• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN VOLUME EKSPIRASI PAKSA DETIK 1 (VEP1) / KAPASITAS VITAL Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dan Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) Pada Pasie

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN VOLUME EKSPIRASI PAKSA DETIK 1 (VEP1) / KAPASITAS VITAL Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dan Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) Pada Pasie"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN VOLUME

EKSPIRASI PAKSA DETIK 1 (VEP1) / KAPASITAS VITAL PAKSA (KVP) PADA PASIEN PPOK STABIL DERAJAT 2

DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) SURAKARTA

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Kedokteran

Diajukan Oleh : Junia Astri Damayanti

J 50012 0012

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)
(3)
(4)

iv

“ Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya

mendapat sesuai niatnya “.

(HR. Bukhari Muslim)

“ Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan ”.

(QS. Al-Insyirah: 6)

“ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum

kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri

mereka ”.

(QS. Ar-Ra’d : 11)

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu

dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat

(5)

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan

karunia-Nya yang telah diberikan kepada kita semua sehingga penulis dapat

menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi ini.

Skripsi dengan judul “Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan Volume

Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada Pasien PPOK

Stabil Derajat 2 di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta”

ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana

Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Penulis skripsi menyadari bahwa skripsi ini dapat terlaksana dan

terselesaikan dengan baik atas bantuan maupun bimbingan dari berbagai pihak,

oleh karena itu penulis ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya

kepada :

1. Prof. DR. Dr. Bambang Soebagyo, Sp. A (K) selaku Dekan Fakultas

Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2. dr. Moh. Shoim Dasuki, M. Kes selaku kepala Biro skripsi Universitas

Muhammadiyah Surakarta.

3. dr. Niwan Tristanto M, Sp. P selaku pembimbing utama yang telah

memberikan bimbingan, saran dan pengarahan selama menyusun

skripsi.

4. dr. Sri Wahyu Basuki, M. Kes selaku pembimbing pendamping yang

telah banyak membantu dan memberikan saran selama penyusunan

skripsi.

5. dr. Iin Novita N. M, M. Sc, Sp. PD selaku penguji yang telah

memberikan banyak masukan dan nasihat selama penyusunan skripsi.

6. Seluruh dosen dan staff pengajar Fakultas Kedokteran Universitas

Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan keramahan,

(6)

7. Kepala dan staff Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM)

Surakarta yang telah memberikan ijin dan bantuan dalam pelaksanaan

penelitian ini.

8. Ayah (Hidayat Alwi Ungang) dan Ibu (Ahdieti) yang selalu

memberikan doa, bimbingan, semangat, dan perhatian.

9. Adik (M. Feri Febriansyah dan Meitanti Dinia Rizki) yang telah

memberikan doa dan dukungannya.

10.Partner (Rizky Ariestiyansyah) yang selalu memberikan doa,

dukungan dan motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini.

11.Sahabat – sahabat AKAL04 (Afdelina Rizky Amalia, Nurul Fitrah,

Rihul Husnul Juliyatmi, Siti Rahma, Kuntum Khoirani, Rizky

Ariestiyansyah, M. Arif Hidayatullah, Adzan Saputra, M. Ramadhan)

yang telah memberikan doa dan semangat.

12.Sahabat – sahabat Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah

Surakarta (Manal Ali Sungkar, Winda Nur Annisa, Warraihan, Ade

Putri Mustikawati, Azzahra Nayara Husna) yang selalu mendoakan

dan menemani dalam suka maupun duka.

13.Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penyusunan

skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penelitian dan penyusunan skripsi ini

masih memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik

dan saran yang membangun untuk menyempurnakannya. Demikian penulis

mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini.

Semoga apa yang terdapat dalam skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang

membaca.

(7)

vii

3. Interpretasi Indeks Massa Tubuh pada Orang Dewasa .... 4

4. Indeks Massa Tubuh sebagai Indikator Kegemukan ... 5

5. Akibat Indeks Massa Tubuh yang Buruk ... 5

B. Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) ... 6

1. Fisiologi Sistem Pernapasan ... 6

(8)

3. Cara Pemeriksaan Spirometri ... 11

D. Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada Penderita PPOK ... 16

F. Identifikasi Variabel Penelitian ... 21

(9)

ix

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 30

A. Kesimpulan ... 30

B. Saran ... 30

DAFTAR PUSTAKA

(10)

x

Tabel 2.1 Rumus Indeks Massa Tubuh ... 4

Tabel 2.2 Klasifikasi Berat Badan Standar terkait dengan Indeks Massa Tubuh pada Orang Dewasa ... 5

Tabel 2.3 Klasifikasi Derajat Keparahan PPOK Berdasarkan Post-Bronkodilator ... 15

