AKUNTANSI
&
LAPORAN KEUANGAN
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan
Program Studi Keuangan & Perbankan
P
ENDAHULUAN
Pencatatan transaksi usaha samapi penyusunan
laporan keuangan dapat dilakukan secara
manual atau coputerized.
Akuntansi merupakan sebuah seni untuk
mencatat, mengklasifikasikan, melaporkan
dalam bentuk laporan keuangan atas semua
transaksi-transaksi yang telah dilaksanakan
oleh suatu perusahaan.
Laporan Keuangan merupakan produk dari
akuntansi dan interpretasi laporan keuangan
K
ONSEP
D
ASAR AKUNTANSI
Kesatuan Akuntansi
Kesinambungan
Periode Akuntansi
Pengukuran daalam nilai uang
Harga pertukaran
K
RITIK TERHADAP AKUNTANSI
Akuntansi selalu mendasarkan diri pada biaya historis
sehingga mengakibatkan terjadinya overstated dalam penetapan laba.
Akuntansi yang berorientasi pada biaya historis kurang
memperhatikan opportuntity cost.
Akuntansi hanya memberikan deskripsi pada hal-hal yang
sudah terjadi saja.
Akuntansi tidak memperhatikan hal-hal non financial
yang mempengaruhi perusahaan.
Akuntansi banyak menggunakan istilah-istilah teknis
yang mempunyai arti yang berbeda dibandingkan dengan pengertian umum yang ada.
Akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan bersifat
P
IHAK
-
PIHAK YANG BERKEPENTINGAN
Masyarakat
Pemegang saham/ pemilik.
Perpajakan
Pemerintah
Karyawan
S
TANDAR KHUSUS AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA Untuk penyusunan laporan keuangan perbankan
didasarkan pada Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia (SKAPI) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI).
Materi SKAPI dan PAPI meliputi :
1. Pengukuran Nilai Uang 2. Laporan Keuangan Bank 3. Neraca
4. Laporan Komitmen & Kontijensi 5. Laporan Arus Kas
6. Catatan atas laporan keuangan
NERACA-A
KTIVA
•Kas
•Giro Pada Bank Indonesia •Giro Pada Bank Lain
•Penempatan Pada Bank lain •Surat-surat berharga
•Kredit yang diberikan •Penyertaan
•Pendapatan yang masih
akan diterima
•Biaya yang dibayar dimuka •Uang Muka Pajak
•Aktiva Tetap
K
EWAJIBAN
&
EKUITAS
•Giro
•Kewajiban segera lainnya •Tabungan
•Simpanan berjangka •Sertifikat deposito
•Surat berharga diterbitkan •Pinjaman yang diterima •Kewajiban sewa guna
usaha
•Beban yang masih hrs
dibayar
•Taksiran hutang pajak •Kewajiban lain-lain •Pinjaman subordinasi •Modal Pinjaman
•Hak Minoritas •Ekuitas
L
ABA RUGI DAN LABA DITAHAN
Pendapatan Operasional (Pendapatan bunga)
Beban Operasional (Biaya bunga)
Pendapatan operasional lainnya
Beban Operasional lainnya.
Pendapatan Non operasional
A
CCOUNTING TREATMENT BANK
Pemakaian Acrual System dan Cash Basic
Bank sebagai pedagang uang
Bank sebagai pedagang dokumen
Bank mengelola berbagai jenis mata uang
PERSIAPAN
ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan Program Studi Keuangan & Perbankan
TAHAP PERSIAPAN
Agar hasil yang akan dicapai dari analisa laporan
keuangan dapat memberikan hasil yang
memuaskan maka perlu diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
1.
Tentukan tujuan yang akan diperoleh dari analisa
tersebut.
2.
Untuk memecahkan problem sesuai dengan
tujuan analisa maka perlu dipilih rumus yang
paling sesuai untuk pemecahan problem tersebut.
3.
Para analis harus memahami karakteristik dari
TAHAP PERSIAPAN
3. Pertimbangkan hal-hal khusus yang ada
dalam bank tersebut misalnya sistem
akuntansi, prosedur kerja, dll.
