i
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN WIFI DI
LINGKUNGAN KAMPUS TERPADU UMY
MENGGUNAKAN TEORI TRAFIK
TUGAS AKHIR
Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Mencapai Derajat Strata-1 Pada Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Disusun Oleh :
SATRIA TRY MANGGALA
20130120053
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
ii HALAMAN PENGESAHAN I
TUGAS AKHIR
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN WIFI DI LINGKUNGAN KAMPUS TERPADU UMY MENGGUNAKAN TEORI TRAFIK
Di Ajukan Oleh :
Satria Try Manggala
20130120053
Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Anna Nur Nazilah Chamim, S.T.,M.Eng. Indar Surahmat, S.T.,M.T.
iii HALAMAN PENGESAHAN II
TUGAS AKHIR
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN WIFI DI LINGKUNGAN KAMPUS TERPADU UMY MENGGUNAKAN TEORI TRAFIK
Di Ajukan Oleh :
Satria Try Manggala
20130120053
Skirpsi ini telah Dipertahankan dan Disahkan di depan Dewan Penguji Program
Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Sebagaimana Allah SWT menciptakan manusia dan menakdirkannya
berusaha dengan penuh kegigihan dan kerja keras untuk menjadi Khalifah, dan
pemakmur di muka bumi yang sementara ini, penulis memiliki motto hidup :
“Menanam Kebaikan akan lebih bijak daripada menuainya”
Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah 67 Al-Mulk ayat 1-2 dengan artinya : “Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha
Pengampun.”
Segala puji bagi Allah SWT, atas limpahan Rahmat dan Karunianya,
memberikan penulis nikmat kesehatan, nikmat berpikir, dan berbagai integral
nikmat yang tak bisa terhitung dengan bilangan apapun. Skripsi ini, penulis
persembahkan untuk :
1. Bapak, Kakak Sandi, Om Abu, Tante Jannah, Mama, Kak Andi Darma dan
keluarga. Sebagai keluarga terdekat penulis yang selalu memotivasi,
memberikan masukan, dan biaya kuliah penulis. Semoga Allah SWT
membalas berjuta kebaikan untuk mereka semua.
2. Zaeirena Humairoh, Umi, dan Abi. Memberikan Penulis semangat dalam
mengerjakan Skripsi ini, semoga Allah SWT, mengabulkan doa-doa mereka
v KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan nikmat kesehatan, nikmat
berpikir yang tidak terhitung sejak ruh ditiupkan kedalam jasad, hingga akhir hayat.
Shalawat serta salam setinggi-tingginya kepada Baginda Rasulullah SAW, yang
telah berjuang menyebarkan Islam kemuka Bumi sehingga umat muslim dapat
menikmati berbagai keindahan yang di ajarkan Agama yang diridhoi Allah SWT.
Ahamdulillah Penulis dapat menyelesaikan Skripsi sebagai persyaratan
menyelesaikan Studi Strata-1 pada Program Studi Teknik Elektro, Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta dengan Judul Skripsi “ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN WIFI DI LINGKUNGAN KAMPUS TERPADU UMY MENGGUNAKAN TEORI TRAFIK” dengan konsentrasi Penulis yaitu Telekominukasi dan Rekayasa Trafik. Selama penyusunan Skripsi, banyak pihak
yang membantu Penulis secara langsung maupun tidak langsung, Oleh karena itu,
Penulis sangat berterima kasih kepada :
1. DR. Ir. Budi Gunawan Budiyanto, M.P., sebagai Rektor teladan.
Mengundang seluruh civitas akademika sholat subuh berjamaah setiap
bulannya.
2. Pak Jazaul Ikhsan, S.T., M.T., Ph.D. Selaku Dekan Fakultas Teknik yang
telah memberi kemudahan administrasi.
3. Ir. Agus Jamal, M.Eng., Selaku Ketua Program Studi Teknik Elektro yang
telah memudahkan administrasi saat pengurusan Skripsi.
4. Dosen pembimbing Bu Anna Nur Nazilah Chamim, S.T.,M.Eng., dan Pak
Indar Surahmat, S.T.,M.T., yang selalu memberikan masukan serta
bimbingan yang begitu berharga nilainya. Semoga Allah membalas semua
kebaikan mereka.
5. Dosen penguji, Pak Yudhi Ardiyanto, S.T., M.Eng. terimakasih telah
menyempatkan waktunya untuk membahas dan mengoreksi skripsi ini.
6. Pak Ir. Eko Prasetyo, M.Eng., telah memberikan izin meneliti di BSI UMY.
vi 8. Zaeirena Humairoh, terimakasih atas dukungan yang telah diberikan.
9. Andi Mamma beserta keluarga, yang selalu memberikan sangu setiap
berkunjung kerumahnya bersilaturahim.
10.Pak Indri, sebagai pengelolah laboratorium Teknik Elektro, terimakasih
telah meminjamkan kabel LAN untuk penelitian data lalulintas trafik.
11.Mas Adhan BSI, telah membimbing di lapangan dalam penelitian Skripsi
ini.
12.Mas Rozi, memberitahu Mapping AP pergedung.
13.Teman-teman Teknik Elektro angkatan 2013 yang selalu solid.
14.Teman-teman kontrakan ganteng yang selalu bergurau. Semoa kalian kelak
menjadi orang sukses.
15.Seluruh teman-teman selama berkuliah di UMY yang sudah menjadi bagian
dari sejarah hidup penulis, semoga Allah SWT memuliakan kita semua.
Semua civitas akademika UMY yang telah baik, dan mengajarkan banyak
hal baru, pengetahuan baru, selama 4 tahun kuliah. Terimakasih banyak atas semua
ilmu yang telah di bagi. Semoga alumni UMY menjadi garda terdepan dalam
memimpin Negara ini dengan cara dan petunjuk Islam. Aamiin.
Semoga dengan adanya penelitian ini, dapat dijadikan referensi pada
penelitian selanjutnya, dan menjadi acuan data yang penting dalam pengembangan
jaringan wifi dilingkungan UMY, sehingga distribusi jaringan wifi dapat efisien sesuai dengan kondisi realita.
Yogyakarta, 10 April 2017
Penulis,
vii PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Satria Try Manggala
NIM : 20130120053
Jurusan : Teknik Elektro
Konsentrasi : Telekomunikasi
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini adalah bukan karya orang lain melainkan
hasil karya sendiri. Kecuali dalam tinjauan pustaka terdapat beberapa penelitian
sejenis yang tujuan, manfaat serta tempat yang berbeda dan telah terlampir sebagai
daftar pustaka.
