• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUS PERJUDIAN PADA SAAT PEMILIHAN KEPALA DESA (Studi Di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MODUS PERJUDIAN PADA SAAT PEMILIHAN KEPALA DESA (Studi Di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang)"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada hakekatnya perjudian merupakan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, moral, kesusilaan maupun hukum, serta membahayakan bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Meskipun demikian, berbagai macam dan bentuk perjudian dewasa ini sudah demikian merebak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik yang bersifat terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.Dalam perspektif hukum, perjudian merupakan salah satu tindak pidana (delict) yang meresahkan masyarakat1.

Sehubungan dengan itu, dalam Pasal 1 UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dinyatakan bahwa semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan2. Dalam perspektif hukum, perjudian merupakan salah satu tindak pidana (delict) yang meresahkan masyarakat. Sehubungan dengan itu, dalam Pasal 1 UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dinyatakan bahwa semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan. Mengingat masalah perjudian sudah menjadi penyakit akut masyarakat, maka perlu upaya yang sungguh-sungguh dan sistematis, tidak hanya dari pemerintah dan aparat penegak hukum saja, tetapi juga dari kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dan bahu membahu menanggulangi dan memberantas semua bentuk perjudian.

Dewasa ini berbagai macam dan bentuk perjudian sudah demikian merebak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik yang bersifat

1

www.skiripsi/perjudian/dalam/perspektifhukum.htm.di akses tanggal 12 Januari 2012. Pukul 13.42

2

(2)

terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.Bahkan sebagian masyarakat sudah cenderung tidak peduli bahkan memandang perjudian sebagai sesuatu hal wajar yang tidak perlu dipermasalahkan.Sehingga, yang terjadi di berbagai tempat sekarang ini banyak dibuka agen-agen judi. Perjudian dipakai untuk menyedot dana masyarakat dalam jumlah yang cukup besar. Dilain timbulnya pandangan bahwa ada kesan aparat penegak hukum kurang begitu serius dalam menangani masalah perjudian ini.Bahkan yang lebih memprihatinkan, beberapa jenis dan tempat perjudian disinyalir dilindungi dan melibatkan oknum aparat keamanan.

Pada hakekatnya, perjudian adalah perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, moral, kesusilaan maupun hukum, serta membahayakan bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Perjudian juga bisa menimbulka kerugian kepada phak yang melakukannya, meski memang kadang memberikan keuntungan.Tetapi keuntungan yang didapatkan atas suatu perjudian tidak bisa dijadikan alasan pembenar.Atas fakta tersebut perjudian masih saja dilakukan dan dianggap lumrah oleh masyarakat.Ditinjau dari kepentingan nasional, penyelenggaraan perjudian mempunyai yang negatif dan merugikan terhadap moral dan mental masyarakat, terutama terhadap generasi muda.

(3)

pembahasan atas perjudian dari sisi Kriminologi. Serta tujuan lain untuk mengetahui latar belakang atas eksistensi perjudian juga cara menghindarkan dari negatif yang lebih parah untuk menghentikan eksistensi dari perjudian melalui Kriminologi.

Mengingat masalah perjudian sudah menjadi penyakit akut masyarakat, maka perlu upaya yang sungguh-sungguh dan sistematis, tidak hanya dari pemerintah dan aparat penegak hukum saja, tetapi juga dari kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dan bahu membahu menanggulangi dan memberantas semua bentuk perjudian.Dewasa ini, berbagai macam dan bentuk perjudian sudah demikian merebak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik yang bersifat terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.

Bahkan sebagian masyarakat sudah cenderung permissif dan seolah-olah memandang perjudian sebagai sesuatu hal wajar, sehingga tidak perlu lagi dipermasalahkan.Sementara itu di sisi lain, memang ada kesan aparat penegak hukum kurang begitu serius dalam menangani masalah perjudian ini.Bahkan yang lebih memprihatinkan, beberapa tempat perjudian disinyalir mempunyai becking dari oknum aparat keamanan.

(4)

Perjudian merupakan salah satu penyakit masyarakat yang menunggal dengan kejahatan, yang dalam proses sejarah dari generasi kegenerasi ternyata tidak mudah diberantas. Oleh karena itu perlu diupayakan agar masyarakat menjauhi melakukan perjudian, perjudian terbatas pada lingkungan sekecil-kecilnya dan terhindarnya ekses-ekses negatif yang lebih parah untuk akhirnya dapat berhenti melakukan perjudian.

