngguna air untuk
kebutuhan rumah
tangga
...
57Kornponen-
komponen biayapengadaan
air krdasarksn jenissurnber air yang digunakan
...
59 Ringkasan hasil perhitungan total kesediaan untuk krkarban, nilaiyang dikwrtaankan dan surplus konsumen air untuk kebutuhan rumah
tangga
...
61 Karakteristik sosial ekonmi petani sawah berpengairan (irigasi) ... 63 Ringkasanhas$
perhiitungan total kesediaan untuk kkorban, nilaiyang dikorbankan
dm
surpluskonsumen
ppmakai air untukpsrtanian
...
66 Karakteristik sosial ekonorni pelstdang dalam HPGW...
70 Ringkasan hasifpkitungan
total kesediaanuntuk
befirorban, nilaiyang dikorbankan dan surplus kunsumen peladang
...
73Ringkasan hasil prhitungan nilai ekunomi total HPGW brdasarkan nilai yang diirorbankan
clan
surplus kwnsumen dengan nilaikesejukan berdasarkan teknik analisis
biaya
... 77 Ringkasan hasif perhitungan nilai ekonami total HPGW berdasarlsannilai yang
diko-nkan
dan surplus konsurnm dengan nilaiI 9 Rasio perhitungan nilai ekonomi yang
dirasakan
masyarakat...
berelasailcan metode Maya pengadaan (Rp p r tahun) 82
213 Nilai ekanmi berdasarkan penilaian langsung
pada
rnasyarakatHegarmanah
...
84 21 Kontribusi nilai ekonumi HPGW brhadap krt>agai pihak...
85DAFTAR
LAMPIRAN
Peta Tata Batas HPGW
...
...
Peta Adrninistrasi HPGW
... ?eta Potensi HPGW
Penentuan Nilai Ekonomi
K a y u
...
...
Penentuan Nilai Elmnomi Kayu Bakar
...
Penentuan Nilai
Ekonomi Pakan Ternak
Pewntuan Nila'r Ekanorni Air untuk Rumah "Tangga
...
...
Penentuan Nilai Ekonami Air untuk Sawah
...
Psmntuan Nilai Ekanami Perbdangan
...
Penentuan Nilai Ekanami Kawjukan
Penentuan Nitai Ekonomi Serapan Karfson
...
PEMDAHULUAN
Nifai hubn biasanya hanya didasarkan pada nifai kayu dari tegatsan yang ada,
patensi
lain
yang terkandung di dafarn hutanrnasih
dianggapintangible dan tidak
diperhitungkan. Padahaf hutan sebagai suatu ekusistem merniliki nilai intangible
yang sangat tinggi, itarenanya nilai hutan sekgai suatu ekaistern yang utuh perlu
diperhatikan.
Bebrapa pertelitian mengmai nifai hutan selain nilai kayu
yang
dikandungnyatelah dilakukan, tetapi hanya memperhatikan aspek-aspek
tertentu
dari
manfaathutan
yang
intangible m r a terpisah. Sebagai wntoh adalahpnektiian mengsnai
nilai ekonorni air untuk rumah tanggadan pertanian
(Damsman, 19951, nilai air fWidarti, 19961, dan nihi mkreasi (Darusrnan, 1393; Damsman dan Bahwni, 1 993). Pendibn tentang nilai ekanomi hutansecara
utuh sebagaisaZu
ekasistem untukhutan yang rnmgsrnban fungsi hutan lindung masih jarang difakukan, hbsrapa
penelitian seperti yang difakukan
okh
Agusfana (79%) rnengenrai nilai ekonomihutan
mangrove dan Setiawan (2000) rnengenai nilai skonomi Tarnan Hutan RayaWan Abdul Rahrnan Propinsi Larnpung telah memasukiran nilai hutan sebagal
ekosistem, tetapi M u m memasukkan nilai kay u dalam penghitungan nilai ekanomi
tersebut. Untuk rnebngkapi pengetahuan mengenai nilai hutan w r a bbih bngkap
Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) akan digunakan sebgai rnodel/contoh
penghitungan nilai ekonomi yang mernasukkan nilai tangible yaitu berupa kayu, kayu
bakar, getah darnar, bihit
alarn,
pakan
ternak,
tanaman obat, tanarnan hias, tanarnanpangan
liar dan nilai intangible yaitu berupa air, praduksi, kesejukan, dan serapanKawasan HPGW awalnya merupakan pinjaman DirekSarat Jsnderal Kehutanan
pada lnstitut Pertankn Bogor (IPB) untuk digunabn sepedunya bagi
kepentingan
pendidikan kehutanan, dan krdasarican SK Menteri Kehutanan
No.
68?lK@s-1111 992 ditetapkan e a g a i
Hutan
Pendidikan. Kawasan denganluas
359 Ha inimemiliki patensi surnbardaya dam yang cukup tinggi, baik flora maupun fauna
yang
merupakan sumber
mu
babr, pabn temak, tanaman o m , tanaman pangan liar,dan surnkr air bersih yang penting h g i
rnasyaraka
sewar,wrta
mmilikipanorama Aam
yang
&pat dijadikan obyekwisata
alam.Pentingnya pnelitian ini
adaiah
untuk mnunjukkan secara o Q M i dan icuantitatif bahw hufan sebagai ekusi&ern yangufuh
merniliki nilai ekonomis yangsangat
tinggi dibandingkan dmgan nilai kayu saja. Sefain itu jugauntuk
menggamhkan b m y a nilzli suMsdi yang diberikan dehhutan
kegadamasyarakat sekbmya yang tidak pernah dihargai secara ekanmis. Hal ini pnting
untuk diketahui karena di masa yang akan d h n g keputusan pewkhan fungsi hutan clapat dinihi keuntungan dan kemgiannya brdasarkan nilai skunomi
yaw
kornprehensif, sertapengembangan
pemanfaatannya bagi kepentingan peningkmn peranan skmami kehutanan, baiklokal,
wihyah, nasional maupunintemasianal.