Yogyakarta, 10 April 2017
Yang Menyatakan
Satria Try Manggala
viii
ix
2.2.5 Media Transportasi Signal Listrik (data)... 20
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 27
3.1 Prosedur Penelitian ... 27
3.2 Tinjauan Pustaka ... 28
3.2 Pengambilan Data ... 28
3.3 Analisis ... 29
3.4 Dimensioning ... 31
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN ... 33
4.1 Data ... 33
4.2 Pembahasan ... 33
a. Maksimal dan Minimal User Terkoneksi (Number of Client) ... 33
b. Jam Sibuk (Busy Hour) ... 47
c. User Terdaftar (Teregistrasi) ... 52
d. Kapasitas Jaringan (access point) ... 53
e. Throughput Minimum User Perjam ... 54
f. Mapping Penggunaan jaringan Wifi Pergedung ... 59
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 63
5.1 Kesimpulan ... 63
5.2 Saran ... 65
DAFTAR PUSTAKA ... 66
x DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Topologi Ad-Hoc ... 13
Gambar 2.2 Topologi Infrastruktur ... 14
Gambar 2.3 Local Area Network (LAN)... 19
Gambar 2.4 Grafik Peredam ... 21
Gambar 2.5 Simbol dari Aplifier ... 21
Gambar 2.6 Lilitan kabel... 21
Gambar 2.7 Skematik kabel Coaxial ... 22
Gambar 2.8 Skematik kabel serat optik ... 23
Gambar 2.9 Skematik transmitter dan receiver sistem radio ... 24
Gambar 2.10 Pantulan gelombang radio ... 24
Gambar 2.11 Pembiasan gelombang radio... 25
Gambar 2.12 Perubahan arah gelombang radio ... 25
Gambar 2.13 Penyebaran gelombang radio ... 26
Gambar 2.14 Penyerapan gelombang radio ... 26
Gambar 3.1 Bagan prosedur penelitian ... 27
Gambar 3.2 Proses kerja rekayasa trafik ... 30
Gambar 3.3 Proses rekayasa trafik ... 31
Gambar 4.1 Grafik Number of Client terhadap waktu ... 35
Gambar 4.2 Grafik Number of Client terhadap Access Point ... 39
Gambar 4.3 Grafik Number of Client terhadap Waktu ... 42
xi Gambar 4.5 Grafik Keseluruhan Number of Client terhadap Waktu ... 46
Gambar 4.6 Grafik Keseluruhan No of Client terhadap Access Point ... 47
Gambar 4.7 Grafik User Terhubung Terhadap Interval Waktu 30 Menit ... 48
Gambar 4.8 Mapping Penggunaan Wifi Pergedung di lingkungan
Kampus terpadu UMY ... 61
Gambar 4.9 Mapping Penggunaan Wifi Percluster di lingkungan
xii DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Spesifikasi Wi-Fi ... 11
Tabel 4.1 Number of client terhadap waktu ... 34
Tabel 4.2 Number of Client terhadap Access Point ... 36
Tabel 4.3 Number of Client terhadap Waktu ... 41
Tabel 4.4 Number of Client terhadap Access Point ... 43
Tabel 4.5 Nilai maksimum user per 14 hari pengamatan ... 50
xiii DAFTAR SINGKATAN
ADPH : Average Daily Peak Hour AM : Amplitude Modulation AP : Access Point
dB : Decibel DR : Doktor
ESRI : Environmental System Research Institute FDMH : Fixed Daily Measurement Hour
FM : Frequency Modulation GHz : Gigahertz
GIS : Geographic Information System Gbps : Giga Byte per Second
Hz : Hertz Ir : Insinyur
ITU-T : International Telecommunication Unit
ILWIS : Integrated Land and Water Information System IEEE : Institute of Electrical and Electronics Engineers Kb : Kilo Byte SSID : Service Set Identifier
S.T. : Sarjana Teknik
SWT : Subhanahu Wa Ta’alaa TCBH : Time Consistent Busy Hour
TCP/IP : Transmission Control Protocol/Internet Protocol UMY : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Wi-Fi : Wireless Fidelity WAN : Wide Area Network
xiv INTISARI
Besarnya kebutuhan jaringan wifi di lingkungan kampus terpadu UMY berakibat pada kualitas pelayanan user. Oleh karena itu, keadaan ini membutuhkan peningkatan pelayanan dengan mengacu pada data lalulintas user yang terekam saat terhubung pada jaringan wifi di lingkungan kampus. Data yang terekam akan menampilkan kondisi realita pengguna jaringan wifi kampus terpadu UMY sehingga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas distribusi jaringan wifi secara tepat sasaran sesuai kepadatan user yang terhubung. Pengamatan data lalulintas trafik user terhubung pada jaringan wifi kampus terpadu UMY selama dua pekan terlihat bahwa populasi dan intensitas pemakaian wifi di gedung zona utara cukup besar dibandingkan dengan gedung zona selatan, masing-masing bernilai 346921 orang dan 267344 orang. Dengan melihat data tersebut distribusi jaringan wifi di zona utara perlu lebih ditingkatkan dengan menambah bandwidth sehingga kecepatan akses tetap baik walaupun padat pengguna. Sedangkan untuk rata-rata jam sibuk setiap harinya berada pada jam 10:30-11:30, sehingga jam sibuk ini perlu menjadi perhatian khusus untuk manajemen bandwidth pada distribusi jaringan wifi.
i INTISARI
Besarnya kebutuhan jaringan wifi di lingkungan kampus terpadu UMY berakibat pada kualitas pelayanan user. Oleh karena itu, keadaan ini membutuhkan peningkatan pelayanan dengan mengacu pada data lalulintas user yang terekam saat terhubung pada jaringan wifi di lingkungan kampus. Data yang terekam akan menampilkan kondisi realita pengguna jaringan wifi kampus terpadu UMY sehingga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas distribusi jaringan wifi secara tepat sasaran sesuai kepadatan user yang terhubung. Pengamatan data lalulintas trafik user terhubung pada jaringan wifi kampus terpadu UMY selama dua pekan terlihat bahwa populasi dan intensitas pemakaian wifi di gedung zona utara cukup besar dibandingkan dengan gedung zona selatan, masing-masing bernilai 346921 orang dan 267344 orang. Dengan melihat data tersebut distribusi jaringan wifi di zona utara perlu lebih ditingkatkan dengan menambah bandwidth sehingga kecepatan akses tetap baik walaupun padat pengguna. Sedangkan untuk rata-rata jam sibuk setiap harinya berada pada jam 10:30-11:30, sehingga jam sibuk ini perlu menjadi perhatian khusus untuk manajemen bandwidth pada distribusi jaringan wifi.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan internet di dunia pendidikan sudah menjadi kebutuhan pokok, baik
itu untuk staff pengajar, mahasiswa, komponen-komponen pelengkap universitas
seperti biro-biro, humas, TU, bahkan staff non akademik. Lembaga pendidikan
seperti Universitas merupakan ujung tombak perkembangan teknologi, dimana
didalamnya merupakan multidisiplin ilmu yang sangat penting untuk kemajuan
dimasa depan khususnya buat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akan sangat
banyak penelitian-penelitian yang dilakukan lembaga pada suatu Universitas, baik
itu penelitian tentang Sosial Humaniora, maupun terkait Ilmu Pengetahuan Alam
dan Teknologi. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam inovasi teknologi kedepannya
terkait hidup orang banyak, penelitian-penelitian ini berasal dari forum-forum
diskusi mahasiswa, kelak yang akan melahirkan ide-ide emas untuk kepentingan
masyarakat, tidak hanya berbicara tentang teknologi tetapi juga yang berkaitan
dengan sosial kemasyarakatan seperti ekonomi, pendidikan, agama, kebudayaan,
lingkungan serta pertanian dan perikanan. Disamping semua hal di atas perlu
fasilitas penunjang dalam kelancaran semua kegiatan Mahasiswa dalam melakukan
aktivitasnya yaitu internet. Internet telah difasilitasi kampus dengan menyediakan
wifi yang bisa diakses di setiap gedung yang ada di wilayah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pentingnya internet terlihat bahwa banyaknya user yang mengeluh ketika wifi kampus dimatikan.
Hal ini menunjukkan bahwa internet adalah salah satu kebutuhan yang harus
terpenuhi layaknya kebutuhan pokok lainnya. Pengembang maupun pengguna
teknologi diseluruh dunia telah mengetahui untuk mencapai teknologi seperti yang
telah kita rasakan saat ini adalah proses panjang yang mengalami perkembangan
yang cukup pesat, komputer generasi pertama sebesar ruang tempat tidur hingga
saat ini komputer telah bisa dikantongi dan bisa dibawa kemana saja. Terlepas dari
hal di atas internet merupakan jaringan komputer yang menghubungkan satu
seluruh dunia. Internet bisa kita gunakan dengan menggunakan mobile data atau melalui jaringan wifi.
Di Indonesia sendiri kebanyakan pengguna internet cenderung menyukai untuk
terkoneksi dengan jaringan wifi dalam mengakses internet yang cepat dan stabil serta penggunaannya tanpa berakibat pada pembatasan akses data atau biasa disebut
unlimited access sehingga tidak heran jika cafe, restaurant, hotel, bandar udara, stasiun, mall, kantor, hingga seluruh sarana umum masyarakat yang strategis telah
dilengkapi dengan wifi. Jaringan wifi sendiri memiliki dua tipe akses user, yaitu dedicated dan up to. Jika pada Dedicated bandwidth-nya tetap dan stabil untuk setiap user, maka pada Up to bandwidth-nya akan berubah dan tidak stabil untuk setiap user-nya tergantung pada user yang terkoneksi, semakin banyak user yang terkoneksi maka semakin lambat koneksi wifi-nya, sebaliknya semakin sedikit user
yang terkoneksi maka semakin cepat koneksi wifi-nya.
Dalam penelitian penulis, informasi data bandwidth akan di analisis berdasarkan trafik penggunaan user yang telah teregistrasi dalam data base Biro Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dari hasil analisis
tersebut nantinya akan diketahui seberapa besar trafik tersibuk pada saat mahasiswa
aktif, atau saat user maksimum terkoneksi pada jaringan wifi tersebut dan juga nantinya akan diketahui seberapa kecil trafik saat user minimum terkoneksi pada
jaringan wifi tersebut. Selain parameter di atas, nantinya atas penelitian ini diketahui
juga besar kecilnya bandwidth yang ditransmisikan pada setiap gedung di UMY, sehingga kecepatan akses wifi bisa disimpulkan apakah karena banyaknya user yang terkoneksi atau pembatasan bandwidth pada jam-jam tertentu.