Pasal 303 KUHP . Pasal 2 UU No. 7 Tahun 1974 menyebutkan:

1. Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barangsiapa tanpa mendapat ijin: a. Dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk

permainan judi dan menjadikannya sebagai mata pencaharian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu.

b. Dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata cara.

c. Menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencaharian.

2. Kalau yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencahariannya, maka dapat dicabut haknya untuk menjalankan pencaharian itu3. Meskipun masalah perjudian sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan, tetapi baik dalam KUHP maupun UU No. 7 tahun 1974 ternyata masih mengandung beberapa kelemahan. Adapun beberapa kelemahannya adalah:

3

(5)

a. Perundang-undangan hanya mengatur perjudian yang dijadikan mata pencaharian, sehingga kalau seseorang melakukan perjudian yang bukan sebagai mata pencaharian maka dapat dijadikan celah hukum yang memungkinkan perjudian tidak dikenakan hukumanpidana

b. Perundang-undangan hanya mengatur tentang batas maksimal hukuman, tetapi tidak mengatur tentang batas minimal hukuman, sehingga dalam praktek peradilan, majelis hakim seringkali dalam putusannya sangat ringan hanya beberapa bulan saja atau malah dibebaskan

c. Pasal 303 bis ayat (1) angka 2, hanya dikenakan terhadap perjudian yang bersifat ilegal, sedangkan perjudian yang legal atau ada izin penguasa sebagai pengecualian sehingga tidak dapat dikenakan pidana terhadap pelakunya.

Dalam pemilihan kepala desa hannya terjadi 5 (lima) tahun sekali dan para pemain atau penjudi pada saat pemilihan Kepala Desa di Desa Gunung Rancak Kabupaten Sampang Madura, bukan hannya orang setempat yang ikut andil dalam perjudian pada saat pemilihan Kepala Desa, tapi juga ada yang dari luar wilayah Desa tersebut dan juga bahkan dari pulau jawa, dalam perjudian pada saat pemilihanKepala Desa beda dengan judi pada umumnya, mereka menggunakan penghitungan perolehan suara yang mereka taruhi, denang mengunakan hak suara yg mereka taruhi, dengan cara duwek amosso sittung(dua jadikansatu)dandengan cara tellok epasittung(tiga jadikan satu) dan menggunakan

(6)
(7)

polisi hannyalah calonya saja itupun sangat jarang sekali tertangkap oleh pihak kepolisian.

Masyarakat juga susah untuk memberikan informasi tentang para penjudi ini, selagi masayarakat disibukkan dengan pemilihan Kepala Desa juga para penjudi ini hannya duduk santai seperti masyarakat lainnya, jadi masyarakat sulit untuk membedakan mana yang berjudi dan mana yang tidak berjudi .dan orang berjudi kepala desa ini bukan orang orang biasa mereka semuanya tokoh atau pengusaha yang kaya raya bukan orang biasa, sebab kalau orang biasa main kepala desa ini tidak munkin karena mereka tidak memilik uang banyak sebab taruhan yang mereka pasang dari sepuluh juta keatas sampai 1M(satu miliar)dalam perjudian pada saat pemilihan Kepala Desa ini harus mempunyai banyak teman pereman (bejingan) dan juga anak buah, karna para pemain ini untuk memulai permainanya harus mendapatkan informasi dari para pereman(bejingan) setempat karena dalam perjudian pada saat pemilihan Kepala Desa diDesa Gunung Rancak Kabupaten Sampang Madura. semacam ada sekanario, sebab yang paling banyak peremannya(bejingan) yang megang dari salah satu pencalon maka 90% pasti jadi.

(8)

masyarakatnya mencoblos orang yang pereman ( bejingan) dukung jika dari salah satu calon ini tidak ada peremannya(bejingan) yang mendukung maka dapat dipastikan akan kalah.

Disini para penjudi dari luar Desa atau luar Maduramendatangi para pereman (bejingan) tersebut untuk mendapatkan informasi, lalu para penjudi bermain. karena disini sudah dipastikan siapa yang dapat suara sedikit dan juga yang dapat suara banyak.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana modus perjudian pada saat pemilhan Kepala Desa di Desa Gunung RancakKec. Robatal Kab. Sampang Madura?

2. Bagaimana strategi polisi dalam memberantas perjudian pada saat pemilihanKepala Desa Gunung Rancak Kec.Robatal Kab. Sampang Madura?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti menfokuskan penelitian ini antara lainsebagai berikut:

1. Untuk mendiskiripsikanmodus perjudian pada saat pemilihan kepala desa di desa gunung rancakkecamatan robatal kabupaten sampang.

