• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan sistem pengukuran tinggi dan berat badan untuk wahana permainan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan sistem pengukuran tinggi dan berat badan untuk wahana permainan"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

1.

Nama Lengkap

: Hasan Alwi Azhari

2.

Tempat, Tanggal Lahir

: Bandung, 22 April 1990

3.

Domisili

: Bandung

4.

Jenis Kelamin

: Laki

laki

5.

Agama

: Islam

6.

Status

: Belum menikah

7.

Tinggi / Berat Badan

: 171 cm / 72 kg

8.

Telepon

: 089655776807

9.

Email

:

[email protected]

RIWAYAT PENDIDIKAN

1.

(2002) Lulus SDN 3 PARUNGSERAB

2.

(2005) Lulus SLTPN 2 MARGAHAYU

3.

(2008) Lulus SMAN 1 SOREANG

4.

(2013) Lulus UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

PENGALAMAN

1.

Kerja praktek di PT. INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia), bagian SISTEKFO

Agustus 2012.

(5)

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN TINGGI DAN

BERAT BADAN UNTUK WAHANA PERMAINAN

TUGAS AKHIR

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Pada

Program Studi Strata Satu Sistem Komputer di Jurusan Teknik Komputer

Oleh

Hasan Alwi Azhari

10208082

Pembimbing

Ir. Syahrul, M.T

JURUSAN TEKNIK KOMPUTER

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(6)

44

DAFTAR PUSTAKA

[1]

Thomas, Johan, K.W., Henry, Sistem Pengukur Berat Dan Tinggi Badan

Menggunakan Mikrokontroler AT89S51,

Jurnal Elektro

, 10(2):79-84, 2008.

[2]

Wanti Sofiana,

Perancangan Dan Realisasi Alat Pengukur Berat Dan Tinggi

Badan Manusia Dengan Keluaran Suara Berbasis Mikrokontroler AVR

ATmega8535

, Tugas Akhir Teknik Komputer, IT TELKOM, Bandung, 2010.

[3]

Syahrul. Ir.,

Mikrokontroler AVR ATmega8535

, Informatika, Bandung,

2012.

[4]

Digiware, PING Ultrasonik Range Finder,

Application Note

, Page 1-4,

(www.digi-ware.com/file/AN-07m diakses 14 Oktober 2012).

[5]

Eko. Ishanto. Ir., Modul 3 Tranduser Resistif, Pusat Pengembangan Bahan

Ajar, Universitas Mercu Buana. (

Online

),

(kk.mercubuana.ac.id/files/14035-3-658639443088.doc diakses 14 Oktober 2012) .

[6]

Setiawan Afrie,

Mikrokontroler ATmega8535 & ATmega16 Menggunakan

BASCOM

-AVR, ANDI, Yogyakarta, 2011.

[7]

Y. kelik, Gyroo Loop Itu Masih Gres dan Cuma Ada di Jambi, Tribun

Jambi, (

Online

),

(http://jambi.tribunnews.com/2012/06/16/gyro-loop-itu-masih-gres-dan-cuma-ada-di-jambi, diakses 16 Juni 2012).

[8]

Trans Studio Bandung,

Magic Corner

Fantastic Magic

, (

Online

),

(http://www.transstudiobandung.com/english/index.php, diakses 15 Juli

2012).

[9]

Y. Dewi, Meluncur di Crazy Ancol Wahana Setinggi 7 Lantai, Okezone

Jakarta, (

Online

),

(http://jakarta.okezone.com/read/2012/12/17/408/733229/meluncur-di-crazy-ancol-wahana-setinggi-7-lantai, diakses 15 Juli 2012).

[

10

]

Serunya Main Air di Waterbom Jakarta

Waterboom Jakarta, (

Online

),

(http://www.voucherhotel.com/travel/serunya-main-air-di-waterbom-jakarta/

).

[11] Innovative Electronics, DT-I/O Infrared Transmitter, 2005.

(7)

42

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis

mendapatkan beberapa kesimpulan, yakni:

1.

Pengukuran tinggi badan yang dihasilkan sensor ultrasonik dan

mikrokontoler telah menghasilkan nilai tinggi badan yang sesuai dengan

tinggi badan yang sebenarnya, hal ini berdasarkan pada tabel 4.1.

2.

