SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
OLEH :
SARMA ROHANI TOBING
3133122048
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
i
ABSTRAK
Sarma Rohani Tobing. Nim 3133122048. Manfaat Keberadaan Yayasan Medan Generasi Impian terhadap masyarakat (Studi Kasus : Jalan Singgamata No.21, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur). Program Studi Pendidikan Antropologi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi latar belakang didirikannya yayasan Medan Generasi Impian, untuk mengetahui teknik yang diterapkan yayasan Medan Generasi Impian dalam Menjalankan programnya, untuk mengetahui manfaat keberadaan yayasan Medan Generasi Impian terhadap masyarakat.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara secara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsionalisme struktural Talcott Parson. Informan dalam penelitian ini adalah 2 (dua) orang staf yayasan Medan Generasi Impian, 3 (tiga) orang masyarakat yang yang menetap di lingkungan VIII, kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, 20 (duapuluh) orang orangtua siswa dan 10 (sepuluh) orang siswa yayasan Medan Generasi Impian yang memberikan persepsinya terhadap manfaat keberadaan Yayasan Medan Generasi Impian terhadap masyarakat.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : Latar belakang didirikannya yayasan Medan Generasi Impian ini didasari oleh niat yang tulus dari Mr.Kang untuk membantu anak-anak kurang mampu.Ada beberapaprogram yang dijalankan oleh yayasan Medan Generasi Impian yaitu NHC (new hope class), rumah baca impian, visiting house, country project, dan service school.Teknik yang digunakan untuk menjalankan program tersebut adalah teknik kerjasama yaitu kerjasama dengan volunteer, sekolah, dan instansi pendidikan.Khususnya bagi masyarakat kurang mampu kehadiran yayasan ini dirasakan sangat bermanfaat, karena anak-anak mereka dapat yang mengikuti pendidikan secara gratis dan menerima asupan gizi yang dapat meningkatkan tumbuh kembang anak dengan baik.
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menyertai dan menolong penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul MANFAAT KEBERADAAN YAYASAN MEDAN GENERASI IMPIAN TERHADAP MASYARAKAT (Studi kasus : jalan Singgamata no.21,Kelurahan Glugur Darat II ,Kecamatan Medan Timur). Penulisan skripsi ini di buat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada program studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu sosial, Universitas Negeri Medan.
Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis menyadari bahwa terdapat tantangan dan hambatan baik waktu, tenaga, materi, pustaka, pengalaman, pengetahuan dan lain sebagainya. Penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, namun penulis berusaha menyajikan dengan baik. Pada proses penyelesaian skripsi ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Si sebagai Rektor Universitas Negeri Medan. 2. Dra. Nurmala Berutu, M.Pd sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial,
Universitas Negeri Medan.
3. Dr. Rosmadhana, M.Si sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan.
4. Dra. Puspitawati, M.Si sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Antropologi periode 2012-2016
5. Drs. Payerli Pasaribu, M.Si sebagai dosen pembimbing skripsi, terimakasih atas waktu, saran kontribusi, dan bantuan bapak terkait penulisan skripsi ini yang sangat berarti bagi penulis.
6. Dr. Bakhrul Khair Amal,S.E., M.Si sebagai dosen pembimbing akademik penulis.
iii
8. Dra.Trisni Andayani, M.Si selaku dosen penguji I dan Sulian Ekomila, S.sos, M.SP selaku dosen penguji II, terimakasih atas masukan dan sarannya kepada penulis.
9. Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Antropologi, terimakasih atas bimbingan, ilmu, dan nasehat yang telah diberikan kepada penulis.
10. Ayu Febryani, M.Si sebagai bagian administrasi Program Studi Pendidikan Antropologi, terimakasih atas segala informasi serta kemudahan birokrasi yang diberikan kepada penulis.
11.Sahat Lumbantobing dan Lentina Siregar kedua orang tua penulis, terimakasih atas doa, motivasi, nasehat, bantuan materi, dan perjuangan serta pengorbanan yang diberikan kepada penulis.
12.Kepada saudara penulis : Retti tobing, Maria tobing, Donda tobing, Ramses tobing, Dirgos tobing, Gisna tobing, dan Bulan tobing terimakasih atas doa, motivasi dan bantuan materi yang telah diberikan kepada penulis.