(9)

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

a. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran, bagi perkembangan ilmu pengetahuan hukum pada umumnya dan khususnya pada aparat di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang

b. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dibidang karya ilmiah serta bahan masukan bagi penelitian sejenis di masa yang akan datang.

2. Manfaat Praktis

a. Untuk memberikan wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat luas mengenai perjudian pada saat Pemilihan Kepala Desa di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang

b. Untuk meningkatkan penalaran dan membentuk pola pikir dinamis serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh Penulis selama studi di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Manfaat bagi peneliti

(10)

untuk penyusunan tugas akhir penulis dalam menyelesaikan study S1 di fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Malang.

E. Metodelogi Penelitian

Adapun Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan masalah.

Di dalam hukum terdapat beberapa macam pendekatan adapun dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan yang meliputi 2 (dua) macam pendekatan yuridis sosiologis yaitu meneliti tentang modus perjudian pada saat pemilihan Kepala Desa di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang dengan menganalisa menurut hukum pidana yang berlaku di Indonesia yang terdapat dalam KUHP pasal 303 bis. (1) diancam dengan kurungan paling lama empat tahun atau denda paling banyak sepuluh juta rupiah.

Fakta-fakta tersebut berupa orang, tempat, waktu, dan segala yang menyertainya asalkan tidak terbukti sebaliknya. Perlunya fakta tersebut diperhatikan karena baik pelaku maaupun para pihak mencari aturan hukum yang tepat untuk dapat diterapkan kepada fakta tersebut.4Kasus diperoleh langsung dari penelitian langsung ke lokasi penelitian di Desa Gunung Rancak Kec. RobatalKab. Sampang

2. Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan terhadap pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang.

4

(11)

3. Sumber data. a) Data Primer

Data primer dalam penelitian terkait dengan modus perjudian pada saat pemilihan kepala desa di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang dikaitkan dengan pasal 303 KUHP.

b) Data Skunder

Dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai buku-buku literatur, koran, majalah, perundang-undangan hukum pidana (KUHP) dan catatan-catatan yang relevan.

4. Pengumpulan dan pengolahan data.

Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara: a) Wawancara

Yang diwawancarai dalam penelitian ini  Polisi

 Tokoh Masyarakat

 Panitia Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (P2KD)  Perangkat Desa

b) Pengamatan

Pengamatan dengan menggunakan dokumentasi berupa foto-foto yaitu:  Hasil surat suara.

 Pelaksanaan pemilihan c) Studi Lapangan

(12)

 Saat para penjudi melakukan transaksi dengan kedua belah pihak. 5. Analisa Data

Adapun analisis data yang saya lakukan adalah menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan secara lengkap kualitas dan karateristik dari data-data yang sudah terkumpul dan sudah dilakukan pengolahan, kemudian dibuat kesimpulan.5 Yaitu data-data yang terkait dengan modus perjudian dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang.

F. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari 4 (empat) bab yang tersusun secara berurutan, dengan tujuan agar menghasilkan suatu pembahasan yang sistematis.Mulai Bab I sampai dengan Bab IV, secara garis besar diuraikan sebagia berikut :

1. Bab I: Pendahuluan

Dalam bab ini akan diuraikan tentang latar belakang yakni memuat alasan yang menjadi pentingnya dilakukan suatu penelitian berdasarkan permasalahan yang ada. Rumusan masalah, yakni meliputi pertanyaan yang spesifik terhadap permasalahn yang akan diteliti serta merupakan dasar penilihan judul penulisan tugas akhir. Tujuan penulisan memuat pernyataan singkat tentang apa yang akan dicapai oleh peneliti. Manfaat penulisan, merupakan uaraian mengenai kegunaan secara praktis dan teoritis.Metode penulisan yang menguraikan tentang metode pendekatan yang digunakan

5

(13)

dalam penulisan jenis data hukum yang digunakan, tekhnik pengumpulan data hukum dan tekhnik menganalisis hasil penelitian.

2. Bab II: Tinjauan Pustaka

Merupakan bab yang dimana dalam bagian ini peneliti menyajikan teori-teori maupun kaidah-kaidah yang bersumber dari peraturan perundang-undangan maupun literature-literartur yang akan dipakai untuk mendukung analisis yang akan diberlakukan pada penelitian ini. Teori-teori yang dipergunakan antara lain berkaitan dengan Perjudian yang terjadi di kota Sampang Madura..

