BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
KKN Reguler Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon merupakan upaya penerapan dari teori-teori yang sudah diterima didalam proses belajar mengajar di kampus dengan kondisi yang ada di lapangan. Selain itu program Kuliah Kerja Nyata juga merupakan bentuk salah satu dari Tri Dharma Perguruan tinggi yang wajib untuk dijalankan. Mahasiswa sebagai ujung tombak pelaksana Tri Dharma perguruan tinggi tidak dapat lepas dari segala kegiatan kemasyarakatan. Demi menjalankan Dharma ketiga tersebut, Universitas sebagai wadah dari civitas Akademika menggalakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dilaksanakan dengan mengutamakan penggalian dan pengembangan potensi lokal serta peningkatan swadaya masyarakat yang bertumpu pada kekuatan masyarakat sendiri, sebagai aplikasi pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat.
Dalam Pelaksanaan KKN Reguler Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon mahasiswa sebagai penyelenggara kegiatan dituntut untuk menemukan permasalahan serta potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Kemudian dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa dituntut untuk menyusun program kerja yang mampu memberikan solusi ataupun menyelesaikan masalah serta mengangkat potensi sesuai dengan bidang ilmu yang dimilikinya.
Desa Ambulu Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon menjadi lokasi yang yang ditunjuk sebagai wilayah KKN Reguler Universitas Nahdlatul Ulama Kota Cirebon tahun 2016. Mahasiswa KKN dituntut merancang suatu kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya alam yang harus dijaga kelestarianya. Oleh sebab itu program-program yang disusun diharapkan memiliki nilai tambah bagi masyarakat, tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga dalam bentuk peningkatan motivasi kerja masyarakat.
KKN Reguler Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon merupakan Intra Kurikuler, wajib dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa program pendidikan Strata Satu (S-1) dengan tema KKN Reguler Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon yaitu “Penguatan Potensi Desa Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan hasil analisis situasi dan kondisi, desa Ambulu memiliki permasalahan yang mendasar. Adapun permasalahan yang ditemukan yaitu dalam bidang pendidikan, bidang ekonomi dan bidang lingkungan
1.2.1 Bidang pendidikan.
a. Kurangnya kesadaran masyarakat wilayah desa Ambulu tentang pendidikan
b. Kurangnya motivasi orang tua terhadap kelangsungan pendidikan anaknya.
1.2.2 Bidang Kesehatan
a. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan
b. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri sendiri
1.2.3 Bidang Agama
a. Kurangnya peran aktif para remaja dalam kegiatan keagamaan b. Keberadaan kepengurusan masjid yang non aktif
1.2.4 Bidang Ekonomi.
a. Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang terdapat di wilayah tersebut.
b. Kurangnya pengarahan dan pembekalan dalam kewirausahaan.
1.2.5 Bidang Lingkungan.
a. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar khususnya wilayah yang terkena dampak pasang air laut.
b. Kurangnya kesadaran masyarakat turut serta menciptakan hidup sehat.
1.3 Tujuan dan Manfaat
a. Memberikan pengalaman dan keterampilan kepada mahasiswa tentang penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara interdisipliner dalam memecahkan masalah-masalah dalam pemberdayaan masyarakat serta menumbuhkan dan mengembangkan kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap kemajuan masyarakat desa Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon.
b. Meningkatkan peran mahasiswa sebagai MODIN-AKSI (motivator, dinamisator, akselerator, dan sumber informasi) dalam kegiatan pembangunan desa di Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon.
c. Meningkatkannya kemampuan berpikir dan bertindak warga masyarakat dalam memecahkan masalah serta memenuhi kebutuhan kehidupan dan penghidupannya serta kemampuan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program-program pembangunan desa di Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon.
d. Terbentuknya kader-kader dalam masyarakat khusunya di lokasi KKN sehingga dapat mendorong dinamika kehidupan masyarakat yang positif dalam pencapaian pembangunan daerah di kabupaten Cirebon.
e. Memberikan informasi sebagai bahan masukan bagi pemerintah kabupaten Cirebon untuk model perencanaan pembangunan ekonomi di seluruh kabupaten Cirebon.
f. Membantu pemerintah daerah kabupaten Cirebon dalam mempercepat peningkatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable ekonomic development).
1.3.2. Manfaat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mempunyai Manfaat :
a. Bagi Institusi Kampus UNU Cirebon, KKN ini merupakan isi kurikulum program mata kuliah lapangan yang wajib diikuti oleh para mahasiswa terutama mahasiswa tingkat semester akhir, program ini dapat membantu pihak universitas untuk menilai para mahasiswa sejauh mana sikap kemandirian dan kedewasaan para mahasiswa.
b. Bagi peserta kuliah kerja nyata (KKN) berfungsi sebagai bentuk perkuliahan di lapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang di tempuh selama dibangku kuliah kedalam lingkungan masyarakat sekitar sebagai media integrasi antara kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian, di samping itu Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan memberikan gambaran yang nyata bagi setiap peserta mengenai interaksi sosial yang harus di jalani di tengah masyarakat yang majemuk. c. Bagi masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) berguna untuk mendampingi proses pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, yang merupakan obyek sekaligus subjek dari Kuliah Kerja Nyata (KKN).
d. Membantu masyarakat desa, baik tenaga maupun pemikiran dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa, termasuk dalam upaya mencari pemecahan masalah yang mereka hadapi.
1.4 Sasaran
Sesuai tujuan yang telah dijelaskan diatas, sasaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1.4.1 Sasaran Objek
a. Kalangan Masyarakat desa Ambulu. 1.4.2 Sasaran Subjek
a. Kepala Desa
b. Lembaga Pendidikan 1.4.3 Sasaran Program
a. Bidang pendidikan.
2. Pengadaan bimbingan bagi anak-anak. b. Bidang Ekonomi.
1. Mendorong masyarakat untuk mengembangkan hasil tambak yang terdapat di desa Ambulu
2. Memberikan penyuluhan manfaat menabung
3. Memberikan pelatihan dalam pengolahan limbah botol plastik, cangkang rajungan dan kain perca.
c. Bidang Lingkungan
1. Mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam menjaga lingkungan
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan pasang air laut.
d. Bidang Kesehatan
1. Mendorong masyarakat untuk hidup jauh lebih sehat 2. Mendorong masyarakat agar bisa hidup sehat
BAB II PELAKSANAAN 2.1 Program Kegiatan Kelompok
2.1.1
MengajarMenurut Sardiman (2007), mengajar diartikan sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses belajar. Atau dikatakan, mengajar sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya kegiatan belajar bagi para siswa.
Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan itu dapat dipahami peserta didik. Guru yang berhasil mengajar di suatu sekolah belum tentu berhasil di sekolah lain. Itulah sebabnya ada pendapat bahwa mengajar itu adalah suatu “seni” tersendiri.
2.1.2 Bimbingan Belajar
a. Pengertian Bimbingan Belajar
dari pembimbing kepada terbimbing dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah belajar.
b. Fungsi bimbingan belajar
Belajar adalah merupakan kegiatan fisik dan psikis yang tertinggi dalam kehidupan manusia, sebagai hasil kegiatan belajar dapat membawa pada perubahan dan peningkatan pandangan sikap dan tingkah laku yang baru dari hasil latihan belajar tersebut. Proses belajar yang terjadi di sekolah harus senantiasa mempunyai tujuan yang jelas dan terarah sebagai pedoman dan panutan dalam aktivitas belajar sebagai seorang siswa, dalam tujuan tersebut pada dasarnya menyangkut penguasaan bidang pengetahuan pembinaan sikap dan pengembangan keterampilan yang merupakan cita-cita sekolah yang diselenggarakan lewat pendidikan dan pengajaran. Menurut Dewa Ketut Sukardi ada dua faktor yang timbul dalam kesulitan belajar, yaitu :
1. Faktor endogen, ialah faktor yang datang dari anak itu sendiri, hal ini dapat bersifat
Biologis, ialah hambatan yang bersifat kejasmanian.
Fisikologis, ialah hambatan yang bersifat kejiwaan.
2. Faktor eksogen, ialah hambatan yang dapat timbul dari luar diri anak, faktor ini meliputi : bagaimana cara siswa mengatasi hambatan tersebut tersebut
Faktor lingkungan keluarga.
Faktor lingkungan sekolah.
Faktor lingkungan masyarakat.
Menurut Prayetno, mengemukakan ada fungsi pokok pelayanan bimbingan yaitu :
a) Pengenalan diri
informasi dirinya sehingga siswa dapat menggali potensi secara utuh dan menyeluruh agar dapat disalurkan dengan sewajarnya. Bagaimana cara memberikan pemahaman terhadap siswa akan potensi dan kemampuan dan minat, serta sifat pribadi.
b) Pencegahan masalah
Di dalam bimbingan terhadap upaya pencegahandan kuratif terhadap segala permasalahan, baik yang belum terjadi maupun yang sedang mengalami kesulitan didalam memecahkannya, kemudian berupaya meluruskan agar para siswa dapat berbuat dan bertindak tanpa adanya ketergantungan kepada orang lain.
c) Kesejahteraan sekolah
Bimbingan dapat mengefektifkan segala tujuan yang ingin dicapai di sekolah, disamping membantu petugas-petugas sekolah terutama Kepala Sekolah dan guru-guru di dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi atau iklim sekolah yang harmonis, sehat dan dinamis bagi keberhasilan pendidikan dan pengajaran.
2.1.3 Imunisasi Campak
a. Pengertian Imunisasi Campak
Imunisasi adalah pemberian vaksin secara suntik atau memasukan vaksin pencegahan ke dalam darah, termasuk di antaranya, imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin. Manusia perlu menjaga dirinya agar sehat, dengan melakukan pencegahan atau imunisasi sejak dini karena berdampak baik bagi diri sendiri dimasa yang akan datang.
Vaksin yang merupakan tindakan yang dilakukan sejak dini sehingga mencegah beberapa penyakit, menjadi penting bagi anak – anak usia dini. Pada masa pertumbuhan, anak – anak yang sehat lah yang akan bertumbuh dengan baik.Banyak aktivitas pencegahanyang dapat dilakukan oleh orangtua untuk anaknya, akan tetapi terkadang mereka tidak tahu bahwa ada hal yang cukup sederhana namun berdampak luar biasa. Hal kecil ini adalah memberikan imunisasi. Sayangnya, banyak orang yang meremahkan pencegahan ini dan mengganggapnya tidak penting. Padahal dengan memberikan imunisasi sejak dini, masa yang akan datang dapat lebih sehat. Oleh karena itu, perlu disosialisasikan “Imunisasi sebagai Gerakan pencegahan penyakit dan memberikan Kesehatan Diri”.
Imunisasi dengan vaksin memang terlihat sesuatu yang sepele. Tapi apabila dilakukan dengan baik hal tersebut memiliki dampak yang luar biasa, karena dengan melakukan imunisasi dapat terhindar dari berbagai penyakit khususnya campak.
b. Dampak Penyakit Campak
Jika campak tidak diobati maka penderita akan : a. Terserang Pneumonia
b. Tumbuh kembang anak menurun c. Mengalami gizi buruk
d. Mengalami kebutaan c. Gejala Penyakit Campak
1. Demam, Batuk, dan Pilek 2. Konjungtivitis (Mata Merah)
3. Bercak merah (ciri khas) timbul dari wajah hingga seluruh tubuh
Saat seseorang berada di usia dini orang tersebut banyak melakukan hal-hal yang tidak sehat seperti menyentuh permukaan atau memasukan benda kedalam mulut, virus akan makin bertambah dan masuk kedalam oragan tubuh. Dengan virus yang masuk kedalam organ seseorang, kemungkinan seseorang dapat menginfeksi diri sendiri. Meskipun tidak membunuh virus, tindakan imunisasi dapat membatasi penularanvirus. Berikut waktu Imunisasi yang disarankan :
1. Anak usia 9 bulan 2. Anak usia 18 bulan 3. Anak usia 2 tahun
4. Ketika ada imunisasi massal e. Cara Penularan Campak
Terdapat beberapa cara penularan penyakit campak diantaranya adalah :
1. Melalui udara lewat Droplet (Bersin Penderita Campak)
2. Kontak langsung dari sekret hidung dan tenggorokan penderita campak
2.1.4 Kaderisasi Remaja Masjid
a. Pengertian Kaderisasi Remaja Masjid
Pengertian remaja masjid adalah merupakan wadah kerja sama yang dilakukan oleh dua orang remaja muslim atau lebih yang memiliki keterkaitan dengan Masjid untuk mencapai tujuan bersama. Mengingat keterkaitannya yang erat dengan Masjid, maka peran organisasi ini adalah memakmurkan Masjid.
