BANGUNAN-BANGUNAN MASJID BERSEJARAH DI KOTA MEDAN.

Teks penuh

(1)

Bangunan-Bangunan Masjid Bersejarah

Di Kota Medan

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH :

M. ROYHAN DALIMUNTHE

NIM : 3113321020

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

(2)
(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan nikmat

yang dikaruniakan-Nya kepada penulis hingga penelitian ini dapat selesai tepat pada

waktunya.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan. Peneliti meyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna baik dari isi,

teknik penulisan, maupun nilai ilmiahnya. Mengingat keterbatasan pengetahuan, kemampuan

dan pengalaman. Oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati, peneliti mengharapkan saran

dan kritik dari pembaca skripsi ini.

Sebagai rasa syukur, dalam proses penyelesaian skripsi ini, penulis telah banyak

menerima bantuan, baik berupa bimbingan, saran, kritik, dan lain sebagainya. Maka dalam

kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang

setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah mendukung demi penyelesaian skripsi ini, yaitu

kepada :

Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan dan selaku Pembimbing Skripsi

(PS) yang telah sabar dalam memberi arahan dan motivasi sehingga saya mampu

menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Drs. Ponirin M.Si selaku dosen Pembimbing Akademik (PA) yang telah

(6)

ii

memberikan motivasi kepada penulis hingga saya mampu menyelesaikan skripsi

ini.

5. Kepada para penguji Ibu Dr. Samsidar Tanjung M.Pd dan Bapak Dr. Hidayat,

M.Si selaku penguji yang telah memberi banyak saran untuk memperbaiki dalam

penyusunan perbaikan Skripsi. Serta seluruh Bapak/Ibu Dosen dan Staf

administrasi di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan yang telah

membagi ilmu melalui proses belajar mengajar selama beberapa tahun, terima

kasih atas bimbingannya.

6. Kepada seluruh seuluruh Bapak dan Ibu Dosen di Jurusan Pendidikan Sejarah

yang tidak bosan-bosannya membimbing saya

7. Kepada seluruh staf dan pegawai balitbang Kota Medan yang menyambut baik

kedatangan saya dan telah membantu membuat surat penilitian saya

8. Teristimewa kepada kedua orang tua tersayang dan tercinta atas segala dorongan,

semangat, motivasi dan kerja keras untuk pendidikan penulis serta doa yang tidak

pernah putus hingga terselesaikannya skripsi ini.

9. Terimakasih kepada adek kandung saya Anggi Rayhana Dalimunthe yang menjadi

motifasi dan telah mendoakan agar segera selesai mengerjakan skripsi.

10.Kepada sahabat Herwinsyah, S.Pd terima kasih telah menjadi sahabat yang

menerima segala kekurangan sifat dan sikap penulis, semoga persahabatan kita

selalu terjaga.

11.BKM pengurus Masjid yang telah membantu saya menyelesaikan skripsi ini

12.Terimakasih Kepada Bapak/Ibu yang mau meluangkan waktunya buat saya dalam

menyelesaikan penelitian.

13.Kepada adik-adik stanbuk, Indah , putri, meri rizky dll yang sulit menyebutkan

(7)

14. Seluruh orang-orang yang telah memberikan doa dan suport kepada saya agar

cepat menyelesaikan skripsi ini,terima kasih banyak.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang tidak

dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dalam penelitian dan

pengerjaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat

menjadi masukan bagi yang membutuhkannya.

Medan, Mei 2017

Penulis

(8)

iv

B. Identifikasi Masalah ... 7

C. Perumusan Masalah ... 7

D. Tujuan Penelitian ... 8

E. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II : KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka ... 10

1. Pengertian Masjid ... 10

2. Sejarah Masjid ... 11

3. Sejarah di Kota Medan... 14

B. Kerangka Konsep ... 15

1. Bangunan Masjid ... 15

2. Eksitensi Bangunan Masjid... 16

3. Fungsi Masjid... 17

C. Kerangka Berpikir ... 19

BAB III : METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian ... 21

B. Lokasi Penelitian ... 21

C. Sumber Data... 22

D. Teknik Pengumpulan Data ... 22

(9)

BAB IV : HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Daerah Penelitian ... 24