Wifi setiap gedung UMY telah begitu memadai, setiap gedung dipasang access point pada lorong-lorong setiap lantai, tetapi pada bagian lobi tidak terdapat access point sehingga mahasiswa yang mengakses wifi di daerah lobi sedikit kesusahan dibandingkan dengan pengguna yang berada di dalam gedung, serta kecepatan
akses juga sedikit lambat di bandingkan dengan pengguna yang mengakses wifi di
diketahui beberapa yang menyebabkan bandwidth mengalami penurunan performansi jaringan wifi yaitu dengan melakukan pengambilan sampel data yang
telah diakses user, dan melakukan pemodelan trafik kemudian diimplementasikan
kedalam data. Dari implementasi tersebut, akan diketahui dimensioning yang ideal
secara teori pada jaringan wifi dilingkungan UMY, yang nantinya menjadi rekomendasi yang baik untuk Biro Sistem Informasi sebagai pengolah dan
pengembang dari jaringan wifi dilingkungan kampus terpadu UMY.
1.2Rumusan Masalah
Melihat dari data trafik penggunaan jaringan wifi dilingkungan UMY, performansi jaringan wifi dilingkungan UMY menurun akibat tidak adanya manajemen yang ideal secara teoritis. Masalah ini dapat diatasi dengan melihat
acuan data lalulintas penggunaan trafik pengguna yang terekam. Sehingga nantinya
dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kinerja dari jaringan wifi kampus setelah
melihat kondisi realitas pengguna atau user. Dari pemodelan tersebut dapat diketahui performansi yang baik untuk dimensioning jaringan wifi dilingkungan UMY. Hal ini mengunakan sampel dari data lalulintas trafik yang padat pada
aktivitas perkuliahan selama dua pekan pengamatan.
Banyaknya user yang teregistrasi merupakan peluang utama lambatnya wifi kampus UMY. Masalah ini dapat diatasi dengan rekomendasi dimensioning
jaringan yang ideal sesuai dengan teori trafik performansi jaringan wifi dengan mengambil acuan pada data lalulintas trafik yang terekam, khususnya jaringan wifi
di lingkungan UMY.
1.3 Asumsi dan Batasan Masalah
Penelitian berkaitan erat dengan telekomunikasi dan jaringan komputer,
merupakan konsentrasi jurusan yang diambil oleh penulis. Jurusan ini adalah sub
konsentrasi dari Program Studi Teknik Elektro. Penelitian ini hanya berbicara
tentang trafik penggunaan jaringan wifi kampus oleh user yang telah teregistrasi pada Biro Sistem Informasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta
jaringan wifi, maupun dampak yang pengaruhi oleh sedikitnya user yang terkoneksi
pada jaringan wifi kampus UMY. Sampel data dari analisis penelitian ini selama dua pekan berturut-turut saat aktivitas kampus padat.
1.4 Tujuan Penelitian
Kebutuhan internet sangatlah penting bagi semua pihak khususnya di kampus
UMY, oleh karena itu kebutuhan internet melalui fasilitas wifi kampus sangat membantu dosen untuk mencari bahan ajar sesuai dengan matakuliah yang sedang
di emban, membantu mahasiswa mengejarkan berbagai tugas matakuliah tanpa
harus keluar biaya paket data, membantu Biro-Biro pendukung aktivitas kampus
dalam aktivitas akademik, serta membantu humas dan publikasi dalam
mengiklankan UMY baik dalam maupun luar Negeri.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis trafik penggunaan jaringan wifi di
lingkungan UMY menggunakan toeri trafik. Jaringan wifi yang telah difasilitasi kampus untuk Mahasiswa, Staff Akademik maupun Staff non-akademik, yang
nantinya dapat menjadi acuan bahwa jaringan wifi kampus telah beroperasi sesuai
dengan yang diharapkan, yaitu dengan mengetahui kondisi yang sesungguhnya,
seperti apa saja yang menyebabkan wifi kampus menjadi semakin lambat atau sebaliknya menjadi semakin cepat. Diharapkan dengan mengetahui kondisi
jaringan wifi di lingkungan kampus terpadu UMY ini, BSI UMY dapat melihat realita penggunaan jaringan wifi oleh pengguna, sehingga data dari pengamatan dapat dijadikan acuan untuk memperbaiki distribusi wifi yang efisien dengan melihat gedung terpadat dan gedung yang jarang pengguna. Sehingga penelitian ini
menjadi tolak ukur Pembaca, Penulis, maupun pihak-pihak yang akan melakukan
penelitian selanjutnya, dan sebagai petunjuk mengetahui keadaan jaringan wifi yang
terinstal di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
1.5 Manfaat Penelitian
Berdasarkan penelitian ini diharapkan penulis profesional dalam menganalisis
data, akurat dan bisa dijadikan referensi orang lain dalam penelitian lainnya
berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Dari penelitian ini juga nantinya
menjadi salah satu ilmu pengetahuan baru dalam konsentrasi ilmu keteknikan di
Indonesia baik itu sebagai penelitian nasional maupun internasional. Semakin
pesatnya teknologi maka tidak menutup kemungkinan penemuan-penemuan baru
ditemukan dalam bidang teknologi.
Dalam penemuan tersebut mestinya didapatkan dengan pengetahuan
sebelumnya atau penelitian sebelumnya, sehingga nantinya penelitian ini menjadi
daftar dari sekian banyak penelitian yang dilakukan di Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta. Inovasi kedepannya akan semakin mudah dengan banyaknya referensi
penelitian yang telah dikakukan, khususnya penelitian di Universitas
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Tinjauan Pustaka
Dalam sebuah penelitian Mahasiswa Unsyiah, Fakultas MIPA, Rahmat
Hidayat, 2013. manajemen bandwidth unggah dan unduh data. Pada penelitian ini
menggunakan metode simple queue dan metode queue tree di mana kedua metode
tersebut diterapkan pada dua buah router mikrotik, sehingga dapat dibandingkan
Quality of Service (QoS) dari kedua router tersebut. Nilai dari parameter-parameter tersebut dapat diketahui dengan melakukan unggah data pada sebuah
website kemudian melakukan unduh data yang telah terunggah pada website
tersebut. Dari kedua metode ini barulah diketahui Quality of Service dari kedua router tersebut, perlu diketahui bahwa unggah dan unduh data pada kedua router
tersebut dilakukan pada waktu yang bersamaan dan sampel diambil dari tiga
waktu, yaitu waktu jaringan sibuk dipagi hari, waktu jaringan sibuk disiang hari,
dan waktu jaringan tidak sibuk.
Di Universitas Pendidikan Indonesia tepatnya di Direktorat TIK UPI, telah
melakukan analisis trafik bandwidth pada jaringan internet kampus, data yang di
ambil pada penelitian itu berupa data trafik harian, mingguan, bulanan dan
tahunan. Dari data ini dapat di monitoring pemakaian jaringan yang disediakan
oleh Direktorat TIK UPI, selain itu juga dilakukan pengukuran throughput terhadap bandwidth aktual dan bandwidth yang terukur. Dari analisis yang dilakukan didapatkan bandwidth tahunan yang masuk sebesar 52.04% dan bandwidth tahunan yang keluar sebesar 13.63%.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, Bagus Nugroho Saputro,
2103. Melakukan penelitian di kantor KPDE Kabupaten Klaten, dalam penelitian
ini di analisis bahwa jaringan internet di kantor KPDE Kabupaten Klaten sangat
lambat sebelum dikakukan manajemen bandwidth, peningkatan kecepatan akses
jaringan internet setelah dilakukan manajemen bandwidth mengalami kenaikan hingga 33 Kbps dan kecepatan download mencapai 23% lebih besar dibandingkan
2.2 Dasar Teori
Dalam penelitian ini dibutuhkan sebuah landasan yang mendasar dalam
penerapan analisis data bandwidth serta trafik user dalam penggunaan wifi kampus,
sehingga nantinya sebagai acuan yang dapat dijadikan rujukan ketika menemukan
masalah dalam penelitian ini.
