• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Model Kompetensi Peningkatan Skill Mahasiswa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan Model Kompetensi Peningkatan Skill Mahasiswa"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Seminar Nasional Teknologi lnformasi Komunikasi dan lnddn $NTIKI) 4 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syaif Kasim Riat

Pekanbaru, 3 aktober 2012

ISSN:2Ct:-N

Pengembangan

Model

Kompetensi

Peningkatan

Ski

ll

Mahasiswa

Swanto

Teknik lndustri

-

Fakultas Teknik - Jniversitas Muhammadiyah Surakarta Jt. A. YaniTromol Pos 1 PabelanKartasura 57102 Telp A271717417

Email : [email protected]

Abstraksi

Penelitian

ini

bertujuan

mengembanglan

model kompetensi

mahasiswa.

dala-peningkatan keterampilan

dan

pengetahuan malasiswa. Madel dikembangkan melalui

doir;

langsung) dan empoweing (pemberdayaan) Lan$<.ah pengembangan meliputi: (1) desain moo+ tnstrumen angket, dan va{rdasi terhadap mode{, cengan pengukuran goodness

ot

tit; (2) ulicoc:

untuk mengukur

efe(ifitas

kerja model. Valrdasi

rodel

diambil 4A mahasiswa yang mendapa doing dan ernpowenhg dipi{ih menggunakan teknrksrrnpie random sanrpling. Pengumpulan dar.a

melalui wawaneara

dan

angket.

Data

dianalisis

melalui konsep

SEM (Structural Equatior: Metode yang digunakan dalam ujicoba lapangan adalah eksperimen semu, yaitu kelompok e' dan kelompok kontrol (pretest-posttest control group design). Subjek ujicoba sebanyak

20

-pada program studi teknik infarmatika kelas reguler yang dikenai program kompetensi drseb,: ,

eksperimen dan

2a

mahasiswa pada program sfudi teknik informatika komputer kelas

marur

sebagai kelompok kontrol yang tidak dikenai

proyam

kompetensi. Data dianalisis menggur,a,m untuk mengetahui perbedaan secara signifikan peilaku kelampok eksperimen dan kelompok

kort

Hasil penelitian pengembangan model konpetensi ini dinyatakan valid sesuai nilai Prot

0.0781. Goodness of Fit Model (GFI) A.8265, Adjusted Goodness

of

Fit lndex (AGFI) 0.8760, Cc Fit lndex (CFI) 0.9838,

dan

Root Mean Square Enor of Approximation (RMSEA) 0.0570. Mooa

n

efet<tif karena mampu meningkatkan kompetensi keterampilan mahasiswa. Hasil analisis

i

(CFA) menunjukkan bahwa setiap variabel laten terbul<ti dibentuk oleh manrfest-rnanlifes

sai;

Model

diterapkan memiliki

dampak

kecenderungan positif

dalam

rangka peningkatan

kx

mahasiswa, setelah mendapat perlakuan program kompetensi. Vaiabel laten capaian hasil ks: direfleksikan oleh manifes:

(1)

siap

kerja, (2)

nandii

berwirausaha,

(3)

keterampilan maras,m, kompetensi lulusan, (5) indeks prestasi, (6) mental kreatif dan inovatif .

Kata kunci : kom peten si, ketera m pilan, mah asiswa

PENDAHULUAN

Kemajuan industri dan teknologi selalu diwarnai dengan change (perubahan),

cor:rr

(persaingan), complexity (kompleksitas) suatu rnasalah yang menuntut lulusan perguruan

:nlgl

cepat berbenah

agar

lulusan mampu berdaya saing

[14].

Untuk menghasilkan lulusan

be':p'r

tersebut dibutuhkan sinergi elemen pendidikan meliputi: metode, strategi, sarana prasarana

ca-input pembelajaran lainnya. Amanat Undang-Undang

Rl

No. 2 tahun 1989

tentang Sistem

;

Nasional dinyatakan bahwa "pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta

:

e*

kegiatan bimbingan, pengajaran

dan/atau

latihan bagi

peranannya

di

masa yang

aka-Pendidikan

tidak

hanya memberikan bekal ilmu, menstranfer materi dan pengembangan

ii-r-tetapi memberikan bekal keterampilan pengembangan diri, melatih mental,

jiwa,

sikap, ke:

sistem nilai yang diperlukan untuk bekerja [5].