1. Keadaan Wilayah ... 24

2. Keadaan Penduduk... 25

B. Sejarah Kota Medan ... 27

C. Asal Usul Nama Medan Secara Singkat ... 30

D. Sejarah Awal Mulanya Masjid... 32

E. Jenis Bangunan Masjid Bersejarah di Kota Medan ... 33

1. Masjid Jamik ... 33

2. Pahlawan Muslimin ... 37

3. Masjid Quba ... 39

4. Masjid Al-Manar ... 41

5. Masjid Syeckh Hasan Maksum ... 44

6. Masjid Al-Hasanah ... 47

7. Masjid Khalid Ibnu Walid ... 47

F. Fungsi Masjid... 49

G. Kebijakan Pemerintah Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Medan ... 52

H. Bentuk Penyelamatan Bangunan Bersejarah ... 52

BAB V Penutup A. Kesimpulan ... 54

B. Saran ... 58

DAFTAR PUSTAKA ... 60

(10)

54 BAB V PENUTUP

Kesimpulan dan saran sangat penting pada akhir penelitian, karena kedua

hal tersebut mempunyai kondisi penelitian. Kesimpulan memuat hal-hal apa saja

yang menjadi kata akhir dalam penelitian ini, sedangkan saran merupakan

kumpulan masukan maupun kritiakan terhadap fokus penulisan yang dapat

membangun dan memperbaiki fokus penulisan sejenis dikemudian hari

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka

diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :

o Sejarah Masjid Jamik merupakan salah satu peninggalan sejarah

berdirinya di wilayah Kota Medan Kelurahan Sukarame I

Kecamatan Medan Area jalan medan area selatan no. 289 Medan.

Bahkan Masjid Jamik ini, tercatat sebagai salah satu masjid tertua

di Kota Medan. Inisiatif pendirian masjid dilakukan oleh

masyarakat setempat yang di tanda tangankan oleh Wali Kota

Kodya KDH TK II Medan yang bernama H.A.S. Rangkuty sekitar

tahun 1953 dan selesai pada tahun 1984. Dengan Ciri arsitekturnya

mendapat pengaruh dari Jawa, Eropa, dan Cina. Berdasarkan

Sejarah di bangunnya Masjid Jamik ini, karena masjid yang

(11)

tidak dapat lagi menampung Jamaah yang kian banyak. Sehingga

masyarakat setempat menyuruh arsitek untuk membangun Masjid

Jamik.

o Sejarah Pahlawan Muslimin merupakan salah satu peninggalan

sejarah berdirinya di wilayah Kota Medan Kecamatan Medan Kota

letaknya tepat di jalan senam di belakang makam pahalawan.

Bahkan Masjid pahlawan muslimin ini, sudah dikatakan sebagai

salah satu masjid tertua di Kota Medan, Masjid pahlawan

Muslimin dibangun pada tahun 1955. Berdasarkan Sejarah di

bangunnya Masjid pahlawan muslimin ini, karena masjid yang

sebelumnya di bangun atau yang lebih di kenal dengan Musholah.

o Sejarah Masjid Quba adalah salah satu peninggalan sejarah

berdirinya di wilayah Kota Medan di jalan Utama Gg Quba.

Bahkan Masjid Quba, tercatat sebagai salah satu masjid tertua di

Kota Medan. Inisiatif pendirian masjid dilakukan oleh masyarakat

setempat didirikan pada tahun 1958, jadi usia masjid sampai

sekarang ini sudah 59 Tahun. Masjid ini masih satu paket dengan

Masjid Al Osmani Medan dan Istana Maimoon. Tetapi Masjid

Quba terletak tidak jauh dengan Istana Maimun, sementara Istana

Maimun dekat dgn pusat kota Medan.

o Masjid Al-Manar merupakan salah satu masjid megah peninggalan

Kerajaan Deli, Medan, Masjid al-manar didirikan pada tahun 1985

(12)

56

adalah Masjid Raya al-Mashun yang berlokasi di Medan Maimoon,

Medan. Menurut sejarahnya, Masjid al-manar merupakan

monumen Kerajaan Deli yang dari tahun 1854 hingga 1858 M.

Oleh sebab itulah, masjid ini kemudian disebut Masjid al-manar,

sesuai dengan nama pendirinya. Sebagai sebuah monumen, masjid

ini dibangun di pusat kerajaan, sehingga masyarakat juga

menyebutnya sebagai Masjid al-manar. Selain bangunan masjid,

saat itu di dekat masjid juga terdapat istana kerajaan. Namun, saat

ini istana tersebut sudah tidak ada lagi bekasnya.

o Masjid tua yang masih berdiri kokoh ini dibangun oleh Syekh

Hasan Maksum tahun 1957. Masjid ini merupakan tanah wakaf

yang kemudian di bangun oleh Syekh Hasan Maksum.

