• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjadwalan Perjalanan Alat Transportasi Untuk Pendistribusian Dan Loading Barang Di Wilayah Rute Sumatera Utara Pada PT. Bina Tama Sentra Fajar Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Penjadwalan Perjalanan Alat Transportasi Untuk Pendistribusian Dan Loading Barang Di Wilayah Rute Sumatera Utara Pada PT. Bina Tama Sentra Fajar Medan"

Copied!
171
0
0

Teks penuh

(1)

PENJADWALAN PERJALANAN ALAT TRANSPORTASI UNTUK PENDISTRIBUSIAN DAN LOADING BARANG DI WILAYAH RUTE SUMATERA UTARA PADA PT.BINA TAMA SENTRA FAJAR MEDAN

TUGAS SARJANA

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat – syarat Penulisan Tugas Sarjana

Oleh Dini Tahiri Arifa NIM. 070423009

P R O G R A M P E N D I D I K A N S A R J A N A E K S T E N S I D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I

F A K U L T A S T E K N I K

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

M E D A N 2 0 11

(2)

PENJADWALAN PERJALANAN ALAT TRANSPORTASI UNTUK PENDISTRIBUSIAN PENGIRIMAN DAN LOADING BARANG DI

WILAYAH RUTE SUMATERA UTARA PADA PT. BINA TAMA SENTRA FAJAR MEDAN

TUGAS SARJANA

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Oleh

DINI TAHIRI ARIFA 070423009

Disetujui Oleh :

Dosen Pembimbing

(Ir. Abadi Ginting SS, MSIE)

P R O G R A M P E N D I D I K A N S A R J A N A E K S T E N S I D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I

F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2010

(3)

ABSTRAK

PT.Bina Tama Sentra Fajar Medan adalah Perusahaan jasa yang bergerak dalam pengiriman barang. Barang yang diangkut dan dikirim oleh PT.Bina Tama Sentra Fajar berupa paket dan dokumen. Ketepatan dan keakuratan dalam pengiriman barang kepada konsumen merupakan tujuan utama perusahaan..Transaksi keuangan antara PT.Bina Tama Sentra Fajar dengan Agen dilakukan dengan cara penagihan bulanan (invoice), dan transaksi antara agen dan konsumen diikat dengan adanya bukti pengiriman atau resi.Untuk memenuhi tujuan perusahaan tersebut maka diperlukan perhitungan yang rinci terhadap rute distribusi yang optimal, waktu tempuh dari kota asal (origin) menuju kota tujuan (destination), dimana destination berada sepanjang wilayah pengiriman sejumlah n agen. Peranan PT. Bina Tama Sentra Fajar Medan mendistribusi kesemua titik agen di wilayah sementara agen bertanggung jawab pada wilayah tersebut untuk pendistribusian ke konsumen. Penentuan rute, sub rute dilakukan dengan algoritma heuristic untuk mendapatkan titik optimal dan efisien. Pembentukan sub rute masih dilakukan secara manual yang akan menghasilkan jarak tempuh yang minimum pada setiap sub rute. Berdasarkan perhitungan diperoleh 5 sub rute yang dilakukan dalam satu hari dan dilayani oleh 28 mobil angkut berkapasitas 2700 kg. Rute pengiriman barang yang ditempuh oleh sebuah perusahaan sangat berpengaruh pada efisiensi dari pengeluaran. Dalam pengiriman barang, alat transportasi yang tersedia tidak hanya satu buah melainkan lebih dari satu sehingga diperlukan perhitungan untuk masalah pencarian rute dengan banyak kendaraan atau agen yang dapat mengantar barang sekaligus. Masalah ini disebut

Vehicle Routing Problem.

Dengan penerapan rute pendistribusian usulan PT.Bina Tama Sentra Fajar Medan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam pendistribusian pengiriman barang yang tepat waktu sesuai dengan permintaan.

(4)

DAFTAR ISI

BAB

HALAMAN

LEMBAR SAMPUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiii

I PENDAHULUAN ... I-1 1.1. Latar belakang ... I-1 1.2. Perumusan Masalah ... I-3 1.3. Tujuan Penelitian ... I-3 1.4. Manfaat Penelitian ... I-4 1.5. Batasan Masalah ... I-5 1.6. Asumsi yang Digunakan ... I-5 1.7. Sistematika Penulisan Laporan ... I-6

(5)

2.8. Prosedur Operasional Perusahaan ... II-11 2.8.1. Prosedur Pengiriman dan Penerimaan Barang ... II-12 2.8.2. Proses Kerja Pengiriman dan Penerimaan Barang ... II-17 2.8.3. Pola Distribusi PT.Bina Tama Sentra Fajar ... II-19

(6)

IV METODOLOGI PENELITIAN ... IV-1 4.1. Tempat dan Waktu Penelitian ... IV-3 4.2. Objek Penelitian ... IV-3 4.3. Perumusan Masalah dan Penetapan Tujuan ... IV-3 4.4. Studi Pustaka dan Studi Lapangan ... IV-3 4.5. Pengumpulan Data I ... V-3 4.6. Metode Pengumpulan Data I ... V-4 4.7. Pengolahan Data ... V-5 4.8. Analisis Pemecahan Masalah I ... V-9 4.9. Kesimpulan dan Saran I ... V-9

(7)

5.2.6.1. Penentuan Biaya Transportasi Sub Rute ... V-45

VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH ... VI-1 6.1. Analisis Jarak yang Ditempuh ... VI-1 6.2. Perhitungan Utilisasi... VI-2 6.3. Analisis Biaya Transportasi ... VI-4 6.4. Usulan Rancangan Rute Distribusi ... VI-5

VII KESIMPULAN DAN SARAN ... VII-1 7.1. Kesimpulan ... VII-1 7.2. Saran ... VII-2

(8)

DAFTAR TABEL

TABEL HALAMAN

Tabel 3.1. Klasifikasi Penentuan Rute dan Penjadwalan Kendaraan .. III-39

Tabel 3.2. Faktor Rating Performance Menurut Westinghouse ... III-49

Tabel 5.1. Lokasi Wilayah Pengiriman PT.BSF ... V-1

Tabel 5.2. Data Pengiriman Barang Per Minggu ... V-2

Tabel 5.3. Hari Kerja dan Waktu Kerja ... V-3

Tabel 5.4. Spesifikasi Mobil Angkut ... V-3

Tabel 5.5. Jarak Antar Wilayah (Km) ... V-5

Tabel 5.6. Jumlah Pengiriman Tiap Wilayah ... V-7

Tabel 5.7. Pengukuran Waktu Loading Mobil Kapasitas 2700 kg ... V-9

Tabel 5.8. Pengukuran Waktu Rata-rata Loading ... V-11

Tabel 5.9. Pengukuran Waktu Pelayanan di Kantor dan Agen ... V-14

Tabel 5.10. Kecepatan Rata-rata Loading di Kantor Ekspedisi ... V-23

Tabel 5.11. Kecepatan Rata-rata Unloading di Kantor Ekspedisi ... V-23

(9)

TABEL HALAMAN

Tabel 5.13. Jarak Antar Wilayah ... V-34

Tabel 5.14. Data Jumlah Wilayah Distribusi ... V-42

Tabel 5.15. Data Jumlah Waktu Distribusi ... V-46

Tabel 6.1. Tabel Waktu Distribusi ... VI-1

Tabel 6.2. Demand dan Kapasitas Mobil Angkut Tiap Sub Rute ... VI-3

Tabel 6.3. Utilisasi Alat Angkut Masing-Masing Sub Rute ... VI-4

Tabel 6.4. Tabel Biaya Transportasi per Rute ... VI-5

(10)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR HALAMAN

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT.Bina Tama Sentra Fajar ... II-6

Gambar 2.2. Pola Distribusi Produk PT.Bina Tama Sentra Fajar... II-21

Gambar 3.1. Graph G ... III-1

Gambar 3.2. Graph Berarah dan Berbobot ... III-2

Gambar 3.3. Graph Tidak Berarah dan Berbobot ... III-3

Gambar 3.4. Graph Berarah dan Tidak Berbobot ... III-3

Gambar 3.5. Graph Tidak Berarah dan Tidak Berbobot ... III-4

Gambar 3.6. Graph ABCDEFG ... III-4

Gambar 3.7. Konsolidasi ... III-16

Gambar 3.8. Break Bulk ... III-16

Gambar 3.9. In Transit Product Mixing ... III-17

Gambar 3.9. Ilustrasi Masalah Travelling Salesman Problem ... III-18

Gambar 3.10. Graph ABCD ... III-19

(11)

GAMBAR HALAMAN

Gambar 3.12. Contoh Travelling Salesman Problem ... III-22

Gambar 3.13. Contoh Urutan Rute yang Bagus dan Jelek... III-23

Gambar 3.14. Klaster untuk Kendaraan/ Alat Angkut ... III-24

Gambar 3.15. Bentuk Solusi Vehicle Routing Problem Dasar ... III-26

Gambar 3.16. Pengurangan Jarak Tempuh melalui Konsolidasi ... III-30

Gambar 4.1. Blok Diagram Prosedur Penelitian ... IV-2

Gambar 4.2. Blok Diagram Pengolahan Data ... IV-7

Gambar 4.3. Blok Diagram Pengolahan Data ... IV-8

Gambar 4.4. Blok Diagram Analisis Pemecahan Masalah ... IV-9

Gambar 5.1. Peta Kendali Waktu Loading Mobil Kapasitas 2700 Kg .. V-11

Gambar 5.2. Peta Kendali Waktu UnLoading Mobil... V-13

Gambar 5.3. Peta Kendali Waktu Pelayanan ... V-16

Gambar 5.4. Peta Sumatera Utara ... V-28

(12)