Dengan dernihn diharapkan upaya pelestarian dan kekradaannya akan rnendapatdukungan dari brbagai pipihak.
Sarnpai
saat
ini data kuantiiatg nilai eiconarni HPGW, antara lain rtilai biornasanilai
produksi, nifai kesejukarr, dan nilai serapan karhn belum t e w i a sehinggapenifaian yang dilakukan febih bersifat subjektif dan kualitatif. Pengetahuan nilai
ekonomi
sangal penling sebagai dasar &lam menentukan kebijjakan psngefolaanyang krsifat objektiif dan kuantitatif.
Tujuan dan Kegunslan PemlWan
Tujuan pnefitian ini aclehh mnentukan nihi HPGW yang mliputi nilai bmmasa (kayu, kayu bakar,
getah damar, Mbit
alam, p a b ntemak, tanaman
obat,tanaman hias, tanaman pangan Car), nilai hidrulugi (kebutuhan mmah tangga dan
pertanian), nilai procluksi, nilai kesejukan, dan nilai serapan h-n, serta
kuntribusinya tedmiap rnasyamkal
w k r .
Hasif penelitian ini diharapkan berguna bagi kegiEttan pengelolaan HPGW
pada khususnya dan pngeldaan hutan m r a umum s&agai infarmasi yang dapat digunakan
dalarn
menentukan kebijakan pengeblaan dan untuk mendapatkandukungan dari msyarakat dan instansi ierkait dalam upaya pelestarian hutan. Sertw
dapaf menyaclarkan stakeholders
tentang
nilai huZan yang sesugguhnya danTINJAUAN PUSTAKA
Hutan PendidikanMenurut Undang-undang N m o r 41 tahun 1999
fentang
Kehufanan, di Bab ItPasal
8 dinyatakan bahwa pemerintah dapat rnedapkan kawasan hutan tertentuuntuk tujlran khmus yang dipdukan unfuk
kepentingan
penelitin danpengembangan, pendidikan dan latihan, dan religi dan budaya. H P W merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus yang ditetapkan pemerintah unfuk
kepentingan pedidikan kehutanern.
Masih rnengaw pada UU No 41, bahwa hwasan hutan dengan tujuan khusus
tetap rnengandung fungsi hutan sabagai hutan konservasi, hutan lindung dan hutan
produksi, Bekenaan
dengan
ha1 ternbut HPGW mengemban fungsi sebagai hutanlindung. Dalam pengeblaannya hufan llindung ini dapat dimanfaatbn dengan tujuan
rnemperobfi manfaat yang optimal h i kesejahteraan selunrh masyarakat secara berkeadilan dengan tetap menjaga kebstariannya, yaitu &rupa pernanfaatan kawasan, pemnfaahn jasa Ingkungan dan pernungutan hasil hutan bubn k a p . Di dahm hutan pendidikan ini clapat dikkukan kegiatan pmelitian, pengembangan dmu
pengetahuan, pendidikan sebagai tujuan utamanya, disamping memberikan m a n M lain bagi masyamkt sekiiar k i k lokal, wilayah, nasianal, maupun internasional,
Nilai Kawasan Hutan
Nilai (value) rnerupakan pefsepsi sexorang; yai3u harga yang diberikan deh
==rang terhadap =u&u pada suatu tempat dan w k t u tertentu. Kegunaan, kepuasan, dan k m a n g a n mefupakan istilah lainnya yang dapat diterirna
dan
yang
akan dikortrankan seseorang untuk merniliki ataumenggunakan
barang afaujasa yang diinginkannya. Penilaian adalah kegiatan yang behaitan dengan
pembangunan kunsep dan rnetodalagi untuk metlduga
nilai
barang dan jasa (Davisdan Johnson, 1987).
Penilaian peranan
ekusistem, termasuk
kawasan hu tan, bagi kesejaMeraanrnanusia rnerupakan pekejaan yang
sarigal
kompfeks, rnencakup brbagai faktor yang behitan dengan nilai sosial dan polit*. Menurut Munasinghe dan M c N d y(19941, rrilai suatu kawasan kanservasi sangat tergantung
+a
aturan-aturanmanajemen yang M a k u . Oengan
Ma
lain, nihi tersebut ditentukan tidakhanya
oleh faktar-hktor biakgi dan ekonorni tetapi juga oleh kelembagaanyang
dibangununtuk mengelda sumberdaya kawasan
tersebut.