Pembangunan Masjid yang dilakukan Syekh Hasan Maksum

sempat menuai kontroversi.Namun, karena telah diijinkan

pembangunannya oleh Sultan Deli Makmun Ar Rasyid yang kala

itu mulai berpindah pusat pemerintahan Sultan dari daerah

pelabuhan (Sekitar Masjid Osmani) ke Istana Maimoon maka

pembangunan Masjid syekh hasan maksum pun di lakukan.

o Sejarah Berdirinya masjid al-hasanah pada tahun 1973. Untuk saat

ini masjid al-hasanah sudah mencapai 44 tahun. Pertama kali

didirikan masjidini masih menggunakan kayu pilihan, kemudian

masjid al-hasanah di renovasi pada tahun 1981 dengan

(13)

renovasi masjid tersebut dari perkumpulan dana atau pengutipan

dari masyarakat setempat. Masjid Al-Hasanah termasuk masjid tua,

karena masjid tersebut sudah berumur di atas 25 tahun.

o Masjid Khalid Ibnul Walid merupakan sebuah masjid yang terletak

di Medan, di jalan Ismaliyah simpang jalan puri. Masjid ini terletak

di pinggir jalan, Masjid ini dibangun pada tahun 1986. Pada awal

pendiriannya, masjid ini menyatu dengan kompleks istana. Gaya

arsitekturnya khas Timur Tengah, India dan Spanyol. Masjid ini

berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan,

timur, utara dan barat. Masjid Khalid Ibnul Walid ini merupakan

saksi sejarah kehebatan Suku Melayu karena masyarakat setempat

(14)

58 B. Saran

Berkaitan dengan tema dan topik penelitian, maka penulis mengemukakan

beberapa saran yaitu :

1. Menyangkut keberadaan peninggalan tua pada zaman islam ini di kota

medan tentunya kita semua harus mendukung usaha pemanfaatannya juga

untuk fungsi yang baru, tanpa harus mengubah apalagi menghancurkan

bangunan tersebut. Apalagi bila berkenan dengan peninggalan yang

memiliki nilai budaya, Historis dan estetis yang tinggi sehingga mampu

memberikan kontribusi terhadap keberadaan dari kota medan dahulunya

bahwa islam pernah tumbuh disana

2. Masyarakat kota medan khususnya maupun masyarakat lain pada

umumnya, hendaknya mengetahui sejarah dan fungsi masjid bersejarah

tersebut karena memiliki nilai arsitektur yang cukup unik diantara masjid

lainnya.

3. Disarankan upaya pelastarian bangunan bersejarah masjid ini sangat

diperlukan sebab masjid ini tersebut menjadi bukti eksitensi bahwa di

daerah ini pernah berkembang kerajaan deli sebagai penguasa pada saat itu

dan juga sebagai bukti kerukunan dalam beragama pada masa itu.

4. Disarankan untuk pihak yang mengetahui kondisi masjid terutama BKM

masjid untuk melakukan koordinasi dengan menginformasikan keberadaan

masjid bersejarah ini pada pemko medan karena secara tidak langsung

(15)

5. Disarakan juga agar pengelolaan dan perawatan masjid bersejarah tersebut

harus terprogram lebih baik lagi, hal ini bertuan untuk melindungi dan

menjaga situs bersejarah di kota medan.

6. Disarankan juga kepada yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu

tentang eksitensi peninggalan budaya ini yakni seluruh masyarakat muslim

warga kota medan yang selayaknya memiliki kepedulian yang tinggi untuk

memelihari peninggalan budaya ini. Sebab peninggalan budaya ini

(16)

60 DAFTAR PUSTAKA

Badri Yatim. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : PT. RajaGrafindo

Persada

Cholid Narbuko. 2009. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara

Dada Meuraxa. 1974. Sejarah Kebudayaan Sumatera. Medan : Firma

Edwin M.Loeb. 2013. Sumatra Sejarah dan Masyarakatnya. Yogyakarta :

Ombak

Sandjaya. 2006. Panduan Penelitian. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher

Tengku H.M. 1978. Lintasan Sejarah Peradaban dan Budaya Penduduk

Melayu-Pesisir Deli Sumatra Timur. Jakarta :Departemen Pendidikan Dan

Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia Dan Daerah

Tengku Luckman Sinar. 2011. Sejarah Medan Tempo Doeloe. Medan : Sinar

Budaya Group

Zein, Abdul Baqir. 1999. Mesjid-Mesjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta : Gema

Insani

Syahidin. 2003. Pemberdayaan Umat Berbasis Majid. Bandung : Alfabeta

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...