CERTAINTY FACTOR
(CF) BERBASIS WEB
SKRIPSI
NICO JUNARI
071401058
PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi tugas akhir dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Komputer
NICO JUNARI 071401058
PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Judul : PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA KERUSAKAN HANDPHONE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF) BERBASIS WEB
Kategori : SKRIPSI
Nama : NICO JUNARI
Nomor Induk Mahasiswa : 071401058
Program Studi : SARJANA (S1) ILMU KOMPUTER Departemen : ILMU KOMPUTER
Fakultas : ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI (FASILKOM-TI) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Diluluskan di Medan, 2 April 2015 Komisi Pembimbing :
Pembimbing 2 Pembimbing 1
Sajadin Sembiring, S.Si, M.Comp.Sc Dr. Poltak Sihombing, M.Kom. NIP. 195408281981031004 NIP. 196203171991031001
Diketahui/Disetujui oleh
Program Studi S1 Ilmu Komputer Ketua,
PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA KERUSAKAN HANDPHONE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF)
BERBASIS WEB
SKRIPSI
Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, 2 April 2015
PENGHARGAAN
Puji dan syukur yang tiada henti penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
Dengan sepenuh ketulusan hati, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih teristimewa kepada:
1. Bapak Dr. Poltak Sihombing, M.Kom sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komputer sekaligus sebagai dosen pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan masukkan yang sangat berguna bagi penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.
2. Ibu Maya Silvi Lydia, BSc. MSc sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Komputer.
3. Bapak Prof. Dr. Muhammad Zarlis sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.
4. Para Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. 5. Bapak Sajadin Sembiring, S.Si, M.Comp.Sc sebagai dosen pembimbing yang
telah banyak meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan, kritik dan masukkan kepada penulis.
6. Bapak Ade Candra, ST, M.Kom sebagai dosen pembanding yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan kritik dan masukan pada penulis.
7. Bapak Prof. Dr. Iryanto, M.Si sebagai dosen pembanding yang telah memberikan saran, masukan dan kritikan yang sangat berguna bagi penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.
8. Seluruh dosen serta pegawai di Program Studi S1 Ilmu Komputer Departemen Ilmu Komputer FMIPA USU.
9. Ayahanda dan Ibunda yang selalu memberikan cinta kasih dan semangat serta kepercayaan selama masa kuliah baik dalam bentuk maetriil serta moril dalam menyelesaikan skripsi ini.
10.Bapak Kok Chiang dari toko KC Ponsel sebagai ahli pakar yang telah banyak memberikan bimbingan, kritik dan masukkan kepada penulis.
11.Dan juga kepada teman-teman seperjuangan stambuk 2007, khususnya Indra Gunawan, Subardi Wansyah, Harris Kristanto yang telah memberikan semangat kepada saya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan dan pengembangan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis sendiri pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
Medan, 2 April 2015
HANDPHONE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF) BERBASIS WEB
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada saat ini mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. Salah satu cara pengolahan informasi adalah dengan menggunakan sistem pakar. Sistem pakar merupakan sistem yang mengambil pengetahuan manusia sebagai data, untuk menyelesaikan masalah seperti layaknya para pakar. Perkembangan teknologi ini juga membuat terciptanya alat telekomunikasi yang kecil sehingga dapat dibawa ke mana-mana, dengan fungsi yang tidak terbatas hanya untuk berkomunikasi, namun juga sebagai sarana hiburan dan lainnya. Kebanyakan pemilik handphone (HP) tidak mengetahui apa sebenarnya kerusakan HP miliknya, dan toko service HP terkadang mengganti komponen yang tidak perlu diganti, mengakibatkan sang pemilik mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding seharusnya. Adanya kasus-kasus seperti itu, menyebabkan diperlukan suatu sistem yang dapat membantu menganalisis kerusakan HP, sehingga dapat memberi saran apakah suatu HP perlu diperbaiki, apakah komponen atau hal yang perlu diperbaiki tersebut, ataukah lebih baik diganti dengan yang baru saja. Pada penulisan skripsi ini dibuat sistem pakar yang menggunakan algoritma Certainty Factor. Algoritma Certainty Factor digunakan karena satu gejala kerusakan yang terjadi, dapat diakibatkan oleh beberapa atau satu komponen yang berbeda. Dari pengujian program sistem pakar, didapatkan hasil yang sama dengan perhitungan secara manual dengan metode CF. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pakar ini dapat mendeteksi kerusakan yang terjadi pada HP, serta membantu menghindarkan pengguna awam dari penggantian komponen lain yang tidak berhubungan atau tidak perlu diganti.
USING WEB BASED CERTAINTY FACTOR (CF) METHOD
ABSTRACT
The development of information technology nowadays has a very important role for human life. One of the ways to process the information is to use expert system. Expert System is a system that tries to take over human knowledge, so it can solve problem like an expert. The development of technology also lead to the creation of a small telecommunication device which can be taken anywhere, which the function is not limited just to communicate, but also as entertainment, and many other functions. Most of mobile phone owner do not know what is the actual damage of their phone, and phone service shop often change component which shouldn’t be changed, resulting the owners have to pay greater than supposed. These case, lead us to the need of a system that can help analyze phone’s damage, so the owner is advised whether to repair the phone or replace it. On this thesis an expert system using Certainty Factor method will be made. Certainty Factor method is used because when one symptoms of damage happens, that can be caused by one or more different components. This thesis will produce an expert system to detect phone damage, and help novice user from replacing other components in phone that should not be replaced. From the expert system test, the result is same with the manual calculation using Certainty Factor method. It can be concluded the expert system can detect phone damage, and help novice user from replacing other components in phone that should not be replaced.