Pengembangan

model

kompetensi berbasis slo//

dalam rangka

peningkatan kemampuan keterampilan mahasiswa dirasa sangat penting,

hal

ini terlihat:

(a)

masih

rer:ar

perguruan tinggi yang berani melakukan usaha rnandiri, (b) terdapat lulusan perguruan

tingg

.

a'g

menganggur, (c) banyak mahasiswa lebih mencari pekerjaan

(job

seeker) dibanding

menciri

pekerjaan (job creator)

[2].

Fenomena

di

atas merupakan

suatu

indikasi bahwa orientas meluluskan mahasiswa lebih mandiri belum tercapai, artinya masih ada permasalahan

dala:-terutama model pelatlhan

dan

pembelajaran. Melalui materi

kuliah

berbasis sloll diharac.sr

lndonesia akan memiliki juragan dan menurunkan angka pengangguran, sehingga lulusan

t:ar

maia mengandalkan pekerjaan dari pihak lain. Jika juragan banyak yang terlahir, bangsa

lr;:

rnenjadi negara produsen, bukan

lagi

menjadi

negara konsumen, sehingga

kema..-urilr

kesejahteraan hidup rakyat akan lebih baik [1]

Mencermati pernyataan

di

atas Competency Based Training (CBT) dan

On

The

-:a

(OJT) sangat dibutuhkan dalam rangka peningkatan sofr skill bagi mahasiswa. Mahasisr,.e a siudi teknik informatika komputer kelas reguler wajib mengikuti pelatihan, praktikum dan it.; berguna pada pengembangan

diri.

Mahasiswa

yang

mengikuti program CBT

dan

OJT

h

JIII

,fi

il

r

"'l

-Iilr

f

'f

!q

ffir

u

hiii

T

(2)

Seminar Nasional Teknologi tnformasi Komunikasi dan lndusti {SNTlKl) 4

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suttan Syaif Kasim Riau Pekanbaru, 3 Oktober 2012

/ssfv,'218$9902

]

I

Ir

stl

llr

tr

t"

r

Il

3

il

a

ili.

I

s,

fl

fl:

5

n

,'il

siap

kerja, siap guna

dan

mandiri. Tujuan pembelajaran

CBT

dan OJT tersebut membangun rnental rnahasiswa, agar nantinya mahasiswa memiliki

slo{

memiliki mental yang tidak tergantung pada pihak ,ain, menjadi job creator (pencipta lapangan kerja) dan tidak lagi

job

seeker (pencari pekerjaan). Mental Jimaksud adalah mahasiswa memiliki nilai lebih dalam kemampuan analisis, skill

of

thingking,

skill af

knowledge, management skill, vocatianal skill, dan communication skill.

Pengembangan model kompetensi berbasis skill ini urgen untuk dilakukan karena. {a) terdapat

rengangguran pada lulusan perguruan tinggi,

(b)

pengembangan model kompetensi

life

skill sebagai salah satu alternatif solusi membangun keterampilan,

{ci

terdapat lulusan pendidikan perguruan tinggi

remiiiki

mental mencari kerja, belum memiliki keterampilan

kerja yang

cukup;

{d)

belum ditemukan renelitian yang serupa dalam merumuskan model kompetensi berbasis skri/l peningkatan keterampilan, (e)

oanyak program studi mengajarkan mata kuliah baru taraf kognitif dan afeKif sehingga mahasiswa masih cerkecimpung dalam

tugas

besar,

teori, dan

kunjungan lapangan semata;

(f)

pengembangan model <ompetensi diharapkan mampu menjadi model yang good and itf, sehingga dapat diterapkan pada jenjang :endidikan formal [1].

Rumusan penelitian

ini

adalah.

