• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Laporan Keuangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Laporan Keuangan"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTANSI

&

LAPORAN KEUANGAN

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan

Program Studi Keuangan & Perbankan

(2)

P

ENDAHULUAN

Pencatatan transaksi usaha samapi penyusunan

laporan keuangan dapat dilakukan secara

manual atau coputerized.

Akuntansi merupakan sebuah seni untuk

mencatat, mengklasifikasikan, melaporkan

dalam bentuk laporan keuangan atas semua

transaksi-transaksi yang telah dilaksanakan

oleh suatu perusahaan.

Laporan Keuangan merupakan produk dari

akuntansi dan interpretasi laporan keuangan

(3)

K

ONSEP

D

ASAR AKUNTANSI

Kesatuan Akuntansi

Kesinambungan

Periode Akuntansi

Pengukuran daalam nilai uang

Harga pertukaran

(4)

K

RITIK TERHADAP AKUNTANSI

 Akuntansi selalu mendasarkan diri pada biaya historis

sehingga mengakibatkan terjadinya overstated dalam penetapan laba.

 Akuntansi yang berorientasi pada biaya historis kurang

memperhatikan opportuntity cost.

 Akuntansi hanya memberikan deskripsi pada hal-hal yang

sudah terjadi saja.

 Akuntansi tidak memperhatikan hal-hal non financial

yang mempengaruhi perusahaan.

 Akuntansi banyak menggunakan istilah-istilah teknis

yang mempunyai arti yang berbeda dibandingkan dengan pengertian umum yang ada.

 Akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan bersifat

(5)

P

IHAK

-

PIHAK YANG BERKEPENTINGAN

Masyarakat

Pemegang saham/ pemilik.

Perpajakan

Pemerintah

Karyawan

(6)

S

TANDAR KHUSUS AKUNTANSI PERBANKAN INDONESIA

 Untuk penyusunan laporan keuangan perbankan

didasarkan pada Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia (SKAPI) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI).

 Materi SKAPI dan PAPI meliputi :

1. Pengukuran Nilai Uang 2. Laporan Keuangan Bank 3. Neraca

4. Laporan Komitmen & Kontijensi 5. Laporan Arus Kas

6. Catatan atas laporan keuangan

(7)

NERACA-A

KTIVA

Kas

Giro Pada Bank IndonesiaGiro Pada Bank Lain

Penempatan Pada Bank lainSurat-surat berharga

Kredit yang diberikanPenyertaan

Pendapatan yang masih

akan diterima

Biaya yang dibayar dimukaUang Muka Pajak

Aktiva Tetap

(8)

K

EWAJIBAN

&

EKUITAS

Giro

Kewajiban segera lainnyaTabungan

Simpanan berjangkaSertifikat deposito

Surat berharga diterbitkanPinjaman yang diterimaKewajiban sewa guna

usaha

Beban yang masih hrs

dibayar

Taksiran hutang pajakKewajiban lain-lainPinjaman subordinasiModal Pinjaman

Hak MinoritasEkuitas

(9)

L

ABA RUGI DAN LABA DITAHAN

Pendapatan Operasional (Pendapatan bunga)

Beban Operasional (Biaya bunga)

Pendapatan operasional lainnya

Beban Operasional lainnya.

Pendapatan Non operasional

(10)

A

CCOUNTING TREATMENT BANK

Pemakaian Acrual System dan Cash Basic

Bank sebagai pedagang uang

Bank sebagai pedagang dokumen

Bank mengelola berbagai jenis mata uang

(11)

PERSIAPAN

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan Program Studi Keuangan & Perbankan

(12)

TAHAP PERSIAPAN

Agar hasil yang akan dicapai dari analisa laporan

keuangan dapat memberikan hasil yang

memuaskan maka perlu diperhatikan hal-hal

sebagai berikut :

1.

Tentukan tujuan yang akan diperoleh dari analisa

tersebut.