S-ra kunseptual, nilai
total
su&u kawasan terdin'atas
niiaipnggunaan
(RIP) dan nifai nan-penggunaan [MNP). Pembagian lebih lanjut mengmai nlai sugtukawasan manurut Munasinghe dan McNedy (1994) disajikan pads
Gambar
1.Sersara matematis
Niki Ekonorni Total (NET) dapat dinyatakan sebgai beflkut :NET = NP
+
NNP
= (NPL+
NPTL+
NP)+
(NA +NW)dimana : NET
=
nilai ekonorni totalNP = nilai pnggunaan (use value)
NNP
=
nifai nan-penggunaan (non-use value)NPL
=
nilai penggunaan langsung ( d i r d use value)NPTL
=
nilai penggunaan tidak langsung ondirect use value)PIP
=
nilai pilihan m a sdepan
(aption value) NA = nilai keberadaan {exisfsnm value)I
Nilai Ekonomi TotalI
Nilai Nonpenggunaan
I
I
Nilai Penggunaan Nitai Penggunaan
1
Langsung T iLangsung Pilihan Ke bwadaan Lain-lain
Makarman Fungsi ekologis r Biodiversity Habitat
Biornassa Pengendali banjir Konservasi habitat
-
Spesies langkaRekreasi Periindungan badai
[image:169.598.82.516.81.536.2]Kedapatan untuk dihitung f intangibility) manfaat individu makin
Gambar 1. Kategori nilai ekunmi lingkungan hutan tropis ( S u m k r : Munasing he, 1994 yang diadaptasi dari Pearce, 1 992)
P e a m d m Moran (1994) menyatakan k h w a nitai total tersebut Wak k n a r -
k n a r
total
karena: (1) tidak rnencakup keduruhan nilai, k u a l i nilai ekonomi, (2) banyak ahli ekalogi rnenyatakan k h w a nilai ekonomi total beturn rnencakup sernuanibi ekonomi karma ada bebetapa fungsi ekulugis dasar yang bersifat sinergis sehingga nilainya lebih k s a r dari nilai fungsi secara tunggal. Hal ini sebelurnnya
mempunyai fungsi set-baguna, paling tidak sebagai penghasif kayu, pengaturan M a
air,
tempatWindung
dan
turnbuh kehidupan liar, penghasilpakan,
dan temptrekreasi. Namun sangat sulit menetapkan Mas-batas fungsi tersebut secara tegas
karma adanya interaksi
antara
fungsdfungsi tersebut.Penentuan nilai ekonomi sumberdaya alam rnenrpakan ha1
yang
sangatpenting sebagai
satah
satu bahan prtirnbangan dalam rnengabkasikansumberdaya alam
yang
semakin hngka. Munasinghe (4 994) tserpendapat bahwapenilaian kontribusi fungsi skosistern bagi kesejahteraan masyarakat merupbn ha! yang sangat kmpleks, mencakup faktw-faktor nilai sosial poliik. Contohnya adalah
nilai
suatu kawasan hutansangat
ditentukan oleh aturan-aturan rnanajemen yangbetlaku
untuk
area! tersebut, maksudnya aEfalah nilai kawasan tidak hanya ditentukan okh fairtor-faktur fisik, bbtik, dan ekonomi t&gi juga oleh kekrnbagaanyang dibangun untuk mengdola sumkrdaya tersebut.
Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa hutan merupakan s u m b r
kehidupan bagi rnasyarakat di sekitarnya baik
m
r
a
ekulogi, ekonmi maupunsasial. Akibatnya kawasan hutan digunairan unluk memenuhi kebutuhan tersebut
dan j i b tidak digunakan
m r a
bijaksana tentu saja akan mengancam kebsfariannya. Keadaan ini disthbkan hutan rnerupakan khan yang rnenjdiyang
dapat mmenuhi kebutuhan subsisfen masyarakat, dan yang bbih utama lagi dengan menebang kayu di hutan merupakan cara temudah untuk mendapatkanuang.
Oleh karena itu, dalarn kerangka pengelodaan k ~ s a n hutan pendidikan ini,
penentuan nilai ekonami hutan sebagai suatu
ekmistem
merupakan asp& yangpenting. Pengetahuan nilai elronorni dapat rnenjadi landasan dalarn rnenjmb
psrfanyaan: beraga nilai kompmsasi yang haw dibeikan b p d a
rnasyamkat
yang
sebelumnya telah rnengusahakan dan bertempat tinggal di
kawasan
ini. Atau upayaapa
yang
dapert dilakukanuntuk
r n m h i k a n insentif ekonomi kepadamasyarakat
sekiir. Sebagai hutan pendidikansewajarnya daiarn
kegktannya haws &patrneningkatkan p m h a m a n masyarakat fsntang hutan, bahwa hutan sebenamya m m k r i k a n kontribusi yang sangat besar dalarn kehidupan ekonorni mereb,
sehingga masyarakat &pat berpartisipasi mendukung dan menjaga kawasan hutan
ini. Safah
satu
alternatifnya addah kegiatan pengabdian masyarakaf IPB dsnganmelakukan pernbinaan dan peningkatan kuafias sumkrdaya rnasyarakat di mkiar
HPGW (Tim Pengembangan HPGW Fahutan IPB, 2001).
Menurut Peam dan Moran (1994) pada urnurnnya metods penentuwn nifai ekonorni sumberdaya dapat dilakukan mdalui dua pendekatan yang msncakup beberap teknik yaitu: pendebtan langsung clan pendekatan tidaft langsung.
Pendekatan fangsung menmkup teknik-teknik yang mengupayakan mempedsh
penilaian secara langsung dengan rnenggunakan percobaan dan survey. Teknik
atau kesediaan untuk menerirna kornpensasi akibaf adanya kenrsakan lingkungan di
wkitarny a (Pea- &n Muran, 1994; Hufschmidt ef a!., 1983).
Kesecfiaan rnembayar atau menerima merekksikan preferensi individu
terfiadap @rubahan suatu lingkungan dari k d a a n awal (Qa) rnenjadi kondisi
lingkungan yang lebih baik
(a1).