ABSTRAK

PT.Bina Tama Sentra Fajar Medan adalah Perusahaan jasa yang bergerak dalam pengiriman barang. Barang yang diangkut dan dikirim oleh PT.Bina Tama Sentra Fajar berupa paket dan dokumen. Ketepatan dan keakuratan dalam pengiriman barang kepada konsumen merupakan tujuan utama perusahaan..Transaksi keuangan antara PT.Bina Tama Sentra Fajar dengan Agen dilakukan dengan cara penagihan bulanan (invoice), dan transaksi antara agen dan konsumen diikat dengan adanya bukti pengiriman atau resi.Untuk memenuhi tujuan perusahaan tersebut maka diperlukan perhitungan yang rinci terhadap rute distribusi yang optimal, waktu tempuh dari kota asal (origin) menuju kota tujuan (destination), dimana destination berada sepanjang wilayah pengiriman sejumlah n agen. Peranan PT. Bina Tama Sentra Fajar Medan mendistribusi kesemua titik agen di wilayah sementara agen bertanggung jawab pada wilayah tersebut untuk pendistribusian ke konsumen. Penentuan rute, sub rute dilakukan dengan algoritma heuristic untuk mendapatkan titik optimal dan efisien. Pembentukan sub rute masih dilakukan secara manual yang akan menghasilkan jarak tempuh yang minimum pada setiap sub rute. Berdasarkan perhitungan diperoleh 5 sub rute yang dilakukan dalam satu hari dan dilayani oleh 28 mobil angkut berkapasitas 2700 kg. Rute pengiriman barang yang ditempuh oleh sebuah perusahaan sangat berpengaruh pada efisiensi dari pengeluaran. Dalam pengiriman barang, alat transportasi yang tersedia tidak hanya satu buah melainkan lebih dari satu sehingga diperlukan perhitungan untuk masalah pencarian rute dengan banyak kendaraan atau agen yang dapat mengantar barang sekaligus. Masalah ini disebut

Vehicle Routing Problem.

Dengan penerapan rute pendistribusian usulan PT.Bina Tama Sentra Fajar Medan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam pendistribusian pengiriman barang yang tepat waktu sesuai dengan permintaan.

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Distribusi suatu barang memegang peranan penting pada perusahaan ekspedisi. Permasalahan distribusi tersebut mencakup kemudahan untuk mendapatkan suatu produk kapan dan dimana saja. Kemudahan mendapatkan barang ini mengandung suatu biaya kesempatan (opportunity cost) yaitu peluang memenangkan bisnis pengiriman barang. Untuk itu distribusi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu pengiriman barang dan perusahaan ekspedisi.

Dalam pendistribusian suatu barang tentu saja hal yang paling penting didalamnya adalah mengenai transportasi barang. Di satu pihak, transportasi hanyalah merupakan suatu proses pemindahan satu material yang tidak memberikan penambahan nilai pada barang dan sifatnya merupakan biaya (cost). Atau dengan kata lain, penambahan jarak transportasi akan memberikan biaya transportasi yang lebih besar pula. Oleh karena itu, salah satu upaya pengurangan biaya transportasi dapat dilakukan dengan mengoptimalkan waktu transportasi dimana waktu transportasi didapat dari jarak transportasi.

(14)

barang memiliki rute tujuan pengiriman yang berbeda-beda. Dengan banyaknya mobil truk box pengiriman yang memiliki rute tujuan yang berbeda ini maka PT.Bina Tama Sentra Fajar memiliki tanggung jawab untuk membuat jadwal bagi setiap mobil truk box agar mendapatkan hasil pengiriman barang datang tepat waktu serta biaya operasional mobil juga dapat diminimalisasi. Petugas yang menyusun jadwal pengiriman barang tersebut menyusun jadwal rute tujuan mobil secara manual sehingga minimalisasi rute mobil angkutl tersebut masih belum dapat dikatakan optimal.

Berdasarkan kondisi tersebut untuk menghindari pembengkakan biaya operasional, maka salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan optimalisasi rute pengiriman. Karena jumlah rute tujuan yang harus dioptimasi adalah lebih dari satu tujuan pengiriman dengan jarak tempuh yang berbeda-beda, maka hal tersebut akan sulit untuk melaksanakannya dengan menggunakan proses manual. Sehingga dalam penelitian ini digunakan metode optimasi dengan algoritma heuristik.

Dengan algoritma heuristik diharapkan dapat membantu dalam penentuan jumlah mobil angkut yang digunakan serta rute pengiriman barang yang harus ditempuh, sehingga menghasilkan jadwal rute pengiriman yang optimal serta biaya operasional dapat diminimalkan.

(15)

perjalanan yang akan dijalani terlebih dahulu, maka target yang telah ditentukan tidak terlaksana secara optimal. Penyusunan rute yang baik dapat mempersingkat jarak tempuh dan waktu pengiriman barang dan akhirnya berdampak pada penghematan biaya distribusi bagi perusahaan.

1.2. Perumusan Masalah

Permasalahan yang terjadi di PT.Bina Tama Sentra Fajar Medan selama ini keterlambatan pengiriman barang (ketidaktepatan waktu pengiriman barang). Rute pendistribusian barang PT.Bina Tama Sentra Fajar Medan masih kurang efektif dan efisien dikarenakan kurang optimalnya penjadwalan dan rute pengiriman barang.

Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk merencanakan rute yang optimal dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan waktu pengiriman barang melalui jalan darat dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien yang akhirnya akan berdampak pada penghematan biaya distribusi bagi perusahaan.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian adalah :

(16)

2. Merencanakan rute pendistribusian barang melalui jalan darat.

3. Mengoptimalkan waktu pendistribusian barang kea gen PT.Bina Tama Sentra Fajar.

4. Mencari jarak tempuh minimum untuk setiap rute dalam pendistribusian barang.

5. Menghitung biaya transportasi yang optimal untuk pendistribusian barang.

1.4. Manfaat Penelitian

Pihak yang langsung ikut berperan dalam penelitian ini adalah penulis sebagai mahasiswa yang dibimbing oleh pembimbing dan perusahaan sebagai objek, diharapkan hasil penelitian ini mampu memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Bagi perusahaan

a. Penghematan waktu pendistribusian barang kesetiap lokasi pengiriman b. Pengurangan biaya pendistribusian produk ke setiap lokasi pengiriman

yang disebabkan karena berkurangnya waktu pendistribusian barang. c. Diperolehnya suatu pertimbangan yang dapat diberdayakan oleh pihak

perusahaan dalam membangun suatu sistem informasi manajemen untuk menunjang proses pengiriman.

(17)

2. Bagi penulis

a. Membandingkan teori ilmiah yang diperoleh dalam perkuliahan dengan praktek dilapangan.

b. Bagi penulis sendiri dapat berkesempatan mengembangkan, menerapkan dan mengetahui lebih jauh tentang perancangan sistem manajemen dan kaitannya dengan sistem diperusahaan ekspedisi ini.

c. Berlatih bekerja disiplin dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan di suatu perusahaan.

1.5. Batasan Masalah

Meningkatnya keterbatasan waktu, dana, dan perizinan yang dimiliki peneliti serta mencegah agar pemecahan masalah tidak menyimpang dari ruang lingkup penelitian, maka perlu dilakukan pembatasan masalah. Adapun batasan masalah untuk penelitian ini adalah :

1. Batasan waktu penerimaan barang untuk dikirim antara pukul 07.00 WIB – 11.00 WIB dan 13.00 WIB – 17.00 WIB.

2. Kapasitas mobil angkut adalah 2700 kg.

3. Kunjungan hanya satu kali dari titik awal ke titik pendistribusian (lokasi) dalam satu rute dan apabila pengiriman barang yang tidak dapat dilayani pada satu rute per satu hari maka akan didistribusikan pada hari berikutnya.

1.6. Asumsi yang digunakan

Asumsi – asumsi yang digunakan dalam tulisan ini adalah :

(18)

2. Kondisi Kendaraan dan operator pada saat dilakukan pengiriman dalam keadaan normal

3. Setiap kendaraan berangkat dari kantor dan pulang kembali ke kantor setelah menyelesaikan seluruh rute pengiriman.

4. Prosedur operasional digunakan sebagai dasar bahan pertimbangan pengolahan data yang diperoleh dari perusahaan.

5. Jumlah pengiriman untuk setiap daerah telah diketahui dan berdasarkan laporan mingguan.

1.7. Sistematika Penulisan Laporan

Sistematika penulisan laporan adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN

Meliputi pembahasan mengenai latar belakang, perumusan permasalahan, tujuan dan manfaat penelitian, batasan dan asumsi penelitian serta sistematika penulisan laporan.

BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Bab ini menjelaskan secara ringkas mengenai perusahaan yang menjadi objek studi, sejarah perusahaan, uraian mengenai perusahaan serta struktur organisasi dan manajemen dari perusahaan ( PT. Bina Tama Sentra Fajar).

BAB III : LANDASAN TEORI

(19)

teori-teori perencanaan jalur distribusi dengan model algoritma

heuristic.

BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menguraikan tahapan – tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian.

BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Berisikan tentang pengumpulan data yang diperlukan dan pengolahan data dalam analisis sesuai dengan tujuan penelitian.

BAB VI : ANALISA PEMECAHAN MASALAH

Bab ini berisikan tentang analisa pemecahan masalah dengan menggunakan hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan. Analisa dilakukan dengan mengacu pada referensi dan literatur yang mendukung.