13.Kepada sahabat-sahabat penulis : Endi Purwanto, Suci, Andi, Anita, Rahotni Sitio, Sartika Tampubolon, Ulul, Anggun, Mawaddah, Muhammad Ridho Kurniawan, Idham, Salwiyah, Amel, Tika Nilda, Sonia, Desy, Ria, Yunita dan seluruh teman-teman kelas C-reguler 2013 dan grup CAS yang selalu mendukung dan memberi semangat kepada penulis, tanpa kalian penulis tidak bisa menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 14.Kepada Melin, Sepriade, Febrina, Anny, Aje Putri, dan Sintia yang selalu
memberikan semangat kepada penulis dan selalu bersedia menjadi tempat curhat penulis.
iv
16.Kepada Salsabella,S,Psi dan Agus Prayetno, S.Psi yang sudah bersedia memberikan informasi kepada penulis.
17.Seluruh informan pada skripsi ini yang sudah bersedia untuk memberikan informasi kepada penulis.
Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Masukan dan saran sangat diharapkan demi kemajuan penulis dimasa yang akan datang.
Medan, Januari 2017
v
1.2 Identifikasi Masalah ... 4
1.3 Pembatasan Masalah ... 5
1.4 Rumusan Masalah ... 5
1.5 Tujuan Penelitian... 6
1.6 Manfaat Penelitian... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ... 7
2.2 Landasan Teori ... 9
2.2.1 Teori Fungsionalisme Struktural (Talcott Parsons) ... 9
2.3Kerangka Konseptual ... 11
2.3.1 Pengertian Yayasan ... 11
2.3.2 Pengertian Masyarakat ... 13
2.4Kerangka Berfikir... 15
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 JenisPenelitian ... 16
vi
3.2.1 Subjek Penelitian ... 17
3.2.2 Objek Penelitian ... 18
3.3Teknik Pengumpulan Data ... 18
3.3.1 Observasi ... 19
3.3.2 Wawancara ... 19
3.3.3 Dokumentasi ... 20
3.3.4 Studi Literatur ... 20
3.4Teknik Analisis Data ... 20
3.4.1 Reduksi Data ... 21
3.4.2 Penyajian Data ... 22
3.4.3 Interpretasi Data ... 23
3.4.4 Penarikan Kesimpulan Atau Verifikasi Data ... 23
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 24
4.1.1 Gambaran umum yayasan Medan Generasi Impian ... 24
4.1.2 Latar belakang didirikannya yayasan Medan Generasi Impian ... 30
4.1.3 Program yang diterapkan yayasan Medan Generasi Impian dalam menjalankan programnya ... 32
4.1.4 Manfaat keberadaan yayasan Medan Generasi Impian terhadap masyarakat ... 59
4.2 Pembahasan ... 73
vii
Tabel 4.3 : Jumlah siswa new hope class ampera ... 29 Tabel 4.4 : lesson plan moral class ... 52 Tabel 4.5 : Jadwal bimbingan belajar di yayasan Medan Generasi
viii
Gambar 4.3 : Mr. Kang memberikan pelatihan pada para volunteer ... 50 Gambar 4.4 : Pemberian asupan gizi oleh yayasan Medan Generasi
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Medan Generasi Impian adalah sebuah Organisasi Non-Profit yang berdiri
sejak tahun 2011. Organisasi ini bergerak di bidang pendidikan yang dibentuk
oleh himpunan mahasiswa dari beberapa universitas di kota Medan.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut mencoba menggagas sebuah terobosan kegiatan dan sistem
pendidikan yang berupaya untuk menyempurnakan jalannya bidang pendidikan
bagi anak-anak tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah atas (SMP),
sekolah menengah atas (SMA).
Organisasi ini menampung segala ide kreatif mahasiswa untuk
mengembangkan kemampuan akademik dan karakter anak-anak bangsa. Langkah
bijak ini dimulai dari memberikan dukungan dan akses pendidikan yang baik dan
modern bagi anak-anak kurang mampu. Yayasan Medan Generasi Impian
membuka program pendidikan modern yang mengedepankan pertumbuhan
karakter anak.
Medan Generasi Impian adalah nama baru dari Africa-Asia Development
Relief Foundation (ADRF) Indonesia. ADRF Indonesia terus berkembang dan
berinovasi memberikan akses-akses kebutuhan pendidikan untuk masyarakat
kurang mampu. Untuk menyelenggarakan programnya kearah yang lebih baik,
Pada tahun 2014, ADRF Indonesia terlahir sebagai sebuah yayasan
bernama Yayasan Medan Generasi Impian. Pusat pendidikan ini memberi akses
pendidikan modern dan bermutu kepada anak-anak yang kurang mampu. Seluruh
anak didik tidak dibebankan biaya apapun untuk menuntut ilmu di pusat
pendidikan ini, bahkan anak-anak didik yang memenuhi kriteria difasilitasi
kebutuhan pendidikannya lewat program sponsorsip.