Kesediaan
rnernhyar
tersebut d a m dinyafakartdalam bentuk fungsi sebagai brikut (Peaiw
dan
Moran, 1994):dimana W P i
=
k e d k a n mernbayar rumah tangga ke i,P
,
=
harga dari pnggunaan sumkrdaya tingkungan,Pd
=
h a w substitusiuntuk
penggunaan sumbrdaya lingkungan, Si=
karaMeristik sosial ekonomi rumah tanggake
i.Ei
=
galatacak
Kesediaan -rang u
ntu
k msmbayar sejumla h hrang rnenggambarkan manfaat marginal pa& tingkai konsurnsi tersebut.Dengan
melihat jumlafr yangdikonsumsi dan k d i a a n rnsmbayar m a b dapat & b a t lrurva fungsi manfaat marginal barang
atau
jasa
tersebut. K U M ~ ini b i a s disebut dengankurva
permintaan Marshal seperti yang disajiican pada Garnbar 2 (Hufschmidt
ef
al., 1 9831,kuwa tersebut menggarnbarkan jurnlah barang atau jasa yang akan dibeli oleh
konsumen dahm suatu pasar =lama p r i d e waktu
tertentu pa& berbagai
harga. Kdebihan dari kurva Marshal iniadahh
d a m diestimasiwmra langsung
den digunakanuntuk
rnengukur kesejahteraan melalui surplus konsumen.Surplus kmsumn rnerupakan wlisih
antam
kesediaan untuk membayar dengan jumlah yang dilbayarkan okhkonsurnsn
untuk
suatu p d u k . lnikonsuman d a p l mernbeli sernua unit barang pada tingkat yang lebih rendah. Dabm Gambar 2, ksarnya surplus
kansumen
adaiah luas bidang yangtedetak
antarakurva permintaan dengan garis harga.
+
Kurva PermintaanSurplus Konsumen
Jumlah yang dibayar konsumen
Jumhh barang
Gambar 2. Kurva permintaan individu. Pada tingkat: suplai OQ* nilai marginal barang yang
ditawariran
adahh OP*. untuk rnendapatkan barang sejumlah Q* jumhhkorbanan
yang hams clikduarkan adalah OP*MQ* dan daerah P M P msnrpakan surplus konsurnen (HufMmicftet
at., 983)Pendebtan yang didasarkan pascfa
kuwa permintaan dapat dibagi rnenjadi
duayaitu : prrnirrtaan diukur dengan mengarnafi prefemnsi individu p d a barang atau j a a lingkungan melalui kuesioner dan perminlaan dinysrtakan dengan rnengamati
pembayaran individu terhadap barang
afau
jasa lingkungan yang dinikmati melaluip a w (AgustQno, 1996). Prosedur pnilaian dapat dlakukan
secara
hngswngdengan
rnenggunakan teknik sunrei atau tidak langsung dengan penentuanpreferensi
konsumen
melalui observasi pasar.Kesedlaan rnernkyar dan surplus konsumen telah sering digunakan sebagai
ukuran dalam menentukan nilai sumberdaya (Davis dan Johnson, 1987). Teknik penilaian yang didasarkan pada pemintaan individu dengan rnenggunakan
mernbayar sekdampalt individu pada berbagai tingkat
manfaat
(Darusman, 1993).Teknik ini telah digunakan
antara
lain dalarn
rnenentukan nilai air untuk rumahtangga dan pertanian (Darusrnan, 19951, permintaan air (Widarti, 19961, perminlaan
METODOLOG! PENELiTlAN
Kerangka
Pmikimn dalam
Pemwahan MasalahUntuk menarik perhatian pengarnbil kebijjakan pengeldaan hutan di tingM
nasional maupun regional, pengeloh HPGW hams mampu memkri garnbaran yang
jelas
tentang sumbangan !cawasan hutan terhadap ekonomi didaerahnya
maupunnasional. Kendalanya, sampai saat ini prhitungan terhadap nilai ekonomi HPGW
k l u m pernah
dilakukan. Baikrnasyafakat,
pengarnbif kebrjakan, pengelolaHPGW
dan instansi terkait k l u m rnerniliki
data
kuantitatif tentang nilai ekonwniyang
dapat [image:176.607.72.565.385.670.2]digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pengetolaan yang Wrsifat obyeicti dan meyakinkan. Hubungan
k k r a p a
faktor yang terkait dengan penmahum niki ekonami HPGW disajihn pada Garnbar 3.Gambar 3.
Pentingnya
pmg-huan nilai ekwnomi dalam kerangka pmecahan masalahdan
pengdolaan HPGW
G a m h r 3 rnemperlihatkan bahwa pengetahuan rnengenai nilai ekonami
HPGW
merupakan
ha1
yang pnting, baik bagi pengefola, masyarakat maupun insfansi tehit. Elagi instansi terkait, pengetahuannilai
ekonomi HPGW dapa!dijadikan dasar &lam rnemberikan dukungan secara politis bagi pngelola dalam upaya-upaya rnengoptrrnalkan pernanfaatan dan pelestariarr, Sedangkan k g i
msyarakat, pengetahuan tentang nilai ekunorni pada HPGW diperkirakan a h
meningkatkan persepsi dan sikap positif terhadap upaya pengelolaan, pemanfaatan
dan pekstarian HPGW. Dukungan instansi terkait dan aikap positif
dari
masyarakat airanmembanfu
kekrhasilan upaya pengelola dalarn mencapai pengekhaan danmanfaatan serta pelestarian HPGW.
Atas pmikiran tersebut, maka strategi dafam pemecahan
masalah
pengeiolaan HPGW safah satunya hams dimulai denpn rnenentukn ntbi ekonumi
barang dan jasa yang ada dan dapat diberikan aleh kawasan tersebut, temtama kepada
rnasyafakat sekitarnya.