2.

Untuk memecahkan problem sesuai dengan

tujuan analisa maka perlu dipilih rumus yang

paling sesuai untuk pemecahan problem tersebut.

3.

Para analis harus memahami karakteristik dari

(13)

TAHAP PERSIAPAN

3. Pertimbangkan hal-hal khusus yang ada

dalam bank tersebut misalnya sistem

akuntansi, prosedur kerja, dll.

4. Dalam membandingkan antar bank maka

perlu dipilih bank yang sejenis

5. Mengingat data intern dan ekstern cukup

bervariasi, maka perlu adanya usaha yang

konsisten dalam menghimpun dan

(14)

TAHAP PERSIAPAN

6. Tentukan kurun waktu yang paling relevan

dengan tujuan analisa. Hal ini disebabkan situasi

dan kondisi suatu bank seringkali mengalami

perubahan.

7. Dalam mengadakan analisa laporan keuangan

perlu memperhatikan :

a.

Keputusan-keputusan intern masing-masing

bank yang penting.

b.

Keputusan-keputusan ekstern oleh penguasa

moneter yang penting.

c.

Peristiwa politik/ perekonomian lainnya yang

(15)

TEHNIK-TEHNIK ALK

Analisa Komparatif

Analisa Bank Environment

Analisa Break Even Point

Analisa Variansi

Suistanable Rate of Growth

CAMELS Analysis

(16)

M A T A K U L I A H : P R A K T I K U M A N A L I S A L A P O R A N K E U A N G A N P R O G R A M S T U D I K E U A N G A N & P E R B A N K A N

F A K U L T A S E K O N O M I U N I V E R S I T A S K O M P U T E R I N D O N E S I A S E M E S T E R V T A H U N A K A D E M I K 2 0 0 9 - 2 0 1 0

(17)

Pengertian Analisa Komparatif

Membandingkan kegiatan usaha bank baik secara

absolut maupun secara relatif atas bagian kegiatan

yang ada dengan kegiatan-kegiatan yang telah

dicapai pada periode sebelumnya.

Dari analisa akan diperoleh suatu kesimpulan

apakah telah terjadi kemajuan atau kemunduran

usaha dari masing-masing bank yang bersangkutan.

Cara yang ditempuh dalam membandingkan laporan

keuangan suatu periode dengan periode lainnya

(18)

Pendekatan Analisa Komparatif

Index dasar tunggal(single base index) yang dipilih

dari laporan yang termuda.

Index dasar berganti (moving based index) dalam

pendekatan cara ini index dasar yang akan dipakai

adalah semua periode laporan yang akan dianalisa.

Dengan perhitungan index dasar tunggal akan

diperoleh tingkat perbadingan tahun pertama

dengan periode tahun yang dianalisa.

Dengan perhitungan index dasar berganti akan

(19)

ANALISA TREND

[image:19.842.56.765.49.508.2]

Penyajian analisa trend dapat dilakukan melalui

tabel perhitungan dan grafik.

Para pengguna analisis trend sering merasa kurang

tertarik dengan laporan tabel karena harus membaca

terlebih dahulu angka-angka. Para pengguna laporan

keuangan lebih menyukai menyimpulkan

(20)

Rumus Trend Analysis

100% x Rp Rp Rasio 1 -x x Th Th 

)

(th

)

(th

(Rp)

Rp

x

Rp

x-1

Trend

(21)
(22)

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan

Program Studi Keuangan & Perbankan

(23)

Manajemen bank harus dapat mengetahui dan

memanfaatkan pos-pos mana yang dominan

untuk mencapai tujuan.

Analisa komparatif dalam bentuk horizontal

(Trend analysis) harus dilengkapi dengan

analisis vertikal (common size) untuk

(24)

Analisa vertikal (common size) dilakukan

dengan cara jumlah yang nampak atas satu

rekening atau su rekening dengan total

kelompoknya secara keseluruhan.

