• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model pengembangan pembelajaran petani dalam pengelolaan hutan rakyat lestari (Kasus di kabupaten Gunung Kidul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan kabupaten Wonogiri, provinsi Jawa Tengah)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Model pengembangan pembelajaran petani dalam pengelolaan hutan rakyat lestari (Kasus di kabupaten Gunung Kidul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan kabupaten Wonogiri, provinsi Jawa Tengah)"

Copied!
499
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Perbandingan perangkat kelembagaan pembelajaran lama dan baru
Tabel 3. Lima Ragam Kapabilitas Belajar, Kinerja/Unjuk Kerja
Tabel 4. Perbandingan Pendekatan Cetak Biru dan Proses Belajar
Gambar 1.  Kerangka Konseptual Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menyebutkan bahwa jumlah varietas Singkong yang pernah ada dan pernah ditanam oleh petani di Kabupaten Gunung Kidul 47 varietas (26 lokal dari 30

Faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi petani hutan rakyat dapat berasal dari faktor internal, faktor eksternal dan kompetensi petani (Fauzi 2009). Faktor

Strategi peningkatan partisipasi petani sekitar hutan dalam pengelolaan hutan kemiri rakyat adalah: : (1) strategi peningkatan motivasi petani sekitar hutan agar tetap

Strategi peningkatan partisipasi petani sekitar hutan dalam pengelolaan hutan kemiri rakyat adalah: : (1) strategi peningkatan motivasi petani sekitar hutan agar tetap

Persepsi petani tentang kredibilitas penyuluh sebagai sumber informasi mengenai pengelolaan hutan rakyat diduga berhubungan dengan karakteristik petani yang meliputi

Mengkaji dampak sertifikasi terhadap aspek, ekonomi, sosial dan lingkungan dalam pengelolaan hutan rakyat oleh Unit Manajemen Koperasi Wana Manunggal

Keberhasilan tersebut melewati suatu proses belajar, dan juga proses belajar masyarakat tersebut yang pada dasarnya merupakan kegiatan penyuluhan. Keberhasilan masyarakat

Model pengembangan pembelajaran petani pengelola Hutan Rakyat Lestari hasil penelitian ialah peningkatan intensitas belajar petani melalui (1) pengembangan kelembagaan