KUMPULAN
PERATURAN
TENTANG LPSE
KEMEN TERIAN
KES E
lA
tAN
: I J, I I G : I /' M
)F. 5 1 JUO !
. } A I '
I UN!l'l G I N l S I - ATIN
1 2 q 5 '
" : 1 1 S ?:i1l14iC.Zll [}
. ·LPSE
セ@
-PERATURAN MENTER! KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
N()M9R
Tエ_セOmセnセOpセrOn OセqQq@TENTANG
PEIlGADAAN BARANG/JASA SECARAELEKTROMK
DI LINGKUNGAN KEMENTERlAN KESEHATAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERl KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
Men imbang: a. bahwa untuk lebih meningkatkan efisiensi, efektifitas,
transparansi, persaingan sehat dan akuntabilitas dalam
pelMsMaan pengadafID par@g/jasa
di
lingktJngClJ1
Kementerian Kesehatan, perlu dilaksanakan pengadaan
barang/jasa seeara elektronik;
b.
bahwa
berdasarkan
pertimbangan
sebagaimana
dimaksud
pada
huruf
a,
perlu
mengatur
penyelenggaraan
Pengadaan
Barang/
Jasa
SecaraElektronik dengan Peraturan Menteri Kesehatan.
Mengingat
1.Undang-Undang Nornor
11Tabun
2008
tentan g
Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran. Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambaha tl
Lembaran Negara RepubHk Indonesia Nomor 4843);
2. Keputusan Presiden NomoI' 80 Tahun 2003 tentang
PedQrnan
Pelaksanaan
Pengadaan
Barang/
Jasa
Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tabun 2003 Nomor 120, Tambaban Lembaran Negara
Repuhlik Indonesia NomoI' 4330) sebagaimana t elal l
diubah beberapa
kali
terakhir dengan Peraturan
Presiden Nomor 95 Tahun 2007;
3.
Peraturan Menteli Keseha tan Nomor 1575/Menkes/Per/
XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departem
'11Kesehatan sehagaimana telah
diubah beberapa
k R Jjterakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan No mar
439/ Menkes/Per /Vl/2009;
MEMUTUS KAN:
"
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK IN,oONESIA
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal
1Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan:
1.
Pengadaan barang/jasa secara elektronik adalah kegiatan pengadaan
barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilaku1;can secara
elektronik yang berbasis
web/internet
dengan memanfaatkan fasilitas
teknologi komunikasi dan informasi.
2.
Pelelangan umum adalah metode pemilihan penyedia barang/jasa
yang dilakukan secara terbuka. dengan pengumuman secara luas
melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk
penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang
berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
3.
Lelang umum secara elektronik adalah pengadaan barangfjasa yang
proses pelaksanaannya dilakukan dengan pelelangan umum secara
terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan
menggunakan media elektronik yang berbasis
web/ internet
dengan
memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi.
4.
Unit Layanan Pengadaan Secara E1ektronik, yang seianj u tnya
disingkat Unit LPSE, adalah unit yang melayani proses pengadaan
barang/jasa secara elektronik.
5.
Pejabat Pembuat Komitmen, yang selanjutnya disingkat PPK, ad alah
pejabat yang diangkat oleh Pengguna Anggaran/ Kuasa Penggun a
Anggaran sebagai pemilik pekerjaan, yang bertanggungjawab alas
pelaksanaan pengadaan baran g/jasa.
6.
Panitia pengadaan adalah tim yang diangkat oleh Pengguna
Anggaran/Kuasa
Pengguna
Anggaran
untuk
melaksan' lean
pemilihan penyedia barang/jasa.
7.
Penyedia barang/jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan
yang kegiatan usahanya menyediakan barang/jasa.
8.
Dokumen elektronik adalah s etiap informasi elektronik yang dibu a t,
diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk
analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapaL
dilihat, ditrunpilkan dan atau
diden gar
m elalui komputer atau sistern
elektronik, tenn asuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara,
grunbar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka,
kode akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti a tau
dapat dipahruni oleh orang rnampu rnemahaminya.
9. Message Diggest 5,
yang selanjutnya disebut
MDS,adalah s u a tu
metodologi untuk memberi jarninan bahwa dokumen elektronik yang
10. Tanda tangan elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas
セョヲッイュ。ウセ@
elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan mformasl elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.11. User ID adalah nama atau pengenal unik sebagai identitas diri yang digunakan untuk beroperasi di dalam suatu sistem elektronik.
12. Password adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh
pengguna jaringan atau sebuah sistem operasi multi user (banyak
pengguna) untuk memverifikasi user ID kepada sistem keamanan
yang dimiliki oleh jaringan atau sistem tersebut.
Pasal2
Lingkup Peraturan Menteri Kesehatan ini meliputi pengadaan barang/jasa dengan metode pemilihan penyedia barangfjasa pemborongan/jasa lainnya melalui pelelangan umum.
BAB II
PENYELENGGARAAN
Pasal 3
Pengadaan barang/jasa secara elektronik dilakukan oleh penyelenggara yang terdiri dari. unsur LPSE, PPK, Panitia Pengadaan dan Penyedia BarangjJasa.
Bagian Pertama
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Pasal 4
(1) Untuk menyelenggarakan proses pengadaan barangjjasa secara elektronik dibentuk unit LPSE.
(2) LPSE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertugas:
a. mengoperasikan dan memelihar8_ sistem pelayanan pengadaan
barangjj asa secara elektronik;
b. melakukan verifikasi penyedia barang/jasa yang akall
mendaftarkan untuk memperoleh User ID dan ーセウキ。イ」ャ@
penggunacm LPSE:
c. memberitahukan kepada PPK apabila ditemukan
penyimpanganpenyimpangan prosedur atas pelaksan aan
pengadaan barangjjasa secara elektronik.
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Bagian Kedua
Pejabat Pembuat Komitmen
Pasal5
(1) Pengadaan barang/jasa elektronik dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang diangkat oleh Kuasa Pengguna Anggaran sat uan kerja yang bersangkutan.
(2) Pejabat Pembuat Komitmen sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertugas:
a menyusun rencana pengadaan barang/jasa;
b. menetapkan paketpaket pekerjaan disertai ketentuan mengenai
peningkatan penggunaan produksi dalam negeri dan
peningkatan pemberian kesempatan bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil, dan menetapkan paket untuk swakelola;
c. menetapkan dan mengesahkan harga perkiraan sendiri (HPS),
jadwal, tata cara pelaksanaan dan lokasi pengadaan yang disusuri panitia pengadaan;
d. menetapkan dan mengesahkan dokumen pengadaan secara
elektronik;
e. menetapkan dan mengesahkan hasil pengadaan yang dilakukan
panitia pengadaan sesuai kewenangannya;
f. menetapkan besaran uang muka yang menjadi hak penyedia
barang/ jasa sesu:li ketentuan yang b{;rlaku;
g. menyiapkan, menanda.tangani dan melaksanakan
perjanjian/ kontrak denga n pihak p e nyedia barang/jasa;
h . melaporka n pelaksanaan/ penyeles a ian pengadaan baran g / j as8 kepada Kuasa Pengguna Anggarall ;
1. mengendalikan pelaksanaan perjanjian/ kontrak;
J. menyerahkan aset hasil pengadaan barang/jasa dan a sel
lainnya kepada Menteri dengan berita acara penyerahan;
k. menandatangani pakta integritas sebelum pelaksarlaan
pengadaan barang/jasa secara elektronik dimulai; dan
1. menindaklanjuti pemberitahuan dari LPSE apabila ditemuk8 n
penyimpangan prosedur pengad8.an barang/jasa.
Bagian Ketiga
Panitia Pengad a an
Pasa! 6
(1) Panitia Pengadaan barang/jasa diangkat oleh Kuasa Pen gg una
Anggaran pada satuan kerja yang bersangkutan.
(2) Panitia Pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertugas :
a. menyusun jadual dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan;
b. menyusun dan menyiapkan harga perkiraan sendiri (HPS);
c. menyusun dan menyiapkan dokumen pengadaan berdasarkan
acuan yang tdah ditetapkan oleh LPSE;
d. mengumumkan pengadaan barangjjasa di
website
pengadaanKementerian Kesehatan;
e. menilai kualifikasi penyedia barangjjasa;
f. melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk;
g. mengusulkan calon pemenang;
h. membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan kepada
FPK danjatau Pengguna AnggaranjKuasa Pengguna Anggaran; dan
1. menandatangani pakta integritas sebe1um pelaksanaan
pengadaan barangjjasa secara elektronik dimulai.
Bagian Keempat
Penyedia Barangj J asa
Pasal 7
(1) Penyedia BarangjJasa wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. mendaftarkan diri kepada LPSE dan bersedia untuk dilakukan
verifikasi secara azas nyata oleh LPSE, sebelum Penyedi a BarangjJasa diberi kode akses untuk masuk ke dalam sistem pengadaan secara elektronik;
b. memenuhi ketentuan perundangundangan untuk menjalankan
usaha/kegiatan sebagai Penyedia Barang/Jasa;
c. merniliki keahlian, pengalaman, kemalnpuan teknis dan
manajerial untuk menyediakan barang/jasa;
d. tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan
usahanya tidak sedang dihentikan, danj atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang daLam menjalani sanksi pidana;
e. secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak;
f. sebagai wajib pajak sudah memenuhi kewajiban perpaj akan
tahun terakhir, dibuktikan dengan melampirkan fotokopi bu k ti
tanda terima penyrunpaian Surat Pajak Tahunan (SPT) PCl,jak.
Penghasilan (PPh) tahun terakhir, dan f6tokopi Surat Setoran Pajak (SSP) PPh Pasal 29;
g. dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir pernah
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESI.6.
h. memiliki sumber daya mallusia, modal, peralatan, dan fasilitas lain yang diperlukan dalam pengadaan barangjjasa;
1. tidak masuk dalam daftar hitam;
j. memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan
pos; dan
k. menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan
pengadaan barangjjasa secara elektronik dimulai.
(2) Penyedia BarangjJasa orang perseorangan harus rr..emenuhi
persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kecuali huruf g.
(3) Penyedia BarangjJasa yang keikutsertaannya menirnbulkan
pertentangan kepentingan dilarang menjadi Penyedia BarangjJasa.
BABIU
PROSEDUR PELAKSANAAN
Pasal 8
(1) Pengadaan barang/jasa secara elektronik oleh pengguna barang
dapat menggunakan metode :
a. Metode elelang umum pascakualifikasi dengan 1 (satu)
file;
b. Metode elelang umum pascakualifikasi dengan 2 (dua)
file;
c. Metode elelang umum prakualifikasi dengan 2 (dua)
file;
(2) Pedoman teknis mekanisme dan prosedur pelaksanaan pengadaan barangjjasa elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1 ) dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan Lembaga Kajia_n Pengadaan Barang jJasa Pemerintah.
Pasal 9
Pertukaran dokumen elektronik dalam rangka pengadaan barangjjasa secara elektronik di lingkungan Kemente r ian Kesehatan, dilaksanakal dengan ketentuan sebagai berikut:
a . Proses pengadaan barangjjasa secara elektronik di
Kementerian Kesehatan dilakukan melalui
www.lpse.depkes.go.id
lingkungan w eb 'it e
b. User ID dan password seltuuh p engguna sistem pengadaan
barangjjasa secara elektronik di lingkungan Kementerian Kes h tan merupakan representasi dari penggulla dan terasosiasi tel'ha.d aIJ seluruh aktivitas dalam pengadaan bara ngjjasa secara elektronik.
c. User ID dan password sebagaimana dimaksud pada hu ruf b
terasosiasi terhadap seluruh dokumen elektronik yang dikirim kc
sistem pengadaan barangjjasa secara elektronik, sehingga diakui
sebagai salah satu komponen yang mengesahkan dokumen terscb ut. d . Autentikasi dokumen elektronik dalam pelaksanaan pengadaaI1
menghasilkan sidik
dokumen elektronik. jari atau hash key yang unik bagi tiaptiap
e , Dalam
セ。ャ@
penyedia barang/jasa telah memberikan persetujuan danュ・ュセ・ョォ。ョ@ pernyataan bahwa dokumen elektronik yang dikirim
sesual ?engan dokumen yang diterima oleh sistem pengadaan
baranglJasa secara elektronik berdasarkan hash key yang dihasilkan
dari MD5 sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Me nteri
Kesehata n ini, maka penyedia barang/jasa dianggap telah
menandatangani dokumen tersebut secara elektronik.
t,
Seluruh dokumen elektronik s ebagaimana dimaksud dalam huruf cdan huruf d d apat diperlukan sarna dengan dokumen tertulis, kecuali
dokumen yang harus dibuat secara tertulis mengacu pada
Undang-Undan g 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
BABIV
ETlKA DAN TANGGUNG JAWAB HUKUM
Pasal 10
(1) LPSE, PPK, Panitia Pengadaan, dan bertanggung jawab secara hukum terhadap :
Penyedia Barang/Jas;1
a,
b .
c,
kerahasiaan dan peny alahgunaan kode akses (User ID dan
Pass word) dalam penyelenggaraan barang/jasa elektronik;
kerahasiaan dan penyalahgunaan data dan informasi elektronik yang tidak diperuntukan untuk umum;
p emenuhan ketentuan yan g berlaku dalam penga da a n barang/jasa.
(2) LPS E, PPK , Panitia P e ngadaan dan Pe n ye dia Barang/ Jasa dilarang :
a .
b.
mengacaukan , dan/atau me rusak sistem pengachall
barang/ jas8 SeCa1'3 elekt ron ik ;
mencuri informasi, memanipula s i data, danl atau berlJu a t curang dalam pengadaan barang /jasa secara elektronik ya u' dapat mempengaruhi tujuan pengadaan.
(3) Selain p e menuh a n ketentuan s ebagaimana dimaksud pada ay a t (1) d 3.n ayat (2 ) LPSE , PPK, Panitia Pengadaan, dan Pen y ccl j;:,t Barang/Jasa harus mema tuhi etika pengadaan , barc:. n g / jas; \ s e baga ima na dialur d a lam peraturan p e rundan g-undangan .
BABV
PEMBINAAN DAN PEN AWASAN
Pasal 11
(1) Pembinaan dan Pengawasan pelaksanaan Peraturan ini dilakukan aleh Sekretaris Jenderal dan Biro Keuangan dan Perlengk ap a n Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan sesuai kewenangan masin g masing.
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
(2 ) Dalam rangka pelaksanaan pembin a an dan pengawasan dapat mengambil tindakan administratif.
(3) Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) d a p at berupa:
a . Teguran lisan;
b . Teguran tertulis;
danl
atauc. Pencabutan kode akses LPSE Kementerian Kesehatan
BABVI
KETENTUAN PERALlHAN·
Pasal 12
Sebelum terbentuknya Unit LPSE di lingkungan Kementerian Kesehatan, pelaksanaan pengadaaIl barang/jasa yang diselenggarakan di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Kesehatan dapat dilakukan secara manual.
BABVI
KETENTUAN PENU'l'UP
Pasal 13
Pe ra turan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
pera turan 1m dengan penempatannya dalam Berita Negara Rc p ublik
Indonesia.
Diteta pkan di Jakarta Pada tanggal 7 April 2010
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 013/MENKES/SK/I/2012
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA SECARA ELEKTRONIK KEMENTERIAN KESEHATAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
Men im bang: a. bahwa untuk kesamaan persepsi dalam' layanan pengadaan barang/jasa secara elektronik di lingkungan
Kementerian Kesehatan berdasarkan Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah perlu Petunjuk Teknis Layan&n Pengadaan Barang/Jasa Seeara Elektronik Kementerian Kesehatan agar efisien, efektif, transparan, bersaing, adil, tidak diskriminatif, dan akuntabel;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a tersebut di atas, perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengadaan Barang/ Jasa SecClra Elektronik Kementeri a n Kesehatan;
Mengingat 1. Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 ten tang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843); 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54
Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah dan perubahannya Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Preside .1 Nomor 54 Tahun 2010 tentan g Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
3. Peraturan Menteri Ke ehatan Nomor 462/Menkes/Per / IV / 2 010 tentan g Pengadaan Barang/ Jasa Sec 31a Elektronik di lin gkungan Ke menterian Kesehatan;
4 . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 463/Menkes/Per/ IV /2010 tentang Organisasl dan Tata Kerja Layanan
Pengadaan Secara Elektronik di Kementerian
Menetapkan
KESATU
KEDUA
KETIGA
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2 -5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/
p・イェviiiェセoャo@ ten tang Organisasi dan Tata Kerj a
Kementenan Kesehatan (Berita Negara RepubUk
Indonesia Tahun 2010 Nomor 585);
6. Peraturan Menteri Kese h atan Nomor 1893jMenkesj
PerjIXj2011 tentang Unit Layanan Pengadaan
Barangj Jasa di lingkungan Kementerian Kesehatan;
7. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangjJasa Pemerintah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik;
MEMUTUSKAN :
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG
PETUNJUK TEKNIS LAYANAN PENGADAAN
BARANG/JASA SECARA ELEKTRONIK KEMENTERIAN KESEHATAN .
Petunjuk Teknis Layanan Pengadaan Barahgj Jasa Secara Elektronik sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam Keputusan Menteri ini.
Petunjuk teknis Layanan Pengadaan BarangjJasa Secara Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu merupakan acuan bagi para pejabat pengelola keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kementerian Kesehatan baik di kantor pusat maupun Unit Pelaksana Teknis di daerah .
3-LAMPlRAN
KEPUTUSAN MENTER! KESEHATAN NOMOR 013jMENKESjSKjlj2012 TENTANG
PETUNJUK TEKNIS LAYANAN PENGADAAN
BARANG/JASA SECARA ELEKTRONI K
KEMENTERIAN KESEHATAN
PETUNJUK TEKNIS LAYANAN PENGADAAN
BARANG/JASA SECARA ELEKTRONIK KEMENTERIAN KESEHATAN
LATAR BELAKANG
Dalam rangka meningkatkan prinsip dasar pengadaan barang/jasa pemerintah yaitu efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel sebagaimana tercantum dalam Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan BarangjJasa
Pemeri ntah, Kementerian Kesehatan telah membentuk Layanan Pengadaan Barang/ Jasa Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Kesehatan . Dalam pelaksanaannya LPSE Kementerian Ke sehatan menggunakan aplikasi Sistem Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (SPSE) dan database
E-Procurement yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/ Jasa Pemerinta h (LKPP).
Man[aat utama pengadaan barang/jasa secara elektronik adalah aspe k
non-contact dari para pihak yang terlib at dalam pengadaan. Dengan demik ian ,
slstem ini diharapkan Panitia Pengadaan jUnit Layanan Pengadaan (ULP)
、。ー。セ@ bekerja secara profes s ional tanpa haru s berhadapan dengan pe s er ta
lela n o. Dengan si stem ini, semu a proses pcngadaan yang dimul ai d a ri pengumuman, pend aftaran, p engambilan dokumen, penjelasan, pembukaan,
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
4-I. TUJUAN
Tujuan petunjuk teknis Layanan Pengadaan BarangjJasa Secara Elektronik adalah セゥー・イッャ・ィョケ。@ acuan untuk melakukan pengadaanbarangjjasa secara elektromk pada satuan kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan baik di Kantor Pusat maupun Unit Pelaksana Teknis di daerah.
!. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup petunjuk teknis pengadaan barangjjasa secara elektronik ini meliputi :
1. Pengadaan barangjjasa yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
2. Pengadaan barangjjasa yang dananya bersumber dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) yang berpedoman pada ketentuan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barangj Jasa Pemerintah.
I . DEFINISI
Dalam petunjuk teknis ini, yang dimaksud dengan:
1. Pengadaan secara elektronik atau E-Procurement adalah Pengada a u Barangj Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknolo gi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundan -undangan.
2. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Kesehatan .
3. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan olch
Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.
4. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejaba t yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barangj Jasa.
5-6 .
Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yan g ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima has il pekerjaan .
7. Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada institusi lain yang se1anjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyeJenggaraan tugas dan fungsi organisasi .
8. Penyedia Barang/ Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang kegiata n usahanya menyediakan barang/jasa.
9. Pakta Integritas adalah surat pernyataan yang berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme dalam Pengadaan Barang/ J asa .
10. Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik di Kementerian Kesehatan yang s elanjutnya disebut unit LPSE, adalah unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa secara elektronik di lingkungan Kernenterian Kesehatan.
11. Sistem Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (SPSS) Kementerian Kesehatan selanjutnya disingkat SPSE Kernenterian Kesehatan ad ;:dah kt:sisteman meliputi aplikasi perangkat lunak (aplikasi SPSE) dan database E-Procurement yang dikernbangkan oleh LKPP untuk di gunakan ol eh LPSE Kementeri a n Kesehatan dan infrastrukturnya.
12 . Admin Sis tem a dalah petugas LPSE yang bertugas rnelakukan instalas i dan menjaga SPSE .
13. Admin PPE adalah petugas LPSE Kementerian Kesehatan yall g mempunyai tugas m e mberikan Us er ld dan password kepada admill
Age ncy, Verifi k alor, Helpdes k, Train e r.
14. Admin Age ncy ad alah Petuga s LPSE yang berada di setiap Unit Utama Kementerian Ke s ehatan yang mempunyai tugas memberika n password
dan user ID kepada PPK dan panitia peng8daan/Kelompok kerja ULP.
15. Verifikator adalah petugas LPSE yang bertugas memverifikasi d a ta penyedia barang/jasa untuk mendapatkan hak akses (User ID dan
Password) .
MENTERIKESEHATAN REPUBlIK INDONESIA
7-5. Bidang Registrasi dan Verifikasi, terdiri dari :
a. Admin Agency
b. Verifikator.
6. Bidang Layanan Pengguna Help desk
7. Bidang Pelatihan dan Sosialisasi.
'I. PENGGUNA DAN AKTIVITAS PADA LAYANAN PENGADAAN BARANGjJASA
SECARA ELEKTRONIK
Pengguna Layanan Pengadaan Barangj J asa Secara Elektronik melipu ti Panitia pengadaan barangjjasajUnit Layanan Pengadaan (ULP) dan Penyedia barangjjasa. Aktivitas yang dilakukan dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) adalah sebagai berikut :
1. Panitia Pengadaan BarangjJasajUnit Layanan Pengadaan (ULP)
Panitia pengadaan barangjjasajULP mempunyai aktivitas sebagai berikut:
a. membuat paket lelang; b. menyusun Lelang; c. mengumumkan lelang;
d. meng-upload dokumen lelang;
e. melakukan penjelasan lelang (aanwijzing);
f. meng-upload addendum dukumen lelang (apabila ada perubahall dokumen lelang)
g. men-download dan melakukan pembukaan dokumen penawaran;
h. melakukan evaluasi lelang;
1. meng-upload berita acara evaluasi penawaran dan hasi1 pelelanga n,
J. menetapkan pemenang lelang;
k. mengumumkan pemenang lelang; dan l. menjawab sanggahan.
2 . Penyedia BarangjJasa
Penyedia BarangjJasa mempunyai aktlvitas sebagai berikut:
a . pendaftaran Penyedia;
b. melengkapi data Penyedia;
c. mendaftar untuk ikut lelang;
d . melakukan penjelasan lelang (aanwijzing);
8-f. mengirim dokumen kualifikasi', g. mengirim dokumen penawaran; dan h . melakukan sanggah;
3. Auditor
Auditor mempunyai aktivitas sebagai berikut:
a. akses memasuki aplikasi SPSE; dan
b. mengakses inforrnasi, data, mengunduh dan membuka file, baik yang disampaikan oleh ULP maupun peserta pemilihan paket pekerjaan yang menjadi objek audit;
(1. TATA CARA
1. PERSIAPAN
Dalam rangka melaksanakan pengadaan Barang/ Jasa secara elektronik, terlebih dahulu melakukan persiapan sebagai berikut :
a. Satuan Kerja
1) Satuan Kerja mendaftarkan PPK dan Panitia/Pokja ULP kepada Admin Agency Unit Utama masingmasing untuk mendapatkan kode akses (User 1D dan Password), dengan melampirkan:
a) Fotokopi Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran. (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK);
b) Fotokopi SUrat Keputusan pe ngangkatan sebagai PPK dan Panitia Pengadaan/ULP;
2) Admin Agency di Unit Utama memberikan kode akses (User ID
dan Password) kepada PPK dan Panitia/ Pokja ULP. . Penyedia Barang/Jasa
1) Penyedia Barang/Jasa melakukan pendaftaran secara online di SPSE Kementerian Kesehatan;
2) Penyedla Barang/ Jasa melakukan verifikasi secara offline k e verifikator di LPSE Kementerian Kesehatan dengan membawa :
a ) Isian Formulir Pendaftaran dan Keikutsertaan;
b) Fotokopi KTP Direktur/Pemilik Perusahaan/Pejabat Yc)n g berwenang di perusahaan;
MENTERIKESEHATAN REPUBlIK INDONESIA
10-2) Pendaftaran
a) Penyedia barang yang sudah mendapatkan hak akses, dapat memilih dan mendaftar sebagai peserta lelang pada paket-paket pekerjaan yang diminati.
b) Untuk penyedia barangjjasa yang saling bergabung dalam suatu kon s orsium atau bentuk kerja sarna lain, maka pendaftaran lelang dilakukan oleh pirnpinan (leadfinn)
konsorsium atau bentuk kerja sarna lain.
e) Dengan mendaftar sebagai peserta lelang maka penyedia barangjjasa dianggap telah menyetujui pakta integritas.
d) Dengan mendaftar sebagai peserta lelang, dapat
mengunduhj download dokumen pengada2.n. 3) Pemberian Penjelasan
a) Proses pemberian penjelasan (aanwijzing) dilakukan secara
online tanpa tatap muka melalui aplikasi SPSE LPSE Kementerian Kesehatan.
b) Panitia PengadaanjULP menjawab setiap pertanyaan yang rnasuk dan hanya boleh menambah waktu tahap penjelasan untuk menjawab pertanyaan terakhir.
c) Pa nitia PengadaanjULP dilarang menjawab pertanyaan dengan cara mengumpulkan pertanyaan terlebih dahulu d an rnenjawab pertanyaan tersebut sekaligus pada akhir jadwal.
d) Dalam hal waktu tahap penjdasan telah berakhir, Panitia PengadaanjULP masih mempunyai waktu 1 (satu) jam untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang rnungkin belum terjawab.
e ) Untuk menjawab pertanyaa n beberapa menit s e b Jum tahapan penjelasan berakhir (10 menit terakhir), Pa nitia Pen g rl aanjULP dapat menam b ah waktu penjelasan.
f) Dengan terjawabnya pertanya a n terakhir yang dijawa b lJi'tcL,'
masa penambahan waktu, penyedia barang/jasa ti dal<. diperkenankan untuk memberikan pertanyaan kembali .
11-h) Pelaksanaan penjelasan lanjutan dilakukan oleh seseorang selain Panitia Pengadaanj ULP, misal Panitia PengadaanjULP menunjuk seorang atau beberapa tenaga . ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) yang telah ditetapkan oleh PPK, dall pelaksanaan penjelasan lanjutan dibuktikan dengan berita aeara penjeJasan lanjutan .
i) Panitia PengadaanjULP tidak perlu membuat Berita Aeara Penjelasan Pekerjaan (BAPP).
j) Apabila terjadi perubahan dokumen lelang, maka dibuat perubahan (addendum) dokumen Ie lang yang selanjutnya
di-upload dalam Sistem Pengadaan Barangj Jasa Seear a Elektronik.
k) Perubahan (addendum) dapat dilakukan seGara bcrulang dengan batas akhir 2 hari se belum tahap pemasukan dokumen penawaran berakhir.
1) Berita Aeara Penjelasan Lanjutan (BAPL) menjadi bagian dari addendum, jika tidak ada addendum maka BAPL menj adi bagian dari Berita Aeara Hasil Pelelangan (BAHP).
m) Peserta yang tidak mengikuti penjelasan pekerjaan dimaksud tidak dapat digugurkan.
4) Pemasukan Kualifikasi
a) Data Kualifikasi disampaikan melalui formulir elektronik isian kualifikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE.
b) P:U1itia PengadaanjULP dilarang meminta penyedi a barangjjasa untuk mengupload softeopy lampiran dokumen yang dipersyaratkan dalam data isian kualifikasi.
c) Penyedia barangjjasa dilaran g memasukkan softcopy d a t a kualifikasi pada fasilitas pengunggahan lain yang tersedi a pada aplikasi SPSE termasuk APENDO.
d) Jlka formulir elektronik isirtn kualifikRsi yang tersedi;t pCld n aplik a si SPSE belum mengak omodir data kualifikasi yan diminta oleh Panilia PengadaRnjULP, maka data kualifi k s i tersebut di -upload pada fasil itas pengunggahan lain y a n!J
MENTERIKESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
12-e) Pada prakualifikasi, Panitia Pengadaan/ULP dapat memanfaatkan fasilitas komunikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE untuk meminta penyedia barang/jasa melengkapi formulir kualifikasinya.
1) Dengan mengirimkan data kualifikasi secara elektronik, penyedia barang/jasa menyetujui pernyataan sebagai berikut:
(1) Perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut dan tidak sedang dihentikan kegiatan usahanya;
(2) Salah satu danl atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam;
(3) Data kualifikasi yang diisikan benar, dan jika dikemudian hari ditemui bahwa datal dokumen yang disampaikan tidak benar dan ada pemalsuan, maka penandatanganan dan badan usaha yang diwakili bersedia dikenakan sanksi administratif, sanksi pencantuman datam Daftar Hitam, gugatan secara perdata, danl atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundanganundangan.
5) Pemasukan Penawaran
a) Dokumen penawaran disampaika n dengan bentuk file, yang diunggah melalui aplikasi SPSE p ada LPSE Kementerian Kesehatan,
b) Penyampaian penawaran secara satu file, yaitu penyampaian dokunwn penawaran administrasi, teknis dan harga dalam satu file penawaran, di mana evaluasi dilakukan setelah fIle
administrasi, teknis, dan harga terbuka.
c) Penyampaian penawaran secara dua file, yaitu penyampaian dokumen penawaran administrasi dan teknis dalam satu file,
dan penawaran harga dalam file penawaran lainnya, dimana evaluasi administasi dan teknis dilakukan sebelum fil e
13-d) Surat penawaran dan/ atau surat lain bagian dari dokumen penawaran dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik ini tidak memerlukan tanda tangan basah dan stempel sehingga penyedia barang/jasa tidak perlu mengunggah (upload) hasil pemindahan dokumen asli, kecuali surat lain yang memerlukan tanda tangan basah dari pihak lain, contoh surat dukungan bank, surat keterangan fiskal ( tax clearance), SUrat Jaminan Penawaran.
e) Surat penawaran ditandatangani secara elektronik oleh pemimpin/ direktur perusahaan atau penerima kuasa dari direktur utama pendirian atau perubahannya, atau kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik atau pejabat yang rnenurut perjanjian kerja sarna adalah yang berhak mewakili perusahaan yang bekerja sarna.
f) Pada tahap penyarnpaian penawaran, penyedia barang/jasa mengirimkan file penawarannya dengan terlebih dahu lu
melakukan enkripsi/ penyandian dengan menggunakan
APENDO.
g) Penyedia barang/jasa dapat melakukan upload [rIp penawaran secara berulang untuk mengganti atau menimpa
file penawaran sebelumnya, sampai dengan batas Rkhir pemasukan penawaran.
h) Pengguna wajib rnengetahui dan melaksanakan ketenluan penggunaan APENDO yang tersedia dan dapat diketahui pad:.'! saat mengoperasikan APENDO,
i) APENDO sebagairnana dimaksud butir f) dikembangkan oleh Lernbaga Sandi Negara yang khusus diperuntukan ba i aplikasi SPSE.
j) Panitl ' Pengadaan/ULP bila dianggap perlu dapat meJakukan perubahan jadwal tahap pemasukan penawaran, d n ga n ket.e ntuan \V8jib menginputk c1n alasan yang sebenarnya.
6) Surat Jaminan Penawaran
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
14-b) Panilia PengadaanjULP dapat meminta penyedia barangjjasa untuk menyampaikan surat jaminan asli dari bank, perusahaan penjaminan atau asuransi, dan contoh produk kepada tempat yang ditentukan oleh Panitia Pengadaanj ULP.
c) Dalam hal penyedia barangj jasa hanya mengirimkan softcopy
jaminan penawaran dan tidak mengirimkan jaminan
penawaran asli sebagaimana dimaksud huruf b, penyedia barangjjasa terse but tidak dapat digugurkan dalam tahap evaluasi administrasi jika hasil konfirmasi kepada penerbit
jaminan menyatakan bahwa jaminan tersebut dapat
dicairkan.
d) Permintaan sebagaimana dimaksud huruf b oleh Panitia PengadaanjULP wajib dinyatakan dalam dokumen pemilihan.
7) Pembukaan Penawaran dan Evaluasi
a) Pada tahap pembukaan penawaran, Panitia PengadaanjULP mengunduh (download) dan melakukan dekripsi file
penawaran tersebut dengan menggunakan APENDO .
b) Harga penawaran dan hasil koreksi aritmatik dimasukkan pada fasilitas yang tersedia pada aplikasi SPSE.
c) Panitia PengadaanjULP dapat terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap 3 (tiga) penawaran terendah.
d) Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (file dengan ekstensi *.rhs). Panitia PengadaanjULP wajib menyampa ik a n
file penawaran terenkripsi yang tidak dapat dibuka (dekripsi) te rse but kepada LPSE Kementerian kesehatan dan LPS E Kementeri a n Kesch a lan d a pa t menyampaikan file pen a wa r an tersebut kepada LKPP.
e) Terhadap file penawaran tere ukripsi yang tidak dapa l di b u k a (dekrips i) yang disampaikan kepada LPSE atau LKPP, m a ka LKPP akan memberikan keterangan kondisi file penawaran kep a da Panitia PengadaanjULP .
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
15-g) Proses evaluasi (administrasi dan teknis, harga, kualifikasi) dilakukan secara manual (ojj line) di luar aplikasi SPSE, dan selanjutnya hasil evaluasi tersebut dimasukkan ke dalam aplikasi SPSE.
h) Panitia Pengadaan/ULP wajib melakukan klarifikasi kepada penerbit surat jaminan tentang keabsahan dan substansi jaminan penawaran.
i) Ketidakabsahan atau kemungkinan penolakan klaim jaminan terhadap softcopy surat jaminan yang ditujukan oleh Panitia Pengadaan/ULP dapat berakibat pada gugurnya syarat administrasi.
j) Pembuktian kualifikasi dengan meminta dokurnen penawaran asli dilaksanakan terhadap calon pemenang.
k) Panitia Pengadaan/ULP mengirim pemberitahuan (termasuk email) melalui Aplikasi SPSE kepada pemenang pemilihan dan meminta untuk menyelesaikan proses selanjutnya yang pelaksanaannya di luar SPSE .
I) Penggunaan aplikasi APENDO oleh bukan pihak yang sebenarnya akan berakibat penawaran dianggap tidak sah.
8) Pengumuman
Ap likasi SPSE secara otomatis akan menampilkan inform a i
pengumuman lelang dan pengumuman pemenang pake!
pekerjaan dengan format dan isi yang tersedia pada aplikasi SPSE, serta mengirim informasi tertentu melalui email kep a d a seluruh peserta yang mendaftar pada paket pekerjaan tersebul.
9) Sanggah iln
a) Peserta pemilihan hanya dapat mengirimkan 1 (sat.u) k ali sangga han kepada Panitia Pcngadaan/ULP melalui 。ーャゥォ。セゥ@
SPSE.
b) Aplikasi SPSE digunakan Panitia Pengadaan/ULP u n l uk menj a wab sanggahan yang diajukan peserta pemilihan yang dikirimkan pada bat.as akhir waktu tahap sanggah.
LO) Sanggahan banding dilakukan s ccara manual ditujukan k Cp8d <J
Mentt;ri, peserta yang melakuka n sanggahan banding m Jl
..
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
16-11) PPK membuat Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) secara manual diluar aplikasi SPSE.
12) Penandatanganan Kontrak
Disertai dengan as Ii dokumen penawaran, pemenang lelang
melakukan penandatanganan kontrak dengan PPK yang
dilakukan di luar SPSE.
13) Perubahan Jadwal
Panitia Pengadaan/ULP dapat melakukan perubahan jadwal tahap pemilihan dan wajib mengisi alasan perubahan.
14) Pemilihan Ulang dan Evaluasi Ulang
a) Dalam hal Panitia Pengadaan/ULP memutuskan untuk melakukan pelelangan ulang atau evaluasi ulang, maka Panitia Pengadaan/ULP harus memasukan alasan penyebab pelelangan harus diulang atau dievaluasi ulang.
b) lnformasi tentang pelelangan ulang ini secara otomatis akan terkirim melalui email kepada semua peserta yang mendaftar pada paket pekerjaan tersebut.
c) Dalam hal aplikasi SPSE mengalami kegagalan telcn is operasional, Panitia Pengadaan/ULP dapat memutu s k a n untuk melanjutkan/mengulang 1elang.
d) Lelang ulang dilaksanakan dengan memasukan data le I n g baru Lermasuk membuat dokumen pemilihan baru d a n membuat jadwal baru.
e) Evaluasi ulang dilaksanakan dengan membuat perubah an jadwal pada tahapan ev a luasi dan seterusnya, dan melaksanakan evaluasi selayaknya evaluasi awal.
15) Oaftar Hitam (blacklist)
LPSE dapat menonaktifkan kode akses Pengguna SPSE apabil a ditemukan pelanggaran terhadap persayaratan dan kf'tentua n penggun;:lan SPSE, dan permintaan dari PA/KPA/PPK d ar! Panitia Pcngadaan/ULP berkaitan dengan blacklist.
3 . AUDIT
a. Persiapan
17
-2) LPSE. menerima, menyimpan dan menerbitkan kode akses terhadap namanama yang tercantum dalam surat tugas d i terbitkan oleh instansi yang memiliki tugas pokok dan fungsi audit.
b. Pelaksanaan
1) Proses audit pengadaan secara elektronik dilaksanakan melalui fasilitas yang disediakan dalam aplikasi SPSE;
2) Auditor hanya dapat mengakses informasi, data, dan mengunduh dan membuka file, baik yang disampaikan oleh Panitia Pengadaan/ULP maupun peserta pemilihan paket pekerjaan yang menjadi obyek audit sebagaimana tercantum dalam surat tugas;
3) Auditor dapat menemui Panitia Pengadaan/ULP untuk
memperoleh informasi dan dalam rangka proses audit paket pemilihan tertentu.
II. PENUTUP
MENTERIKESEHATAN REPUBlIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 2575/MENKES/SKlXII/2011
TENTANG
PERSONALIA PENGELOLA UNIT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK DI KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang bahwa dalam rangka pelaksanaan Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE) di Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2012 perlu ditunjuk Personalia Pengelola LPSE tersebut yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan;
Mengingat 1. UndangUildang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Inform asi
dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Repub lik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843);
2 . Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentan g
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana tel ah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2011 ;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Non lor
462/Menkes/Per/IV/2010 tentang Pengadaan 8arang/Jasa Secara Elektronik di lingkungan Kementerian Kesehatan ;
4 . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
463/Menkes/PerIlV/2010 tentang Organisasi dan Tata KerJ8 Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektron ik di Kementerian Kesehatan;
5. Peraturan Menteri Kesehatan NornaI'
1893/Menkes/Per/IX/2011 tentang Unit Layanan Pengadaan 8arang/Jasa di Lingkungan Kementerian Kesehatan;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Norn or
1144/Menkes/PerNIII/2010 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Kesehatan;
7 . Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan
Menetapkan
Kesatu
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima
2
-MEMUTUSKAN:
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG
PERSONAlIA PENGELOLA UNIT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 01 KEMENTERIAN KESEH A T AN TAHUN ANGGARAN 2012.
Susunan personalia Pengelola Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik di Kementerian Kesehatan sebagaimana dimak sud tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Pengelola sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu
bertugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Masa tugas Pengelola Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik di Kementerian Kesehatan terhitung mulai tanggal ditetapkannya Keputusan ini sampai dengan akhir tahun 2012.
Pembiayaan yang timbul dari Surat Keputusan Menteri
Kesehatan tentang Personalia Pengelola Unit La yanan
Pengadaan Secara Elektronik di Kementerian Kesehatan di bebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bi m Keuangan dan Barang Milik Negara Sekretariat Je nde ral
Kementerian Kesehatan Nomor 0689/024-01,1 .01 /00/20 12
tanggal 9 Desember 2011 .
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
. Lampiran
Keputusan Menteri Kesehatan
Nomor : 2575/MENKES/SKlXI1I2011
Tanggal : 30 Oesember 2011
SUSUNAN PERSONALIA PENGELOLA UNIT LAYANAN PENGAOAAN SECARA ELEKTRONIK 01 KEMENTERIAN KESEHATAN
1. Pembina Menteri Kesehatan
2. Pengarah 1. Sekretaris Jenderal
2. Inspektur Jenderal
3. Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan
4 . Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
5. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
6. Direktur Jenderal Bina Kefarmasi an cl an A lat Kesehatan
7 . Kepala Badan Penelitian dan Pengem ba ngan Kesehatan
8. Kepala Badan Pengembangan dan Pemberd ayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan
3. Penanggung Jawab
a. Ketua Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik f\Je gar a,
Sekretariat Jenderal
b. Wakil Ketua 1. Sekretaris Inspektorat Jenderal
2. Sekretaris Direktorat Jenderal Sin a Upaya
Kesehatan
3. Sekretari s Direkfurat Jenderal Bin a Gizi da n Kesehatan Ibu dan Anak
4. Sekretaris Direktorat Jenderal Penge ndCllic:m
Penyakit da n Penyehatan Lingkung an
5. Sekretari s Direktorat Jenderal Bina Kefarm asian dan Alat Kesehatan
6. Sekretari s Badan Penelitian dan Pen gembangan Kesehatan
7. Sekretaris Badan Pengembanga n d an
Pemberdayaan Sumber Oaya Manusia Kesehatan 8. Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Sekretariat
Jenderal
2
-c. Sekretaris Kepala Pusat Data dan Informasi
4. Bidang
a. Administrasi Sistem Kepala Bidang Pengembangan Sistem
Informasi Informasi dan Bank Data, Pusat Data d an
Informasi
1) Sub Bidang Admin Kepala Sub Bidang Bank Data, Pusat Data
dan Informasi
2) Sub Bidang Admin Nandi Sunandi
Pelayanan Staf Biro Keuangan dan Barang Milik Negara
Pengadaan Elektronik NIP 196011071982031003
b . Registrasi dan Verifikasi Kepala Bagian Penatausahaan, Pengadaan,
dan Penyimpanan Biro Keuangan dan
Barang Milik Negara
1) Admin Agensi 1. Agus Purwono, SE
Staf Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan
NIP 1971080919910310023
2 . Sugiyo, S. Kom
Staf Direktorat Jenderal Bina Gizi dall
I<esehatan Ibu dan Anak NIP 195806051977031001
3 . Artono, SE
Staf Direktorat Jenderal Bi ll a
Kefarmasian dan Alkes NIP 19840709200801 W04
4. DjunClidi, AMD
Stat Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan NIP 197506072005011003
5. Ade Riski Purnomo
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
3 -6. Yuni Pristanti
Staf Badan Pengerribangan dan
Pemberdayaan Sumber Oaya Manusia Kesehatan
NIP 198806032010122002
7. Sukro. SAP
Staf Sekretariat Jenderal NIP 196805251994031002
2) Verifikator 1. Mursadah
Staf Biro Keuangan dan Baran g Milik Negara
NIP 1'96012011982032004
2. Suwartiningsih, S. Sos
Staf Biro Keuangan dan Barang Milik Negara
NIP 196811021991032001
3. H. Sunaryadi
Staf Biro Keuangan dan Barang Mil ik Negara
NIP 195811131989031003
4. Martejo
Staf Biro Keuangan dan Bara ng Mili k Negara
NIP 196606151986031003
5. Nana Sudarna
Staf Biro Keuangan dan Barang Mil ik Negara
NIP 195802081983111001
6. Yulidarmi
Staf Biro Keuangan dan Baran g Milik Negara
NIP 196007281983112001
7. Nurhayati
Staf Biro Keuangan dan Baran g rJlI I:k Negara
4 -8 . Prayitno
Staf Biro Keuahgan dan Barang Milik Negara
NIP 196709121987021001
9. Supar
Staf Biro Keuangan dan Barang Milik Negara
NIP 196410271989031001
10. Athi Susilowati Rois, SKM Staf Pusat Data dan Informasi NIP 197906012006042003
c. Layanan Pengguna Kepala Sub Bidang Pengembangan Sistem
Informasi, Pusat Data dan Informa3i
Help desk 1. Aris Priya Handoko, S .Kom
Staf Pusat Data dan Informasi NIP 198008092005011002
2. Chairul Nanda, S.Kom
Staf Biro Keuangan dan Barang Milik Negara
NIP 198510312010121005
3. Moch. Arief Ardiyansyah, A .Md
Staf Lembaga Kebijakan Peng8da 8n Barang/Jasa Pemerintah
4 . Adi Rakhmat Pratomo
Staf Lembaga Kebijakan Pengad aan
Barang/Jasa . Pemerintah
5. Andri Tryadi Saputra, S .Si Staf Pusat Data dan Informasi NIP 197808162005011004
6 , Moch Imron M.
Staf 8iro Keuangan dan Barang Mil ik Negara
NIP 195801201978121001
7. Agung Kurniadi Barat
Staf Biro Keuangan dan Barang Mil ik Negara
d. Pelatihan
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
5
Kepala Sub Bagian Pengadaan,
Keua ngan dan Barang Milik Negara
Biro
Trainer 1. Ora . Fitri Sulistiani
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro , Biro Keuangan dan Barang Milik Negara NIP 195704291982032001
2. Cipto Afrianus
Staf Biro Keuangan dan Negara
NIP 198704252010121001
Barang Milik
3. Doni Hadhikurnianto.S .Kom
Staf Pusat Data dan Informasi NIP 198310032009121004
4. Sri Wahyuni
Staf Biro Keuangan dan Negara
NIP 197212121994032002
Barang Milik
5. Berlina Sihombing,.SH
Staf Biro Keuangan dan Negara
NIP 196405211988032002
Barang Milik
e . Sosialisasi Kepala Sub Bagian Penyimpanan,
Keu angan dan Barang Milik Negara
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1893jMENKESjPERjIXj2011
TENTANG
UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANGjJASA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN
DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA
MENTER! KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
IvIenimbang bahwa un tuk melaksanakan keten tuan Pasal 14 a yat (1)
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tenta g
Pengadaan Barangj Jasa Pemerintah, perlu meneta pk a n
Peraturan Menteri Kesehatan tentang Unit Laya n a n
Pengadaan Barangj J asa Pemerin tah 'di Lingkun ga n
Kementerian Kesehatan;
Mengingat 1. UndangUndang Nomor
36
Tahun 2009 ten taJ gKesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia T rthun
2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran 1":. ga r a
Republik Indone5ia 5063);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 t ellLa u g
Pengelolaan Barang Milik NegarajDaerah (Lemb a ran Negar a Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No m n r 4609 ) sebagaimana telah diubah dengan Pe nH r a n Peme rintah Nomor 38 Tahun 2008 (Lembaran N .r;ar::t Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 78, Tam b ah :;!l Lembaran Negara Republi k Indo nesia 4855);
3. Peratl.Jran Presiden Nom.or 54 Tahun 2010 ten la w '
Penga daan Barangj ,)aS8 Pemerintah;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nonlor
462 j MENKES / PERjIVj2010 tentang Pengadaa n
BarangjJ asa Secara Elektronik di Lingkun gan
Kementerian Kesehatan;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
1144 j MENKESj PERjVIIlj20 1 0 tentang Organisasi d a[ Tata Kerja Kementerian Kesehatan;
MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA
2 .
MEMUTUSKAN:
Menetapkan PERATURAN MENTER! KESEHATAN TENTANG UNIT
LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut dengan
Pengadaan Barang/ Jasa adalah kegiatan untuk memperol e h
Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangka t Daerah/lnstitusi Iainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan
kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan u ntuk
mem peroleh Barang/ J asa.
) Unit Layanan PengRdaan Secara Elektronik, yang seianjutnya disin gk .:ti
unit
LPSE
adala h unit yang melayanj proses pengadaan 「。イ。ョ ァO ゥ ョN セZ [」@ ャ@se c a ra elektronik d i lingkungan Kementerian Kesehatan.
Unit La y a nan Pen gudaan, yang selanjutnya disingkat ULP adaJah u nit
organisasi pemerintah yang berfungsi melaksanakan ー・ョァ 。 、 」 ャHセ ョ@
barang/jasa di lingkungan Kementerian Kesehatan.
4 . ULP Unit Utama adalah ULP yang bertugas menyelenggarakan d r.D
mengkoordinasikan seluruh pengadaan barang/ jasa yang dilakuk=m I ! i
tingkat Eselon 1.
, . U LP Unit Pelaksana Teknis, yang s e 1a njutnya disingkat ULP U PT
acialah ULP yang bertugas menyelenggarakan dan ュ・ョァォッッイ、ェョ セ\[@ ゥ ォ M i ョ@
seluruh pengadaan barang/jasa yang dilakukan di tin gka t Ulll Pelaksana Teknis.
r
lJ LP Daerah
adalah lJLP Jrangbertugas
menyelenggarakan
(larlmengkoordinasikan seluruh pengadaan barang/jasa yang dilakuk8 1l oleh pemerintah daerah.
7. Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disingkat PA adalah Me n tf'ri
Kesehatan.
3 .
8. Kuasa Pengguna Anggaran , yang selanjutnya disingkat KPA adalah
pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan Anggara n Pendapatan dan Belanja Negara atau ditetapkan oleh Kepala Da erah untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah .
9 . Pejabat Pembuat Komitmen , yang selanjutnya disingkat PPK ad a lah
pejabat yang bertanggungjawab atas pelaksanaan Penga daa n
Sarangj J asa.
10. Kelompok Kerja Pengadaan, yang selanjutnya disebut Pokja adalah tim
kerja yang terdiri atas personil yang bersertifikat ahli pengadaan,
berjumlah gasal beranggotakan paling kurang 3 (tiga) orang dan
bertindak untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa di dalam ULP.
1 1. Pejabat Pengadaan adalah personil yang memilikl Sertifikat Keahlian
Pengadaan Baran g jJasa yang ditugaskan untuk melaksanak8.n
pengadaa n bara ng j jasa.
12 Menteri Kesehata n adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang kesehatan.
Pasa12
Pengaturan ULP barangfjasa bertujuan untuk melakukan p ro s es
pengadaan barang/jasa secara lebih terintegrasi/terpadu, efektif d , n
efi s ien, terbuka , bersaing) tidak diskriminatif dan akuntabel.
BAB II
PEMBENTUKAN DAN KEDUDUKAN
Pasa13
(1 1 Dalam rangka pelaksanaan pengadaan barangjjasa dibentuk U L P d i
masingmasing Unit Utama atau UPT .
(2) ULP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat perman en dan
berbentuk nonstruktural .
(3 ) U LP sebagaiman a dimaksud pacta a yat (1 ) terdiri dari:
a . ULP Unit Utama; dan
b. ULP UPT .
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
4 .
Pasal 4
(l) Pengadaan barang/ jasa yang dilaksanakan oleh ULP meliputi:
a. penyelenggaraan pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa
lainnya dengan nilai di atas Rp 100.000.000,00 (seratu s juta rupiah); dan
b. penyelenggaraan pengadaan jasa konsultansi derrgan nilai di atas Rp 50.000.000,00 (lima pUlL.;,h juta rupiah).
(2) Pengadaan barang/ pekerjaan konstruksi/jasa lainnya dengan nilai
kurang/sama dengan Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah), atau pengadaan jasa konsultansi dengan nilai kurangj sama dengan Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dilaksanakan oleh pejabat pengadaan barang/jasa pada satuan kerja masingmasing.
Pasal5
(1 ) ULP Unit Utanl.a untuk masing-masing Direktorat Jenderal/Badan
berkedudukan di masingmasing Sekretariat Direkto rat
Jenderalj Sekreta riat Badan.
(2) ULP Unit Utama untuk Sekretariat Jenderal dan Inspektorat ,J ervjr""! r8 1
berkedudukan di Biro Umum.
3 1 ULP UPT dapat dibcI l tuk di masingmasing UPT yang 「・イォ・、オ、 オォ セ ャ@ i I d i
Sekretariat UPT.
Pasa16
[i) Pembentukan ULP Unit Utama dan ULP UPT di masing m:lsing
Direktorat Jenderal/Badan ditetapkan oleh Direktur Jenderal/Kcp a la B adan.
(:2) Pembentukan ULP Un it Utama di Sekr e tariat ,Jenderal dan Inspe kto l a i
Jenderal dit e tapkan ole n Sekretaris.J .nde ral.
Pasa17
rlJ
Direktur Jenderal j Kepala Badan dalam membentuk ULP 1.JPT vvaji ''mem pertim bangkan:
a. volume, be saran dana, dan jEnis p engadaan barangjjasa;
b. lokasi/jumlah sebaran pekerjaan;
': . ketersediaan s1Jmber daya manusi a di biclang pengadaan;
d. ketersediaan sarana dan penguasaan teknologi inTorma::;i drill
komunikasi; dan
e. efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pekerjaan.
5 .
(2) Pengadaan barangj jasa di UPT yang tidak dibentuk ULP dapat
dilaksanakan di U LP Unit Utama atau ULP Daerah.
(3 ) UPT dapat menyerahkan pelaksanaan p engadaan barang/jasa kepad a
ULP Unit Utamaj ULP Daerah apabila terdapat keterbata s a n
kemampuan pengadaan barangjjasa.
(4) Pengadaan barangjjasa di UPT yang dilaksanakan oleh ULP daerah harus didahului dengan perjanjian kerja sarna antara Kepal a UPT dengan Kepala ULP Daerah.
(5) Kepala UPT dalam melakukan perjanjian kerjasama harus mendapat
persetujuan Direktur JenderaljKepala Badan.
BAB III
TUGAS DAN WEWENANG ULPjPEJABAT PENGADAAN
Pasa18
ULP mempunyai tugas:
a. menyusun rencana pemilihan penyedia barangjjasa;
b . melakukan analisa dan menetapkan dokumen pengadaan;
c . mengumumkan pelaksanaan pengadaa n barangjjasa di w ebsZ! <i'
Ke menterian Kesehatan dan papan pengumuman resml 1 nLu k
m asyarakat serta menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan d J ELl 1
Portal Pengadaan Nas ional ;
ct
menilai kualifikas i penyedia barangj jas a melalui prakualifikasi :l U 1Llpascakualifikasi;
melakukan evalua i administrasi, teknis dan harga terh EJ(J .. q 1
'Jen a wa rill, y ang Dlas uk;
menjawab sanggaha n dari penyedia barangj j asa;
2 . m e nyerahkan s a linan dokumen pe m ilihan penyedia baran g / ja:::;u kepada PPK;
h mengarsipkan d oku m en asH pemilihan penyedia barangjjasa;
:. membuat laporan mengenai proses dan hasil pengadaan k epad a
S ekretaris Jendera l / Direktur J enderaljKepala Badan dan memberika n
pertanggungjawab a n atas pelaksanaan kegiatan pengadaa n
barangjjasa kepada PAjKPA;
J melakukan konsultas i kepada PA/KPAjPPK dalam rangka penyeles a ian
persoalan yang dihadapi dalam proses pengadaan;
k. mengusulkan perubahan HPS dan spesifi kasi teknis pekerjaan kepa.da
PPK ;
MENTERIKESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
6
-1. melaksanakan penyebarluasan strategi, kebijakan, standar, sistem,
dan prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah;
m. melaksanakan pembinaan sumber daya manusia bidang pengadaan ; dan
n. melaksanakan pengadaan barang/jasa dengan memanfaatkan
teknologi informasi melalui LPSE (e-procu.rement).
Pasal 9
Dalam melaksanakan tugas ULP berwenang:
a. menetapkan dokumen pengadaan;
h. menetapkan besaran nominal jaminan penawarani
c. menetapkan penyedia barang/pekerjaan konstruksi / jasa lainnya yang
b ernilai paling tinggi Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar r up iah ) dan jasa konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp 10.000.000.000,00 (s epuluh miliar rupiah);
. 1 mengu.sulkan penetapan pemenang kepada Menteri Kesehatan un tuk
penyedia barang / pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernil a i d i
a t3.S Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) dan ja sCi
konsultansi yang bernilai di atas Rp 10.000.000 .000,00 (sepul u h miliar rupiah); dan
mengusulkan penyed ia barang/jasa yang melakukan perbuatan d A.n
tindakan seperti penipuan/pemalsuan dan pelanggaran la illnY8. kepada PA /K PA agar dikenakan sanksi.
B ABIV
ORGANISASI
Pasal 10
(1) Organisasi ULP terdiri dari:
a. kepala ULP;
b . sekretariat ULP; dan c. pokja.
(2 ) Sekretariat sebagaim a na di maksud pada ayat (1) hurufb dapat te nli r i
dari:
a. staf tata usaha / a dministrasi / keuangan;
b. staf perencanaan; dan
c . staf hukum dan sanggah.
7 .
(3) Pokja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat dibentuk
s esuai kebutuhan an tara lain berupa pokja:
a. pengadaan barang;
b. pengadaan pekerjaan konstruks i;
c. pengadaan jasa konsultasi; dan
d. pengadaan jasa lainnya.
(4) Apabila diperlukan pokja dapat membentuk sub pokja yang
keanggotaannya dapat diambil dari beberapa pokja yang berbeda.
(5) Anggota pokja berjumlah gasal dan beranggotakan paling sedik it
3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan
kompleksitas pekerj a an.
Pasal 11
Kepala ULP mempunyai tugas:
a memimpin dan mengoordinasikan seluruh kegiatan ULP;
b . mengawasi seluruh kegiatan pengadaan barangjjasa di ULP;
c . menjamin keamanan dokumen pengadaan;
d . melaksanakan tugastugas yang diberikan PA / KPA;
e . melaksanakan pengembangan dan pembinaan sumber daya m anu ·lEl.
ULP;
f. membentuk kelompo k kerja pengadaan;
g . me18kukan klarifikasi terhadap hasil pokja jika dibutuhkan, de l gan dibantu oleh tim verif1kasi pengadaan; dan
h . mengambil langkahlangkah yang d iperluka n apabila mene mukau
adanya penyimpan gan danj atau indikas i. penyimpangan.
Pasal
12
S ekretariat mempunyai tugas:
8. m elaksanakan pen gelolaan uru s an k euangan, kepegawaia n , L1L3
persuratan, perle ngka pan, dan nunah tangga; b . melaksanakan fungsi ketata usah a an ;
menyedia ka n dan rn emeJihara sara na drtn pr a sarana kantor ;
c
l. menyiapkan dokumen pendukung d a n informasi yang 、ゥ「オ エャャィ@ ォセNョ@
kelompok kerja;
e . mengoordinasikan pelaksanaan pemilihan penyedia barangjjas a Y' _n g dilaksanakan oleh kelompok kerja pengadaan ;
1'. menyediakan dan m engelola sistem itlformasi yang digunakan d a lam
pelaksanaan pengadaan barangj jasa;