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ... 23

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Subyek ... 24

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Jenis Umur Subyek ... 24

Tabel 4.3 Distribusi Mean dan Standar Deviasi Umur, IMT, dan VEP1/KVP ... ... 25

Tabel 4.4 Test of Normality ... 25

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Spirometer ... 7

Gambar 2.2 Diagram Volume dan Kapasitas Paru ... 8

Gambar 2.3 Konsep Patogenesis PPOK ... 12

Gambar 2.4 Kerangka Pikir ... 18

(12)

xii

Lampiran 1 Data Subyek Penelitian

Lampiran 2 Distribusi Mean Umur, IMT, dan VEP1/KVP

Lampiran 3 Test of Normality

Lampiran 4 Correlation

Lampiran 5 Permohonan Survey Pendahuluan

Lampiran 6 Permohonan Ijin Penelitian

Lampiran 7 Daftar Kerja Penelitian

Lampiran 8 Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian

(13)

vii

DAFTAR SINGKATAN

BB : Berat Badan

BBKPM : Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat

CDC : Center for Disease Control and Prevention

CO : Karbon monooksida

CO2 : Karbondioksida

GOLD : Global Initiative for Chronic Obstructive Lung

Disease

IMT : Indeks Massa Tubuh

KV : Kapasitas Vital

KVP : Kapasitas Vital Paksa

O2 : Oksigen

PPOK : Penyakit Paru Onstruktif Kronis

SOPT : Syndroma Obstruktif Pasca Tuberculosis

TB : Tinggi Badan

(14)

xii

ABSTRAK

Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada Pasien PPOK Stabil Derajat 2 di

Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta Junia Astri Damayanti, Niwan Tristanto M, Sri Wahyu Basuki

Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Latar Belakang : Penurunan massa sel tubuh merupakan salah satu manifestasi sistemik pada PPOK. Perubahan massa sel tubuh diketahui melalui penurunan berat badan dan penurunan massa lemak bebas. Penurunan berat badan mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur, elastisitas, fungsi paru, kekuatan dan ketahanan otot pernapasan, mekanisme pertahanan imunitas paru, dan pengaturan napas. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu parameter yang banyak digunakan untuk menentukan kriteria proporsi tubuh seseorang. Salah satu alasannya adalah IMT berkorelasi kuat dengan jumlah total lemak tubuh manusia sehingga dapat menggambarkan status berat badan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan volume ekspirasi paksa detik 1 (VEP1) / kapasitas vital paksa (KVP) pada pasien PPOK stabil derajat 2.

Metode : Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan

cross sectional. Jumlah responden penelitian yang digunakan adalah sebanyak 37 orang yang dipilih dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan cara komputerisasi menggunakan uji korelasi Pearson.

Hasil : Indeks Massa Tubuh (IMT) terbanyak pada penelitian ini adalah 20.87 dan Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) adalah 71.37. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p = 0.032 dengan pearson correlation 0.307.

Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta.

(15)

xiii

ABSTRACT

Relationship between Body Mass Index and Forced Expiratory Volume in 1 second (FEV1) / Forced Vital Capacity (FVC) in Patients with Stable COPD

Grade 2 at The Center for Lung Health Community of Surakarta Junia Astri Damayanti, Niwan Tristanto M, Sri Wahyu Basuki

Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Surakarta

Background : Decrease in body cell mass is one of the systemic manifestations of COPD. Changes in body cell mass known through weight loss and reduction in fat-free mass. Weight loss has a negative influence on the structure, elasticity, lung function, respiratory muscle strength and endurance, immune defense mechanisms of the lungs, and breathing. Body Mass Index (BMI) is one of the parameters used to determine the criteria for the proportion of a person's body. BMI correlated with the total amount of fat the human body. It can describe a person's weight status. The purpose of this study was to determine the relationship between Body Mass Index (BMI) and Forced Expiratory Volume in 1 second (FEV1) / Forced Vital Capacity (FVC) in patients with stable COPD grade 2.

Methods : This research is an analytic observational study with cross sectional approach. Respondents that used for this research as many as 37 people were selected using purposive sampling techniques. Data analysis was done by computerized using Pearson correlation test.

Results : Body Mass Index (BMI) Most of this research is 20.87 and Forced Expiratory Volume in 1 second (FEV1) / Forced Vital Capacity (FVC) was 71.37. Statistical analysis showed p value = 0.032 by Pearson correlation 0.307.

Conclusion : There is a significant correlation between Body Mass index (BMI) and Forced Expiratory Volume in 1 second (FEV1) / Forced Vital Capacity (FVC) in Patients with Stable COPD Grade 2 at The Center for Lung Health Community Surakarta.

Gambar

Tabel 2.1 Rumus Indeks Massa Tubuh ....................................................

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis keeratan hubungan menunjukkan nilai odd ratio (OR) 0.024 yang berarti bahwa responden dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berlebih mempunyai

Dari hasil analisis keeratan hubungan menunjukkan nilai odd ratio (OR) 0.024 yang berarti bahwa responden dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berlebih mempunyai

Dari data penurunan volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1) per tahun pada bukan perokok sebesar 28,7 ml, bekas perokok sebesar 38,4 ml dan perokok aktif sebesar 41, 7

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN NILAI KAPASITAS VITAL PAKSA PARU PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS STABIL DERAJAT II DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU

Anita Sari Nurdi Atmaji, J500080004, 2011, Perbedaan Volume Ekspirasi Paksa Detik Pertama (VEP1) antara Laki-Laki Perokok dan Bukan Perokok di Fakultas Kedokteran

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya penurunan Volume Ekspirasi Paksa Detik Pertama (VEP1) pada perokok aktif dan perokok aktif.. Penelitian ini menggunakan metode

Dari hasil analisis keeratan hubungan menunjukkan nilai odd ratio (OR) 0.024 yang berarti bahwa responden dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berlebih mempunyai

Skripsi dengan judul “Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan Volume Ekspirasi Paksa Detik 1 (VEP1) / Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada Pasien PPOK Stabil Derajat 2 di Balai