Hasil pengukuran berat badan masih menghasilkan persentase

error

0.53

% - 2.77 %. Sedangkan selisih kesalahan pengukuran berat badan antara

mikrokontroler dengan timbangan badan mencapai 0 kg - 3 Kg. hal ini

berdasarkan pada tabel 4.2.

3.

Sistem telah berhasil dalam menentukan kelayakan tinggi dan berat badan

seseorang untuk dapat memasuki wahana permainan atau tidak dapat

memasuki wahana permainan.

4.

Sistem telah berhasil untuk mendeteksi dan menghitung jumlah orang

yang telah masuk.

5.

Penggunaan serta desain pintu masuk yang telah dirancang hanya sebagai

bahan persentasi dan tidak dapat digunakan secara

real

karena pintu hanya

berupa

prototype

.

5.2

Saran

Untuk pengembangan Tugas Akhir ini maka penulis memberikan beberapa

saran, yakni:

(8)

43

(9)

1

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN TINGGI DAN BERAT BADAN UNTUK WAHANA PERMAINAN

� � �� ,�� ����� � �

12 JurusanTeknik Komputer Unikom, Bandung 1

[email protected], [email protected]

ABSTRAK

Pengukuran tinggi dan berat badan pengunjung merupakan suatu proses yang biasa dilakukan oleh petugas wahana permainan. Permasalahan yang ada adalah kedua pengukuran tersebut masih menggunakan peralatan yang sederhana dan masih tersedia secara terpisah. Permasalahan lainnya adalah keterbatasan fisik seorang petugas yang tugasnya tidak hanya melakukakan pengukuran tinggi dan berat badan, akan tetapi masih terdapat pekerjaan lain seperti menghitung jumlah pengunjung yang memasuki area wahana permainan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan merancang sebuah sistem otomatisasi pengukur tinggi dan berat badan. Sistem ini dapat dibangun dengan memanfaatkan Mikrokontroler ATmega8535 sebagai pengendali sistem. Keypad 4x3 sebagai setpoint batas tinggi dan berat badan serta jumlah maksimum pengunjung. Sensor ultrasonik PING sebagai pengukur tinggi badan. Sensor strain gage sebagai pengukur berat badan. infrared transmittter dan infrared receiver untuk menghitung jumlah pengunjung. Solenoid sebagai kunci pada pintu masuk wahana permainan. Dari pengujian dan analisa hasil pengukuran tinggi badan telah sesuai dengan tinggi badan yang sebenarnya, hasil pengukuran berat badan memiliki persentase error 0.53 % - 2.77 %. Sistem telah berhasil untuk menentukan kelayakan tinggi dan berat badan pengunjung serta menghitung jumlah pengunjung.

Kata Kunci: Wahana permainan, Pengukuran tinggi dan berat badan, Set Point, Mikrokontroler.

1. PENDAHULUAN

Pengukuran tinggi dan berat badan pengunjung merupakan suatu proses yang biasa dilakukan oleh petugas wahana permainan yang bertujuan untuk menjaga keselamatan pengunjung. Namun terdapat beberapa faktor permasalahan yang terdapat pada saat pengukuran tinggi dan berat badan pengunjung.

Faktor pertama adalah ketersedian peralatan pengukur tinggi dan berat yang badan yang masih sederhana yang keduanya masih tersedia secara terpisah, sehingga kedua pengukuran tersebut harus dikerjakan secara terpisah dan bergiliran. Faktor lainnya adalah keterbatasan fisik petugas wahana permainan yang pekerjaanya tidak hanya mengukur tinggi dan berat badan pengunjung saja, akan tetapi masih terdapat pekerjaan lain seperti menghitung jumlah pengunjung yang memasuki wahana permainan.

Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem otomatisasi pengukur tinggi dan berat badan berbasiskan mikrokontroler yang bertujuan untuk dapat diimplementasikan di wahana permainan. Sistem yang dirancang ini sekaligus dapat difungsikan untuk menghitung jumlah pengunjung yang memasuki wahana permainan.

2. PERANCANGAN

(10)

� � �� ,�� ����� � �

2

Mikrokontroler AVR ATmega8535

Input Sistem

Output Sistem

Sensor Ultrasonik PING

Timbangan

Infrared Transmitter

Penguat Sinyal

Infrared Receiver

Keypad 4x3

LCD 16X2

Tripod Turnstyle Solenoid LED Indikator

Gambar 1. Diagram Blok Sistem.

