SISTEM
Oleh : S. Satiaatmadja Husen
Fakultas Pascasarjana -
PENDAHULUAN
pengalaman penyelenggaraan program pendidikan pascasa rjana baik program ( S2 ) maupun program Doktor ( S3 ) oleh Fakultas sarjana di sembilan Perguruan Tinggi Negeri yaitu UI, IPB, ITB, UNPAD, UGM, UNAIR, K I P Jakarta, Malang ditemukan berbagai masalah
yang patut dalam pertemuan berkala Arisan sembilan Perguruan gi penyelenggara pendidikan Pascasa rjana.
saling perolehan pemberian informasi penyelenggaraan Perguruan penyelenggara Pascasa rjana diharapkan dapat diperoleh sepakatan yang lebih seragam mengenai pemecahan masalah-masalah akademik
penyelenggaraan program pendidikan Pascasa rjana sebagai suatu sistem nal dapat mencapai sasaran bersama yang lebih baik. Salah satu masalah yang pai sekarang merupakan kendala dalam pengembangan pendidikan Pascasarjana adalah sistem akademis sudah dikeluarkan buku petunjuk sistem Kredit untuk perguruan tinggi oleh Depdikbud tahun 1983.
makalah dikemukakan tiga masalah pokok dalam hal sistem demis berdasarkan pengalaman di Fakultas Pascasa rjana
UNPAD.
Permasalahan yang perlu dipecahkan bersama secepat-cepatnya adalah : a. Sistem pemberian nilai kelas
b. Sistem pemberian nilai bimbingan individual c. Evaluasi keberhasilan studi.
SISTEM PENILAIAN 1. Sistem pemberian nilai kelas
huruf 5 skala yaitu A, B, C, D dan E. Pada sistem ini lan mulus dan tarnpakny a tidak ada kesulitan-kesulitan y ang berarti. Tetapi selanjutnya datang keluhan-keluhan dari
nai sistem penilaian dan menyarankan untuk dirubah. Pada sistem penilaian 5 skala terdapat kesenjangan-kesenjangan yang ganggu obyektifitas pemberian nilai dapat atau untungkan Kesenjangan adalah, bagaimana seorang mahasiswa memperoleh nilai antara A dan B atau antara B dan
C atau antara C dan D. Untuk diberi nilai A terlalu tinggi dan kalau diberi nilai C terlalu Kalau memberi nilai A
hasiswa akan untung dan kalau diberi nilai B mahasiswa
tuk menghilangkan keragu-raguan diperkenalkan sistem an huruf 8 skala, yaitu A, B
B,
C+,
C, D t. D. dan E yang sepadan dengan nilai 4. 0 ; 3.5; 3.0; 2.5 2.0; 1.5; 1.0 sistem ini jalan sampai sekarang.2. Sistem Pemberian Nilai Bimbingan Individual
Yang dimaksud dengan individual disini adalah misalnya sis, Makalah, Seminar lain-lainnya. Sarnpai sekarang belum ada
untuk pemberian nilai bimbingan individual. Pemberian nilai diserahkan kepada individu yang mungkin saja ada
yektif kalau sudah unsur subyektif tentu saja pemberian nilai sudah dak wajar lagi. Kasus sering timbul pada ujian akhir
kan Tesis dan Perbedaan nilai yang diberikan oleh yang berbeda untuk ujian Tesis atau seminar kadang-kadang menyolok. 3. Evaluasi Keberhasilan Studi
studi dinyatakan dengan indeks prestasi ( ) dan Indeks Prestasi Kumulatif ( ). dan
akhir semester bila nilai ujian dari mata pelajaran semester yang sudah masuk Fakultas Pascasarjana menentukan bahwa nilai lulus untuk tiap-tiap mata pelajaran adalah C. Tetapi ditentukan pula bahwa nilai yang terendah adalah 3.00. Ini berarti bahwa nilai akhir y aitu nilai mata
dan Tesis tidak kecil dari 3.00.