3. Bab III: Hasil Penelitian dan Pembahasan

Dalam bab ini, berisi mengenai uraian pembahasan permasalahan yang diangkat peniliti serta dianalisis secara deskriptif kualitatif yang berkaitan dengan permasalah tersebut. Adapun gambaran analisis penulisan lebih difokoskan pada Tindak Perjudian yang semakin lama semakin marak yang terjadi di kabupaten Sampang Madura.

4. Bab IV: Penutup

(14)

(Studi Di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang)

PENULISAN HUKUM

Oleh:

Bambang ari purwanto

07400163

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(15)

PENULISAN HUKUM

MODUS PERJUDIAN PADA SAAT PEMILIHAN KEPALA

DESA

(Studi Di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang)

Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar keserjanaan dalam bidang ilmu hukum

Oleh:

Bambang ari purwanto

07400163

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(16)
(17)
(18)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji syukur alhamdulilahi robbil al-amien penulis hanturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan yang tidak ada henti-hentinya dari zaman ke zaman. Tidak lain ini semua berkat hidayah dan inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “Modus Perjudian Pada Saat Pemilihan Kepala Desa (Studi Di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang). Dengan ini penulis menyadari bahwa karena Dia-lah semua ini dapat terlaksana dengan sempurna.

Tak lupa shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan junjungan

kepada Nabiullah Muhammad SAW, beserta keluarga, yang senantiasa

memberikan perjuangan untuk menegakkan Islam dimuka bumi ini.

Dengan selesainya penulisan Tugas Akhir ini, perkenankanlah penulis menyampaikan rangkaian terimakasih yang sedalam-dalamnya dan dengan ketulusan hati kepada orang-orang yang telah berjasa dan senatiasa memberikan bimbingan dan ilmu pengetahuan selama penulis menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang, diantaranya yakni:

1. Bapak H. Mawardi dan Ibunda Hj. Sinarti tercinta serta keluarga besar yang berada di Kota MADURA, yang tidak ada henti-hentinya memberikan Do’a dan pembiayaan yang cukup besar selama punulis bersekolah.

(19)

3. Bapak Sidik Sunaryo, SH, M.Si selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang beserta jajaran Pembantu Dekan atas segala pengabdiannya selama penulis menjadi mahasiswa.

4. Kepada Ibu Cekli Setya Pratiwi, SH, LLM selaku Dosen Wali yang tanpa mengenal lelah memberikan pengawalan dan nasehat kepada penulis mulai dari awal perkuliahan sehingga penulis dapat mengakhiri perkuliahan di Fakultas Hukum.

5. Kepada yang terhormat, Bapak Haris Thofly, SH, M.Hum dan Bapak Bayu Dwiwiddy Jatmiko SH. M.Hum selaku pembimbing I dan II, yang penuh kesabaran memberikan waktu dan tenaga dalam membimbing penulis, hingga terselesaikannya Tugas Akhir ini. Semoga Allah dapat memberikan balasan yang setimpal kepada beliau. Amin.

6. Segenap Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, jasa dan pengabdian beliau-beliau, tidak terlupakan dibenak penulis sampai dengan akhir hayat penulis.

7. Semua teman-teman angkatan 2007 dan semua teme-temen yang berada di Malang yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu di mana mereka telah banyak memberikan bantuan dalam penyusunan skripsi ini.

Semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua.

(20)

bermanfaat bagi semua pihak pada umumnya, dan rekan-rekan di fakultas hukum khusunya.

Billahittaufiq wal Hidayah,

Wassalamu’allaikum Wr.Wb

Malang, 13 November 2012 Penulis

(21)

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Cover/Sampul Dalam………...i

Lembar Pengesahan………...ii

Surat Pernyataan Penulisan Hukum Bukan Hasil Plagiat………...iii

Lembar Persembahan………...iv

1. Modus perjudian pada saat pemilhan Kepala Desa di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang Madura...8

2. Strategi polisi dalam memberantas perjudian pada saat pemilihan Kepala Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang Madura...8

C. Tujuan Penelitian………....8

D. Manfaat Penelitian………...9

E. Metode Penelitian………10

F. Sistematika Penulisan………..12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjuan Teoritis Mengenai Tindak Pidana………...14