Sampai tahun 2016 yayasan Medan Generasi Impian ini memiliki siswa
sebanyak 70 orang dan telah membagi kelas kedalam dua tingkatan yaitu kelas
middle yang dibagi kedalam dua tingakatan yaitu middle I dan middle II, dan
kelas higher yang dibagi kedalam dua tingkatan yaitu higher I dan hingher II.
Kelas middle I terdiri dari siswa yang menduduki kelas 1 sampai kelas 3 sekolah
dasar dengan usia 8-11 tahun. Kelas middle II terdiri dari siswa yang menduduki
kelas 4 sampai 6 dengan usia 11-13 tahun. Kelas higher I terdiri dari siswa yang
menduduki sekolah menengah pertama (SMP) dengan usia 13-15 tahun dan kelas
higher II terdiri dari siswa yang menduduki sekolah menengah atas (SMA)
dengan usia 13-18. Pembagian kelas ini juga didasari kemampuan inteligensi dan
juga perilaku siswa. Semua siswa yang terdaftar wajib mengikuti pendidikan
moral yang telah ditetapkan oleh pihak yayasan.
Fokus pendidikan dasar di yayasan Medan Generasi Impian lebih
menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang
ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak yang belajar di yayasan Medan
generasi Impian. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang
Berdasarkan hasil observasi sementara, peserta didik yang sedang
mengenyam pendidikan di yayasan medan generasi impian berasal dari daerah
Kecamatan Medan Timur yaitu lingkungan sungai Sei Deli daerah Glugur dan
lingkungan pinggir rel daerah Ampera. Latar belakang pekerjaan orang tua peserta
didik yang mengikuti pendidikan di yayasan Medan Generasi Impian pada
umumnya bekerja sebagai supir angkot , penarik beca dan tukang cuci.
Mata pelajaran yang diajarkan di yayasan tersebut adalah komputer , seni
dan moral. Belajar moral diterapkan dalam setiap mata pelajaran baik mata
pelajaran komputer maupun seni. Mata pelajaran tersebut diajarkan sesuai dengan
kehidupan sehari-hari yang mereka hadapi. Tidak seperti belajar disekolah yang
dalam praktik pembelajarannya lebih didominasi oleh pengembangan kemampuan
intelektual dan kurang memberi perhatian pada aspek moral.
Yayasan Medan Generasi Impian berasumsi bahwa moralitas merupakan
faktor penting bagi pembangunan identitas dan karakter masyarakat sebuah
bangsa. Menjadikan manusia yang cerdas dan pintar, boleh jadi hal yang mudah
dilakukan, tetapi menjadikan manusia agar menjadi manusia yang mempunyai
perilaku yang baik dan bijak merupakan hal yang sulit dan bahkan sangat sulit
dilakukan. Oleh karena itu, sangatlah wajar bila dikatakan bahwa
masalah-masalah moral merupakan persoalan yang akut yang mengikuti kehidupan
manusia kapanpun dan dimanapun. .
Penulis berasumsi bahwa jika seseorang mengikuti suatu pendidikan
adalah untuk meningkatkan kreativitas, membentuk pola pikir yang ilmiah,
sertifikat ataupun ijazah yang nantinya akan mempermudah seseorang
mendapatkan pekerjaan. Pendidikan moral di yayasan Medan Generasi Impian
tidak mengeluarkan ijasah atau sertifikat yang dapat digunakan oleh siswa untuk
menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan tidak dapat mempermudah mereka
memperoleh sebuah pekerjaan. Namun yayasan ini lebih fokus dalam
pembentukan moral anak saja.
Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang
berjudul: Manfaat Keberadaan Yayasan Medan generasi Impian Terhadap
Masyarakat (Studi Kasus : Jalan Singgamata No.21 , Kelurahan Glugur Darat,
Kecamatan Medan Timur).
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengidentifikasi masalah
sebagai berikut :
1. Kehadiran yayasan Medan Generasi Impian dalam mencoba
menggagas sebuah terobosan kegiatan dan sistem pendidikan di
indonesia.
2. Latar belakang didirikannya yayasan Medan Generasi Impian.
3. Siswa mengikuti pendidikan moral di yayasan Medan Generasi
Impian.
4. Fokus pendidikan dasar di yayasan Medan Generasi Impian dalam
5. Anak kurang mampu menjadi sasaran utama yayasan medan generasi
impian dalam penanaman pendidikan moral.
6. Program yang diterapkan yayasan Medan Generasi Impian dalam
menjalankan programnya.
7. Manfaat keberadaan yayasan Medan Generasi Impianterhadap
masyarakat.
1.3 Pembatasan masalah
Untuk mempermudah penelitian di dalam lapangan, perlu diberi
batasan-batasan terhadap masalah yang akan di bahas agar penelitian yang dilakukan bisa
terarah, maka penulis membatasi masalah penelitian ini pada: “Manfaat
keberadaan yayasan Medan Generasi Impianterhadap masyarakat.