4. Dalam membandingkan antar bank maka
perlu dipilih bank yang sejenis
5. Mengingat data intern dan ekstern cukup
bervariasi, maka perlu adanya usaha yang
konsisten dalam menghimpun dan
TAHAP PERSIAPAN
6. Tentukan kurun waktu yang paling relevan
dengan tujuan analisa. Hal ini disebabkan situasi
dan kondisi suatu bank seringkali mengalami
perubahan.
7. Dalam mengadakan analisa laporan keuangan
perlu memperhatikan :
a.
Keputusan-keputusan intern masing-masing
bank yang penting.
b.
Keputusan-keputusan ekstern oleh penguasa
moneter yang penting.
c.
Peristiwa politik/ perekonomian lainnya yang
TEHNIK-TEHNIK ALK
Analisa Komparatif
Analisa Bank Environment
Analisa Break Even Point
Analisa Variansi
Suistanable Rate of Growth
CAMELS Analysis
M A T A K U L I A H : P R A K T I K U M A N A L I S A L A P O R A N K E U A N G A N P R O G R A M S T U D I K E U A N G A N & P E R B A N K A N
F A K U L T A S E K O N O M I U N I V E R S I T A S K O M P U T E R I N D O N E S I A S E M E S T E R V T A H U N A K A D E M I K 2 0 0 9 - 2 0 1 0
Pengertian Analisa Komparatif
Membandingkan kegiatan usaha bank baik secara
absolut maupun secara relatif atas bagian kegiatan
yang ada dengan kegiatan-kegiatan yang telah
dicapai pada periode sebelumnya.
Dari analisa akan diperoleh suatu kesimpulan
apakah telah terjadi kemajuan atau kemunduran
usaha dari masing-masing bank yang bersangkutan.
Cara yang ditempuh dalam membandingkan laporan
keuangan suatu periode dengan periode lainnya
Pendekatan Analisa Komparatif
Index dasar tunggal(single base index) yang dipilih
dari laporan yang termuda.
Index dasar berganti (moving based index) dalam
pendekatan cara ini index dasar yang akan dipakai
adalah semua periode laporan yang akan dianalisa.
Dengan perhitungan index dasar tunggal akan
diperoleh tingkat perbadingan tahun pertama
dengan periode tahun yang dianalisa.
Dengan perhitungan index dasar berganti akan
ANALISA TREND
[image:19.842.56.765.49.508.2]
Penyajian analisa trend dapat dilakukan melalui
tabel perhitungan dan grafik.
Para pengguna analisis trend sering merasa kurang
tertarik dengan laporan tabel karena harus membaca
terlebih dahulu angka-angka. Para pengguna laporan
keuangan lebih menyukai menyimpulkan
Rumus Trend Analysis
100% x Rp Rp Rasio 1 -x x Th Th )
(th
)
(th
(Rp)
Rp
xRp
x-1Trend
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan
Program Studi Keuangan & Perbankan
Manajemen bank harus dapat mengetahui dan
memanfaatkan pos-pos mana yang dominan
untuk mencapai tujuan.
Analisa komparatif dalam bentuk horizontal
(Trend analysis) harus dilengkapi dengan
analisis vertikal (common size) untuk
Analisa vertikal (common size) dilakukan
dengan cara jumlah yang nampak atas satu
rekening atau su rekening dengan total
kelompoknya secara keseluruhan.
Suatu rekening yang memiliki prosentase yang
besar akan memberikan petunjuk kepada
pihak manajemen bank untuk memberikan
perhatian khusus.
Dengan analisis ini, bank akan mengetahui
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan Program Studi Keuangan & Perbankan
Analisa bank environment digunakan untuk
mengetahui sejauh mana kemampuan
bersaing suatu bank/ suatu cabang, ataupun
dalam rangka untuk mengetahui market
share bank yang bersangkutan baik secara
regional maupun secara nasional.
Analisa bank environment digunakan untuk
mengetahui tingkat laju perkembangan (rate
of growth) dari industri perbankan dalam
secara kesAgar analisa bank environment dapat
memberikan hasil yang memuaskan, maka perlu
diadakan beberapa kombinasi analisa antara lain :
a.