Untuk flu, langkah yang ditempuh daiarn penelitiianini
adalah
menmtukan nilai ekanwnitotal
HPGW. Serhubung terbatasnyadam,
waMudan
tenaga, pendilian ini d i m s i pada nilaipenggunaan,
yaitu beberapabarang dan jasa yang telah dimsakan langsung rnaupun
tak
langsung abh masyarakat yang tinggal di sekitar hufan, yaitu berupa biamasa (kayu, kayu bakar,getah damar, bibit alam, pakm temk, tanaman o k t , tanaman pangan Liar, tanaman Rias), air k f S i h , fungsi produksi, kwejukan, dan swapan karbon.
Tmpat dan Waktu Penelitian
FerreWian dilaksanakan di HPGW dan d m Hegarmanab di Kecamatan
Chntayan KabupElten Sukabumi pada bulan Aptit
sarnpai dengsan
Agustus 2002Lingkup Wilayah Penelitisn
Penditian mencakup kawasan HPGW dan desa Hegarmanab yang
wilayahnya behatasan langsung clengan HPGW.
Lingkup Hilai Ekonmi yang Dibitung
Nilai ekunomi tuhl kawasan hutan terdiri atas nilai penggunaan
(use
value),nilai pilihan fapb-on value), dan nilai keberacfaan
(exjstence
value).
Datarn
penelitinini, nilai
skortumi
yang dihitung dibatasi p d a nilai penggunaan fuse vahe), yaitu hasil yang dapat dikansurnsi semralangsung
(yaitu nilai biomasa), dan nilai penggunaan tidak bangsung, yaitu keuntungan yangbemifat
fungsional (rndiputifungsi hidrologi, fungsi produksi, fungsi kesejukan, dan fungsi penyerap krbm)
yang dapat ditihat gada Gambr 4. Niiai Total HPGW cfitentuhn dengan rumus : NT
=
NPt + NTPL=
(NB)
+(NH
.e NP *. NK+
NC)dimana: NT
=
Nlai Total HPGWNPL = Nilai Penggunaan
Lawsung
NPTL=
Nilai Penggunaan Tidak LangsungNB = Nilai Biomasa, (kayu, kayu bakar, gelah damar, bibit,
tanaman
&at,pakan ternak,
tanaman hias
dan tanaman pangan liar)NH
=
Nilai Hidrologi, (nilai air unfuk perternian dan rumah tangga)NP
=
Nilai ProduksiNU
=
NibiKesejukan
Nilai Ekonomi HPGW
I
Tak Langsung
I
kayu bakar/I
+I
I
~ e i a h damarI I
air m n i a nI
pakan temak tansman obat
rn tanaman hias
Gamtsar 4. Unsur-unsur
yang
dihitung untuk menentukan nihi ekonorni HPGWSubyek PemWan
Subyek penelZtian ini adalah rnasyarakat frurnah tangga) yang ada di
sekitar
kawasan dan pengelola HPGW. Untuk masyarakat diutamakan yangaMi
mengarnbil manfaat di kawasan hutan, seperti pengambil kayu bakar,pengambil
pakan temak, pengambif getah damar, pengambit bibit, pengumpul tanaman hias,
Untuk pendugaan nilai biornasa, nilai hidrologi, nilai pruduksi, nilai kesejukan,
dan
nilai serapan kartwn diarnbil sarnpel desasecara
purposive jraitu desaHegarmanah, sedangkan pengambifan sarnpel dilairukan secara acak. Jurnlah
sarnpel (responden) diarnbil
sebanyak
1 00 orang.Populasi pnefitian untuk masing-masing nifai ekonomi yang dihitung adalah
sekgai brikut:
( 3 ) Urrfuk penentuan nilai
kayu
bakar,
nilai pakan temak, nifai tanaman pangan liar, nilai air rumah tangga, dan nifai air pertanian (sawah) adahh masyarakat desayang wilayah desanya berbatasan
tangsung dengan HPGW
(2) Untuk pnentuan nilai getah damar, nilai bibit, nilai fanaman
a m ,
nilai tanamanhias dan nilai produksi (tanaman semusim dan tanaman tahumn), populasi
yang
digunakan adalafi
masyarakat
yang melakukan kegMan tersebut, rnasyarakyang &&clang dahm kawasan HPGW, dan rnereka yang bekqa di proyek agrdorestw.
(3) Untuk penentuan nilai kayu, nilai kesejukan clan nilai serapan kaftron addah
pengelda HPGW.
Untuk melitrat: patensi tanaman OM, tanaman hias dan tanaman pangan liar dibuat petak cuba berbentuk jalur pada j a b
&ma
yaitu jalur yang wring dilalui masyarakat. Panjang jalur yang dibuat adacfalah -t- 50 rn di kanan kiri jaiur yang saringdilalui masyarakat. Sedangkan untuk
potensi
kayu, getah damar dan bibialami
Data yang Oikumpulkan
dan Cam Pengumpulan
Data
Data yang dikumpulkan rneliputi data primer dan data sekunder. Data primer
adafah
data
yang diperabh secEtra langsung dari responden yang dikumpulkanmelalui wawancara (terstruktur dan tidak terstruktur) dan pengukuranfpengarnatan
langsung
di lapangan. Data sekundsr krupada€a
keadaan umum HPGW dan dssa Hegarmanahwrta
d a t a d t a penunjang lainnya dikurnpulkan rnelalui penefaahanpustaka, laporan, tmtatm dari badan pengdoh HPGW, Fahutan
tPB,
dan instans!yang
terkad (Kearnatan, Dinas Kefiutanan, dan lain-lain).Pendugaan Nlai Ekonomi
Penervtuan nilai ekonomi MPGW yang rneliputi total kesdiaan mern bayar,
biaya
pengeluamn,dan
surplus konsumn didasarkan pada kesediaan untukmmbayar dari konsurnen untuk rnengkansumsi
harang
atau jasayang
diperdehdafi HPGW. Penentuan nilai ekonorni biornasa, produksi dan air dihkukan dsngan msnggunakan kurva prmintaan Marshal yang tahapnnya adelah sekmgai krikut:
fl) Metlentukan mdel (kurva) permintaan, yaitu meregresikan perminfaan (Y)
dengan
harga
(biaya pengadam) dan fafakfor-faktor sosial ekanorni yangmem pengaruhinya dengan model sebgai berikut:
dimana Y
=
perrnintaanatau
kansumsi (satuanlkapita)XI
=
harga atau Maya pengadaan (Rpfsafuan)Bqt,z,,.n
=
intemppj,w,,.n
=
koefcsien regresiPenentuan model terbik dilakukan dengan rnenggu nakan
metode
"StepwiseRegression" dengan perangkat lunak Minitab.