2.2.1 Konsep Trafik
Pada dunia telekomunikasi trafik merupakan hal yang perlu diketahui untuk
mengukur kinerja dari suatu layanan jaringan telekomunikasi, baik dalam mobile data pelanggan atau jaringan internet yang disediakan langsung oleh lembaga-lembaga tertentu untuk menunjang akses yang tidak terbatas hingga seluruh dunia.
Trafik berasal dari Bahasa Italia, yang berarti bisnis sedangkan istilah trafik
digunakan untuk menyatakan intensitas suatu penggunaan data atau layanan dalam
satuan waktu. Ada beberapa definisi yang berkaitan dengan istilah trafik di
antaranya :
a. Intensitas Trafik
Padatnya sebuah trafik jaringan mengakibatkan secara langsung pada
komponen telekomunikasi untuk mengonsumsi sumber daya yang besar.
Komponen yang memakai sumber daya (a pool of resource) diantaranya adalah
jumlah server, sirkuit, kanal, trunk, CPU, Router, dan lain-lain. Keadaan ini dapat dihitung dengan persamaan intensitas trafik yang di amati pada tunda
waktu T. berikut notasinya :
� = . ∫ …….………(2.1)
b. Carried Traffic(Trafik yang dilayani)
Trafik yang dilayani oleh server/kanal pada interval waktu T. Intensitas trafik
pada level banyaknya trafik yang dilayani merupakan rata-rata intensitas trafik,
yaitu rata-rata intensitas trafik pada selang waktu tertentu. Notasi carried Traffic
adalah Y=Ac.
c. Offered Traffic (Trafik ditawarkan), notasi A
Jumlah trafik yang dilayani server/kanal adalah jika semua permintaan
panggilan dilayani dan tidak ada yang ditolak karena kekurangan kapasitas
server. Nilai offered traffic ini secara teoritis kuantitasnya tidak bisa di identifikasi. Nilai A (offered traffic) hanya bisa di estimasi dari nilai trafik yang
dilayani (Ac). Secara teoritis parameter yang dipakai untuk menghitung nilai A adalah :
- Intensitas Panggilan, notasi λ, merupakan jumlah panggilan tiap unit waktu.
- Rerata Waktu Layanan,notasi s
Nilai A (Offered Traffic) didapatkan dari
A = λ.s………...(2.2)
d. Lost or Rejected Traffic (Trafik ditolak), notasi Al
Trafik ditolak merupakan perbedaan nilai antara trafik yang ditawarkan (A)
dengan trafik yang dilayani (Ac). Nilai ini terjadi ketika sejumlah panggilan
ditolak karena kapasitas server tidak mencukupi. Ketika terjadi panggilan yang
datang saat semua server malayani user maka panggilan selanjutnya akan ditolak.
e. Satuan Trafik
International Telecommunication Union (ITU-T) menetapkan satuan ”erlang (E,erl)” untuk dasar dari besaran intensitas trafik per satuan waktu. Satuan erlang ini diambil dari nama penemu teori trafik, A.K. Erlang (1878-1929). Beberapa
SM (Speech Minutes); 1 SM = 1/60 Eh
CCS = Hundred Call Second ; 1 CCS = 1/36 Eh EBHC = Equated Busy Hour Call ; 1 EBHC = 1/30 Eh
Pada transmisi data, parameter yang dipakai bukan waktu layanan, akan
tetapi permintaan transmisi. Parameter tersebut berbentuk paket data dengan
satuan s (bit atau byte). Kapasitas sistem (φ), menyatakan kecepatan persinyalan data, di ukur dalam satuan per detik (bit/detik, byte/detik). Waktu layanan untuk
permintaan transmisi data adalah s/φ (detik). Jika rata-rata permintaan data (λ) dilayani persatuan waktu, maka utilisasi (y) dapat dihitung dengan formula
berikut.
λ.
φ ………..…….………..(2.3)
Nilai utilisasi sistem dengan formula tersebut akan bernilai 0 ≤ y ≤ 1.
f. Trafik Multi-Rate
Jika jumlah server yang melayani panggilan lebih dari satu, kemudian
panggilan yang datang kemudian dilayani secara bersamaan oleh d buah server,
maka kasus tersebut dikatakan trafik multi-rate. Trafik yang ditawarkan oleh d
buah server tipe trafik i yang sibuk adalah :
� = ∑� λ . .
�=� ………(2.4)
Nilai N, λi, si secara berturut-turut adalah jumlah bentuk trafik, laju kedatangan, dan waktu layanan (mean holding time, MHT) untuk trafik i.
g. Busy Hour (Jam Sibuk)
Dibutuhkan sebuah estimasi pada beban trafik untuk dimensioning. Akan
Busy Hour (jam sibuk) trafik untuk dimensioning. Busy Hour adalah di mana dalam jangka waktu satu jam secara terus-menerus volume trafik sedang
mencapai puncak tertinggi. Busy Hour ini akan jelas terlihat jika dilakukan pengamatan setiap harinya dan hasilnya disebut jam puncak harian.
Untuk dimensioning, pengamatan tidak bisa dilakukan hanya dalam jangka
waktu satu hari, namun harus dilakukan pengamatan data selama beberapa hari
atau minimal dua minggu. Hal ini karena ada tiga rumusan berbeda yang
dikemukakan untuk Busy Hour, yakni :
- Average Daily Peak Hour (ADPH) - Time Cosistent Busy Hour (TCBH) - Fixed Daily Measurement Hour (FDMH)
VADPH = �∑�= ∆� ∆ ………..(2.5)
Dari beberapa istilah trafik di atas, dapat dijadikan acuan dalam memahami
karakteristik sebuah trafik telekomunikasi, maupun trafik data base yang
berkaitan dengan trafik. Selain itu konsep tersebut akan manjadi dasar mengolah
h. Probabilitas Kejadian Relatif ThroughputUser
Probabilitas suatu kejadian lalulintas trafik jaringan wifi, tidak selalu sama
dalam setiap satuan waktunya. Hal ini dapat ditentukan dengan banyaknya user yang terkoneksi dalam jaringan. Perbandingan tersebut dapat diketahui melalui
persamaan probabilitas kejadian relatif banyaknya pemakaian user dan total pemakaian dalam satuan waktu.
� � = �ℎ ℎ� ℎ ℎℎ …….(2.8)
2.2.2 Wi-Fi
Wi-fi atau wireless fidelity adalah sekumpulan standar yang digunakan untuk jaringan lokal nirkabel (Wireless Local Area Network, WLAN). Jaringan lokal
nirkabel ini dihubungkan menggunakan access point atau hotspot terdekat. Spesifikasi wifi yang umum digunakan di Indonesia ada empat macam berdasarkan
standar IEEE 802.11 yaitu :
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi Band
802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz
802.11a 54 Mb/s ~2.4 GHz
802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz
802.11n 100 Mb/s ~5 GHz
Parameter-parameter wifi secara umum adalah sebagai berikut :
a. Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang
waktu yang diberikan.
b. Bandwidth adalah luas atau lebar dari cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi.
c. Jangkauan transmisi adalah untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat
ketempat yang lain.
2.2.3 Komponen Jaringan Wi-Fi a. Access Point
Access Point adalah suatu kotak plastik berbentuk persegi sebagai tempat pengatur lalu lintas data. Access Point merupakan komponen yang digunakan sebagai alat terdekat dengan user dalam mengakses jaringan wifi, berkat Access
Point memungkinkan user dapat saling terhubung melalui jaringan (Network) sebagai hub/switch yang bertindak sebagai penghubung jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel. Ada beberapa tipe dari Access Point, di antaranya :
- Access Point Senao ECB-8610 - Access Point WAP54G
- Access Point WRT54GL
- High Power Wireless Access Point Router
Beranjak pada mode akses dari koneksi wi-fi, terdapat dua mode akses yaitu:
- Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara
langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer to Peer. Keuntungannya lebih
mudah dan murah bila yang terkoneksi hanya dua atau tiga komputer, tanpa
harus membeli Access Point. Jaringan wireless Ad-hoc adalah kumpulan node (router) wireless mobile yang secara tidak tetap keberadaannya tanpa menggunakan jaringan infrastruktur yang ada atau administrasi yang terpusat.