Sesama bank sejenis, misalnya antara bank
swasta dengan bank swasta lainnya.
b.
Membandingkan dengan perkembangan bank
jenis lain misalnya antara bank swasta dengan
bank pemerintah ataupun sebaliknya
c.
Antara bank yang bersangkutan dengan kegiatan
BANK ABCD
ANALISA BANK ENVIRONMENT
PERIODE 2004-2008) (Dalam Jutaan Rupiah)
Tahun Bank ABCD Bank-Bank Lainnya Market share
Jumlah (Rp) % Jumlah (Rp.) % Bank ABCD (%)
2004 100,000 100 250,000 100 40 2005 116,750 166.75 286,500 114.60 40.75 2006 158,180 158.18 507,400 202.96 31.17 2007 229,410 229.41 884,425 353.77 25.93 2008 257,260 257.26 981,100 392.49 26.22
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan
Program Studi Keuangan & Perbankan
Rencana kerja dan anggaran bank yang telah
disusun setiap tahun akab dapat dibandingkan
dengan realisasinya secara teratur baik setiap
bulan, setiap kwartal atau setiap periode
tertentu yang diinginkan oleh pihak
manajemen bank.
Rencana kerja dan anggaran yang baik akan
dihitung berdasarkan standar costing untuk
unit kegiatan tertentu, hingga anggaran
Untuk membuat anggaran dibeberapa bank banyak
menggunakab appropriate budget .
Metode analisa variansi :
1.
Single Variance Method
Analisa variance langsung dibandingkan dengan
apa-apa yang dianggarkan dengan realisasi yang
dicapai oleh masing-masing mata anggaran.
2.
Two Variance Method
(Rp)
Realisasi
-(Rp)
Anggaran
(Rp)
an
Penyimpang
100%
x
(Rp)
Anggaran
(Rp)
an
Penyimpang
(%)
an
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan
Program Studi Keuangan & Perbankan
Perhitungan BEP bagi bank sangat bermanfaat
untuk :
1.
Profit planning dan control baik dalam long
run maupun dalam short run period.
2.
Untuk menetapkan minimal target baik bagi
unit bank secara keseluruhan maupun
bagian-bagian yang ada.
3.
Sebagai bahan pengukuran efisiensi dan
efektivitas kerja bank cabang maupun
bagian-bagian. Hal ini sangat sesuai dengan
sistem perbankan yang mengarah ke unit
n)
(Pendapata
Sales
cost
Variable
-1
Cost
Fixed
(BEP)
Point
Even
Break
Untuk kepentingan analisa ini maka biaya yang dikeluarkan harus dapat diklasifikasikan ke dalam Biaya tetap (Fixed Cost) dan biaya variable (Variable cost) dengan asumsi bank
SUISTANABLE RATE OF GROWTH
ANALYSIS
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan
Program Studi Keuangan & Perbankan
Pendahuluan
Rencana ekspansi bank dalam rangka menjalankan
prudential banking banyak dibatasi oleh
aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar, diantaranya :
-
Maksimum ATMR
-
Maksimum Legal Lending Limit
-
Maksimum Capital Adequacy ratio
-
Maksimum net open position
-
Minimum KUK yang harus dipenuhi
Pendahuluan
Pertumbuhan bank dari hasil ekspansi usaha dapat
diukur dengan menggunakan analisa Suistanable
rate of growth analysis yaitu formulasi tingkat
pertumbuhan yang berkelanjutan dari Average
total assets yang didukung oleh pertumbuhan dari
modalnya.
Analisa Suistanable rate of growth menggunakan
Rumus Analisa SG
x100% D) -)(1 PM)(AY)(LM ( 1 D) -)(1 PM)(AY)(LM ( SG2 x100% D) -PM)(AY)(1 ( TA EC D) -PM)(AY)(1 ( SG 1 % 100 x D) -(ROA)(1 TA EC D) -(ROA)(1 SG 3 x100%
D)
-(ROE)(1
-1
D)
-(ROE)(1
SG
4
PM = Profit Margin AY = Asset Yield D = Deviden
ROA = Return On Asset ROE = Return on Equity LM = Leverage Multiplier EC = Equity Capital
MATA KULIAH : PRAKTIKUM ANALISA LAPORAN KEUANGAN PROGRAM STUDI KEUANGAN & PERBANKAN
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA SEMESTER V TAHUN AKADEMIK 2009-2010
Capital
Menurut
Veitzhal (2007:709)
rasio
Capital
untuk
memastikan kecukupan modal dan cadangan
untuk memikul risiko yang mungkin timbul.