(a)

apakah parameter pada goodness

of

ff

model memenuhi ..:iteria

valid yang

dlterapkan dalam konsep Structural Equation Modeling,

(b)

bagaimana dampak

:enerapan

model

kompetensi

yang

dikembangkan,

dan

penelitian

ini

bermanfaat

(a)

bagi embaga/organisasi yang mempunyai komitmen dibidang peningkatan slsll lulusan, {b) bagi pendidik, hasil :enelitian sebagai bahan koreksi dan mawas diri dalam rangka peningkatan keterampilan mahasiswa; {c)

:agi

pihak yang mempunyai minat dan kepedulian terhadap pelatihan skil/, hasil penelitian sebagai bahan ^:ormasi dalam menentukan langkah koordinasi, kolaborasi,

dan

sinkronisasi dengan berbagai pihak ::;'kait; (d) bagi mahasiswa sebagai alat peningkatan keterampilan mahasiswa.

Capaian akhir

dari

penelitian

ini

adalah produk berupa model, yaitu model

peningkatan -eterampilan mahasiswa yang memiliki keunggulan

spesiflk (a\

flexible artinya dapat diterapkan pada :endidikan formal, (b) applicable artinya dapat diaplikasikan pada pembelajar perguruan tinggi, (c) visrble [image:2.595.45.589.241.817.2]

:iinya

memiliki

visi

pemberdayaan mahasiswa yang dilandasi dari proses penggalian potensi

diri,

(d) -:egrasi artinya dilakukan bersamaan dalam pembelajaran

di

kelas

[1].

Dalam penelitian

ini,

proses :eningkatan sloTl mahasiswa dikembangkan secara terintegrasi yaitu dilaksanakan bersamaan dengan :embelajaran

di

kelas

dan luar

kelas,

di

dalamnya mengandung konsep model kompetensi sesuai lambar-1. Proses model kompetensi memuat konsep model: Doing, Empaweing, dan Evaluating (DEE), --.,lan akhir proses kompetensi ini adalah mahasiswa memiliki keterampilan yang baik.

Gambar

1.

Konsep model

inkubator

kewirausahaan

Secara khusus competency based training dan on the

job

training sebagai model peningkatan -,. I diimplementasikan secara terintegrasi pada mata kuliah yang ada di program studi teknik informatika

:rputer.

Menurut Sulipan dalam [1], bahwa konsep pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based -";,ning),

dan On the

job

training (OJT) memiliki tujuan dan harapan bagi mahasiswa dalam pengayaan

:;^getahuan,

keterampilan

agar

setelah lulus

siap

bekerja sesuai dengan standar kinerja diinginkan :€-gguna t1l, t2l

Doing artinya mahasiswa mengalami praKik tindakan langsung pada dunia kerja (baik industri

,i,r

laboratorium) [10],

l2l.

Empowering artinya kegiatan peningkatan kapasitas mahasiswa melalui CBT

::::

OJT

dengan

cara

dibimbing, diarahkan,

digali

kemampuannya

dalam praKik

tgl, t6l,

tl],

t1l i,atuating adalah suatu proses evaluasi tentang sejauh mana suatu kegiatan telah dicapai t7], t16j, t4, ,

i

ilETOOE PENELITIAN

Metode kuantitatif sebagai

pendekatan

penelitian

ini,

penelitian

ini

menggunakan subyek

-.:"asiswa teknik informatika komputer kelas reguler sebagai kelompok eksperimen

di

Fakultas Sains

-,.rologi

Universitas lslam Negeri Sunan Ka[jaga Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan subyek 40

':-asiswa,

pengambilan data melalui teknik simple random sampling. Setelah model diketahui goodness

.

1

modet terpenuhi, kemudian

uji

eksperimen menggunakan mahasiswa teknik informatika

masing

-Il

nt

fi

TT

flr

*

il,

t

ef

t

t,

rF

m

m

f,

-ffi,

h,

ffi

(3)

*-Semin.ar Nasional Teknologi lnformasi Komunikasi dan lndusti (SNTtKl) 4 Fakultas Sains dan Teknologi ulV Sultan Syaif Kasim Riau

Pekanbaru, 3 Oktober 2012

tSSff. 2C

masing sebanyak

20

mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas mandiri sebagai ke( kontrol.

^

..

_-lr!u

penelitian pengembangan ini sesuai prosedur pedoman yang dikemukakan oleh 8.:r.g

Gall [3].

