• Tidak ada hasil yang ditemukan

Badan Permusyawaratan Desa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Badan Permusyawaratan Desa"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Badan Permusyawaratan Desa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa

Langsung ke: navigasi, cari

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD dapat dianggap sebagai "parlemen"-nya desa. BPD merupakan lembaga baru di desa pada era otonomi daerah di Indonesia.

Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat

diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Walikota, dimana sebelum memangku jabatannya mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama dihadapan masyarakat dan dipandu oleh Bupati/ Walikota.

Ketua BPD dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung dalam Rapat BPD yang diadakan secara khusus. BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Wewenang BPD antara lain:

 Membahas rancangan peraturan desa bersama Kepala Desa

 Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa

 Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa

 Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa

 Menggali,menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat; dan

Penggunaan nama/istilah BPD tidak harus seragam pada seluruh desa di Indonesia, dan dapat disebut dengan nama lain.

Referensi

Dokumen terkait

badan permusyawaratan Desa merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah yang pengisiannya dilakukan secara demokratis; (2) Masa keanggotaan Badan

(2) Musyawarah Calon Anggota BPD sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini dihadiri oleh BPD, Panitia Musyawarah Pemilihan dan Calon yang berhak dipilih serta Tokoh

Yang dimaksud dengan rapat paripurna adalah rapat anggota BPD yang dipimpin oleh Ketua atau Wakil Ketua dan merupakan forum tertinggi dalam melaksanakan wewenang

(3) Panitia Pengisian Keanggotaan BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas unsur perangkat Desa dan unsur masyarakat yaitu Ketua Rukun Tetangga

(1) Calon Anggota BPD yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat sekurang­ kurangnya sejumlah anggota BPD yang ditetapkan sebagaimana dimaksud pada pasal 8 ayat ( 1) yang

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa

(6) Dalam hal batas akhir perpanjangan waktu penjaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) juga tidak diperoleh kurang 2 (dua) Bakal Calon Anggota BPD dari unsur Keterwakilan

2 Calon berdasarkan keterwakilan perempuan yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dipilih menjadi Calon terpilih secara musyawarah mufakat di tingkat desa dalam forum