BAB VII: KESIMPULAN DAN SARAN

(20)

BAB II

GAMBAR UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan

PT.Binatama Sentra Fajar merupakan perusahaan dalam bidang kurir ekspres dan logistik yang berpusat di Medan, Indonesia. PT.Binatama Sentra Fajar juga memiliki beberapa agen-agen pengiriman dikota-kota besar lainnya yang membantu pendistribusian barang.

(21)

Dengan keberadaan jaringan dalam negeri yang dapat diandalkan PT.Binatama Sentra Fajar menjamin kecepatan pengantaran hampir keseluruh wilayah di Indonesia. Beroperasi 24 jam sehari, 6 hari seminggu, PT.Binatama Sentra Fajar menawarkan waktu penjemputan dan transit yang cepat dan fleksibel kepada pelanggan.

PT.Binatama Sentra Fajar memindahkan dokumen hingga paket besar ke berbagai tujuan di seluruh wilayah Indonesia dengan kecepatan dan kehandalan yang teruji. PT.Binatama Sentra Fajar juga melayani pengantaran khusus untuk kiriman peka waktu hingga tujuan akhir. Semua kiriman dimonitor setiap saat melalui email PT.Binatama Sentra Fajar oleh para tim kami.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

Perusahaan PT.Binatama Sentra Fajar bergerak pada kegiatan pengiriman barang baik export maupun import. Perusahaan ini bekerja dengan menjembatani perusahaan yang ingin melakukan pengiriman barang dengan konsumen yang ada di dalam dan luar negeri.

2.3. Bidang Jasa Yang Dikelola

(22)

ini kebutuhan akan informasi sangat penting. Begitu juga dengan pengiriman barang. menumbuhkan pula rasa persaingan bisnis yang semakin tajam. Maka perusahaan ekspedisi yang baru telah tertinggal jauh dari para pesaingnya yang sudah besar usahanya. Salah satu dalam penerapan sistem komputerisasinya yang selama ini masih dilakukan secara manual. Sistem informasi di perusahaan dan penyimpanan data serta infrastruktur antara integritas sistem sangat diperlukan untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman lebih dalam. dilanjutkan dengan melakukan analisa sistem transaksi yang ada kemudian dilanjutkan dengan perancangan sistem. Aplikasi dibangun merupakan implementasi hasil analisa dan perancangan sistem tersebut. mampu mencatat data secara sistematik dan akurat. sehingga dapat mendukung semua aktifitas operasional pengiriman barang pada suatu perusahaan jasa pengiriman.

(23)

berjalan, karena itu pihak PT. Bina Tama Sentra Fajar banyak memanfaatkan jasa pengiriman melalui udara untuk barang yang sifatnya urgen/penting.

2.4. Lokasi Perusahaan

PT.Binatama Sentra Fajar terletak di Jalan Brigjend Katamso No. 23 C Medan – Sumatera Utara. Seluruh kegiatan administrasi terpusat pada lokasi ini. Kegiatannya dimulai dari penerimaan pengiriman barang dari konsumen, pembuatan laporan kegiatan pengiriman , hingga mengantarkan barang ke tempat tujuan pengiriman.

2.5. Struktur Organisasi

Organisasi adalah kumpulan orang yang bekerja untuk mencapai tujuan tertentu dan diantara mereka dilakukan pembagian tugas.

Manajemen merupakan suatu usaha merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinir serta mengawasi kegiatan dalam suatu organisasi secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumber daya berupa tenaga kerja, uang, mesin, material , metode dan informasi.

(24)

1. Struktur organisasi merupakan gambaran mengenai pembagian tugas serta tanggung jawab kepada individu maupun bagian tertentu dari organisasi. 2. Struktur organisasi merupakan gambaran mengenai hubungan pelaporan yang

ditetapkan secara resmi yang mencakup tingkat hirarki dan besarnya rentang kendali pada suatu organisasi.

Struktur organisasi ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan dan memperlancar jalannya roda perusahaan. Pendistribusian tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab serta hubungan satu sama lain dapat digambarkan pada struktur organisasi perusahaan, sehingga para pegawai dan karyawan akan mengetahui tugas, wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing.

Struktur organisasi PT. Binatama Sentra Fajar Medan adalah struktur organisasi berbentuk lini dan fungsional. Wewenang lini adalah memberikan perintah- perintah atau melaksanakan kegiatan-kegiatan secara langsung kepada bawahannya, sedangkan hubungan fungsional menunjukkan pembagian tugas yang dilakukan menurut fungsi-fungsi. Struktur organisasi PT. Binatama Sentra Fajar Medan dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Dimana masing-masing personil diberi tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatannya. Adapun tugas dan tanggung jawab pada perusahaan ini adalah sebagai berikut :

1. Pemegang Saham

(25)

b. Memutuskan kebijakan didalam perusahaan c. Penyediaan dana terhadap keperluan perusahaan 2. Komisaris

a. Pimpinan tertinggi dalam perusahaan

b. Memilih dan menentukan serta mengangkat direktur

(26)

Pemegang Saham

Komisaris

Direktur

Accounting

Security

Administrasi Delivery

Delivery Officer Co.Accounting Customer

Service Supir dan Kernet

Administrasi Officer

(27)

3. Direktur

a. Mengelola perusahaan secara keseluruhan

b. Mengkoordinir serta mengontrol keahlian teknis, usulan proyek, dan kontrak kerja.

c. Surat-surat ekstern dan intern

d. Pesanan-pesanan pengiriman dan penerimaan barang

e. Menyelenggarakan keperluan surat-menyurat yang berhubungan dengan pelaksanaan pada pihak luar.

4. Accounting

a. Membuat anggaran perusahaan yang berhubungan dengan transaksi pembelian dan segala sesuatu yang dibutuhkan perusahaan.

b. Mengeluarkan uang perusahaan dengan izin direktur. c. Bertanggung jawab kepada direktur secara langsung 5. Co. Accounting

a. Melaksanakan aktifitas akuntansi sehari-hari

b. Menyusun laporan akuntansi guna diberikan kepada accounting c. Melaksanakan pembayaran hutang perusahaan

d. Mengeluarkan uang perusahaan dengan izin accounting. e. Bertanggung jawab kepada direktur secara langsung. 6. Customer Service

a. Melakukan penerimaan barang yang akan dikirim oleh customer. b. Membuat laporan harian penerimaan barang.

(28)

d. Bertanggung jawab dengan segala kegiatan penerimaan barang 7. Administrasi Officer

a. Membuat laporan harian b. Membuat catatan administrasi

c. Melaksanakan administrasi kepegawaian seperti izin cuti, pelengkapan kerja, dan surat kepegawaian.

d. Bertanggung jawab dengan segala kegiatan administrasi diperusahaan. 8. Administrasi Delivery

a. Membuat laporan harian yang berkaitan dengan pengantaran barang. b. Membuat catatan administrasi

c. Melaksanakan administrasi kepegawaian seperti izin cuti, pelengkapan kerja, dan surat kepegawaian.

d. Bertanggung jawab dengan segala kegiatan administrasi diperusahaan. 9. Supir dan Kernet

a. Mengantarkan barang kealamat tujuan b. Membuat laporan harian pengiriman barang c. Membuat catatan pengiriman barang

d. Bertanggung jawab dengan segala kegiatan pengantaran barang. 10.Delivery Officer

a. Melakukan kontrol terhadap semua penerimaan dan pengiriman barang. b. Merencanakan time schedule pengiriman barang.

(29)

11.Security

a. Melakukan pemeriksaan terhadap pekerja saat memasuki dan keluar dari wilayah perusahaan

b. Menjaga keamanan perusahaan dari hal-hal yang mengganggu c. Mengambil tindakan untuk keamanan perusahaan

d. Bertanggung jawab dengan segala kegiatan keamanan diperusahaan.

2.6. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja

Jumlah tenaga kerja yang bekerja di PT. Binatama Sentra Fajar Medan memiliki 18 orang karyawan yang memiliki perbedaan jenis pekerjaan dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Jumlah tenaga kerja tetap sebanyak 16 orang sedangkan tenaga kerja tidak tetap 2 orang.

Jam kerja yang berlaku di PT. Binatama Sentra Fajar Medan adalah 8 jam kerja sehari dan 6 hari kerja seminggu. Jam kerja ini berlaku baik untuk seluruh tenaga kerja yang ada. Perincian pembagian jam kerja PT. Binatama Sentra Fajar Medan adalah sebagai berikut :

Hari : Senin – Sabtu

- Pukul 08.15 – 12.00 Kerja Aktif - Pukul 12.00 – 13.00 Istirahat

- Pukul 13.00 – 17.15 Kerja Aktif

(30)

2.7. Sistem pengupahan dan Fasilitas lainnya

Pihak manajemen PT. Binatama Sentra Fajar Medan selalu melakukan peninjauan berkala terhadap para tenaga kerjanya yang dilakukan setiap awal tahun.

Sistem pengupahan, terdiri dari :

1. Upah / Gaji bulanan

Upah ini diberikan kepada tenaga kerja baik tetap maupun tidak tetap, yang diberikan pada hari pertama setiap bulan sesuai dengan jabatan dan jenis pekerjaannya masing-masing.

2. Upah lembur

Upah lembur diberikan kepada tenaga kerja yang melebihi jam kerja biasa. Pembayaran upah lembur akan dibayar apabila kerja lembur dilakukan atas izin perusahaan dan dibuktikan dengan catatan kehadiran.