Jaringan wireless Ad-Hoc dapat juga dikatakan sebagai jaringan wireless tidak terpusat. Jaringan Ad-Hoc merupakan bentuk komunikasi jaringan
wireless yang paling sederhana. Pada jaringan Ad-Hoc, router dapat dengan bebas melakukan organiasi jaringan yang berakibat topologi akan berubah
dengan cepat dan sulit untuk diprediksi. Dengan fitur ini, jaringan Ad-Hoc
mengalami beberapa tantangan yaitu :
Multihop Mobility
Kombinasi jaringan yang besar dengan berbagai peralatan yang
berbeda
Bandwidth
Keterbatasan konsumsi battery
- Infrastruktur
Dalam mode ini koneksi dihubungkan oleh Access Point dalam penghubungan lalu lintas data sehingga memungkinkan client dapat saling terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan nirkabel (network) yang
disediakan oleh jaringan lokal. Konsep jaringan infrastruktur dimana untuk
membangun jaringan ini diperlukan wireless LAN sebagai pusat.
Wireless LAN memiliki SSID sebagai nama jaringan wireless tersebut, dengan adanya SSID maka wireless LAN itu dapat dikenali. Pada saat beberapa
komputer terhubung dengan SSID yang sama, maka terbentuklah sebuah
jaringan infrastruktur.
Terlihat bahwa beberapa komputer dihubungkan oleh satu wireless LAN, disini topologi jaringan yang terbentuk adalah topologi bintang.
Gambar 2.2 Topologi Infrastruktur
b. Modem
Modem berfungsi sebagai pengubah sinyal digital menjadi sinyal suara dan
juga sebaliknya, modem dapat menjadi saluran radio, audio percakapan telepon
dan demodulator. Modulator berfungsi untuk melakukan pemuatan data pada
sinyal informasi ke sinyal carrier agar dapat dikirim ke pengguna melalui media
transmisi, proses ini disebut dengan modulasi. Pada proses ini sinyal digital
dikonversi menjadi sinyal analog. Sedangkan demodulator berfungsi menerima
data yang dikirim oleh transmitter. Pada proses ini data akan di pisahkan berdasarkan frekuensi tinggi, dan data yang masih berbentuk sinyal analog
dirubah kembali menjadi sinyal digital agar dapat ditampilkan dikomputer.
Dalam penjelasan umumnya bahwa modem adalah alat komunikasi dua arah
yang merubah sinyal digital menjadi sinyal analog dan sebaliknya merubah
sinyal analog menjadi sinyal digital dalam pemrosesan data.
Dalam dunia telekomunikasi modem sangatlah penting karena sebagai
perantara komputer untuk terhubung kejaringan internet, tanpa modem
komputer tidak dapat mengakses informasi yang lebih luas yaitu internet. Dalam
hal integrasi, modem dapat dibedakan berdasarkan dua kategori, yaitu modem
internal dan modem eksternal. Sedangkan dalam hal jaringan, modem dibedakan
atas modem dengan media wireless dan modem dengan media kabel.
Dalam komunikasi wireless ada beberapa persamaan pada sebuah modem.
Persamaan ini memungkinkan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan
efisiensi daya, efisiensi bandwidth, tahanan daya, linearitas, dan faktor lainnya.
Teorema Shannon (Shannon’s Theorem)
Ada tiga parameter terpenting pada sebuah sistem komunikasi, yaitu
bandwidth pada transmisi, daya minimum yang dibutuhkan dalam transmisi yang efisien, dan probabilitas eror (kemungkinan kesalahan). Dalam arti yang
sangat luas, transmisi total dari data informasi dengan bandwidth yang kecil, daya yang minimum, dan kecilnya kemungkinan eror tidak menutup
kemungkinan dapat dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan
2001). Kapasitas teorema Shannon Hartley ditempatkan pada C kapasitas kanal
Gaus dengan notasi :
C = B log2[ +�S]bps ……….(2.9)
Dimana, S adalah daya signal, N adalah daya noise dan B adalah bandwidth.
Dapat ditulis dengan signal-to-noise rasio di bagian E, dengan muatan daya
dalam sebuah bit pada waktu T,
E = ST, N = N0B
�
�0= �0= �0 = �0
� ……….(2.10)
DimanaR adalah nilai data dan N0 adalah kerapatan spektral daya noise.
C = B log2[ + �
�0 �
]bps ………(2.11)
Karena E / N0 adalah bentuk adalah bentuk umum pada semua modulasi, notasi di atas dapat digunakan pada untuk perbandingan efisiensi dari sistem
komunikasi. Selanjutnya parameter R / B (bps/Hz) dapat diketahui sebagai jumlah data yang di transmisikan pada bandwidth. Dari kedua parameter tersebut, E / N0 dan R / B, masing-masing dapat di indentifikasi sebagai efisiensi
daya dan efisiensi spektral dengan cara mengetahui nilai terendah dari E / N0 dan nilai tertinggi dari R / B. Untuk kasus dimana nilai dari sebuah data (R) sama
dengan kapasitas C (capacity) pada kanal. Hal ini dinotasikan sebagai berikut :
c. Switch
Sistem ini digunakan sebagai alat penjembatan transparan (penghubung
segementasi multi jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Ada
beberapa model switch yang beredar dipasaran, yang bekerja di layer 2 dan layer
3 pada lapisan OSI :
1. ATM Switch : Asynchronous Transfer Mode (ATM) Switch adalah mode transfer yang disusun dalam bentuk sel-sel. Tujuan dari asinkronus adalah
pengulangan sel yang mengandung informasi dari pengguna yang tidak
periodik.
2. ISDN Switch : Integrated Services Digital Network (ISDN) Switch atau biasa disebut dengan istilah Frame relay switch over ISDN biasanya terdapat pada Service Provider, bekerja seperti halnya switch, tetapi memiliki perbedaan yaitu antarmuka yang digunakan berupa ISDN card
atau ISDN router.
3. DSLAM Switch : A Digital Subscriber Line Access Multiplexer (DSLAM,
sering diucapkan dee-lam) memungkinkan membuat koneksi cepat ke
Internet. DSLAM Switch adalah perangkat jaringan yang terletak di bursa
telepon dari provider, DSLAM Switch menghubungkan beberapa user Digital Subscriber Lines (DSLs) dengan kecepatan tinggi backbone internet line menggunakan teknik multiplexing. Dengan menempatkan DSLAMs di
lokasi terjauh dengan sentral telepon.
4. Ethernet Switch : Ethernet Switch adalah perangkat LAN interkoneksi yang beroperasi pada lapisan data-link dari model referensi OSI. Saklar pada dasarnya mirip dengan jembatan, tetapi biasanya memungkinkan jumlah
yang lebih besar dari segmen LAN yang terhubung dan memiliki
kemampuan manajemen yang lebih banyak.
d. Web Server
dengan browser web kemudian permintaan tersebut dikirimkan kembali dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.
e. Radius
RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service) merupakan metode
yang mudah di implementasikan, sederhana dan efisien. Radius merupakan
sebuah jaringan protokol keamanan komputer yang digunakan untuk membuat
manajemen akses secara terkontrol pada sebuah jaringan yang besar. RADIUS
ini digunakan untuk autentikasi, otorisasi, dan registrasi akun pengguna secara
terpusat untuk mengakses jaringan. Sebelumnya RADIUS digunakan untuk
melakukan autentikasi terhadap akses jaringan secara jarak jauh dengan
menggunakan koneksi dial-up. Dan kini telah di integrasikan untuk melakukan
autentikasi terhadap akses jaringan secara jarak jauh dengan menggunakan
koneksi selain dial-up, yaitu seperti Virtual Private Networking (VPN), access
point Wireless, switch Ethernet, dan perangkat lainnya.
RADIUS telah tersebar pemakaiannya oleh Provider dan ISP internet untuk
proses autentikasi dan billing-nya. Selain itu bisa diterapkan oleh jaringan RT/RW-Net untuk authentikasi kepada penggunanya sebagai pengamanan
jaringan RT/RW-Net yang ada. Di Indonesia terdapat terdapat satu service RADIUS, yaitu indohotspot.net, tetapi service radius ini berbayar dalam menyediakan jasanya. Jika provider hotspot menginginkan service RADIUS yang tidak berbayar, terdapat service yang dikelola oleh luar negeri seperti chillidog.org, selain hemat biaya, juga memudahkan dalam maintenance.
2.2.4 Klasifikasi Jaringan Komputer
Berdasarkan luas jangkauannya jaringan komputer dibagi atas beberapa
klasifikasi yaitu LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network),
dan WAN (Wide Area Network). Suatu komputer dikatakan terkoneksi apabila bisa
bertukar informasi dari satu komputer ke komputer lainnya, baik dalam sebuah
dengan mengoneksikan komputer melalui suatu jaringan. Bentuk koneksinya
dihubungkan melalui media kabel tembaga, serat optik, gelombang mikro atau
satelit.
a. LAN (Local Area Network)
Local Area Network (LAN) adalah sebuah jaringan komputer yang radius jangkauannya meliputi wilayah yang sempit, seperti jaringan komputer
universitas, gedung, kantor, rumah sakit, sekolah atau semacamnya yang
mencakup wilayah yang relatif sempit dan terbatas.