Perancangan Perangkat Keras

Perancangan perangkat keras terdiri dari beberapa rangkaian komponen utama pada sistem.

Mikrokontroler Mikrokontroler berfungsi

untuk mengolah data input dan data output pada sistem. Data input berupa data tinggi badan dari sensor ultrasonik PING, data berat badan dari timbangan yang berisi sensor strain gage, data jumlah pengunjung dari infrared transmitter dan infra red receiver, data set point yang di input melalui keypad. Data output berupa hasil pengukuran tinggi dan berat badan, informasi jumlah pengunjung yang telah masuk, kontrol on/off LED dan kontrol on/off pada solenoid. Rangkaian mikrokontroler ditunjukan pada gambar 2.

Gambar 2. Rangkaian Sistem Mikrokontroler.

Sensor Tinggi Badan memuat sensor

ultrasonik PING yang berfungsi untuk mengukur tinggi badan, selanjutnya data dari sensor ultrasonik PING akan diolah oleh

(11)

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN TINGGI DAN BERAT BADAN UNTUK WAHANA PERMAINAN

3 Gambar 3. Bentuk Sensor Ultrasonik PING.

Sensor Berat Badan memuat timbangan

badan yang memiliki 4 buah sensor strain gage yang dihubungkan dengan komponen penguat tegangan IC AD620AN. Output sensor dan penguat tegangan berupa data analog yang akan diubah kedalam digital menggunakan ADC mikrokontroler. Kemudian data ADC tersebut akan diproses oleh mikrokontroler untuk menjadi sebuah nilai berat badan. Rangkaian timbangan dan penguat sinyal ditunjukan pada gambar 4.

Gambar 4.Rangkaian Timbangan dan Penguat Tegangan AD620AN.

Sensor Menghitung Orang Masuk memuat

infrared transmitter dan infrared receiver. Infrared receiver akan mengeluarkan logika high atau tegangan output ± 5 V jika sensor ini menerima pancaran cahaya infrared dari infrared transmitter. Sedangkan infrared receiver akan mengeluarkan logika low atau tegangan output ± 0 V jika tidak menerima cahaya infrared dari infrared transmitter.

Kondisi output low dari infrared receiver menjadi input bagi mikrokontroler untuk mendeteksi dan menghitung jumlah pengunjung. Rangkaian infrared transmitter dan infrared receiver ditunjukan pada gambar 5.

(A)

(B)

Gambar 5. (A) Infrared Transmitter (B) Infrared Receiver.

(12)

� � �� ,�� ����� � �

4 Gambar 6. Rangkaian solenoid.

Set Point memuat keypad 4x3 yang berfungsi

untuk melakukan set point batas minimal dan

maksimal tinggi dan badan serta set point jumlah maksimal orang yang dapat mamasuki wahana permainan.

Media Tampilan memuat LCD 16x2 yang berfungi untuk menampilkan hasil pengukuran tinggi dan berat badan, kelayakan tinggi dan berat badan seorang pengunjung, serta hasil perhitungan jumlah orang yang telah masuk. Perancangan Perangkat Lunak

Perancangan perangkat lunak akan menjelaskan mengenai gambaran dari algoritma berdasarkan sistem yang akan dibuat Adapun algoritma sistem diperlihatkan dalam flowchart pada gambar 7.

Mulai No 1 2 4 3 5 6 7 8 9 12 13 14 15 16 17 Yes Set point tinggi badan maksimal Set point tinggi badan minimal Set point berat badan maksimal Set point berat badan minimal Set point jumlah maksimum orang masuk No Yes Yes No

Cek apakah ada data berat yang masuk?

11 No Yes 18 20 19 No Yes

Tampilkan hasil set point pada LCD

Tampilkan pada LCD

“Tidak Boleh Masuk” Tampilkan pada LCD “Boleh Masuk”

Ambil data berat badan

Ambil data tinggi badan

Tampilkan pada LCD hasil pengukuran tinggi

dan berat badan jumlah orang masuk = 0

Inisialisasi awal program

Posisi solenoid mengunci pintu masuk

Berat & tinggi sesuai set point batas tinggi dan

berat badan? Tombol * keypad

ditekan untuk input set point ? A A A A B 10 A

Tampilkan hasil set point pada LCD

21 Tombol # keypad ditekan melihat hasil

set point ? Tombol 0 ditekan

umtuk kosongkan jumlah orang?