(2) Menentukan intersep baru
p&
fungsi permintam dengan pubah bebas XI dalam k d a a n faktor lain (X2, X3*...Xn) tetap. Carst pmghitungannya adaiah(3) Menginversi pwsirnaan fungsi
asal
sehingga XI menjadi peubah tak bebasdengan Y sehgai pubah
b e h s
:(4) Menduga ra&rata kesediaan membayar (utility) dengan menggunakan
f ( Y )
=
fungsi prmintaan(5) Menentukan nilai XI (harga brangltriaya pengadaan) pada saat Y dengan car&
mensuktitusikan nilai Y pada persamaan :
y
-
Po'
XI=
P1
(7)
Penghilungan
nilai tatal kesediaan rnernbayar, surplus kansumen, dan hargayang dibayahn dengan mra menggandakan nPai pada paint (4) dengan
pengganda untuk populasi.
Hilai Ekanami Kayu
Nilai
kayu
diduga dari potensi kayu yang &a di Gunung Walat dan dikafikandengan harga kayu yang beriaku di pasaran,
dimana
:
HK=
harga
kayu (43/m3)VK
=pQtensi
kayu(m3)hk =bargahyudipasaranf~plm~)
Nilai Ekanomi Kayu 8akar
Harga (biya pengadam) kayu bakar diduga mlalui pendskafan biaya pengganti berdrrsafkan curahan waMu yang dipergunakan untuk rnefigumpulkan
kayu
bakar dengan rumus wbagai befikut:dimana :
tlKtrI=
hafga
kayu bakar (Rpfikat)Penentuan nilai ekonomi kayu bakar didasarkan pada konsumsi kayu
hkar
per kapita, sehingga nilai pengganda yang digunakan adalah jumlah penduduk di
wilayah penelitian.
Nilai ekonwni getah damar diduga d a l u i pendekatan langsung dafi harga pasar yang Waku di tingkat petani
penyadap
dan
pengekla HPGW, dengan rumus:H G =
VGxhgdimana:
HG=
harga damar.(RFrfkg)
VG
=
volumedarnar yang diprociuksi (kg)
hg = harga darnar di pasaran (Rpkg)
Penetltuan nilai ekonorni getah darnar didasarkan pada potensi kap agathis
per
Ha, sehingga nlai penggzmda yang digunakn adafafi potend pohon agathis di wilaya h peneiitian .Niiai ekunomi bibit
(anakan
ebm)
diduga mlalui pndekatan langsung (harga pasar) dengan nrrnus sebagai krikut :HB,
=
VBxhbdimana : HB1
=
harga bibit alarn(Rptbtg)VB
=
jumhh bibi alam (btg)Psnentuan nilai ekonomi bibit didasarkan pada potmsi bibi alami per Ha,
sehingga nilai pengganda
yang
digunakan aclalatt pcvtensi bibit di wilayah pnelitian.Ftilai Ekanorni Pakan Ternak
Unfuk pakan ternak niiai ekonominya diduga rnelalui pendekatan biaya
pengganti berdasafkan curahan waktu yang dipergunairan untuk mengurnpulkan pakan ternak dsngan rumus brikut:
dirnana
: HPI=
harga pakan ternair (Rplkg)VI
=
volume pakant e r ~ k
yang dihasilkan pncari ke i (kg) WP,=
curahan
waktu (jam) pencari ke i,Nilai
pengganda
yang digunakan &a#& papulasi ternak prnakartpalran
ternak (sapi,
kerbau,
kambing, dornba) yang terdapzrf di dunrh desa yang wilayahnysa berbatasan dcngan HPGWNilai Tanaman Obat
Harga tanaman o m dihitung dengan menggunakan pendekatan langsung (hama pasar) dari jenis tanawn obat tertentu dengan rumus mkgai krikut:
dimana :
HO,
=
fiarga a k l (Rplkg)VO
=
vdume tanaman
O M
yang dihasilkan (kg)Nihi pengganda yang digunakan adalah potend tanaman
abat
yang ada clihkasi penelitian.