DAFTAR ISI
Persetujuan ...ii
Pernyataan...iii
Penghargaan...iv
Abstrak...v
Abstract...vi
Daftar Isi...vii
Daftar Tabel...xi
Daftar Gambar...xii
Bab 1 Pendahuluan...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...3
1.3 Batasan Masalah...3
1.4 Tujuan Penelitian...4
1.5 Manfaat Penulisan...4
1.6 Metodologi Penelitian...4
1.7 Sistematika Penulisan...5
Bab 2 Landasan Teori...6
2.1 Sistem Pakar...6
2.2 Sejarah Sistem Pakar...6
2.3 Inferensi...7
2.3.1 Runut Maju (ForwardChaining)...7
2.3.2 Runut Balik (BackwardChaining)...8
2.4.1 Pengertian Certainty Factor (CF)...9
2.4.2 Kombinasi Aturan...9
2.5 Internet...12
2.6 PHP...13
2.7 DBMS MySQL...14
Bab 3 Analisis dan Perancangan...15
3.1 Analisis Sistem...15
3.2 Arsitektur Sistem...16
3.3 Representasi Pengetahuan...16
3.3.1 Data Dasar...16
3.3.2 Pola Umum Aturan...16
3.3.3 Algoritma Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Kerusakan Handphone...28
3.4 Perancangan Basis Data ...30
3.4.1 Struktur Tabel Analisis Sistem...30
3.4.2 Relasi Antar Tabel...32
3.4.3 Perancangan Data Flow Diagram (DFD)...32
3.4.4 Flowchart Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Kerusakan Handphone...38
3.5 Perancangan Antar Muka...39
3.5.1 Rancangan Halaman Index...39
3.5.2 Rancangan Halaman Process...40
3.5.3 Rancangan Halaman Result...41
3.5.4 Rancangan Halaman About...42
3.5.5 Rancangan Halaman List HP...43
3.5.6 Rancangan Halaman List Aturan...44
3.5.7 Rancangan Halaman Edit Aturan...45
3.5.8 Rancangan Halaman Add Aturan...46
3.5.10 Rancangan Halaman List Gejala...48
3.5.11 Rancangan Halaman Edit Gejala...49
3.5.12 Rancangan Halaman Add Gejala...50
3.5.13 Rancangan Halaman List Masalah...51
3.5.14 Rancangan Halaman Edit Masalah...52
3.5.15 Rancangan Halaman Add Masalah...53
3.5.16 Rancangan Halaman List Member...54
3.5.17 Rancangan Halaman Edit Member...55
3.5.18 Rancangan Halaman Add Member...56
Bab 4 Implementasi dan Pengujian...57
4.1 Implementasi Aplikasi...57
4.2 Spesifikasi Perangkat Lunak...57
4.3 Spesifikasi Perangkat Keras...57
4.4 Tampilan Sistem Pakar...58
4.4.1 Halaman Home...58
4.4.2 Halaman Process...59
4.4.3 Halaman Result...60
4.4.4 Halaman List HP...61
4.4.5 Halaman List Aturan...62
4.4.6 Halaman Edit List Aturan...62
4.4.7 Halaman Add List Aturan...63
4.4.8 Halaman Edit HP...63
4.4.9 Halaman Add HP...64
4.4.10 Halaman List Gejala...64
4.4.11 Halaman Edit Gejala...65
4.4.12 Halaman Add Gejala...65
4.4.14 Halaman Edit Masalah...67
4.4.15 Halaman Add Masalah...67
4.4.16 Halaman List Member...68
4.4.17 Halaman Edit Member...68
4.4.18 Halaman Add Member...69
4.5 Pengujian Sistem...69
Bab 5 Kesimpulan dan Saran...73
5.1 Kesimpulan...73
5.2 Saran...73
Daftar Pustaka...75
DAFTAR TABEL
2.1 Tabel Metode MYCIN ...9
3.1 Tabel Tipe HP...17
3.2 Tabel Gejala...17
3.3 Tabel MasalahNokia6600...18
3.4 Tabel MasalahNokia6610...18
3.5 Tabel MasalahNokia6630...19
3.6 Tabel MasalahNokiaLumia520...20
3.7 Tabel MasalahLenovoA706...21
3.8 Tabel AturanNokia6600...22
3.9 Tabel AturanNokia6610...23
3.10 Tabel AturanNokia6630...24
3.11 Tabel AturanNokiaLumia520...25
3.12 Tabel AturanLenovoA706...26
3.13 Tabel Member...30
3.14 Tabel Gejala...30
3.15 Tabel Masalah...31
3.16 Tabel HP...31
3.17 Tabel Aturan...31
3.18 Spesifikasi Proses DFD Level 1...35
3.19 Kamus Data Proses DFD Level 1...35
3.20 Spesifikasi Proses DFD Level 2...37
DAFTAR GAMBAR
3.1 Diagram sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone...29
3.2 Relasi antar tabel...32
3.3 DFD Level 0...33
3.4 DFD Level 1...34
3.5 DFD Level 2...36
3.6 Flowchart......38
3.7 Rancangan halaman Index...39
3.8 Rancangan Halaman Process...40
3.9 Rancangan Halaman Result...41
3.10 Rancangan Halaman About...42
3.11 Rancangan Halaman List HP...43
3.12 Rancangan Halaman List Aturan...44
3.13 Rancangan halaman Edit Aturan...45
3.14 Rancangan Halaman Add Aturan...46
3.15 Rancangan Halaman Edit HP...47
3.16 Rancangan Halaman List Gejala...48
3.17 Rancangan Halaman Edit Gejala...49
3.18 Rancangan Halaman Add gejala...50
3.19 Rancangan Halaman List Masalah...51
3.20 Rancangan Halaman Edit Masalah...52
3.21 Rancangan Halaman Add Masalah...53
3.22 Rancangan Halaman List Member...54
3.24 Rancangan Halaman Add Member...56
4.1 Halaman Utama user default untuk Memulai Diagnosa...58
4.2 Halaman Utama user Ahli Pakar untuk Mengakses Database...59
4.3 Halaman Utama user Admin untuk Mengakses Data Member...59
4.4 Halaman Proses untuk Input Data Gejala...60
4.5 Halaman Result yang Menampilkan Hasil Diagnosa...61
4.6 Halaman ListHP yang Menampilkan Tipe HP pada Database...62
4.7 Halaman List Aturan yang Berisi Rules masalah...62
4.8 Halaman Edit List Aturan untuk Mengubah Rules Masalah...63
4.9 Halaman Add List Aturan untuk Manambah Rules Masalah...63
4.10 Halaman EditHP untuk Mengubah Tipe HP...64
4.11 Halaman AddHP untuk Menambah Tipe HP...64
4.12 Halaman List Gejala yang Menampilkan Gejala HP...65
4.13 Halaman Edit Gejala untuk Mengubah Nama Gejala...65
4.14 Halaman Add Gejala untuk Menambah Gejala...66
4.15 Halaman List Masalah yang Menampilkan Daftar Masalah...66
4.16 Halaman Edit Masalah untuk Mengubah Data Masalah...67
4.17 Halaman Add Masalah untuk Mengubah Data Masalah...67
4.18 Halaman List Member yang Menampilkan Data Member...68
4.19 Halaman Edit Member untuk Mengubah Data Member...68
4.20 Halaman Add Member untuk Menambah Data Member...69
4.21 Tampilan Konsultasi Pemasukan Data Gejala...70
HANDPHONE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF) BERBASIS WEB
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada saat ini mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. Salah satu cara pengolahan informasi adalah dengan menggunakan sistem pakar. Sistem pakar merupakan sistem yang mengambil pengetahuan manusia sebagai data, untuk menyelesaikan masalah seperti layaknya para pakar. Perkembangan teknologi ini juga membuat terciptanya alat telekomunikasi yang kecil sehingga dapat dibawa ke mana-mana, dengan fungsi yang tidak terbatas hanya untuk berkomunikasi, namun juga sebagai sarana hiburan dan lainnya. Kebanyakan pemilik handphone (HP) tidak mengetahui apa sebenarnya kerusakan HP miliknya, dan toko service HP terkadang mengganti komponen yang tidak perlu diganti, mengakibatkan sang pemilik mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding seharusnya. Adanya kasus-kasus seperti itu, menyebabkan diperlukan suatu sistem yang dapat membantu menganalisis kerusakan HP, sehingga dapat memberi saran apakah suatu HP perlu diperbaiki, apakah komponen atau hal yang perlu diperbaiki tersebut, ataukah lebih baik diganti dengan yang baru saja. Pada penulisan skripsi ini dibuat sistem pakar yang menggunakan algoritma Certainty Factor. Algoritma Certainty Factor digunakan karena satu gejala kerusakan yang terjadi, dapat diakibatkan oleh beberapa atau satu komponen yang berbeda. Dari pengujian program sistem pakar, didapatkan hasil yang sama dengan perhitungan secara manual dengan metode CF. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pakar ini dapat mendeteksi kerusakan yang terjadi pada HP, serta membantu menghindarkan pengguna awam dari penggantian komponen lain yang tidak berhubungan atau tidak perlu diganti.
