I. Tinjauan Pustaka
Bagian ini menelaah beberapa penelitian terdahulu terkait word of mouth (WOM) dan pengaruhnya terhadap sikap dan niat beli konsumen. Penelitian Ho Lai Ying dan Cindy M.Y Chung (2007) misalnya, menganalisis dampak WOM positif dan negatif pada sikap dan niat beli, mempertimbangkan tingkat keterlibatan konsumen. Studi ini menunjukkan bahwa informasi WOM awal cenderung lebih berpengaruh daripada informasi berikutnya. Selanjutnya, penelitian Johnson Brown dan Reingen (1987) meneliti peran ikatan sosial (kuat dan lemah) dalam perilaku rujukan WOM. Mereka menemukan bahwa kekuatan hubungan sosial memengaruhi penyebaran WOM. Penelitian Laksmisari (2003) mengeksplorasi hubungan antara WOM dan iklan terhadap keputusan pembelian, khususnya pada produk pelangsing tubuh. Hasilnya menunjukkan bahwa WOM berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Tinjauan pustaka ini memberikan landasan teoritis yang kuat bagi penelitian yang sedang dilakukan dengan menunjukkan perkembangan studi WOM dan relevansinya dengan objek penelitian.
II. Kontruksi Model Teoritis
Bagian ini membangun kerangka teoritis penelitian dengan menjelaskan konsep pemasaran jasa, komunikasi pemasaran, dan WOM. Pembahasan pemasaran jasa meliputi karakteristik jasa (intangibility, inseparability, variability, perishability) dan bauran pemasaran jasa (7P's: product, price, place, promotion, people, process, physical evidence). Komunikasi pemasaran dijelaskan sebagai elemen penting dalam bauran pemasaran, dengan berbagai unsur proses komunikasi (pengirim, pesan, media, penerima, gangguan, tanggapan, umpan balik). Bagian ini juga menjelaskan berbagai alat komunikasi pemasaran (selling, advertising, sales promotion, dll.) dan pentingnya Integrated Marketing Communication (IMC). Terakhir, konsep WOM diuraikan secara mendalam, meliputi definisi, faktor-faktor yang memengaruhi penyebarannya (opinion leadership), jenis produk yang rentan terhadap WOM, serta strategi Word of Mouth Marketing. Uraian ini memberikan kerangka konseptual yang terintegrasi untuk memahami bagaimana WOM beroperasi dalam konteks pemasaran jasa.
2.2.1 Pemasaran Jasa
Sub-bab ini menjelaskan definisi jasa dan karakteristiknya yang membedakannya dari produk fisik, yaitu tidak berwujud, tidak terpisahkan, bervariasi, dan tidak tahan lama. Kemudian dijelaskan mengenai bauran pemasaran jasa (7P's) yang merupakan perluasan dari bauran pemasaran produk (4P's) dengan penambahan unsur people, process, dan physical evidence. Unsur-unsur ini penting karena mencerminkan aspek pelayanan dan pengalaman pelanggan dalam jasa. Penjelasan ini memberikan dasar pemahaman bagaimana strategi pemasaran jasa berbeda dengan strategi pemasaran produk fisik.
2.2.2 Komunikasi Pemasaran
Sub-bab ini mengkaji komunikasi pemasaran sebagai elemen penting dari bauran pemasaran. Dijelaskan unsur-unsur proses komunikasi seperti pengirim, pesan, media, penerima, gangguan, dan umpan balik. Berbagai bentuk komunikasi pemasaran dibahas, termasuk selling, advertising, public relations, dan WOM. Penjelasan mengenai IMC (Integrated Marketing Communication) menekankan pentingnya konsistensi dan integrasi berbagai alat komunikasi pemasaran untuk mencapai dampak maksimal. Bagian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana komunikasi pemasaran berperan dalam mempengaruhi konsumen.
2.2.3 Word of Mouth
Sub-bab ini menjabarkan secara detail mengenai WOM, mulai dari definisi, jenis-jenisnya, hingga faktor-faktor yang mempengaruhi penyebarannya. Penelitian-penelitian sebelumnya yang membahas peran WOM dalam mempengaruhi keputusan konsumen dibahas. Strategi Word of Mouth Marketing juga dijelaskan dengan beberapa elemen penting, antara lain: talkers, topics, tools, taking part, dan tracking. Penjelasan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme WOM dan potensinya sebagai alat pemasaran yang efektif.
2.2.4 Perilaku Konsumen
Sub bab ini mendefinisikan perilaku konsumen sebagai proses yang melibatkan pencarian, pembelian, penggunaan, dan evaluasi produk atau jasa. Berbagai definisi perilaku konsumen dari para ahli dibahas, menekankan aspek pengambilan keputusan dan tindakan fisik yang terlibat dalam proses tersebut. Penjelasan ini memberikan landasan teoritis penting untuk memahami bagaimana WOM dapat memengaruhi perilaku konsumen.