Sistem pemberian nilai humf 8 skala, yaitu A, B +,
B,
C+,
C , D sudah dikemukakan semula, yaitu untuk mengisi kesenjangan antarahumf A dan B antara nilai huruf B dan C, dan antara nilai huruf C dan D saat ini sistem ini be rjalan baik, dibuktikan dengan tidak ada keluhan - keluhan dari dengan diterapkannya sistem penilaian 8 skala semua kesulitan belum dapat diatasi secara seluruhan.
Kalau dalam sistem nilai humf 5 skala mahasiswa dapat di kan 5 golongan, yaitu
Mahasiswa dengan Kemampuan
Pada sistem penilaian 8 skala pengelompokan mahasiswa berdasarkan agak sulit. Hams diciptakan istilah istilah baru nyak 8 yang perkiraan kami tidak
Cukup C B
ya sistem pemberian nilai tidak sulit, kalau ber- pegang teguh kepada sistem Acuan Patokan PAP) dan
Kurang Jelek
D E
A
laian Acuan Norma ( PAN ).
2. Sistem pemberian nilai bimbingan individual1
Pemberian nilai untuk bimbingan individual memang sulit lama ada pembahan pemberian nilai atau pedoman . pemberian
nilai yang bisa oleh tiap-tiap Oleh karena itu untuk melenyapkan atau setidak-tidaknya memperkecil perbedaan pemberian nilai perlu mengenai pembakuan pemberian lai atau pedoman pemberian nilai untuk birnbingan individual. 3. Evaluasi keberhasilan
atau yang dipakai di Fakultas Pascasarjana Unpad tidak ai dengan buku Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kredit untuk Perguruan
Tinggi. buku tercantum nilai 2.50.
ram dan Doktor nilai IPK 3.00. Hal membawa yang lebih yang harus mendapat perhatian
nya dari mahasiswa.
akhir adalah 3.00. Ini bahwa
tuk setiap semester tidak boleh lebih kecil dari 3.00. Bila pada semes- ter I seorang mahasiswa memperoleh IPK 3.00, maka semester kutnya ia memperoleh IPK paling kecil 3.00. Bila pada semester berikutnya ia masih memperoleh
IPK
3.00, maka sudah diramalkan bahwa ia akan sulit mengejarnya untuk memperoleh paling kecil 3.00. keadaan demikian mahasiswakan untuk diri. Sebaliknya bila seorang mahasiswa memperoleh 3.75 untuk 2 semester pertama maka ia dianjurkan
untuk langsung program Doktor ini
gap cemerlang dan dianggap untuk mengikuti program Doktor
Nilai 3.00 pula kepada Yudisium
san Mendikbud No. 4 Oktober
1984 ada 5 tingkat Yudisium kelulusan yaitu Cumlaude, Magna Cumlaude, Cumlaude, Memuaskan dan memuaskan. Pada Surat Keputusan tidak dicantumkan batas-batas nilai
um kelulusan. Rupanya batas-batas nilai kepada
-
Perguruan Fakultas Unpad sudahberhasil merumuskan nilai untuk tiap tiap Yudisium lulusan yang oleh Surat Keputusan Rektor Unpad
No. 13 April 1985 sebagai
X = 4.000 Yudisium Summa Curnlaude 3.900 X 4.000 Yudisium Magna Cumlaude 3.800
X
3.900 Yudisium Cumlaude3.400 X 3.800 Yudisium Memuaskan 3.000 X 3.400 Yudisium Memuaskan X nilai
Yudisium kelulusan ini berlaku untuk program
DAN
SARAN
1. Kesimpulan
Sistem penilaian mengenai sistem an nilai kelas, sistem pemberian nilai individual dan si keberhasilan studi masih merupakan masalah
-
masalah yang2.
SaranKasus diatas te rjadi pula di Perguruan gi penyelenggara pendidikan yang lainnya. benar
kasus-kasus dipecahkan bersama untuk memperoleh kesepakatan yang seragam, sehingga pengembangan prog- ram pendidikan Pascasa rjana sebagai satu sistem Nasional dapat pai sasaran bersama yang baik.
DISKUSI
FPS
- UGM : pengamatan(M. Ismadi) tinggi. Yang saya : Berapa %
lusan mahasiswa yang mengikuti pendidikan berapa %
mahasiswa ?