Besarnya kenaikan gaji ini didasarkan atas :

a. Prestasi Kerja

b. Tanggung jawab dan pekerjaannnya

c. Sikap pekerja dalam hubungannya dengan atasan atau sesama karyawan. Fasilitas lainnya untuk kesejahteraan pekerja seperti :

1. Tunjangan

(31)

2. Pelayanan Kesehatan

Perusahaan menyediakan biaya pengobatan dan perawatan untuk para pekerja yang dikirim kerumah sakit. Semua biaya ditanggung oleh perusahaan.

3. Asuransi

Perusahaan mengasuransikan seluruh karyawan pada PT. Jamsostek serta mengambil kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam membayar pertanggungan tersebut. Jenis pertanggungan yang diasuransikan adalah :

a. Jaminan kecelakaan kerja b. Jaminan kematian

c. Jaminan hari tua

d. Jaminan pemeliharaan kesehatan 4. Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan kepada karyawan sebelum hari besar keagamaan sebesar 1 bulan gaji.

2.8. Prosedur Operasional Perusahaan

2.8.1. Prosedur Pengiriman dan Penerimaan Barang

1. Prosedur Pengiriman Barang

(32)

a. Pengiriman Barang

Pada PT. Bina Tama Sentra Fajar ini tidak hanya beroperasi di daerah Medan saja. Untuk membantu para pemakai jasa dan demi kepuasan pelayanan. Maka PT. Bina Tama Sentra Fajar masih mempunyai cabang atau agen di daerah lain. Perusahaan yang ada di Medan ini disamping sebagai pengontrol atau penerima barang-barang kiriman yang akan dikirimkan juga mengontrol barang-barang kiriman harus melalui perusahaan di Medan terlebih dahulu. Selain itu juga pemakai jasa langsung mengirim kirimannya ke Medan.

Sewaktu barang akan dikirimkan pemakai jasa terlebih dahulu mengisi formulir yang telah disediakan PT. Bina Tama Sentra Fajar yang berbentuk resi dan mempunyai format sebagai berikut : jenis titipan, banyaknya. isi menurut pengakuan, berat, nama pengirim dan penerima serta alamat pengiriman, biaya titipan dan jumlah keseluruhan.

b. Pengepakan Barang Kiriman

Barang kiriman tersebut sebelum dikirim dikelompokkan dan di pak-pak sesuai dengan jenis barang dan lokasi tujuan, ini untuk mempermudah dalam pengiriman barang tersebut.

c. Pengecekan Barang Kiriman

Setelah barang-barang di pak kan dan disusun menurut lokasi tujuan. Barang-barang tersebut harus di cek ulang kembali.

d. Penghantaran Barang Kiriman

(33)

PT. Bina Tama Sentra Fajar untuk dikirimkan ketempat tujuan. Ini dilakukan melalui transportasi baik darat maupun udara. sesuai dengan jangkauan dari kiriman tersebut.

e. Pengecekan Barang di Lokasi Pengiriman

Sesampainya barang di lokasi pengiriman. barang tersebut harus dicek ulang. Tujuannya yaitu untuk melihat kembali barang yang dibawa.

2. Ketentuan-ketentuan dalam pengiriman barang

Adapun ketentuan barang-barang yang dikirim untuk suatu pengiriman barang dan yang lain sebagainya para pemakai jasa harus mengikuti peraturan-peraturan atau prosedur yang telah dilakukan oleh perusahaan. Yang mana sebelum barang-barang atau dokumen di kirim oleh para pemakai jasa harus mengisi formulir surat tanda terima titipan barang terlebih dahulu yang telah disediakan perusahaan. Disamping itu para pemakai jasa perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan atau cara serta syarat-syarat pengiriman sebagai berikut :

1. Dilarang mengirimkan dan atau memasukkan dalam kiriman, barang-barang berupa: • Uang tunai, surat-surat berharga (cek, bilyet giro, saham, paspor, ijazah, BPKB,

sertifikat, dsb), surat, warkat pos, kartu pos, perhiasan serta barang berharga, dan sejenisnya.

• Barang-barang yang mudah meledak (amunisi, bom, gas, petasan atau mudah

terbakar/menyala sendiri), beracun atau dapat merusak barang lain, cairan (air Accu/H2SO4, madu, air raksa, minuman keras, dsb), membahayakan keselamatan dan atau mencemari lingkungan.

(34)

• Barang cetakan terlarang (rekaman, gambar, tulisan dan lain-lain) yang dapat

menyinggung kesusilaan serta dapat mengganggu ketertiban, keamanan dan stabilitas nasional.

• Barang yang mudah rusak, pecah belah, berbau tajam, korosi, jenazah, binatang

hidup, senjata api, senjata tajam, peralatan judi, dan lain-lain.

2. Kiriman tidak diperiksa dan terhadap isi kiriman yang tidak sesuai dengan keterangan merupakan suatu pelanggaran yang dapat dituntut melalui proses hukum yang berlaku. Atas kiriman yang dicurigai, pengangkut berhak melakukan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Berat Volumetrik.

Untuk kiriman ringan tapi memakan tempat yang besar, gunakan tarif volumetrik sesuai rumus:

Panjang (cm) X Lebar (cm) X Tinggi (cm)

X 1 kg = Berat Volumetrik (kg) 6.000

Perhitungan berat dihitung berdasarkan berat yang lebih besar antara berat aktual atau berat volumetrik, yang dibulatkan 1 (satu) kg keatas.

4. Pengangkut tidak bertanggung jawab atas hal-hal sebagai berikut :

a. Bila isi kiriman tidak sesuai dengan pengakuan/keterangan isi barang.

(35)

barang-barang elektronik seperti halnya : TV, radio tape, komputer, disket, AC, kulkas, video, mesin cuci, mesin foto copy, HP, dll.

c. Kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan akibat dari keterlambatan penyerahan, kerusakan dan kehilangan kiriman.

d. Bila terjadi kesalahan teknis pelayanan pengiriman barang yang mengakibatkan kerugian non material.

e. Bila terjadi penahanan, penyitaan atau pemusnahan kiriman oleh instansi pemerintah berwenang (Bea Cukai, Karantina, Kepolisian, Kejaksaan, dll), sebagai akibat ketentuan hukum yang berlaku terhadap kiriman yang bersangkutan.

f. Kebocoran, kerusakan, basah, busuk atau mati untuk kiriman seperti : barang cetakan, makanan, buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, sebagai akibat pengepakan oleh pengirim.

g. Kerusakan, kekurangan atau kehilangan kiriman yang diakibatkan huru-hara, bencana alam, perang, pembajakan, perampokan, kecelakaan, kebakaran & kontaminasi.

5. Apabila terjadi kerusakan, kekurangan atau kehilangan kiriman, pertanggungan pengangkut maksimum 10 (sepuluh) kali biaya pengiriman dan atau maksimum Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) untuk Reguler Service Premium (RSP), Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) untuk Overnight Service (ONS), dan Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) untuk Same Day Service (SDS).

(36)

puluh lima ribu rupiah) yang dibayar oleh penerima, apabila penerima tidak bersedia membayar maka biaya kirim menjadi tanggung jawab pengirim.

7. Untuk kiriman elektronik, cairan dan tumbuhan dikenakan tambahan biaya/surcharge 100% (seratus persen) dari biaya pengiriman.

8. Maksimum berat kiriman melalui udara adalah sebesar 50 (lima puluh) kg. Untuk pengiriman diatas 50 (lima puluh) kg sampai dengan 99 (sembilan puluh sembilan) kg dikenakan tambahan biaya/Surcharge 50% (lima puluh persen) dari biaya pengiriman dan pengiriman diatas 99 (sembilan puluh sembilan) kg/koli, dikenakan tambahan biaya/Surcharge 100% (seratus persen) dari biaya pengiriman.

9. Untuk kiriman yang ditunda pengirimannya atas permintaan pengirim/penerima, akan dikenakan biaya penumpukan/sewa gudang sebesar Rp. 50,- (lima puluh rupiah) per kg/hari (maksimum 3 bulan).

10.Ketentuan Lain-lain:

a. Sarana angkutan untuk tujuan kota-kota tertentu termasuk bila dalam kondisi terpaksa, tanpa memberitahukan terlebih dahulu pengangkut berhak mempergunakan sarana transportasi lain yang tercepat untuk melaksanakan pengiriman ke tujuan.

b. Kiriman di atas 250 (dua ratus lima puluh) kg dapat menghubungi bagian pelayanan pelanggan untuk mendapatkan harga khusus.

c. Tarif pengiriman sudah termasuk pengambilan, penanganan, pengiriman dan pengantaran ke tempat tujuan. Kecuali untuk kota-kota tertentu tidak dilakukan pengantaran dan biaya packing dikenakan berdasarkan ketentuan.

(37)

e. Tarif dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. 3. Prosedur Penerimaan Barang

Dalam penerimaan barang-barang PT. Bina Tama Sentra Fajar mempunyai prosedur-prosedur hampir sama dengan pengiriman barang-barang. Adapun prosedurnya sebagai berikut : Setelah titipan dikirimkan maka petugas perusahaan/Agen mendatangi alamat yang dituju dengan memberi nama bukti barang titipan sudah boleh diambil dan mengisi formulir Resi. Dengan adanya pemberitahuan tersebut para penerima kiriman mempunyai ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

a. Bila titipan tersebut tidak bisa diambil sendiri karena ada halangan dan lain sebagainya, pengambilannya boleh dikuasakan pada orang lain dengan syarat yang di beri kuasa ikut menandatangani surat panggilan tersebut, beserta kartu pengenal atau kartu petunjuk yang sah dari kedua belah pihak.

b. Paket yang telah diserahkan dalam waktu 24 jam bukan menjadi tanggungan perusahaan lagi.