USING WEB BASED CERTAINTY FACTOR (CF) METHOD
ABSTRACT
The development of information technology nowadays has a very important role for human life. One of the ways to process the information is to use expert system. Expert System is a system that tries to take over human knowledge, so it can solve problem like an expert. The development of technology also lead to the creation of a small telecommunication device which can be taken anywhere, which the function is not limited just to communicate, but also as entertainment, and many other functions. Most of mobile phone owner do not know what is the actual damage of their phone, and phone service shop often change component which shouldn’t be changed, resulting the owners have to pay greater than supposed. These case, lead us to the need of a system that can help analyze phone’s damage, so the owner is advised whether to repair the phone or replace it. On this thesis an expert system using Certainty Factor method will be made. Certainty Factor method is used because when one symptoms of damage happens, that can be caused by one or more different components. This thesis will produce an expert system to detect phone damage, and help novice user from replacing other components in phone that should not be replaced. From the expert system test, the result is same with the manual calculation using Certainty Factor method. It can be concluded the expert system can detect phone damage, and help novice user from replacing other components in phone that should not be replaced.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia yang semakin bertambah membuat hampir semua orang memiliki handphone dengan tujuan pemakaian yang berbeda-beda setiap individualnya mulai dari berkomunikasi, pekerjaan hingga permainan. Dengan bentuk fisiknya yang kecil seukuran telapak tangan, menyebabkan handphone sering terjatuh karena licinnya tangan, maupun terjepit ketika diletakkan di kantong celana sehingga handphone sering mengalami kerusakan. Namun, kebanyakan pemilik handphone tidak mengetahui apa sebenarnya kerusakan handphone miliknya, dan kadang-kadang toko jasa perbaikan handphone menipu pemilik handphone dengan mengatakan power IC pada handphone yang rusak, padahal hanya IC kecil saja yang perlu diganti, ataupun hanya diperlukan formatting handphone, menjadikan sang pemilik mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding seharusnya. Adanya kasus-kasus seperti itu, menyebabkan diperlukan suatu sistem yang dapat membantu menganalisis kerusakan handphone, sehingga dapat memberi saran apakah suatu handphone perlu diperbaiki, apakah komponen atau hal yang perlu diperbaiki tersebut, ataukah handphone tersebut lebih baik diganti dengan handphone yang baru saja.
keputusannya maupun hasil keputusan yang diperoleh.
Dalam menentukan jenis kerusakan, sering ditemukan jawaban yang tidak memiliki kepastian penuh. Ketidakpastian ini bisa berupa probabilitas atau kebolehjadian yang bergantung pada hasil suatu kejadian. Dalam aplikasi sistem pakar terdapat suatu metode untuk menyelesaikan masalah ketidakpastian data. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah faktor kepastian (Certainty Factor).
Metode CF sudah dipakai dalam penelitian sebelumnya, yaitu:
a. Pada tugas akhir Heru Susanto pada tahun 2009 dengan judul ”Aplikasi Diagnosis Penyakit Hepatitis Menggunakan J2ME dengan Metode Certainty Factor”, didapatkan kesimpulan bahwa:
- Semakin akurat gejala yang dimasukkan dalam sistem, maka akan semakin tinggi pula nilai CF atas penyakit tersebut.
- Penambahan daftar gejala harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pakar.
b. Pada tugas akhir Adhi Sadewo Broto pada tahun 2010 dengan judul “Perancangan dan Implementasi Sistem Pakar untuk Analisa Penyakit Dalam”, didapatkan kesimpulan bahwa:
- Banyaknya metode diagnosa yang digunakan tidak menentukan besarnya keluaran nilai CF total.
- Besarnya nilai CF total ditentukan oleh banyaknya kecocokan antara id gejala dan id penyakit, serta besarnya nilai CF tiap aturan pada kaidah diagnosa.
c. Pada tugas akhir Elpa Armi Voni pada tahun 2010 dengan judul “Penggunaan Certainty Factor (CF) dalam Perancangan Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Penyakit Atherosklerosis”, didapatkan kesimpulan bahwa:
terhadap penyakit yang diderita.
- Sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit atherosklerosis ini telah mampu memberikan informasi kepada pengguna mengenai jenis penyakit yang dideritanya (diagnosa awal) berdasarkan gejala-gejala yang diberikan. - Semakin akurat gejala yang dimasukkan ke dalam system (yang
benar-benar dirasakan), maka akan semakin tinggi pula nilai CF atas penyakit yang diderita.
Mencermati hal-hal di atas, maka penulis memutuskan membuat aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone dengan metode CF.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan diteliti dan diuraikan disini adalah bagaimana rancangan suatu sistem pakar dengan metode Certainty Factor (CF) berbasis web.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah pada tugas akhir ini adalah:
1. Aplikasi sistem pakar ini dibuat hanya untuk handphone Nokia tipe 6600, 6610, 6630, Nokia Lumia 520, dan Lenovo A706.
2. Metode yang digunakan adalah metode Certainty Factor (CF) dengan kriteria diagnosis kerusakan software atau hardware.
3. Tidak membahas tentang jalur data ataupun komponen hardware yang rusak secara spesifik.
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
Untuk mengembangkan aplikasi sistem pakar yang berguna untuk mendiagnosa kerusakan handphone Nokia tipe 6600, 6610, 6630, Nokia Lumia 520, dan Lenovo A706 berbasis web.
1.5 Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut.
1. Sebagai salah satu aplikasi alternatif untuk membantu mengetahui kerusakan handphone yang dapat diakses secara umum.
2. Untuk menambah variasi aplikasi sistem pakar berbasis web.
3. Sebagai referensi dan perbandingan bagi peneliti lain yang berkaitan dengan sistem pakar dengan metode CF.
1.6 Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang akan digunakan adalah: 1. Studi Literatur
Pada tahap ini dilakukan dengan mempelajari buku-buku referensi atau sumber-sumber yang berkaitan dengan skripsi ini, baik dari textbook maupun internet.
2. Pengumpulan Data
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data dengan cara wawancara.
3. Analisis Data dan Perancangan Sistem
Pada tahap ini dilakukan pengkodean program untuk mengimplementasikan perancangan sistem pendukung keputusan menggunakan bahasa pemrograman php dan mysql sebagai databasenya.
5. PengujianSistem
Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem untuk melihat dan memvalidasi hasil sistem sesuai dengan yang diharapkan.
6. Dokumentasi dan Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan dalam bentuk skripsi bertujuan untuk dijadikan sebagai dokumentasi hasil penelitian.
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dibagi menjadi lima bab, yaitu sebagai berikut:
BAB 1: PENDAHULUAN
Berisikan penjelasan tentang Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penulisan, Manfaat Penulisan, dan Metodologi Penelitian.
BAB 2: LANDASAN TEORI
Bab ini membahas mengenai teori-teori yang mendukung penelitian.
BAB 3: ANALISIS DAN PERANCANGAN
Bab ini berisikan langkah-langkah penelitian yang dilakukan, serta analisis terhadap fokus permasalahan penelitian.
BAB 4: IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini berisikan implementasi dan pengujian aplikasi.
BAB 5: KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1Sistem Pakar
Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta,
dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh
seorang pakar dalam bidang tersebut.