- : Di program pendidikan terjadwal dan terstruktur baru Suwandi, S.) mulai tahun 198411985. Belum bisa
sejak berdirinya tahun 1979 baru 4 orang mahasiswa yang di DO, karena memperoleh IPK selama 2 semester berturut turut.
UNAIR (Soeharsono)
Kami nilai dari UNPAD
mana minimal Bagaimana pengalaman Saudara dalam penyelenggaraan ini, apakah tidak terlampau dan berapa % kelulusan baik maupun Sebab di AIR yang memakai summa cumlaude dan
kelulusan dibawah yang ha- rapkan yaitu Bagaimana pendapat Saudara ?
: Sama jawaban untuk Sdr. Ismadi Suwandi, S.)
IPB : Bagaimana Sistem Penilaian Terbuka di UNPAD Guhardja)
denganprogram dan terstruktur. Sistem penilaian ujian baik di ujian tertutup ( pra promosi ) dan ujian terbuka masih mengikuti pola lama yang sudah
oleh Guru Mahasiswa yang
kelompok sistem baru ada yang maju ujian
.
Sistem penilaian ujian tertutup ujian terbuka masih di- godok di-
dan akan diajukan keversitas
.
: Yang paling menyulitkan adalah prosedur penilaian sampai kepada nilai (seperti A, B dsb.), terutama
widjaja) ap nilai A dsb. itu
pat
aan : kita menyeragamkan tafsiran itu
yang kongruen dengan yang dicapai oleh mahasiswa yang bersangkutan. PAP dan PAN
dapat untuk ini ? menggunakan
PAP di mana PAN ?
: Menyeragamkan tafskan nilai A, B dsb.
Suwandi, ngan kemampuan mahasiswa dosendosen ma-
s.)
kemampuan berbeda. Kalauan dosendosen mengenai kemampuan mahasiswa sudah ma, maka nilai A yang diberikan kepada mahasiswa
nyai tafsiran yang sama dengan nilai A yang diberikan oleh yang lain.
A
mengundang 2 orang lain luar perguruan tinggi katakan B dan C untukmahasiswa X dalam matakuliah Biokimia. Penilaian menggunakan PAP dan disepakati bahwa bila mahasiswa pat menjawab 80% dari semua pertanyaan, maka ia akan mendapat nilai B. Dapat menjawab 80% dapat nilai C.
Kalau ketiga dulu
nilai kemampuan mahasiswa yang sama maka nilai yang kepada mahasiswa akan sama pula
.
Misalnyaketiga penguji dahulu
nilai mahasiswa itu dapat menjawab 80% semua nyaan yang diajukan. Saya ketiga akan memberikan nilai B. Tetapi bila A
80%. B lain lagi, rnisalnya 90% dan C lain misalnya sudah tentu nilai yang diberikan akan
.
Atau misalnya seorang penguji dari beberapa penguji tidak merata, ini juga akan menyebabkan tafsiran mengenai nilai yang diberikan.PAP dan PAN dapat membantu ke
itu, kalau secara
.
di pelaksanaan PAP dan PAN pada
diserahkan kepada masing-masing Tetapi dianjurkan untuk mata wajib menggunakan penilaian PAP untuk kuliah menggunakan PAN.
Jakarta : 1. hal mahasiswa mempunyai kurang dari 3, apakah Hardjono) yang bersangkutan tidak diberi kesempatan untuk
lang ujian beberapa matakuliah ?
2. dengan beasiswa yang sudah dan ?
: 1. yang sudah ke Subag tidak bisa bah lagi. Tetapi nilai belum masuk ke Subag
ujian diserahkan kepada yang tan.
2. yang sudah dipergunakan tentu dipertanggung jawabkan. Sisa yang belum dipergunakan
kepada
-
: Penentuan yang katagori ditentukan(Jajah Koswara) Mohon dapat dijelaskan komponen
kan penentuan
,
: Komponen matakuliah : kuis, ujian mid semester, seminar ada) dan ujian semes-
di S.) ter.
Komponen tesis : usulan penelitian, nilai
nar nilai tesis
dan nilai ujian tesis.
Nilai