Suatu rekening yang memiliki prosentase yang

besar akan memberikan petunjuk kepada

pihak manajemen bank untuk memberikan

perhatian khusus.

Dengan analisis ini, bank akan mengetahui

(25)
(26)
(27)

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan Program Studi Keuangan & Perbankan

(28)

Analisa bank environment digunakan untuk

mengetahui sejauh mana kemampuan

bersaing suatu bank/ suatu cabang, ataupun

dalam rangka untuk mengetahui market

share bank yang bersangkutan baik secara

regional maupun secara nasional.

Analisa bank environment digunakan untuk

mengetahui tingkat laju perkembangan (rate

of growth) dari industri perbankan dalam

(29)

secara kesAgar analisa bank environment dapat

memberikan hasil yang memuaskan, maka perlu

diadakan beberapa kombinasi analisa antara lain :

a.

Sesama bank sejenis, misalnya antara bank

swasta dengan bank swasta lainnya.

b.

Membandingkan dengan perkembangan bank

jenis lain misalnya antara bank swasta dengan

bank pemerintah ataupun sebaliknya

c.

Antara bank yang bersangkutan dengan kegiatan

(30)

BANK ABCD

ANALISA BANK ENVIRONMENT

PERIODE 2004-2008) (Dalam Jutaan Rupiah)

Tahun Bank ABCD Bank-Bank Lainnya Market share

Jumlah (Rp) % Jumlah (Rp.) % Bank ABCD (%)

2004 100,000 100 250,000 100 40 2005 116,750 166.75 286,500 114.60 40.75 2006 158,180 158.18 507,400 202.96 31.17 2007 229,410 229.41 884,425 353.77 25.93 2008 257,260 257.26 981,100 392.49 26.22

(31)
(32)

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan

Program Studi Keuangan & Perbankan

(33)

Rencana kerja dan anggaran bank yang telah

disusun setiap tahun akab dapat dibandingkan

dengan realisasinya secara teratur baik setiap

bulan, setiap kwartal atau setiap periode

tertentu yang diinginkan oleh pihak

manajemen bank.

Rencana kerja dan anggaran yang baik akan

dihitung berdasarkan standar costing untuk

unit kegiatan tertentu, hingga anggaran

(34)

Untuk membuat anggaran dibeberapa bank banyak

menggunakab appropriate budget .

Metode analisa variansi :

1.

Single Variance Method

Analisa variance langsung dibandingkan dengan

apa-apa yang dianggarkan dengan realisasi yang

dicapai oleh masing-masing mata anggaran.

2.

Two Variance Method

(35)

(Rp)

Realisasi

-(Rp)

Anggaran

(Rp)

an

Penyimpang

100%

x

(Rp)

Anggaran

(Rp)

an

Penyimpang

(%)

an

(36)

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan

Program Studi Keuangan & Perbankan

(37)

Perhitungan BEP bagi bank sangat bermanfaat

untuk :

1.

Profit planning dan control baik dalam long

run maupun dalam short run period.

2.

Untuk menetapkan minimal target baik bagi

unit bank secara keseluruhan maupun

bagian-bagian yang ada.

3.

Sebagai bahan pengukuran efisiensi dan

efektivitas kerja bank cabang maupun

bagian-bagian. Hal ini sangat sesuai dengan

sistem perbankan yang mengarah ke unit

(38)

n)

(Pendapata

Sales

cost

Variable

-1

Cost

Fixed

(BEP)

Point

Even

Break

Untuk kepentingan analisa ini maka biaya yang dikeluarkan harus dapat diklasifikasikan ke dalam Biaya tetap (Fixed Cost) dan biaya variable (Variable cost) dengan asumsi bank

(39)

SUISTANABLE RATE OF GROWTH

ANALYSIS

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan

Program Studi Keuangan & Perbankan

(40)

Pendahuluan

Rencana ekspansi bank dalam rangka menjalankan

prudential banking banyak dibatasi oleh

aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar, diantaranya :