Sistem pakar dibuat pada wilayah pengetahuan tertentu untuk suatu kepakaran tertentu
yang mendekati kemampuan manusia di salah satu bidang. Sistem pakar mencoba mencari solusi
yang memuaskan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pakar. Selain itu sistem pakar juga
dapat memberikan penjelasan terhadap langkah yang diambil dan memberikan alasan atas saran
atau kesimpulan yang ditemukannya. Kemampuan penalaran dan penjelasan terhadap setiap
langkah dalam pengambilan keputusan menjadi kelebihan dari kecerdasan buatan (Turban, 1995)
2.2Sejarah Sistem Pakar
Sistem pakar mulai dikembangkan oleh Artificial Intelligence Corporation. Penelitian ini
didominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabung dengan komputer canggih akan
menghasilkan prestasi pakar atau bahkan manusia super. Suatu usaha ke arah ini adalah General
Purpose Problem-Solver (GPS). GPS yang berupa sebuah prosedur yang dikembangkan oleh
Allen Newell, John Cliff Shaw, dan Herbert Alexander Simon dari Logic Theorist merupakan
sebuah percobaan untuk menciptakan mesin yang cerdas. GPS sendiri merupakan sebuah
Pada pertengahan tahun 1960-an, terjadi pergantian dari program serba bisa (
general-purpose) ke program yang spesialis (special-purpose) dengan dikembangkannya DENDRAL
oleh E. Feigenbaum dari Universitas Stanford dan kemudian diikuti oleh MYCIN. Pada awal
1980-an, teknologi sistem pakar yang mula-mula dibatasi oleh suasana akademis mulai muncul
sebagai aplikasi komersil, khususnya XCON, XSEL (dikembangkan dari R-1 pada Digital
EquipmentCorp.) dan CATS-1 (dikembangkan oleh General Electric). (Kusrini, 2006)
Sistem pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan telah dikembangkan sejak
pertengahan tahun 1970. Sistem pakar untuk melakukan diagnosis pertama dibuat oleh Bruce
Buchanan dan Edward Shortliffe di Stanford University. Sistem ini diberi nama MYCIN.
(Heckerman, 1986)
2.3Inferensi
Inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau
diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau implikasi berdasarkan
informasi yang tersedia dalam hal ini akan digunakan metode inferensi dalam pengambilan
kesimpulan. (Kusrini, 2008). Ada dua metode inferensi yang penting dalam sistem pakar untuk
menarik kesimpulan, yaitu :
2.3.1 Runut Maju (Forward Chaining)
Pelacakan ke depan adalah pendekatan yang dimotori data (data-driven). Dalam
pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan dan selanjutnya mencoba
menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke depan mencari fakta yang sesuai dengan
Berikut ini contoh inferensi yang menggunakan runut maju :
JIKA penderita terkena penyakit epilepsi idiopatik
MAKA berikan obat carbamazepine.
2.3.2 Runut Balik (Backward Chaining)
Runut balik adalah pendekatan yang dimotori tujuan (goal-driven). Dalam
pendekatan ini pelacakan dimulai dari tujuan, selanjutnya dicari aturan yang memiliki
tujuan tersebut untuk kesimpulannya. Selanjutnya proses pelacakan menggunakan premis
untuk aturan tersebut sebagai tujuan baru dan mencari aturan lain dengan tujuan baru
sebagai kesimpulannya. Proses berlanjut sampai semua kemungkinan ditemukan.(Voni,
E.A. 2010).
Tujuan inferensi adalah mengambil pilihan terbaik dari banyak kemungkinan.
Metode inferensi runut balik ini cocok digunakan untuk memecahkan masalah diagnosis
(Schnupp, 1989).
Berikut ini contoh inferensi yang menggunakan runut balik :
Aturan 1 :
Mengalami epilepsi idiopatik lokal
JIKA tipe sawan parsial sederhana
DAN EEG menunjukkan adanya fokus
DAN penyebabnya tidak diketahui
Aturan 2 :
Mengalami tipe sawan parsial sederhana
JIKA mengalami motorik fokal yang menjalar atau tanpa menjalar
ATAU gerakan versif, dengan kepala dan leher menengok ke suatu sisi
ATAU gerakan sensorik fokal menjalar atau sensorik khusus berupa halusinasi
2.4Faktor Kepastian (Certainty Factor)
2.4.1 Pengertian Certainty Factor (CF)
Faktor kepastian diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan
MYCIN. CF merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk
menunjukkan besarnya kepercayaan. CF didefinisikan sebagai berikut :
CF(H,E) = MB(H,E) – MD(H,E) [1]
CF(H,E) : Certainty Factor dari hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala (evidence) E.
Besarnya CF berkisar antara -1 sampai dengan 1. Nilai -1 menunjukkan ketidakpercayaan
mutlak sedangkan nilai 1 menunjukkan ketidakpercayaan mutlak.
MB(H,E) : ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased belief) terhadap hipotesis
H yang dipengaruhi oleh gejala E.
MD(H,E) : ukuran kenaikan ketidakpercayaan (measure of increased disbelief) terhadap
hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E.(Giarattano, J dan Riley, G 1994).
2.4.2 Kombinasi Aturan
Metode MYCIN untuk menggabungkan evidence pada antecedent sebuah aturan
ditunjukkan oleh tabel di bawah ini.(Giarattano, J dan Riley, G 1994)
Evidence, E Antecedent Ketidakpastian
E1 DAN E2 min[CF(H,E1),CF(H,E2)]
E1 ATAU E2 max[CF(H,E1),CF(H,E2)]
TIDAK E -CF(H,E)
Berikut ini adalah contoh ekspresi logika yang mengombinasikan evidence :
E = (E1 DAN E2 DAN E3) ATAU (BUKAN E4 DAN BUKAN -E5)
Gejala E akan dihitung sebagai :
E = max[min(E1, E2, E3), min(-E4, -E5)]
Untuk nilai
E1 = 0,9 E2 = 0,8 E3 = 0,3
E4 = 0,5 E5 = 0,4
Hasilnya adalah :
E = max[min(0,9, 0,8, 0,3), min(-0,5, -0,4)]
= max(0,3, -0,5)
= 0,3
Bentuk dasar rumus certainty factor sebuah aturan JIKA E MAKA H adalah sebagai
berikut :
CF(H,e) = CF(E,e) * CF(H,E) [2]
Di mana
CF(E,e) : certainty factor evidence E yang dipengaruhi oleh evidence e
CF(H,E) : certainty factor hipotesis dengan asumsi evidence diketahui dengan pasti, yaitu
ketika CF(E,e) = 1
CF(H,e) : certainty factor hipotesis yang dipengaruhi oleh evidence e
Jika semua evidence pada antecedent diketahui dengan pasti maka rumusnya akan
menjadi :
CF(H,e) = CF(H,E) [3]
Berikut ini adalah contoh kasus yang melibatkan kombinasi certainty factor :
DAN demam
DAN sakit kepala
DAN bersin-bersin
MAKA influenza, CF : 0,7
Dengan menganggap
E1 : ”batuk”
E2 : ”demam”
E3 : ”sakit kepala”
E4 : ”bersin-bersin”
H : influenza
Maka nilai certainty factor pada saat evidence pasti adalah :
CF(H,E) = CF(H, E1 E2 E3 E4)
= 0,7
Dalam kasus ini, kondisi pasien tidak dapat ditentukan dengan pasti. Certainty factor
evidence E yang dipengaruhi oleh partial evidence e ditunjukkan dengan nilai sebagai
berikut :
CF(E1,e) : 0,5 (pasien mengalami batuk 50%)
CF(E2,e) : 0,8 (pasien mengalami demam 80%)
CF(E3,e) : 0,3 (pasien mengalami sakit kepala 30%)
CF(E4,e) : 0,7 (pasien mengalami bersin-bersin 70%)
Sehingga
CF(E,e) = CF(H, E1 E2 E3 E4)
= min[CF(E1,e), CF(E2,e), CF(E3,e), CF(E4,e)]
= min[0,5, 0,8, 0,3, 0,7]
= 0,3
Maka nilai certainty factor hipotesis adalah :
CF(H,e) = CF(E,e) * CF(H,E)
= 0,3 * 0,7
2.5Internet
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal
munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset untuk pertahanan dan
keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat
berpengaruh.
Berawal pada tahun 1958, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA),
Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling
menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya
perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan
sputnik). (Kleinrock, 2010)
Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet
switching pada tahun 1961. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam
paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salah
satu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga
memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi,
berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka
ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet
switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit
switching yang digunakan pada sambungan telepon publik. (Kleinrock, 2010)
Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah
pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang
yaitu TCP (Transmission Control Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk
berhubungan antar jaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada
tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang
tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang
ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering
disebut sebagai jaringan internet. (Kleinrock, 2010)
Perkembangan besar Internet ketiga adalah ditemukannya World Wide Web pada tahun
yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi
bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di
internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.