Nllal. Tanaman Hias
Harga tanaman hias dihitung dengan
manggunakan
pedelratan langsung (harga pasar) bfhadap jenis tanaman hiasterterrtu
yang diusahakan, yaitu dengan rumus sebagai berikut:HH,
=
VFt
x hhdimana : HH,
=
harga tanaman hias (RplbQ)VH
=
volume tanaman hias yang dihasilkan(Mg)
hh = harga tanaman hias yang dipasarkan (Rplbtg)
Nitai pengganda yang digunairan adatah pcvtensi tanaman
hias
yang ada di lokasi penelitian.Nihi f anaman Pangan Liar
Harga tanaman pangan liar dihitung dengan menggunakan
pn&katan
langsung (hrga pasat), yaitu harga yang
Rams
dtkorbanbn untuir mngkonsurnsijenis tanaman pangan tertentu dengan rumus sebagai berikut:
HLI
=
VL
x hldimana ; HLI
=
harga
tanaman pangan liar (Rphkat)VL
=
volume tanaman pangan liar yang dihasilkan (ikat) hl = Aarga tanaman pangan fbr di pasaran (Rphkat)Nilai pengganda yang drgunakan adalah potensi tanaman pangan liar yang
Nilai Air Rumah Tangga
Harga air dihitung bedasarkan parfa biaya pengdaan, yaifu biaya yang haws
dikurbankan untuk rnendapatkan dan rnenggunalran air tsrssbut dengan mmus
dimana:
MART = h a r g a l b i pngadaan air responden ke i (Rp) BPwiurn
=
biaya pengadaan air rninum (Rp)BpMandi
=
biaya pengadaan air mandi fRp)8Pc-,
=
biaya pengacfaan air cucilkakus (Rp)K ~ l n u m
=
kebutuhan air minum (m3)KM%mtwti
=
kebutuhan air rnandi fm3)& u c i n ~ ~ 1 ~ 1 $
=
kebutuhan air cucilkakus (m3)Nilai pengganda yang digunakan
untuk
menentukan nibi total air rumahNilai Air Pertanian
Penentuan harga air sektor pertanian (sawah) dilakukan dengan pendebtan biaya pengadan
dengan rumus:
dirnana : l-lA&awah
=
harga pengadaan air sawah responden ire i f fagha)8Pi
=
biaya untuk mengalirkan air sawah respanden ke i (RpRh)Milai pengganda yang digunakan untuk rnenentu kan air sawah adafah has
sawah yang terdapat di daerah penelitian.
Nilai Praduksi
Dalam menentukan nifailfiarga pruduksi dari lahan yang ditanarni tanaman
semusim rnaupun tahunan, difakukan berdasarkan
@a
biaya pengadaanldimana :
HL
=
hargalahan
bagi responden ke i (Rplha)L,
=
luas lahan garapan respondenke
i thalth)Nilai pengganda yang digunairan adalah luas lahan yang diusahakan untuk
kegiatetn pnanarnan
tanaman
m u s i r n dan tahunan di daprah pmdian.Pefierrtuan nilai ekonomi kesejukan didasarkan pada analisis biaya dan
manfaat
dengan
met& biaya ganfi yaitu biaya yangh a w
dikorbankan unfukrnengganti jaw
lingkungan
yang dirusak dalarn ha1 ini untuk mendapatkan kesejukandengan
rumus:dimana: HK
=
h a r p
kesejukan (Rplfia)BP
=
biaya untuk rnempemleh kesejukan (RpEthn)Untuk rrtenentukan nilailharga dari penyerapan k a w n di lokasi penelitan
didasarkan
pada
analisis manfaat dan biaya, dengan rumus; H C = V B x B J x C O x n Cdirnana:
HC
=
harga serapanC&
(Rpfion)V8
=
wlume biomass (m3)BJ
=
befat jenis kayu (kgfm3)CQ
=
kandungan karban dalam kayu(kg)KEADAAN UMUM WILAYAH PENELlTlAN
Sejarah Pengeblaan Hutan Pendidibn Gunung WalatKmasan Hutan Gunung Walat merupakan pinjaman Direktorat Jenderal
Kehutanan pada IPB untuk digunakan
seperlunya
bagi kepentingan pendidikankehutanan yang Hair
tahun
196W1969 dikelola oleh Fakuttas Kehutanan IPB. Sejak dikeluarkannya SK Menteti Pertanian RI Nu. OO81KptslDJlll73 tentang penunjukkankornplek Hutan Gunung WaIat menjadi hutan pendidikan, maka pengelaban kawasan hutan Eunung Walai seluas 359 Ha dilaksanakan afeh IPB dengan status
Rak
pakai sebagei hutan pendidilran dansecara
struMural k r a d a dibawah UnitKebun Perwbaan IPB dalam jangka waMu 2Q
tahun.
Dalam pebkmnaan pengeld~lannya diangkat smrang Kepah Kebun
Percdman okh R d o r IPB untuk msmangku
hutan
pendidikan Gunung Walat.kernudian Kepak Kebun Percoban mengangkt 3 orang staf pernbantu yang
dikukuhkan ofeh sum keputusan Dekan Fakuks Kehutanan No. 111f9'78 yaitu
meliputi staf perencanan, staf teknik lapangan, dan staf pengendalian, Sslanjutnya
tejadi perubahan strulrtur Pelaksana Pemangkuan
HlPtan
Gunung
Wlatberdasarkan susunan prsonalia dan jabatan yang dituangkan dalam SK D A n Fakultas Kehhnan IPB No. 091PtKfKptd06. t 311 978.