Teknik pengumpulan data melalui angket (kuesioner),

wawincira

terstruktur, obser,.as dokumentasi. Angket diberikan pada mahaslswa, untuk menguji variabel manifes

yrng

,"r"

vai'iabel laten. Validitas isi (confenf validity), merupakan

validitii

yang diperhitungfan

,""t"tui

e

terhadap isi alat ukur instrumen. Validitas konstruk (cantruct

vaiaitg

irerupakan instrumen be.:as teori/k-o_nsep yang menggunakan pendapat para ahlilpakar berdasaipengalaman

empiris di laparEar

[12]-

Uii persyaratan menggunakan

uji

noimalitas digunakan r-rntui< membuKikan bahwa

="n.r=* digunakan dalam populasi berdistribusi normal, dan ujihomogenitas digunakan untuk mengetahrl a

varians dari

data

kelompok mahasiswa dari variabel pene[itian

aoatln

sama

[11].

Hip;teais

-ffi

digunakan untuk mengetahui rata-rata lebih dari dua kelompok sampel

berbedi

.Lcar"

sign6san tidak, uji-t berfungsi sebagai pengukur efektifitas kerja model, dari kelompok eksperirnen

dln

< kontroi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Tahap Pengembangan dan Ujicoba lnstrumen

Penelitian dilakukan melalui tahapan,

yaitu: (a) tahap

pengembangan

dan

ujicoba angket, validasi model hipotetik, dan; (b) tahap ujicoba efektifitas t<e4a moOb, Kegiatan yang pada tahap pertama, yaitu ujicoba instrumen dalam validasi model fripotetit< bertujuai menguku"r of

ff

model yang dikembangkan. Tahap kedua ujicoba keterterapan model, terdiii atas bederapa' yaitu. (a) uji efeKifitas model, (b) observasi kecenderungan perubahan keterampilan mahasiswa

Validasi model dengan menggunakan Confirmatary Factor Analysis (CFA; mengukur kcr manifes dalam

model

CFA bertujuan untuk melakukan konfirmasi apafan: '1a; model Efektif

ct

dan, (b) variabel-variabel manifes terbukti merefleksikan variabel laten [1 7]

2. Hasil Validasi lnstrumen

Kegiatan validasi model ini terjadi sekali analisis, dilakukan validasi model yang dise:,-l: original, dan telah mencapai Goodness

of

Fft

(GaD,

sesuai persamaan model.

Kesesuaian Goodness

Af

Fit

(GOF), bertujuan untuk mengevaluasi kecocokan antar-a :qmpel dengan populasi, bila hasilnya sesuai berarti model mendap=at dukungan secara empir,s tidak diperlukan perubahan atau modiflkasi. Model didapatkan nasil yang good and

ff,

sesuai

j

dan rekapitulasi hasil Tabel 1.

* O-24

o.38

*iraiind I

.me,.i-","

o.23

o29

o.38

o -52

o62

[image:3.595.41.595.16.842.2]

Chi-Square=289,e91, d877, -:vatqe=O,O791, RMSEA=O.57O

Gambar

2.

Model kompetensi

good

and frt

Tabel

1.

Hasilgoodness

of fit

index

model

No lndex Cut of Value Hasil Keterangar

1 Kai Kuadrat

(p)

Kecil (p > 0.05)

289.891

(0.0781) Terpenuhi

2 CFI > 0.90 (max 1) 0.9838 Terpenuh;

3 GFI > 0 90 (max 1) 0 8265 at

4 AGFI > 0.90 (max 1) 0.8760 Moderat

5 RMSEA < 0.08 (Min 0) 0.0570 Terpenuhr

(4)

Seminar Nasional Teknologi lnformasi Komunikasi dan lndusti (SNTtKl) 4 =akulfas Sains dan Teknalogi UIN Sultan Syaif Kasim Riau

)ekanbaru. 3 Oktober 2012

ISSAI: 20859902

Tahap selanjutnya adalah menguji hasil uji struktural, yang berguna untuk mengetahui hubungan :ntar variabel dalam model kompetensi.

Tabel

2.