2.8.2. Proses Kerja Pengiriman dan Penerimaan Barang 1. Proses kerja pengiriman barang

(38)

persen. Selain itu para pemakai jasa juga harus mengisi formulir pengiriman tergantung tujuan pengiriman titipan. terdiri dari :

a. Formulir untuk titipan luar negri

Formulir ini di isi untuk pengiriman keluar negeri sebanyak 5 rangkap. Dua rangkap dikirim kekantor pusat. Tiga rangkap untuk perusahaan yang terdiri dari lembaran pertama untuk pengirim sebagai tanda terima, lembaran kedua untuk perusahaan sebagai berkas. dan lembaran ketiga sebagai bukti sipenerima kiriman. Dalam pengiriman titipan seandainya barang yang dikirim harus dibungkus dengan baik dan jangan dimasukkan surat karena surat sudah mempunyai ketentuan pengiriman tersendiri.

b. Formulir untuk titipan dalam negeri

Untuk pengisian formulir dalam negeri terdiri dari lima rangkap. lembaran asli atau putih untuk pengirim. Hijau sebagai file oleh agen penerima. Kuning dan Merah sebagai file oleh perusahaan dan warna Biru untuk penerima.

2. Proses Kerja Penerimaan Barang

(39)

dan melengkapi diri dengan surat-surat yang lengkap. Setelah formulir panggilan di isi, maka penerima panggilan harus mengisi kembali formulir tanda bukti terima dengan mencantumkan tanggal terima titipan serta ditandatangani. Masing-masing formulir tersebut di atas rangkap dua, satu untuk penerima dan satunya lagi untuk perusahaan sebagai dokumen atau inventaris perusahaan.

2.8.3. Pola Distribusi PT. Bina Tama Sentra Fajar Medan

Pabrik PT. Bina Tama Sentra Fajar Medan yang berlokasi di Jalan Brigjend Katamso No. 23 C Medan – Sumatera Utara melayani pengiriman di wilayah Sumatera Utara. Untuk pengiriman di wilayah lain maka PT. Bina Tama Sentra Fajar Medan memberikan wewenang pada Agen-agen di kota lain. Dalam melaksanakan pendistribusian barang, pihak PT. Bina Tama Sentra Fajar Kantor Pusat Medan yang berlokasi di Jalan Brigjend Katamso No. 23 C Medan – Sumatera Utara bekerjasama dengan agen dalam mendistribusikan barangnya kepada konsumen. Titik-titik tersebut akan membentuk sebuah pola pendistribusian seperti pada Gambar 2.2

PT. BINA TAMA SENTRA FAJAR MEDAN

Kantor Pusat Pengiriman

Medan Agen

(40)

Gambar 2.2. Pola Distribusi Produk PT. Bina Tama Sentra Fajar Medan

Berdasarkan Gambar 2.2. diatas terdapat dua titik pendistribusian barang yakni : 1. Kantor Pusat Pengiriman Medan

Kantor Pusat Pengiriman Medan menangani pengiriman barang di wilayah Indonesia. Kantor Pusat Pengiriman Medan memiliki tim yang akan mendistribusikan barang ke konsumen.

2. Agen

Agen bekerjasama dengan Kantor Pusat Pengiriman Medan dalam mendistribusikan barang ke konsumen.

(41)

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Teori Graph 3.1.1. Definisi Graph

Suatu graph G terdiri atas himpunan yang tidak kosong dari elemen – elemen yang disebut titik, dan suatu daftar pasangan titik yang tidak terurut disebut sisi.

Himpunan titik dari suatu graph G dinotasikan dengan V, dan daftar himpunan sisi dari graph tersebut dinotasikan dengan E. Untuk selanjutnya suatu graph G dapat dinotasikan dengan G = (V, E).Seperti pada Gambar 3.1.

A B

C D

E F

e1

e2

e3

e4 e5

e6 e7

e8 e9

[image:41.595.204.414.447.614.2]

e10

Gambar 3.1. Graph G

Gambar 3.1, menunjukkan graph G dengan V = {A, B, C, D, E, F} dan

(42)

3.1.2. Macam – macam Graph Menurut Arah dan Bobotnya

Menurut arah dan bobotnya, graph dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1. Graph berarah dan berbobot :

Setiap sisi mempunyai arah (yang ditunjukkan dengan anak panah) dan bobot. Gambar 3.2 adalah contoh graph berarah dan berbobot yang terdiri dari tujuh titik yaitu titik A, B, C, D, E, F, G. Titik A mempunyai dua sisi yang masing –masing menuju ke titik B dan titik C, titik B mempunyai tiga sisi yang masing – masing menuju ke titik C, titik D dan titik E. Bobot antara titik A dan titik B pun telah di ketahui.

A

B

C

D

E

G

F 1

1 4

2

3 2

2 1

2 2 2

[image:42.595.179.386.388.519.2]

4

Gambar 3.2. Graph berarah dan berbobot

2. Graph tidak berarah dan berbobot

(43)

arah. Sisi yang menghubungkan titik A dan titik B mempunyai bobot yang telah diketahui begitu pula dengan sisi – sisi yang lain.

A

B

C

D

E

G

F 2

1

1 4

4

2

3 2

2 1

[image:43.595.201.397.186.311.2]

2 2

Gambar 3.3. Graph tidak berarah dan berbobot

3. Graph berarah dan tidak berbobot

Setiap sisi mempunyai arah tetapi tidak mempunyai bobot. Gambar 3.4. adalah contoh graph berarah dan tidak berbobot.

A

B

C

D

E

G

F

[image:43.595.196.403.471.605.2]
(44)

4. Graph tidak berarah dan tidak berbobot

Setiap sisi tidak mempunyai arah dan tidak terbobot. Gambar 3.5. adalah contoh graph tidak berarah dan tidak berbobot.

A

B

C

D

E

G

[image:44.595.229.432.212.341.2]

F

Gambar 3.5. Graph tidak berarah dan tidak berbobot

3.2. Permasalahan Rute Terpendek

Masalah rute terpendek merupakan masalah yang berkaitan dengan penentuan sisi - sisi dalam sebuah jaringan yang membentuk rute terdekat antara sumber dan tujuan. Tujuan dari permasalahan rute terpendek adalah mencari rute yang memiliki jarak terdekat antara titik asal dan titik tujuan. Gambar 3.6. merupakan suatu graph ABCDEFG

(45)

A

B

C

D

E

G

[image:45.595.180.384.118.255.2] [image:45.595.82.466.407.629.2]

F

Gambar 3.6. Graph ABCDEFG

Gambar 3.6 diatas, misalkan kita dari kota A ingin menuju Kota G. Untuk menuju kota G, dapat dipilih beberapa rute yang tersedia :

AB C D E G AB C D F G

AB C D G AB C F G

AB D E G AB D F G

AB D G AB E G

AC D E G AC D F G

AC D G AC F G

(46)

3.3. Defenisi Penjadwalan

Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme berkaitan dengan urutan kerja. Adapun penjadwalan bertugas memutuskan proses yang harus berjalan dari kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan. Kriteria untuk mengukur dan optimasi kinerja penjadwalan (Moningka,2000) :

a. Adil (fairness)

Adalah proses-proses yang diperlakukan sama, yaitu mendapat jatah waktu pada saat proses yang sama dan tidak ada proses yang tidak kebagian pelayanan pada saat proses berlangsung sehingga mengalami pengurangan waktu.

b. Efisiensi (efficiency)

Efisiensi atau utilisasi pada saat proses berlangsung dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu pengerjaan proses.

c. Waktu Tanggap (response time) 1. Sistem interaktif

Didefenisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layar. Waktu tanggap ini disebut terminal response time.

2. Sistem Waktu Nyata

Didefenisikan sebagai waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai intruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi, disebut

event response time

(47)

Adalah waktu yang dihabiskan dari saat pekerjaan mulai dikerjakan sampai proses pekerjaan selesai dikerjakan.

e. Throughput

Adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan Throughput adalah sengan jumlah pekerjaan yang dapat dikerjakan dalam satu unit waktu. Kriteria-kriteria tersebut saling bergantung dan dapat pula saling bertentangan sehingga tidak dimungkinkan optimasi semua kriteria secara langsung.

Dalam menentukan kebijaksanaan perancangan penjadwalan sebaiknya melibatkan kesepakatan diantara kebutuhan-kebutuhan yang saling bertentangan. Kesepakatan ini bergantung sifat dan penggunaan sistem penjadwalan yang akan dibuat.Sasaran penjadwalan berdasarkan kriteria-kriteria optimasi :

a. Menjamin tiap proses mendapat pelayanan dan proses yang adil

b. Menjaga agar pada saat proses berlangsung dalam keadaan sibuk sehingga efisiensi mencapai maksimum. Pengertian sibuk adalah pada saat proses berlangsung tidak menganggur, termasuk waktu yang dihabiskan untuk melakukan proses.

c. Meminimalkan waktu tanggap. d. Meminimalkan turn around time.

(48)

3.4. Sistem Transportasi

Transportasi memberikan manfaat geografis pada sistem logistik dengan menghubungkan fasilitas-fasilitas dengan pasar. Pada banyak perusahaan, pengeluaran untuk transport lebih besar dari pengeluaran untuk unsur lainnya. Biaya transport industri yang menghasilkan produk bernilai tinggi adalah rendah presentasenya terhdap penjualan. Sebaliknya, biaya transportasi batu bara, bijih besi, bahan-bahan kimia dasar dan pupuk adalah relatif tinggi.