2.6 PHP
PHP adalah sebuah bahasa pemrograman untuk HTML. PHP merupakan singkatan dari
PHP: Hypertext Preprocessor, di dalam singkatan PHP terdapat kata PHP lagi, ini merupakan
akronim rekursif. Kebanyakan dari sintaksnya diambil dari bahasa C, Java dan Perl dengan
beberapa fitur PHP yang unik di dalamnya. Tujuan dari bahasa ini adalah untuk memberikan
kemampuan pada para pengembang web untuk menulis halaman-halaman dinamik lebih cepat.
Secara garis besar bahasa pemrograman web terdiri atas dua macam. Yang pertama
disebut dengan Client Side atau script yang dijalankan di komputer client dan yang kedua
biasanya disebut dengan Server Side atau script yang dijalankan pada komputer server. Client
Side adalah script atau perintah yang ditujukan pada komputer untuk dijalankan pada komputer
milik orang yang mengakses web tersebut. Misalnya kita ingin mengakses halaman web
www.indrabt.com. Apabila di dalam halaman web ini memiliki script client side yang berguna
untuk menampilkan misalnya gambar logo milik web site ini maka yang menjalankan script
tersebut adalah komputer kita atau dengan kata lain browser kita. Apabila script yang berguna
untuk menampilkan gambar logo adalah bersifat server side maka pertama tama script tersebut
akan diproses di server tempat web site tersebut berada (biasanya disebut dengan hosting), setelah
diproses baru hasil pemrosesan tersebut akan dikirimkan pada client yang mengakses web site
2.7 DBMS MySQL
DBMS(Database Management System) MySQL adalah sebuah database open source
terpopuler yang dikembangkan dan didistribusikan oleh perusahaan Oracle.
Sebuah database adalah kumpulan dari data yang terstruktur. Data dapat merupakan sebuah
daftar belanjaan yang sedikit ataupun kumpulan informasi yang rumit di sebuah jaringan
perusahaan. Untuk menambah,mengakses dan memproses data yang tersimpan di sebuah
database komputer, diperlukan sebuah sistem manajemen database seperti server MySQL.
Karena komputer sangat bagus dalam menangani data yang besar jumlahnya, sistem manajemen
database memegang peranan yang sangat penting dalam komputer.
Sebuah database relasional menyimpan data dalam berbagai tabel daripada
menyimpannya dalam sebuah ruangan penyimpanan yang besar. Struktur database disusun
sedemikian rupa untuk mengoptimisasi kecepatan. Model logika, dengan objek seperti database,
tabel, baris dan kolom memberikan lingkungan programming yang fleksibel. Kita dapat
membuat peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara data-data yang ada, seperti
satu-ke-satu, satu-ke-banyak, unik, dan lainnya. Database melakukan peraturan-peraturan ini,
sehingga dengan database yang didesain dengan baik, aplikasi kita tidak akan mengalami data
duplikat, hilang, inkonsisten, dan lainnya.
Kata SQL dari MySQL merupakan singkatan dari ”Structured Query Language”. SQL
merupakan bahasa standard yang paling dikenal untuk mengakses database. Tergantung pada
lingkungan programming, kita dapat mengakses SQL secara langsung(misalnya untuk membuat
laporan), memasukkan perintah SQL dalam kode bahasa pemrograman lain, dan lainnya.
SQL ditetapkan oleh ANSI/Standard ISO SQL. Standard SQL telah berkembang sejak
1986 dan memiliki banyak versi. MySQL merupakan sebuah software Open Source. Ini artinya
software ini boleh dipakai oleh semua orang dan boleh juga dirubah oleh semua orang. Software
ini boleh didownload dan dipakai secara gratis, software MySQL memakai GPL(GNU General
BAB 3
ANALISIS DAN PERANCANGAN
3.1 Analisis Sistem
Sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone ini dirancang sebagai
suatu media untuk membantu user dalam mengetahui kerusakan handphonenya. Untuk
dapat melakukan diagnosis melalui sistem ini data gejala-gejala yang terjadi pada
handphone user harus tersedia. Jika tidak tersedia maka user dapat memilih pilihan tidak
tahu pada sistem.
Ketika user mengakses sistem ini, user harus memilih tipe handphonenya terlebih
dahulu, setelah itu akan muncul pertanyaan mengenai gejala-gejala dari kerusakan yang
mungkin terjadi pada handphonenya tersebut. Kemungkinan jawaban pertanyaan ini ada
tiga, yaitu:
1. Ya, CF yang diterima sistem 1
2. Tidak tahu, CF yang diterima sistem 0
3. Tidak, CF yang diterima sistem -1
Selanjutnya jawaban-jawaban tersebut akan diproses sehingga didapatkan nilai CF
akhir. Setelah CF akhir didapatkan akan ditampilkan kerusakan-kerusakan yang mungkin
3.2 Arsitektur Sistem
Sistem pakar ini melayani 3 jenis pengguna, yaitu:
1. Admin, yang mengelola sistem secara keseluruhan.
2. Pakar, yang mengelola data-data yang berkaitan dengan basis pengetahuan.
3. Pengguna, yang memanfaatkan sistem pakar ini untuk mengetahui kerusakan pada
handphonenya.
3.3 Representasi Pengetahuan
3.3.1 Data Dasar
Dalam sistem pakar ini, diperlukan beberapa data dasar sehingga sistem pakar
dapat bekerja dengan baik. Data-data dasar yang diperlukan oleh sistem adalah sebagai
berikut:
1. Gejala, berisi data-data gejala yang menjadi dasar diagnosis suatu kerusakan.
2. Masalah, berisi data-data kerusakan yang mungkin terjadi pada handphone dan
solusinya.
3. Tipe hp, berisi data-data tipe handphone yang akan di diagnosis.
4. Aturan, berisi data-data masalah yang disertai gejala dari masalah tersebut dan
juga CF pakar(penilaian) untuk setiap aturan-aturan yang ada.
3.3.2 Pola Umum Aturan
Secara default sistem ini memiliki 5 tipe handphone, 5 aturan diagnosis
kerusakan, 13 gejala, dan 17 masalah yang nantinya masih bisa ditambahkan oleh pakar.
Tabel 3.1 Tabel Tipe HP ID
HP
Type (JENIS) HP
1. Nokia 6600
2. Nokia 6610
3. Nokia 6630
4. Nokia Lumia 520
5. Lenovo A706
Tabel 3.2 Tabel Gejala ID
Gejala
Gejala
1. Apakah HP tidak merespon ?
2. Apakah lampu keypad (tombol HP) tidak hidup ?
3. Apakah hasil foto kamera hitam (ataupun berbintik-bintik) ?
4. Apakah lampu layar LCD tidak hidup ?
5. Apakah HP tidak dapat dimatikan (dari keadaan hidup) ?
6. Apakah HP tidak dapat dihidupkan (dari keadaan mati)?
7. Apakah keypad(tombol HP) tidak merespon ketika ditekan ?
8. Apakah ketika dicas tidak ada indikator (tanda-tanda) hp terisi ?
9. Apakah bila HP hidup dapat dihubungi tetapi tidak ada tampilan di layar ?
10. Apakah HP tidak bisa mengambil foto ?
11. Apakah nada dering tidak terdengar ketika ditelepon ?
12. Apakah suara penelepon tidak terdengar ketika diangkat ?
13. Apakah penelepon tidak dapat mendengar suara anda ketika sedang dihubungi ?
14. Apakah ada retakan di layar ?
15. Apakah layar touchscreen tidak merespon ?
16. Apakah HP baru saja terendam air ?
Tabel 3.3 Tabel MasalahNokia6600 ID
Masalah
Masalah Solusi CF
pakar
1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.4
2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.2
3. IC Charge Ganti IC Charge 0.4
4. IC kamera rusak Ganti IC kamera 0.4
5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4
6. Baterai bermasalah Ganti baterai 0.4
7. Mic rusak Ganti mic 0.8
8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8
9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.8
10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.6
11. Modul kamera bermasalah Ganti modul kamera 0.8
12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8
13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2
14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.2
15. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8
16. Keytone rusak Ganti keytone 0.6
17. Soket Kamera rusak Ganti soket kamera 0.2
Tabel 3.4 Tabel MasalahNokia6610 ID
Masalah
Masalah Solusi CF
pakar
1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.4
2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.6
3. IC Charge Ganti IC Charge 0.4
4. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8
5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4
7. Mic rusak Ganti mic 0.8
8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8
9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.6
10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.8
11. Keytone rusak Ganti keytone 0.6
12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8
13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2
14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.2
Tabel 3.5 Tabel MasalahNokia6630 ID
Masalah
Masalah Solusi Cf
pakar
1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.4
2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.2
3. IC Charge Ganti IC Charge 0.4
4. IC kamera rusak Ganti IC kamera 0.4
5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4
6. Baterai bermasalah Ganti baterai 0.4
7. Mic rusak Ganti mic 0.8
8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8
9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.6
10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.8
11. Modul kamera bermasalah Ganti modul kamera 0.8
12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8
13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2
14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.2
15. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8
16. Keytone rusak Ganti keytone 0.6
Tabel 3.6 Tabel MasalahNokiaLumia520 ID
Masalah
Masalah Solusi CF
pakar
1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.2
2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.2
3. IC Charge Ganti IC Charge 0.4
4. IC kamera rusak Ganti IC kamera 0.4
5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4
6. Baterai bermasalah Ganti baterai 0.4
7. Mic rusak Ganti mic 0.8
8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8
9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.6
10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.8
11. Modul kamera bermasalah Ganti modul kamera 0.8
12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8
13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2
14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.2
15. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8
16. Keytone rusak Ganti keytone 0.6
17. Soket Kamera rusak Ganti soket kamera 0.2
18. HP Basah Benamkan HP di semangkuk beras
selama 48 jam, bila setelah itu HP masih
bermasalah bawa ke service center
1
19. Layar LCD tidak merespon
sentuhan
Lepaskan screen protection, restart hp,
dan ketuk ringan keempat sisi layar. Bila
masih tidak merespon,ganti layar LCD
0.4
20. Software Aplikasi rusak Install ulang aplikasi, dan pastikan
spesifikasi aplikasi di bawah spesifikasi
HP
Tabel 3.7 Tabel MasalahLenovoA706 ID
Masalah
Masalah Solusi CF
pakar
1. Layar LCD bermasalah Ganti layar LCD 0.4
2. Software bermasalah Back up data dan software diformat 0.6
3. IC Charge Ganti IC Charge 0.6
4. IC kamera rusak Ganti IC kamera 0.4
5. Tombol on/off rusak Ganti tombol on/off 0.4
6. Baterai bermasalah Ganti baterai 0.4
7. Mic rusak Ganti mic 0.8
8. Buzzer rusak Ganti buzzer 0.8
9. Keytone kotor Bersihkan keytone 0.6
10. IC lampu rusak Ganti IC lampu 0.8
11. Modul kamera
bermasalah
Ganti modul kamera 0.8
12. Speaker rusak Ganti speaker 0.8
13. IC Keytone rusak Ganti IC Keytone 0.2
14. Soket LCD rusak Ganti soket LCD 0.4
15. IC LCD rusak Ganti IC LCD 0.8
16. Keytone rusak Ganti keytone 0.6
17. Soket Kamera rusak Ganti soket kamera 0.2
18. HP Basah Benamkan HP di semangkuk beras
selama 48 jam, bila setelah itu HP masih
bermasalah bawa ke service center
1
19. Layar LCD tidak
merespon sentuhan
Lepaskan screen protection, restart hp,
dan ketuk ringan keempat sisi layar. Bila
masih tidak merespon,ganti layar LCD
0.6
20. Software Aplikasi rusak Install ulang aplikasi, dan pastikan
spesifikasi aplikasi di bawah spesifikasi
HP
Tabel 3.8 Tabel AturanNokia6600
ID Rule ID Masalah ID Gejala
1 1 9
2 2 1
3 2 10
4 3 5
5 3 6
6 3 8
7 4 3
8 4 10
9 5 5
10 5 6
11 5 8
12 6 5
13 6 6
14 6 8
15 7 13
16 8 11
17 9 7
18 10 2
19 10 4
20 11 3
21 11 10
22 12 12
23 13 7
24 14 4
25 14 9
26 15 9
27 16 7
29 17 10
Tabel 3.9 Tabel AturanNokia6610
ID Rule ID Masalah ID Gejala
1 1 9
2 2 1
3 11 7
4 3 5
5 3 6
6 3 8
7 13 7
8 14 4
9 5 5
10 5 6
11 5 8
12 6 5
13 6 6
14 6 8
15 7 13
16 8 11
17 9 7
18 10 2
19 10 4
20 4 9
21 14 9
Tabel 3.10 Tabel AturanNokia6630
ID Rule ID Masalah ID Gejala
1 1 9
2 2 1
3 2 10
4 3 5
5 3 6
6 3 8
7 4 3
8 4 10
9 5 5
10 5 6
11 5 8
12 6 5
13 6 6
14 6 8
15 7 13
16 8 11
17 9 7
18 10 2
19 10 4
20 11 3
21 11 10
22 12 12
23 13 7
24 14 4
25 14 9
26 15 9
27 16 7
29 17 10
Tabel 3.11Tabel AturanNokiaLumia520
ID Rule ID Masalah ID Gejala
1 1 9
2 2 1
3 2 10
4 3 5
5 3 6
6 3 8
7 4 3
8 4 10
9 5 5
10 5 6
11 5 8
12 6 5
13 6 6
14 6 8
15 7 13
16 8 11
17 9 7
18 10 2
19 10 4
20 11 3
21 11 10
22 12 12
23 13 7
24 14 4
25 14 9
27 16 7
28 17 3
29 17 10
30 18 16
31 20 17
32 19 14
33 19 15
34 1 14
Tabel 3.12 Tabel AturanLenovoA706
ID Rule ID Masalah ID Gejala
1 1 9
2 2 1
3 2 10
4 3 5
5 3 6
6 3 8
7 4 3
8 4 10
9 5 5
10 5 6
11 5 8
12 6 5
13 6 6
14 6 8
15 7 13
16 8 11
17 9 7
18 10 2
20 11 3
21 11 10
22 12 12
23 13 7
24 14 4
25 14 9
26 15 9
27 16 7
28 17 3
29 17 10
30 18 16
31 20 17
32 19 14
33 19 15
3.3.3 Algoritma Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Kerusakan Handphone Berikut ini adalah rincian langkah-langkah algoritma:
1. Mulai.
2. Pengguna memilih tipe hp.
3. Diambil semua gejala dari aturan pada tabel aturan hp masing-masing.
4. Ditanyakan semua gejala kepada pengguna.
5. Dicari nilai CF sementara untuk setiap aturan yang ada
Bentuk rumus pencariannya adalah:
CF_Sementara = CF_User * CF_Pakar.
6. Dicari nilai minimum dari sekumpulan CF Sementara untuk setiap masalah yang
sama pada tabel aturan.
Bentuk rumus pencariannya adalah:
CF_Akhir = min(CF_Sementara1, CF_Sementara2, …)
7. Ditampilkan setiap masalah, solusi dan kemungkinan (CF)nya.
Algoritma sistem pakar dapat digambarkan dalam bentuk diagram dapat dilihat
pada gambar 3.1:
Gambar 3.1 Diagram sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan handphone. Mulai
Pengguna memilih tipe hp
Diambil semua gejala dari aturan pada tabel aturan tipe hp
Ditanyakan semua gejala kepada pengguna
Dicari nilai CF sementara dari jawaban pengguna untuk setiap aturan yang ada
Dicari nilai CF Akhir untuk setiap masalah yang ada
Selesai
3.4 Perancangan Basis Data
3.4.1 Struktur Tabel
1. Tabel Member
Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data pengguna sistem.
Tabel 3.13 Tabel Member
Nama Field Tipe Data Keterangan
ID_member Integer(4) Primary key, Not null
Username Varchar(20) Not null
Pass Varchar(50) Not null
Type Varchar(5) Not null,"Admin/Pakar"
2. Tabel Gejala
Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data gejala.
Tabel 3.14 Tabel Gejala
Nama Field Tipe Data Keterangan
ID_gejala Integer(4) Primary key, Not null
Nama_gejala Varchar(300) Not null
3. Tabel Masalah
Tabel 3.15 Tabel Masalah
Nama Field Tipe Data Keterangan
ID_masalah Integer(4) Primary key, Not null
Nama_masalah Varchar(100) Not null
Solusi Varchar(300) Not null
CF_pakar float Not null
4. Tabel HP
Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data HP beserta daftar masalahnya.
Tabel 3.16 Tabel HP
Nama Field Tipe Data Keterangan
ID_hp Integer(4) Primary key, Not null
Type_hp Varchar(50) Not null
5. Tabel Aturan
Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data aturan masalah dan nilai CF
masing-masing gejala terhadap masalah pada HP.
Tabel 3.17 Tabel Aturan
Nama Field Tipe Data Keterangan
ID_rule Integer(4) Primary key, Not null
ID_masalah Integer(4) Not null
3.4.2 Relasi Antar Tabel
Gambar 3.2 Relasi antar tabel
3.4.3 Perancangan Data Flow Diagram (DFD)
DFD (Data Flow Diagram) merupakan suatu model logika data atau proses yang
dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar
dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan
interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. Model Masalah
ID_masalah (PK)
Nama_masalah
Solusi
CF_pakar HP
ID_hp (PK)
Type_hp
Gejala
ID_gejala (PK)
Nama_gejala
Aturan
ID_rule (PK)
ID_masalah
ID_gejala
Member
ID_member (PK)
Username
Pass
List masalah, list gejala, cf pakar dan solusi
Tipe hp, gejala
Masalah, solusi dan CF akhir
fungsional ini berfungsi membantu memahami cara kerja sistem dan hubungan setiap
proses dalam sistem secara terstruktur dan logis.
a. DFD Level 0
Gambar 3.3 DFD Level 0
Dari gambar 3.3 dapat dilihat bahwa DFD level 0 menggambarkan hubungan antara pengguna dan sistem. Masukan sistem berupa tipe hp, gejala hp. Sedangkan keluaran sistem berupa informasi masalah, solusi dan CF akhir dari masalah hp yang dialami oleh pengguna.
Pengguna
P.0 Sistem Pendiagnosa
Kerusakan Handphone
tipe hp
.tipe hp
gejala
masalah, CF akhir dan solusi
. list masalah
list masalah, solusi. CF pakar b. DFD Level 1
Gambar 3.4 DFD Level 1
Pada proses inisialisasi aturan hp, dibutuhkan data masukan berupa tipe hp, yang akan dipakai untuk menentukan gejala dan masalah yang ada pada tipe hp tersebut. Kemudian data tersebut diproses pada P.3, untuk menentukan masalah, CF akhir dan solusi, yang membutuhkan data masukan gejala yang terjadi pada hp. Data tersebut akan dipakai dengan algoritma CF untuk menghitung CF terjadinya masalah tersebut, dan akan ditampilkan solusi bila diyakini penyebab masalah tersebut. Proses-proses yang terjadi pada DFD level 1 diuraikan pada tabel 3.18 di bawah ini.
Pengguna
P.1 Inisialisasi
tipe hp
Database aturan hp
Database gejala . gejala, .masalah
P.3 Tentukan masalah, CF
dan solusi
. list gejala
Database masalah
P.2 Inisialisasi masalah dan
gejala
Tabel 3.18 Spesifikasi Proses DFD Level 1
No./ Nama
Proses Input Keterangan Proses Output
P 1/ Proses
Inisialisasi Tipe hp Data tipe hp
Insialisasi data berupa tipe hp yang digunakan
Data tipe hp
P 2/ Proses Inisialisasi
masalah dan gejala
Gejala, masalah,
Inisialisasi data berupa list gejala dan masalah pada tipe hp pengguna
Data list gejala, solusi,CF pakar dan list masalah berdasarkan nilai CF akhir, dan ditampilkan solusi masalahnya
tabel 3.19 di bawah ini.
Tabel 3.19 Kamus Data DFD Level 1
Nama Keterangan
Tipe hp Tipe hp pengguna
CF pakar Nilai CF pakar untuk gejala
List masalah List masalah yang dapat terjadi pada hp pengguna
List gejala List gejala yang dapat terjadi pada hp pengguna
Gejala Data gejala yang terjadi pada hp pengguna
Masalah Data masalah yang terjadi pada hp pengguna
CF akhir Data CF akhir yang didapat setelah proses
perhitungan dengan metode Certainty Factor
Solusi Data solusi yang dapat dilakukan oleh pengguna
Proses tentukan masalah dan solusi yang ada pada DFD level 1 dapat dipecah
Tipe hp, gejala
list gejala
list masalah, solusi dan CF pakar List masalah dan
gejala
gejala, CF pakar, list masalah, dan solusi Hasil hitung CF akhir,
masalah dan solusi Masalah, CF dan
solusi
List gejala
tampilkan masalah dan solusi. DFD level 2 untuk proses tentukan masalah dan solusi
dapat digambarkan sebagai berikut:
c. DFD Level 2
Gambar 3.5 DFD Level 2
Pada proses baca data membutuhkan data masukan berupa tipe hp dan gejala hp pengguna. Kemudian proses akan mengambil data dari database aturan hp, masalah dan gejala. Lalu proses baca data akan melanjutkan ke proses hitung CF akhir dan dilanjutkan ke proses tampilkan masalah, CF dan solusi.
Pengguna P.3.1
Baca data
Database aturan hp
Database masalah
Database gejala
P.3.2 Hitung CF
akhir P.3.3
Tampilkan masalah, CF
Proses-proses yang terjadi pada DFD Level 2 diuraikan pada Tabel 3.20 di bawah
ini.
Tabel 3.20 Spesifikasi Proses DFD Level 2
No./Nama
Proses Input Keterangan Proses Output
P 3.1/Proses Baca Data
Gejala, tipe hp, CF pakar, list masalah, solusi, dan list gejala
Proses membaca data
masukkan yang diberikan oleh pengguna dan data dari
database
Gejala, CF pakar, list masalah, solusi dan list gejala
P 3.2 /Proses Hitung CF akhir
Gejala, CF pakar, list masalah, dan list gejala
Proses perhitungan CF akhir dengan data dari proses baca data
Hasil hitung CF akhir, masalah
Proses untuk menampilkan hasil perhitungan CF akhir, masalah dan solusi
Masalah, CF dan solusi
Masing-masing entitas data yang tercantum pada DFD level 2 ditampilkan pada
tabel 3.21 di bawah ini.
Tabel 3.21 Kamus Data Pada DFD Level 2
Nama Keterangan
CF pakar Nilai CF pakar untuk gejala
List masalah List masalah yang dapat terjadi pada hp pengguna
List gejala List gejala yang dapat terjadi pada hp pengguna
Gejala Data gejala yang terjadi pada hp pengguna
Masalah Data masalah yang terjadi pada hp pengguna
CF akhir Data CF akhir yang didapat setelah proses
perhitungan dengan metode Certainty Factor
3.4.4 Flowchart
Pada pembuatan suatu aplikasi, biasanya dibuat terlebih dahulu desain
struktur/flow aplikasinya. Pada sistem pakar ini, flowchartnya dapat dilihat pada gambar
3.6
3.5 Perancangan Antar Muka
Perancangan antarmuka (interface) merupakan tampilan program aplikasi yang digunakan oleh pemakai (user) untuk dapat berkomunikasi dengan komputer.
3.5.1 Rancangan Halaman Index
Pada saat website dibuka, maka pemakai akan dihadapkan pada tampilan halaman seperti berikut gambar 3.7 berikut :
Gambar 3.7 Rancangan Halaman Index
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah text field untuk username
4. Nomor 4 adalah text field untuk password
5. Nomor 5 adalah button Login
6. Nomor 6 adalah drop list untuk tipe HP
7. Nomor 7 adalah button Lanjutkan
8. Nomor 8 adalah button About
Pada halaman Index ini, bila user menginput username dan password yang terdaftar pada database, maka akan muncul menu-menu tambahan sesuai otoritas
1
3
4 5
8
6 7
username tersebut. Untuk user umum yang hanya memerlukan akses ke sistem pakar, dapat langsung memilih tipe HP yang ada, dan menekan button "Lanjutkan".
3.5.2 Rancangan Halaman Process
Gambar 3.8 Rancangan Halaman Process
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah text field untuk username
4. Nomor 4 adalah text field untuk password
5. Nomor 5 adalah button Login
6. Nomor 6 adalah text box yang menampilkan nama gejala
7. Nomor 7 adalah radio button tingkat kepercayaan gejala
8. Nomor 8 adalah button Next
9. Nomor 9 adalah button About
Pada halaman Process ini, user akan memilih "Ya", "Tidak Tahu", atau "Tidak" atas tingkat kepercayaangejala pada setiap baris yang ada. Setelah selesai memilih jawaban untuk setiap nama gejala yang ada, maka user dapat menekan button "Next" untuk mendapatkan hasil analisis dari sistem pakar Certainty Factor ini.
1
3
4 5
9
6 7
3.5.3 Rancangan Halaman Result
Gambar 3.9 Rancangan Halaman Result
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah text field untuk username
4. Nomor 4 adalah text field untuk password
5. Nomor 5 adalah button Login
6. Nomor 6 adalah text box yang menampilkan nama masalah, nilai CF, definisi CF
dan solusi
7. Nomor 7 adalah button Back
8. Nomor 8 adalah button About
Pada halaman result ini, user mendapatkan hasil analisis dari sistem pakar Certainty Factor. Bila user ingin melakukan analisis terhadap tipe hp yang lain, dapat menekan button "Back" untuk kembali ke index.
1
3
4 5
8
6
3.5.4 Rancangan Halaman About
Gambar 3.10 Rancangan Halaman About
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah button Log out
4. Nomor 4 adalah button List HP
5. Nomor 5 adalah button List Gejala
6. Nomor 6 adalah button List Member
7. Nomor 7 adalah button Index
8. Nomor 8 adalah text box yang menampilkan info pembuat program
Pada halaman ini info pembuat website dapat dilihat. Dan bila user memasukkan username maka tombol menu tambahan akan muncul seperti pada gambar 3.10.
1
3
4
5
8
6
7
3.5.5 Rancangan Halaman List HP
Gambar 3.11 Rancangan Halaman List HP
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah button Log Out
4. Nomor 4 adalah button Index
5. Nomor 5 adalah button List Gejala
6. Nomor 6 adalah button List Member
7. Nomor 7 adalah button About
8. Nomor 8 adalah text box yang menampilkan no HP dan tipe HP
9. Nomor 9 adalah button List Aturan
10. Nomor 10 adalah button List Masalah
11. Nomor 11 adalah button Edit
12. Nomor 12 adalah button Delete
13. Nomor 13 adalah button Add
Pada halaman ini, user dapat melihat database tipe hp, dan dapat mengakses halaman list aturan hp, halaman list masalah, halaman edit tipe hp, halaman add tipe hp, dan menghapus tipe hp dalam database.
1
3
4
5
8
6
7
9 10 11
13 2
3.5.6. Rancangan Halaman List Aturan
Gambar 3.12 Rancangan Halaman List Aturan
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah button Log Out
4. Nomor 4 adalah button List HP
5. Nomor 5 adalah button List Gejala
6. Nomor 6 adalah button Index
7. Nomor 7 adalah button List Member
8. Nomor 8 adalah button About
9. Nomor 9 adalah text box yang menampilan no aturan, nama masalah dan nama
gejala
10. Nomor 10 adalah button Edit
11. Nomor 11 adalah button Delete
12. Nomor 12 adalah button Add 1
3
4
5
6
8 7
9 10 11
Pada halaman ini, user dapat melihat database list aturan, dan dapat mengakses halaman edit list aturan, halaman add list aturan, dan menghapus list aturan dalam database.
3.5.7 Rancangan Halaman Edit Aturan
Gambar 3.13 Rancangan Halaman Edit Aturan
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah button Log Out
4. Nomor 4 adalah button List HP
5. Nomor 5 adalah button List Gejala
6. Nomor 6 adalah button List Member
7. Nomor 7 adalah button About
8. Nomor 8 adalah button Index
9. Nomor 9 adalah list nama masalah
10. Nomor 10 adalah list nama gejala
11. Nomor 11 adalah button Edit 1
3
4
5
6
8 7
9
10
Pada halaman ini, user dapat merubah data list aturan yang telah dipilih pada halaman list aturan. Setelah selesai mengisi datanya, ditekan button Edit untuk menyelesaikan proses perubahan dan kembali ke halaman list aturan.
3.5.8 Rancangan Halaman Add Aturan
Gambar 3.14 Rancangan Halaman Add Aturan
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah button Log Out
4. Nomor 4 adalah button List HP
5. Nomor 5 adalah button Index
6. Nomor 6 adalah button List Member
7. Nomor 7 adalah button About
8. Nomor 8 adalah text field no aturan
9. Nomor 9 adalah list Nama Masalah
10. Nomor 10 adalah list Nama Gejala
11. Nomor 11 adalah button Add 1
3
4
5
6
7
8
9
10
Pada halaman ini, user dapat menambah data list aturan. Setelah selesai mengisi datanya, ditekan button Add untuk menyelesaikan proses penambahan dan kembali ke halaman list aturan.
3.5.9 Rancangan Halaman Edit HP
Gambar 3.15 Rancangan Halaman Edit HP
Keterangan :
1. Nomor 1 adalah label untuk judul program.
2. Nomor 2 adalah picture box untuk foto HP
3. Nomor 3 adalah button Log Out
4. Nomor 4 adalah button List HP
5. Nomor 5 adalah button List Gejala
6. Nomor 6 adalah button List Member
7. Nomor 7 adalah button About
8. Nomor 8 adalah text field tipe HP
9. Nomor 9 adalah button Edit 1
3
4
5
6
7
8