sebagai alat untuk mencapai tujuan da’wah dan wadah bagi remaja muslim dalam beraktivitas di Masjid.
b. Perlunya Organisasi Remaja Masjid
Sebagai wadah aktivitas kerja sama remaja muslim, maka Remaja Masjid perlu merekrut mereka sebagai anggota. Dipilih remaja muslim yang berusia antara l5 sampai 25 tahun. Pemilihan ini berdasarkan pertimbangan tingkat pemikiran dan kedewasaan mereka. Tingkat usia anggota perlu dipertimbangkan dengan baik, karena berkaitan dengan pembinaan mereka. Anggota yang memiliki tingkat usia, pemikiran dan latar belakang yang relatif homogen lebih mudah dibina bila dibandingkan dengan yang heterogen. Disamping itu, dengan usia yang sebaya, mereka akan lebih mudah untuk bekerjasama dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan, sehingga akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan.
c. Penerapan Asas-Asas Organisasi
Dalam penerapan asas-asas organisasi untuk Remaja Masjid diperlukan sikap kritis, sehingga prinsip-prinsip organisasi yang diterapkan dapat dinafasi oleh nilai-nilai Islam baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun asas-asas organisasi tersebut antara lain:
a. Perumusan tujuan yang jelas. b. Departementasi
c. Pembagian kerja. d. Koordinasi.
e. Pelimpahan wewenang. f. Rentang kendali. g. Jenjang Organisasi. h. Kesatuan perintah. i. Fleksibilitas. j. Keberlangsungan. k. Keseimbangan. l. Kepemimpinan.
m. Pengambilan Keputusan. d. Struktur dan Bagan Organisasi
Sedang bagan organisasi merupakan gambar struktur organisasi Remaja Masjid yang menunjukkan posisi, hirarki, rentang kendali dan lain sebagainya. Bagan organisasi biasanya berbentuk kotak-kotak kedudukan yang dihubungkan oleh garis-garis wewenang, baik instruksional ataupun koordinatif. Adapun manfaat yang dapat diperoleh Remaja Masjid dengan menggunakan bagan organisasi adalah:
a. Dapat diketahui besar-kecilnya organisasi Remaja Masjid.
b. Mudah diketahui garis-garis saluran wewenang dan tanggung jawab pengurus.
c. Bisa diketahui masing-masing bidang kerja dan jabatan Pengurus yang ada.
d. Bisa untuk mengetahui perincian aktivitas satuan organisasi maupun tugas setiap pengurus.
e. Dapat untuk mengetahui nama, foto dan kedudukan masing-masing Pengurus.
f. Dapat untuk menilai apakah suatu Remaja Masjid telah menerapkan prinsip-prinsip organisasi dengan baik atau belum. e. Perkembangan Organisasi
Remaja Masjid yang maju, modern dan memiliki kegiatan beraneka ragam serta mampu meningkatkan ketaqwaan anggotanya adalah merupakan organisasi kemasjidan yang sangat diharapkan. Namun, untuk mencapai hal tersebut butuh waktu dan perjuangan yang panjang. Ada tiga fase dalam tahap perkembangan organisasi ini, yaitu: fase penumbuhan, pembinaan dan pengembangan organisasi. Untuk menuju organisasi Remaja Masjid yang maju diperlukan kerja keras dan kinerja yang profesional para pengurusnya.
f. Manajemen Remaja Masjid
dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controlling) dengan memanfaatkan ilmu dan seni dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manajemen juga diartikan sebagai pimpinan lembaga / perusahaan. Sehingga kita dapat mengenal tingkat-tingkat (level) manajemen yang biasa disebut dengan pimpinan tingkat atas (top managemen), pimpinan tingkat menengah (middle management), pimpinan tingkat bawah (lower management). Manajemen tersebut sifatnya sangat sederhana dan bekerja menurut tradisi.
g. Peran Manajemen dalam Mencapai Tujuan
Dalam usaha mencapai tujuan Remaja Masjid, manajemen memiliki peran agar proses pencapaian tujuan tersebut dapat berlangsung secara efektif (berdaya guna) dan efisien (berhasil guna). Dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen seperti planning, organizing, actuating, controlling dan lain sebagainya tujuan organisasi dapat diupayakan untuk dicapai dengan lebih baik. Dalam mencapai tujuan tersebut, manajemen memanfaatkan sumber daya yang tersedia atau berpotensi. Adapun sumber daya manajemen (management resources) Remaja Masjid antara lain: Akhlak (morale), orang (man), mesin (machine), material (material), metode (method), uang (money), waktu (time), sasaran da’wah (market) dan lain sebagainya.
2.1.5 Penyemaian Pohon Mangrove a. Pengertian Mangrove
dan di laut. Berikut merupakan beberapa manfaat dan peranan hutan mangrove :
a) Mencegah intrusi air laut
b) Mencegah erosi dan abrasi pantai c) Sebagai pencegah dan penyaring alami
Penanaman mangrove dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara menanam langsung buah mangrove (propagul) ke areal penanaman dan melalui persemaian bibit. Penanaman secara langsung tingkat kelulushidupannya rendah (sekitar 20 - 30%). Hal ini karena pengaruh arus laut pada saat pasang dan pengaruh predator. Sedangkan dengan cara persemaian dan pembibitan, tingkat kehidupannya relatif tinggi (sekitar 60-80%).
b. Cara Persemaian Pohon Mangrove 1. Pemilihan tempat
Tempat yang akan digunakan untuk persemaian bibit dipilih lahan yang lapang dan datar. Jaraknya dengan lokasi tanam diusahakan sedekat mungkin supaya lebih efektif dalam pengangkutan bibitnya. Lahan yang digunakan untuk pembibitan harus terendam saat air pasang dengan frekuensi lebih kurang 20-40 kali/bulan, sehingga tidak memerlukan penyiraman.
2. Pembuatan bedeng persemaian
Bedeng dibuat dari bambu yang kuat. Ukuran bedeng disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya beruk8uran 1×5 m atau 1×10 m dengan tinggi 1,5–2 m. Bedeng diberi naungan ringan dari daun nipah, kelapa, ijuk, rumbia, alang-alang atau sejenisnya. Media (dasar) bedeng adalah tanah lumpur di daerah sekitarnya. 2.1.6 Pembuatan Buras Isi Ikan Bandeng
a. Pengertian Buras
dua bagian dalam satu ikatan (menggunakan tali rapia atau daun pisang) kemudian direbus hingga matang.