Perkembangan pengelofaan selanjutnya dilakukan krdasadcan 5K. Menteri Kehutanan No. 687Mpts-fill992 tentang Penunjukan Komplek Hutan Gunung Walat
Sebagai Hutan Pendidikan. Dinyatakan bahwa pengeldartn kawasan Hutan Gunung
Wafat
sefuas*
359 Ha sebagai Hutan Pendidikan dilalrsanakan krsama antaraKoadaan Fisik
Letak dan Luas
HPGW terfetak pada 6'53'35" - 6'55'10" LS
dan
10Ei047'5W
-
106"51'30"BT. Semra adrninistrasi pernerintahanHPGW
termasuk dalam wilayahDesa
Hegarmanah K m a t a n Ciintayan Kabupaten Sukabumi, sedangkan semra
administrasi Kehutanan termasuk dalam wilayah BKPH
Gede
Barat,
KPH SukabumiPerurn Perhutani Unit
I
l
I Jawa Barat.Luas
kawasan H P W adalah k359
Ha,
terdiri dari 3 blok yaitu blok tirnur(Cikatornas) seduas 120
Ha,
blQk barat (Cimenyan) wluas 125Ha,
dan blok tengah (Tangkalak atau Seuseupan) seluas 1 14Ha.
HPGW terietak pada ketinggian 5Q8-700
rn
dpl dengan topografi yangbervariasi dari hndai sarnpai bergelambang terutarna di m i a n Sdatan, d a n g k a n
di bagian Utafa mrnpunyai topogM yang semakin berat. Kondisi topografi di areal
tersebut adalafi krgunurg (98 Ha), krtruici (42 Ha), bergelambang (23
Ha),
hrumbak (9 Ha) dan &tar (4 Ha). Terdagett dua titik trianguhsi yaitu di hgian tengah
punggung
bukii patok KQ. 2212 pada ketinggian 676 rn dpl dan di bagisanfimur patok
KQ.
221 3 pada ketinggian 726 m dpl yang merupakan ternpat tertinggi diHPGW (Fakultas Kehutanan, 1 978).
Keadaan
tanah pada kawasan ini merupakan komplek dari pudsolikrnerah
kuning, 6afowl dan litosol yang bsmsal dari batuan endapan
den
kkuan di daerahMenunrt
klasifikasi
Schmidt dan Fergusan, daerah Gunung Walat twrnasukiklim fipe A (basah) dengan nifai Q
=
14,3%-
33%. Bedasarkan data curah hujan Gunung Walat tahun 1 98Q sampai 1992 dikdahui banyaknya curah hujan p e r tahunberkisar antara 1600
-
4400 mm, dengan rata-rata curah hujan pertahun sebsar 2966 mm. Suhu minimum pada malam hari W°C, sedangkan subu maksimum padasiang hari 30°C.
Pada tragian Barat Daya kawsan ini terdapat areal wmlihan dengan jsnis batuan Karst,
Wingga
di wilayah tersebut terbentuk k k r a p a gua alamkawflgamping. Salah satunya adalah gua ahm Cipreu yang terbentuk dari batuan
karst yeng saat ini
akan
dikembangkan sebagai obyek rekfeasi speleolagi. BqianSdatan mmilik aanak sungai
yang
brair sepanjang tahun yang merupakansumbet
air bersih yang penting bagi rnasyarakat sekitarnya. *
Keadaan B i d k
Keadaan vegetasi HPGW didominasi deh bebrapa jenis pohon yang sebagian besar acfalah hutan tanaman yang diinarn sejak 1958, yaitu damar (Agathis tumnth&Wia) seluas 1 25 Ha, t usam (Pinus merkusir) wluas 1 00 Ha, puspa (Schima
walkhid
seluas 325 Ha. Juga terdapat smokeling (Dajbergia latifolia),akasia
(Am&auriwiifmnis),
rasamala
(Alfingia @x&s~] danbeheraw
jsnis asliyang masih
diprtahankan,
Dari jenis pohon-puhan ini, pahandamar mernkdican
sumbangan ekunmis baik untukrnasyarakat
juga pngelola HPGW karenagetahnya (kopal) dapat disadap dan dijual.
Setain pepohonan terdapat juga jenis paku-pakuan, epifrt dan berhgai jenis
sebagai k h a n pangan, selain
itu juga beberapa spesies merupakan tanaman hias.Begifu juga dengan
eprfrt
beberapa diantaranya rnerupakan tanaman hias.Sedangkan rumput-rumputan bebefapa jenis mentpakan tanamarr hias disam ping
juga dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan bawah dan semak herba yang ferdapal di sans antara bin: alang-alang (Impemta cyfndrica), harendong
(IWeIasfoma
maiabatricum), jsnis paku-pakuan w s d i pakis areuy(Nekanie
scamkn), mne [Seagindh @am) sertarumput-rumputan
sepertiantaran
(VWaudomta),
jampang (Pfimfmphus compmssus), jukut ki paif(PaspaIIum
~ o n ~ ~ g a t ~ m ) ,
tekj (Kyljngammocepl~ls)
dan sebagsrinys, Tumbuhan obatyang
terdapat di HPGW antaranya: kayu manis
(Cinnamomum
zeyfaniwrn],
jahe {Zkgiberominale),
kencur
(Cappads m m a n t f i a ) , ternulmmk (Cunurn~ xanifmmmza) dankapulaga
(Amamurncardamomurn)
(Parakassi
ei
a!., 1982dahm Gunduyw, 2QQ2).
HPGW juga merupakan habitat kberapa jenis
satwa
liar krupa musang(Pemdoxums
hem%phmMus), mon yet ekor panjang(Macam
faskularis),
kelinciliar
(Nesdagus
yl.), kjing ( C a l ~ ~ ' u m ssp.),
h b i hutan (Sus s m f a ) dan betrerapjenis burung. B u r u ~ u n t ~ itu h p a kutilang
(Pymonwfus
au$gasfetj, prkutut(GoepeIia
stn'afa), bunrng madu (nedatjnia jugularis pectoiads) dan bunrngsrengenge
(AMreptesm e l e m s i s
myshmlis) (Sugiarfo, 1 993 dalam Gundoyo,