• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Bibliometrika terhadap Publikasi Hasil Penelitian AIDS di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Bibliometrika terhadap Publikasi Hasil Penelitian AIDS di Indonesia"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENELITIAN

Analisis Bibliometrika

terhadap Publikasi Hasil Penelitian AIDS

di Indonesia

Oleh

Drs.Jonner Hasugian, M.Si

Ishak, S.S., M.Hum

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA

(2)

DAFTAR ISI

4.2 Penyebaran wilayah penelitian AIDS di Indonesia ... 12

4.3 Penyebaran Institusi pelaksana penelitian ... 12

4.4 Penyebaran artikel penelitian AIDS pada berbagai jurnal ... 13

(3)

DAFTAR TABEL

Tabel Judul Hal.

Tabel-1 Jenis publikasi (publication type) ... 11

Tabel-2 Penyebaran wilayah penelitian AIDS di Indonesia ... 12

Tabel-3 Institusi pelaksana penelitian AIDS di Indonesia ... 13

Tabel-4 Penyebaran artikel penelitian AIDS pada berbagai jurnal ... 14

Tabel-5 Pembagian daerah artikel jurnal menurut hukum Bradford ... 15

Tabel-6 Komposisi pengarang artikel AIDS di Indonesia ... 16

(4)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Hal.

(5)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul

Lampiran-1 Penyebaran artikel penelitian AIDS pada berbagai jurnal

(6)

ABSTRAK

Penelitian tentang penyakit HIV/AIDS terus dilakukan untuk menemukan konsep dan metode dalam upaya pencegahan dan pengobatan. Penelitian AIDS yang dihimpun dalam database online PubMed sampai April 2009 berjumlah 162.966 artikel. Jumlah penelitian ini tersebar di seluruh negara termasuk Indonesia.

Penelitian ini penting untuk menjawab sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan perkembangan publikasi ilmiah baik berupa penelitian maupun tulisan lainnya dengan subjek AIDS. Melalui penelitian ini juga akan terjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut pada penyebaran publikasi penelitian dan kolaborasi penelitian dalam subjek AIDS di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengaan kajian bibliometrika.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap publikasi hasil penelitian AIDS pada database online PubMed (http://www.ncbi.nlm.nih.gov). Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran database online PubMed. Metode Bradford digunakan untuk menentukan Core

Journal, dan metode Subramanyam digunakan untuk mengetahui tingkat

kolaborasi.

Jumlah artikel penelitian penyakit AIDS di Indonesia yang terdapat pada database online PubMed sejak tahun 1978 sampai April 2009 adalah 159 artikel

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan penelitian penyakit AIDS di Indonesia sepanjang tahun 1978 sampai 2009 cendrung meningkat, terutama antara tahun 1995 sampai 1999. Wilayah yang terbanyak menjadi objek penelitian penyakit AIDS di Indonesia adalah DKI Jakarta, Bali, Papua dan Surabaya. Berdasarkan hukum Bradford jurnal Acta Medica of Indonesia, AIDS,

AIDS Care, AIDS Wkly Plus dan AIDS Educ Prev dapat dijadikan sebagai jurnal

(7)

Analisis Bibliometrika terhadap Publikasi Hasil Penelitian AIDS

Penularan penyakit HIV/AIDS di Indonesia terus meluas sejak kasus pertama

positif HIV ditemukan pada tahun 1987 dan hingga bulan Maret 2008 angka kematian

akibat penyakit penurunan kekebalan tubuh itu sudah mencapai 2.486 orang (Komisi

Penanggulangan AIDS, 2008). Data tersebut diungkapkan oleh Komisi Penanggulangan

AIDS Indonesia dan menjadi semacam fenomena gunung es, dengan angka kasus positif

HIV/AIDS yang sudah mencapai 18.963 orang, tidak termasuk jumlah yang tidak tercatat

dan yang tidak melakukan tes yang diperkirakan jumlahnya akan lebih besar lagi.

Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia juga menyebutkan bahwa kasus AIDS

per 100.000 orang penduduk di Indonesia sampai Maret 2008 cukup tinggi. Daerah yang

memiliki prevalensi tertinggi adalah DKI Jakarta dengan 3077 kasus, meninggal 435

orang, menyusul Jawa Barat 1836 kasus, 365 meninggal, kemudian Papua dengan 1382

kasus, meninggal 241 orang. (Komisi Penanggulangan AIDS, 2008)

Di Indonesia, cara penularan kasus AIDS kumulatif yang dilaporkan melalui

pertukaran jarum suntik adalah 49,2 persen, dengan kata lain hampir satu dari tiap dua

orang positif HIV/AIDS terpapar lewat jarum suntik narkotika dan zat adiktif yang

berganti-gantian. Sementara itu, penularan lewat praktik hubungan intim heteroseksual

42,8 persen, dan homoseksual 3,8 persen.

Proporsi kumulatif kasus AIDS tertinggi dilaporkan berada pada kelompok umur

20-29 tahun (53,62 persen), disusul kelompok umur 30-39 tahun (27,79 persen), dan

kelompok umur 40-49 tahun (7,8 persen). Tingkat penyebaran penderita HIV/AIDS

secara kumulatif nasional sampai dengan 31 Maret 2008 adalah 5,23 per 100.000 orang

(8)

Penelitian tentang penyakit HIV/AIDS terus dilakukan untuk menemukan konsep

dan metode dalam upaya pencegahan dan pengobatan. Penelitian AIDS yang dihimpun

dalam database online PubMed sampai April 2009 berjumlah 162.966 artikel. Jumlah

penelitian ini tersebar di seluruh negara termasuk Indonesia.

Penelitian ini penting untuk menjawab sejumlah permasalahan yang berkaitan

dengan perkembangan publikasi ilmiah baik berupa penelitian maupun tulisan lainnya

dengan subjek AIDS. Melalui penelitian ini juga akan terjawab berbagai pertanyaan yang

menyangkut pada penyebaran publikasi penelitian dan kolaborasi penelitian dalam subjek

AIDS di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengaan kajian bibliometrika.

Analisis bibliometrika berkenaan dengan penyakit AIDS telah dilakukan oleh

Macias-Chapula (2001) di Afrika. Analisis bibliometrika pada penelitian ini dapat

membantu pustakawan dan peneliti mengikuti perkembangan penelitian penyakit AIDS

di Indonesia, terutama penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal luar negeri.

Pendekatan analisis bibliometrika pada penelitian ini juga diharapkan dapat mengetahui

jurnal inti (core journal) penelitian AIDS, penyebaran artikel penelitian AIDS pada

berbagai jurnal ilmiah, penyebaran subjek permasalahan penyakit AIDS, wilayah

penelitian AIDS di Indonesia dan tingkat kerajasama (collaboration) peneliti dalam

melakukan penelitian kasus AIDS di Indonesia.

1.1. PERUMUSAN MASALAH

Penelitian ini akan menjawab permasalahan sebagai berikut:

a. Bagaimanakah perkembangan publikasi penelitian AIDS di Indonesia pada

database online PubMed ?

b. Bagaimanakah pola penyebaran publikasi penelitian AIDS berdasarkan

tahun penelitian, wilayah penelitian, jurnall ilmiah?

c. Bagaimanakah tingkat kolaborasi peneliti dalam publikasi penelitian AIDS

di Indonesia ?

1.2 TUJUAN PENELITIAN

(9)

a. Perkembangan publikasi artikel penelitian AIDS di Indonesia pada database

online PubMed

b. Pola penyebaran publikasi artikel penelitian AIDS berdasarkan tahun

penelitian, jenis publikasi dan wilayah penelitian

c. Jurnal inti (core jurnal) untuk publikasi hasil penelitian AIDS di Indonesia

menggunakan hukum Bradford

c. Tingkat kolaborasi peneliti dalam publikasi artikel penelitian AIDS di

Indonesia

1.3 MANFAAT PENELITIAN

Penelitian ini diharapkan bermanfaat:

a. Bagi perpustakaan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan

untuk mengetahui jurnal inti (core jornal) bidang penelitian AIDS di Indonesia,

sehingga memudahkan dalam menentukan daftar tambahan koleksi khususnya

datrar jurnal ilmiah bidang penelitian AIDS di Indonesia.

b. Bagi pustakawan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan

untuk mengetahui berbagai subjek penelitiaan AIDS, sehingga memudahkan

dalam menentukan query untuk melakukan penelusuran artikel yang berkenaan

dengan penyakit AIDS di Indonesia.