Besarnya daya saing dibidang ekonomi meningkatkan kreatifitas mahasiswa KKN UNU Cirebon Kelompok 1. Panganan buras seperti yang diketahui masyarakat pada umumnya hanya di isi dari daging ayam, sayuran dan oncom dengan menciptakan buras yang di isi dari ikan bandeng dan dinamakan BUSIDENG akan meningkatkan minat pembeli karena namanya yang unik.
b. Cara membuat BUSIDENG a. Mencuci beras sampai bersih
b. Beras dimasak sampai menjadi bubur
c. Masukkan garam, santan dan lada secukupnya d. Masukan daun bawang
e. Bersihkan ikan bandeng sampai tidak tersisa durinya f. Lalu kukus ikan bandeng sampai matang lalu haluskan
g. Sambil menunggu ikan bandeng matang, potong kentang dan wortel
h. Haluskan bawang merah dan bawang putih kemudian campurkan dengan potongan kentang dan sayuran
i. Setelah semuanya sudah siap bungkus dengan daun pisang yang didalamnya diisi ikan bandeng
j. Kemudian kukus buras hingga warnanya berubah menjadi kecoklatan.
a. Bimbingan Belajar
1. Bidang kegiatan yang dipilih
Mengadakan program kegiatan bimbingan belajar khususnya untuk usia sekolah dasar karena masih kurangnya pemahaman rata rata tentang mata pelajaran tertentu di sekolah.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Dengan adanya kegiatan bimbel ini, mahasiswa KKN membantu memotivasi anak-anak agar bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar bersama-sama seluruh anggota Mahasiswa KKN dengan pendekatan pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan ungggulan dari kegiatan KKN kami. Tujuan yang ingin dicapai dari program ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar anak, membudayakan anak mengerjakan PR dari sekolah, meningkatkan /mengasah pemahaman anak dalam pembelajaran.
Sasaran yang ingin dicapai adalah siswa/i SD yang bertempat tinggal di Desa Ambulu akan mampu memecahkan masalah dalam bidang pendidikan yang diberikan di sekolah maupun yang didapatkan dari luar sekolah.
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Program ini dilaksanakan setiap hari untuk anak SD yang ada di Desa Ambulu. Program ini dimulai pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB di Posko KKN UNU Kelompok 1 dan Balai Desa dengan jumlah peserta rata-rata 20 orang yang dilaksanakan selama 1 bulan KKN berlangsung.
tindak lanjutnya, setelah kami tidak ada di desa Ambulu, program ini akan diteruskan oleh siswa/i SMP/SMA yang bertempat di desa Ambulu yang mengajarkan kepada adik kelas mereka.
B. Bidang Kesehatan
a. Penyuluhan Kesehatan 1. Bidang yang dipilih
Remaja sekitar desa Ambulu rata-rata ketika berkunjung ke beberapa sekolahdan masyarakat ternyata sudah banyak yang mengenal Narkoba, Psikotropika bahkan zat adiktif lainnya, sangat penting bagi warga agar selalu menjaga kesehatannya baik itu kesehatan pribadi, keluarga maupun lingkungan.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Tujuan dari program penyuluhan ini adalah untuk membuka wawasan masyarakat tentang bahaya narkotika dan menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat terhadap kesehatan baik pribadi, keluarga maupun lingkungan.
Sasaran program ini adalah anak-anak, remaja maupun orang dewasa.
3. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut
Program ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2016. Program ini kami jalankan dengan harapan masyarakat bisa melakukan pemeriksaan maupun pengobatan.
b. Puskesmas Keliling 1. Bidang yang dipilih
Masyarakat desa Ambulu rata-rata ketika berkunjung ke puskesmas adalah karena darah tinggi, mengingat banyaknya pasien berusia lanjut, sangat penting bagi warga agar selalu menjaga kesehatannya baik itu kesehatan pribadi, keluarga maupun lingkungan.
Tujuan dari program puskesmas keliling ini adalah meningkatkan minat masyarakat untuk dapat melakukan pengobatan di desanyatanpa harus jauh ke puskesmas dan memudahkan orang yang lanjut usia melakukan pemeriksaan tanpa menghabiskan tenaga banyak untuk melakukan pengobatan.
Sasaran program ini adalah seluruh lapisan masyarakat desa Ambulu baik itu anak-anak, remaja, orang dewasa maupun orang lanjut usia.
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Program ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2016. Program ini kami jalankan dengan harapan masyarakat bisa melakukan pemeriksaan maupun pengobatan.
c. Pemeriksaan dan Pengecekan Keadaan Ibu Hamil 1. Bidang kegiatan yang dipilih
Setelah adanya kegiatan untuk ibu hamil oleh Bidan Desa Ambulu, ibu hamil pun diberikan vitamin sebagai pelengkap untuk kondisi ibu dan calon bayinya.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Program ini dilaksanakan sebagai suatu solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu yang sedang hamil di Ambulu. Maksud dari program ini adalah menjadikan ibu dan calon bayinya sehat.
Tujuan program ini adalah menjadikan ibu dan calon bayinya sehat sehingga bisa memperlancar kelahiran serta mengurangi kegagalan dalam kehamilan.
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
d. Mengadakan Ketuk Seribu Pintu (Sosialisasi Campak) dan Imunisasi Campak
1. Bidang kegiatan yang dipilih
Masyarakat desa Ambuluterutama anak-anak berusia dini yang banyak yang terjangkit penyakit Campak serta kurangnya pengetahuan orang tua tentang Imunisasi.Oleh karena itu, kami mengadakan Sosialisasi tentang imunisasi campak. Dan untuk menarik minat masayarakat agar ini terlaksana, kami mengadakan “Ketuk Seribu Pintu” (Sosialisasi Campak secara door to door).
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Program ini bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang campak bagi warga masayarakat, menarik masyarakat untuk berani membawa anaknya ke Posyandu dan memberikan imunisasi terhadap anaknya.
Sasarannya adalah seluruh orangtua yang memiliki anak berusia dini desa Ambulu.
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Program ini dilaksanakan pada hari Kamis dan Jum’at tanggal 1 September 2016 dalam acara “Ketuk Seribu Pintu” yang kami selengggarakan dimana acara ini dilaksanakan untuk menarik masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak.