Jumlah orang masuk = jumlah maksimum

orang masuk?

A

22 Yes

No

(13)

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN TINGGI DAN BERAT BADAN UNTUK WAHANA PERMAINAN 5 Selesai B Aktifkan solenoid membuka kunci pintu

masuk

Cek apakah sensor mendeteksi orang

masuk?

Nyalakan LED selama 3 detik

A 23 24 26 25 Yes No

Aktifkan solenoid untuk mengunci pintu masuk

Variabel jumlah orang tambah 1

27

28

Gambar 7. (Lanjutan) Flowchart Algoritma Mikrokontroler.

3. HASIL PENGUJIAN

Pengujian dan analisa dibagi menjadi dua bagian yaitu pengujian sistem secara mandiridan pengujian sistem secara keseluruhan.

Pengujian Sistem Secara Mandiri

Pada pengujian sensor ultrasonik PING dilakukan akuisisi pengukuran tinggi badan yang dihasilkan sensor ultrasonik PING dengan pengukuran tinggi badan secara manual menggunakan sebuah meteran. Hasil pengujian ditunjukan pada tabel 1.

Tabel 1.Hasil Pengujian Pungukuran Tinggi Badan.

Nama Jarak Waktu (tIN) Pengukuran secara manual Pengukuran menggunakan sensor ultrasonik Keterangan

Aldi K. 24 cm 1392 uS 176 cm 176 cm Sesuai

Rudi S. 23 cm 1334 uS 177 cm 177 cm Sesuai

Dewi H. 37 cm 2146 uS 163 cm 163 cm Sesuai

Desi A. 34 cm 1972 uS 166 cm 166 cm Sesuai

Anggi G. 41 cm 2378 uS 159 cm 159 cm Sesuai

Reza A. 46 cm 2668 uS 154 cm 154 cm Sesuai

Adi F. 49 cm 2842 uS 151 cm 151 cm Sesuai

Wafik A. 57 cm 3306 uS 143 cm 143 cm Sesuai

Data pada tabel 4.1 menunjukan bahwa pengukuran tinggi badan yang dihasilkan oleh sensor ultrasonik PING telah telah menghasilkan nilai tinggi badan yang sama dengan hasil pengukuran tinggi badan secara manual

(14)

� � �� ,�� ����� � �

6

Tabel 2.Hasil Pengujian Pengukuran Berat Badan.

Nama

Timbangan mekanik

(X)

Strain gage Rataan

(Y) Error (%)

Y1 Y2 Y3

Aldi K. 74 kg 72 kg 71 kg 73 kg 72 kg 2.70 % Rudi S. 75 kg 75 kg 75 kg 74 kg 74.6 kg 0.53 %

Dewi H. 65 kg 65 kg 63 kg 62 kg 63.6 kg 2.15 % Desi A. 45 kg 45 kg 45 kg 44 kg 44.6 kg 0.88 %

Anggi G. 50 kg 53 kg 49 kg 47 kg 49.6 kg 0.80 % Reza A. 44 kg 44 kg 44 kg 43 kg 43.6 kg 0,90 %

Adi F. 36 kg 37 kg 34 kg 34 kg 35 kg 2,77 % Wafik A. 34 kg 33 kg 35 kg 35 kg 34.3 kg 0,88 % Faliq A. 41 kg 42 kg 43 kg 41 kg 42 kg 2,43 %

Sulhan R. 80 kg 79 kg 79 kg 78 kg 78.6 kg 1.66 % Keterangan: Y1 = perngujian ke-1, Y2 = pengujian ke-2, Y3 = pengujian ke-3.

Berdasarkan data yang terdapat pada tabel 2 didapatkan hasil bahwa pengukuran berat badan yang dihasilkan strain gage dan mikrokontroler memiliki tingkat persentase error 0.53 % - 2.77 %. Sedangkan selisih perbedaan antara hasil pengukuran menggunakan strain gage dan mikrokontroler dengan timbangan mekanik mencapai 0 kg - 3 kg.