c. Bagi ilmuwan dan peneliti, khususnya peneliti AIDS di Indonesia hasil penelitian

ini dapat dijadikan sebagai salah satu ajuan untuk mengetahui arah penelitian

AIDS dan subjek penelitian yang telah dilakukan. Disamping itu peneliti dapat

mengetahui tingkat kolaborasi peneliti yang melakukan penelitian AIDS di

Indonesia. Hasil penelitian ini dapat juga dijadikan sebagai salah satu rujukan

untuk melakukan penelitian lanjutan, terutama yang berhubungan dengan kajian

(10)

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Bibliometrik

The British Standard Institutions memberikan defenisi bibliometrik sebagai kajian

penggunaan dokumen dan pola publikasi dengan menerapkan metode matematika dan

statistik. Analisis bibliometrika bertujuan untuk menjelaskan proses komunikasi tertulis,

sifat dan arah pengembangan sarana deskriptif penghitungan dan analisis berbagai faset

komunikasi (Sulistiyo, 2002).

Objek utama kajian bibliometrika adalah publikasi penelitian yang diterbitkan

dalam jurnal ilmiah. Publikasi ini dianggap sebagai media penting dalam komunikasi

ilmiah, dan merupakan pengetahuan publik serta arsip umum yang dapat diperoleh dan

dibaca oleh siapapun setiap saat. Perkembangan publikasi jurnal ilmiah saat ini sudah

mengalami perubahan dari format tercetak ke format elektronik. Perkembangan

perubahan format publikasi ini sangat membantu dalam memperoleh data utama dalam

analisis bibliometrik.

Bibliometrik mengkaji distribusi publikasi secara kuantitatif terhadap literatur,

sehingga bibliometrik dikenal memiliki tiga dalil dasar dalam analisis kuantitatifnya.

Dalil tersebut adalah:

• Dalil Lotka, yaitu dalil untuk menghitung distribusi produktifitas pengarang dalam kurun waktu tertentu pada publikasi jurnal

• Dalil Zipf, yaitu dalil untuk memberi peringkat kata dan frekuensi dalam literatur sehingga memudahkan dalam menenutukan subjek dan permasalahan yang dikaji

dalam suatu literatur

Dalil Bradford, yaitu dalil untuk menentukan jurnal inti (core journal) untuk suatu jenis subjek dan permasalah tertentu.

Manfaat analisis bibliometrika bagi perpustakaan dan pustakawan antara lain: • dapat mengidentifikasi jurnal inti dalam berbagai disiplin ilmu

• dapat mengidentifikasi arah dan gejala penelitian dan perkembangan pengetahuan pada berbagai disiplin ilmu

(11)

• mengenali kepengarangan dan arah gejalanya pada dokumen berbagai subjek • mengukur manfaat jasa SDI ad-hoc dan retrospektif

• meramalkan arah gejala perkembangan masa lalu, sekarang dan masa datang • mengatur arus masuk informasi dan komunikasi

• mengkaji keusangan dan penyebaran literatur ilmiah

• meramalkan produktifitas penerbit, pengarang, organisasi, negara dan disiplin ilmu.

2.2 Hukum dan Metode Bradford

Hukum Bradford menyatakan bahwa umumnya subjek penelitian dapat

dikelompokkan dalam koleksi jurnal inti 1/3 dari jumlah artikel yang ditemukan, 1/3

berikutnya menunjukkan kelompok jurnal menengah dan 1/3 berikutnya menunjukkan

kelompok jurnal yang luas (Mustafa, 2002).

Hukum Bradford dikenal dengan rumus 1 : n : n2 : n3 . Contoh penerapan misalnya

hasil penelusuran terhadap suatu bidang subjek tertentu ditemukan sebanyak 300

cantuman. Dengan hukum Bradford temuan tersebut dapat dikatakan bahwa dari 100

cantuman pada subjek tertentu terdapat 5 jurnal inti, selanjutnya 100 cantuman terdapat

25 kelompok jurnal menengah, dan 100 cantuman terakhir terdapat 75 kelompok jurnal

pelengkap.

Untuk membuktikan hukum Bradfoord, beberapa persyaratan harus diperhatikan,

antara lain, subjek yang dipilih cukup sempit atau spesifik, rentang waktu yang dipilih,

dan sumber data penelitian yang digunakan cukup lengkap

2.3 Kolaborasi

Kolaborasi merupakan terjemahan dari kata collaboration yang artinya kerjasama

antara lebih dari satu orang untuk kegiatan penelitian atau pendidikan. Konsep kolaborasi

muncul dari adanya anggapan bahwa ada kalanya sebuah karya atau artikel tidak dapat

ditangani sendiri oleh peneliti sehingga memerlukan bantuan atau kerjasama orang lain.

Kerjasama tersebut dapat berupa nasihat, gagasan atau kritik atau dalam bentuk kegiatan

(12)

kolaborasi teoritis. Sedangkan kolaborasi dalam bentuk ikut serta dalam kegiatan

penelitian disebut dengan kolaborasi teknis.

Formulasi Subramanyam (Igif, 2002) dapat digunakan untuk menentukan tingkat

kolaborasi peneliti dalam suatu bidang penelitian pada tahun tertentu. Formulasi tersebut

adalah:

Ns Nm

Nm C

+ =

C = tingkat kolaborasi peneliti, nilai C berada pada interval 0 sampai 1 Nm = total hasil penelitian dari peneliti dalam subjek tertentu pada tahun

tertentu yang dilakukan secara kolaborasi

(13)

3. METODE PENELITIAN

3.1 Pengumpulan Data

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap publikasi hasil

penelitian AIDS pada database online PubMed (http://www.ncbi.nlm.nih.gov).

Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran database online PubMed, dengan cara

sebagai berikut:

a. Melakukan penelusuran pada database online PubMed, dengan pembatasan

penelusuran sebagai berikut:

Entry Term : aids Indonesia, dan

• wilayah penelitian : Indonesia

b. Menentukan entry term dan query penelusuran berdasarkan pedoman Medical

Subject Headings (MeSH). Entry term yang digunakan adalah sebagai berikut:

• Immunologic Deficiency Syndrome, Acquired

• Acquired Immune Deficiency Syndrome

• Acquired Immuno-Deficiency Syndrome

• Acquired Immuno Deficiency Syndrome

• Acquired Immuno-Deficiency Syndromes

• Immuno-Deficiency Syndrome, Acquired

• Immuno-Deficiency Syndromes, Acquired

• Syndrome, Acquired Immuno-Deficiency

• Syndromes, Acquired Immuno-Deficiency

• Immunodeficiency Syndrome, Acquired

• Acquired Immunodeficiency Syndromes

• Immunodeficiency Syndromes, Acquired

• Syndrome, Acquired Immunodeficiency

• Syndromes, Acquired Immunodeficiency

• AIDS

c. Hasil penelusuran ditetapkan hanya menampilkan data bibliografi dan abstrak

penelitian, dengan format tampilan dari database Medline

(14)

3.2 Pengolahan Data

Data yang diperoleh dalam format htm kemudian diolah dengan bantuan program

WinISIS ver. 1.31. Tujuannya untuk memperoleh data awal dan memudahkan dalam

menentukan:

• penyebaran publikasi hasil penelitian AIDS di Indonesia per tahun

• penyebaran publikasi hasil penelitian AIDS di Indonesia pada berbagai jurnal ilmiah

• penyebaran subjek penelitian AIDS

• penyebaran wilayah penelitian AIDS di Indonesia • penyebaran asal dan institusi peneliti

• tingkat kolaborasi peneliti

Selanjutnya data awal yang telah diperoleh diolah kembali dengan menggunakan

program Microsoft Excel 2003, tujuannya untuk memudahkan pendistribusian data dan

tampilan dalam format grafik.

Pengolahan data dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Identifikasi publikasi hasil penelitian AIDS di Indonesia

a. menentukan perkembangan publikasi hasil penelitian AIDS

b. menentukan penyebaran publikasi hasil penelitian AIDS berdasarkan

wilayah di Indonesia

c. mengidentifikasi asal dan institusi peneliti

d. mengidentifikasi subjek penelitian AIDS

2. Identifikasi tingkat kolaborasi peneliti

a. menentukan sampel data

b. menghitung komposisi peneliti AIDS

c. membandingkan tingkat kolaborasi peneliti dengan metode Subramanyam

3. Analisis terhadap subjek penelitian

Analisis subjek dilakukan dengan mengindeks judul dan abstrak dari suluruh

cantuman yang diperoleh dari publikasi hasil penelitian AIDS di Indonesia.

Pengindeksan dilakukan dengan menggunakan program WinISIS ver. 1.31.

(15)

Headings (MeSH). Peringkat subjek dihitung berdasarkan kemunculan tertinggi

hingga terendah dari seluruh publikasi hasil penelitian AIDS di Indonesia.

4. Analisis jurnal inti (core journal)

Analisis core journal untuk apublikasi hasil penelitian AIDS di Indonesia

dilakukan berdasarkan hukum Bradford.

3.3 Analisis Data

a. Pola penyebaran publikasi hasil penelitian AIDS untuk menentukan core journal.

Hasil penelusuran penelitian AIDS di Indonesia yang dilakukan pada database

PubMed pada berbagai jurnal ilmiah, dihitung penyebarannya dan diurutkan

berdasarkan jumlah artikel terbesar sampai terkecil yang terdapat pada jurnal tertentu.

Penghitungan dilakukan dengan cara pengindeksan berdasarkan judul jurnal pada

program WinIsis ver. 1.31

Selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan hukum Bradford, yaitu

perbandingan jumlah yang memuat artikel pada setiap daerah (zone) lebih kurang

sama, dengan rumus 1 : n : n2 : n3 , dimana n adalah pengganda Bradford.

Pengujian juga dilakukan dengan menggunakan rumus Brooke yaitu untuk

mengetahui nilai pendugaan dari hukum Bradford, dengan rumus:

R(n) = k log n/s

diamana : R(n) = jumlah artikel yang dimuat

n = peringkat jurnal

k dan s = bilangan konstan

b. Tingkat Kolaborasi Peneliti

Untuk pengujian tingkat kolaborasi peneliti AIDS di Indonesia, seluruh

cantuman yang ditemukan akan dijadikan sampel. Kemudian setiap cantuman yang

dijadikan sampel dihitung satu persatu untuk mengetahui jumlah pengarang tunggal

dan pengarang ganda. Rumus yang digunakan untuk menentukan tingkat kolaborasi

(16)

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Perkembangan penelitian AIDS di Indonesia 4.1.1 Jumlah Artikel

Jumlah artikel penelitian penyakit AIDS di Indonesia yang terdapat pada

database online PubMed sejak tahun 1978 sampai April 2009 adalah 159 artikel.

Penelusuran dilakukan pada tanggal 18 April 2009 pukul 13:05 Wib. Pola

penelusuran yang dilakukan dengan menggunakan entry term AIDS

INDONESIA. Hasil penelusuran melalui database online PubMed seperti terlihat

pada Gambar-1 berikut.

Gambar-1 Contoh Hasil Penelusuran database online PubMed

Penyebaran perkembangan jumlah publikasi artikel AIDS di Indonesia

(17)

Gambar-2 Perkembangan publikasi artikel AIDS di Indonesia

Penelitian penyakit AIDS di Indonesia mengalami peningkatan pada awal

tahun 1990 sampai akhir tahun 1999. Penelitian antara tahun 2000 sampai April

2009 relatif stabil dengan rerata 30 artikel.

Penyebaran jenis publikasi (publication type) dari 159 artikel, seperti

terlihat pada Tabel-1 berikut.

Tabel-1 Jenis Publikasi (publication type)

Jenis terbitan Jumlah artikel

Journal article 148 Research support 5

Editorial 3 Review 1 Comparative Study 1

Jumlah 159

Penyebaran jenis terbitan penelitian AIDS di Indonesia yang diperoleh

berupa artikel jurnal (93%), research support, editorial, review dan comparative

(18)

4.2 Penyebaran wilayah penelitian AIDS di Indonesia

Penyebaran wilayah penelitian penyakit AIDS ditentukan dengan

mengidentifikasi penggunaan nama wilayah di Indonesia dari judul dan abstrak

penelitian. Hasil yang diperoleh seperti terlihat pada Tabel-2 berikut.

Tabel-2 Penyebaran wilayah penelitian AIDS di Indonesia

No Wilayah Penelitian Jumlah Artikel %

Data wilayah penelitian yang teridentifikasi sebanyak 55 artikel dari 159

artikel penelitian AIDS. Penyebaran wilayah penelitian penyakit AIDS di

Indonesia dapat mengindikasikan bahwa penyebaran penyakit AIDS banyak terjadi

pada wilayah tersebut. Tabel diatas menunjukkan wilayah Bali (28,31%), Jakarta

(10,07%) dan Papua (3,77%) merupakan wilayah terbanyak dilakukan penelitian

AIDS di Indonesia. Hasil ini sesuai dengan data dari Komisi Penanggulangan

AIDS di Indonesia (http://www.aidsindonesia.or.id) tahun 2007 menunjukkan

bahwa kasus AIDS terbanyak dilaporkan dari DKI Jakarta, Papua dan Bali.

4.3 Penyebaran Institusi pelaksana penelitian

Institusi pelaksana penelitian ditentukan dengan mengidentifikasi asal atau

(19)

Tabel-3 Institusi pelaksana penelitian AIDS di Indonesia

No Asal Institusi Jumlah

Artikel

%

1 Departemen of Epidemiology, School of Public Health, University of

Michigan

12 7,55

2 AIDS and STD Prevention Program,

Indonesian Public Health Association, Jakarta

6 3,77

4 Faculty of Medicine, Udayana, Bali 5 3,14

3 Departemen of Internal Medicine, Faculty of Medicine, Univeristy Indonesia

4 2,52

5 Division of Allergy and Clinical Immunology, Faculty of Medicine, University of Indonesia

2 1,26

Institusi pelaksanaan penelitian penyakit AIDS di Indonesia paling banyak

dilakukan oleh Departemen of Epidemiology, School of Public Health, University of

Michigan (7,55%), AIDS and STD Prevention Program, Indonesian Public Health

Association, Jakarta (3,77%), Faculty of Medicine, Udayana, Bali (3,14),

Departemen of Internal Medicine, Faculty of Medicine, Univeristy Indonesia (2,52)

dan Division of Allergy and Clinical Immunology, Faculty of Medicine, University of

Indonesia (1,26%). Selebihnya penelitian dilakukan oleh berbagai institusi atau

lembaga penelitian di dalam dan luar negeri, baik secara perorangan atau

berkolaborasi.

4.4 Penyebaran artikel penelitian AIDS pada berbagai jurnal

Artikel penelitian AIDS di Indonesia sepanjang tahun 1978 sampai April

2009 sejumlah 159 artikel tersebar pada 85 jurnal ilmiah. Pola penyebaran artikel

pada 10 jurnal ilmiah seperti terlihat pada Tabel berikut. (selengkapnya lihat

(20)

Tabel-4 Penyebaran Artikel penelitian AIDS pada berbagai jurnal ilmiah

No

Judul Jurnal Jumlah

Artikel

Jumlah Kumulatif

%

1 Acta Med Indones. 2005 Jan-Mar;37(1):49-50. 10 10 6,29

2 AIDS. 1994;8 Suppl 2:S165-72. 9 19 11,95

3 AIDS Care. 1993;5(3):289-303. 7 26 16,35

4 AIDS Wkly Plus. 1996 Oct 21:20. 7 33 20,75

5 AIDS Educ Prev. 1998 Feb;10(1):34-45. 6 39 24,53

6 Southeast Asian J Trop Med Public Health. 1994

Mar;25(1):102-6. 5 44 27,67

7 Aidscaptions. 1994 Aug;1(3):24-5. 4 48 30,19

8 AIDSlink. 1994 Sep-Oct;(29):7. 4 52 32,70

9 Sex Transm Dis. 2002 Jan;29(1):50-8. 4 56 35,22

10 AIDS Wkly. 1994 Dec 19:11. 3 59 37,11

Tabel-4 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 39 artikel (24,53%)

penelitian penyakit AIDS di Indonesia diperoleh dari 5 judul jurnal. Selanjutnya

sebanyak 59 artikel (37,11%) diperoleh dari 10 judul jurnal.

Untuk menentukan jurnal inti dari penelitian penyakit AIDS digunakan

Hukum Bradford. Pengujian Hukum Bradford dilakukan terhadap 159 artikel

penelitian AIDS yang diperoleh dari database PubMed Online. Jumlah artikel

yang dimuat dalam suatu jurnal disusun berdasarkan jumlah artikel tertinggi.

Metode Bradford mengelompokkan hasil urutan jumlah artikel tertinggi

dan terendah kedalam empat pembagian daerah (zones). Pada penelitian artikel

penyakit AIDS di Indonesia pengelompokan jumlah artikel tertinggi dan terendah

digabi menjadi tiga daerah. Hasil pembagian daerah tersebut seperti terlihat pada

(21)

Tabel-5 Pembagian Daerah Artikel Jurnal Menurut Hukum Bradford

Rumus Bradford menyatakan bahwa perbandingan jumlah jurnal yang

memuat artikel lebih kurang sama, yaitu 1 : n : n2 : n3. Jumlah rata-rata artikel

pada tiga daerah tersebut adalah 39. Hasil pengamatan untuk perbandingan jumlah

jurnal dan jumlah artikel pada penelitian AIDS di Indonesia adalah:

1 : 2,4 : 2,42 = 1 : 2,4 : 5,76

Perbandingan daerah pada Tabel diatas diperoleh hasil yaitu:

5 : 12 : 29 = 1 : 2,4 : 5,8

Pengujian hukum awal Bradford yang menyatakan perbandingan hasil 1 :

2,4 : 5,76 pada artikel penelitian penyakit AIDS di Indonesia dapat teruji. Hasil

ini diperoleh melalui perhitungan n yang dilakukan dengan perolehan

perbandingan 1 : 2,4 : 5,8. Hasil ini mengindikasikan bahwa dari 159 artikel

penelitian AIDS yang terdapat pada database PubMed sebanyak 39 artikel

diperoleh dari 5 jurnal inti (core journal), 40 artikel diperoleh dari 12 jurnal semi

inti dan 39 artikel diperoleh dari jurnal pelengkap.

Sehingga dapat dikatakan bahwa jurnal inti untuk penelitian penyakit AIDS

di Indonesia adalah jurnal Acta Medica of Indonesia, AIDS, AIDS Care, AIDS Wkly

Plus dan AIDS Educ Prev.

4.5 Tingkat kolaborasi peneliti

Komposisi pengarang untuk penelitian AIDS di Indonesia seperti terlihat

(22)

Tabel-6 Komposisi pengarang artikel AIDS di Indonesia

Tabel-6 diatas memperlihatkan bahwa 44 (27,7%) artikel penelitian AIDS

dilakukan secara perorangan. Selanjutnya 88 (55,3%) artikel penelitian AIDS

dilakukan secara berkolaborasi. Pada database PubMed untuk penelitian artikel

AIDS ditemukan 23 (14,5%) artikel tidak diketahui penelitinya. Selebihnya 4

artikel penelitian dilakukan oleh lembaga, yaitu oleh Aids International, Family

Health International, Penon Institute dan UNESCO.

Tingkat kolaborasi peneliti untuk penelitian penyakit AIDS di Indonesia

dihitung menggunakan metode Subramanyam. Hasil yang diperoleh seperti

terlihat pada Tabel-7 berikut.

Tabel-7 Tingkat kolaborasi peneliti AIDS

Tunggal

Pada Tabel-7 diatas ditemukan nilai C atau Tingkat Kolaborasi sebesar 0,72.

Hal ini berarti bahwa nilai C lebih besar dari 0,5 dan kurang dari 1. Metode

Subramanyam yang sesui dengan hasil penelitian ini adalah 0,5<C<1. Sehingga

diperoleh 0,5<0,72<1. Artinya bahwa artikel hasil penelitian penyakit AIDS di

(23)

5. KESIMPULAN

a. Perkembangan penelitian penyakit AIDS di Indonesia sepanjang tahun 1978

sampai 2009 cendrung meningkat, terutama antara tahun 1995 sampai 1999.

b. Institusi peneliti untuk penelitian penyakit AIDS di Indonesia umumnya

dilakukan oleh Departement of Epidemiology, School of Public Health, University

of Michigan; AIDS and STD Prevention Program, Indonesian Public Health

Association, Jakarta; Faculty of Medicine, Udayana, Bali dan Departement of

Internal Medicine, Faculty of Medicine, Univeristy Indonesia.

c. Wilayah yang terbanyak menjadi objek penelitian penyakit AIDS di Indonesia

adalah DKI Jakarta, Bali, Papua dan Surabaya.

d. Berdasarkan hukum Bradford jurnal Acta Medica of Indonesia, AIDS, AIDS

Care, AIDS Wkly Plus dan AIDS Educ Prev dapat dijadikan sebagai jurnal inti

(core journal) untuk penelitian artikel AIDS di Indonesia

e. Berdasarkan hasil metode Subramanyam penelitian penyakit AIDS di Indonesia

umumnya dilakukan secara berkolaborasi.

Daftar Kepustakaan

Bankson, Heather L. 2009. Health literacy: an exploratory bibliometrics analysis

1997 – 2007. Journal of the Medical Library Association, April 2009; 97(2):

p. 148

Bar-Ilan. 2001. Data collection methods on the web for informetric purpose. A

Review and analysis. Scientometrics, 50(1): p. 7 – 32

Igif G, Prihanto. 2002. Kolaborasi. Kumpulan makalah kursus bibliometrika. Jakarta:

Masyarakat Informatika Indonesia

Ishak. 2005. Analisis bibliometrika terhadap artikel penelitian penyakit malaria di

Indonesia tahun 1970-April 2004 menggunakan database online PubMed.

Pustaha: Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi. 1(2): p. 17 – 25

Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia. 2008. Statistik kasus AIDS sampai dengan

(24)

Macias-Chapula, C.A. dan Mijangos-Nolasco A. 2001. Bibliometric analysis of AIDS

literature in Central Africa. Proceedings of the 8th International Conference

on Scientometrics and Informetrics Vol.1: p. 419 – 426

Mustafa. 2002. Mengenal hukum Bradford. Kumpulan makalah kursus bibliometrika.

Jakarta: Masyarakat Informatika Indonesia

National Library Medicine. 2008. Searching PubMed guides.

(http://www.nlm.nih.gov)

Qin, Jian. 2008. F.W. Lancaster: a bibliometric analysis. Academic Research Library,

Spring 2008, 56(4): p. 954

Sing, Gian, Rekha Mittal dan Moin Ahmad. 2007. A Bibliometric study of literature

on digital libraries. The Electronic Library, 2007 25(3): p. 342-488

Sulistiyo-Basuki. 2002. Bibliometrics, Sciontometrics, dan Infometrics. Kumpulan

makalah kursus bibliometrika. Jakarta: Masyarakat Informatika Indonesia

UNAIDS. 2008. Asia : AIDS epidemic update : regional summary. Switzerland :

UNAIDS

UNAIDS. 2008. Report on the global HIV/AIDS epidemic 2008: excecutive

Gambar

Tabel-6 Tabel-7
Gambar-1  Gambar-2
Gambar-1 Contoh Hasil Penelusuran database online PubMed
Tabel-1 Jenis Publikasi (publication type)
+6

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data penyakit HIV dan AIDS dan Membantu pemerintah untuk mengontrol dan menekan persebaran HIV dan AIDS di Kota Yogyakarta

Asia. Selain itu dari tabel di atas juga dapat diuraikan bahwa sebanyak 49 artikel yang membahas tentang penyakit avian influenza diperoleh dari jurnal Lancet, sebanyak 44

Langkah-Iangkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : mengidentifikasikan artikel tentang penyakit avian influenza di Asia, analisis jurnal

artikel bidang ilmu perpustakaan dan informasi di Indonesia pada rentang tahun 1978-2007 cenderung tidak memiliki perbedaan yang signifikan apabila data yang

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data penyakit HIV dan AIDS dan Membantu pemerintah untuk mengontrol dan menekan persebaran HIV dan AIDS di Kota

Dengan adanya penelitianlini, peneliti telah mencoba untuk menganalisis dan menyajikan fakta tentang analisis bibliometrika terhadap publikasi hasil penelitian

Latar Belakang : Epidemi HIV AIDS saat ini telah melanda seluruh negara di dunia. Semarang adalah penyumbang angka HIV/AIDS terbesar di Jawa Tengah. Penyakit HIV AIDS

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data penyakit HIV dan AIDS dan Membantu pemerintah untuk mengontrol dan menekan persebaran HIV dan AIDS di Kota Yogyakarta