2.2.5 Minat Beli
Sub-bab ini menjelaskan minat beli sebagai faktor penting dalam proses keputusan pembelian. Diuraikan hubungan antara minat beli dan keputusan pembelian, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat beli, seperti sikap orang lain dan situasi yang tidak terduga. Elemen-elemen minat beli, serta pandangan dari Fishbein & Ajzen dan Henry Assael, dijelaskan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Indikator-indikator minat beli juga diuraikan guna memberikan kerangka untuk mengukur variabel ini dalam penelitian.
III. Model Analisis
Bagian ini menyajikan model analisis penelitian yang menggambarkan hubungan antara variabel independen (penyebaran informasi melalui WOM) dan variabel dependen (minat pengajuan kredit). Model ini secara visual menunjukkan bagaimana WOM dihipotesiskan memengaruhi minat calon debitur untuk mengajukan kredit. Bagian ini memperjelas alur analisis data yang akan dilakukan dalam penelitian.
IV. Hipotesis
Bagian ini mengemukakan hipotesis penelitian yang akan diuji, yaitu hipotesis kerja (Ha) yang menyatakan adanya pengaruh antara WOM dan minat pengajuan kredit, dan hipotesis nihil (Ho) yang menyatakan tidak adanya pengaruh tersebut. Rumusan hipotesis ini menjadi acuan dalam menganalisis data dan menarik kesimpulan penelitian.
V. Operasional Konsep
Bagian ini menjelaskan operasionalisasi konsep variabel penelitian, mencakup dimensi dan indikator masing-masing variabel (Talkers, Topics, Tools, Taking Part, Tracking, dan Minat Beli). Indikator-indikator ini dijabarkan secara rinci untuk memberikan pemahaman jelas tentang bagaimana setiap variabel diukur dalam penelitian. Penggunaan skala Likert untuk mengukur variabel juga dijelaskan.
VI. Metode Penelitian
Bagian ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan cross-sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan survei dengan kuesioner. Populasi dan sampel penelitian dijelaskan secara rinci, termasuk teknik pengambilan sampel purposive sampling dan kriteria pemilihan sampel. Teknik analisis data meliputi skala Likert, regresi linier sederhana dan berganda, serta uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian.
2.6.1 Pendekatan Penelitian
Sub-bab ini menjelaskan alasan pemilihan pendekatan kuantitatif dalam penelitian, yang menekankan pengujian hipotesis dan generalisasi temuan. Metode hypothetico-deductive yang digunakan dijelaskan sebagai proses pengujian hipotesis yang didasarkan pada teori-teori yang sudah ada. Penjelasan ini menunjukkan dasar metodologis penelitian yang sistematis dan terstruktur.
2.6.2 Jenis/Tipe Penelitian
Sub-bab ini menjelaskan desain penelitian deskriptif cross-sectional, yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan antar variabel pada satu titik waktu tertentu. Alasan pemilihan desain ini dijelaskan, mempertimbangkan keterbatasan waktu dan biaya. Keuntungan dan kelemahan desain cross-sectional juga diuraikan untuk memberikan gambaran yang lebih objektif.
2.6.3 Teknik Pengumpulan Data
Sub-bab ini menjelaskan penggunaan metode survei dengan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Alasan penggunaan survei dijelaskan berdasarkan karakteristik penelitian kuantitatif dan tujuan penelitian. Jenis data yang digunakan (data primer dan sekunder) juga dijelaskan, serta bagaimana data tersebut diperoleh.
2.6.4 Populasi dan Sampel
Sub-bab ini menjelaskan populasi dan sampel penelitian, termasuk teknik pengambilan sampel purposive sampling dan kriteria pemilihan sampel. Ukuran sampel dijelaskan dengan memperhatikan kaidah analisis faktor. Penjelasan ini memberikan justifikasi ilmiah atas pemilihan sampel dan memberikan pemahaman tentang representasi sampel terhadap populasi.
2.6.5 Teknik Analisis Data
Sub-bab ini menjelaskan teknik analisis data yang digunakan, termasuk skala Likert untuk mengukur variabel, regresi linier sederhana dan berganda untuk menguji hipotesis, serta uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen penelitian. Penjelasan ini menunjukkan metodologi analisis data yang tepat dan sesuai dengan desain penelitian.
2.6.6 Uji Validitas dan Reliabilitas
Sub-bab ini menjelaskan secara detail uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan untuk memastikan kualitas instrumen pengukuran. Metode analisis faktor, Kaiser-Meyer-Olkin (KMO), Bartlett’s Test of Sphericity, Total Variance Explained, Anti-Image Matrices, factor loading, dan Cronbach’s Alpha dijelaskan sebagai alat untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen. Penjelasan ini menunjukkan komitmen peneliti untuk memastikan kualitas data yang digunakan dalam penelitian.