Modal merupakan benteng perusahaan dan
factor penting bagi bank dalam rangka
pengembangan usaha dan menampung
kerugian.
Agar bank berkembang maka permodalannya
perlu disesuaikan dengan ukuran internasional
yang dikenal sebagai standar BIS
(Bank for
Capital
Sesuai dengan BIS maka kewajiban modal minimum bank
adalah berdasarkan risiko termasuk risiko kredit. Dengan
demikian permodalan merupakan penilaian terhadap
kecukupan modal bank untuk mengcover eksposur saat ini
dan mengantisipasi eksposur risiko dimasa yang akan
datang.
Menurut
Madura (2006: 544)
menyatakan :
“ Because adequate bank capital is thought to reduce a bank’s
risk, regulator determine the
capital ratio
(typically defined
as capital devided by asset). Regulators have become
increasingly concerned that some bank’s do not hold enough
capital and have increased capital requirement. If banks hold
more capital, they can more esily absorb potential losses and
are more likely to survive. Banks with higher capital ratios are
therefore as signed a capital adequacy rating”
Rumus Capital
100
%
Re
siko
ATMR
x
Asset Quality
MenurutVeitzhal (2007:713) Penilaian dengan rasio asset quality
adalah untuk memastikan kualitas aktiva produktif atau kualitas asset yang dimiliki bank dan nilai riil dari asset tersebut.
Kemerosotan kualitas dan nilai asset merupakan sumber erosi terbesar bagi bank.
MenurutMadura (2006: 544)menyatakan :
” Each bank makes its own decisions as to how deposited funds should be allocated, and these decisions determine its level of credit (default) risk. Regulators therefore evaluate the quality of the banks’s asset, including its loans and its securities.”
Menurut Madura, setiap bank dapat membuat kebijakan sendiri
dalam mengalokasikan dana yang terhimpun dan membuat
Rumus Asset Quality
% 100 x k jibdibentu PPAPyangwa asikan Diklasifik yang PPAPKAP x100%
Management
Menurut Veitzhal (2007:715)Penilaian manajemen ditujukan untuk
memastikan kualitas dan tingkat kedalaman penerapan prinsip manajemen bank yang sehat yang terkait dengan manajemen umum dan manajemen risiko.
Menurut Madura (2006:545)menyatakan :
“Each of the characteristics examined relates to the bank’s management. In addition, regulators specifically rate the bank’s management according to administrative, skill, abilty to comply with existing regulations, and ability to cope with a changing environment. They also assess the bank’s internal control systems, which may indicate how well the bank’s management would detect its own financial problem. This evaluation is clearly subjective.”
Setiap penilaian karakteristik bank selalu dihubungkan dengan manajemen bank. Kebijakan penilaian manajemen bank ini meliputi keahlian
administrasi, kemampuan untuk mentaati peraturan, dan kemampuan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan. Kebijakan ini juga menilai
system pengawasan internal bank yang mana hal ini dapat mengindikasikan bahwa manajemen bank yang baik dapat mendeteksi masalah bank.
Earnings
MenurutVeitzhal (2007:720) Penilaian dengan rasio earnings adalah
untuk memastikan efisiensi dan kualitas pendapatan bank secara benar dan akurat. Kelemahan dari sisi pendapatan riil merupakan indikator terhadap potensi masalah bank.