Hasil pengujian struktural

iungsi

Endogen Eksogen

Y p t-hit Ket* R2

1

Competency

Based

Training

An

The Jab

Training 4.62 6.578

sig

4.3844

2

Capaian

Hasil Keterampilan

An

The Job

Training 0.38

4.625

sig

0.3748

Competency

Eased

Training 0.48 5.430

sig

Sumber:

Hasil pengujian SEM

,

t-tabel(df

= 37,

s=

57o)

=2.021,

t-hitung

>2.A21=

sigdan t-hitung

<2.A21=tidaksig

i:unjukkan Gambar 2 dan Tabel 2 bahwa terdapat dua fungsi dalam model kompetensi,, fungsi pertama

*:njelaskan

pengaruh

On

The

Job

Training

terhadap

Competency

Eased

Training,

fungsi

kedua

-:njelaskan

pengaruh

On

The

Job

Training dan Competency Based Training terhaciap capaia4 hasil ,::erampilan. Dua fungsi tersebut menjelaskan pengaruh

On

The

Job

Training mahasiswa terhadap :.:caian hasil keterampilan secara tidak langsung melalui program competency based training dan

an

The "--b Training.

Fungsi pertama diperoleh persamaan, Competency Eased Training = A.62, dimana t-hitung sebesar

:

578. Nilai t-hitung > t-tabel (dtr37, o=5olo) sebesar 2.021 menandakan ada pengaruh signiflkan variabel -,:mpetency Eased Training terhadap inkubator. Sedangkan sumbangan (refleksi) On The

Job

Training

-"radap

Competency

Based

Training sebesar 38.44o/o, sebagai variabel tunggal kontribusinya dapat

l(atakan

cukup besar. Karena mengindikasikan kontribusi sisanya sebesar 61.560/o, akan terbagi oleh :€!erapa variabel lain yang bisa dikembangkan, semisal: inkubator, pelatihan pengerhbangan diri, praktik

:..a industri, dan lain-lain.

Eksogen On The Job Training bersama dengan Competency Eased Training memberikan pengaruh

*-adap

capaian hasil keterampilan. Kebermaknaan

ini

ditandai oleh t-hitung

>

t-tabel untuk

masing--esing eksogen. Bentuk persamaan pengaruhnya dapat dituliskan'. Capaian Hasil keterampilan

=

O38

an

--e Job Training + 0.48 Competency Based Training.

Secara bersama kontribusi keduanya terhadap capaian hasil sebesar 37.48o/o berarti dari capaian

';sil

keterampilan mahasiswa

dapat

dijelaskan

oleh

model

kompetensi.

Kontribusi

ini

sekaligus

-+runjukkan bahwa keterampilan mahasiswa tidak hanya dapat dibentuk melalui CBT dan OJT saja,

-eainkan

harus dibentuk bersama variabel lain, semisal: inkubator, pengembangan

diri,

praKek kerja

-:-stri,

dll.

Apa yang

ditemukan

dalam

modet

tersebut

menjawab beberapa pertanyaan tentang

',i'lampuan

aspek dalam membangun variabel-variabel dalam model. Tabel

4

menunjukkan bahwa .e-:ua aspek memberikan kontribusi dalam merefleksikan variabel laten. Dilihat bahwa CBT dan OJT

-stpu

meningkatkan keterampilan dan efeKif untuk diterapkan dalam rangka peningkatan keterampilan

-;:asiswa,

hal ini ditunjukkan Gambar 3.

Tabel

3. Daya refleksi aspek variabel

24"8743 15.1190

[image:4.595.54.589.9.834.2]
(5)

Seminar Nasional Teknologi lnformasi Komunikasi dan lndusti (SNTlKl) 4

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syaif Kasim Riau Pekanbaru, 3 Oktaber 2012

Ehspe rirnen Kcntrol

[image:5.595.41.594.0.842.2]

Minggu . Ie:a'r'P I '

Gambar 3. Perbandingan perkembangan capaian hasil

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan

hasil

penelitian

dan

pembahasan

yang telah

disajikan,

ditarik

kesimp.

a-fawaban dari pertanyaan penelitian, sebagai berikut. (1) model yang dikembangkan dinyataxa-

ffi;

ini berdasar nilai GOF (Goodness

of

Fit test), nilai probabilitas tingkat signifikansi penerimaa'

b)