Gambar 2.3 Local Area Network (LAN)
Sumber : Kuspriatni, Lista. Telekomunikasi dan Jaringan. Jakarta : Universitas Gunadarma.
b. MAN (Metropolitan Area Network)
Jaringan komputer MAN adalah gabungan dari beberapa LAN, dimana antar
gedung saling terkoneksi menggunakan klasifikasi jaringan komputer yang
dikenal sebagai MAN. Jaringan ini menghubungkan gedung dalam sebuah kota
atau wilayah yang cukup luas dengan radius cakupan jaringan mencapai 10 Km
hingga 50 Km. Dengan jaringan ini memudahkan pengguna bertukar informasi
dalam sebuah kota.
c. WAN (Wide Area Network)
yang dibutuhkan pengguna akan disediakan serta bisa di akses kapanpun dan
dimanapun, selagi komputer masih dalam jangkauan jaringan atau dengan kata
lain terkoneksi dengan jaringan WAN.
2.2.5 Media Transportasi Signal Listrik (data)
Untuk menyalurkan sebuah informasi atau data, dibutuhkan sebuah media
dalam penyalurannya. Ada empat tipe dari media transmisi yaitu kawat tembaga
(Wire Pair), kabel coaxial (Coaxial Cable), kabel serat optik (Fiber Optic Cable),
dan radio. Berikut pembahasannya.
1. Kabel Tembaga
Sebagai gambaran, kabel tembaga tersusun atas dua lilitan kawat. Pada
umumnya kabel ini menggunakan bahan konduktor yang terbuat dari tembaga,
meskipun ada sebagian yang menggunakan bahan dasar kabel dari aluminium.
Pemasangan kabel ini dapat menyebabkan Loss Data, dan juga redaman yang berpengaruh pada saluran transmisi data. Loss Data yang dimaksud adalah
menghilangnya kekuatan sinyal selama perjalanan data saat transmisi yang
dialirkan pada kabel. Loss Data atau redaman seringkali dinotasikan dalam desibel
(dB).
Loss Data menyebabkan daya signal menghilang selama sinyal melewati kabel. Daya dinotasikan dalam satuan Watt. Dalam penerapannya penggunaan
milliwatt dinilai lebih praktis. Jika kita menamai Loss Data dengan notasi LdB,
maka:
LdB = 10 log (P1/P2) ………(2.14)
Dimana P1 adalah daya sinyal yang mengaliri kabel, dan P2 adalah level daya
sinyal yang terukur pada ujung kabel atau media transmisi. kebalikan dari loss data
adalah gain. Peredam adalah sebuah alat yang diletakkan pada circuit yang dengan
sengaja di pasang untuk mengatasi loss. Amplifier dapat mengatasi loss data dan redaman sinyal dengan meningkatkan intensitas sinyal. Berikut symbol grafik
Gambar 2.4 Grafik peredam
Gambar 2.5 simbol dari amplifier
Kabel transmisi yang terbuat dari bahan tembaga dan aluminium
masing-masing memiliki hambatan jenis 1.68 x 10-8 dan 2.65 x 10-8. Sehingga panjang
kabel akan berbanding lurus dengan hambatan jenis dari bahan kabel yang
digunakan. Selain itu juga hambatan jenis pada suatu penghantar bergantung pada
suhu penghantar tersebut. Semakin tinggi suhu dari penghantar maka semakin besar
pula hambatan jenis dari pengantar tersebut. Berikut ilustrasi dari lilitan kabel :
Gambar 2.6 Lilitan kabel
2. Kabel Koaksial (Coaxial Cable)
Kabel koaksial adalah konduktor yang dibentuk oleh tabung silinder dengan
sebuah kawat tepat ditengah dalam sebagai penghantar utama dari kabel Koaksial
ini. Dalam praktiknya kawat yang berada ditengah silinder akurat memegang
seluruh sinyal yang berada dalam sekeliling silinder kabel coaxial. Nilai impedance
sebagai efek gabungan dari resistansi circuit, induktansi, dan kapasitif di anggap pada satu kesatuan.
Sejak tahun 1953 sampai 1986 kabel koaksial digunakan secara luas untuk
transmisi multikanal jarak jauh. Kabel koaksial sampai sekarang kebanyakan
digunakan pada frekuensi radio (radio frequency) menghubungkan radio dan
antenna. Hal ini disebabkan oleh hambatan jenis kabel koaksial dan serat optik
tidak terlampau jauh dan juga radio frekuensi memiliki jarak sirkuit yang berjauhan,
sehingga serat optik yang lebih stabil dalam transmisi data dianggap tidak efisien
karena harganya yang begitu mahal dibandingkan kabel koaksial.
Gambar 2.7 Skematik kabel koaksial
3. Kabel Serat Optik (fiber optic cable)
Kabel serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik
halus seperti sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal
cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Kecepatan dari transmisi kabel ini
menjadikannya sebagai saluran transmisi sinyal data terpopuler saat ini. Kabel serat
optik adalah transmisi yang terbaik untuk bandwidth yang sangat besar serta transmisi bawah laut. Kabel serat optik juga digunakan untuk kabel televisi “super
trunk”. Bandwidth pada untai kabel serat optik dapat dengan stabil menyalurkan hingga terahertz (THz). Faktanya seluruh spectrum radio frequency dapat dimuat
pada satu untai kabel serat optik. Diameter dari satu untai kabel serat optik hanya
berukuran seperti sehelai rambut manusia, dalam satu untai ini dapat membawa
informasi satu bit serial pada 10 Gbps (gigabits per second) nilai transmisi.
Maksimal panjang dari kabel serat optik adalah dari 20 mile (32 km) hingga
ini bisa diperpanjang dengan menambahkan amplifier dan atau repeater, dimana setiap amplifier memberi gain 20-40 dB.
Gambar 2.8 Skematik kabel serat optik
4. Transmisi Radio
Sistem transmisi radio berbeda dengan ketiga sistem penghantar yaitu kabel
kawat, kabel koaksial, dan kabel serat optik. Sistem transmisi radio menggunakan
radiasi sebagai penghantarnya. Dimana kecepatannya mencapai 300.000.000
meter per detik. Elemen terpenting pada sistem radio adalah transmitter dan receiver. Tipe modulasi dari sistem transmisi radio yaitu (AM, FM, atau PM atau Hybrid). Perambatan gelombang radio memiliki karakteristik serupa dengan
cahaya, yaitu dipengaruhi faktor lingkungan seperti pantulan (reflection),
pembiasan (refraction), perubahan arah (difraction), penyebaran (scattering),
Gambar 2.9 Skematik transmitter dan receiver sistem radio
1. Pantulan (reflection)
Terjadi jika sinyal radio frequency (RF) menabrak permukaan material yang halus atau rata seperti besi, cermin, aluminium, emas, rooftop dengan bahan mengkilap dan lain-lain, menyebabkan gelombang radio terpantul.
2. Pembiasan (refraction)
Terjadi jika sinyal radio frequency (RF) menabrak permukaan material yang kepadatannya (density) berbeda seperti tembok, kayu, plastik, kaca transparan dan
cairan.
Gambar 2.11 Pembiasan gelombang radio
3. Perubahan arah (difraction)
Terjadi jika sinyal radio frequency (RF) menabrak penghalang yang berada di
area pancaran sehingga sinyal akan mengalami pembelokan atau perubahan
orientasi pancaran. Contohnya seperti gedung, tembok, pohon dan lain
sebagainya.
4. Penyebaran (scattering)
Terjadi ketika sinyal radio frequency (RF) menabrak permukaan yang tidak
rata, seperti pengunungan, hutan, material mengkilap yang bergelombang, dan
lain sebagainya.
Gambar 2.13 Penyebaran gelombang radio
5. Penyerapan (absorption)
Terjadi ketika sinyal radio frequency (RF) menabrak permukaan material baik
padat maupun cair seperti air hujan, hingga material yang memiliki tingkat
kelembaban yang tinggi.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang dimaksud ialah, proses yang dilakukan selama
penelitian hingga finalisasi berupa pengaturan trafik secara teoritis serta
dimensioning jaringan yang ideal diterapkan pada jaringan wifi di lingkungan kampus UMY. Berikut bagan prosedur penelitian yang akan dilakukan.
