• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Efisiensi Bank Umum Syariah Di Indonesia Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhinya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian Efisiensi Bank Umum Syariah Di Indonesia Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhinya"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2  Aset dan DPK BUS tahun 2012–2016
Gambar 4, garis AA` menggambarkan harga input relatif. Inefisiensi alokatif Jika harga relatif input diketahui, efisiensi alokatif dapat diukur
Tabel 2  Penelitian terdahulu dengan metode DEA, SFA, dan Tobit
Gambar 6  Kerangka pemikiran
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini mengindikasikan kedua bank tersebut dalam menggunakan variabel input simpanan, beban bunga, dan beban gaji terhadap output kredit relatif telah dioperasikan

Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Raihan Nurfianto, menyatakan bahwa skripsi dengan judul FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT EFISIENSI BANK UMUM SYARIAH

Pada Tabel 4 diketahui bahwa penyebab Bank Syariah Mega Indonesia belum efisiensi pada tahun 2017 karena alokasi input aktiva tetap terjadi pemborosan

Pada penelitian ini, variabel yang digunakan sebagai input yaitu beban personalia dan beban bagi hasil serta output yang digunakan yaitu total pembiayaan dan

Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengukur tingkat efisiensi dengan menggunakan lima konsep efisiensi; tecnichal efficiency (TE), pure tecnichal efficiency (PTE),

Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMS adalah tingkat efisiensi terbesar di antara Bank Syariah di Indonesia yang mempengaruhi tingkat input dan output

Bank Lain tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan aset Bank Umum Syariah. Secara simultan pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, pembiayaan murabahah,

Hasil analisis terhadap 12 bank umum syariah di Indonesia selama tahun 2014-2017 yaitu rata-rata tingkat efisiensi bank umum syariah mengalami kenaikan dari 82,4% pada tahun 2014