• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahasa dan Fungsinya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahasa dan Fungsinya"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Logika ialah ilmu berpikir yang tepat, logika sekedar menunjukkan adanya kekeliruan didalam rantai proses pemikiran sehingga kekeliruan itu dapat dielakkan, maka hakekat dari logika dapat pula disebut sebagai teknik berpikir. Bahasa merupakan alat dari proses pemikiran atau alat dari logika. Hubungan Bahasa dan Logika Dapat dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari mempergunakan suatu teknik (logika), akan tergantung dari baik-buruknya alat bahasa yang digunakan. Penggunaan bahasa sebagai alat logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan. Kita ambil contoh dari pernyataan “Lukisan itu tidak jelek”, maka yang saya maksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah, atau saya bermaksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah, namun saya tidak berani untuk mengatakan bahwa lukisan itu jelek. Logika hanya dapat memperhitungkan penilaian-penilaian yang isinya dirumuskan secara seksama, tanpa suatu nilai perasaan. Penggunaan bahasa sebagai alat dari logika masih memiliki kekurangan. Contohnya puisi yang diubah ke dalam bentuk prosa. Puisi tadi akan kehilangan nilai puisi-nya, pikiran yang tadi muncul didalam puisi dengan indahnya tidak lagi menghantarkan maknanya kepada si pembaca. Hakekat kesusastraan berada di atas hubungan dan batas-batas logika, bahkan keindahana dalam puisi bertentangan syarat-syarat logika. Begitu pula terjadi didalam peribahasa, perumpamaan-perumpamaan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari mungkin dapat dimengerti seperti “bintang lapangan”, “kupu-kupu malam”. Syarat-syarat logika dalam pembentukan peribahasa diabaikan didalam susunan kata –katanya dan isinya. Bahasa sebagai alat logika memiliki kekurangan–kekurangan, karena sebagaian besar bahasa berkembang dan dipengaruhi oleh proses berpikir secara pre-logis (tidak logis) seperti simbolisme didalam mitologi. Jadi,bahasa memiliki dua fungsi yang dilihat dari segi perkembangannya. Bahasa lebih mudah digunakan pada kesusastraan daripada sebagai alat pemikiran ilmiah umumnya khususnya pada logika.

Logika merupakan basis dari prosedur dalam kegiatan keilmuan. Di dalamnya, penggunaan bahasa dengan segala kaidahnya menjadi penentu, sehingga penggunaan bahasa mestilah menjadi titik tolak dalam memahami dan membangun ilmu. Tulisan ini terbatas hanya diambil dari Buku Irving M Copi (1969) yaitu bab 1 sampai 4 bagian I.

Bahasa memiliki peran yang sangat esensial dalam konteks logika dan berilmu. Ia sangat membantu, namun secara bersamaan juga dapat sangat mencelakakan, yaitu jika penggunaannya tidak tepat. Kegiatan berilmu akan mati bila terjadi kekeliruan penerapan bahasa di antara para penggiatnya. Ini karena bahasa bagi manusia merupakan pernyataan pikiran atau perasaan yang paling komunikatif. Gerak tubuh dan mimik muka dapat menginformasikan sesuatu, namun sangat terbatas penerapannya.

(2)

menciptakan bahasa tersendiri. Mereka menciptakan dan menyepakati kata-kata, baik kata yang diambil dari kata-kata yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari, atau secara sengaja membuat kata-kata yang baru sama sekali. Logika sangat terkait dengan konsep bahasa. Di sisi sebaliknya, setiap bahasa memiliki logikanya sendiri. Bahasa yang disusun oleh sekelompok masyarakat mengandung kekhasan dimana berbagai kultur – dalam arti luas –menjadi basis pembentukan bahasa tersebut. Inilah salah satu point yang harus

dipertimbangkan misalnya dalam proses penerjemahan satu pemikiran dari satu bahasa ke bahasa lain.

1.2 Identifkasi Masalah

Suatu karya tulis memiliki tujuan-tujuan yang ingin di capai oleh penulisnya, begitupun penulisan makalah ini, penulis memiliki tujuan yang ingin dicapai, yaitu:

1. menjelaskan definisi logika 2. menjelaskan definisi bahasa

3. menjelaskan hubungannya bahasa dan logika 4. menjelaskan fungsi dari bahasa.

1.4 Manfaat penulisan

Suatu karya tulis di laksanakan selain untuk mencapai tujuan penulisan itu sendiri, pasti terdapat manfaat yang hendak penulis sampaikan pada karya tulisnya, begitupun penulis dalam mengerjakan penulisan makalah ini. Penulis mengharapkan makalah ini memiliki manfaat sebagai berikut :

1. Menambah pengetahuan tentang ilmu logika

2. Memberikan pemahaman hubungan bahasa dan logika

3. Memberikan pengetahuan tentang bentuk, ciri dan fungsi bahasa

1.5 Metode Penulisan

Dalam menyusun makalah ini, penulis menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode mencari, mengumpulkan, mengklasifikasikan atau mengelompokan dan menginterpretasikan data yang ada sehingga mendapatkan data yang sesuai dengan apa yang penulis butuhkan.

(3)

Logika ialah ilmu berpikir yang tepat, logika sekedar menunjukkan adanya kekeliruan didalam rantai proses pemikiran sehingga kekeliruan itu dapat dielakkan, maka hakekat dari logika dapat pula disebut sebagai teknik berpikir. Bahasa merupakan alat dari proses pemikiran atau alat dari logika. Hubungan Bahasa dan Logika Dapat dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari mempergunakan suatu teknik (logika), akan tergantung dari baik-buruknya alat bahasa yang digunakan. Penggunaan bahasa sebagai alat logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan.

Gorys Keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa juga mencakup dua bidang, yaitu bunyi vokal dan arti atau makna. Bahasa sebagai bunyi vokal berarti sesuatu yang dihasilkan oleh alat ucap manusia berupa bunyi yang merupakan getaran yang merangsang alat pendengar. Sedangkan bahasa sebagai arti atau makna berarti isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan orang lain.

Sementara fungsi bahasa menurut Mahmudah dan Ramlan (2007:2-3) adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat Indonesia. Bahsa juga menunjukkan perbedaan antara satu penutur dengan penutur lainnya, tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan dengan adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, fungsi bahasa juga melambangkan pikiran atau gagasan tertentu, dan juga melambangkan perasaan, kemauan bahkan dapat melambangkan tingkah laku seseorang.

1.7 Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan karya tulis yang teratur dan sistematis, maka penulis membaginya dalam 3 bab, yang terdiri dari :

BAB I PENDAHULUAN

. Terdiri dari 7 subbab yaitu latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan masalah, manfaat penulisan, metode penulisan, landasan teori dan sistematika penulisan.

BAB II PEMBAHASAN

Bab ini terdiri dari 5 subbab yaitu definisi logika, definisi bahasa, hubungan bahasa dan logika, dan fungsi bahasa.

BAB III PENUTUP

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Logika

Logika adalah suatu metode yang memampukan kita melaksanakan pekerjaan berpikir dengan semestinya, yang memapukan kita mahir berpikir dengan semestinya. Kemahiran, kecakapan, hanya dapat dimiliki apabila metode tadi dihayati, dan orang selalu terus-menerus malatih diri. Adapun pengertian logika scientifika adalah ilmu praktis normatif yang mempelajari hukum-hukum, prinsip-prinsip, bentuk-bentuk pikiran manusia yang jika dipatuhi akna membimbing kita mencapai kesimpulan-kesimpulan yang betul lurus atau sah. Logika scientifika berbeda dari psikologi. Memang, pikiran dapat dipandang sebagai suatu kejadian psikologis. Tapi pada hakikatnya logika berbeda dari psikologi.

(5)

kekeliruan didalam rantai proses pemikiran sehingga kekeliruan itu dapat dielakkan, maka hakekat dari logika dapat pula disebut sebagai teknik berpikir. Bahasa merupakan alat dari proses pemikiran atau alat dari logika. Hubungan Bahasa dan Logika Dapat dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari mempergunakan suatu teknik (logika), akan tergantung dari baik-buruknya alat bahasa yang digunakan. Penggunaan bahasa sebagai alat logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan.

2.2 Definisi Bahasa

Pengertian bahasa secara umum adalah semua sarana berupa isyarat-isyarat, bunyi-bunyi dan ujaran-ujaran untuk mempertukarkan perasaan dan pikiran. Dalam pengertian istilah, bahasa memiliki beberapa arti, diantaranya, bahasa menurut Bussman (2006: 627) adalah sarana untuk (1) mengekspresikan atau mengemukakan pemikiran, konsep, pengetahuan dan informasi dengan tepat dan (2) mentransmisikan pengalaman dan pengetahuan. Menurut Kridalaksana (2008: 24), bahasa adalah (1) sistem lambang bunyi yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri, dan (2) alat komunikasi verbal.

Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah system lambang berupa bunyi yang bersifat arbitrer, dinamis, beragam dan manusiawi.

Gorys Keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa juga mencakup dua bidang, yaitu bunyi vokal dan arti atau makna. Bahasa sebagai bunyi vokal berarti sesuatu yang dihasilkan oleh alat ucap manusia berupa bunyi yang merupakan getaran yang merangsang alat pendengar. Sedangkan bahasa sebagai arti atau makna berarti isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan orang lain.

Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi bahasa menurut para ahli:

1. Bill Adams : Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif 2. Wittgenstein : Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis

(6)

4. Plato : Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut

5. Bloch & Trager : Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

6. Carrol : Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia

7. Sudaryono : Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga

ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

8. Saussure : Bahasa adalah objek dari semiologi

9. Mc. Carthy : Bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir

10. William A. Haviland : Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu

11. Robet Lado (1979): Mendefinisikan bahasa merupakan alat pengikat kegiatan dan perasaan manusia.

12. Jack Richards (1985): Mendefinisikan bahasa adalah system komunikasi manusia yang memiliki susunan bunyi yang bersetruktur untuk membentuk uniti-uniti yang lebih besar.

13. Mario Pei (1980): Mendefinisikan bahasa adalah sebagai satu system komunikasi dengan bunyi, beroprasi melalui alat ujar dan pendengaran diantara anggota masyarakat tertentu, dan menggunakan simbol vocal yang memiliki makana konvensional.

14 . Webster’s Ne Collegiate Dictionary (1981): Mendefinisikan bahasa sebagai salah satu alat untuk

(7)

15. Mary Finocchiaro(1980): Mendefinisikan bahasa adalah satu system simbol vocal yang arbitrer yang memungkinkan semua orang dalam budaya tertentu, atau orang lain yang mempelajari system budaya berkomunikasi atau berinteraksi.

16. Harimurti Kridalaksana (1994): Mendefinisikan bahasa sebagai system lambang yang arbiter yang dipengaruhi oleh satu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri.

Dari pengertian bahasa yang dikemukan para pakar di atas, kalau diimplementasikan didapatkan beberapa ciri yang hakiki dari bahasa ciri-ciri itu anatar lain:

1) Bahasa merupakn sebuah sistem

2) Bahasa merupakan symbol atau lamabang bermakna 3) Bahasa merupakn ucapan

4) Bahasa bersifat arbitere/konvensional 5) Bahasa itu manusiawi

6) Bahasa merupakan alat komunikasi.

2.3 Hubungan Bahasa dan Logika

Hubungan ini dapat dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari mempergunakan suatu teknik (logika), akan tergantung dari baik-buruknya alat bahasa yang digunakan.

Penggunaan bahasa sebagai alat logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan. Kita ambil contoh dari pernyataan “Lukisan itu tidak jelek”, maka yang saya maksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah, atau saya bermaksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah, namun saya tidak berani untuk mengatakan bahwa lukisan itu jelek. Logika hanya dapat memperhitungkan penilaian-penilaian yang isinya dirumuskan secara seksama, tanpa suatu nilai perasaan.

(8)

Begitu pula terjadi didalam peribahasa, perumpamaan-perumpamaan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari mungkin dapat dimengerti seperti “bintang lapangan”, “kupu-kupu malam”. Syarat-syarat logika dalam pembentukan peribahasa diabaikan didalam susunan kata –katanya dan isinya.

Bahasa sebagai alat logika memiliki kekurangan–kekurangan, karena sebagaian besar bahasa berkembang dan dipengaruhi oleh proses berpikir secara pre-logis (tidak logis) seperti simbolisme didalam mitologi. Jadi,bahasa memiliki dua fungsi yang dilihat dari segi perkembangannya. Bahasa lebih mudah digunakan pada kesusastraan daripada sebagai alat pemikiran ilmiah umumnya khususnya pada logika.

Berikut ini kaitan erat antara logika dan bahasa diantaranya:

1. Ada dua aspek penting dalam pemikiran, yaitu aspek kegiatan mental (=bahwa penalaran itu berlangsung dalam batin) dan aspek ekspressi verbal (=bahasa untuk menyatakan isi pemikiran) 2. Melalui bahasa, kita dapat mengkomunikasikan penalaran kita, dan dengan demikian dapat diuji tepat

-tidaknya.

3. Penalaran yang baik menuntut kemampuan penggunaan bahasa yang baik pula

4. Salah satu fungsi bahasa adalah fungsi logis, yakni dimana bahasa digunakan untuk menalar,

menganalisis dan menjelaskan suatu masalah atau argumen. Melalui bahasa orang bisa menerima atau menolak kebenaran dari pernyataan-pernyataan atau teori yang dikemukakan.

5. Secara analog, pemikiran manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah rumah tembok, yang tersusun dari beberapa kamar dan yang dibentuk oleh bata-bata.

Demikianlah penalaran tersusun dari putusan-putusan (proposisi), dimana suatu putusan dibentuk oleh pengertian (konsep)

2.4 Fugsi Bahasa

Fungsi bahasa menurut Mahmudah dan Ramlan (2007:2-3) adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat Indonesia. Bahsa juga menunjukkan perbedaan antara satu penutur dengan penutur lainnya, tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan dengan adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, fungsi bahasa juga melambangkan pikiran atau gagasan tertentu, dan juga melambangkan perasaan, kemauan bahkan dapat melambangkan tingkah laku seseorang.

Dibawah ini beberapa fungsi dari bahasa diantaranya:

1. Bahasa sebagai sarana komunikasi

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya : komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.

2. Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi

(9)

institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas keluarga, integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara.

3. Bahasa sebagai sarana kontrol sosial

Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam

komunikasi dapat saling memahami. Masing – masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol – simbol lain yang menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini dapat diwujudkan dalam bentuk : aturan, anggaran dasar, undang – undang dan lain – lain.

4. Bahasa sebagai sarana memahami diri

Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Ia harus dapat menyebutkan potensi dirinya, kelemahan dirinya, kekuatan dirinya, bakat, kecerdasan, kemampuan intelektualnya, kemauannya, tempramennya, dan sebagainya. Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi, inteligensi, kecerdasan, psikis, karakternya, psikososial, dan lain – lain. Dari pemahaman yang cermat atas dirinya, seseorang akan mampu membangun karakternya dan mengorbitkan-nya ke arah pengembangan potensi dan kemampuannya menciptakan suatu kreativitas baru.

5. Bahasa sebagai sarana ekspresi diri

Bahasa sebagai ekspresi diri dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai yang paling kompleks atau tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ekspresi sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya akan senatiasa setia, bangga dan prihatin kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).

6. Bahasa sebagai sarana memahami orang lain

Untuk menjamin efektifitas komunikasi, seseorang perlu memahami orang lain, seperti dalam memahami dirinya. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakaian bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya: potensi biologis, intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma, yang melandasi pemikirannya, tipologi dasar tempramennya (sanguines, melankolis, kholeris, flagmatis), bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemempuan inovasinya, motifasi pengembangan dirinya, dan lain – lain.

7. Bahasa sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar

Bahasa sebagai alat untuk mengamati masalah tersebut harus diupayakan kepastian konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga dapat mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti. Misalnya apa yang melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi objek yang diamati, menjelaskan bagaimana cara (metode) mengamati, apa tujuan mengamati, bagaimana hasil pengamatan,. dan apa kesimpulan.

(10)

kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Proses berfikir logis merupakn hal yang abstrak. Untuk itu, diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.

9. Bahasa membangun kecerdasan

Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.

10. Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda

Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan. Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang sudah ada.

11. Bahasa membangun karakter

Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar, rasa cinta. Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal yang menyatakan dirinya akan menbuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.

12. Bahasa Mengembangkan profesi

Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri (kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu pada pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian puncak karier / profesi. Puncak pendakian karier tidak akan tercapai tanpa komunikasi atau interaksi dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya. Untuk itu semua kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan dalam berbahasa sehingga mempu menciptakan kreatifitas baru dalam profesinya.

13. Bahasa sarana menciptakan kreatifitas baru

Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang

(11)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

logika ialah ilmu berpikir yang tepat, logika sekedar menunjukkan adanya kekeliruan didalam rantai proses pemikiran sehingga kekeliruan itu dapat dielakkan, maka hakekat dari logika dapat pula disebut sebagai teknik berpikir. Bahasa merupakan alat dari proses pemikiran atau alat dari logika. Hubungan Bahasa dan Logika Dapat dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari mempergunakan suatu teknik (logika), akan tergantung dari baik-buruknya alat bahasa yang digunakan. Penggunaan bahasa sebagai alat logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan.

(12)

Bahasa berkaitan erat dengan pikiran, pikiran berfungsi melalui bahasa dan di dalam bahasa. Hanya dengan dibahasakan atau “terbahsakan” sesuatu dapat ditangkap dan dimengerti.

Bahasa dan pikiran adalah tempat terjadinya peristiwa (Geschechen) realitas. Fungsi-fungsi Bahasa : tiga kategori fungsi

1. Fungsi Pertama : fungsi Informatif

Pemakaian bahasa untuk menyampaikan informasi, yakni merumuskan dan meng-ia-kan atau menolak proposisi atau menyuguhkan argumen/argumentasi. Ilmu adalah contoh yang jelas dari realisasi fungsi informatif.

2. Fungsi kedua : fungsi ekspresif

Bahasa digunakan sebagai alat pengungkapan rasa perasaan dan sikap. Misalnya pemakaian bahasa dalam puisi, dalam ungkapan rasa sedih, rasa sayang, ungkapan semangat.

3. Fungsi ketiga : fungsi direktif

Pemekaian bahasa untuk menyebabkan atau menghalangi suatu perilaku. Perintah atau permintaan merupakan contoh jelas fungsi direktif bahasa.

3.2 Kritik dan Saran

Berdasarkan makalah yang penulis susun, penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca dalam memberbaiki kekurangan dan kesalalan dalam makalah yang penulis susun untuk kedepannya.

Daftar Pustaka

Poespoprojo,W.1999. LOGIKA SCIENTIFIKA. Bandung: Pustaka Grafika. Sumaryono, E.1999. DASAR-DASAR LOGIKA. Yogyakarta: Kanisius

Abri, Ali.1991,PENGANTAR LOGIKA TRADISIONAL. Surabaya:Usaha Nasional Bakry, Noor Ms,1986,. LOGIKA PRAKTIS BAGIAN PERTAMA. Yogyakarata: Liberty Hutabarat,1967, LOGIKA. Djakarta: Erlangga

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

This research dealt with two problems: (1) How is a set of instructional writing materials incorporating journal writing for the eleventh grade students of SMKN 2 Depok Sleman

Karena nilai F hitung (23,836) > F tabel (5,79) maka Ho ditolak dan H1 diterima, dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan dan budaya kerja secara

§ Mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan riwayat prilaku kekerasan yang perlu dikaji pengetahuan tentang akibat lanjut

Menciptakan komunikasi timbal balik yang baik dengan departemen Engineering & Maintenance, agar setiap kerusakan secepatnya dapat di perbaiki supaya kamar segera siap

Dan dari hasil penelitian yang ditunjukkan pada tabel di atas juga menunjukkan motivasi belajar siswa pada perkembangan masa puber di Madrasah Aliyah PUI

Falsafah Gusjigang yang diajarkan Sunan Kudus dalam membangun karakter masyarakat Kudus menjadi lebih baik merupakan salah satu aplikasi pemanfaatan nilai-nilai kearifan lokal

Pada Penelitian ini peneliti akan berfokus mengenai Scoring Game pada Non Player Character dan belum adanya penelitian yang membahas tema ini [1], pada Non Player Character

Frekuensi Persepsi Masyarakat Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.Terhadap Keberadaan HTI PT Kalimantan Subur Permai ( The people