A.A7il>5%, (tidak ada perbedaan instrumen yang digunakan dengan kondisi

sebenarnya

j

of

Fit Model (GFI) 0.8265<0.90 (hasilnya moderat, artinya modelyang diujikan mendekati/ses-a

kenyataan), Adjusted Goodness

of

Fit

lndex

(AGFI) 0.8760<0.90 (hasilnya moderat, drti^_r? keseusaian model yang diu.iikan dengan kenyataan yang diteliti), Comparative Fit lndex

(CF :

0.90

(hasilnya terpenuhi, adinya adanya perbandingan/perbedaan model yang diujikan ce-,;iar biasa, baik dan sesuai pengukuran), dan Roof Mean Square Error of Approximation (RMSEAT --

$i

(terpenuhi, artinya sampel telah membuKikan/menunjukkan ada perbedaan model yang

ba,ir

:

pengembangan dikatakan

efeKii

karena efeKif memiliki keterterapan model yang baik dig.^a*u.r peningkatan keterampilan mahasiswa, hal ini terbuKi dari trend kecenderungan perilaku rna besarnya pengaruh manifes terhadap

laten

keterampilan

dari:

(a)

aspek

siap kerja

r-keterampllan sebesar 60.84olo,

(b)

mandiri

usaha

merefleksikan keterampilan sebesar

-:

3m

manajerial merefleksikan keterampilan sebesar 84.640/o',

(d)

indeks prestasi merefleksikan (€r,s sebesar 44.89o1o, (e) kompetensi lulusan merefleksikan keterampilan sebesar 60.83o/o, (D

*'satr

merefl eksikan keterampilan sebesar 7 5.680/o.

Saran penelitian ini adalah berhubungan tentang penerapan model yang dlkembangkal r'ilrrg dimanfaatkan:

(1)

bagi lembaga pendidikan, pembentukan kompetensi keterampilan

mal'assr

dibangun melalui model

kompetensi berbasis

slv\

kompetensi

yang

dimaksud merre',-t1'il psikomotorik, kognitif

dan

afektif;

(2)

bagi masyarakat

dan

pengguna, berdasar hasil

pe',er,r

menunjukkan bahwa model kompetensi berbasis

life

skill

telah

efektif dalam peningkatan

r

mahasiswa, disarankan model kompetensi perlu diujicobakan pada lembaga non format,

(3

:a1l pengambil kebijakan, bahwa kompetensi tidak hanya menekankan aspek afeKif dan kognrtf

:mr

psikomotorik melalui implementasi berbasis skll/.

IJCAPAN TERIMA KASIH

Kepada mahasiswa program studi teknik informatika kelas reguler dan kelas mandir- ..'a-rg

jadikan

responden penelitian,

Bapak Agus

Mulyanto.

MKom.,

selaku ketua

program sir,r.o

memberikan ijin dalam penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Teks:

i1l

Anderson, L. Creative Writing:

AWorkbookWtth

Readings. Oxfordshire. Routledge. Ab -,3mr 13S

l2l

Barlow,

M. L.

Ihe

Philosophy Far Quality Vocational Education Pragrams.

Washing:r

IC

American Vocational Association, lnc. 1974 42.

13]

Borg, W. R., & Gall, M D. Educational Research: An lntroducfibn. London; Longman,

ln:

'

it[3

l4l

Cernea.,

M. M.,

&

Tepping.

B.J.

1977.

A

System

Of

Monitoing

And

Education Cr Extension ProjectWorld BankStaff Working Paper. NewJersey: Hoboken lnc. 1977:

J 1'

'ilii

,G

+{ !l ;![ I!*

ilrl

e,al

,,rltllll

:,,ttt

Mlllt

r*i

Ir

:,r

i,rtttt

(fillr

(6)

lenin.ar Nasional Teknologi tnformasi Ko,munikasi dan tndustri (SNTlKl)

4

: yultas Salns dan Teknologi lJlN Sultan Syaif Kasim Riau 7e,anbaru, 3 Oktaber 2012

Departemen Pendidikan Nasional: Direktorat Menengah Kejuruan. 2003. Undang undang Rl No 20, Tahun 2003..Tentang Konsep pendidikan Xecatapan-

HiOup.

F^aie- Knowledge-Dr1ven.