-

Maksimum ATMR

-

Maksimum Legal Lending Limit

-

Maksimum Capital Adequacy ratio

-

Maksimum net open position

-

Minimum KUK yang harus dipenuhi

(41)

Pendahuluan

Pertumbuhan bank dari hasil ekspansi usaha dapat

diukur dengan menggunakan analisa Suistanable

rate of growth analysis yaitu formulasi tingkat

pertumbuhan yang berkelanjutan dari Average

total assets yang didukung oleh pertumbuhan dari

modalnya.

Analisa Suistanable rate of growth menggunakan

(42)

Rumus Analisa SG

x100% D) -)(1 PM)(AY)(LM ( 1 D) -)(1 PM)(AY)(LM ( SG2   x100% D) -PM)(AY)(1 ( TA EC D) -PM)(AY)(1 ( SG 1   % 100 x D) -(ROA)(1 TA EC D) -(ROA)(1 SG 3  

x100%

D)

-(ROE)(1

-1

D)

-(ROE)(1

SG

4

PM = Profit Margin AY = Asset Yield D = Deviden

ROA = Return On Asset ROE = Return on Equity LM = Leverage Multiplier EC = Equity Capital

(43)

MATA KULIAH : PRAKTIKUM ANALISA LAPORAN KEUANGAN PROGRAM STUDI KEUANGAN & PERBANKAN

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA SEMESTER V TAHUN AKADEMIK 2009-2010

(44)

Capital

Menurut

Veitzhal (2007:709)

rasio

Capital

untuk

memastikan kecukupan modal dan cadangan

untuk memikul risiko yang mungkin timbul.

Modal merupakan benteng perusahaan dan

factor penting bagi bank dalam rangka

pengembangan usaha dan menampung

kerugian.

Agar bank berkembang maka permodalannya

perlu disesuaikan dengan ukuran internasional

yang dikenal sebagai standar BIS

(Bank for

(45)

Capital

Sesuai dengan BIS maka kewajiban modal minimum bank

adalah berdasarkan risiko termasuk risiko kredit. Dengan

demikian permodalan merupakan penilaian terhadap

kecukupan modal bank untuk mengcover eksposur saat ini

dan mengantisipasi eksposur risiko dimasa yang akan

datang.

Menurut

Madura (2006: 544)

menyatakan :

“ Because adequate bank capital is thought to reduce a bank’s

risk, regulator determine the

capital ratio

(typically defined

as capital devided by asset). Regulators have become

increasingly concerned that some bank’s do not hold enough

capital and have increased capital requirement. If banks hold

more capital, they can more esily absorb potential losses and

are more likely to survive. Banks with higher capital ratios are

therefore as signed a capital adequacy rating”

(46)

Rumus Capital

100

%

Re

siko

ATMR

x

(47)

Asset Quality

 MenurutVeitzhal (2007:713) Penilaian dengan rasio asset quality

adalah untuk memastikan kualitas aktiva produktif atau kualitas asset yang dimiliki bank dan nilai riil dari asset tersebut.

Kemerosotan kualitas dan nilai asset merupakan sumber erosi terbesar bagi bank.

 MenurutMadura (2006: 544)menyatakan :

” Each bank makes its own decisions as to how deposited funds should be allocated, and these decisions determine its level of credit (default) risk. Regulators therefore evaluate the quality of the banks’s asset, including its loans and its securities.”

 Menurut Madura, setiap bank dapat membuat kebijakan sendiri

dalam mengalokasikan dana yang terhimpun dan membuat

(48)

Rumus Asset Quality

% 100 x k jibdibentu PPAPyangwa asikan Diklasifik yang PPAP

KAPx100%

(49)

Management

 Menurut Veitzhal (2007:715)Penilaian manajemen ditujukan untuk

memastikan kualitas dan tingkat kedalaman penerapan prinsip manajemen bank yang sehat yang terkait dengan manajemen umum dan manajemen risiko.