Harapan kami dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi warga dan pedulinya orangtua terhadap kondisi anaknya di masa yang akan datang.
e. Imunisasi Campak
1. Bidang kegiatan yang dipilih
segera dilakukan imunisasi agar tidak menambah pasien yang tekena campak.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Membantu pihak Posyandu dalam memberikan pelayanan imunisasi campak baik untuk mencegah maupun dalam pengobatan pasien yang terjangkit campak.
Sasaran dalam program ini yaitu masyarakat desa ambulu, khususnya yang mempunyai anak usia dini.
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Program ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 2 September 2016, karena banyaknya pasien terjangkit sehingga ini termasuk dalam kategori kejadian luar biasa.
C. Bidang Keagamaan
a. Kaderisasi Remaja Masjid
1. Bidang Kegiatan yang dipilih
kontribusi apapun untuk masjid tersebut di bidang kegiatan keagamaan.
Oleh karena itu pengkaderan pengurus remaja masjid baitussalam dinilai sangat perlu untuk dilaksanakan sebagai upaya menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan di masjid Baitussalam terutama bagi para remaja di desa Ambulu.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Kaderisasi remaja masjid menjadi program utama divisi keagamaan kelompok 1 KKN di desa Ambulu. Setelah kader-kader pengurus remaja masjid terbentuk maka kegiatan-kegiatan keagamaan pun diharapkan bisa berjalan kembali dan masjid Baitussalam menjadi pusat keigiatan keagamaan di desa Ambulu.
Sasaran program ini adalah seluruh lapisan masyarakat terutama para remaja yang ada di desa Ambulu.
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Kaderisasi remaja masjid baitussalam ini dilaksanakan mulai dari pembentukan kembali Organisasi ikatan remaja masjid yang dihadiri oleh pengurus harian DKM Baitussalam dan para tokoh masyarakat serta perwakilan remaja dari setiap dusun yang ada di desa Ambulu yang berumur tidak lebih dari 30 tahun.
Hasil Musyawarah pertama yang dilaksanakan pada malam sabtu tanggal 2 September 2016 menghasilkan :
a. Terbentuknya pengurus harian Ikatan Remaja Masjid Ketua 1 : Ust. H. Fauzudin Aza
Ketua 2 : Ust. Aminudin, S.Pd.I Sekretaris : Ust. Ratono, S.Pd.I
Bendahara : Ustzh. Tsamrotul Fuadah, S.Sy
b. Seksi – Seksi yang direncanakan akan dibentuk diantaranya, Seksi Keagamaan, Seksi Pendidikan & Pelatihan, Seksi Olahraga & Seni, Seksi Keputrian.
c. Rancangan Program Kegiatan Remaja Masjid Jami’ Baitussalam Ambulu yaitu:
1) Program Mingguan N
o Nama Kegiatan Tujuan Waktu Pelaksanaan
iman dan taqwa -18.00 WIB
2 Kajian Fiqih Memahami Ibadah dalam Islam Hari Selasa, Pukul 17.00 – 18.00 WIB
3 Kajian Al-Qur’an
Memperdalam pemahaman Al-Qur’an sebagai sumber hukum islam 5 Keja Bakti (Ro’an) Menjaga Kebersihan sarana
Ibadah Ummat Islam
Hari Jum’at, Pukul 08.00 – 10.00 WIB Tabel 4.1 Program Mingguan Kegiatan Remaja Masjid
2) Program Bulanan
No Nama Kegiatan Tujuan Waktu Pelaksanaan
1 Rapat Anggota
Evaluasi bulanan ikatan Remaja Masjid & mempererat persatuan sesama anggota
Sabtu akhir bulan, Pukul 19.30 WIB – selesai
2 Rapat Istimewa Evaluasi per-triwulan dan
perencanaan kegiatan akbar Per-Triwulan Tabel 4.2 Program Bulanan Kegiatan Remaja Masjid
3) Program Tahunan N
o Nama Kegiatan Tujuan Waktu Pelaksanaan
1 Training Organisasi
Pengukuhan keorganisasian remaja masjid dan Pengkaderan anggota
Kondisional
2 Perayaan Hari
Besar Islam Mempertahankan tradisi islam Kondisional 3 Kultum Ramadlan Pelatihan Da’I / Muballigh Bulan Ramadlan
4
Tasyakur ulang tahun remaja Masjid
Penanaman rasa memiliki pada
organisasi Akhir tahun
d. Rencana Tindak lanjut akan mengadakan rapat kerja kepengurusan Ikatan Remaja Majid Baitussalam yang baru jika sudah terbentuk serta membuat AD/ART.
e. Program jangka panjang adalah membangun perpustakaan di masjid sebagai sarana belajar masyarakat khususnya para remaja.
Tindak lanjut dari program ini akan dirasakan setelah terselenggaranya rancangan program keja dan program kegiatan dimulai dari program harian, mingguan, bulanan serta tahunan. Semua program yang terbentuk akan dilanjutkan oleh seluruh kepengurusan yang sudah dibentuk.
b. Ambulu Mengaji
1. Bidang Program yang dipilih
Setelah terbentuknya kembali kepengurusan remaja masjid Baitussalam yang baru untuk masa jabatan 2016 – 2019, sebagai pembuka kegiatan dari IKRAM (Ikatan Remaja Masjid Ambulu), diadakannya kegiatan Ambulu mengaji yaitu kegiatan yang mengumpulkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari sesepuh, tokoh masyarakat, aparat pemerintahan desa Ambulu beserta para remaja guna membaca Alqur’an bersama dalam satu waktu mengkhatamkan 5 kali khataman dengan target peserta kegiatan sebanyak 150 orang dengan pembagian masing-masing membaca satu juz.
2. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai
Pelaksanaan Ambulu mengaji ini bertujuan agar terbentuknya kembali Ikatan Remaja Masjid Baitussalam bisa lebih berjalan dengan baik dengan mengaharap barokah dari Alqur’an. Serta sebagai pengingat bahwa dasar kegiatan harus bersumber dari Alqur’an. Disamping itu, kegiatan ambulu mengaji ini bertujuan agar para remaja di desa ambulu bisa lebih mencintai Al-Qur’an. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh lapisan masyarakat terutama para remaja di desa Ambulu.
Setelah terlaksananya kegiatan Ambulu mengaji pada malam kamis tanggal 21 September 2016, dihadiri oleh para sesepuh dan tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan desa Ambulu beserta para remaja, diharapkan menghasilkan suatu hal yang positif terutama pada pribadi masyarakat desa Ambulu lewat barokah Al-Qur’an.