Eltyyrgryurship:

The

Key

To

sacial

And Economic

Transformation. Springer. New

York

Dordrecht Heidelberg. 1973. 12.

Guek,

W'

The Person-al

Agtivi!

By Mean-s By which The Enerpise

Determines The Exent

ro

which The Employee ls Performing The Job Activity. New York USA

New Graw

Hill

1978: 56.

lsaac, S

'

&

Michael., William. B. Handboak

ln

Research And Evatuatian. California USA. second edition. Ohio. 1983: .10.

Kalantaridis'

c-

2004..llnderstanding The Entrepreneur:

An

fnstitutionalist perspective. Burlington USA. Ashgate publishing Company. lOOq:

lqA

'

Rafa, R. G. Greaf Networking

S/47/i. New York USA: The Rosen publishing Goup. 2007: 17. setiadji. B ]lrsnis Lingkungan. surakarta, pascasarjana uNlBA. 2008: 83.

sugiyono. Penelitian pengembangan R & D" Bandung: Arfabeta. zoos:

ii.

, lIIStt.

Metodotogi Penelitian Pendidikan- Kampe-tensi dan Pral<tiknya. Bandung: Bumi Aksara. 2003:79.

'

suranto-

Pendidikan Serbasrs competency Based Training. Semarang. Aneka llmu. 2009: 56-5g.

.

Sural!o, Entrepreneurship incubator increase independeice

sfudenff

Seminar lnternational, ICVET Juni2012. Auditorium^Uriversitas Negeri yogyakarta. yogyakarta. Fage g3-g7

,

IYl".

Ba2ic Principal

of

Cuniculum And tns{ructian. Chiclgo: univeriity of chicago. 1949. 69. Wijaya.

T.

Analrsrs Structural Equatian Modeting, Meng{unakan

*uos.

yogyakarta:

Atma

Jaya Press. 2010:8-9.

"urnal

'l'

Deccache, A., lsabelle, A., William,

D

Patient Empowerment tn Theory And practice: potysemy

ar

-

cacophony. Journal patient Education and counseling,2007. Vol 66, No 13. page

tazoi

i

suranto' Analrsrs Perbedaan Mental

wrausaha

Maiasiswa Dengan Non parailetrik, -.turnat lndustri Vol 09. No 2. Desember2010,

ppl_14.

r=siding

,l-'Djam'an, Sato.ri 2A04.

lmplementasi

Life Sk/ls

dalam

Pendidikan di Sekolah. UNIMED. 2OO4: 1_B

Ilsertasi

'-'

Suranto,

Pengembangan

Model lnkubator

Peningkatan Kemandirian

wirausaha

Mahasiswa oiserfasr. Tidak diterbitkan. Universitas Negeri

yogyalarta

2012.

ISSId:20859902

Gambar

Gambar 1. Konsep model inkubator kewirausahaan
Gambar 2. Model kompetensi good and frt
Tabel 2. Hasil pengujian struktural
Gambar 3. Perbandingan perkembangan capaian hasil

Referensi

Dokumen terkait

Data yang diperoleh dibuat dalam bentuk narasi, tabel, diagram atau grafik berupa persentase penggunaan obat golongan ACEi dan ARB, hubungan terapi yang

Penanganan tindak pidana Pemilihan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bersama Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum, Kepala Kepolisian Negara, dan Jaksa Agung

Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa siswa sudah cukup baik terkait dalam keberanian dalam proses belajar, pantang menyerah, dan menunjukkan sikap yang tenang

Sesuai data hasil catatan lapangan siklus I ditemukan bahwa, selama proses pembelajaran berlangsung terlihat para siswa masih banyak melakukan hal-hal yang menunjukkan

Atas dasar asumsi inilah yang memunculkan ide peneliti untuk melakukan penelitian terhadap Kajian Kelembagaan Lokal dalam Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Tangkap,

Penggunaan tes pada penelitian ini dapat kiranya membantu penulis untuk melihat perbedaan pemahaman keagamaan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas

Hasil penelitian ini adalah gesekan-gesekan yang terjadi tidak jarang berujung pada konflik antara warga sekitar kampus (Kemiri dan Cungkup) dengan mahasiswa etnis