Pengujian infrared transmitter dan infrared receiver dilakukan dengan menghitung output tegangan dari infrared receiver ketika infrared receiver menerima pancaran cahaya infrared dan tidak menerima pancaran cahaya infrared. Mikrokontroler kemudian akan memberikan respon dengan melakukan kontrol on/off pada LED indikator.LED indikator yang hidup menandakan bahwa infrared receiver dan mikrokontroler telah mendeteksi orang yang masuk. Hasil pengujian terdapat pada tabel 3

Tabel 3.Pengujian Infrared Receiver.

infrared receiver

Output infrared

receiver LED

Menerima

cahaya infrared 4.99 V (high) Padam

Tidak menerima

cahayainfrared 0.32 mV (low) Hidup

Pengujian Solenoid dilakukan dengan mengukur output tegangan PD4 pada mikrokontroler yang dijadikan input tegangan 5 V pada relay untuk dapat memicu tegangan 12 V untuk solenoid.

Hasil pengujian

diperlihatkan pada tabel 4.

Tabel 4. Pengujian Solenoid.

Output (PD.4) Output relay

Kondisi solenoid 0.09 V (low) 0 V Mengunci

4.95 V (high) 11.89 V Membuka

(15)

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN TINGGI DAN BERAT BADAN UNTUK WAHANA PERMAINAN

7

Tabel 5.Pengujian Sistem Dalam Menentukan Kelayakan Tinggi dan Berat Badan.

Set Point

Nama Tinggi Berat Status Kondisi kunci T max T min B max B min 180 cm 100 cm 80 kg 50 kg

Aldi K. 176 cm 72 kg Y Buka

Rudi S. 177 cm 75 kg Y Buka

Desi A. 166 cm 45 kg N Buka

Reza A. 154 cm 44 kg N Kunci

Adi F. 151 cm 37 kg N Kunci

200 cm 120 cm 75 kg 45 kg

Aldi K. 176 cm 71 kg Y Buka

Rudi S. 177 cm 75 kg Y Buka

Desi A. 166 cm 45 kg Y Buka

Reza A. 154 cm 44 kg N Kunci

Adi F. 151 cm 34 kg N Kunci

165 cm 140 cm 100 kg 30 kg

Aldi K. 176 cm 73 kg N Kunci

Rudi S. 177 cm 74 kg N Buka

Desi A. 166 cm 44 kg N Kunci

Reza A. 154 cm 43 kg Y Buka

Adi F. 151 cm 34 kg Y Buka

Keterangan: T = tinggi badan, B = berat badan, Y = boleh masuk, N= tidak boleh masuk.

Dari data pada tabel 5sistemtelah berhasil dalam menentukan kelayakan tinggi dan berat badan seseorang untuk dapat memasuki wahana permainan atau tidak dapat memasuki wahana pemainan.

Pengujian yang selanjutnya adalah menguji sistem dalam menghitung jumlah orang masuk ke wahana permainan yang kemudian jumlah orang yang telah masuk akan dibandingkan dengan set point jumlah maksimal orang yang dapat memasuki wahana permainan. Sistem akan bekerja menghitung orang yang masuk jika tinggi dan berat badan seseorang telah memenuhi syarat, serta jika pancaran sinar infrared dari infraredtransmitterkeinfrared receiver terhalangi oleh orang tersebut. Jika kondisi jumlah orang yang telah masuk sama dengan jumlah set point jumlah maksimal orang maka LCD akan menampilkan bahwa jumlah orang telah masuk sudah penuh. Jika dilakukan penekanan

angka „0‟ pada keypad, maka nilai jumlah

(16)

� � �� ,�� ����� � �

8

Tabel 6 Hasil Pengujian Sistem Dalam Menghitung Jumlah Orang Yang Masuk.

Set point J. Max Orang masuk ke- Kondisi infrared Jumlah orang masuk pada LCD Penekanan tombol '0' Jumlah orang masuk pada LCD'

3 1 Terhalang 1 Tidak 1

2 Terhalang 2 Tidak 2

3 Terhalang Penuh Ya 0

4 1 Terhalang 1 Tidak 1

2 Terhalang 2 Tidak 2

3 Terhalang 3 Tidak 3

4 Terhalang Penuh Ya 0

5

1 Terhalang 1 Tidak 1

2 Terhalang 2 Tidak 2

3 Terhalang 3 Tidak 3

4 Terhalang 4 Tidak 4

5 Terhalang Penuh Ya 0

Keterangan: J = jumlah.

