• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah 3 Kelas 12 Sh Musthofa Suryandari Tutik Mulyati 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sejarah 3 Kelas 12 Sh Musthofa Suryandari Tutik Mulyati 2009"

Copied!
188
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sh. Musthofa
    • Suryandari
    • Tutik Mulyati
  • Pengajar:
    • Himawan Prasetyo, Editor
  • Sekolah: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
  • Mata Pelajaran: Sejarah
  • Topik: Sejarah 3: Untuk SMA/MA Kelas XII Program IPA
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2009
  • Kota: Jakarta

I. Perkembangan Masyarakat Indonesia Pada Masa Orde Baru

Bab ini membahas tentang perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru, dimulai dengan pengertian Orde Baru yang merupakan tatanan kehidupan rakyat yang kembali kepada Pancasila dan UUD 1945. Penekanan pada stabilitas politik dan ekonomi adalah fokus utama, di mana pemerintah Orde Baru berusaha menciptakan stabilitas melalui pembubaran PKI dan reformasi kabinet. Pidato Presiden Soekarno yang dikenal sebagai 'Jasmerah' juga dibahas sebagai titik awal pergeseran politik. Melalui Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar), Soeharto mengambil alih kepemimpinan dan menata kembali kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

1.1. Pemerintahan Orde Baru

Pemerintahan Orde Baru ditandai dengan penguatan peran negara dalam kehidupan masyarakat. Melalui Supersemar, Soeharto berupaya menstabilkan kondisi politik dan ekonomi yang kacau. Kebijakan pemerintah berfokus pada pengendalian inflasi dan rehabilitasi sarana ekonomi, serta pembubaran PKI dan ormas-ormasnya. Hal ini mendapatkan dukungan luas dari masyarakat, yang melihatnya sebagai langkah untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban.

1.2. Ciri-Ciri Pokok Kebijakan Pemerintahan Orde Baru

Kebijakan pemerintahan Orde Baru ditandai dengan stabilitas politik dan ekonomi. Terdapat program Caturkarya yang bertujuan memperbaiki kehidupan rakyat, melaksanakan pemilihan umum, serta menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Kebijakan ini berusaha menciptakan kesejahteraan bagi rakyat melalui pembangunan yang terencana dan berkelanjutan.

II. Perkembangan Masyarakat Indonesia pada Masa Reformasi

Bab ini menjelaskan kondisi ekonomi dan politik sebelum dan sesudah reformasi yang dimulai pada 21 Mei 1998. Perubahan signifikan terjadi dalam struktur pemerintahan dan kebijakan publik, di mana masyarakat mulai berperan aktif dalam proses politik. Reformasi membawa harapan baru bagi demokrasi dan kebebasan sipil, serta memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sebelumnya tertekan.

2.1. Kondisi Ekonomi dan Politik Sebelum Reformasi

Sebelum reformasi, Indonesia mengalami krisis ekonomi yang parah, ditandai dengan inflasi tinggi dan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan. Banyak kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat, sehingga memicu gerakan mahasiswa dan masyarakat untuk menuntut perubahan. Ketidakpuasan ini mengarah pada jatuhnya rezim Orde Baru dan membuka jalan bagi reformasi.

2.2. Perkembangan Politik Setelah 21 Mei 1998

Setelah jatuhnya Soeharto, Indonesia memasuki era reformasi yang ditandai dengan transisi menuju demokrasi. Pemilihan umum yang lebih bebas dan adil dilaksanakan, serta munculnya partai-partai politik baru. Masyarakat mulai berpartisipasi aktif dalam politik, dan kebebasan berpendapat semakin dijunjung tinggi. Hal ini menciptakan atmosfer yang lebih demokratis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

III. Hubungan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Perang Dunia II serta Perang Dingin

Bab ini membahas dampak Perang Dunia II dan Perang Dingin terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perang membawa perubahan besar dalam cara negara-negara berinteraksi dan mempengaruhi kebijakan luar negeri, termasuk Indonesia. Penekanan pada inovasi teknologi dalam konteks militer dan sipil menjadi sangat penting dalam periode ini.

3.1. Akhir Perang Dunia II

Akhir Perang Dunia II menandai perubahan besar dalam peta politik dunia, termasuk Indonesia yang berusaha mendapatkan kemerdekaan. Pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama perang menjadi aset berharga dalam membangun bangsa pasca-kemerdekaan. Fokus pada pengembangan infrastruktur dan pendidikan menjadi prioritas untuk membangun kembali negara.

3.2. Hubungan Dekolonisasi di Asia dan Afrika

Dekolonisasi di Asia dan Afrika memberikan inspirasi bagi bangsa-bangsa yang terjajah untuk memperjuangkan kemerdekaan. Indonesia, sebagai salah satu negara yang berhasil meraih kemerdekaan, berperan aktif dalam mendukung gerakan dekolonisasi lainnya. Hubungan ini memperkuat solidaritas antarnegara berkembang dan mendorong kerjasama internasional.

IV. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia

Bab ini menjelaskan bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Fokus pada sektor pertanian, industri, dan teknologi informasi menjadi kunci dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan pemerintah dalam mendukung penelitian dan pengembangan menjadi penting untuk menghadapi tantangan global.

4.1. Proses Revolusi Hijau dalam Meningkatkan Produksi Pertanian

Revolusi Hijau menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian. Melalui penggunaan teknologi pertanian modern, seperti pupuk dan irigasi, produktivitas pertanian meningkat pesat. Hal ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi kemiskinan di pedesaan.

4.2. Perkembangan Sistem Informasi dan Komunikasi

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Akses informasi yang lebih mudah dan cepat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan dan ekonomi. Pemerintah terus mendorong inovasi di bidang ini untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Referensi Dokumen

  • Dari Panggung Peristiwa Sejarah Dunia I, II ( Berg H.J., Van den, et al. )
  • Sejarah Ekonomi Sosiologis II ( Burger, D. H. )
  • Pemuda Indonesia dalam Dimensi Sejarah Perjuangan Bangsa ( Christianto Wibisono )
  • Geografi Kesejahteraan II Indonesia ( Daldjoeni N., Drs. )
  • Sejarah Umum II, III ( Departemen Pendidikan dan Kebudayaan )

Gambar

Gambar 1.2 Presiden Soekarno dan anggota KabinetAmpera.
Gambar 1.3 Presiden Soeharto pada kunjungan kerja
Gambar 1.4 Penandatanganan Deklarasi Bangkok
Gambar 1.5 Wakil dari beberapa negara dalam KTT
+7

Referensi

Dokumen terkait