Kebutuhan pelayanan industri sangat berbeda-beda dari industri ke industri. Banyak pilihan transpotasi tersedia bagi pengangkutan produk atau bahan mentah dalam sistem logistik. Disamping itu perusahaan dapat memutuskan untuk mengusahakan transportasi sendiri, atau mengadakan perjanjian dengan spesialis transport.

Ada lima cara utama transportasi yang biasa disebut dengan moda transportasi. Lima cara utama tersebut adalah kereta api, jalan raya, jalan air, saluran pipa dan penerbangan. Masing-masing alat transportasi ini mempunyai kebaikan dan kelemahan terhadap kegiatan logistik di perusahaan.

(49)

Jalan raya sebagai alat transportasi bisa dikatakan lebih maju di bandingkan dengan alat transportasi yang lainnya, karena alat transportasi dengan jalan raya selalu bisa dilalui oleh kendaran bermotor. Disisi lain kendaraan bermotor memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi karena dapat dioperasikan di atas semua jenis jalan raya.

Dibandingkan dengan alat transportasi kereta api, kendaraan bermotor relatif kecil investsinya dalam fasilitas pemilikan hak jalan dan pembuatan stasiun, terminal, dan sebagainya. Sifat lalu lintas kendaraan bermotor sangat tergantung pada pabrik dan perdagangan. Secara khusus kendaraan bermotor telah merebut lalu lintas rel yang berkenaan dengan barang dagangan menengah dan ringan, serta hampir seluruh pengangkutan dari grosir, gudang, toko dan lainnya.

Alat transportasi melalui jalan air merupakan bentuk transportasi yang tertua dengan menggunakan perahu layar, kapal uap dan dalam perkembangannya menggunakan tenaga diesel. Secara garis besar pengangkutan melalui jalan air di bedakan menjadi dua yaitu pengangkutan laut dan pengangkutan melalui air di daratan. Keuntungan utama alat transportasi melalui jalan air adalah kemampuannya untuk membawa barang dalam jumlah sangat besar. Perahu diesel mempunyai fleksibilitas yang cukup tinggi pula dibandingkan dengan alat transport lainnya.

Kelemahan utama alat transportasi ini adalah fleksibilitasnya terbatas dan kecepatannya yang rendah. Selain itu bila asal dan tujuan dari pengangkutan itu tidak berdekatan dengan jalan air, maka akan dibutuhkan pengangkutan tambahan dengan kendaraan bermotor.

(50)

paling rendah. Biaya tetap paling tinggi karena pengaruh pemakaian hak jalan untuk saluran pipa, kebutuhan akan stasiun pengawas dan kapasitas pemompaan. Saluran pipa tidak padat karya sehingga biaya variabel operasinya sangat rendah.

Sifat dasar alat transportasi ini agak unik jika dibandingkan dengan alat transportasi lain, karena saluran pipa ini dapat beroperasi 24 jam sehari atau 7 hari seminggu dan hanya dibatasi oleh keperluan untuk mengubah komoditi, kelemahan yang menonjol adalah barang yang dibawa sangatlah terbatas karena sangat tergantung diameter pipa dan derasnya arus yang dibawa.

Sedangkan alat transportasi yang terbaru adalah pengangkutan lewat udara, daya tarik pengangkutan udara ini adalah kecepatannya. Transportasi udara masih lebih banyak merupakan potensi daripada realitas. Walaupun jarak yang bisa ditempuh tidak terbatas akan tetapi pengangkutan udara ini terbatas kemampuannya mengangkut, tersedianya pesawat udara, kondisi kota yang didarati oleh pesawat udara.

Prospek peningkatan pemakaian pengangkutan udara dalam operasi logistik tetap cukup baik. Walaupun pengangkutan udara ini membutuhkan pengangkutan darat sebelum dan sesudahnya, akan tetapi kecepatan pelayanan di antara dua tempat yang cukup jauh dapat menurunkan biaya logistik keseluruhannya dengan margin yang cukup besar untuk mengimbangi biaya pengangkutan udara yang cukup tinggi. Pengangkutan udara banyak digunakan untuk barang yang mempunyai spesifikasi tertentu seperti harga cukup mahal, waktu harus segera sampai pada yang bersangkutan, dan sebagainya.

(51)

a. Biaya

Biaya transportasi merupakan pembayaran yang sesungguhnya yang harus dikeluarkan guna mengganti balas jasa pengangkutan barang yang telah dikeluarkan, jadi tidak berarti metode transportasi yang paling murah itu yang pasti dikehendaki. b. Kecepatan

Faktor kecepatan merupakan waktu yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu tugas pengangkutan di antara tempat asal barang ke tempat tujuanyang dikehendaki.Faktor kecepatan harus selalu dikaitkan dengan kondisi barang yang dipindahkan agar jangan sampai terjadi kerusakan walau mungkin dari segi waktu lebih cepat dari penggunaan transportasi lainnya. Bisa dikatakan waktu yang paling cepat dalam kegiatan transportasi suatu barang belum menjamin tercapainya kegiatan logistik yang baik.

c. Pelayanan

Faktor pelayanan merupakan suatu kegiatan servis yang diberikan terhadap barang perusahaan selama dalam kegiatan pemindahan barang. Pelayanan atau servis datangnya dari berbagai pihak,baik pengangkutan barang itu dikelola oleh perusahaan sendiri atau dengan cara menyewa dari perusahaan pengangkutan yang resmi. Pelayanan barang datangnya dari para karyawan yang membawa, mengendalikan alat transportasi para petugas yang berhubungan dengan alat transportasi. Pelayanan yang terbaik yang kita harapkan dengan tidak menambah biaya transportasi dari biaya yang normal.

d. Konsistensi

(52)

tertentu yang cukup aman guna menghindari terjadinya kemacetan operasional rutin perusahaan. Konsistensi transportasi mempengaruhi keterkaitan antara persediaan bahan baku, persediaan suku cadang, persediaan barang jadi, persediaan penjualan serta risiko-risiko yang harus dipertimbangkan.

Dalam merancang sistem logistik hendaklah dimatangkan antara kebijakan biaya, kecepatan pemindahan, pelayanan yang diberikan, konsistensi transportasi, semua harus ada dalam keseimbangan yang cukup teliti demi kebaikan pelaksanaan manajemen logistik terpadu4.

4

Kebutuhan pelayanan industri sangat berbeda-beda dari industri ke industri. Banyak pilihan transpotasi tersedia bagi pengangkutan produk atau bahan mentah dalam sistem logistik. Disamping itu perusahaan dapat memutuskan untuk mengusahakan transportasi sendiri, atau mengadakan perjanjian dengan spesialis transport.

Gitosudarmo, Indriyo, Manajemen Bisnis Logistik (Yogyakarta : BPFE, 1998), p.22

Sistem yang digunakan untuk mengangkut barang-barang dengan menggunakan alat angkut tertentu dinamakan moda transportasi (mode of transportation)5

Lima cara utama kegiatan transportasi dilakukan dengan kereta api, jalan raya, jalan air, saluran pipa dan penerbangan udara. Masing-masing alat transportasi ini mempunyai kebaikan dan kelemahan terhadap kegiatan logistik di perusahaan.

.

(53)

Alat transportasi ini mempunyai kemampuan untuk mengangkut barang bertonase yang sangat besar, karena spesifikasi kereta api tersebut. Akan tetapi alat transportasi ini memerlukan biaya tetap yang cukup

tinggi dan biaya peralatan rutin yang cukup tinggi pula, serta pengeluaran biaya lain untuk hak pemakaian jalan, peralatan langsir dan penggunaan stasiun.

Jalan raya sebagai alat transportasi bisa dikatakan lebih maju di bandingkan dengan alat transportasi yang lainnya, karena alat transportasi dengan jalan raya selalu bisa dilalui oleh kendaran bermotor. Disisi lain kendaraan bermotor memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi karena dapat dioperasikan di atas semua jenis jalan raya.

5

Dibandingkan dengan alat transportasi kereta api, kendaraan bermotor relatif kecil investsinya dalam fasilitas pemilikan hak jalan dan pembuatan stasiun, terminal, dan sebagainya.

Salim, Abbas, Manajemen Transportasi (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1993), p. 8

Sifat lalu lintas kendaraan bermotor sangat tergantung pada pabrik dan perdagangan. Secara khusus kendaraan bermotor telah merebut lalu lintas rel yang berkenaan dengan barang dagangan menengah dan ringan, serta hampir seluruh pengangkutan dari grosir, gudang, toko dan lainnya.

(54)

jumlah sangat besar. Perahu diesel mempunyai fleksibilitas yang cukup tinggi pula dibandingkan dengan alat transport lainnya. Biaya tetap akan lebih tinggi bila dibandingkan alat transport melalui jalan raya, akan tetapi lebih rendah bila dibandingkan dengan alat transport kereta api.

Kelemahan utama alat transportasi melalui jalan air adalah fleksibilitasnya terbatas dan kecepatannya yang rendah. Selain itu bila asal dan tujuan dari pengangkutan itu tidak berdekatan dengan jalan air, maka akan dibutuhkan pengangkutan tambahan dengan kereta api atau kendaraan bermotor.