Dari data pada tabel 6 menunjukan bahwa sistem telah berhasil dalam menghitung jumlah orang yang telah masuk.Sistem juga telah berhasil dalam menentukan kondisi jumlah orang yang sudah masuk dalam keadaan penuh atau belum penuh.Begitupun ketika dilakukan uji coba penekanan tombol '0' pada keypad, nilai jumlah orang yang masuk telah bernilai nol kembali.

4. SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Pengukuran tinggi badan yang dihasilkan sensor ultrasonik dan mikrokontoler telah menghasilkan nilai tinggi badan yang sesuai dengan tinggi badan yang sebenarnya.

2. Hasil pengukuran berat badan masih menghasilkan persentase error 0.53 % - 2.77 %. Sedangkan selisih kesalahan pengukuran berat badan antara mikrokontroler dengan timbangan badan mencapai 0 kg - 3 Kg.

3. Sistemtelah berhasil dalam menentukan kelayakan tinggi dan berat badan seseorang untuk dapat memasuki wahana

permainan atau tidak dapat memasuki wahana permainan.

4. Sistem telah berhasil untukmendeteksi dan menghitung jumlah orang yang telah masuk.

5. Penggunaan serta desain pintu masuk yang telah dirancang hanya sebagai bahan persentasi dan tidak dapat digunakan secara real karena pintu hanya berupa prototype.

Saran

1. Untuk mereset variabel jumlah pengunjung perlu dilakukan secara otomatis salah satunya dengan menambahkan variabel set point lama waktu wahana permainan berjalan. 2. Mekanik untuk mengukur tinggi badan

masih manual, diharapkan dapat dikembangkan dengan mekanika yang dapat bekerja secara otomatis.

5. DAFTAR PUSTAKA

(17)

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN TINGGI DAN BERAT BADAN UNTUK WAHANA PERMAINAN

9 [2] Wanti Sofiana, Perancangan Dan

Realisasi Alat Pengukur Berat Dan Tinggi Badan Manusia Dengan Keluaran Suara Berbasis Mikrokontroler AVR

ATmega8535, Tugas Akhir Teknik Komputer, IT TELKOM, Bandung, 2010. [3] Syahrul. Ir., Mikrokontroler AVR

ATmega8535, Informatika, Bandung, 2012.

[4] Digiware, PING Ultrasonik Range Finder, Application Note, Page 1-4, (www.digi-ware.com/file/AN-07m diakses 14 Oktober 2012).

[5] Eko. Ishanto. Ir., Modul 3 Tranduser Resistif, Pusat Pengembangan Bahan Ajar, Universitas Mercu Buana. (Online), (kk.mercubuana.ac.id/files/14035-3-658639443088.doc diakses 14 Oktober 2012) .

[6] Setiawan Afrie, Mikrokontroler

Gambar

Gambar 1. Diagram Blok Sistem.
Gambar 3. Bentuk Sensor Ultrasonik PING.
Gambar 7. Flowchart Algoritma Mikrokontroler.
Gambar 7. (Lanjutan) Flowchart Algoritma Mikrokontroler.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa alat pengukur tinggi dan berat badan ideal ini lebih presisi dari alat ukut analog yaitu meteran dan

Alat ukur tinggi dan berat badan manusia secara digital berbasis mikrokontroller AT89S51 ultrasonik (sensor jarak) dan flexiforce (sensor tekanan) adalah suatu alat yang

Tindakan Utama Setelah siswa/orang tua siswa berhasil login kemudian siswa masuk kehalaman utama lalu pilih menu lihat absensi untuk melihat tampilan absensi kehadiran

masyarakat suatu alat penghitung jumlah orang dalam suatu ruangan sangat dibutuhkan,.. untuk menghitung jumlah orang yang menghadiri suatu rapat atau

Hasil pengamatan atau de.teksi estrus secara visual atau pengujian menggunakan pejantan pengusik yang didapat dari penelitian ini kemudian dibandingkan dengan hasil

Pada penelitian ini metode Class Based Storage dimulai dengan pengelompokkan bahan baku, menghitung frekuensi perpindahan jumlah material yang masuk, menghitung jumlah

Kolom jumlah (ton) menunjukkan jumlah produksi per ton dikonversi menjadi per gram (1 ton = 1.000.000 gram) kemudian digunakan untuk menghitung Z (RKN).. Namun karena kebanyakan

menggunakan visual basic untuk menghitung temperatur pemanasan dan memberi masukan setpoint ke kontroler, kemudian kontroler yang menghasilkan sinyal penyulutan