• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Kerusakan Handphone Dengan Metode Certainty Factor (Cf) Berbasis Web

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perancangan Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Kerusakan Handphone Dengan Metode Certainty Factor (Cf) Berbasis Web"

Copied!
182
0
0

Teks penuh

(1)

CERTAINTY FACTOR

(CF) BERBASIS WEB

SKRIPSI

NICO JUNARI

071401058

PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas akhir dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Komputer

NICO JUNARI 071401058

PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

Judul : PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA KERUSAKAN HANDPHONE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF) BERBASIS WEB

Kategori : SKRIPSI

Nama : NICO JUNARI

Nomor Induk Mahasiswa : 071401058

Program Studi : SARJANA (S1) ILMU KOMPUTER Departemen : ILMU KOMPUTER

Fakultas : ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI (FASILKOM-TI) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan, 2 April 2015 Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2 Pembimbing 1

Sajadin Sembiring, S.Si, M.Comp.Sc Dr. Poltak Sihombing, M.Kom. NIP. 195408281981031004 NIP. 196203171991031001

Diketahui/Disetujui oleh

Program Studi S1 Ilmu Komputer Ketua,

(4)

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA KERUSAKAN HANDPHONE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF)

BERBASIS WEB

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, 2 April 2015

(5)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur yang tiada henti penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

Dengan sepenuh ketulusan hati, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih teristimewa kepada:

1. Bapak Dr. Poltak Sihombing, M.Kom sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komputer sekaligus sebagai dosen pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan masukkan yang sangat berguna bagi penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.

2. Ibu Maya Silvi Lydia, BSc. MSc sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Komputer.

3. Bapak Prof. Dr. Muhammad Zarlis sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.

4. Para Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. 5. Bapak Sajadin Sembiring, S.Si, M.Comp.Sc sebagai dosen pembimbing yang

telah banyak meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan, kritik dan masukkan kepada penulis.

6. Bapak Ade Candra, ST, M.Kom sebagai dosen pembanding yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan kritik dan masukan pada penulis.

7. Bapak Prof. Dr. Iryanto, M.Si sebagai dosen pembanding yang telah memberikan saran, masukan dan kritikan yang sangat berguna bagi penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.

8. Seluruh dosen serta pegawai di Program Studi S1 Ilmu Komputer Departemen Ilmu Komputer FMIPA USU.

9. Ayahanda dan Ibunda yang selalu memberikan cinta kasih dan semangat serta kepercayaan selama masa kuliah baik dalam bentuk maetriil serta moril dalam menyelesaikan skripsi ini.

10.Bapak Kok Chiang dari toko KC Ponsel sebagai ahli pakar yang telah banyak memberikan bimbingan, kritik dan masukkan kepada penulis.

11.Dan juga kepada teman-teman seperjuangan stambuk 2007, khususnya Indra Gunawan, Subardi Wansyah, Harris Kristanto yang telah memberikan semangat kepada saya.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan dan pengembangan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis sendiri pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Medan, 2 April 2015

(6)

HANDPHONE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF) BERBASIS WEB

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada saat ini mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. Salah satu cara pengolahan informasi adalah dengan menggunakan sistem pakar. Sistem pakar merupakan sistem yang mengambil pengetahuan manusia sebagai data, untuk menyelesaikan masalah seperti layaknya para pakar. Perkembangan teknologi ini juga membuat terciptanya alat telekomunikasi yang kecil sehingga dapat dibawa ke mana-mana, dengan fungsi yang tidak terbatas hanya untuk berkomunikasi, namun juga sebagai sarana hiburan dan lainnya. Kebanyakan pemilik handphone (HP) tidak mengetahui apa sebenarnya kerusakan HP miliknya, dan toko service HP terkadang mengganti komponen yang tidak perlu diganti, mengakibatkan sang pemilik mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding seharusnya. Adanya kasus-kasus seperti itu, menyebabkan diperlukan suatu sistem yang dapat membantu menganalisis kerusakan HP, sehingga dapat memberi saran apakah suatu HP perlu diperbaiki, apakah komponen atau hal yang perlu diperbaiki tersebut, ataukah lebih baik diganti dengan yang baru saja. Pada penulisan skripsi ini dibuat sistem pakar yang menggunakan algoritma Certainty Factor. Algoritma Certainty Factor digunakan karena satu gejala kerusakan yang terjadi, dapat diakibatkan oleh beberapa atau satu komponen yang berbeda. Dari pengujian program sistem pakar, didapatkan hasil yang sama dengan perhitungan secara manual dengan metode CF. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pakar ini dapat mendeteksi kerusakan yang terjadi pada HP, serta membantu menghindarkan pengguna awam dari penggantian komponen lain yang tidak berhubungan atau tidak perlu diganti.

(7)

USING WEB BASED CERTAINTY FACTOR (CF) METHOD

ABSTRACT

The development of information technology nowadays has a very important role for human life. One of the ways to process the information is to use expert system. Expert System is a system that tries to take over human knowledge, so it can solve problem like an expert. The development of technology also lead to the creation of a small telecommunication device which can be taken anywhere, which the function is not limited just to communicate, but also as entertainment, and many other functions. Most of mobile phone owner do not know what is the actual damage of their phone, and phone service shop often change component which shouldn’t be changed, resulting the owners have to pay greater than supposed. These case, lead us to the need of a system that can help analyze phone’s damage, so the owner is advised whether to repair the phone or replace it. On this thesis an expert system using Certainty Factor method will be made. Certainty Factor method is used because when one symptoms of damage happens, that can be caused by one or more different components. This thesis will produce an expert system to detect phone damage, and help novice user from replacing other components in phone that should not be replaced. From the expert system test, the result is same with the manual calculation using Certainty Factor method. It can be concluded the expert system can detect phone damage, and help novice user from replacing other components in phone that should not be replaced.

(8)

DAFTAR ISI

Persetujuan ...ii

Pernyataan...iii

Penghargaan...iv

Abstrak...v

Abstract...vi

Daftar Isi...vii

Daftar Tabel...xi

Daftar Gambar...xii

Bab 1 Pendahuluan...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...3

1.3 Batasan Masalah...3

1.4 Tujuan Penelitian...4

1.5 Manfaat Penulisan...4

1.6 Metodologi Penelitian...4

1.7 Sistematika Penulisan...5

Bab 2 Landasan Teori...6

2.1 Sistem Pakar...6

2.2 Sejarah Sistem Pakar...6

2.3 Inferensi...7

2.3.1 Runut Maju (ForwardChaining)...7

2.3.2 Runut Balik (BackwardChaining)...8

(9)

2.4.1 Pengertian Certainty Factor (CF)...9

2.4.2 Kombinasi Aturan...9

2.5 Internet...12

2.6 PHP...13

2.7 DBMS MySQL...14

Bab 3 Analisis dan Perancangan...15

3.1 Analisis Sistem...15

3.2 Arsitektur Sistem...16

3.3 Representasi Pengetahuan...16

3.3.1 Data Dasar...16

3.3.2 Pola Umum Aturan...16

3.3.3 Algoritma Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Kerusakan Handphone...28

3.4 Perancangan Basis Data ...30

3.4.1 Struktur Tabel Analisis Sistem...30

3.4.2 Relasi Antar Tabel...32

3.4.3 Perancangan Data Flow Diagram (DFD)...32

3.4.4 Flowchart Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Kerusakan Handphone...38

3.5 Perancangan Antar Muka...39

3.5.1 Rancangan Halaman Index...39

3.5.2 Rancangan Halaman Process...40

3.5.3 Rancangan Halaman Result...41

3.5.4 Rancangan Halaman About...42

3.5.5 Rancangan Halaman List HP...43

3.5.6 Rancangan Halaman List Aturan...44

3.5.7 Rancangan Halaman Edit Aturan...45

3.5.8 Rancangan Halaman Add Aturan...46

(10)

3.5.10 Rancangan Halaman List Gejala...48

3.5.11 Rancangan Halaman Edit Gejala...49

3.5.12 Rancangan Halaman Add Gejala...50

3.5.13 Rancangan Halaman List Masalah...51

3.5.14 Rancangan Halaman Edit Masalah...52

3.5.15 Rancangan Halaman Add Masalah...53

3.5.16 Rancangan Halaman List Member...54

3.5.17 Rancangan Halaman Edit Member...55

3.5.18 Rancangan Halaman Add Member...56

Bab 4 Implementasi dan Pengujian...57

4.1 Implementasi Aplikasi...57

4.2 Spesifikasi Perangkat Lunak...57

4.3 Spesifikasi Perangkat Keras...57

4.4 Tampilan Sistem Pakar...58

4.4.1 Halaman Home...58

4.4.2 Halaman Process...59

4.4.3 Halaman Result...60

4.4.4 Halaman List HP...61

4.4.5 Halaman List Aturan...62

4.4.6 Halaman Edit List Aturan...62

4.4.7 Halaman Add List Aturan...63

4.4.8 Halaman Edit HP...63

4.4.9 Halaman Add HP...64

4.4.10 Halaman List Gejala...64

4.4.11 Halaman Edit Gejala...65

4.4.12 Halaman Add Gejala...65

(11)

4.4.14 Halaman Edit Masalah...67

4.4.15 Halaman Add Masalah...67

4.4.16 Halaman List Member...68

4.4.17 Halaman Edit Member...68

4.4.18 Halaman Add Member...69

4.5 Pengujian Sistem...69

Bab 5 Kesimpulan dan Saran...73

5.1 Kesimpulan...73

5.2 Saran...73

Daftar Pustaka...75

(12)

DAFTAR TABEL

2.1 Tabel Metode MYCIN ...9

3.1 Tabel Tipe HP...17

3.2 Tabel Gejala...17

3.3 Tabel MasalahNokia6600...18

3.4 Tabel MasalahNokia6610...18

3.5 Tabel MasalahNokia6630...19

3.6 Tabel MasalahNokiaLumia520...20

3.7 Tabel MasalahLenovoA706...21

3.8 Tabel AturanNokia6600...22

3.9 Tabel AturanNokia6610...23

3.10 Tabel AturanNokia6630...24

3.11 Tabel AturanNokiaLumia520...25

3.12 Tabel AturanLenovoA706...26

3.13 Tabel Member...30

3.14 Tabel Gejala...30

3.15 Tabel Masalah...31

3.16 Tabel HP...31

3.17 Tabel Aturan...31

3.18 Spesifikasi Proses DFD Level 1...35

3.19 Kamus Data Proses DFD Level 1...35

3.20 Spesifikasi Proses DFD Level 2...37

(13)

DAFTAR GAMBAR

3.1 Diagram sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone...29

3.2 Relasi antar tabel...32

3.3 DFD Level 0...33

3.4 DFD Level 1...34

3.5 DFD Level 2...36

3.6 Flowchart......38

3.7 Rancangan halaman Index...39

3.8 Rancangan Halaman Process...40

3.9 Rancangan Halaman Result...41

3.10 Rancangan Halaman About...42

3.11 Rancangan Halaman List HP...43

3.12 Rancangan Halaman List Aturan...44

3.13 Rancangan halaman Edit Aturan...45

3.14 Rancangan Halaman Add Aturan...46

3.15 Rancangan Halaman Edit HP...47

3.16 Rancangan Halaman List Gejala...48

3.17 Rancangan Halaman Edit Gejala...49

3.18 Rancangan Halaman Add gejala...50

3.19 Rancangan Halaman List Masalah...51

3.20 Rancangan Halaman Edit Masalah...52

3.21 Rancangan Halaman Add Masalah...53

3.22 Rancangan Halaman List Member...54

(14)

3.24 Rancangan Halaman Add Member...56

4.1 Halaman Utama user default untuk Memulai Diagnosa...58

4.2 Halaman Utama user Ahli Pakar untuk Mengakses Database...59

4.3 Halaman Utama user Admin untuk Mengakses Data Member...59

4.4 Halaman Proses untuk Input Data Gejala...60

4.5 Halaman Result yang Menampilkan Hasil Diagnosa...61

4.6 Halaman ListHP yang Menampilkan Tipe HP pada Database...62

4.7 Halaman List Aturan yang Berisi Rules masalah...62

4.8 Halaman Edit List Aturan untuk Mengubah Rules Masalah...63

4.9 Halaman Add List Aturan untuk Manambah Rules Masalah...63

4.10 Halaman EditHP untuk Mengubah Tipe HP...64

4.11 Halaman AddHP untuk Menambah Tipe HP...64

4.12 Halaman List Gejala yang Menampilkan Gejala HP...65

4.13 Halaman Edit Gejala untuk Mengubah Nama Gejala...65

4.14 Halaman Add Gejala untuk Menambah Gejala...66

4.15 Halaman List Masalah yang Menampilkan Daftar Masalah...66

4.16 Halaman Edit Masalah untuk Mengubah Data Masalah...67

4.17 Halaman Add Masalah untuk Mengubah Data Masalah...67

4.18 Halaman List Member yang Menampilkan Data Member...68

4.19 Halaman Edit Member untuk Mengubah Data Member...68

4.20 Halaman Add Member untuk Menambah Data Member...69

4.21 Tampilan Konsultasi Pemasukan Data Gejala...70

(15)

HANDPHONE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF) BERBASIS WEB

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada saat ini mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. Salah satu cara pengolahan informasi adalah dengan menggunakan sistem pakar. Sistem pakar merupakan sistem yang mengambil pengetahuan manusia sebagai data, untuk menyelesaikan masalah seperti layaknya para pakar. Perkembangan teknologi ini juga membuat terciptanya alat telekomunikasi yang kecil sehingga dapat dibawa ke mana-mana, dengan fungsi yang tidak terbatas hanya untuk berkomunikasi, namun juga sebagai sarana hiburan dan lainnya. Kebanyakan pemilik handphone (HP) tidak mengetahui apa sebenarnya kerusakan HP miliknya, dan toko service HP terkadang mengganti komponen yang tidak perlu diganti, mengakibatkan sang pemilik mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding seharusnya. Adanya kasus-kasus seperti itu, menyebabkan diperlukan suatu sistem yang dapat membantu menganalisis kerusakan HP, sehingga dapat memberi saran apakah suatu HP perlu diperbaiki, apakah komponen atau hal yang perlu diperbaiki tersebut, ataukah lebih baik diganti dengan yang baru saja. Pada penulisan skripsi ini dibuat sistem pakar yang menggunakan algoritma Certainty Factor. Algoritma Certainty Factor digunakan karena satu gejala kerusakan yang terjadi, dapat diakibatkan oleh beberapa atau satu komponen yang berbeda. Dari pengujian program sistem pakar, didapatkan hasil yang sama dengan perhitungan secara manual dengan metode CF. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pakar ini dapat mendeteksi kerusakan yang terjadi pada HP, serta membantu menghindarkan pengguna awam dari penggantian komponen lain yang tidak berhubungan atau tidak perlu diganti.

(16)

USING WEB BASED CERTAINTY FACTOR (CF) METHOD

ABSTRACT

The development of information technology nowadays has a very important role for human life. One of the ways to process the information is to use expert system. Expert System is a system that tries to take over human knowledge, so it can solve problem like an expert. The development of technology also lead to the creation of a small telecommunication device which can be taken anywhere, which the function is not limited just to communicate, but also as entertainment, and many other functions. Most of mobile phone owner do not know what is the actual damage of their phone, and phone service shop often change component which shouldn’t be changed, resulting the owners have to pay greater than supposed. These case, lead us to the need of a system that can help analyze phone’s damage, so the owner is advised whether to repair the phone or replace it. On this thesis an expert system using Certainty Factor method will be made. Certainty Factor method is used because when one symptoms of damage happens, that can be caused by one or more different components. This thesis will produce an expert system to detect phone damage, and help novice user from replacing other components in phone that should not be replaced. From the expert system test, the result is same with the manual calculation using Certainty Factor method. It can be concluded the expert system can detect phone damage, and help novice user from replacing other components in phone that should not be replaced.

(17)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia yang semakin bertambah membuat hampir semua orang memiliki handphone dengan tujuan pemakaian yang berbeda-beda setiap individualnya mulai dari berkomunikasi, pekerjaan hingga permainan. Dengan bentuk fisiknya yang kecil seukuran telapak tangan, menyebabkan handphone sering terjatuh karena licinnya tangan, maupun terjepit ketika diletakkan di kantong celana sehingga handphone sering mengalami kerusakan. Namun, kebanyakan pemilik handphone tidak mengetahui apa sebenarnya kerusakan handphone miliknya, dan kadang-kadang toko jasa perbaikan handphone menipu pemilik handphone dengan mengatakan power IC pada handphone yang rusak, padahal hanya IC kecil saja yang perlu diganti, ataupun hanya diperlukan formatting handphone, menjadikan sang pemilik mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding seharusnya. Adanya kasus-kasus seperti itu, menyebabkan diperlukan suatu sistem yang dapat membantu menganalisis kerusakan handphone, sehingga dapat memberi saran apakah suatu handphone perlu diperbaiki, apakah komponen atau hal yang perlu diperbaiki tersebut, ataukah handphone tersebut lebih baik diganti dengan handphone yang baru saja.

(18)

keputusannya maupun hasil keputusan yang diperoleh.

Dalam menentukan jenis kerusakan, sering ditemukan jawaban yang tidak memiliki kepastian penuh. Ketidakpastian ini bisa berupa probabilitas atau kebolehjadian yang bergantung pada hasil suatu kejadian. Dalam aplikasi sistem pakar terdapat suatu metode untuk menyelesaikan masalah ketidakpastian data. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah faktor kepastian (Certainty Factor).

Metode CF sudah dipakai dalam penelitian sebelumnya, yaitu:

a. Pada tugas akhir Heru Susanto pada tahun 2009 dengan judul ”Aplikasi Diagnosis Penyakit Hepatitis Menggunakan J2ME dengan Metode Certainty Factor”, didapatkan kesimpulan bahwa:

- Semakin akurat gejala yang dimasukkan dalam sistem, maka akan semakin tinggi pula nilai CF atas penyakit tersebut.

- Penambahan daftar gejala harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pakar.

b. Pada tugas akhir Adhi Sadewo Broto pada tahun 2010 dengan judul “Perancangan dan Implementasi Sistem Pakar untuk Analisa Penyakit Dalam”, didapatkan kesimpulan bahwa:

- Banyaknya metode diagnosa yang digunakan tidak menentukan besarnya keluaran nilai CF total.

- Besarnya nilai CF total ditentukan oleh banyaknya kecocokan antara id gejala dan id penyakit, serta besarnya nilai CF tiap aturan pada kaidah diagnosa.

c. Pada tugas akhir Elpa Armi Voni pada tahun 2010 dengan judul “Penggunaan Certainty Factor (CF) dalam Perancangan Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Penyakit Atherosklerosis”, didapatkan kesimpulan bahwa:

(19)

terhadap penyakit yang diderita.

- Sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit atherosklerosis ini telah mampu memberikan informasi kepada pengguna mengenai jenis penyakit yang dideritanya (diagnosa awal) berdasarkan gejala-gejala yang diberikan. - Semakin akurat gejala yang dimasukkan ke dalam system (yang

benar-benar dirasakan), maka akan semakin tinggi pula nilai CF atas penyakit yang diderita.

Mencermati hal-hal di atas, maka penulis memutuskan membuat aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone dengan metode CF.

1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan diteliti dan diuraikan disini adalah bagaimana rancangan suatu sistem pakar dengan metode Certainty Factor (CF) berbasis web.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah pada tugas akhir ini adalah:

1. Aplikasi sistem pakar ini dibuat hanya untuk handphone Nokia tipe 6600, 6610, 6630, Nokia Lumia 520, dan Lenovo A706.

2. Metode yang digunakan adalah metode Certainty Factor (CF) dengan kriteria diagnosis kerusakan software atau hardware.

3. Tidak membahas tentang jalur data ataupun komponen hardware yang rusak secara spesifik.

(20)

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Untuk mengembangkan aplikasi sistem pakar yang berguna untuk mendiagnosa kerusakan handphone Nokia tipe 6600, 6610, 6630, Nokia Lumia 520, dan Lenovo A706 berbasis web.

1.5 Manfaat Penulisan

Manfaat yang diharapkan dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut.

1. Sebagai salah satu aplikasi alternatif untuk membantu mengetahui kerusakan handphone yang dapat diakses secara umum.

2. Untuk menambah variasi aplikasi sistem pakar berbasis web.

3. Sebagai referensi dan perbandingan bagi peneliti lain yang berkaitan dengan sistem pakar dengan metode CF.

1.6 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang akan digunakan adalah: 1. Studi Literatur

Pada tahap ini dilakukan dengan mempelajari buku-buku referensi atau sumber-sumber yang berkaitan dengan skripsi ini, baik dari textbook maupun internet.

2. Pengumpulan Data

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data dengan cara wawancara.

3. Analisis Data dan Perancangan Sistem

(21)

Pada tahap ini dilakukan pengkodean program untuk mengimplementasikan perancangan sistem pendukung keputusan menggunakan bahasa pemrograman php dan mysql sebagai databasenya.

5. PengujianSistem

Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem untuk melihat dan memvalidasi hasil sistem sesuai dengan yang diharapkan.

6. Dokumentasi dan Pembuatan Laporan

Pembuatan laporan dalam bentuk skripsi bertujuan untuk dijadikan sebagai dokumentasi hasil penelitian.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi lima bab, yaitu sebagai berikut:

BAB 1: PENDAHULUAN

Berisikan penjelasan tentang Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan, dan Metodologi Penelitian.

BAB 2: LANDASAN TEORI

Bab ini membahas mengenai teori-teori yang mendukung penelitian.

BAB 3: ANALISIS DAN PERANCANGAN

Bab ini berisikan langkah-langkah penelitian yang dilakukan, serta analisis terhadap fokus permasalahan penelitian.

BAB 4: IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini berisikan implementasi dan pengujian aplikasi.

BAB 5: KESIMPULAN DAN SARAN

(22)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1Sistem Pakar

Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta,

dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh

seorang pakar dalam bidang tersebut.

Sistem pakar dibuat pada wilayah pengetahuan tertentu untuk suatu kepakaran tertentu

yang mendekati kemampuan manusia di salah satu bidang. Sistem pakar mencoba mencari solusi

yang memuaskan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pakar. Selain itu sistem pakar juga

dapat memberikan penjelasan terhadap langkah yang diambil dan memberikan alasan atas saran

atau kesimpulan yang ditemukannya. Kemampuan penalaran dan penjelasan terhadap setiap

langkah dalam pengambilan keputusan menjadi kelebihan dari kecerdasan buatan (Turban, 1995)

2.2Sejarah Sistem Pakar

Sistem pakar mulai dikembangkan oleh Artificial Intelligence Corporation. Penelitian ini

didominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabung dengan komputer canggih akan

menghasilkan prestasi pakar atau bahkan manusia super. Suatu usaha ke arah ini adalah General

Purpose Problem-Solver (GPS). GPS yang berupa sebuah prosedur yang dikembangkan oleh

Allen Newell, John Cliff Shaw, dan Herbert Alexander Simon dari Logic Theorist merupakan

sebuah percobaan untuk menciptakan mesin yang cerdas. GPS sendiri merupakan sebuah

(23)

Pada pertengahan tahun 1960-an, terjadi pergantian dari program serba bisa (

general-purpose) ke program yang spesialis (special-purpose) dengan dikembangkannya DENDRAL

oleh E. Feigenbaum dari Universitas Stanford dan kemudian diikuti oleh MYCIN. Pada awal

1980-an, teknologi sistem pakar yang mula-mula dibatasi oleh suasana akademis mulai muncul

sebagai aplikasi komersil, khususnya XCON, XSEL (dikembangkan dari R-1 pada Digital

EquipmentCorp.) dan CATS-1 (dikembangkan oleh General Electric). (Kusrini, 2006)

Sistem pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan telah dikembangkan sejak

pertengahan tahun 1970. Sistem pakar untuk melakukan diagnosis pertama dibuat oleh Bruce

Buchanan dan Edward Shortliffe di Stanford University. Sistem ini diberi nama MYCIN.

(Heckerman, 1986)

2.3Inferensi

Inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau

diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau implikasi berdasarkan

informasi yang tersedia dalam hal ini akan digunakan metode inferensi dalam pengambilan

kesimpulan. (Kusrini, 2008). Ada dua metode inferensi yang penting dalam sistem pakar untuk

menarik kesimpulan, yaitu :

2.3.1 Runut Maju (Forward Chaining)

Pelacakan ke depan adalah pendekatan yang dimotori data (data-driven). Dalam

pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan dan selanjutnya mencoba

menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke depan mencari fakta yang sesuai dengan

(24)

Berikut ini contoh inferensi yang menggunakan runut maju :

JIKA penderita terkena penyakit epilepsi idiopatik

MAKA berikan obat carbamazepine.

2.3.2 Runut Balik (Backward Chaining)

Runut balik adalah pendekatan yang dimotori tujuan (goal-driven). Dalam

pendekatan ini pelacakan dimulai dari tujuan, selanjutnya dicari aturan yang memiliki

tujuan tersebut untuk kesimpulannya. Selanjutnya proses pelacakan menggunakan premis

untuk aturan tersebut sebagai tujuan baru dan mencari aturan lain dengan tujuan baru

sebagai kesimpulannya. Proses berlanjut sampai semua kemungkinan ditemukan.(Voni,

E.A. 2010).

Tujuan inferensi adalah mengambil pilihan terbaik dari banyak kemungkinan.

Metode inferensi runut balik ini cocok digunakan untuk memecahkan masalah diagnosis

(Schnupp, 1989).

Berikut ini contoh inferensi yang menggunakan runut balik :

Aturan 1 :

Mengalami epilepsi idiopatik lokal

JIKA tipe sawan parsial sederhana

DAN EEG menunjukkan adanya fokus

DAN penyebabnya tidak diketahui

Aturan 2 :

Mengalami tipe sawan parsial sederhana

JIKA mengalami motorik fokal yang menjalar atau tanpa menjalar

ATAU gerakan versif, dengan kepala dan leher menengok ke suatu sisi

ATAU gerakan sensorik fokal menjalar atau sensorik khusus berupa halusinasi

(25)

2.4Faktor Kepastian (Certainty Factor)

2.4.1 Pengertian Certainty Factor (CF)

Faktor kepastian diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan

MYCIN. CF merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk

menunjukkan besarnya kepercayaan. CF didefinisikan sebagai berikut :

CF(H,E) = MB(H,E) – MD(H,E) [1]

CF(H,E) : Certainty Factor dari hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala (evidence) E.

Besarnya CF berkisar antara -1 sampai dengan 1. Nilai -1 menunjukkan ketidakpercayaan

mutlak sedangkan nilai 1 menunjukkan ketidakpercayaan mutlak.

MB(H,E) : ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased belief) terhadap hipotesis

H yang dipengaruhi oleh gejala E.

MD(H,E) : ukuran kenaikan ketidakpercayaan (measure of increased disbelief) terhadap

hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E.(Giarattano, J dan Riley, G 1994).

2.4.2 Kombinasi Aturan

Metode MYCIN untuk menggabungkan evidence pada antecedent sebuah aturan

ditunjukkan oleh tabel di bawah ini.(Giarattano, J dan Riley, G 1994)

(26)

Evidence, E Antecedent Ketidakpastian

E1 DAN E2 min[CF(H,E1),CF(H,E2)]

E1 ATAU E2 max[CF(H,E1),CF(H,E2)]

TIDAK E -CF(H,E)

Berikut ini adalah contoh ekspresi logika yang mengombinasikan evidence :

E = (E1 DAN E2 DAN E3) ATAU (BUKAN E4 DAN BUKAN -E5)

Gejala E akan dihitung sebagai :

E = max[min(E1, E2, E3), min(-E4, -E5)]

Untuk nilai

E1 = 0,9 E2 = 0,8 E3 = 0,3

E4 = 0,5 E5 = 0,4

Hasilnya adalah :

E = max[min(0,9, 0,8, 0,3), min(-0,5, -0,4)]

= max(0,3, -0,5)

= 0,3

Bentuk dasar rumus certainty factor sebuah aturan JIKA E MAKA H adalah sebagai

berikut :

CF(H,e) = CF(E,e) * CF(H,E) [2]

Di mana

CF(E,e) : certainty factor evidence E yang dipengaruhi oleh evidence e

CF(H,E) : certainty factor hipotesis dengan asumsi evidence diketahui dengan pasti, yaitu

ketika CF(E,e) = 1

CF(H,e) : certainty factor hipotesis yang dipengaruhi oleh evidence e

Jika semua evidence pada antecedent diketahui dengan pasti maka rumusnya akan

menjadi :

CF(H,e) = CF(H,E) [3]

Berikut ini adalah contoh kasus yang melibatkan kombinasi certainty factor :

(27)

DAN demam

DAN sakit kepala

DAN bersin-bersin

MAKA influenza, CF : 0,7

Dengan menganggap

E1 : ”batuk”

E2 : ”demam”

E3 : ”sakit kepala”

E4 : ”bersin-bersin”

H : influenza

Maka nilai certainty factor pada saat evidence pasti adalah :

CF(H,E) = CF(H, E1 E2 E3 E4)

= 0,7

Dalam kasus ini, kondisi pasien tidak dapat ditentukan dengan pasti. Certainty factor

evidence E yang dipengaruhi oleh partial evidence e ditunjukkan dengan nilai sebagai

berikut :

CF(E1,e) : 0,5 (pasien mengalami batuk 50%)

CF(E2,e) : 0,8 (pasien mengalami demam 80%)

CF(E3,e) : 0,3 (pasien mengalami sakit kepala 30%)

CF(E4,e) : 0,7 (pasien mengalami bersin-bersin 70%)

Sehingga

CF(E,e) = CF(H, E1 E2 E3 E4)

= min[CF(E1,e), CF(E2,e), CF(E3,e), CF(E4,e)]

= min[0,5, 0,8, 0,3, 0,7]

= 0,3

Maka nilai certainty factor hipotesis adalah :

CF(H,e) = CF(E,e) * CF(H,E)

= 0,3 * 0,7

(28)

2.5Internet

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal

munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset untuk pertahanan dan

keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat

berpengaruh.

Berawal pada tahun 1958, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA),

Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling

menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya

perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan

sputnik). (Kleinrock, 2010)

Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet

switching pada tahun 1961. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam

paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salah

satu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga

memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi,

berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka

ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet

switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit

switching yang digunakan pada sambungan telepon publik. (Kleinrock, 2010)

Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah

pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang

yaitu TCP (Transmission Control Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk

berhubungan antar jaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada

tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang

tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang

ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering

disebut sebagai jaringan internet. (Kleinrock, 2010)

Perkembangan besar Internet ketiga adalah ditemukannya World Wide Web pada tahun

(29)

yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi

bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di

internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.

2.6 PHP

PHP adalah sebuah bahasa pemrograman untuk HTML. PHP merupakan singkatan dari

PHP: Hypertext Preprocessor, di dalam singkatan PHP terdapat kata PHP lagi, ini merupakan

akronim rekursif. Kebanyakan dari sintaksnya diambil dari bahasa C, Java dan Perl dengan

beberapa fitur PHP yang unik di dalamnya. Tujuan dari bahasa ini adalah untuk memberikan

kemampuan pada para pengembang web untuk menulis halaman-halaman dinamik lebih cepat.

Secara garis besar bahasa pemrograman web terdiri atas dua macam. Yang pertama

disebut dengan Client Side atau script yang dijalankan di komputer client dan yang kedua

biasanya disebut dengan Server Side atau script yang dijalankan pada komputer server. Client

Side adalah script atau perintah yang ditujukan pada komputer untuk dijalankan pada komputer

milik orang yang mengakses web tersebut. Misalnya kita ingin mengakses halaman web

www.indrabt.com. Apabila di dalam halaman web ini memiliki script client side yang berguna

untuk menampilkan misalnya gambar logo milik web site ini maka yang menjalankan script

tersebut adalah komputer kita atau dengan kata lain browser kita. Apabila script yang berguna

untuk menampilkan gambar logo adalah bersifat server side maka pertama tama script tersebut

akan diproses di server tempat web site tersebut berada (biasanya disebut dengan hosting), setelah

diproses baru hasil pemrosesan tersebut akan dikirimkan pada client yang mengakses web site

(30)

2.7 DBMS MySQL

DBMS(Database Management System) MySQL adalah sebuah database open source

terpopuler yang dikembangkan dan didistribusikan oleh perusahaan Oracle.

Sebuah database adalah kumpulan dari data yang terstruktur. Data dapat merupakan sebuah

daftar belanjaan yang sedikit ataupun kumpulan informasi yang rumit di sebuah jaringan

perusahaan. Untuk menambah,mengakses dan memproses data yang tersimpan di sebuah

database komputer, diperlukan sebuah sistem manajemen database seperti server MySQL.

Karena komputer sangat bagus dalam menangani data yang besar jumlahnya, sistem manajemen

database memegang peranan yang sangat penting dalam komputer.

Sebuah database relasional menyimpan data dalam berbagai tabel daripada

menyimpannya dalam sebuah ruangan penyimpanan yang besar. Struktur database disusun

sedemikian rupa untuk mengoptimisasi kecepatan. Model logika, dengan objek seperti database,

tabel, baris dan kolom memberikan lingkungan programming yang fleksibel. Kita dapat

membuat peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara data-data yang ada, seperti

satu-ke-satu, satu-ke-banyak, unik, dan lainnya. Database melakukan peraturan-peraturan ini,

sehingga dengan database yang didesain dengan baik, aplikasi kita tidak akan mengalami data

duplikat, hilang, inkonsisten, dan lainnya.

Kata SQL dari MySQL merupakan singkatan dari ”Structured Query Language”. SQL

merupakan bahasa standard yang paling dikenal untuk mengakses database. Tergantung pada

lingkungan programming, kita dapat mengakses SQL secara langsung(misalnya untuk membuat

laporan), memasukkan perintah SQL dalam kode bahasa pemrograman lain, dan lainnya.

SQL ditetapkan oleh ANSI/Standard ISO SQL. Standard SQL telah berkembang sejak

1986 dan memiliki banyak versi. MySQL merupakan sebuah software Open Source. Ini artinya

software ini boleh dipakai oleh semua orang dan boleh juga dirubah oleh semua orang. Software

ini boleh didownload dan dipakai secara gratis, software MySQL memakai GPL(GNU General

(31)

BAB 3

ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1 Analisis Sistem

Sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone ini dirancang sebagai

suatu media untuk membantu user dalam mengetahui kerusakan handphonenya. Untuk

dapat melakukan diagnosis melalui sistem ini data gejala-gejala yang terjadi pada

handphone user harus tersedia. Jika tidak tersedia maka user dapat memilih pilihan tidak

tahu pada sistem.

Ketika user mengakses sistem ini, user harus memilih tipe handphonenya terlebih

dahulu, setelah itu akan muncul pertanyaan mengenai gejala-gejala dari kerusakan yang

mungkin terjadi pada handphonenya tersebut. Kemungkinan jawaban pertanyaan ini ada

tiga, yaitu:

1. Ya, CF yang diterima sistem 1

2. Tidak tahu, CF yang diterima sistem 0

3. Tidak, CF yang diterima sistem -1

Selanjutnya jawaban-jawaban tersebut akan diproses sehingga didapatkan nilai CF

akhir. Setelah CF akhir didapatkan akan ditampilkan kerusakan-kerusakan yang mungkin

(32)

3.2 Arsitektur Sistem

Sistem pakar ini melayani 3 jenis pengguna, yaitu:

1. Admin, yang mengelola sistem secara keseluruhan.

2. Pakar, yang mengelola data-data yang berkaitan dengan basis pengetahuan.

3. Pengguna, yang memanfaatkan sistem pakar ini untuk mengetahui kerusakan pada

handphonenya.

3.3 Representasi Pengetahuan

3.3.1 Data Dasar

Dalam sistem pakar ini, diperlukan beberapa data dasar sehingga sistem pakar

dapat bekerja dengan baik. Data-data dasar yang diperlukan oleh sistem adalah sebagai

berikut:

1. Gejala, berisi data-data gejala yang menjadi dasar diagnosis suatu kerusakan.

2. Masalah, berisi data-data kerusakan yang mungkin terjadi pada handphone dan

solusinya.

3. Tipe hp, berisi data-data tipe handphone yang akan di diagnosis.

4. Aturan, berisi data-data masalah yang disertai gejala dari masalah tersebut dan

juga CF pakar(penilaian) untuk setiap aturan-aturan yang ada.

3.3.2 Pola Umum Aturan

Secara default sistem ini memiliki 5 tipe handphone, 5 aturan diagnosis

kerusakan, 13 gejala, dan 17 masalah yang nantinya masih bisa ditambahkan oleh pakar.

(33)

Tabel 3.1 Tabel Tipe HP ID

HP

Type (JENIS) HP

1. Nokia 6600

2. Nokia 6610

3. Nokia 6630

4. Nokia Lumia 520

5. Lenovo A706

Tabel 3.2 Tabel Gejala ID

Gejala

Gejala

1. Apakah HP tidak merespon ?

2. Apakah lampu keypad (tombol HP) tidak hidup ?

3. Apakah hasil foto kamera hitam (ataupun berbintik-bintik) ?

4. Apakah lampu layar LCD tidak hidup ?

5. Apakah HP tidak dapat dimatikan (dari keadaan hidup) ?

6. Apakah HP tidak dapat dihidupkan (dari keadaan mati)?

7. Apakah keypad(tombol HP) tidak merespon ketika ditekan ?

8. Apakah ketika dicas tidak ada indikator (tanda-tanda) hp terisi ?

9. Apakah bila HP hidup dapat dihubungi tetapi tidak ada tampilan di layar ?

10. Apakah HP tidak bisa mengambil foto ?

11. Apakah nada dering tidak terdengar ketika ditelepon ?

12. Apakah suara penelepon tidak terdengar ketika diangkat ?

13. Apakah penelepon tidak dapat mendengar suara anda ketika sedang dihubungi ?

14. Apakah ada retakan di layar ?

15. Apakah layar touchscreen tidak merespon ?

16. Apakah HP baru saja terendam air ?

(34)

Tabel 3.3 Tabel MasalahNokia6600 ID

Masalah

Masalah Solusi CF

pakar

1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.4

2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.2

3. IC Charge Ganti IC Charge 0.4

4. IC kamera rusak Ganti IC kamera 0.4

5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4

6. Baterai bermasalah Ganti baterai 0.4

7. Mic rusak Ganti mic 0.8

8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8

9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.8

10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.6

11. Modul kamera bermasalah Ganti modul kamera 0.8

12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8

13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2

14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.2

15. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8

16. Keytone rusak Ganti keytone 0.6

17. Soket Kamera rusak Ganti soket kamera 0.2

Tabel 3.4 Tabel MasalahNokia6610 ID

Masalah

Masalah Solusi CF

pakar

1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.4

2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.6

3. IC Charge Ganti IC Charge 0.4

4. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8

5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4

(35)

7. Mic rusak Ganti mic 0.8

8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8

9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.6

10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.8

11. Keytone rusak Ganti keytone 0.6

12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8

13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2

14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.2

Tabel 3.5 Tabel MasalahNokia6630 ID

Masalah

Masalah Solusi Cf

pakar

1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.4

2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.2

3. IC Charge Ganti IC Charge 0.4

4. IC kamera rusak Ganti IC kamera 0.4

5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4

6. Baterai bermasalah Ganti baterai 0.4

7. Mic rusak Ganti mic 0.8

8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8

9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.6

10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.8

11. Modul kamera bermasalah Ganti modul kamera 0.8

12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8

13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2

14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.2

15. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8

16. Keytone rusak Ganti keytone 0.6

(36)

Tabel 3.6 Tabel MasalahNokiaLumia520 ID

Masalah

Masalah Solusi CF

pakar

1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.2

2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.2

3. IC Charge Ganti IC Charge 0.4

4. IC kamera rusak Ganti IC kamera 0.4

5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4

6. Baterai bermasalah Ganti baterai 0.4

7. Mic rusak Ganti mic 0.8

8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8

9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.6

10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.8

11. Modul kamera bermasalah Ganti modul kamera 0.8

12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8

13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2

14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.2

15. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8

16. Keytone rusak Ganti keytone 0.6

17. Soket Kamera rusak Ganti soket kamera 0.2

18. HP Basah Benamkan HP di semangkuk beras

selama 48 jam, bila setelah itu HP masih

bermasalah bawa ke service center

1

19. Layar LCD tidak merespon

sentuhan

Lepaskan screen protection, restart hp,

dan ketuk ringan keempat sisi layar. Bila

masih tidak merespon,ganti layar LCD

0.4

20. Software Aplikasi rusak Install ulang aplikasi, dan pastikan

spesifikasi aplikasi di bawah spesifikasi

HP

(37)

Tabel 3.7 Tabel MasalahLenovoA706 ID

Masalah

Masalah Solusi CF

pakar

1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.4

2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.6

3. IC Charge Ganti IC Charge 0.6

4. IC kamera rusak Ganti IC kamera 0.4

5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4

6. Baterai bermasalah Ganti baterai 0.4

7. Mic rusak Ganti mic 0.8

8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8

9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.6

10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.8

11. Modul kamera

bermasalah

Ganti modul kamera 0.8

12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8

13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2

14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.4

15. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8

16. Keytone rusak Ganti keytone 0.6

17. Soket Kamera rusak Ganti soket kamera 0.2

18. HP Basah Benamkan HP di semangkuk beras

selama 48 jam, bila setelah itu HP masih

bermasalah bawa ke service center

1

19. Layar LCD tidak

merespon sentuhan

Lepaskan screen protection, restart hp,

dan ketuk ringan keempat sisi layar. Bila

masih tidak merespon,ganti layar LCD

0.6

20. Software Aplikasi rusak Install ulang aplikasi, dan pastikan

spesifikasi aplikasi di bawah spesifikasi

HP

(38)

Tabel 3.8 Tabel AturanNokia6600

ID Rule ID Masalah ID Gejala

1 1 9

2 2 1

3 2 10

4 3 5

5 3 6

6 3 8

7 4 3

8 4 10

9 5 5

10 5 6

11 5 8

12 6 5

13 6 6

14 6 8

15 7 13

16 8 11

17 9 7

18 10 2

19 10 4

20 11 3

21 11 10

22 12 12

23 13 7

24 14 4

25 14 9

26 15 9

27 16 7

(39)

29 17 10

Tabel 3.9 Tabel AturanNokia6610

ID Rule ID Masalah ID Gejala

1 1 9

2 2 1

3 11 7

4 3 5

5 3 6

6 3 8

7 13 7

8 14 4

9 5 5

10 5 6

11 5 8

12 6 5

13 6 6

14 6 8

15 7 13

16 8 11

17 9 7

18 10 2

19 10 4

20 4 9

21 14 9

(40)

Tabel 3.10 Tabel AturanNokia6630

ID Rule ID Masalah ID Gejala

1 1 9

2 2 1

3 2 10

4 3 5

5 3 6

6 3 8

7 4 3

8 4 10

9 5 5

10 5 6

11 5 8

12 6 5

13 6 6

14 6 8

15 7 13

16 8 11

17 9 7

18 10 2

19 10 4

20 11 3

21 11 10

22 12 12

23 13 7

24 14 4

25 14 9

26 15 9

27 16 7

(41)

29 17 10

Tabel 3.11Tabel AturanNokiaLumia520

ID Rule ID Masalah ID Gejala

1 1 9

2 2 1

3 2 10

4 3 5

5 3 6

6 3 8

7 4 3

8 4 10

9 5 5

10 5 6

11 5 8

12 6 5

13 6 6

14 6 8

15 7 13

16 8 11

17 9 7

18 10 2

19 10 4

20 11 3

21 11 10

22 12 12

23 13 7

24 14 4

25 14 9

(42)

27 16 7

28 17 3

29 17 10

30 18 16

31 20 17

32 19 14

33 19 15

34 1 14

Tabel 3.12 Tabel AturanLenovoA706

ID Rule ID Masalah ID Gejala

1 1 9

2 2 1

3 2 10

4 3 5

5 3 6

6 3 8

7 4 3

8 4 10

9 5 5

10 5 6

11 5 8

12 6 5

13 6 6

14 6 8

15 7 13

16 8 11

17 9 7

18 10 2

(43)

20 11 3

21 11 10

22 12 12

23 13 7

24 14 4

25 14 9

26 15 9

27 16 7

28 17 3

29 17 10

30 18 16

31 20 17

32 19 14

33 19 15

(44)

3.3.3 Algoritma Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Kerusakan Handphone Berikut ini adalah rincian langkah-langkah algoritma:

1. Mulai.

2. Pengguna memilih tipe hp.

3. Diambil semua gejala dari aturan pada tabel aturan hp masing-masing.

4. Ditanyakan semua gejala kepada pengguna.

5. Dicari nilai CF sementara untuk setiap aturan yang ada

Bentuk rumus pencariannya adalah:

CF_Sementara = CF_User * CF_Pakar.

6. Dicari nilai minimum dari sekumpulan CF Sementara untuk setiap masalah yang

sama pada tabel aturan.

Bentuk rumus pencariannya adalah:

CF_Akhir = min(CF_Sementara1, CF_Sementara2, …)

7. Ditampilkan setiap masalah, solusi dan kemungkinan (CF)nya.

(45)

Algoritma sistem pakar dapat digambarkan dalam bentuk diagram dapat dilihat

pada gambar 3.1:

Gambar 3.1 Diagram sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone. Mulai

Pengguna memilih tipe hp

Diambil semua gejala dari aturan pada tabel aturan tipe hp

Ditanyakan semua gejala kepada pengguna

Dicari nilai CF sementara dari jawaban pengguna untuk setiap aturan yang ada

Dicari nilai CF Akhir untuk setiap masalah yang ada

Selesai

(46)

3.4 Perancangan Basis Data

3.4.1 Struktur Tabel

1. Tabel Member

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data pengguna sistem.

Tabel 3.13 Tabel Member

Nama Field Tipe Data Keterangan

ID_member Integer(4) Primary key, Not null

Username Varchar(20) Not null

Pass Varchar(50) Not null

Type Varchar(5) Not null,"Admin/Pakar"

2. Tabel Gejala

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data gejala.

Tabel 3.14 Tabel Gejala

Nama Field Tipe Data Keterangan

ID_gejala Integer(4) Primary key, Not null

Nama_gejala Varchar(300) Not null

3. Tabel Masalah

(47)

Tabel 3.15 Tabel Masalah

Nama Field Tipe Data Keterangan

ID_masalah Integer(4) Primary key, Not null

Nama_masalah Varchar(100) Not null

Solusi Varchar(300) Not null

CF_pakar float Not null

4. Tabel HP

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data HP beserta daftar masalahnya.

Tabel 3.16 Tabel HP

Nama Field Tipe Data Keterangan

ID_hp Integer(4) Primary key, Not null

Type_hp Varchar(50) Not null

5. Tabel Aturan

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data aturan masalah dan nilai CF

masing-masing gejala terhadap masalah pada HP.

Tabel 3.17 Tabel Aturan

Nama Field Tipe Data Keterangan

ID_rule Integer(4) Primary key, Not null

ID_masalah Integer(4) Not null

(48)

3.4.2 Relasi Antar Tabel

Gambar 3.2 Relasi antar tabel

3.4.3 Perancangan Data Flow Diagram (DFD)

DFD (Data Flow Diagram) merupakan suatu model logika data atau proses yang

dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar

dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan

interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. Model Masalah

ID_masalah (PK)

Nama_masalah

Solusi

CF_pakar HP

ID_hp (PK)

Type_hp

Gejala

ID_gejala (PK)

Nama_gejala

Aturan

ID_rule (PK)

ID_masalah

ID_gejala

Member

ID_member (PK)

Username

Pass

(49)

List masalah, list gejala, cf pakar dan solusi

Tipe hp, gejala

Masalah, solusi dan CF akhir

fungsional ini berfungsi membantu memahami cara kerja sistem dan hubungan setiap

proses dalam sistem secara terstruktur dan logis.

a. DFD Level 0

Gambar 3.3 DFD Level 0

Dari gambar 3.3 dapat dilihat bahwa DFD level 0 menggambarkan hubungan antara pengguna dan sistem. Masukan sistem berupa tipe hp, gejala hp. Sedangkan keluaran sistem berupa informasi masalah, solusi dan CF akhir dari masalah hp yang dialami oleh pengguna.

Pengguna

P.0 Sistem Pendiagnosa

Kerusakan Handphone

(50)

tipe hp

.tipe hp

gejala

masalah, CF akhir dan solusi

. list masalah

list masalah, solusi. CF pakar b. DFD Level 1

Gambar 3.4 DFD Level 1

Pada proses inisialisasi aturan hp, dibutuhkan data masukan berupa tipe hp, yang akan dipakai untuk menentukan gejala dan masalah yang ada pada tipe hp tersebut. Kemudian data tersebut diproses pada P.3, untuk menentukan masalah, CF akhir dan solusi, yang membutuhkan data masukan gejala yang terjadi pada hp. Data tersebut akan dipakai dengan algoritma CF untuk menghitung CF terjadinya masalah tersebut, dan akan ditampilkan solusi bila diyakini penyebab masalah tersebut. Proses-proses yang terjadi pada DFD level 1 diuraikan pada tabel 3.18 di bawah ini.

Pengguna

P.1 Inisialisasi

tipe hp

Database aturan hp

Database gejala . gejala, .masalah

P.3 Tentukan masalah, CF

dan solusi

. list gejala

Database masalah

P.2 Inisialisasi masalah dan

gejala

(51)

Tabel 3.18 Spesifikasi Proses DFD Level 1

No./ Nama

Proses Input Keterangan Proses Output

P 1/ Proses

Inisialisasi Tipe hp Data tipe hp

Insialisasi data berupa tipe hp yang digunakan

Data tipe hp

P 2/ Proses Inisialisasi

masalah dan gejala

Gejala, masalah,

Inisialisasi data berupa list gejala dan masalah pada tipe hp pengguna

Data list gejala, solusi,CF pakar dan list masalah berdasarkan nilai CF akhir, dan ditampilkan solusi masalahnya

tabel 3.19 di bawah ini.

Tabel 3.19 Kamus Data DFD Level 1

Nama Keterangan

Tipe hp Tipe hp pengguna

CF pakar Nilai CF pakar untuk gejala

List masalah List masalah yang dapat terjadi pada hp pengguna

List gejala List gejala yang dapat terjadi pada hp pengguna

Gejala Data gejala yang terjadi pada hp pengguna

Masalah Data masalah yang terjadi pada hp pengguna

CF akhir Data CF akhir yang didapat setelah proses

perhitungan dengan metode Certainty Factor

Solusi Data solusi yang dapat dilakukan oleh pengguna

Proses tentukan masalah dan solusi yang ada pada DFD level 1 dapat dipecah

(52)

Tipe hp, gejala

list gejala

list masalah, solusi dan CF pakar List masalah dan

gejala

gejala, CF pakar, list masalah, dan solusi Hasil hitung CF akhir,

masalah dan solusi Masalah, CF dan

solusi

List gejala

tampilkan masalah dan solusi. DFD level 2 untuk proses tentukan masalah dan solusi

dapat digambarkan sebagai berikut:

c. DFD Level 2

Gambar 3.5 DFD Level 2

Pada proses baca data membutuhkan data masukan berupa tipe hp dan gejala hp pengguna. Kemudian proses akan mengambil data dari database aturan hp, masalah dan gejala. Lalu proses baca data akan melanjutkan ke proses hitung CF akhir dan dilanjutkan ke proses tampilkan masalah, CF dan solusi.

Pengguna P.3.1

Baca data

Database aturan hp

Database masalah

Database gejala

P.3.2 Hitung CF

akhir P.3.3

Tampilkan masalah, CF

(53)

Proses-proses yang terjadi pada DFD Level 2 diuraikan pada Tabel 3.20 di bawah

ini.

Tabel 3.20 Spesifikasi Proses DFD Level 2

No./Nama

Proses Input Keterangan Proses Output

P 3.1/Proses Baca Data

Gejala, tipe hp, CF pakar, list masalah, solusi, dan list gejala

Proses membaca data

masukkan yang diberikan oleh pengguna dan data dari

database

Gejala, CF pakar, list masalah, solusi dan list gejala

P 3.2 /Proses Hitung CF akhir

Gejala, CF pakar, list masalah, dan list gejala

Proses perhitungan CF akhir dengan data dari proses baca data

Hasil hitung CF akhir, masalah

Proses untuk menampilkan hasil perhitungan CF akhir, masalah dan solusi

Masalah, CF dan solusi

Masing-masing entitas data yang tercantum pada DFD level 2 ditampilkan pada

tabel 3.21 di bawah ini.

Tabel 3.21 Kamus Data Pada DFD Level 2

Nama Keterangan

CF pakar Nilai CF pakar untuk gejala

List masalah List masalah yang dapat terjadi pada hp pengguna

List gejala List gejala yang dapat terjadi pada hp pengguna

Gejala Data gejala yang terjadi pada hp pengguna

Masalah Data masalah yang terjadi pada hp pengguna

CF akhir Data CF akhir yang didapat setelah proses

perhitungan dengan metode Certainty Factor

(54)

3.4.4 Flowchart

Pada pembuatan suatu aplikasi, biasanya dibuat terlebih dahulu desain

struktur/flow aplikasinya. Pada sistem pakar ini, flowchartnya dapat dilihat pada gambar

3.6

(55)

3.5 Perancangan Antar Muka

Perancangan antarmuka (interface) merupakan tampilan program aplikasi yang digunakan oleh pemakai (user) untuk dapat berkomunikasi dengan komputer.

3.5.1 Rancangan Halaman Index

Pada saat website dibuka, maka pemakai akan dihadapkan pada tampilan halaman seperti berikut gambar 3.7 berikut :

Gambar 3.7 Rancangan Halaman Index

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah text field untuk username

4. Nomor 4 adalah text field untuk password

5. Nomor 5 adalah button Login

6. Nomor 6 adalah drop list untuk tipe HP

7. Nomor 7 adalah button Lanjutkan

8. Nomor 8 adalah button About

Pada halaman Index ini, bila user menginput username dan password yang terdaftar pada database, maka akan muncul menu-menu tambahan sesuai otoritas

1

3

4 5

8

6 7

(56)

username tersebut. Untuk user umum yang hanya memerlukan akses ke sistem pakar, dapat langsung memilih tipe HP yang ada, dan menekan button "Lanjutkan".

3.5.2 Rancangan Halaman Process

Gambar 3.8 Rancangan Halaman Process

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah text field untuk username

4. Nomor 4 adalah text field untuk password

5. Nomor 5 adalah button Login

6. Nomor 6 adalah text box yang menampilkan nama gejala

7. Nomor 7 adalah radio button tingkat kepercayaan gejala

8. Nomor 8 adalah button Next

9. Nomor 9 adalah button About

Pada halaman Process ini, user akan memilih "Ya", "Tidak Tahu", atau "Tidak" atas tingkat kepercayaangejala pada setiap baris yang ada. Setelah selesai memilih jawaban untuk setiap nama gejala yang ada, maka user dapat menekan button "Next" untuk mendapatkan hasil analisis dari sistem pakar Certainty Factor ini.

1

3

4 5

9

6 7

(57)

3.5.3 Rancangan Halaman Result

Gambar 3.9 Rancangan Halaman Result

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah text field untuk username

4. Nomor 4 adalah text field untuk password

5. Nomor 5 adalah button Login

6. Nomor 6 adalah text box yang menampilkan nama masalah, nilai CF, definisi CF

dan solusi

7. Nomor 7 adalah button Back

8. Nomor 8 adalah button About

Pada halaman result ini, user mendapatkan hasil analisis dari sistem pakar Certainty Factor. Bila user ingin melakukan analisis terhadap tipe hp yang lain, dapat menekan button "Back" untuk kembali ke index.

1

3

4 5

8

6

(58)

3.5.4 Rancangan Halaman About

Gambar 3.10 Rancangan Halaman About

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah button Log out

4. Nomor 4 adalah button List HP

5. Nomor 5 adalah button List Gejala

6. Nomor 6 adalah button List Member

7. Nomor 7 adalah button Index

8. Nomor 8 adalah text box yang menampilkan info pembuat program

Pada halaman ini info pembuat website dapat dilihat. Dan bila user memasukkan username maka tombol menu tambahan akan muncul seperti pada gambar 3.10.

1

3

4

5

8

6

7

(59)

3.5.5 Rancangan Halaman List HP

Gambar 3.11 Rancangan Halaman List HP

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah button Log Out

4. Nomor 4 adalah button Index

5. Nomor 5 adalah button List Gejala

6. Nomor 6 adalah button List Member

7. Nomor 7 adalah button About

8. Nomor 8 adalah text box yang menampilkan no HP dan tipe HP

9. Nomor 9 adalah button List Aturan

10. Nomor 10 adalah button List Masalah

11. Nomor 11 adalah button Edit

12. Nomor 12 adalah button Delete

13. Nomor 13 adalah button Add

Pada halaman ini, user dapat melihat database tipe hp, dan dapat mengakses halaman list aturan hp, halaman list masalah, halaman edit tipe hp, halaman add tipe hp, dan menghapus tipe hp dalam database.

1

3

4

5

8

6

7

9 10 11

13 2

(60)

3.5.6. Rancangan Halaman List Aturan

Gambar 3.12 Rancangan Halaman List Aturan

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah button Log Out

4. Nomor 4 adalah button List HP

5. Nomor 5 adalah button List Gejala

6. Nomor 6 adalah button Index

7. Nomor 7 adalah button List Member

8. Nomor 8 adalah button About

9. Nomor 9 adalah text box yang menampilan no aturan, nama masalah dan nama

gejala

10. Nomor 10 adalah button Edit

11. Nomor 11 adalah button Delete

12. Nomor 12 adalah button Add 1

3

4

5

6

8 7

9 10 11

(61)

Pada halaman ini, user dapat melihat database list aturan, dan dapat mengakses halaman edit list aturan, halaman add list aturan, dan menghapus list aturan dalam database.

3.5.7 Rancangan Halaman Edit Aturan

Gambar 3.13 Rancangan Halaman Edit Aturan

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah button Log Out

4. Nomor 4 adalah button List HP

5. Nomor 5 adalah button List Gejala

6. Nomor 6 adalah button List Member

7. Nomor 7 adalah button About

8. Nomor 8 adalah button Index

9. Nomor 9 adalah list nama masalah

10. Nomor 10 adalah list nama gejala

11. Nomor 11 adalah button Edit 1

3

4

5

6

8 7

9

10

(62)

Pada halaman ini, user dapat merubah data list aturan yang telah dipilih pada halaman list aturan. Setelah selesai mengisi datanya, ditekan button Edit untuk menyelesaikan proses perubahan dan kembali ke halaman list aturan.

3.5.8 Rancangan Halaman Add Aturan

Gambar 3.14 Rancangan Halaman Add Aturan

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah button Log Out

4. Nomor 4 adalah button List HP

5. Nomor 5 adalah button Index

6. Nomor 6 adalah button List Member

7. Nomor 7 adalah button About

8. Nomor 8 adalah text field no aturan

9. Nomor 9 adalah list Nama Masalah

10. Nomor 10 adalah list Nama Gejala

11. Nomor 11 adalah button Add 1

3

4

5

6

7

8

9

10

(63)

Pada halaman ini, user dapat menambah data list aturan. Setelah selesai mengisi datanya, ditekan button Add untuk menyelesaikan proses penambahan dan kembali ke halaman list aturan.

3.5.9 Rancangan Halaman Edit HP

Gambar 3.15 Rancangan Halaman Edit HP

Keterangan :

1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.

2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP

3. Nomor 3 adalah button Log Out

4. Nomor 4 adalah button List HP

5. Nomor 5 adalah button List Gejala

6. Nomor 6 adalah button List Member

7. Nomor 7 adalah button About

8. Nomor 8 adalah text field tipe HP

9. Nomor 9 adalah button Edit 1

3

4

5

6

7

8

Gambar

Tabel 3.1 Tabel Tipe HP
Tabel 3.5 Tabel MasalahNokia6630
Tabel 3.6 Tabel MasalahNokiaLumia520
Gambar 3.1 Diagram sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan antara pengguna dengan sistema pakar serta komponen-komponen yang ada dalam sistema pakar dapat dilihat pada gambar 1 berikut: User: Pengguna

Aplikasi sistem pakar mendeteksi kerusakan pada iPhone menggunakan metode Certainty Factor ini dibangun dengan bahasa pemrograman PHP menggunakan framework CodeIgniter

Dengan adanya aplikasi sistem pakar ini maka dapat membantu efisiensi waktu dalam memperoleh hasil dari kerusakan-kerusakan yang terjadi pada handphone serta

Perlunya dibuat sistem pakar berbasis web untuk diagnosis kerusakan mobil Daihatsu Ayla adalah untuk membantu masyarakat khususnya pengguna mobil Daihatsu Ayla untuk

Hal ini mendorong peneliti untuk membangun sebuah aplikasi sistem pakar yang bertujuan untuk membantu pengguna laptop mediagnosis kerusakan laptopnya melalui

Dengan adanya aplikasi sistem pakar ini maka dapat membantu efisiensi waktu dalam memperoleh hasil dari kerusakan-kerusakan yang terjadi pada handphone serta

Adapun kesimpulan yang didapat dari hasil pembuatan program system pakar kerusakan mesin jahit dengan menggunakan metode certainty factor, maka dapat diperoleh

Dengan adanya aplikasi sistem pakar ini maka dapat membantu efisiensi waktu dalam memperoleh hasil dari kerusakan-kerusakan yang terjadi pada handphone serta meminimalisir biaya untuk