MenurutMadura (2006:545) menyatakan :
“Although the CAMELS rating are mostly concerned with risk, earnings are very important. Banks fail when their earnings become consistently negative. A profitability ratio commonly used the evaluate banks is
Return on Asset (ROA), defined as earnings after taxes divided by assets. In addition to assessing a bank’s earnings over time., its also useful to compare the bank’s earnings with industry earnings.This allows for an evaluation of the bank relative to its competitors. In
Earnings
Meskipun penilaianCAMELS pada umumnya dihubungkan dengan
risiko bank, pendapatan adalah hal yang sangat penting. Kegagalan bank terjadi ketika pendapatan bank yang dihasilkan selalu negative (rugi). Rasio profitabilitas yang dapat digunakan adalah Return On Asset (ROA) yaitu keuntungan setelah pajak dibagi dengan asset. Penilaian pendapatan bank dilakukan setiap saat. Ini juga
bermanfaat untuk membandingkan pendapatan bank dengan pendapatan industri. Ini dapat menilai posisi bank dibandingkan dengan pesaing. Peraturan ini tentang bagaimana penilaian
pendapatan bank jika kondisi perekonomian mengalami perubahan.
Penilaian earningsmerupakan penilaian terhadap kondisi dan
kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan.Earnings adalah
Rumus Earnings
%
100
x
Aktiva
Total
Pajak
Setelah
Laba
Liquidity
MenurutVeitzhal (2007:722) Penilaian dengan rasio likuiditas
adalah untuk memastikan dilaksanakannya manajemen asset dan kewajiban dalam menentukan dan menyediakan likuiditas yang cukup. Penilaian likuiditas merupakan penilaian terhadap
kemampuan bank untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan
likuiditas yang memadai dan kecukupan manajemen risiko likuiditas. Bank dikatakan likuid apabila mempunyai alat pembayaran berupa harta lancar lebih besar dibandingkan dengan seluruh kewajibannya.
Menurut Madura (2006:545) menyatakan :
“Some bank’s commonly obtain of funds from some outside sources (such as the discount windows or the federal funds market), but regulators would prefer that bank’s not consistenly rely on these sources. Such bank’s are more likely to experience a liquidity crisis whereby they are forced to borrow excessive amounts of funds from outside sources. If existing depositors sense that the bank is
Liquidity
Menurut Madura beberapa bank biasanya menghimpun
dana dari beberapa sumber dana (misal dari dana bank
sentral) tetapi peraturan lebih menyukai bank tersebut
tidak terpaku pada sumber dana tersebut. Demikian pula
dengan bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Untuk
itu bank terpaksa mencari pinjaman dana yang besar/
berlebihan dari sumber dana lain.
Jika nasabah yang ada mengetahui bank mengalami
Rumus Liqudity
%
100
x
Inti
Modal
KLBI
Ketiga
Pihak
Dana
Diberikan
yang
Kredit
Jumlah
LDR
Sensitivity
Menurut Veitzhal (2007:725) Penilaian dengan rasio
sensitivity
adalah untuk mengukur kemampuan atau
sensitivitas bank dalam mengantisipasi risiko pasar yang
mungkin dihadapi oleh bank
Menurut
Madura (2006:546)
menyatakan :
“
Regulators began to explicitly consider banks sensitivity to
financial markets conditions and added this characteristic
to what were previously to as the CAMEL. In particular,
regulators place much emphasis on a bank sensitivity to
interest rate movements. Many banks have liabilities that
are repriced more frequently then their assets and are
therefore adversely affected by rising interest rates. Banks
that are more sensitive to rising interest rates are more
Sensitivity
Menurut Madura, Kebijakan mulai
mempertimbangkan secara jelas tentang
sensitivitas bank terhadap kondisi pasar uang dan
menambah karakteristik ini dalam CAMEL. Secara
khusus, peraturan ini menitikberatkan pada
sensitivitas bank terhadap perubahan tingkat
bunga.
Beberapa bank memiliki kewajiban seringkali
lebih besar dari asset dan oleh karena itu sering
mengalami kerugian akibat kenaikan suku bunga.
Bank tersebut harus memiliki sensitivitas
Rasio berhubungan dengan beberapa
besaran yang saling terkait satu dengan yang
lain. Agar rasio mampu memberikan
gambaran yang berguna, maka baik arti
maupun batasan dari rasio yang dipilih harus
dipahami terlebih daulu.