 Menurut Madura (2006:545)menyatakan :

“Each of the characteristics examined relates to the bank’s management. In addition, regulators specifically rate the bank’s management according to administrative, skill, abilty to comply with existing regulations, and ability to cope with a changing environment. They also assess the bank’s internal control systems, which may indicate how well the bank’s management would detect its own financial problem. This evaluation is clearly subjective.”

 Setiap penilaian karakteristik bank selalu dihubungkan dengan manajemen bank. Kebijakan penilaian manajemen bank ini meliputi keahlian

administrasi, kemampuan untuk mentaati peraturan, dan kemampuan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan. Kebijakan ini juga menilai

system pengawasan internal bank yang mana hal ini dapat mengindikasikan bahwa manajemen bank yang baik dapat mendeteksi masalah bank.

(50)

Earnings

 MenurutVeitzhal (2007:720) Penilaian dengan rasio earnings adalah

untuk memastikan efisiensi dan kualitas pendapatan bank secara benar dan akurat. Kelemahan dari sisi pendapatan riil merupakan indikator terhadap potensi masalah bank.

 MenurutMadura (2006:545) menyatakan :

“Although the CAMELS rating are mostly concerned with risk, earnings are very important. Banks fail when their earnings become consistently negative. A profitability ratio commonly used the evaluate banks is

Return on Asset (ROA), defined as earnings after taxes divided by assets. In addition to assessing a bank’s earnings over time., its also useful to compare the bank’s earnings with industry earnings.This allows for an evaluation of the bank relative to its competitors. In

(51)

Earnings

 Meskipun penilaianCAMELS pada umumnya dihubungkan dengan

risiko bank, pendapatan adalah hal yang sangat penting. Kegagalan bank terjadi ketika pendapatan bank yang dihasilkan selalu negative (rugi). Rasio profitabilitas yang dapat digunakan adalah Return On Asset (ROA) yaitu keuntungan setelah pajak dibagi dengan asset. Penilaian pendapatan bank dilakukan setiap saat. Ini juga

bermanfaat untuk membandingkan pendapatan bank dengan pendapatan industri. Ini dapat menilai posisi bank dibandingkan dengan pesaing. Peraturan ini tentang bagaimana penilaian

pendapatan bank jika kondisi perekonomian mengalami perubahan.

 Penilaian earningsmerupakan penilaian terhadap kondisi dan

kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan.Earnings adalah

(52)

Rumus Earnings

%

100

x

Aktiva

Total

Pajak

Setelah

Laba

(53)

Liquidity

 MenurutVeitzhal (2007:722) Penilaian dengan rasio likuiditas

adalah untuk memastikan dilaksanakannya manajemen asset dan kewajiban dalam menentukan dan menyediakan likuiditas yang cukup. Penilaian likuiditas merupakan penilaian terhadap

kemampuan bank untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan

likuiditas yang memadai dan kecukupan manajemen risiko likuiditas. Bank dikatakan likuid apabila mempunyai alat pembayaran berupa harta lancar lebih besar dibandingkan dengan seluruh kewajibannya.

 Menurut Madura (2006:545) menyatakan :

“Some bank’s commonly obtain of funds from some outside sources (such as the discount windows or the federal funds market), but regulators would prefer that bank’s not consistenly rely on these sources. Such bank’s are more likely to experience a liquidity crisis whereby they are forced to borrow excessive amounts of funds from outside sources. If existing depositors sense that the bank is

(54)

Liquidity

Menurut Madura beberapa bank biasanya menghimpun

dana dari beberapa sumber dana (misal dari dana bank

sentral) tetapi peraturan lebih menyukai bank tersebut

tidak terpaku pada sumber dana tersebut. Demikian pula

dengan bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Untuk

itu bank terpaksa mencari pinjaman dana yang besar/

berlebihan dari sumber dana lain.