Alat transportasi dengan menggunakan saluran pipa biasanya digunakan untuk mengangkut minyak bumi. Kebaikan alat transportasi ini biaya tetapnya paling dan biaya variabelnya paling rendah. Biaya tetap paling tinggi karena pengaruh pemakaian hak jalan untuk saluran pipa, kebutuhan akan stasiun pengawas dan kapasitas pemompaan. Saluran pipa tidak padat karya sehingga biaya variabel operasinya sangat rendah.

Sifat dasar alat transportasi ini agak unik jika dibandingkan dengan alat transportasi lan, karena saluran pipa ini dapat beroperasi 24 jam sehari atau 7 hari seminggu dan hanya dibatasi oleh keperluan untuk mengubah komoditi, kelemahan yang menonjol adalah barang yang dibawa sangatlah terbatas karena sangat tergantung diameter pipa dan derasnya arus yang dibawa.

(55)

akan tetapi pengangkutan udara ini terbatas kemampuannya mengangkut, tersedianya pesawat udara, kondisi kota yang didarati oleh pesawat udara.

Prospek peningkatan pemakaian pengangkutan udara dalam operasi logistik tetap cukup baik. Walaupun pengangkutan udara ini membutuhkan pengangkutan darat sebelum dan sesudahnya, akan tetapi kecepatan pelayanan di antara dua tempat yang cukup jauh dapat menurunkan biaya logistik keseluruhannya dengan margin yang cukup besar untuk mengimbangi biaya pengangkutan udara yang cukup tinggi. Pengangkutan udara banyak digunakan untuk barang yang mempunyai spesifikasi tertentu seperti harga cukup mahal, waktu harus segera sampai pada yang bersangkutan, dan sebagainya.

3.4.1. Manajemen Transportasi

(56)

sekalipun, dalam prakteknya seberapapun besar biaya yang dapat disediakan tetap juga tidak menjamin tersedianya transportasi setiap saat sesuai keinginan kita.Maka dari itu, dibuatlah tempat menginap bagi barang-barang yang akan dikirim yaitu gudang penyimpanan atau storage.

3.4.2. Fungsi Transportasi

Sebagaimana dijelaskan diatas, fungsi transportasi adalah mengangkut manusia, hewan dan barang. Didalam kenyataannya, kegiatan ini tidak selalu harus dari satu titik ketitik lain, tetapi lebih sering dari beberapa titik ke suatu titik dan dari satu titik ke beberapa titik lain melalui route, sehingga fungsi transportasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut ini :

[image:56.595.90.507.473.667.2]

1. Konsolidasi yaitu pengumpulan beberapa muatan dari beberapa sumber untuk satu tujuan menjadi satu muatan saja guna menghemat biaya distribusi. Seperti pada Gambar 3.7.

A

B

C

WARE

HOUSE KONSUMEN

Gambar 3.7. Konsolidasi

2. Break bulk yaitu satu muatan besar dari satu sumber dipecah-pecah menjadi

(57)

WARE HOUSE

KONSUMEN

PRODUSEN KONSUMEN

[image:57.595.91.505.393.557.2]

KONSUMEN

Gambar 3.8. Break Bulk

3. In Transit product mixing yaitu beberapa muatan dari beberapa sumber kemudian

dicampur dan dibagikan kebeberapa tujuan.Seperti pada Gambar 3.9.

WARE HOUSE

KONSUMEN

B KONSUMEN

KONSUMEN C

A

Gambar 3.9. In Transit product mixing

(58)

scheduling. Routing adalah pengaturan urutan kegiatan pekerjaan yang sistematis dan

ekonomis melalui urutan mana pengiriman yang didahulukan pada proses distribusi. Sedangkan scheduling adalah penentuan dan pengaturan muatan pekerjaan pada masing-masing pekerjaan sehingga dapat ditentukan waktu yang diperlukan operasi tanpa adanya penundaan kerja.

3.5. Travelling Salesman Problem

Masalah Travelling Salesman Problem (TSP) adalah salah satu contoh yang paling banyak dipelajari dalam combinatorial optimization. Masalah ini mudah untuk dinyatakan tetapi sangat sulit untuk diselesaikan. TSP termasuk kelas NP-Hard problem dan tidak dapat diselesaikan secara optimal dalam Polynomial computation time dengan algoritma eksak. Bila diselesaikan secara eksak waktu komputasi yang diperlukan akan meningkat secara eksponensial seiring bertambah besarnya masalah.

TSP dapat dinyatakan sebagai permasalahan dalam mencari jarak minimal sebuah tour tertutup terhadap sejumlah n kota dimana kota-kota yang ada hanya dikunjungi sekali. TSP direpresentasikan dengan menggunakan sebuah graph lengkap dan berbobot G = (V, E) dengan V himpunan titik yang merepresentasikan himpunan titik - titik, dan E adalah himpunan dari sisi. Setiap sisi (r,s) ∈ E adalah nilai (jarak) dn yang merupakan

jarak dari kota r ke kota s, dengan (r,s) ∈ V. Dalam TSP simetrik (jarak dari kota r ke

(59)

terdapat n buah titik maka graph tersebut memiliki

(

)

(

)

 

−2!2! !

n n

buah sisi, sesuai dengan

rumus kombinasi, dan juga memiliki

( )

     − 2 ! 1 n

buah tour yang mungkin.

Dalam sebuah graph, TSP digambarkan seperti Gambar 3.10.

[image:59.595.236.400.264.395.2]

A B C D E 3 2 6 5 4 3 2 2 Sisi Kota 5

Gambar 3.10. Ilustrasi masalah Travelling Salesman Problem

Berikut adalah contoh kasus TSP: “Diberikan sejumlah kota dan jarak antar kota. Tentukan sirkuit terpendek yang harus dilalui oleh seorang pedagang bila pedagang itu berangkat dari sebuah kota asal dan menyinggahi setiap kota tepat satu kali dan kembali lagi ke kota asal keberangkatan.

Apabila kita mengubah contoh kasus tersebut menjadi persoalan pada graph, maka dapat dilihat bahwa kasus tersebut adalah bagaimana menentukan sirkuit Hamilton yang memiliki bobot minimum pada graph tersebut.

(60)
[image:60.595.227.390.118.250.2]

A B C D 10 5 9 12 8 15

Gambar 3.11. Graph ABCD

Pada gambar 3.11. diatas, graph memiliki

( )

3 2 ! 1 4 =     

 − sirkuit Hamilton, yaitu:

L1 = (A,B,C,D,A) atau (A,B,C,D,A) => panjang = 10 + 12 + 8 + 15 = 45

L2 = (A,C,D,B,A) atau (A,B,D,C,A) => panjang = 12 + 5 + 9 + 15 = 41

L3 = (A,C,B,D,A) atau (A,D,B,C,A) => panjang = 10 + 5 + 9 + 8 = 32

A B C D 10 12 8 15 A B C D 5 9 12 15 A B C D 5 9 10 8

(61)

Gambar 3.12. Sirkuit Hamilton

Pada Gambar 3.12. diatas terlihat jelas bahwa sirkuit Hamilton terpendek adalah L3 = (A, C, B, D, A) atau (A, D, B, C, A) dengan panjang sirkuit = 10 + 5 + 9 + 8 = 32. Jika jumlah titik n = 20 akan terdapat (19!)/2 sirkuit Hamilton atau sekitar 6 × 1016

Dalam kehidupan sehari-hari, kasus TSP ini dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan kasus lain, diantaranya yaitu :

penyelesaian.

1. Tukang Pos mengambil surat di kotak pos yang tersebar pada n buah lokasi di berbagai sudut kota.

2. Lengan robot mengencangkan n buah mur pada beberapa buah peralatan mesin dalam sebuah jalur perakitan.

3. Mobil pengangkut sampah mengambil sampah pada tempat – tampat pembuangan sampah yang berada pada n buah lokasi diberbagai sudut kota.

4. Petugas Bank melakukan pengisian uang pada sejumlah mesin ATM di n buah lokasi.

Dalam sistem jaringan manufaktur, dimungkinkan terdapatnya satu unit gudang induk bahan baku dan beberapa unit produksi yang terpisah satu dengan yang lain. Dalam literatur, masalah rute kendaraan ini disebut sebagai permasalahan distribusi bahan baku dari satu gudang induk ke beberapa unit produksi yang saling terpisah.

(62)

Dalam hal ini perusahaan melakukan pengiriman barang dengan sejumlah armada kendaraan. Secara khusus, setiap kendaraan mengunjungi beberapa lokasi pelanggan. Pengelilingan kendaraan meliputi perencanaan operasi armada kendaraan untuk mengirim barang atau untuk menghasilkan pelayanan.

Masalah pengelilingan kendaraan atau penyusunan rute kendaraan disadari berbeda dalam hal ukuran dan kerumitan. Berdasarkan dua contoh yang mudah: perusahaan roti ukuran sedang mungkin menggunakan sebuah armada kendaraan kecil untuk membawa produknya kepada berbagai pelanggan di daerah kecil. Sebuah surat kabar lokal mungkin menggunakan van-van kecil untuk membawa surat kabarnya dari fasilitas percetakan ke titik-titik penurunan tertentu. Pada contoh-contoh ini, setiap kendaraan memenuhi kendaraannya dari fasilitas pusat, membuat urutan-urutan pemberhentian pada titik-titik pengiriman, dan kembali ke fasilitas setelah pemberhentian terakhir.

(63)

melihat sebuah rute tunggal yang mengunjungi semua pelanggan dan meminimisasi waktu total perjalanan. Hal inilah yang disebut masalah perjalanan salesman (Travelling

Salesman Problem) yang dapat dilihat pada Gambar 3.13.