1. Macam-Macam Tindak Pidana………....14

B. Tinjauan Umum Tentang Modus Operandi...16

C. Tinjauan Teoritis Dan Yuridis Mengenai Perjudian………...18

1. Unsur-Unsur Tindak Pidana Perjudian………....22

2. Macam-Macam Perjudian………...23

3. Tinjuan teoritis mengenai faktor-faktor penyebab perjudian...25

a. Faktor Sosial & Ekonomi………...26

b. Faktor Situasional ………...26

c. Faktor Belajar...27

d. Faktor Persepsi tentang Probabilitas Kemenangan...27

(22)

D. Teori Upaya Penanggulangan Kejahatan Perjudian...32

1. Preventif...33

2. Represif...34

3. Reformatif...34

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN A.Gambaran Lokasi Penelitian………...……...…...36

1. Gambaran Desa Gunung Rancak Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang…………...………....….36

a. Geografis desa gunung rancak...36

b. Demografi...37

c. Susunan Organisasi...37

d. Tugas dan Fungsinya...37

2. Gambaran Kepolisian sektor Robatal, Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang.………...40

a. Sarana dan Prasarana...40

b. Susunan Organisasi...41

c. Jajaran Polsek Robatal...42

B. Pembahasan a. Modus perjudian pada saat pemilhan Kepala Desa di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang Madura...47

1. Posisi Kasus...47

2. Modus Perjudian pada saat pemilhan Kepala Desa di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang Madura...49

(23)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Nama-nama Aparatur Pemerintahan Desa ... 41

Tabel 2. Inventaris Polsek Robatal ... 44

Tabel 3. Nama-nama Aparatur Kepolisian sektor Robatal ... 46

Tabel 4. Bentuk-bentuk Perjudian ... 49

Tabel 5. Strategi perjudian dan Pelaku ... 55

Tabel 6. Nama-nama Informan ... 63

(24)

DAFTAR BAGAN

(25)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Tiga Calon Kandidat Kepala Desa ... 75

Gambar Pemerintah Dan Aparat Keamanan ... 75

Gambar Hak Orang Yang Menggunakan Hak Suara ... 76

Gambar Undangan Dari Pemilik Suara Di Cocokkan Dengan DPT... 76

Gambar Antusias Pemilihan Kepala Desa Dengan Tiga Calon Kandidat ... 77

Gambar Struktur Organisasi Polsek Robatal ... 77

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Ketua P2KD ... 78

Gambar Wawancara Dengan Sekdes ... 78

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Pengecek Lapangan ... 79

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Tokoh Masyarakat ... 79

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Pengecek Jalan Dan Pengecak Kamar ... 80

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Salah Satu Penjudi Yang Berada di Desa Sokobanah Kec. Sokobanah Kab. Sampang ... 80

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Salah Satu Penjudi Desa gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang ... 81

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Para Penjudi Yang Berada di Desa Bunten Timur Kec. Ketapang Kab. Sampang ... 81

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Penjudi Yang Berada di Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang ... 82

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Ketua BPD ... 82

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Kepada Para Calo ... 83

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Dengan Masyarakat Sekaligus Tokoh Pemuda ... 83

Gambar Peneliti Melakukan Wawancara Pada Pihak Kepolisian... 84

Gambar Pemilihan Kepala Desa Dengan Dua Calon Kandidat ... 84

Gambar Setelah Melakukan Pencoblosan ... 85

Gambar Para Pemilik Suara Sedang Antri ... 85

Gambar Para Pemilik Suara Sedang Memasukkan Surat Suaranya Kedalam Kotak Suara ... 86

Gambar antusias para pemilik suara untuk menhadiri pemilihan di desa gunung rancak kec. Robatal Ka. Sampang... 86

Gambar Peneliti Sedang Melakukan Observasi Di Tempat Pemilihan Kepala Desa Gunung Rancak Kec. Robatal Kab. Sampang ... 87

Gambar Para Penjudi Sedang Menunggu Hasil Perolehan Suara Sambil Makan-Makan di Warung ... 87

Gambar Sebelum Penghitungan Suara Dimulai P2KD Berkordinasi Dengan Para Saksi ... 88

Gambar P2KD Sedang Memeriksa Surat Suara Sebelum Perhitungan di Mulai 88 Gambar Papan Perhitungan Dari Semua Calon ... 89

(26)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kartu Kendali Bimbingan Tugas Akhir... 91

Lampiran 2. Surat Tugas penulisan Hukum... 92

Lampiran 3. Keterangan Penitian Pemilihan di Desa Gunung Rancak ... 93

(27)

DAFTAR PUSTAKA

LITERATUR

Abdulsyani, SosiologiKriminalitas, RemadjaKarya, Bandung, 1987. Alumni Ahaem-Petehaem,1986.