Jika nasabah yang ada mengetahui bank mengalami

(55)

Rumus Liqudity

%

100

x

Inti

Modal

KLBI

Ketiga

Pihak

Dana

Diberikan

yang

Kredit

Jumlah

LDR

(56)

Sensitivity

Menurut Veitzhal (2007:725) Penilaian dengan rasio

sensitivity

adalah untuk mengukur kemampuan atau

sensitivitas bank dalam mengantisipasi risiko pasar yang

mungkin dihadapi oleh bank

Menurut

Madura (2006:546)

menyatakan :

Regulators began to explicitly consider banks sensitivity to

financial markets conditions and added this characteristic

to what were previously to as the CAMEL. In particular,

regulators place much emphasis on a bank sensitivity to

interest rate movements. Many banks have liabilities that

are repriced more frequently then their assets and are

therefore adversely affected by rising interest rates. Banks

that are more sensitive to rising interest rates are more

(57)

Sensitivity

Menurut Madura, Kebijakan mulai

mempertimbangkan secara jelas tentang

sensitivitas bank terhadap kondisi pasar uang dan

menambah karakteristik ini dalam CAMEL. Secara

khusus, peraturan ini menitikberatkan pada

sensitivitas bank terhadap perubahan tingkat

bunga.

Beberapa bank memiliki kewajiban seringkali

lebih besar dari asset dan oleh karena itu sering

mengalami kerugian akibat kenaikan suku bunga.

Bank tersebut harus memiliki sensitivitas

(58)
(59)

Rasio berhubungan dengan beberapa

besaran yang saling terkait satu dengan yang

lain. Agar rasio mampu memberikan

gambaran yang berguna, maka baik arti

maupun batasan dari rasio yang dipilih harus

dipahami terlebih daulu.

Sebelum melakukan analisa, seorang analis

(60)

Pemilik (investor)

Pemilik sebuah bisnis adalah pihak yang paling

berkepentingan dengan profitabilitas dari investasi yang

dilakukan. Para pemilik mengharapkan pertumbuhan

pendapatan.

Manajer

Seorang manajer bertanggung jawab atas efisiensi

operasional, profitabilitas saat ini dan masa depan,

pengelolaan modal yang ada dan sumber daya lainnya dalam

konteks strategi bisnis yang sehat.

Kreditur

(61)

Rasio Likuiditas

Rasio Profitabilitas

(62)

Manajemen Pemilik Pemberi Pinjaman Analisis operasional Profitabilitas Likuiditas

Gros Margin & Profit Margin Operating Exp. Analysis Contribution Analysis Operating Leverage Comparative Analysis

Return On Total Networth Return On Common Equity Earning per Share

Cash flow per share Share price Appraciation Shareholder value analysis

Current ratio Acid Test Ratio Quick Sale Value Cash Flow Patterns

Manajemen SDM Disposisi Penghasilan Financial Leverage

Asset Turnove

Working capital management

Dividends per share DividendYield

Retention of earnings Dividend coverage Devidend to asset

Debt to Assets

Debt to capitalization Debt to Equty

Risk Trade-off

Profitabilitas Indikator Pasar Debt Service

Return on Assets

Return Before Interest & Tax Return on current value basic Invesment project economics Free cash flow

Cash flow analysis Price Earning Ratio Cashflow multiples Market to book value Relative price movement Value of the firm

(63)

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan Program Studi Keuangan & Perbankan

(64)

Salah satu dana yang umum digunakan oleh

para pengusaha baik bank maupun industri

lainnya adalah hutang dari pihak ketiga.

Hutang atau pinjaman tersebut bisa

diperoleh dari dalam negeri maupun luar

negeri.

(65)

Pencairan dana dalam bentuk cross border

financing harus mendapat perhatian khusus dari

pihak yang memerlukan dana. Hal ini disebabkan

adanya perbedaan tingkat bunga di dalam negeri

dengan di luar negeri.