1.4 Rumusan Masalah
Penulis merumuskan beberapa masalah di dalam penelitian yang akan
dilakukan, yaitu sebagai berikut :
1. Apa yang menjadi latar belakang didirikannya yayasan Medan
Generasi Impian ?
2. Bagaimana program yang diterapkan yayasan Medan Generasi Impian
dalam menjalankan programnya ?
3. Apa manfaat keberadaan Medan Generasi Impian terhadap
1.5Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apa yang menjadi latar belakang didirikannya
yayasan Medan Generasi Impian.
2. Untuk mengetahui program yang diterapkan yayasan Medan Generasi
Impian dalam menjalankan programnya.
3. Untuk mengetahui manfaat keberadaan Medan Generasi Impian
terhadap masyarakat.
1.6 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat teoritis
Untuk mengembangkan kajian sosiologi pendidikan, khususnya
pendidikan moral dalam diskursus sosiologi. Untuk menambah wawasan
dan pengetahuan penulis maupun mahasiswa mengenai manfaat
keberadaan yayasan Medan Generasi Impian terhadap masyarakat.
2. Manfaat praktis
Secara praktis, memberikan teknik penerapan menjalankan program dalam
yayasan Medan Generasi Impian. Untuk memberikan masukan kepada
76 5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Lingkungan VIII kelurahan Glugur Darat II dan yayasan Medan Generasi Impian maka penulis mengambil beberapa kesimpulan yakni :
1. Hal yang melatar belakangi didirikannya yayasan Medan Generasi Impian yaitu adanya niat yang tulus dari Mr.Kang untuk membantu anak-anak kurang mampu dalam menggapai cita-citanya dan ingin memperbaiki moral anak, karena Mr.Kang yakin bahwa anak-anak yang nantinya jadi penerus bangsa.
2. Ada beberapa program yang dijalankan yayasan Medan Generasi Impian yaitu NHC (New Hope Class), rumah baca impian (wish planet center), visting house (kunjungan kerumah siswa untuk memantau
perkembangan anak), country side project ( service education untuk sekolah didaerah terpencil yang dilakukan bersama dengan volunteer), fellowship ( training kepemimpinan untuk volunteer) dan service
school (membangun sarana dan prasarana bagi sekolah yang
3. Khususnya bagi masyarakat kurang mampu kehadiran yayasan Medan Generasi Impian ini dirasakan sangat bermanfaat karena anak-anak mereka memperoleh kemudahan untuk menerima pendidikan secara gratis yang dapat menambah wawasan anak-anak serta membantu orangtua dalam mengawasi anak-anak mereka, dan anak-anak juga diberikan asupan gizi demi tumbuh kembang anak yang baik.
5.2 SARAN
Setelah penulis melakukan penelitian langsung di yayasan Medan Generasi Impian maka penulis memberikan saran, sebagai berikut:
1. Yayasan Medan Generasi Impian diharapkan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar mereka dapat mengetahui keberadaan maupun tujuan dari yayasan itu sendiri.
2. Yayasan Medan Generasi Impian diharapkan mengadakan kegiatan yang mampu menciptakan manfaat keberadaan dari yayasan itu sendiri, contohnya gotong royong untuk membersihkan lingkungan VIII keluharahan Glugur Darat II, yang dilakukan bersama ana-anak maupun volunteer. Sehingga manfaat yayasan Medan Generasi Impian dapat dirasakan oleh masyarakat.
mampu secara perlahan menerapkan ajaran-ajaran yang telah diberikan oleh yayasan Medan Generasi Impian .
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku :
Adisusilo, S.J.R. 2014. Pembelajaran Nilai – Karakter Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Edisi Ketiga. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Ais, Chatamarrasjid. 2002. Badan Hukum Yayasan. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.
Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan : Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Herdiansyah, Haris. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta : Salemba Humanika.
Lickona, T. 2012. Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Jakarta : Bumi Aksara.
Moleong, Lexy. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Ritzer, George. 2014. Teori Sosiologi Modern. Edisi 7. Jakarta: KencanaPrenadamedia Group.
Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
Soerjono Soekanto, 2003. Judul : Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sunarto, Kumanto. 2004. Pengantar sosiologi (edisi revisi). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sumber Skripsi :
Zulfaldli. 2011 . Pendidikan Non Formal Anak Terlantar, Studi Pada Yayasan Putri Gina Aceh. Jurusan Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Gajah Mada.
Mukminin. 2013. Peran Yayasan Pendidikan Safinatul Huda Terhadap Pendidikan Masyarakat Nelayan Miskin Di Krimunjawa Tahun 2001-2012. Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Semarang.
Sumber Internet :