• Tidak ada hasil yang ditemukan

33 Perguruan Tinggi Adu Robot

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "33 Perguruan Tinggi Adu Robot"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Muhammadiyah Malang

www.umm.ac.id

33 Perguruan Tinggi Adu Robot

Sriwijaya Post : Sabtu, 2010-05-22 | 11:48 WIB

MALANG - Sebanyak 33 perguruan tinggi negeri dan swasta regional IV mulai Jumat (21/5) hingga Minggu (23/5) beradu robot cerdas dalam even Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KCRI) 2010 di Universitas Muhammadiyah Malang Dome.

Ketua panitia KRI dan KCRI M. Irfan, Sabtu, mengatakan robot yang dikonteskan dari 33 perguruan tinggi negeri dan swasta itu sebanyak 73 unit yang terdiri atas 20 unit untuk KRI dan 53 lainnya untuk KCRI.

"Untuk KCRI ini masih dibagi lagi menjadi tiga kategori, yakni KCRI beroda, berkaki, dan battle. Tugas robot KRI adalah menyelesaikan `pembangunan` candi, sedangkan KCRI bertema cerdas memadamkan api dan cerdas memadamkan bola," katanya.

Menurut dia, KRI dan KCRI yang digelar 21-23 Mei ini masih sebatas tingkat regional IV yang meliputi wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

"Untuk tingkat nasional baru digelar 19-22 Juni di kampus yang sama (UMM)," katanya.

Untuk tingkat nasional, kata dia, ditambah satu kategori, yakni Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), di samping KRI dan KCRI yang telah dipertandingkan di tingkat regional.

Kontes tingkat regional IV di UMM tersebut, lanjut dia, merupakan babak penyisihan sebelum menuju tingkat nasional yang akan mempertemukan para finalis dari regional lainnya, yaitu Pangkal Pinang, Bandung, Yogyakarta, dan Manado.

Ia menjelaskan bahwa pemenang tingkat nasional akan menjadi duta bangsa pada kontes robot tingkat internasional ABU Robocon di Kairo, Mesir, September mendatang.

Para peserta kontes dari luar Malang, sebagian besar datang bersama suporter masing-masing. Bahkan, ada tim peserta yang membawa suporter sebanyak enam bus.

Untuk peserta, kata Sekretaris Panitia Mulyoto, penginapannya dipusatkan di Rusunawa UMM I dan dewan juri di UMM Inn.

Kontes robot yang dipusatkan di UMM Dome itu juga terbuka untuk masyarakat umum. Namun, sebelum masuk arena kontes, masyarakat umum harus membeli tiket sebesar Rp10 ribu/orang.

Khusus untuk pelajar, bebas masuk arena asal bisa menunjukkan kartu pelajar, sedangkan mahasiswa UMM dikenai 50 persen dari harga tiket.

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan kemampuan tersebut mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri biasanya memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Swasta, karena untuk masuk

Hanya lembaga pendidikan perguruan tinggi swasta (universitas) yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen atau pelangganlah yang hanya dapat bertahan untuk kelangsungannya,

Urutan faktor yang paling mempengaruhi siswa SMA Swasta dalam pemilihan Perguruan Tinggi sama dengan urutan faktor yang ber- pengaruh untuk semua SMA, yaitu faktor

Proses perancangan yang dibuat dan diterapkan untuk membangun sistem informasi pada official site APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) yaitu dengan

Untuk merespon kebijakan pemerintah tersebut, maka seluruh perguruan tinggi “termasuk pendidikan tinggi keagamaan Islam Swasta yang mengelola program studi keagamaan dan

Peserta terdiri dari para Kepala Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang sepakat membentuk organisasi sebagai wadah dimana dapat menjalin kerja sama

Urutan faktor yang paling mempengaruhi siswa SMA Swasta dalam pemilihan Perguruan Tinggi sama dengan urutan faktor yang ber- pengaruh untuk semua SMA, yaitu faktor

Berdasarkan penelitian sebelumnya maka tujuan penelitian adalah menghasilkan sistem pendukung keputusan memilih perguruan tinggi swasta menggunakan TOPSIS untuk memberikan rekomendasi