Meminjam dana dari luar negeri menimbulkan

kemungkinan resiko kerugian yaitu penurunan

nilai mata uang rupiah terhadap uang asing.

Untuk memecahkan masalah tersebut maka

dapat digunakan analisa EIR yaitu perhitungan

bunga yang memperhitungkan faktor apresiasi

dan depresiasi diantara mata uang rupiah

(66)

1 TB.MTA(n) -1 x MTA Rp. NT (n) MTA Rp. NT EIR             

1

TB.MTA(n)

-

1

x

MTA

Rp.

NT

(n)

MTA

Rp.

NT

EIR

NT Rp MTA = Nilai tukar antara rupiah dengan mata uang asing yang aka diperbandingkan

NT Rp MTA (n) = Perkiraan nilai tukar antara rupiah dengan mata uang asing yang akan diperbandingkan setelah n hari

TB.MTA (n) = Tingkat suku bunga mata uang asing yang bersangkutan selama n hari

(67)

Mata Kuliah : Praktikum Analisa Laporan Keuangan Program Studi Keuangan & Perbankan

Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia Semester V Tahun Akademik 2009-2010

(68)

Pendahuluan

Bank seringkali memiliki dana yang tidak dapat

disalurkan pemasarannya di bidang kredit, dan

juga dalam rangka penyebaran resiko yang

mungkin terjadi pada earning assetnya.

Kelebihan dana yang ada tersebut dapat

ditanamkan ke berbagai jenis surat berharga

sebagai salah satu alternatif dalam pengambilan

keputusan investasi.

(69)

Pendekatan Keputusan Investasi

Short Cut Formula

Dalam pendekatan ini akan dicari beberapa

surat berharga yang mempunyai tingkat yield

yang paling tinggi.

Rate of Return Saham

Apabila bank akan menanamkan kelebihan

dananya atau untuk penyebaran risiko

(70)

Rumus Temporary Invesment Ratio

x100% 2

NS HP

UM HP -NS AI

YTM

  

YTM = Yield To Maturity

AI = Annual Interest/Bunga tahunan NS = Nilai nominal surat berharga ybs. HP = Harga Pasar

Gambar

tabel perhitungan dan grafik.

Referensi

Dokumen terkait

Total Variable Cost (TVC): seluruh biaya variabel yang harus dikeluarkan selama memproduksi barang dalam jumlah tertentub. Average Total Cost (ATC): biaya yang dikeluarkan untuk

Biaya tersebut dibagi menjadi dua bagian menurut sifatnya yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Rata-rata biaya produksi pada usahatani jagung

mengetahui biaya total produksi yang dikeluarkan dari air minum isi ulang yang ada dengan menghitung jumlah biaya tetap ( total fixed cost ) dan jumlah biaya tidak tetap

mengetahui biaya total produksi yang dikeluarkan dari air minum isi ulang yang ada dengan menghitung jumlah biaya tetap (total fixed cost) dan jumlah biaya tidak tetap

Biaya tetap fixed cost adalah biaya yang besarnya tidak tergantung pada jumlah produksi biaya barang modal, sewa gedung kantor, bunga pinjaman, gaji pegawai Biaya variabel variable

Berdasarkan pengertian tersebut rumus biaya total total cost yaitu sebagai berikut: TC = FC + VC Keterangan: TC= Biaya Total Total Cost FC= Biaya Tetap Fixed Cost VC= Biaya Variabel

Berikut rincian biaya tetap, biaya variabel dan biaya total dari usaha tani Ibu Ready Ance Lumbantoruan petani ubi kayu: 1 Biaya Tetap Fixed Cost Biaya tetap adalah biaya yang

Menurut Witjaksono 2016:33 : “Perbedaan antara metode full costing dengan variable costing adalah dalam perlakuan biaya tetap fixed cost, dimana full costing biaya tetap sebagai biaya