Gambar 3.1 Bagan prosedur penelitian
Tidak
Ya Pengambilan
Data
Analisis
Perhitungan Performansi Pemodelan
Trafik
Hasil
Dalam penelitian ini hal yang utama perlu diketahui adalah karakteristik dari
sebuah jaringan wifi di lingkungan UMY dengan melihat data trafik yang terekam.
Oleh karena itu, pengambilan data dari sebuah proses penelitian ini adalah hal yang
harus dilakukan. Setelah data dan karakteristik jaringan wifi telah diketahui, dilakukan analisis dengan memodelkan persamaan yang cocok untuk performansi
jaringan wifi di lingkungan kampus UMY. Hasil yang didapatkan dari pemodelan
tersebut nantinya akan dijadikan dimensioning jaringan yang ideal secara toeritis
atau efektif secara penggunaan dan sesuai dengan kebutuhan user.
3.2 Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka dilakukan untuk membandingkan penelitian sebelumnya
sebagai acuan dan referensi yang memiliki karakteristik sesuai dengan penelitian
ini. Selain sebagai referensi, tinjauan pustaka digunakan sebagai bukti bahwa
penelitian ini asli dan memiliki latar belakang, tujuan, manfaat dan tempat yang
berbeda dengan penelitian sebelumnya.
3.3 Pengambilan Data
Pengambilan data trafik jaringan wifi di lingkungan kampus UMY pada Biro
Sistem Informasi (BSI), Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta adalah data dua
pekan user aktif menggunakan jaringan wifi secara berturut-turut, dengan mengabaikan hari libur. Dari data ini akan dianalisis menggunakan teori trafik. Dari
berbagai teori trafik ini, nantinya akan dimodelkan persamaan yang sesuai dengan
data pengamatan trafik penggunaan jaringan wifi di lingkungan UMY.
Pengamatan data selama dua pekan menggunakan cisco 5500 series wireless controller melibatkan beberapa parameter pengamatan di antaranya, access point, IP address, Number of Client. Untuk mengetahui lebih jauh ketiga parameter ini, berikut penjelasan singkat ketiga parameter tersebut :
a. Access Point Name
gedung yang ada di lingkungan UMY. Access point ini terletak di lorong gedung,
lobi hingga di tempat-tempat umum mahasiswa, seperti perpustakaan,
laboratorium, student center, hingga lantai dasar masjid KH. Ahmad Dahlan. Meskipun telah banyak access point yang terpasang, user yang terhubung tetap tidak merata diakibatkan oleh penyebaran dan padatnya mahasiswa yang berbeda
tiap gedung. Access point yang terdata di cisco wireless controller 5500 berjumlah
118 unit dari delapan gedung yang terpasang access point.
b. IPAddress (internet protokol)
IP address merupakan singkatan dari Internet Protocol Address,sebuah alamat device, berbasis komputer yang berbentuk numerik, terhubung dalam suatu jaringan
komputer serta menggunakan internet protokol sebagai sarana komunikasi. Setiap
IP address yang terhubung pada satu waktu, akan tertampil dalam perangkat lunak cisco wireless controller 5500. Data IP address yang terekam nantinya akan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam penentuan dimensioning jaringan wifi
di lingkungan UMY.
c. Number Of Client
Number of client merupakan inti dari penentuan performansi trafik jaringan wifi di lingkungan UMY. Dari banyaknya pengguna yang terhubung dengan jaringan wifi kampus, dapat diketahui beberapa parameter yaitu, jam sibuk harian
atau mingguan atau bulanan, letak access point dengan Number Of Client terbanyak, maksimum/minimum user terhubung, data usage. Dari berbagai parameter tersebut, akan dapat diketahui bentuk grafik dari trafik penggunaan wifi
di lingkungan kampus terpadu UMY.
3.4 Analisis
a. Pemodelan Trafik
Pemodelan dalam rekayasa trafik sangat diperlukan dalam implementasi data
trafik. Dari pemodelan ini akan didapatkan sebuah formula yang akan memecahkan
sebuah jaringan wifi. Setelah pemodelan telah sesuai dengan permasalahan, maka
akan diterapkan pada data trafik yang telah terekam. Selanjutnya akan dilakukan
perhitungan performansi jaringan sehingga mendapatkan hasil yang sesuai dengan
harapan teoritis ideal sebuah sistem jaringan.
Dalam penetapan standar oleh International Telecommunication Union
(ITU-T) operator atau penyedia layanan harus memenuhi beberapa rekomendasi yang
telah ditetapkan oleh ITU-T. Dalam standar yang ditetapkan ini, ITU-T menjamin
kompatibilitas semua penyedia layanan jaringan diseluruh dunia saling compatible.
Oleh karena itu semua penyedia layanan jaringan telekomunikasi harus memenuhi
standar yang telah ditetapkan oleh organisasi telekomunikasi internasional
(ITU-T). Ada empat rekomendasi (ITU-T) terhadap klasifikasi rekayasa trafik yaitu :
- Karakterisasi trafik (Traffic demand characterization); - Kelas layanan (GoF) ;
- Manajemen trafik dan dimensioning (traffic controls and dimensioning); - Monitoring performansi (performance monitoring).
Dari ke-empat rekomendasi tersebut, dianggap telah cukup untuk melakukan
sebuah rekayasa trafik oleh penyedia layanan telekomunikasi yang beredar saat ini.
Kolaborasi dari rekomendasi diatas dapat dilihat pada proses rekayasa trafik di
bawah ini :
b. Perhitungan Performansi
Perhitungan performansi dilakukan ketika pemodelan trafik telah tepat
didapatkan. Hasil dari perhitungan ini nantinya akan menjadi berbagai
parameter yang diterapkan pada data trafik yang terekam. Dari pemodelan
hingga terapan pada data trafik, maka proses ini akan melalui verifikasi
sebelum diteruskan pada perencanaan implementasi jaringan
telekomunikasi. Setelah implementasi dilakukan, selanjutnya dilakukan
observasi atau monitoring kerja terhadap sebuah jaringan. Dari monitoring
ini akan dimodelkan beberapa persamaan rekayasa trafik pada data yang
terekam. Seterusnya akan selalu berantai pada proses tersebut, hingga
menemukan metode perancangan yang lebih efisien. Berikut gambar proses
dari rekayasa trafik :
Gambar 3.3 Proses rekayasa trafik
3.5 Dimensioning
a. Dimensioning Jaringan
Dimensioning didapatkan dari hasil perhitungan performansi yang telah
dikakukan pada proses sebelumnya. Dari perhitungan ini telah didapatkan
Dampaknya pada efisiensi dan pengeluaran yang dilakukan sesuai dengan
kebutuhan pelanggan serta tepat pada sasaran perencanaan. Pada dimensioning ini
diharapkan manajemen dari sebuah jaringan lebih baik dari data trafik
sebelumnya.
b. Rekomendasi
Rekomendasi dari penelitian ini akan ditujukan secara khusus kepada
pengelolah jaringan wifi kampus yaitu Biro Sistem Informasi (BSI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Rekomendasi ini berisi analisis jaringan wifi di lingkungan kampus Univeristas Muhammadiyah Yogyakarta menggunakan toeri
trafik pada pemodelannya dan melakukan perhitungan terhadap data trafik yang
telah terekam. Dari perhitungan ini dapatkan dimensioning jaringan yang sesuai
dengan data realita pengguna pada jaringan wifi di lingkungan kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Rekomendasi ini tidak bersifat mutlak
harus diterapkan oleh pihak BSI. Rekomendasi ini hanya sebagai alternatif dari
pihak BSI apakah harus di implementasikan pada perencanaan ataupun tidak
diterapkan sama sekali. Banyaknya penyebaran pengguna pada setiap gedung
yang tidak merata, mengakibatkan keadaan jaringan wifi tidak beroperasi secara
efisien dan optimal. Dengan adanya analisis dalam penelitian ini maka akan
didapatkan nilai yang sesuai dengan realita penggunaan wifi, dan dapat dijadikan
acuan untuk lebih mengoptimalkan jaringan wifi di zona-zona yang padat pengguna.
BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
4.1Data
4.2Pembahasan
a. Maksimal dan Minimal User Terkoneksi (Number of Client)
Maksimal dan minimal user terkoneksi akan selalu berubah setiap satuan waktunya. Ini diakibatkan oleh tidak pastinya pengguna dalam menggunakan
jaringan wifi di lingkungan kampus terpadu UMY meskipun jam kuliah yang selalu sama setiap pekannya. Banyaknya pengguna jaringan wifi di lingkungan kampus terpadu UMY tidak bisa diperkirakan dengan nilai yang sama, tetapi dapat
diasumsikan puncak dari penggunaannya melalui rata-rata dari data yang telah
terekam setiap pekan. Dari data ini dapat diasumsikan bahwa angka pengguna
maksimal menggunakan jaringan wifi pada jam 10:30 sampai 13:30. Sedangkan
angka minimal dari penggunaan jaringan wifi berkisar antara jam 07:30 dan
15:30-16:00.
Access Point dalam instalasi jaringan wifi di lingkungan kampus terpadu UMY, terbagi menjadi dua zona, yaitu zona utara dan zona selatan. Zona utara di
antaranya yaitu gedung F, gedung G dan gedung H. Sedangkan zona selatan yaitu
gedung A, gedung B, gedung D, dan gedung E. Untuk mengetahui lebih jauh
informasi tersebut, berikut data pengamatan selama dua pekan perekaman data
trafik jaringan wifi di lingkungan kampus UMY.
1. Zona Utara (gedung F, gedung G, dan gedung H)
Instalasi jaringan wifi zona utara terbagi atas tiga gedung yaitu gedung F, G,
dan H. Terdapat enam fakultas dalam tiga gedung zona utara ini, di antaranya
Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Program Pacsa
Sarjana, Fakultas Pertanian, Fakultas Agama Islam dan Program Vokasi. Jika
banyak dibandingkan dengan zona selatan. Data trafik tersebut dapat dilihat
dalam tabel 4.1 dibawah ini.
Tabel 4.1 Number of Client terhadap Waktu
No Times Number of
Grand Total 346921 430.0091437
Terlihat dari data di atas bahwa waktu terpadat user terhubung di jaringan
wifi kampus di zona utara yaitu pada pukul 10:30 berjumlah 24.821 user, sedangkan nilai minimal dari user terkoneksi di jaringan wifi yaitu pada pukul
diketahui bahwa data di atas adalah data yang terekam selama empat belas hari
dalam masa aktif kuliah, dan dalam jam kerja aktif civitas akademika UMY
yaitu mulai dari jam 07:30 sampai 16:00. Bervariasinya data di atas diakibatkan
oleh jadwal kuliah mahasiswa setiap fakultas yang berbeda-beda setiap
harinya. Faktor lain yang mempengaruhi di antaranya adalah keadaan cuaca
sehingga sebagian kecil user tidak beraktivitas di dalam kampus, kemudian adanya hari kegiatan perkuliahan yang padat sehingga mahasiswa, dosen serta
civitas akademika UMY cenderung menggunakan jaringan wifi kampus. Keadaan ini akan sangat mempengaruhi besar kecilnya user yang terhubung di
jaringan wifi zona utara. Secara umum dapat dilihat pada gambar 4.1 Grafik penggunaan jaringan wifi zona utara sebagai berikut :
Gambar 4.1 Grafik Number of Client terhadap Waktu
Terlihat pada gambar 4.1 di atas, bahwa setiap 30 menit user yang terhubung
begitu sangat bervariatif. Puncaknya pada pukul 10:30, dan pemakaian
terendahnya pada pukul 7:30. Jika diamati, data di atas menunjukkan
karakteristik pengguna jaringan wifi lebih cenderung banyak terkoneksi di waktu sore hari atau saat jam kantor UMY berakhir sekitar jam 15:00 hingga
jaringan wifi diwaktu sore lebih baik konektivitasnya dibandingkan dengan koneksi di waktu pagi. Hal ini dikarenakan oleh alokasi bandwidth yang berbeda pada jam kantor sebesar 1 Mbps maksimum dan diluar jam kantor
maksimum dapat mencapai 217 Mbps.
Selain data number of client terhadap waktu, selanjutnya number of client terhadap access point. Parameter ini sangat penting untuk mengetahui access
point mana saja yang terpadat dan terendah dalam penggunaan jaringan wifi kampus zona utara.
Tabel 4.2 Number of Client terhadap Access Point
No Access Point Number of
Client Average
1 AP-G4-2 19189 79.95416667
2 AP-F6-Dasar 13800 57.98319328
3 AP-H-04-02 11945 49.77083333
4 AP-F4-1 11175 46.95378151
5 AP-F2-2 11113 49.17256637
6 AP-F5-1 10657 44.77731092
7 AP-F5-Dasar 10394 43.67226891
8 AP-F4-Dasar 10311 43.32352941
9 AP-F7-1 9877 41.5
10 AP-F7-Dasar 9788 41.12605042
11 AP-F4-2-2 9414 39.55462185
Tabel 4.2 Number of Client terhadap Access Point (lanjutan)
23 APc08c.6044.96f7 6492 36.06666667
24 AP-H-D-4 6437 26.82083333
25 AP-G3-Dasar 6394 26.64166667
26 AP-F6-2 6371 26.76890756
27 AP-G2-Dasar 6225 25.9375
28 AP-F2-1 6154 27.2300885
29 AP-G5-Dasar 5773 24.15481172
30 AP-G1-2 5750 23.95833333
31 AP-F6-1 5281 22.18907563
32 AP-H-01-05 5016 20.9
33 AP-G6-Dasar 4684 19.51666667
34 AP-G6-1 4458 18.575
35 AP-H-03-02 4269 17.7875
36 AP-G2-1 4214 17.55833333
37 AP-F3-1 3467 14.56722689
38 AP-H-04-03 3369 14.0375
39 AP-F2-Dasar 3319 14.68584071
40 AP0081.c4fb.69c8 3140 13.08333333
41 AP-G3-1 3126 13.025
42 AP-G1-1 3025 12.60416667
Tabel 4.2 Number of Client terhadap Access Point (lanjutan)
No Access Point Number of
Client Average
44 AP-H-03-04 2993 12.47083333
45 AP0081.c4fb.6a54 2264 9.433333333
46 AP843d.c64d.c638 2016 8.4
47 AP-F1-2 1890 31.5
48 AP-H-D-3 1874 8.112554113
49 AP-H-03-03 1826 7.608333333
50 AP-G1-Dasar 1772 7.383333333
51 AP-H-02-03 1764 7.35
52 AP-H-02-02 1675 6.979166667
53 AP-H-02-04 1583 6.595833333
54 AP-F3-3 1454 6.349344978
55 AP843d.c607.0c80 1403 5.845833333
56 AP-F3-2 1381 7.424731183
57 AP-F3-Dasar 1120 18.66666667
58 AP-F3-Dasar1 1085 8.611111111
59 AP-F3-Dasar-2 1030 8.583333333
60 AP-H-D-2 955 3.979166667
61 AP-H-02-01 912 3.8
62 AP-H-D-1 857 3.570833333
63 AP-F3-4 853 14.21666667
64 AP843d.c64d.c5cc 838 18.2173913
65 AP-H-01-04 797 3.320833333
66 AP843d.c64d.c4d0 364 5.515151515
67 AP-FE-3 201 22.33333333
68 APc08c.6044.902c 133 7.388888889
Tabel 4.2 Number of Client terhadap Access Point (lanjutan)
No Access Point Number of
Client Average
70 AP843d.c64d.c464 32 5.333333333
Grand Total 346921 1589.107591
Terdapat 70 access point di kampus zona utara, yang terdiri dari tiga gedung yaitu gedung F, gedung G, dan gedung H. Terlihat dari data selama dua
pekan di atas bahwa access point dengan angka user terhubung yang terpadat
adalah pada access point AP-G4-2, sebanyak 19.189 user terhubung dalam dua
pekan perekaman trafik penggunaan wifi. Disusul oleh AP-F6-Dasar berjumlah
13.800 dan seterusnya, hingga di angka yang terkecil pada access point AP843d.c64d.c464 yang terletak di gedung F dalam dua pekan perekaman.
Selain itu total user yang terkoneksi pada jaringan wifi kampus zona utara terbilang cukup banyak dalam dua pekan perekaman yaitu sebesar 346.921
user, sedangkan total rata-rata perhari user terkoneksi pada setiap access point di kampus zona utara selama dua pekan perekaman adalah ±1589 user. Secara
umum dapat dilihat pada gambar 4.2 Grafik Number of Client terhadap access
point berikut: