• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUMPULAN PERATURAN TENTANG LPSE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KUMPULAN PERATURAN TENTANG LPSE"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

KUMPULAN

PERATURAN

TENTANG LPSE

KEMEN TERIAN

KES E

lA

tAN

:  I  J,  I  I G  :  I /'  M 

)F. 5 1 JUO !

.  } A  I  ' 

I  UN!l'l G I N l S I - ATIN

1 2 q 5  ' 

" : 1 1 S ?:i1l14iC.Zll [}

(2)
(3)

. ·LPSE

セ@

(4)

-PERATURAN MENTER! KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

N()M9R

Tエ_セOmセnセOpセrOn OセqQq@

TENTANG

PEIlGADAAN BARANG/JASA SECARAELEKTROMK

DI LINGKUNGAN KEMENTERlAN KESEHATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERl KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Men imbang: a. bahwa untuk lebih meningkatkan efisiensi, efektifitas,

transparansi, persaingan sehat dan akuntabilitas dalam

pelMsMaan pengadafID par@g/jasa

di

lingktJngClJ1

Kementerian Kesehatan, perlu dilaksanakan pengadaan

barang/jasa seeara elektronik;

b.

bahwa

berdasarkan

pertimbangan

sebagaimana

dimaksud

pada

huruf

a,

perlu

mengatur

penyelenggaraan

Pengadaan

Barang/

asa

Secara

Elektronik dengan Peraturan Menteri Kesehatan.

Mengingat

1.  

Undang-Undang Nornor

11 

Tabun

2008

tentan g

Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran. Negara

Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambaha tl

Lembaran Negara RepubHk Indonesia Nomor 4843);

2. Keputusan Presiden NomoI' 80 Tahun 2003 tentang

PedQrnan

Pelaksanaan

Pengadaan

Barang/

Jasa

Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tabun 2003 Nomor 120, Tambaban Lembaran Negara

Repuhlik Indonesia NomoI' 4330) sebagaimana t elal l

diubah beberapa

kali

terakhir dengan Peraturan

Presiden Nomor 95 Tahun 2007;

3.

Peraturan Menteli Keseha tan Nomor 1575/Menkes/Per/

XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departem

'11

Kesehatan sehagaimana telah

diubah beberapa

k R Jj

terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan No mar

439/ Menkes/Per /Vl/2009;

MEMUTUS KAN:

(5)

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK IN,oONESIA

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal

1

Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan:

1.

Pengadaan barang/jasa secara elektronik adalah kegiatan pengadaan

barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilaku1;can secara

elektronik yang berbasis

web/internet

dengan memanfaatkan fasilitas

teknologi komunikasi dan informasi.

2.

Pelelangan umum adalah metode pemilihan penyedia barang/jasa

yang dilakukan secara terbuka. dengan pengumuman secara luas

melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk

penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang

berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.

3.

Lelang umum secara elektronik adalah pengadaan barangfjasa yang

proses pelaksanaannya dilakukan dengan pelelangan umum secara

terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan

menggunakan media elektronik yang berbasis

web/ internet

dengan

memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi.

4.

Unit Layanan Pengadaan Secara E1ektronik, yang seianj u tnya

disingkat Unit LPSE, adalah unit yang melayani proses pengadaan

barang/jasa secara elektronik.

5.

Pejabat Pembuat Komitmen, yang selanjutnya disingkat PPK, ad alah

pejabat yang diangkat oleh Pengguna Anggaran/ Kuasa Penggun a

Anggaran sebagai pemilik pekerjaan, yang bertanggungjawab alas

pelaksanaan pengadaan baran g/jasa.

6.

Panitia pengadaan adalah tim yang diangkat oleh Pengguna

Anggaran/Kuasa

Pengguna

Anggaran

untuk

melaksan' lean

pemilihan penyedia barang/jasa.

7.

Penyedia barang/jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan

yang kegiatan usahanya menyediakan barang/jasa.

8.

Dokumen elektronik adalah s etiap informasi elektronik yang dibu a t,

diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk

analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapaL

dilihat, ditrunpilkan dan atau

diden gar

m elalui komputer atau sistern

elektronik, tenn asuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara,

grunbar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka,

kode akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti a tau

dapat dipahruni oleh orang rnampu rnemahaminya.

9. Message Diggest 5, 

yang selanjutnya disebut

MDS,

adalah s u a tu

metodologi untuk memberi jarninan bahwa dokumen elektronik yang

(6)

10.   Tanda  tangan  elektronik  adalah  tanda  tangan  yang  terdiri  atas 

セョヲッイュ。ウセ@

elektronik  yang  dilekatkan,  terasosiasi  atau  terkait dengan  mformasl  elektronik  lainnya  yang  digunakan  sebagai  alat  verifikasi  dan autentikasi. 

11.   User ID adalah  nama  atau  pengenal  unik sebagai  identitas  diri  yang  digunakan untuk beroperasi di dalam suatu sistem elektronik. 

12. Password adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh 

pengguna  jaringan  atau  sebuah  sistem  operasi  multi  user (banyak 

pengguna)  untuk  memverifikasi  user ID kepada  sistem  keamanan 

yang dimiliki oleh jaringan atau sistem tersebut. 

Pasal2 

Lingkup  Peraturan Menteri Kesehatan ini meliputi pengadaan barang/jasa  dengan  metode  pemilihan  penyedia  barangfjasa  pemborongan/jasa  lainnya melalui pelelangan umum. 

BAB II

PENYELENGGARAAN

Pasal  3 

Pengadaan  barang/jasa  secara  elektronik  dilakukan  oleh  penyelenggara  yang  terdiri  dari.  unsur  LPSE,  PPK,  Panitia  Pengadaan  dan  Penyedia  BarangjJasa. 

Bagian Pertama

Layanan Pengadaan Secara Elektronik 

Pasal  4 

(1)   Untuk  menyelenggarakan  proses  pengadaan  barangjjasa  secara  elektronik dibentuk unit LPSE. 

(2)   LPSE  sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  bertugas: 

a.   mengoperasikan  dan  memelihar8_  sistem  pelayanan  pengadaan 

barangjj asa secara elektronik; 

b.   melakukan  verifikasi  penyedia  barang/jasa  yang  akall 

mendaftarkan  untuk  memperoleh  User ID dan  ーセウキ。イ」ャ@

penggunacm  LPSE: 

c.   memberitahukan  kepada  PPK  apabila  ditemukan 

penyimpangan­penyimpangan  prosedur  atas  pelaksan aan 

pengadaan barangjjasa secara elektronik. 

(7)

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Bagian Kedua

Pejabat Pembuat Komitmen 

Pasal5 

(1)   Pengadaan  barang/jasa  elektronik  dilakukan  oleh  Pejabat  Pembuat  Komitmen  yang  diangkat  oleh  Kuasa  Pengguna  Anggaran  sat uan  kerja yang bersangkutan. 

(2)   Pejabat  Pembuat  Komitmen  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1) 

bertugas: 

a  menyusun  rencana pengadaan barang/jasa; 

b.  menetapkan  paket­paket pekerjaan disertai  ketentuan  mengenai 

peningkatan  penggunaan  produksi  dalam  negeri  dan 

peningkatan  pemberian  kesempatan  bagi  usaha  kecil  termasuk  koperasi  kecil,  dan menetapkan paket untuk swakelola; 

c.  menetapkan  dan  mengesahkan  harga  perkiraan  sendiri  (HPS), 

jadwal,  tata  cara  pelaksanaan  dan  lokasi  pengadaan  yang  disusuri  panitia pengadaan; 

d.  menetapkan  dan  mengesahkan  dokumen  pengadaan  secara 

elektronik; 

e.  menetapkan  dan  mengesahkan  hasil  pengadaan  yang  dilakukan 

panitia pengadaan sesuai kewenangannya; 

f.  menetapkan  besaran  uang  muka  yang  menjadi  hak  penyedia 

barang/ jasa sesu:li ketentuan yang  b{;rlaku; 

g.  menyiapkan,  menanda.tangani  dan  melaksanakan 

perjanjian/ kontrak denga n  pihak p e nyedia  barang/jasa; 

h .  melaporka n  pelaksanaan/ penyeles a ian  pengadaan  baran g / j as8  kepada  Kuasa Pengguna Anggarall  ; 

1.  mengendalikan  pelaksanaan  perjanjian/ kontrak; 

J.  menyerahkan  aset  hasil  pengadaan  barang/jasa  dan  a sel 

lainnya kepada  Menteri dengan  berita acara penyerahan; 

k.  menandatangani  pakta  integritas  sebelum  pelaksarlaan 

pengadaan  barang/jasa secara elektronik dimulai;  dan 

1.  menindaklanjuti  pemberitahuan  dari  LPSE  apabila  ditemuk8 n 

penyimpangan  prosedur pengad8.an  barang/jasa. 

Bagian Ketiga

Panitia Pengad a an 

Pasa!  6 

(1)   Panitia  Pengadaan  barang/jasa  diangkat  oleh  Kuasa  Pen gg una 

Anggaran  pada satuan  kerja yang bersangkutan. 

(2)   Panitia Pengadaan  sebagaimana dimaksud  pada ayat (1)  bertugas : 

(8)

a.   menyusun  jadual  dan  menetapkan  cara  pelaksanaan  serta  lokasi pengadaan; 

b.   menyusun dan menyiapkan harga perkiraan sendiri (HPS); 

c.   menyusun  dan  menyiapkan  dokumen  pengadaan  berdasarkan 

acuan yang tdah ditetapkan oleh LPSE; 

d.   mengumumkan  pengadaan  barangjjasa  di 

website

pengadaan 

Kementerian Kesehatan; 

e.   menilai kualifikasi penyedia barangjjasa; 

f.   melakukan evaluasi  terhadap penawaran yang masuk; 

g.   mengusulkan calon pemenang; 

h.   membuat laporan  mengenai  proses  dan  hasil  pengadaan  kepada 

FPK  danjatau  Pengguna  AnggaranjKuasa  Pengguna  Anggaran;  dan 

1.   menandatangani  pakta  integritas  sebe1um  pelaksanaan 

pengadaan barangjjasa secara elektronik dimulai. 

Bagian Keempat

Penyedia Barangj J asa 

Pasal  7 

(1)   Penyedia BarangjJasa wajib memenuhi persyaratan sebagai  berikut : 

a.   mendaftarkan  diri  kepada  LPSE  dan  bersedia  untuk  dilakukan 

verifikasi  secara  azas  nyata  oleh  LPSE,  sebelum  Penyedi a  BarangjJasa  diberi  kode  akses  untuk  masuk  ke  dalam  sistem  pengadaan secara elektronik; 

b.   memenuhi  ketentuan  perundang­undangan  untuk  menjalankan 

usaha/kegiatan sebagai Penyedia  Barang/Jasa; 

c.   merniliki  keahlian,  pengalaman,  kemalnpuan  teknis  dan 

manajerial untuk menyediakan barang/jasa; 

d.   tidak  dalam  pengawasan  pengadilan,  tidak  pailit,  kegiatan 

usahanya  tidak  sedang  dihentikan,  danj atau  direksi  yang  bertindak untuk dan atas nama perusahaan  tidak sedang daLam  menjalani sanksi pidana; 

e.   secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak; 

f.   sebagai  wajib  pajak  sudah  memenuhi  kewajiban  perpaj akan 

tahun  terakhir,  dibuktikan  dengan  melampirkan  fotokopi bu k ti 

tanda  terima  penyrunpaian  Surat  Pajak  Tahunan  (SPT)  PCl,jak. 

Penghasilan  (PPh)  tahun  terakhir,  dan  f6tokopi  Surat  Setoran  Pajak (SSP)  PPh Pasal 29; 

g.   dalam  kurun  waktu  4  (empat)  tahun  terakhir  pernah 

(9)

MENTERIKESEHATAN   REPUBLIK  INDONESI.6.  

h.   memiliki  sumber  daya  mallusia,  modal,  peralatan,  dan  fasilitas  lain yang diperlukan dalam pengadaan barangjjasa; 

1.   tidak masuk dalam daftar hitam; 

j.   memiliki  alamat  tetap  dan  jelas  serta  dapat  dijangkau  dengan 

pos; dan 

k.   menandatangani  pakta  integritas  sebelum  pelaksanaan 

pengadaan barangjjasa secara elektronik dimulai. 

(2)   Penyedia  BarangjJasa  orang  perseorangan  harus  rr..emenuhi 

persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kecuali huruf g. 

(3)   Penyedia  BarangjJasa  yang  keikutsertaannya  menirnbulkan 

pertentangan kepentingan dilarang menjadi Penyedia BarangjJasa. 

BABIU

PROSEDUR PELAKSANAAN

Pasal 8 

(1)   Pengadaan  barang/jasa  secara  elektronik  oleh  pengguna  barang 

dapat menggunakan  metode  : 

a.   Metode e­lelang umum pascakualifikasi dengan  1  (satu) 

file;

b.   Metode e­lelang umum pascakualifikasi dengan 2  (dua) 

file;

c.   Metode e­lelang umum prakualifikasi dengan 2  (dua) 

file;

(2)   Pedoman  teknis  mekanisme  dan  prosedur  pelaksanaan  pengadaan  barangjjasa  elektronik  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1 )  dilaksanakan  sesuai  ketentuan  yang  ditetapkan  Lembaga  Kajia_n  Pengadaan Barang jJasa Pemerintah. 

Pasal  9 

Pertukaran  dokumen  elektronik  dalam  rangka  pengadaan  barangjjasa  secara  elektronik  di  lingkungan  Kemente r ian  Kesehatan,  dilaksanakal  dengan  ketentuan sebagai berikut: 

a .  Proses  pengadaan  barangjjasa  secara  elektronik  di 

Kementerian  Kesehatan  dilakukan  melalui 

www.lpse.depkes.go.id

lingkungan  w eb 'it e

b.  User ID dan  password seltuuh  p engguna  sistem  pengadaan 

barangjjasa  secara  elektronik di  lingkungan  Kementerian  Kes  h  tan  merupakan  representasi  dari  penggulla  dan  terasosiasi  tel'ha.d aIJ  seluruh aktivitas dalam pengadaan bara ngjjasa secara elektronik. 

c.   User ID dan  password sebagaimana  dimaksud  pada  hu ruf  b 

terasosiasi  terhadap  seluruh  dokumen  elektronik  yang  dikirim  kc 

sistem  pengadaan  barangjjasa  secara  elektronik,  sehingga  diakui 

sebagai salah satu komponen yang mengesahkan dokumen  terscb ut.  d .   Autentikasi  dokumen  elektronik  dalam  pelaksanaan  pengadaaI1 

(10)

menghasilkan  sidik 

dokumen  elektronik.  jari  atau  hash key yang  unik  bagi  tiap­tiap 

e ,  Dalam 

セ。ャ@

penyedia  barang/jasa  telah  memberikan  persetujuan  dan 

ュ・ュセ・ョォ。ョ@ pernyataan  bahwa  dokumen  elektronik  yang  dikirim 

sesual  ?engan  dokumen  yang  diterima  oleh  sistem  pengadaan 

baranglJasa  secara  elektronik  berdasarkan hash key yang  dihasilkan 

dari MD5 sebagaimana ditetapkan dalam  Lampiran  Peraturan  Me nteri 

Kesehata n  ini,  maka  penyedia  barang/jasa  dianggap  telah 

menandatangani dokumen  tersebut secara elektronik. 

t,

Seluruh  dokumen  elektronik  s ebagaimana  dimaksud  dalam  huruf  c 

dan  huruf d  d apat diperlukan  sarna dengan  dokumen  tertulis,  kecuali 

dokumen  yang  harus  dibuat  secara  tertulis  mengacu  pada 

Undang-Undan g 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

BABIV

ETlKA DAN TANGGUNG JAWAB HUKUM

Pasal 10

(1) LPSE, PPK, Panitia Pengadaan, dan bertanggung jawab secara hukum terhadap :

Penyedia Barang/Jas;1

a,

b .

c,

kerahasiaan dan peny alahgunaan kode akses (User ID dan

Pass word) dalam penyelenggaraan barang/jasa elektronik;

kerahasiaan dan penyalahgunaan data dan informasi elektronik yang tidak diperuntukan untuk umum;

p emenuhan ketentuan yan g berlaku dalam penga da a n barang/jasa.

(2)  LPS E, PPK , Panitia P e ngadaan dan Pe n ye dia Barang/ Jasa dilarang :

a . 

b. 

mengacaukan , dan/atau me rusak sistem pengachall

barang/ jas8 SeCa1'3 elekt ron ik ;

mencuri informasi, memanipula s i data, danl atau berlJu a t curang dalam pengadaan barang /jasa secara elektronik ya u' dapat mempengaruhi tujuan pengadaan.

(3)  Selain p e menuh a n ketentuan s ebagaimana dimaksud pada ay a t (1) d 3.n ayat (2 ) LPSE , PPK, Panitia Pengadaan, dan Pen y ccl j;:,t Barang/Jasa harus mema tuhi etika pengadaan , barc:. n g / jas; \ s e baga ima na dialur d a lam peraturan p e rundan g-undangan .

BABV

PEMBINAAN DAN PEN AWASAN

Pasal 11

(1)  Pembinaan dan Pengawasan pelaksanaan Peraturan ini dilakukan aleh Sekretaris Jenderal dan Biro Keuangan dan Perlengk ap a n Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan sesuai kewenangan masin g masing.

(11)

MENTERI  KESEHATAN   REPUBLIK  INDONESIA  

(2 )   Dalam  rangka  pelaksanaan  pembin a an  dan  pengawasan  dapat  mengambil tindakan administratif. 

(3)   Tindakan  administratif  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (2)  d a p at  berupa: 

a .   Teguran lisan; 

b .   Teguran  tertulis; 

danl

atau 

c.   Pencabutan kode akses LPSE Kementerian Kesehatan 

BABVI

KETENTUAN PERALlHAN·

Pasal  12 

Sebelum  terbentuknya  Unit  LPSE  di  lingkungan  Kementerian  Kesehatan,  pelaksanaan  pengadaaIl  barang/jasa yang  diselenggarakan  di  lingkungan  Kantor Pusat Kementerian Kesehatan dapat dilakukan secara manual. 

BABVI

KETENTUAN PENU'l'UP

Pasal  13 

Pe ra turan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 

Agar  setiap  orang  mengetahuinya,  memerintahkan  pengundangan 

pera turan  1m  dengan  penempatannya  dalam  Berita  Negara  Rc p ublik 

Indonesia. 

Diteta pkan di Jakarta  Pada  tanggal 7  April  2010 

(12)

KEPUTUSAN  MENTERI  KESEHATAN  REPUBLIK INDONESIA   NOMOR  013/MENKES/SK/I/2012  

TENTANG  

PETUNJUK TEKNIS  LAYANAN  PENGADAAN  BARANG/JASA SECARA   ELEKTRONIK  KEMENTERIAN  KESEHATAN  

DENGAN  RAHMAT TUHAN  YANG  MAHA  ESA   MENTERI  KESEHATAN  REPUBLIK  INDONESIA,  

Men im bang:  a.  bahwa  untuk  kesamaan  persepsi  dalam'  layanan  pengadaan  barang/jasa secara elektronik di ­lingkungan 

Kementerian  Kesehatan  berdasarkan  Peraturan 

Presiden  Nomor  54  Tahun  2010  tentang  Pengadaan  Barang/Jasa  Pemerintah  perlu  Petunjuk  Teknis  Layan&n  Pengadaan  Barang/Jasa  Seeara  Elektronik  Kementerian  Kesehatan  agar  efisien,  efektif,  transparan,  bersaing,  adil,  tidak  diskriminatif,  dan  akuntabel; 

b.  bahwa  berdasarkan  pertimbangan  sebagaimana 

dimaksud  dalam  huruf  a  tersebut  di  atas,  perlu  menetapkan  Keputusan  Menteri  Kesehatan  tentang  Petunjuk  Teknis  Layanan  Pengadaan  Barang/ Jasa  SecClra  Elektronik Kementeri a n  Kesehatan; 

Mengingat  1.   Undang  Undang  Nomor  11  Tahun  2008  ten tang  Informasi  dan  Transaksi  Elektronik  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2008  Nomor  58,  Tambahan  Lembaran  Negara Republik Indonesia Nomor 4843);  2.   Peraturan  Presiden  Republik  Indonesia  Nomor  54 

Tahun  2010  tentang  Pengadaan  Barang/Jasa 

Pemerintah  dan  perubahannya  Peraturan  Presiden  Nomor  35  Tahun  2011  tentang  Perubahan  Atas  Peraturan  Preside .1  Nomor  54  Tahun  2010  tentan g  Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 

3.   Peraturan  Menteri  Ke  ehatan  Nomor  462/Menkes/Per /  IV / 2 010  tentan g  Pengadaan  Barang/ Jasa  Sec 31a  Elektronik di  lin gkungan  Ke menterian  Kesehatan; 

4 .   Peraturan  Menteri  Kesehatan  Nomor  463/Menkes/Per/  IV /2010  tentang  Organisasl  dan  Tata  Kerja  Layanan 

Pengadaan  Secara  Elektronik  di  Kementerian 

(13)

Menetapkan 

KESATU 

KEDUA 

KETIGA 

MENTERIKESEHATAN   REPUBLIK  INDONESIA  

­

2  -5.   Peraturan  Menteri  Kesehatan  Nomor  1144/Menkes/ 

p・イェviiiェセoャo@ ten tang  Organisasi  dan  Tata  Kerj a 

Kementenan  Kesehatan  (Berita  Negara  RepubUk 

Indonesia Tahun 2010 Nomor 585); 

6.   Peraturan  Menteri  Kese h atan  Nomor  1893jMenkesj 

PerjIXj2011  tentang  Unit  Layanan  Pengadaan 

Barangj Jasa di  lingkungan Kementerian Kesehatan; 

7.  Peraturan  Kepala  Lembaga  Kebijakan  Pengadaan  BarangjJasa Pemerintah  Nomor  2  Tahun  2010  tentang  Layanan Pengadaan Secara Elektronik; 

MEMUTUSKAN  : 

KEPUTUSAN  MENTERI  KESEHATAN  TENTANG 

PETUNJUK  TEKNIS  LAYANAN  PENGADAAN 

BARANG/JASA  SECARA  ELEKTRONIK  KEMENTERIAN  KESEHATAN . 

Petunjuk Teknis  Layanan  Pengadaan  Barahgj Jasa Secara  Elektronik  sebagaimana  tercantum  dalam  Lampiran  yang  merupakan  bagian  yang  tidak  terpisahkan  dalam  Keputusan  Menteri ini. 

Petunjuk  teknis  Layanan  Pengadaan  BarangjJasa Secara  Elektronik  sebagaimana  dimaksud  dalam  Diktum  Kesatu  merupakan  acuan  bagi  para  pejabat  pengelola  keuangan  dan  barang  milik  negara  di  lingkungan  Kementerian  Kesehatan  baik  di  kantor  pusat  maupun  Unit  Pelaksana  Teknis di daerah . 

(14)

­3-LAMPlRAN 

KEPUTUSAN  MENTER!  KESEHATAN  NOMOR  013jMENKESjSKjlj2012  TENTANG 

PETUNJUK TEKNIS  LAYANAN  PENGADAAN 

BARANG/JASA  SECARA  ELEKTRONI K 

KEMENTERIAN  KESEHATAN 

PETUNJUK TEKNIS  LAYANAN  PENGADAAN  

BARANG/JASA  SECARA  ELEKTRONIK  KEMENTERIAN  KESEHATAN  

LATAR  BELAKANG 

Dalam  rangka  meningkatkan  prinsip  dasar  pengadaan  barang/jasa  pemerintah  yaitu  efisien,  efektif,  transparan,  terbuka,  bersaing,  adil/tidak  diskriminatif  dan  akuntabel  sebagaimana  tercantum  dalam  Peraturan 

Presiden  Nomor  54  Tahun  2010  tentang  Pengadaan  BarangjJasa 

Pemeri ntah,  Kementerian  Kesehatan  telah  membentuk  Layanan  Pengadaan  Barang/ Jasa  Secara  Elektronik  (LPSE)  Kementerian  Kesehatan .  Dalam  pelaksanaannya LPSE  Kementerian  Ke sehatan  menggunakan  aplikasi Sistem  Pengadaan  Barang/Jasa  Secara  Elektronik  (SPSE)  dan  database 

E-Procurement yang  dikembangkan  oleh  Lembaga  Kebijakan  Pengadaan 

Barang/ Jasa Pemerinta h  (LKPP). 

Man[aat  utama  pengadaan  barang/jasa  secara  elektronik  adalah  aspe k 

non-contact dari  para  pihak  yang  terlib at  dalam  pengadaan.  Dengan  demik ian , 

slstem  ini  diharapkan  Panitia  Pengadaan jUnit  Layanan  Pengadaan  (ULP) 

、。ー。セ@ bekerja  secara  profes s ional  tanpa  haru s  berhadapan  dengan  pe s er ta 

lela n o.  Dengan  si stem  ini,  semu a  proses  pcngadaan  yang  dimul ai  d a ri  pengumuman,  pend aftaran,  p engambilan dokumen,  penjelasan,  pembukaan, 

(15)

MENTERIKESEHATAN   REPUBLIK  INDONESIA  

­4-I.  TUJUAN  

Tujuan  petunjuk  teknis  Layanan  Pengadaan  BarangjJasa Secara  Elektronik  adalah セゥー・イッャ・ィョケ。@ acuan  untuk melakukan  pengadaanbarangjjasa secara  elektromk  pada  satuan  kerja  di  lingkungan  Kementerian  Kesehatan  baik  di  Kantor  Pusat maupun  Unit Pelaksana Teknis di  daerah. 

!.   RUANG  LINGKUP 

Ruang  lingkup  petunjuk  teknis  pengadaan  barangjjasa  secara elektronik  ini  meliputi  : 

1.   Pengadaan  barangjjasa  yang  pembiayaannya  bersumber  dari  Anggaran  Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

2.   Pengadaan  barangjjasa  yang  dananya  bersumber  dari  Pinjaman  dan  Hibah  Luar  Negeri  (PHLN)  yang  berpedoman  pada  ketentuan  Peraturan  Presiden  Nomor  54  tahun  2010  tentang  Pengadaan  Barangj Jasa  Pemerintah. 

I . DEFINISI 

Dalam  petunjuk  teknis  ini,  yang dimaksud dengan: 

1.   Pengadaan  secara  elektronik  atau  E-Procurement adalah  Pengada a u  Barangj Jasa  yang  dilaksanakan  dengan  menggunakan  teknolo gi  informasi  dan  transaksi  elektronik  sesuai  dengan  ketentuan  perundan  -undangan. 

2.   Pengguna  Anggaran  yang  selanjutnya  disebut  PA  adalah  Pejabat  pemegang kewenangan penggunaan anggaran  Kementerian  Kesehatan . 

3.   Kuasa  Pengguna  Anggaran  yang  selanjutnya disebut  KPA  adalah  pejabat  yang ditetapkan  oleh  PA  untuk menggunakan APBN  atau ditetapkan olch 

Kepala Daerah  untuk menggunakan APBD. 

4.   Pejabat  Pembuat Komitmen  yang selanjutnya disebut PPK adalah  pejaba t  yang  bertanggung jawab atas pelaksanaan  Pengadaan Barangj Jasa. 

(16)

­5-6 . 

Panitia/Pejabat  Penerima  Hasil  Pekerjaan  adalah  panitia/pejabat  yan g  ditetapkan  oleh  PA/KPA  yang  bertugas  memeriksa  dan  menerima  has il  pekerjaan . 

7.   Aparat  Pengawas  Intern  Pemerintah  atau  pengawas  intern  pada  institusi  lain  yang  se1anjutnya  disebut  APIP  adalah  aparat  yang  melakukan  pengawasan  melalui  audit,  reviu,  evaluasi,  pemantauan  dan  kegiatan  pengawasan  lain  terhadap  penyeJenggaraan  tugas dan fungsi  organisasi . 

8.   Penyedia  Barang/ Jasa  adalah  badan  usaha  atau  orang  perseorangan  yang kegiata n  usahanya menyediakan  barang/jasa. 

9.   Pakta  Integritas  adalah  surat  pernyataan  yang  berisi  ikrar  untuk  mencegah  dan  tidak  melakukan  kolusi,  korupsi  dan  nepotisme  dalam  Pengadaan  Barang/ J asa . 

10.  Unit  Layanan  Pengadaan  Barang/Jasa Secara  Elektronik di  Kementerian  Kesehatan  yang  s elanjutnya  disebut  unit  LPSE,  adalah  unit  yang  melayani  proses  pengadaan  barang/jasa  secara  elektronik  di  lingkungan  Kernenterian  Kesehatan. 

11.  Sistem  Pelayanan  Pengadaan  Barang/Jasa  Secara  Elektronik  (SPSS)  Kementerian  Kesehatan  selanjutnya  disingkat  SPSE  Kernenterian  Kesehatan  ad ;:dah  kt:sisteman  meliputi  aplikasi  perangkat lunak (aplikasi  SPSE)  dan  database E-Procurement yang  dikernbangkan  oleh  LKPP  untuk  di gunakan ol eh  LPSE  Kementeri a n  Kesehatan  dan  infrastrukturnya. 

12 . Admin  Sis tem  a dalah  petugas  LPSE  yang  bertugas  rnelakukan  instalas i  dan  menjaga SPSE . 

13.  Admin  PPE  adalah  petugas  LPSE  Kementerian  Kesehatan  yall g  mempunyai  tugas  m e mberikan  Us er ld dan  password kepada  admill 

Age ncy, Verifi k alor, Helpdes k, Train e r.

14.  Admin Age ncy ad alah  Petuga s  LPSE  yang  berada  di  setiap  Unit  Utama  Kementerian  Ke s ehatan  yang  mempunyai  tugas  memberika n  password

dan user ID kepada PPK  dan  panitia peng8daan/Kelompok kerja ULP. 

15. Verifikator adalah  petugas  LPSE  yang  bertugas  memverifikasi  d a ta  penyedia  barang/jasa  untuk  mendapatkan  hak  akses  (User ID dan 

Password) .

(17)

MENTERIKESEHATAN   REPUBlIK INDONESIA  

­7-5.   Bidang Registrasi  dan Verifikasi,  terdiri dari  : 

a.  Admin Agency

b.   Verifikator. 

6.   Bidang Layanan  Pengguna   Help  desk  

7.   Bidang Pelatihan dan Sosialisasi. 

'I.   PENGGUNA  DAN  AKTIVITAS  PADA  LAYANAN  PENGADAAN  BARANGjJASA 

SECARA  ELEKTRONIK 

Pengguna  Layanan  Pengadaan  Barangj J asa  Secara  Elektronik  melipu ti  Panitia  pengadaan  barangjjasajUnit  Layanan  Pengadaan  (ULP)  dan  Penyedia  barangjjasa.  Aktivitas  yang  dilakukan  dalam  Sistem  Pengadaan  Secara Elektronik  (SPSE)  adalah sebagai berikut : 

1.   Panitia Pengadaan  BarangjJasajUnit Layanan  Pengadaan (ULP) 

Panitia  pengadaan  barangjjasajULP  mempunyai  aktivitas  sebagai  berikut: 

a.   membuat paket lelang;  b.   menyusun  Lelang;  c.   mengumumkan lelang; 

d.  meng-upload dokumen lelang; 

e.   melakukan  penjelasan lelang (aanwijzing);

f.   meng-upload addendum  dukumen  lelang  (apabila  ada  perubahall  dokumen  lelang) 

g.   men-download dan  melakukan  pembukaan dokumen  penawaran; 

h.   melakukan evaluasi  lelang; 

1.   meng-upload berita acara evaluasi  penawaran dan hasi1  pelelanga n, 

J.   menetapkan  pemenang lelang; 

k.   mengumumkan pemenang lelang;  dan  l.   menjawab  sanggahan. 

2 .   Penyedia BarangjJasa  

Penyedia BarangjJasa mempunyai  aktlvitas  sebagai berikut:  

a .   pendaftaran  Penyedia; 

b.   melengkapi data Penyedia; 

c.   mendaftar  untuk ikut lelang; 

d .   melakukan  penjelasan lelang (aanwijzing);

(18)

­8-f.   mengirim dokumen  kualifikasi' g.   mengirim  dokumen  penawaran; dan  h .   melakukan  sanggah; 

3.   Auditor  

Auditor mempunyai aktivitas sebagai  berikut:  

a.   akses  memasuki aplikasi  SPSE;  dan 

b.   mengakses  inforrnasi,  data,  mengunduh  dan  membuka file, baik yang  disampaikan  oleh  ULP  maupun  peserta  pemilihan  paket  pekerjaan  yang menjadi objek audit; 

(1.  TATA  CARA 

1.   PERSIAPAN 

Dalam  rangka  melaksanakan  pengadaan  Barang/ Jasa secara elektronik,  terlebih  dahulu melakukan  persiapan  sebagai berikut : 

a.   Satuan  Kerja 

1)  Satuan  Kerja  mendaftarkan  PPK  dan  Panitia/Pokja  ULP  kepada  Admin Agency Unit  Utama  masing­masing  untuk  mendapatkan  kode  akses (User 1D dan Password), dengan melampirkan: 

a)  Fotokopi  Daftar  lsian  Pelaksanaan  Anggaran.  (DIPA)  dan  Petunjuk Operasional  Kegiatan  (POK); 

b)  Fotokopi  SUrat  Keputusan  pe ngangkatan  sebagai  PPK  dan  Panitia Pengadaan/ULP; 

2)  Admin Agency di  Unit  Utama  memberikan  kode  akses (User ID

dan Password) kepada PPK dan Panitia/ Pokja ULP.  .  Penyedia  Barang/Jasa 

1)  Penyedia Barang/Jasa  melakukan  pendaftaran  secara  online di  SPSE Kementerian  Kesehatan; 

2)  Penyedla  Barang/ Jasa  melakukan  verifikasi  secara  offline k e  verifikator di  LPSE  Kementerian  Kesehatan  dengan  membawa  : 

a )  Isian  Formulir Pendaftaran  dan  Keikutsertaan; 

b)  Fotokopi  KTP  Direktur/Pemilik  Perusahaan/Pejabat  Yc)n g  berwenang di  perusahaan; 

(19)

MENTERIKESEHATAN  REPUBlIK INDONESIA 

­10-2)  Pendaftaran 

a)   Penyedia  barang  yang  sudah  mendapatkan  hak  akses,  dapat  memilih  dan  mendaftar  sebagai  peserta  lelang  pada  paket-paket pekerjaan yang diminati. 

b)   Untuk  penyedia  barangjjasa  yang  saling  bergabung  dalam  suatu  kon s orsium  atau  bentuk  kerja  sarna  lain,  maka  pendaftaran  lelang  dilakukan  oleh  pirnpinan  (leadfinn)

konsorsium atau  bentuk kerja sarna lain. 

e)   Dengan  mendaftar  sebagai  peserta  lelang  maka  penyedia  barangjjasa dianggap telah  menyetujui pakta integritas. 

d)  Dengan  mendaftar  sebagai  peserta  lelang,  dapat 

mengunduhj download dokumen pengada2.n.  3)  Pemberian  Penjelasan 

a)   Proses  pemberian  penjelasan  (aanwijzing) dilakukan  secara 

online tanpa  tatap  muka  melalui  aplikasi  SPSE  LPSE  Kementerian  Kesehatan. 

b)   Panitia  PengadaanjULP  menjawab  setiap  pertanyaan  yang  rnasuk  dan  hanya  boleh  menambah  waktu  tahap  penjelasan  untuk menjawab  pertanyaan  terakhir. 

c)   Pa nitia  PengadaanjULP  dilarang  menjawab  pertanyaan  dengan  cara  mengumpulkan  pertanyaan  terlebih  dahulu  d an  rnenjawab  pertanyaan tersebut sekaligus pada akhir jadwal. 

d)   Dalam  hal  waktu  tahap  penjdasan  telah  berakhir,  Panitia  PengadaanjULP  masih  mempunyai waktu  1  (satu) jam untuk  menjawab  pertanyaan­pertanyaan  yang  rnungkin  belum  terjawab. 

e )   Untuk  menjawab  pertanyaa n  beberapa  menit  s e b  Jum  tahapan  penjelasan  berakhir  (10  menit  terakhir),  Pa nitia  Pen g  rl aanjULP dapat menam b ah waktu penjelasan. 

f)   Dengan  terjawabnya  pertanya a n  terakhir  yang  dijawa b  lJi'tcL,' 

masa  penambahan  waktu,  penyedia  barang/jasa  ti dal<.  diperkenankan  untuk memberikan  pertanyaan  kembali . 

(20)

­11-h)   Pelaksanaan  penjelasan  lanjutan  dilakukan  oleh  seseorang  selain  Panitia  Pengadaanj ULP,  misal  Panitia  PengadaanjULP  menunjuk  seorang  atau  beberapa  tenaga  . ahli  pemberi  penjelasan  teknis (aanwijzer) yang  telah  ditetapkan  oleh  PPK,  dall  pelaksanaan  penjelasan  lanjutan  dibuktikan  dengan  berita aeara penjeJasan  lanjutan . 

i)   Panitia  PengadaanjULP  tidak  perlu  membuat  Berita  Aeara  Penjelasan  Pekerjaan  (BAPP). 

j)   Apabila  terjadi  perubahan  dokumen  lelang,  maka  dibuat  perubahan (addendum) dokumen  Ie lang  yang  selanjutnya 

di-upload dalam  Sistem  Pengadaan  Barangj Jasa  Seear a  Elektronik. 

k)   Perubahan (addendum) dapat  dilakukan  seGara  bcrulang  dengan  batas  akhir  2  hari  se belum  tahap  pemasukan  dokumen  penawaran  berakhir. 

1)   Berita Aeara Penjelasan Lanjutan  (BAPL)  menjadi  bagian  dari  addendum,  jika  tidak  ada  addendum  maka  BAPL  menj adi  bagian dari  Berita Aeara  Hasil  Pelelangan  (BAHP). 

m)  Peserta  yang  tidak  mengikuti  penjelasan  pekerjaan  dimaksud  tidak dapat digugurkan. 

4)  Pemasukan  Kualifikasi 

a)   Data  Kualifikasi  disampaikan  melalui  formulir  elektronik  isian  kualifikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE. 

b)   P:U1itia  PengadaanjULP  dilarang  meminta  penyedi a  barangjjasa  untuk  mengupload  softeopy  lampiran  dokumen  yang dipersyaratkan dalam data isian kualifikasi. 

c)   Penyedia  barangjjasa  dilaran g  memasukkan  softcopy d a t a  kualifikasi  pada  fasilitas  pengunggahan  lain  yang  tersedi a  pada aplikasi SPSE  termasuk APENDO. 

d)   Jlka  formulir  elektronik  isirtn  kualifikRsi  yang  tersedi;t  pCld n  aplik a si  SPSE  belum  mengak omodir  data  kualifikasi  yan  diminta  oleh  Panilia  PengadaRnjULP,  maka  data  kualifi k  s i  tersebut  di -upload pada  fasil itas  pengunggahan  lain  y a n!J 

(21)

MENTERIKESEHATAN 

REPUBLIK  INDONESIA 

­12-e)   Pada  prakualifikasi,  Panitia  Pengadaan/ULP  dapat  memanfaatkan  fasilitas  komunikasi  yang  tersedia  pada  aplikasi  SPSE  untuk  meminta  penyedia  barang/jasa  melengkapi  formulir  kualifikasinya. 

1)   Dengan  mengirimkan  data  kualifikasi  secara  elektronik penyedia barang/jasa menyetujui pernyataan sebagai berikut: 

(1)   Perusahaan  yang  bersangkutan  dan  manajemennya  tidak  dalam  pengawasan  pengadilan,  tidak  bangkrut dan  tidak sedang dihentikan  kegiatan usahanya; 

(2)   Salah  satu  danl atau  semua  pengurus  dan  badan  usahanya  atau  peserta  perorangan  tidak  masuk  dalam  Daftar Hitam; 

(3)   Data  kualifikasi  yang  diisikan  benar,  dan  jika  dikemudian  hari  ditemui  bahwa  datal dokumen  yang  disampaikan  tidak  benar  dan  ada  pemalsuan,  maka  penandatanganan  dan  badan  usaha  yang  diwakili  bersedia  dikenakan  sanksi  administratif,  sanksi  pencantuman  datam  Daftar  Hitam,  gugatan  secara  perdata,  danl atau  pelaporan  secara  pidana  kepada  pihak  berwenang  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  perundangan­undangan. 

5)   Pemasukan  Penawaran 

a)  Dokumen  penawaran  disampaika n  dengan  bentuk file, yang  diunggah  melalui  aplikasi  SPSE  p ada  LPSE  Kementerian  Kesehatan, 

b)  Penyampaian  penawaran  secara  satu file, yaitu  penyampaian  dokunwn  penawaran  administrasi,  teknis  dan  harga  dalam  satu file penawaran,  di  mana  evaluasi  dilakukan  setelah fIle

administrasi,  teknis,  dan  harga terbuka. 

c)  Penyampaian  penawaran  secara  dua file, yaitu  penyampaian  dokumen  penawaran  administrasi  dan  teknis  dalam  satu file,

dan  penawaran  harga  dalam file penawaran  lainnya,  dimana  evaluasi  administasi  dan  teknis  dilakukan  sebelum  fil e

(22)

­13-d)   Surat  penawaran  dan/ atau  surat  lain  bagian  dari  dokumen  penawaran  dalam  proses  pengadaan  barang/jasa pemerintah  secara  elektronik  ini  tidak  memerlukan  tanda  tangan  basah  dan  stempel  sehingga  penyedia  barang/jasa  tidak  perlu  mengunggah  (upload) hasil  pemindahan  dokumen  asli,  kecuali  surat lain  yang memerlukan  tanda  tangan  basah  dari  pihak  lain,  contoh  surat  dukungan  bank,  surat  keterangan  fiskal  ( tax clearance), SUrat Jaminan Penawaran. 

e)   Surat  penawaran  ditandatangani  secara  elektronik  oleh  pemimpin/ direktur  perusahaan  atau  penerima  kuasa  dari  direktur  utama  pendirian  atau  perubahannya,  atau  kepala  cabang  perusahaan  yang  diangkat  oleh  kantor  pusat  yang  dibuktikan  dengan  dokumen  otentik  atau  pejabat  yang  rnenurut  perjanjian  kerja  sarna  adalah  yang  berhak  mewakili  perusahaan yang bekerja sarna. 

f)   Pada  tahap  penyarnpaian  penawaran,  penyedia  barang/jasa  mengirimkan  file penawarannya  dengan  terlebih  dahu lu 

melakukan  enkripsi/ penyandian  dengan  menggunakan 

APENDO. 

g)   Penyedia  barang/jasa  dapat  melakukan  upload [rIp  penawaran  secara  berulang  untuk  mengganti  atau  menimpa 

file penawaran  sebelumnya,  sampai  dengan  batas  Rkhir  pemasukan penawaran. 

h)   Pengguna  wajib  rnengetahui  dan  melaksanakan  ketenluan  penggunaan APENDO  yang tersedia dan dapat diketahui  pad:.'!  saat mengoperasikan APENDO, 

i)   APENDO  sebagairnana  dimaksud  butir f)  dikembangkan  oleh  Lernbaga  Sandi  Negara  yang  khusus  diperuntukan  ba i  aplikasi  SPSE. 

j)   Panitl '  Pengadaan/ULP  bila  dianggap  perlu  dapat meJakukan  perubahan  jadwal  tahap  pemasukan  penawaran,  d  n ga n  ket.e ntuan \V8jib  menginputk c1n  alasan yang sebenarnya. 

6)  Surat Jaminan  Penawaran 

(23)

MENTERI  KESEHATAN  REPUBLIK INDONESIA 

­14-b)   Panilia PengadaanjULP dapat meminta  penyedia  barangjjasa  untuk  menyampaikan  surat  jaminan  asli  dari  bank,  perusahaan  penjaminan  atau  asuransi,  dan  contoh  produk  kepada  tempat yang ditentukan oleh Panitia Pengadaanj ULP. 

c)   Dalam hal  penyedia barangj jasa hanya mengirimkan softcopy

jaminan  penawaran  dan  tidak  mengirimkan  jaminan 

penawaran  asli  sebagaimana  dimaksud  huruf  b,  penyedia  barangjjasa  terse but  tidak  dapat  digugurkan  dalam  tahap  evaluasi  administrasi  jika  hasil  konfirmasi  kepada  penerbit 

jaminan  menyatakan  bahwa  jaminan  tersebut  dapat 

dicairkan. 

d)   Permintaan  sebagaimana  dimaksud  huruf  b  oleh  Panitia  PengadaanjULP wajib dinyatakan  dalam dokumen pemilihan. 

7)  Pembukaan  Penawaran dan  Evaluasi 

a)   Pada  tahap  pembukaan  penawaran,  Panitia  PengadaanjULP  mengunduh  (download) dan  melakukan  dekripsi  file

penawaran  tersebut dengan menggunakan APENDO . 

b)   Harga  penawaran  dan  hasil  koreksi  aritmatik  dimasukkan  pada  fasilitas yang tersedia pada aplikasi  SPSE. 

c)   Panitia  PengadaanjULP  dapat  terlebih  dahulu  melakukan  evaluasi terhadap 3  (tiga)  penawaran terendah. 

d)   Terhadap file penawaran yang  tidak  dapat dibuka (file dengan  ekstensi  *.rhs).  Panitia  PengadaanjULP wajib  menyampa ik a n 

file penawaran  terenkripsi  yang  tidak  dapat  dibuka  (dekripsi)  te rse but  kepada  LPSE  Kementerian  kesehatan  dan  LPS E  Kementeri a n  Kesch a lan  d a pa t  menyampaikan  file pen a wa r an  tersebut kepada LKPP. 

e)   Terhadap file penawaran  tere ukripsi  yang tidak dapa l  di b u k a  (dekrips i)  yang  disampaikan  kepada  LPSE  atau  LKPP,  m a ka  LKPP  akan  memberikan  keterangan  kondisi file penawaran  kep a da  Panitia PengadaanjULP . 

(24)

MENTERI KESEHATAN  REPUBLIK INDONESIA 

­15-g)   Proses  evaluasi  (administrasi  dan  teknis,  harga,  kualifikasi)  dilakukan  secara  manual (ojj line) di  luar aplikasi  SPSE,  dan  selanjutnya  hasil  evaluasi  tersebut  dimasukkan  ke  dalam  aplikasi SPSE. 

h)   Panitia  Pengadaan/ULP  wajib  melakukan  klarifikasi  kepada  penerbit  surat  jaminan  tentang  keabsahan  dan  substansi  jaminan penawaran. 

i)   Ketidakabsahan  atau  kemungkinan  penolakan  klaim jaminan  terhadap  softcopy  surat jaminan yang ditujukan  oleh  Panitia  Pengadaan/ULP  dapat  berakibat  pada  gugurnya  syarat  administrasi. 

j)   Pembuktian kualifikasi dengan  meminta dokurnen  penawaran  asli  dilaksanakan  terhadap calon  pemenang. 

k)   Panitia  Pengadaan/ULP  mengirim  pemberitahuan  (termasuk  email)  melalui  Aplikasi  SPSE  kepada  pemenang  pemilihan  dan  meminta  untuk  menyelesaikan  proses  selanjutnya  yang  pelaksanaannya di luar SPSE . 

I)   Penggunaan  aplikasi  APENDO  oleh  bukan  pihak  yang  sebenarnya akan berakibat penawaran dianggap  tidak sah. 

8)   Pengumuman 

Ap likasi  SPSE  secara  otomatis  akan  menampilkan  inform a  i 

pengumuman  lelang  dan  pengumuman  pemenang  pake! 

pekerjaan  dengan  format  dan  isi  yang  tersedia  pada  aplikasi  SPSE,  serta  mengirim  informasi  tertentu  melalui  email kep a d a  seluruh peserta yang mendaftar pada paket pekerjaan  tersebul. 

9)   Sanggah i­ln 

a)   Peserta  pemilihan  hanya  dapat  mengirimkan  1  (sat.u)  k ali  sangga han  kepada  Panitia  Pcngadaan/ULP  melalui  。ーャゥォ。セゥ@

SPSE. 

b)   Aplikasi  SPSE  digunakan  Panitia  Pengadaan/ULP  u n l uk  menj a wab  sanggahan  yang  diajukan  peserta  pemilihan  yang  dikirimkan  pada  bat.as  akhir waktu tahap sanggah. 

LO)   Sanggahan  banding  dilakukan  s ccara  manual  ditujukan  k Cp8d <J 

Mentt;ri,  peserta  yang  melakuka n  sanggahan  banding  m  Jl

(25)

..  

MENTERI  KESEHATAN  REPUBLIK INDONESIA 

­16-11)   PPK  membuat  Surat  Penunjukan  Penyedia  Barang/Jasa  (SPPBJ)  secara manual diluar aplikasi SPSE. 

12)   Penandatanganan  Kontrak 

Disertai  dengan  as Ii  dokumen  penawaran,  pemenang  lelang 

melakukan  penandatanganan  kontrak  dengan  PPK  yang 

dilakukan  di  luar SPSE. 

13)   Perubahan Jadwal 

Panitia  Pengadaan/ULP  dapat  melakukan  perubahan  jadwal  tahap  pemilihan dan wajib mengisi alasan perubahan. 

14)   Pemilihan  Ulang dan Evaluasi Ulang 

a)   Dalam  hal  Panitia  Pengadaan/ULP  memutuskan  untuk  melakukan  pelelangan  ulang  atau  evaluasi  ulang,  maka  Panitia  Pengadaan/ULP  harus  memasukan  alasan  penyebab  pelelangan  harus diulang atau dievaluasi ulang. 

b)   lnformasi  tentang  pelelangan  ulang  ini  secara  otomatis  akan  terkirim  melalui  email  kepada semua peserta yang  mendaftar  pada paket pekerjaan tersebut. 

c)   Dalam  hal  aplikasi  SPSE  mengalami  kegagalan  telcn is  operasional,  Panitia  Pengadaan/ULP  dapat  memutu s k a n  untuk melanjutkan/mengulang 1elang. 

d)   Lelang  ulang  dilaksanakan  dengan  memasukan  data  le I  n g  baru  Lermasuk  membuat  dokumen  pemilihan  baru  d a n  membuat jadwal  baru. 

e)   Evaluasi  ulang  dilaksanakan  dengan  membuat  perubah an  jadwal  pada  tahapan  ev a luasi  dan  seterusnya,  dan  melaksanakan evaluasi selayaknya evaluasi awal. 

15)   Oaftar Hitam (blacklist)

LPSE  dapat  menonaktifkan  kode  akses  Pengguna  SPSE  apabil a  ditemukan  pelanggaran  terhadap  persayaratan  dan  kf'tentua n  penggun;:lan  SPSE,  dan  permintaan  dari  PA/KPA/PPK  d ar!  Panitia Pcngadaan/ULP berkaitan dengan blacklist.

3 .   AUDIT 

a.   Persiapan 

(26)

­17

-2)   LPSE.  menerima,  menyimpan  dan  menerbitkan  kode  akses  terhadap  nama­nama  yang  tercantum  dalam  surat  tugas  d i  terbitkan  oleh  instansi  yang  memiliki  tugas  pokok  dan  fungsi  audit. 

b.  Pelaksanaan 

1)   Proses  audit  pengadaan  secara  elektronik  dilaksanakan  melalui  fasilitas yang disediakan dalam aplikasi SPSE; 

2)   Auditor hanya dapat mengakses  informasi,  data,  dan mengunduh  dan  membuka  file, baik  yang  disampaikan  oleh  Panitia  Pengadaan/ULP maupun peserta pemilihan paket pekerjaan yang  menjadi obyek audit sebagaimana tercantum dalam surat tugas; 

3)   Auditor  dapat  menemui  Panitia  Pengadaan/ULP  untuk 

memperoleh  informasi  dan  dalam  rangka  proses  audit  paket  pemilihan  tertentu. 

II.   PENUTUP 

(27)

MENTERIKESEHATAN   REPUBlIK INDONESIA  

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 2575/MENKES/SKlXII/2011

TENTANG

PERSONALIA PENGELOLA UNIT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK DI KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang   bahwa  dalam  rangka  pelaksanaan  Layanan  Pengadaan  Secara 

Elektronik  (LPSE)  di  Kementerian  Kesehatan  Tahun  Anggaran  2012  perlu  ditunjuk  Personalia  Pengelola  LPSE  tersebut  yang  ditetapkan dengan Keputusan  Menteri  Kesehatan; 

Mengingat  1.   Undang­Uildang  Nomor  11  Tahun  2008  tentang  Inform asi 

dan  Transaksi  Elektronik  (Lembaran  Negara  Repub lik  Indonesia  Tahun  2008  Nomor  58,  Tambahan  Lembaran  Negara Republik Indonesia Nomor 4843); 

2 .   Peraturan  Presiden  Nomor  54  Tahun  2010  tentan g 

Pengadaan  Barang/Jasa  Pemerintah  sebagaimana  tel ah  diubah  dengan Peraturan  Presiden  Nomor 35 Tahun  2011 ; 

3.   Peraturan  Menteri  Kesehatan  Non lor 

462/Menkes/Per/IV/2010  tentang  Pengadaan  8arang/Jasa  Secara  Elektronik di lingkungan  Kementerian  Kesehatan ; 

4 .   Peraturan  Menteri  Kesehatan  Nomor 

463/Menkes/PerIlV/2010  tentang  Organisasi  dan  Tata  KerJ8  Unit  Layanan  Pengadaan  Barang/Jasa  Secara  Elektron ik  di  Kementerian  Kesehatan; 

5.   Peraturan  Menteri  Kesehatan  NornaI' 

1893/Menkes/Per/IX/2011  tentang­ Unit  Layanan  Pengadaan  8arang/Jasa di  Lingkungan  Kementerian  Kesehatan; 

6.   Peraturan  Menteri  Kesehatan  Norn or 

1144/Menkes/PerNIII/2010  tentang  Organisasi  dan  Tata 

Kerja  Kementerian  Kesehatan; 

7 .   Peraturan  Kepala  Lembaga  Kebijakan  Pengadaan 

(28)

Menetapkan 

Kesatu 

Kedua 

Ketiga 

Keempat 

Kelima 

­ 2 

-MEMUTUSKAN:

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG

PERSONAlIA PENGELOLA UNIT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 01 KEMENTERIAN KESEH A T AN TAHUN ANGGARAN 2012.

Susunan  personalia  Pengelola  Unit  Layanan  Pengadaan  Secara  Elektronik  di  Kementerian  Kesehatan  sebagaimana  dimak sud  tercantum dalam Lampiran  Keputusan  ini. 

Pengelola  sebagaimana  dimaksud  dalam  Diktum  Kesatu 

bertugas  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  perundang-undangan. 

Masa  tugas  Pengelola  Unit  Layanan  Pengadaan  Secara  Elektronik  di  Kementerian  Kesehatan  terhitung  mulai  tanggal  ditetapkannya Keputusan ini  sampai dengan akhir tahun  2012. 

Pembiayaan  yang  timbul  dari  Surat  Keputusan  Menteri 

Kesehatan  tentang  Personalia  Pengelola  Unit  La yanan 

Pengadaan  Secara  Elektronik  di  Kementerian  Kesehatan  di  bebankan  pada  Daftar  Isian  Pelaksanaan  Anggaran  (DIPA)  Bi m  Keuangan  dan  Barang  Milik  Negara  Sekretariat  Je nde ral 

Kementerian  Kesehatan  Nomor  0689/024-01,1 .01 /00/20 12

tanggal  9  Desember 2011 .

(29)

MENTERIKESEHATAN   REPUBLIK  INDONESIA  

. Lampiran 

Keputusan Menteri Kesehatan

Nomor : 2575/MENKES/SKlXI1I2011

Tanggal : 30 Oesember 2011 

SUSUNAN PERSONALIA PENGELOLA UNIT LAYANAN PENGAOAAN SECARA ELEKTRONIK 01 KEMENTERIAN KESEHATAN

1.   Pembina  Menteri Kesehatan 

2.   Pengarah  1.  Sekretaris Jenderal 

2.   Inspektur Jenderal 

3.   Direktur Jenderal Bina Upaya  Kesehatan 

4 .   Direktur Jenderal  Bina Gizi dan  Kesehatan  Ibu  dan  Anak 

5.   Direktur  Jenderal  Pengendalian  Penyakit  dan  Penyehatan  Lingkungan 

6.   Direktur  Jenderal  Bina  Kefarmasi an  cl an  A lat  Kesehatan 

7 .   Kepala  Badan  Penelitian  dan  Pengem ba ngan  Kesehatan 

8.   Kepala  Badan  Pengembangan  dan  Pemberd ayaan  Sumber Daya  Manusia  Kesehatan 

3.   Penanggung Jawab 

a.   Ketua  Kepala  Biro  Keuangan  dan  Barang  Milik  f\Je gar a, 

Sekretariat Jenderal 

b.   Wakil  Ketua  1.  Sekretaris Inspektorat Jenderal 

2.   Sekretaris  Direktorat  Jenderal  Sin a  Upaya 

Kesehatan 

3.   Sekretari s  Direkfurat  Jenderal  Bin a  Gizi  da n  Kesehatan Ibu  dan Anak 

4.   Sekretaris  Direktorat  Jenderal  Penge ndCllic:m 

Penyakit da n Penyehatan  Lingkung an 

5.   Sekretari s  Direktorat  Jenderal  Bina  Kefarm asian  dan Alat Kesehatan 

6.   Sekretari s  Badan  Penelitian  dan  Pen gembangan  Kesehatan 

7.   Sekretaris  Badan  Pengembanga n  d an 

Pemberdayaan  Sumber Oaya  Manusia Kesehatan  8.   Kepala  Biro  Hukum  dan  Organisasi,  Sekretariat 

Jenderal 

(30)

­ 2 

-c.   Sekretaris  Kepala  Pusat Data  dan  Informasi 

4.   Bidang 

a.   Administrasi Sistem  Kepala  Bidang  Pengembangan  Sistem 

Informasi   Informasi  dan  Bank  Data,  Pusat  Data  d an 

Informasi 

1)  Sub Bidang Admin   Kepala  Sub  Bidang  Bank  Data,  Pusat Data 

dan Informasi 

2)   Sub Bidang Admin  Nandi Sunandi 

Pelayanan  Staf Biro Keuangan  dan Barang  Milik Negara 

Pengadaan Elektronik  NIP 196011071982031003 

b .   Registrasi dan Verifikasi  Kepala  Bagian  Penatausahaan,  Pengadaan, 

dan  Penyimpanan  Biro  Keuangan  dan 

Barang Milik Negara 

1)  Admin Agensi  1.   Agus  Purwono,  SE 

Staf  Direktorat  Jenderal  Bina  Upaya  Kesehatan 

NIP 1971080919910310023 

2 .   Sugiyo,  S.  Kom 

Staf  Direktorat  Jenderal  Bina  Gizi  dall 

I<esehatan  Ibu  dan Anak  NIP 195806051977031001 

3 .   Artono,  SE 

Staf  Direktorat  Jenderal  Bi ll a 

Kefarmasian dan  Alkes  NIP 19840709200801 W04

4.   DjunClidi,  AMD 

Stat  Badan  Penelitian  dan 

Pengembangan Kesehatan  NIP 197506072005011003 

5.   Ade Riski  Purnomo 

(31)

MENTERIKESEHATAN  REPUBLIK INDONESIA 

­

3 -6.   Yuni  Pristanti 

Staf  Badan  Pengerribangan  dan 

Pemberdayaan  Sumber  Oaya  Manusia  Kesehatan 

NIP  198806032010122002 

7.   Sukro.  SAP 

Staf Sekretariat Jenderal  NIP  196805251994031002 

2)   Verifikator  1.  Mursadah 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Baran g  Milik  Negara 

NIP  1'96012011982032004 

2.   Suwartiningsih,  S.  Sos 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Barang  Milik  Negara 

NIP  196811021991032001 

3.   H.  Sunaryadi 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Barang  Mil ik  Negara 

NIP  195811131989031003 

4.   Martejo 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Bara ng  Mili k  Negara 

NIP  196606151986031003 

5.  Nana  Sudarna 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Barang  Mil ik  Negara 

NIP  195802081983111001 

6.   Yulidarmi 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Baran g  Milik  Negara 

NIP  196007281983112001 

7.   Nurhayati 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Baran g  rJlI I:k  Negara 

(32)

­

4 -8 .  Prayitno 

Staf  Biro  Keuahgan  dan  Barang  Milik  Negara 

NIP 196709121987021001 

9.  Supar 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Barang  Milik  Negara 

NIP 196410271989031001 

10.  Athi  Susilowati Rois,  SKM  Staf Pusat Data dan  Informasi  NIP 197906012006042003 

c.   Layanan  Pengguna  Kepala  Sub  Bidang  Pengembangan  Sistem 

Informasi,  Pusat Data dan Informa3i 

Help desk 1.   Aris  Priya  Handoko,  S .Kom  

Staf Pusat Data dan  Informasi   NIP 198008092005011002  

2.   Chairul Nanda,  S.Kom 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Barang  Milik  Negara 

NIP 198510312010121005 

3.   Moch.  Arief Ardiyansyah,  A .Md 

Staf  Lembaga  Kebijakan  Peng8da 8n  Barang/Jasa  Pemerintah 

4 .   Adi  Rakhmat Pratomo 

Staf  Lembaga  Kebijakan  Pengad aan 

Barang/Jasa . Pemerintah 

5.   Andri Tryadi  Saputra,  S .Si  Staf Pusat Data dan  Informasi  NIP 197808162005011004 

6 ,   Moch Imron  M. 

Staf  8iro  Keuangan  dan  Barang  Mil ik  Negara 

NIP 195801201978121001 

7.   Agung  Kurniadi Barat 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Barang  Mil ik  Negara 

(33)

d.  Pelatihan 

MENTERIKESEHATAN  REPUBLIK INDONESIA 

­ 5 ­

Kepala  Sub  Bagian  Pengadaan, 

Keua ngan dan Barang  Milik  Negara 

Biro 

Trainer 1.  Ora . Fitri  Sulistiani 

Kepala  Sub  Bagian  Tata  Usaha  Biro ,  Biro Keuangan dan Barang Milik  Negara  NIP 195704291982032001 

2.  Cipto Afrianus 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Negara 

NIP 198704252010121001 

Barang  Milik 

3.  Doni  Hadhikurnianto.S .Kom 

Staf Pusat Data dan  Informasi  NIP  198310032009121004 

4.  Sri Wahyuni 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Negara 

NIP  197212121994032002 

Barang  Milik 

5.  Berlina  Sihombing,.SH 

Staf  Biro  Keuangan  dan  Negara 

NIP  196405211988032002 

Barang  Milik 

e .  Sosialisasi  Kepala  Sub  Bagian  Penyimpanan, 

Keu angan dan  Barang  Milik  Negara 

(34)

PERATURAN  MENTERI  KESEHATAN  REPUBLIK INDONESIA 

NOMOR 1893jMENKESjPERjIXj2011

TENTANG 

UNIT  LAYANAN  PENGADAAN  BARANGjJASA  DI  LINGKUNGAN  KEMENTERIAN  KESEHATAN 

DENGAN  RAHMATTUHAN YANG  MAHA  ESA 

MENTER!  KESEHATAN  REPUBLIK  INDONESIA, 

IvIenimbang   bahwa  un tuk  melaksanakan  keten tuan  Pasal  14  a yat  (1) 

Peraturan  Presiden  Nomor  54  Tahun  2010  tenta  g 

Pengadaan  Barangj Jasa  Pemerintah,  perlu  meneta pk a n 

Peraturan  Menteri  Kesehatan  tentang  Unit  Laya n a n 

Pengadaan  Barangj J asa  Pemerin tah  'di  Lingkun ga n 

Kementerian Kesehatan; 

Mengingat  1.  Undang­Undang  Nomor 

36 

Tahun  2009  ten taJ g 

Kesehatan  (Lembaran Negara Republik Indonesia T rthun 

2009  Nomor  144,  Tambahan  Lembaran  1":. ga r a 

Republik Indone5ia 5063); 

2.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  6  Tahun  2006  t ellLa u g 

Pengelolaan  Barang  Milik  NegarajDaerah  (Lemb a ran  Negar a  Republik  Indonesia  Tahun  2006  Nomor  20  Tambahan Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  No m n r  4609 )  sebagaimana  telah  diubah  dengan  Pe nH  r a n  Peme rintah  Nomor  38  Tahun  2008  (Lembaran  N .r;ar::­t  Republik  Indonesia  Tahun  2006  Nomor  78,  Tam b ah :­;!l  Lembaran  Negara Republi k  Indo nesia 4855); 

3.  Peratl.Jran  Presiden  Nom.or  54  Tahun  2010  ten la w '

Penga daan Barangj ,)aS8  Pemerintah; 

4.  Peraturan  Menteri  Kesehatan  Nonlor 

462 j MENKES / PERjIVj2010  tentang  Pengadaa n 

BarangjJ asa  Secara  Elektronik  di  Lingkun gan 

Kementerian  Kesehatan; 

5.  Peraturan  Menteri  Kesehatan  Nomor 

1144 j MENKESj PERjVIIlj20 1 0  tentang  Organisasi  d a[  Tata  Kerja  Kementerian  Kesehatan; 

(35)

MENTERIKESEHATAN   REPUBUK INDONESIA  

­ 2  ­ . 

MEMUTUSKAN: 

Menetapkan  PERATURAN  MENTER!  KESEHATAN  TENTANG UNIT 

LAYANAN  PENGADAAN  BARANG/JASA  DI LINGKUNGAN  KEMENTERIAN KESEHATAN. 

BAB  I 

KETENTUAN UMUM 

Pasal  1 

Dalam  Peraturan Menteri ini yang dimaksud  dengan: 

1.   Pengadaan  Barang/ Jasa  Pemerintah  yang  selanjutnya  disebut  dengan 

Pengadaan  Barang/ Jasa  adalah  kegiatan  untuk  memperol e h 

Barang/Jasa  oleh  Kementerian/Lembaga/Satuan  Kerja  Perangka t  Daerah/lnstitusi  Iainnya  yang  prosesnya  dimulai  dari  perencanaan 

kebutuhan  sampai  diselesaikannya  seluruh  kegiatan  u ntuk 

mem peroleh Barang/ J asa. 

)   Unit  Layanan  PengRdaan  Secara Elektronik,  yang  seianjutnya disin gk .:ti 

unit 

LPSE 

adala h  unit  yang  melayanj  proses  pengadaan 「。イ。ョ ァO ゥ ョN セZ [」@ ャ@

se c a ra elektronik d i  lingkungan  Kementerian  Kesehatan. 

Unit La y a nan  Pen gudaan,  yang  selanjutnya  disingkat  ULP  adaJah u nit 

organisasi  pemerintah  yang  berfungsi  melaksanakan  ー・ョァ 。 、 」 ャHセ ョ@

barang/jasa di  lingkungan Kementerian  Kesehatan. 

4 .   ULP  Unit Utama  adalah  ULP  yang  bertugas  menyelenggarakan  d r.D

mengkoordinasikan  seluruh  pengadaan  barang/ jasa yang  dilakuk=m  I ! i 

tingkat Eselon 1. 

,  .   U LP  Unit  Pelaksana  Teknis,  yang  s e 1a njutnya  disingkat  ULP  U PT 

acialah  ULP  yang  bertugas  menyelenggarakan  dan ュ・ョァォッッイ、ェョ セ\[@ ゥ ォ M i ョ@

seluruh  pengadaan  barang/jasa  yang  dilakukan  di  tin gka t  Ulll  Pelaksana Teknis. 

r

lJ LP Daerah

adalah lJLP Jrang

bertugas

menyelenggarakan

(larl

mengkoordinasikan  seluruh  pengadaan  barang/jasa  yang  dilakuk8 1l  oleh  pemerintah daerah. 

7.   Pengguna  Anggaran,  yang  selanjutnya  disingkat  PA  adalah  Me n tf'ri 

Kesehatan. 

(36)

­ 3  ­ . 

8.   Kuasa  Pengguna  Anggaran ,  yang  selanjutnya  disingkat  KPA  adalah 

pejabat  yang  ditetapkan  oleh  PA  untuk  menggunakan  Anggara n  Pendapatan  dan  Belanja  Negara  atau  ditetapkan  oleh  Kepala  Da erah  untuk menggunakan Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah . 

9 .   Pejabat  Pembuat  Komitmen ,  yang  selanjutnya  disingkat  PPK  ad a lah 

pejabat  yang  bertanggungjawab  atas  pelaksanaan  Penga daa n 

Sarangj J asa. 

10.   Kelompok  Kerja  Pengadaan,  yang  selanjutnya disebut  Pokja  adalah tim 

kerja  yang  terdiri  atas  personil  yang  bersertifikat  ahli  pengadaan, 

berjumlah  gasal  beranggotakan  paling  kurang  3  (tiga)  orang  dan 

bertindak untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa di  dalam ULP. 

1 1.  Pejabat  Pengadaan  adalah  personil  yang  memilikl  Sertifikat  Keahlian 

Pengadaan  Baran g jJasa  yang  ditugaskan  untuk  melaksanak8.n 

pengadaa n  bara ng j jasa. 

12  Menteri  Kesehata n  adalah  Menteri  yang  menyelenggarakan  urusan 

pemerintahan di  bidang kesehatan. 

Pasa12 

Pengaturan  ULP  barangfjasa  bertujuan  untuk  melakukan  p ro s es 

pengadaan  barang/jasa  secara  lebih  terintegrasi/terpadu,  efektif  d , n 

efi s ien,  terbuka ,  bersaing)  tidak diskriminatif dan  akuntabel. 

BAB  II 

PEMBENTUKAN  DAN  KEDUDUKAN 

Pasa13 

(1 1  Dalam  rangka  pelaksanaan  pengadaan  barangjjasa  dibentuk U L P  d i 

masing­masing Unit  Utama atau UPT . 

(2)   ULP  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  bersifat  perman en  dan 

berbentuk nonstruktural . 

(3 )   U LP sebagaiman a  dimaksud pacta  a yat (1 ) terdiri  dari: 

a .  ULP Unit Utama; dan 

b.  ULP UPT . 

(37)

MENTERIKESEHATAN   REPUBLIK INDONESIA  

­ 4  ­ . 

Pasal 4 

(l)   Pengadaan barang/ jasa yang dilaksanakan oleh  ULP meliputi: 

a.   penyelenggaraan  pengadaan  barang/pekerjaan  konstruksi/jasa 

lainnya  dengan  nilai  di  atas  Rp  100.000.000,00  (seratu s  juta  rupiah);  dan 

b.   penyelenggaraan  pengadaan jasa  konsultansi  derrgan  nilai  di  atas  Rp  50.000.000,00  (lima  pUlL.;,h  juta rupiah). 

(2)   Pengadaan  barang/ pekerjaan  konstruksi/jasa  lainnya  dengan  nilai 

kurang/sama  dengan  Rp  100.000.000,00  (seratus  juta  rupiah),  atau  pengadaan  jasa  konsultansi  dengan  nilai  kurangj sama  dengan  Rp  50.000.000,00  (lima  puluh  juta  rupiah)  dilaksanakan  oleh  pejabat  pengadaan  barang/jasa pada  satuan kerja masing­masing. 

Pasal5 

(1 )   ULP Unit Utanl.a untuk masing-masing Direktorat  Jenderal/Badan 

berkedudukan  di  masing­masing  Sekretariat  Direkto rat 

Jenderalj Sekreta riat Badan. 

(2)  ULP  Unit  Utama  untuk  Sekretariat  Jenderal  dan  Inspektorat ,J ervjr""!  r­8 1 

berkedudukan  di  Biro  Umum. 

3 1   ULP  UPT  dapat  dibcI l tuk  di  masing­masing  UPT  yang 「・イォ・、オ、 オォ セ ャ@ i I d i 

Sekretariat UPT. 

Pasa16 

[i)   Pembentukan  ULP  Unit  Utama  dan  ULP  UPT  di  masing­ m:lsing 

Direktorat  Jenderal/Badan  ditetapkan  oleh  Direktur  Jenderal/Kcp a la  B adan. 

(:2)   Pembentukan  ULP  Un it  Utama  di  Sekr e tariat ,Jenderal  dan  Inspe kto l a i 

Jenderal dit e tapkan  ole n  Sekretaris.J  .nde ral. 

Pasa17 

rlJ  

Direktur  Jenderal j Kepala  Badan  dalam  membentuk  ULP  1.JPT  vvaji '­­' 

mem pertim bangkan: 

a.   volume,  be saran dana,  dan jEnis  p engadaan  barangjjasa; 

b.  lokasi/jumlah sebaran pekerjaan;  

': .  ketersediaan  s1Jmber daya manusi a  di  biclang pengadaan;  

d.   ketersediaan  sarana  dan  penguasaan  teknologi  inTorma::­;i  drill 

komunikasi;  dan 

e.   efisiensi dan efektifitas  pelaksanaan  pekerjaan. 

(38)

­ 5  ­ . 

(2)  Pengadaan  barangj jasa  di  UPT  yang  tidak  dibentuk  ULP  dapat 

dilaksanakan di U LP  Unit Utama atau ULP Daerah. 

(3 )   UPT  dapat  menyerahkan  pelaksanaan  p engadaan  barang/jasa  kepad a 

ULP  Unit  Utamaj ULP  Daerah  apabila  terdapat  keterbata s a n 

kemampuan pengadaan  barangjjasa. 

(4)   Pengadaan  barangjjasa  di  UPT  yang  dilaksanakan  oleh  ULP  daerah  harus  didahului  dengan  perjanjian  kerja  sarna  antara  Kepal a  UPT  dengan  Kepala  ULP  Daerah. 

(5)  Kepala  UPT  dalam  melakukan  perjanjian  kerjasama  harus  mendapat 

persetujuan Direktur JenderaljKepala Badan. 

BAB  III  

TUGAS  DAN  WEWENANG  ULPjPEJABAT PENGADAAN  

Pasa18  

ULP  mempunyai tugas: 

a.   menyusun  rencana pemilihan penyedia barangjjasa; 

b .   melakukan analisa dan  menetapkan dokumen  pengadaan; 

c .   mengumumkan  pelaksanaan  pengadaa n  barangjjasa  di  w ebsZ! <i'

Ke menterian  Kesehatan  dan  papan  pengumuman  resml  1  nLu k 

m asyarakat  serta  menyampaikan  ke  LPSE  untuk  diumumkan  d J ELl  1 

Portal  Pengadaan  Nas ional ; 

ct  

menilai  kualifikas i  penyedia  barangj jas a  melalui  prakualifikasi  :l U 1Ll 

pascakualifikasi; 

melakukan  evalua  i  administrasi,  teknis  dan  harga  terh EJ(J .. q 1 

'Jen a wa rill,  y ang Dlas uk; 

menjawab  sanggaha n  dari penyedia barangj j asa; 

2 .   m e nyerahkan  s a linan  dokumen  pe m ilihan  penyedia  baran g / ja:::;u  kepada PPK; 

h  mengarsipkan d oku m en asH  pemilihan  penyedia barangjjasa; 

:.  membuat  laporan  mengenai  proses  dan  hasil  pengadaan  k epad a 

S ekretaris  Jendera l / Direktur  J enderaljKepala  Badan  dan  memberika n 

pertanggungjawab a n  atas  pelaksanaan  kegiatan  pengadaa n 

barangjjasa kepada PAjKPA; 

J   melakukan  konsultas i  kepada PA/KPAjPPK  dalam rangka penyeles a ian 

persoalan yang dihadapi dalam proses pengadaan; 

k.   mengusulkan  perubahan HPS  dan  spesifi kasi  teknis  pekerjaan  kepa.da 

PPK ; 

(39)

MENTERIKESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

­ 6 

-1.   melaksanakan  penyebarluasan  strategi,  kebijakan,  standar,  sistem, 

dan  prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah; 

m.   melaksanakan  pembinaan  sumber  daya  manusia  bidang  pengadaan ;  dan 

n.   melaksanakan  pengadaan  barang/jasa  dengan  memanfaatkan 

teknologi  informasi  melalui LPSE (e-procu.rement).

Pasal 9 

Dalam  melaksanakan  tugas  ULP  berwenang: 

a.   menetapkan dokumen pengadaan; 

h.   menetapkan  besaran nominal jaminan penawarani 

c.   menetapkan  penyedia  barang/pekerjaan konstruksi / jasa lainnya  yang 

b ernilai  paling  tinggi  Rp  100.000.000.000,00  (seratus  miliar  r up iah )  dan jasa konsultansi  yang  bernilai  paling tinggi  Rp  10.000.000.000,00  (s epuluh miliar rupiah); 

.  1   mengu.sulkan  penetapan  pemenang  kepada  Menteri  Kesehatan  un tuk 

penyedia  barang / pekerjaan  konstruksi/jasa  lainnya  yang  bernil a i  d i 

a t3.S  Rp  100.000.000.000,00  (seratus  miliar  rupiah)  dan  ja sCi 

konsultansi  yang  bernilai  di  atas  Rp  10.000.000 .000,00  (sepul u h  miliar rupiah);  dan 

mengusulkan  penyed ia  barang/jasa  yang  melakukan  perbuatan  d A.n 

tindakan  seperti  penipuan/pemalsuan  dan  pelanggaran  la illnY8.  kepada  PA /K PA  agar dikenakan sanksi. 

B ABIV  

ORGANISASI  

Pasal  10  

(1) Organisasi ULP  terdiri  dari: 

a.   kepala ULP; 

b .   sekretariat ULP;  dan  c.   pokja. 

(2 )   Sekretariat sebagaim a na di  maksud  pada ayat (1) hurufb dapat  te nli r i 

dari: 

a.   staf tata usaha / a dministrasi / keuangan; 

b.   staf perencanaan;  dan 

c .   staf hukum dan  sanggah. 

(40)

­ 7  ­ . 

(3)  Pokja  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (1)  huruf c  dapat  dibentuk 

s esuai  kebutuhan  an tara lain  berupa pokja: 

a.   pengadaan barang; 

b.   pengadaan pekerjaan  konstruks i; 

c.   pengadaan jasa konsultasi;  dan 

d.   pengadaan jasa lainnya. 

(4)   Apabila  diperlukan  pokja  dapat  membentuk  sub  pokja  yang 

keanggotaannya dapat diambil dari  beberapa pokja yang berbeda. 

(5)   Anggota  pokja  berjumlah  gasal  dan  beranggotakan  paling  sedik it 

3  (tiga)  orang  dan  dapat  ditambah  sesuai  dengan  kebutuhan 

kompleksitas pekerj a an. 

Pasal  11 

Kepala ULP mempunyai  tugas: 

a   memimpin  dan mengoordinasikan seluruh kegiatan ULP; 

b .   mengawasi  seluruh  kegiatan  pengadaan  barangjjasa di  ULP; 

c .   menjamin keamanan  dokumen pengadaan; 

d .   melaksanakan  tugas­tugas yang diberikan  PA / KPA; 

e .   melaksanakan  pengembangan  dan  pembinaan  sumber  daya  m anu ·lEl. 

ULP; 

f.   membentuk kelompo k  kerja pengadaan; 

g .   me18kukan  klarifikasi  terhadap  hasil  pokja  jika  dibutuhkan,  de l gan  dibantu oleh  tim verif1kasi pengadaan;  dan 

h .   mengambil  langkah­langkah  yang  d iperluka n  apabila  mene mukau 

adanya penyimpan gan  danj atau indikas i. penyimpangan. 

Pasal 

12 

S ekretariat mempunyai  tugas: 

8.   m elaksanakan  pen gelolaan  uru s an  k euangan,  kepegawaia n ,  L­1L3 

persuratan,  perle ngka pan,  dan  nunah tangga;  b .   melaksanakan fungsi  ketata usah a an ;  

menyedia ka n  dan  rn emeJihara sara na drtn  pr a sarana kantor ;  

c

l

.  menyiapkan  dokumen  pendukung  d a n  informasi  yang  、ゥ「オ エャャィ@ ォセNョ@

kelompok kerja; 

e .   mengoordinasikan  pelaksanaan  pemilihan  penyedia  barangjjas a  Y' _n g  dilaksanakan oleh kelompok kerja pengadaan ; 

1'.   menyediakan  dan  m engelola  sistem  itlformasi  yang  digunakan  d a lam 

pelaksanaan pengadaan barangj jasa; 

(41)

Referensi

Dokumen terkait

70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya serta ketentuan teknis operasional pengadaan barang/jasa secara elektronik kepada Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan

70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya serta ketentuan teknis operasional pengadaan barang/jasa secara elektronik kepada Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan

54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya beserta petunjuk teknisnya, serta ketentuan teknis operasional pengadaan barang/jasa secara

Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta petunjuk teknisnya, serta ketentuan teknis operasional pengadaan barang/ jasa secara elektronik

Pengadaan barang/jasa dilaksanakan secara elektronik dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (aplikasi SPSE) pada alamat website LPSE:

Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang selanjutnya disingkat unit LPSE adalah unit yang melayani proses pengadaan Barang/Jasa secara elektronik di lingkungan Badan

bahwa dalam rangka kelancaran penyelenggaraan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik dan fasilitasi Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik di Kementerian

UPTD Layanan Pengadaan Secara Elektronik mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau teknis penunjang di bidang layanan pengadaan