Sebelum melakukan analisa, seorang analis
Pemilik (investor)
Pemilik sebuah bisnis adalah pihak yang paling
berkepentingan dengan profitabilitas dari investasi yang
dilakukan. Para pemilik mengharapkan pertumbuhan
pendapatan.
Manajer
Seorang manajer bertanggung jawab atas efisiensi
operasional, profitabilitas saat ini dan masa depan,
pengelolaan modal yang ada dan sumber daya lainnya dalam
konteks strategi bisnis yang sehat.
Kreditur
Rasio Likuiditas
Rasio Profitabilitas
Manajemen Pemilik Pemberi Pinjaman Analisis operasional Profitabilitas Likuiditas
Gros Margin & Profit Margin Operating Exp. Analysis Contribution Analysis Operating Leverage Comparative Analysis
Return On Total Networth Return On Common Equity Earning per Share
Cash flow per share Share price Appraciation Shareholder value analysis
Current ratio Acid Test Ratio Quick Sale Value Cash Flow Patterns
Manajemen SDM Disposisi Penghasilan Financial Leverage
Asset Turnove
Working capital management
Dividends per share DividendYield
Retention of earnings Dividend coverage Devidend to asset
Debt to Assets
Debt to capitalization Debt to Equty
Risk Trade-off
Profitabilitas Indikator Pasar Debt Service
Return on Assets
Return Before Interest & Tax Return on current value basic Invesment project economics Free cash flow
Cash flow analysis Price Earning Ratio Cashflow multiples Market to book value Relative price movement Value of the firm
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan Program Studi Keuangan & Perbankan
Salah satu dana yang umum digunakan oleh
para pengusaha baik bank maupun industri
lainnya adalah hutang dari pihak ketiga.
Hutang atau pinjaman tersebut bisa
diperoleh dari dalam negeri maupun luar
negeri.
Pencairan dana dalam bentuk cross border
financing harus mendapat perhatian khusus dari
pihak yang memerlukan dana. Hal ini disebabkan
adanya perbedaan tingkat bunga di dalam negeri
dengan di luar negeri.
Meminjam dana dari luar negeri menimbulkan
kemungkinan resiko kerugian yaitu penurunan
nilai mata uang rupiah terhadap uang asing.
Untuk memecahkan masalah tersebut maka
dapat digunakan analisa EIR yaitu perhitungan
bunga yang memperhitungkan faktor apresiasi
dan depresiasi diantara mata uang rupiah
1 TB.MTA(n) -1 x MTA Rp. NT (n) MTA Rp. NT EIR
1
TB.MTA(n)
-
1
x
MTA
Rp.
NT
(n)
MTA
Rp.
NT
EIR
NT Rp MTA = Nilai tukar antara rupiah dengan mata uang asing yang aka diperbandingkan
NT Rp MTA (n) = Perkiraan nilai tukar antara rupiah dengan mata uang asing yang akan diperbandingkan setelah n hari
TB.MTA (n) = Tingkat suku bunga mata uang asing yang bersangkutan selama n hari
Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan Program Studi Keuangan & Perbankan
Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia Semester V Tahun Akademik 2009-2010
Pendahuluan
•
Bank seringkali memiliki dana yang tidak dapat
disalurkan pemasarannya di bidang kredit, dan
juga dalam rangka penyebaran resiko yang
mungkin terjadi pada earning assetnya.
•
Kelebihan dana yang ada tersebut dapat
ditanamkan ke berbagai jenis surat berharga
sebagai salah satu alternatif dalam pengambilan
keputusan investasi.
Pendekatan Keputusan Investasi
•
Short Cut Formula
Dalam pendekatan ini akan dicari beberapa
surat berharga yang mempunyai tingkat yield
yang paling tinggi.
•
Rate of Return Saham
Apabila bank akan menanamkan kelebihan
dananya atau untuk penyebaran risiko
Rumus Temporary Invesment Ratio
x100% 2
NS HP
UM HP -NS AI
YTM
YTM = Yield To Maturity
AI = Annual Interest/Bunga tahunan NS = Nilai nominal surat berharga ybs. HP = Harga Pasar