Kegiatan ini akan ditindak lanjuti menjadi kegiatan rutin mingguan yang akan dilaksanakan oleh pengurus Ikatan Remaja Masjid Jami Baitussalam desa Ambulu.
c. Meramaikan Kegiatan Keagamaan 1. Bidang program yang dipilih
Kegiatan keagamaan di desa Ambulu terbilang padat, seperti Pengajian rutin di setiap dusun bergantian setiap hari, jam’iyah sholawat Nariyah, Jam’iyah Manaqib, Tahlilan, Marhabanan, dll. Namun minat dari kalangan masyarakat khususnya para remaja masih sangat kurang. Oleh karena itu partisipasi peserta KKN kelompok 1 yang berada di desa Ambulu dinilai perlu untuk meamaikan kegiatan-kegiatan tersebut.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar bisa menarik minat masyarakat terhadap kegiatan keagamaan di desa Ambulu, serta diharapkan agar bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
Sasaran pada kegiatan ini adalah menghadiri kegiatan marhabanan setiap malam jum’at di masjid Baitussalam Ambulu, mengikuti pengajian rutin di setiap dusun, dan mengikuti tahlilan. 3. Hasil yang ingin dicapai dan tindak lanjut
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat terutama para remaja akan pentingnya mengikuti kegiatan keagamaan yang ada di desa Ambulu.
akan menjadi program kegiatan bagi remaja Masjid Baitussalam desa Ambulu.
D. Bidang Ekonomi
a. Kerajinan Cangkang Rajungan 1. Bidang program yang dipilih
Masyarakat desa Ambulu terutama remaja yang banyakmempunyai waktu luang serta kurangnya pengetahuan tentang kerajinan dari cangkang rajungan. Oleh karena itu, kami mengadakan Sosialisasi dan mempraktekan langsung tentang kerajinan cangkang rajungan. Untuk menarik minat masayarakat agar lebih bisa memanfaatkan limbah cangkang rajungan.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Dengan adanya kegiatan ini bertujuan untuk menarik minat masayarakat agar lebih bisa memanfaatkan limbah cangkang rajungan.
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Kerajinan Cangkak Rajungan ini dilakukan 1 minggu satu kali, tempatnya diposko Ambulu, peserta yang mengikutinya remaja Ambulu. Kegiatan ini dilakukan agar cangkang rajungan bisa lebih dimanfaatkan. Hambatan dalam melaksanakan kegiatan ini terlalu rapuhnya kulit rajungan, proses mengelem yang membutuhkan watu lama, menggunakan pilok yang kurang teliti. b. Pembuatan Bross
1. Bidang program yang dipilih
Mengadakan program kegiatan pembuatan bros khususnya untuk anak remaja karena kurangnya pemanfaatan kain perca 2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Untuk meningkatan kreatifitas anak remaja ambulu agar mereka sendiri dapat berkreasi dan mempunyai jiwa berdagang. 3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
macam bross. Hambatan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah kesulitan dalam pembuatan pola.
c. Busideng (Buras Isi Bandeng) 1. Bidang program yang dipilih
Kegiatan pembuatan buras ini di lakukan dengan ibu-ibu PKK. Minat dari masyarakat desa ambulu terutama ibu-ibu PKK sangat antusias karena buras yang kami buat merupakan inovasi baru dengan di dalamnya berisi ikan bandeng.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Dengan adanya kegiatan pembuatan buras di rumah warga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran khususnya ibu-ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang.
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Kegiatan busideng ini dilakukan 1 kali dalam sebulan, tempatnya dirumah warga, peserta yang mengikutinya adalah ibu-ibu PKK. Kami membuat variasi baru dalam pembuatan buras agar konsumen lebih tertarik dalam membeli busideng. Hambatan dalam pembuatan busideng tidak adanya alat presto, jikalau ada alat presto hasil bandeng akan lebih lembut.
d. Pembuatan Celengan
1. Bidang program yang dipilih
Kegiatan ini di lakukan dengan anak-anak sekolah dasar agar memanfaatkan barang bekas berupa botol air mineral menjadi celengan yang berguna dan bisa di gunakan untuk menabung
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Untuk mengajarkan ke pada anak-anak untuk pentingnya menabung dan manfaat dari menabung itu sendiri
3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
E. Bidang Lingkungan a. Penghijauan Mangrove
1. Bidang program yang dipilih
Kegiatan ini di lakukan dengan komunitas PETA (Komunitas Pecinta Alam). Program ini dilakukan guna memperbaiki lingkungan yang terpapar abrasi dan menanggulagi bencana banjir Rob (banjir pasang air laut) di desa tersebut.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Menjadikan lingkungan sehat dan nyaman. 3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Penyemaian bibit mangrove. Penghijauan Mangrove ini dilakukan setiap hari Sabtu pukul 15.30 sampai dengan selesai selama kegiatan KKN berlangsung. Kegiatan Penghijauan Mangrove ini dalam rangka menumbuhkan rasa kepedulian warga dan membudayakan tanggung jawab akan lingkungan khususnya sekitar pantai.
b. Gotong Royong
1. Bidang program yang dipilih
Kerja bakti (Pemulihan fungsi selokan,dan lingkungan sehat)
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
Menciptakan lingkungan sehat dan nyaman. 3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Aktif kembali fungsi selokan disemua Dusun.
Kegiatan Gotong Royong dilakukan di setiap Blok. Kegiatan pembersihan ini agar memberikan keasrian dan kenyamanan untuk masyarakat serta meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungannya agar tetap bersih dan nyaman.
c. Pemasangan Plang
1. Bidang program yang dipilih
Program ini dilakukan untuk menciptakan informasi batas Dusun.
2. Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai Memberi informasi nama Dusun. 3. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut
Kegiatan ini dilakukan karena tidak adanya nama Dusun disetiap dusunnya, serta memudahkan masyarakat lain untuk mengetahui juga nama-nama dusun yang terdapat di Desa Ambulu.
2.2 Konstribusi Personal
No Hari, Tanggal Jam Uraian Tentang Kegiatan
1 Senin , 22 - 08 – 2016 08.00 Upacara Pelepasan Peserta KKN Reguler di Kampus 2 UNU Cirebon.
09.30 Pembukaan Penyerahan Peserta KKN Reguler di Kantor Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon. 11.00 Menuju Desa Kalisari sebagai lokasi posko
(basecamp) KKN Reguler kelompok 1 di rumah Ibu Hj. Saripah kring 2.
11.20 Membersihkan tempat atau ruangan yang akan di gunakan untuk kelompok 1
13.00 Sebagian anggota meminta izin kepada kepala Desa Ambulu sebagai lokasi KKN Reguler kelompok 1 13.30 Silaturahmi ke tetangga terdekat dengan posko. 14.00 Rapat bersama kelompok 1, dengan agenda membuat
struktur organisasi kelompok, jadwal piket kebersihan dan dapur.
19.30 Struktur kelompok menuju Kelompok 3 untuk membahas Program Senam Sehat dan Jumat bersih 2 Selasa, 23 – 08 - 2016 08.00 Bersilaturahmi dengan Bapak Kuwu Desa Ambulu
beserta perangkatnya dan meminta beberapa informasi misalnya tentang profil desa Ambulu.
13.00 Sebagian peserta melakukan observasi di lapangan ke tambak dan ke sekolah.
15.30 Silaturahmi ke tetangga terdekat posko dan beberapa tokoh masyarakat
ke tambak dan ke sekolah untuk memastikan jam mengajar, yang berkaitan dengan program divisi khususnya untuk membantu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Agar tercapainya tujuan pembelajaran dan kondusifitas kelas.
14.00 Melanjutkan silaturahmi ke tetangga terdekat dengan posko dan beberapa tokoh masyarakat dalam rangka pengenalan dan bentuk sosial mahasiswa terhadap lingkungan disekitarnya.
22.00 Rapat bersama kelompok 1
07.30 Divisi Kesahatan menuju sekolah untuk melakukan penyuluhan terhadap pentingnya kesehatan khususnya bagi kesahatan anak, karena anak adalah penerus bangsa.
22.00 Rapat bersama kelompok 1
4 Kamis, 25 – 08 - 2016 07.00 Senam bersama dengan kelompok KKN lainnya di Desa Mulyasari dengan tujuan mebiasakan atau menanamkan kebiasaan kepada masyarakat untuk berpola hidup sehat, karena pada jiwa yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
08.30 Melaksanakan Jum’at bersih di Desa Mulyasari bersama kelompok KKN Lainnya, sebagai tindakan menanamkan kebiasaan lingkungan sehat.
16.00 Divisi pendidikan memulai program layanan les di posko untuk anak usia TK sampai SD, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan minat belajar khususnya belajar membaca bagi anak TK dan SD Tingkat Rendah.
19.41 Rapat bersama kelompok 1, evaluasi harian atas ketercapaian rencana kegiatan yang sudah direncanakan.
5 Jum’at, 26 – 08 - 2016 07.00
melakukan penyemaian bibit mangrove. Pengambilan bibit mangrove yang sudah jatuh yang bagus atau siap untuk dijadikan bibit mangrove yang kemudian disemai menggunakan limbah gelas air minum, dalam jangka waktu satu bulan mangrove akan siap untuk ditanam dipantai, rawa, atau pinggiran tambak yang terpapar air pasang laut (Rob).
17.00 Briefing terakhir dalam minggu pertama sebelum sebagian anggota KKN pulang kerumah untuk ambil jatah libur 1 hari. Dalam Briefing mingguan ini mengevaluasi kegiatan yang sudah tercapai dalam satu minggu itu, baik program harian maupun mingguan yang sudah tercapai dan yang belum tercapai agar sesuai dengan rencana yang sudah dibuat.
6 Sabtu, 27 – 08 – 2016 07.00 Mahasiswa/i PBK dan Fisika memulai program mengajar di SMK, mahasiswa PENDIDIKAN FISIKA diberikan kesempatan untuk mengajar siswa/i XI TKJ SMK Al-Asyariah mengajar mata pelajaran kejuruan. 10.00 Divisi ekonomi melakukan eksperimen membuat
produk dari hasil tambak yaitu pembuatan kerupuk bandeng. Kegiatan ini bertujuan untuk meingkatkan hasil perekonomian warga desa ambulu dengan cara mengelola hasil potensi warganya.
16.00 Divisi pendidikan melaksanakan program les di posko 21.30 Rapat bersama kelompok 1, mengevaluasi dan
Briefing
7 Senin, 29 – 08 -2016 07.00 Mahasiswi PBK dan Fisika melaksanakan program mengajar di SMK mahasiswa pendidikan fisika diberikan kesempatan untuk mengajar mata pelajaran fisika.
08.00 Divisi kesehatan melaksanakan puskesmas keliling Membuat kerajinan tangan seperti
19.30 Rapat bersama kelompok , mengevaluasi dan Briefing 8 Selasa, 30 – 08 – 2016 07.00 Melaksanakan program mengajar di SDN 1, 2, 3
Ambulu , pada SDN 3 ambulu kurangnya dukungan internal dari keluarga sehinnga motivasi anak untuk berpendidikan tinggipun kurang karena sebagian besar warga desa ambulu sebagai nelayan dan TKI. Oleh karena itu tugas kita sebagai mahasiswa/i fakultas pendidikan sudah seyogyanya memberikan motivasi kepada siswa/i yang kurangnya pengetahuan
pentingnya pendidikan.
13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
21.41 Rapat bersama Tim Pencerah
9 Rabu, 31 – 08 – 2016 07.00 Melaksanakan program mengajar di SDN 1, 2, 3 Ambulu, MIN dan MTS
09.00 Divisi kesehatan melaksanakan posyandu Sosialisasi campak, dalam melakukan posyandu Sosialisasi campak ini mahasiswa bekerjasama dengan bidan puskesmas dan tim pencerah. Pelaksanaannya yaitu doo to doo,dengan mana kegiatannya ketuk 1000 pintu. Memberikan penyuluhan mengenai campak serta membagikan kartu undangan kepada warga yang mempunyai batita ataupun balita untuk diimunisasi campak pada posyandu yang sudah disediakan disetiap dusun.
13.00 Melaksanakan bimbingan belajar siswa/i SD maupun MI di posko/di balai desa
21.00 Rapat bersama kelompok 1 evaluasi dan breafing 08.30 Melaksanakan Jum’at bersih di Desa Ambulu bersama
kelompok KKN Lainnya 10.00 Imunisasi campak
13.00 Melaksanakan bimbingan belajar siswa/i SD maupun MI di posko/di balai desa
di Desa Ambulu.
13.00 Mengikuti pemuda desa Ambulu untuk mengambil bibit mangrove di wilayah tambak, untuk selanjutnya melakukan penyemaian bibit mangrove
13.00 Melaksanakan bimbingan belajar siswa/i SD maupun MI di posko/di balai desa
12 Sabtu, 03 – 09 – 2016 07.00 SDN 1, 2, 3 Ambulu, MIN dan MTS. Di SDN 3 Ambulu mahasiswa yang akan mengajar disarankan untuk menggunakan alat peraga dan mahasiswa membuat alat peraga yang sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan keesokan harinya. 13 Senin, 05 – 09 – 2016 07.00 Mengajar di SDN 3 Ambulu
13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
14 Selasa, 06 – 09 – 2016 09.00 Divisi kesehatan beserta pihak posyandu desa Ambulu melaksanakan kegiatan pemeriksaan protin dan
pengecekan ibu hamil 15 Rabu, 07 – 09 – 2016 07.00 Mengajar di SDN 3 Ambulu
13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
16 Kamis, 08– 09 – 2016 09.00 Divisi kesehatan beserta pihak posyandu desa Ambulu melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pengecekan ibu hamil
20.00 Rapat bersama kelompok 1
07.00 Senam sehat bersama dengan kelompok KKN lainnya di Desa Kalisari
08.30 Melaksanakan Jum’at bersih di Desa Kalisari bersama kelompok KKN Lainnya
13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
08.00 Melanjutkan bulan bhakti (kerja bakti)
07.00 Mahasiswi PBK dan Fisika melaksanakan program mengajar di SMK.
17 Jum’at, 09 – 09 - 2016 13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
SMK Al - Asy’ariah 18.40 Rapat bersama kelompok 1
18 Sabtu, 10 – 09 – 2016 13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
20 Selasa, 13 – 09 – 2016 07.00 Melakukan Kegiatan Perpisahan di sekolah sekolah yang di tempati untuk kegiatan program divisi
pendidikan yang diikuti oleh semua anggota kelompok 18.00 Rapat bersama kelompok 1
21 Rabu, 14 – 09 – 2016 13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
14.00 Pembuatan Bros dari kain perca
07.00 Senam bersama dengan kelompok KKN lainnya di Desa Kalirahayu
22 Kamis, 15 – 09 – 2016 08.30 Melaksanakan Jum’at bersih di Desa Kalisari bersama kelompok KKN Lainnya
14.00 Penyemaian bibit mangroove 18.30 Rapat bersama kelompok 1
23 Jum’at, 16 – 09 - 2016 08.00 Melaksanakan kegiatan bulan bhakti (kerja bakti) di tiap dusun
13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
21.00 Rapat bersama kelompok 1
24 Sabtu, 17 – 09 – 2016 13.00 Melaksanakan bimbingan belajar di posko/di balai desa
25 Senin, 19 – 09 – 2016 09.00 Divisi kesehatan melaksanakan posyandu di blok manis 2
26 Selasa, 20 – 09 – 2016 19.30 Mengadakan lomba ambulu mengaji 19.30 Penjualan semua produk divisi ekonomi 20.31 Rapat bersama kelompok 1
27 Rabu, 21 – 09 – 2016 20.00 Kegiatan perpisahan di desa mulyasari
28 Kamis, 22 – 09 – 2016 09.00 Kegiatan Pemasangan Plang nama dusun dan pengecetan batas desa
29 Jum’at, 23 – 09 - 2016 08.00 Ramah tamah Di balai desa bersama semua staff dan aparatur desa
15.00 Membuat varian makanan bulges dan busideng 30 Sabtu, 24 – 09 – 2016 09.00 Penyerahan cinderamata,piala dan piagam ke setiap
14.30 Mengikuti pemuda desa Ambulu untuk mengambil bibit mangrove di wilayah tambak, untuk selanjutnya melakukan penyemaian bibit mangrove
31 Senin, 26 – 09 – 2016 08.00 Acara Pelepasan KKN di kecamatan Losari
BAB III PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil kegiatan KKN Reguler Desa Ambulu Kecamatan Losari selama 34 hari dapat disimpulkan sebagai berikut:
5.1.1 Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UNU Cirebon di Desa Ambulu Kecamatan Ambulu Kabupaten Cirebon mendapat sambutan, tanggapan dan perhatian yang ramah dari pemerintah setempat dan warga Desa Ambulu.
5.1.2 Pada dasarnya masyarakat sangat memerlukan dukungan untuk dapat meningkatkan kesadarannya akan Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Lingkungan, Daya Saing dan Keagamaan maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator dan inovasi bagi masyarakat Desa Ambulu Kecamatan Ambulu Kabupaten Cirebon. 5.1.3 KKN adalah kegiatan yang fungsinya lebih membimbing
mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat dan tampil sebagai motivator bagi masyarat kearah yang lebih maju.
5.1.4 Mahasiswa sebagai anggota masyarakat harus lebih banyak belajar dari masyarakat karena mahasiswa itu dipandang sebagai orang yang lebih paham daripada masyarakat.
masyarakat dan Pemerintah setempat semakin baik, sehingga penanganan di berbagai bidang akan mudah dilaksanakan.
5.2 Saran
5.2.1 Saran Kepada Pihak LPPM Nahdatul Ulama (UNU) Cirebon Pihak lembaga sebagai pihak penyelenggara kegiatan KKN Reguler seharusnya mempunyai database terlebih dahulu tentang desa-desa yang ada di Kecamatan Ambulu sehingga peserta KKN Reguler dapat mengorientasi progam kerja secara maksimal.
5.2.2 Saran Kepada Aparat Pemerintahan Desa Ambulu
Dari hasil observasi hendaknya pemirintahan Desa Ambulu Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi desa sebagai lembaga pemerintahan yang ada di tingkat desa seperti dalam bidang pembangunan, pendidikan, kebersihan lingkungan serta koordinasi dengan masyarakat dan organisasi-organisasi kepemudaan.
5.2.3 Saran Kepada Peserta KKN Reguler
1. Para peserta KKN Reguler hendaknya menjalin kerja sama dan kekompakan.
2. Peserta KKN Reguler hendaknya mengesampikan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan kelompok demi kelangsungan kegiatan KKN Reguler.
3. Peserta KKN Reguler hendaknya mampu menunjukan peranannya sebagai insan berpendidikan yang sesungguhnya, mampu melakukan perubahan kearah yang lebih baik dalam menunjang proses pembangunan yang ada.
DAFTAR PUSTAKA