ArifGosita, MasalahKorbanKejahatan, AkademikaPressindo, Jakarta, 1993 BinaAksara, Jakarta, 1987

C.S.T.Kansildan Christine S.T.Kansil, Pokok-PokokHukumPidana, cetakan ke-1, C.S.T Kansil, PengantarIlmuHukum Dan Tata Hukum Indonesia, BalaiPustaka,

Jakarta 1986, Cetakanketujuh.

ChawasiAdami, PelajaranHukumPidana I, Raja GrafindoPersada, Jakarta, 2006. DepartemenPendidikandanKebudayaan, KamusBesarBahasa Indonesia,

BalaiPustaka, Jakarta, 1989.

Karton,kartini..patologisosial.Rajagrafindo press.jakrata.2003.

Moh. Kemal Dermawan, StrategiPencegahanKejahatan, Citra AdityaBakti, Bandung, 1994

Moeljatno,Azas-AzasHukumPidana, BinaAksara, Jakarta,1998.

M. Sholehuddin, TindakPidanaPerbankan, PT. Raja GrafindoPersada, Jakarta, 1997

Mr. N.E. algradan Mr. RR.W.Gokkel,KamusIstilahHukumFockemaAndreae, diterjemahkanolehSalehAdiwinatadkk, BinaCipta, Jakarta, 1983.

NinikWidiyantidanYuliusWaskita,

KejahatanDalamMasyarakatdanPencegahannya, PradnyaParamita, Jakarta, 2004

Poerwadarminta, KamusBesarBahasa Indonesia, EdisiKedua, BalaiPustaka, Jakarta, 1995.

Prof. Moeljatno, S.H. KitabUndang-UndangHukumPidana.

S.R. Siantury, Asas-AsasHukumPidana di Indonesia danPenerapannya, Jakarta Soedjono D, PenanggulanganKejahatan, Alumni, Bandung,

(28)

Soesilo, KitabUndang-UndangHukumPidana (KUHP), Politea, Bogor 1995. YuliantoAgus, PendidikanKewarganegaraankelas 4 semester 1. Surabaya: PT

Al-Maktabah, 2012

PERUNDANG-UNDANGAN

UU RI No. 2 Tahun 2002, tentangKepolisian RI, (Jakarta :NovindoPustakaMandiri, 2002),

Undang-undangnomor 7 tahun1974 tentangPerjudian.

WEBSITE

http://hukum.vedasastra.com/2011/02/tindak-pidana. www.skiripsi/perjudian/dalam/perspektifhukum.htm. http://www.e-psikologi.com/epsi/sosial_detail.asp?id=279. http://www.e-psikologi.com/epsi/sosial.asp?id=278.diakses www.sepedauntuksekolah.cc.cc/2011/01/sosiologi.html,

Gambar

Gambar-gambar......................................................................................................75

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan kekerasan politik yang terjadi pasca Pemilihan Kepala Desa di Desa Komis tersebut mengindikasikan bahwa pemahaman tentang

Penolakan hasil putusan hasil pemilihan kepala desa (pilkades) dengan menggelar aksi protes di kantor Bupati, terdiri dari Warga Halmahera Selatan dari 5 (lima) desa

Kesimpulan penelitian ini disimpulkan bahwa dominasi dan dinamika etnis Melayu dalam pemilihan kepala Desa Kwala Gunung Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara sangat maksimal

(2) BPD berdasarkan laporan hasil pemilihan kepala desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyampaikan calon kepala desa terpilih berdasarkan suara terbanyak kepada

- Apabila bakal calon berjumlah paling sedikit 2 (dua) orang dan paling banyak 5 (lima) orang maka dilanjutkan dengan penetapan dan pengumuman nama calon kepala desa, atau.

(3) Format surat pemberitahuan pemilih untuk memberikan suara pada pemilihan kepala desa, surat mandat saksi dari calon Kepala Desa, berita acara pemungutan suara

Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem quick count pemilihan Kepala Desa dengan menggunakan fasilitas SMS untuk mempercepat proses perhitungan suara dan untuk

Dari tabel 5.8 bahwa tingkat partisipasi politik masyarakat dalam pemberian suara pemilihan kepala desa tahun 2013 di Desa Perdamaian data responden menujukan