25

25

60

50

40 40 45

Depot

Gambar 3.13. Contoh Travelling Salesman Problem

Permasalahan penjadwalan kendaraan/alat angkut mempunyai banyak variasi, namun dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis saja. Diantaranya adalah:

1. Permasalahan penjadwalan kendaraan dengan tujuan tunggal dan sumber tunggal dan terpisah (separate and single origin and destination point).

2. Permasalahan penjadwalan kendaraan dengan beberapa tujuan dan beberapa sumber (multiple origin and destination point).

3. Permasalahan penjadwalan kendaraan dengan titik sumber dan tujuan akhir yang sama (coincident origin and destination point).

4. Titik-titik yang terhubung secara spasial (points are spatially related)

(64)

Berdasarkan pada dua prinsip ini, seorang analis dapat menggambar secara cepat sebuah rute yang mungkin dengan bantuan komputer baru dapat diselesaikan dalam beberapa jam6

Rute yang jelek-jalur menyilang Rute yang bagus tidak ada jalur menyilang .

[image:64.595.163.459.210.351.2]

Gambar 3.14. Contoh Urutan rute yang bagus dan jelek

Pengambil keputusan, seperti pengelola truk, dapat mengambil rute yang panjang untuk mengembangkan penjadwalan dan rute truk yang baik dengan mengaplikasikan delapan prinsip. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut :

1. Muat truk dengan volume tertentu yang merupakan volume perkiraan terdekat dengan yang lain.

6

2. Perhentian pada beberapa hari harus diatur untuk menghasilkan klaster yang ketat. Ballou, Ronald, Business Logistics Management (New Jersey : Prentice-Hall International, Inc., 1999), pp. 204-209.

3. Membangun rute dimulai dengan perhentian paling jauh dari depot. 4. Urutan perhentian untuk sebuah rute truk harus membentuk sebuah pola.

(65)

6. Pengangkutan lebih baik digabungkan dengan rute pendistribusian daripada diletakkan pada akhir rute.

7. Sebuah perhentian yang dipindahkan dari sebuah klaster rute adalah sebuah alternatif yang baik untuk alternatif-alternatif pendistribusian.

8. Pembatas jendela untuk waktu perhentian terdekat harus dihindari.

Perbandingan antara klaster yang baik dan jelek untuk kendaraan/alat angkut dapat dilihat pada Gambar 3.15.

Klaster yang jelek Klaster yang lebih baik

Gambar 3.15. Klaster untuk Kendaraan/ Alat Angkut

Permasalahan penjadwalan jenis ke 3 sebenarnya merupakan tipe lain dari permasalahan penjadwalan jenis ke 1. Namun dengan adanya ketentuan agar kendaraan atau alat angkut untuk kembali ke titik asal (sumber) maka permasalahan jenis ke 1 menjadi lebih kompleks. Permasalahan jenis ke 3 bisa terjadi jika kendaraan yang digunakan untuk mengangkut adalah kendaraan pribadi perusahaan. Permasalahan jenis ke 3 ini sering dikenal dengan Travelling Salesman Problem.

3.6. Vehicle Routing Problem

(66)

dapat memenuhi pesanan customer dengan lokasi dan permintaan yang telah diketahui, disebut sebagai permasalahan Vehicle Routing Problem (VRP). Adapun tujuan dari mendesain rute kendaraan ini adalah untuk meminimasi beberapa fungsi obyektif seperti meminimasi jumlah armada yang digunakan dan meminimasi total jarak atau waktu perjalanan yang ditempuh.

Vehicle Routing Problem terkait dengan permasalahan bagaimana mendatangi

pelanggan dengan menggunakan kendaraan yang ada. Istilah lain untuk masalah ini adalah Vehicle Scheduling Problem,Vehicle Dispatching Problem, atau Delivery

Problem. Vehicle Routing Problem adalah sebuah hard combinatorial optimisation

problem. Permasalahan ini erat kaitannya dengan permasalahan Travelling Salesman

Problem. Vehicle Routing Problem menjadi Travelling Salesman Problem pada saat

hanya terdapat satu alat angkut yang kapasitasnya tak hingga.

Vehicle routing dan scheduling adalah sebuah bentuk lain dari Vehicle Routing

Problem. Beberapa pembatas sekarang telah dimasukkan seperti :

1. Setiap kendaraan/alat angkut berhenti di suatu tempat maka harus mengangkut barang dalam jumlah tertentu untuk dipindahkan/diantar.

2. Beberapa kendaraan/alat angkut bisa digunakan namun dengan kapasitas yang terbatas.

3. Waktu total maksimum perjalanan yang dibolehkan dalam sebuah rute sebelum akhirnya memasuki waktu istirahat adalah sekurang-kurangnya 8 jam.

(67)

5. Pengangkutan barang diperbolehkan dalam sebuah rute jika pemindahan barang telah dilakukan.

6. Pengemudi/sopir diperbolehkan untuk beristirahat atau makan pada saat-saat tertentu.

Dalam permasalahan vehicle routing, jika setiap alat angkut dapat menempuh trip/rute majemuk selama horizon perencanaan maka ini disebut sebagai Multi Trip

Vehicle Routing Problem. Bentuk solusi Vehicle Routing Problem dasar dapat dilihat

pada Gambar 3.16.

Depot

Gambar 3.16. Bentuk Solusi Vehicle Routing Problem Dasar

Berikut ini beberapa komponen yang terdapat pada VRP vehicle, customer, depot, pengemudi, dan faktor-faktor yang lain .

1. Vehicle (kendaraan)

Berikut ini beberapa karakteristik dari kendaraan :

a. Tiap vehicle mempunyai batasan kapasitas (berat dan volume) dalam mengangkut barang/produk.

(68)

c. Tiap vehicle mempunyai sejumlah periode waktu yang tidak ikut diperhitungkan (waktu istirahat pengemudi).

d. Tiap vehicle memerlukan biaya untuk melakukan pengiriman. 2. Customers

Berikut ini beberapa karakteristik dari customers :

a. Tiap customers mempunyai jumlah pesanan tertentu yang harus dipenuhi/ dikirimkan tepat waktu pada mereka. Kadang- kadang jumlah pesanan yang mereka pesan diketahui secara pasti (kasus deterministik) tetapi terkadang juga jumlahnya tidak pasti (kasus stokastik)

b. Tiap customers mempunyai sejumlah periode waktu pada saat penerimaan pengiriman barang (time windows). Sebagai contoh seorang customers mungkin mempersiapkan hanya akan menerima pengiriman barang antar jam 10.30 sampai 11.30 atau antara 14.00 sampai 16.15. kedua periode waktu tersebut adalah time

windows bagi customers.

c. Ada beberapa customers yang mungkin mau untuk menerima pengiriman barang secara terpisah, misalnya pengiriman dilakukan lebih dari satu kali, tetapi ada juga yang tidak mau.

3. Depot

Rute yang akan dilewati oleh kendaraan dalam melakukan pengiriman barang ke

customers-nya berawal dan berakhir di satu atau lebih depot.

(69)

Pengemudi yang mengoperasikan kendaraan harus memenuhi semua kendala yang ditetapkan, misalnya: jam kerja, total waktu istirahat yang diijinkan oleh perusahaan selama bekerja.

3.7. Metode Penentuan Rute dan Penjadwalan

Masalah pencarian solusi yang baik dalam masalah penentuan rute dan penjadwalan kendaraan menjadi lebih sulit dengan adanya pembatas-pembatas tambahan dari masalah. Time windows, jumlah truk yang banyak dengan perbedaan kapasitas, total maksimum waktu distribusi yang diizinkan dalam rute, perbedaan kecepatan dalam zona yang berbeda, rintangan/penghalang dalam perjalanan (sungai, belokan, gunung), dan waktu istirahat untuk pengemudi adalah beberapa pertimbangan yang diperlukan dalam penentuan perancangan rute. Di antara banyak pendekatan yang disarankan dalam mengatasi masalah yang kompleks, terdapat dua metode yaitu metode sederhana (The Sweep Method) dan yang lebih kompleks dan akurat (The Savings

Method).

a. The Sweep Method

Prosesnya terdiri dari dua tahapan. Pertama, tempat perhentian diberi penugasan dengan kendaraan, kemudian urutan tempat perhentian rute ditentukan. Dikarenakan proses dua tahapan ini, total waktu dalam rute dan time windows tidak dijalankan dengan baik. Metode “sweep” adalah sebagai berikut :

1. Lokasikan semua tempat perhentian termasuk depot dalam peta.

(70)

pertanyaan : jika tempat perhentian dimasukkan dalam rute, akankah kapasitas kendaraan dilampaui? Jika tidak maju terus dengan putaran garis sampai tempat perhentian berikutnya saling berpotongan. Tanyakan apakah volume kumulatif dapat melampaui kapasitas kendaraan. Gunakan kendaraan dengan kapasitas besar terlebih dahulu. Jika iya, keluarkan titik terakhir dan tentukan rutenya. Lanjutkan garis “sweep”, mulai rute baru dengan titik terakhir yang dikeluarkan dari rute sebelumnya. Lanjutkan hingga semua titik diberi penugasan dalam rute.

3. Dalam setiap rute, urutkan tempat-tempat perhentian untuk meminimisasi jarak. Pen

Gambar

Gambar 3.1. Graph G
Gambar 3.2. Graph berarah dan berbobot
Gambar 3.4. Graph berarah dan tidak berbobot
Gambar 3.5. Graph tidak berarah dan tidak berbobot
+7

Referensi

Dokumen terkait