SISTEM MASUK S-2 DAN S-3 Oleh :
Fakultas Pascasarjana Universitas Airlangga.
PENDAHULUAN
adanya pendidikan tinggi 1 ) maka para peserta ma-
sing-masing stratum harus pendidikan ma-
sing-masing stratum berhasil mencapai tujuan.
Untuk dapat pendidikan stratum 2, peserta harus lulusan stratum 1, dangkan untuk mengikuti stratum 3 peserta yang diterima adalah lulusan stratum 2 atau lulusan stratum 1 yang suatu kriteria khusus.
calon ijazah dapat dikatakan tidak otomatis pat diterima karena pendidikan dalam strata 2 dan 3 masih dibagi menjadi pendidikan kearah keahlian akademik keahlian profesional. Karena itu dijabarkan kwalifikasi yang harus dipenuhi untuk dapat diterima dalam sing program pendidikan sebagai kreteria dalam seleksi.
Pada waktu ini pendidikan yang penuh oleh Fakultas
jana adalah program gelar, oleh karena itu dalam makalah ini hanya dibahas sistem seleksi masuk S-2 dan untuk program gelar. Selain itu mengingat bahwa strata 2 dan 3 merupakan jenjang yang berbeda, masing-masing akan diajukan tersendiri, dan segala sesuatunya berdasarkan pengamatan di dan oleh Fakultas Pascasajana Universitas Airlangga.
Pada tahap permulaan pendidikan program gelar S-2 sistem seleksi calon peserta tidak jelas, oleh karena pada umumnya peserta adalah dari staf ri yang disiapkan untuk menjadi di pendidikan stratum 2.
Yang disini adalah pengamatan Fakultas Pascasajana berdiri, jadi seleksi calon peserta untuk angkatan 1983 1984, 1984 1985 dan 1985 1986.
STRATUM 2
Permasalahannya
Mengingat bahwa misi dari pendidikan Pascasarjana program gelar stratum 2 pada waktu adalah mutu untuk pendidikan stratum 1 maka dalam menentukan kriteria seleksi diperhatikan kekurangan-kekurangan yang ada sebagai lulusan stratum 1 untuk menjadi di stratum 1, dalarn hal di.
2. pengembangan melalui penelitian
3. mendapatkan informasi dari perpustakaan asing)
Mengingat bahwa pendidikan stratum 1 tidak
ga pengetahuan dasar para pesertapun tidak sama perlu diadakan seleksi untuk ran- king para calon peserta, dan apabila ada calon yang kurang dapat diupgrade dengan
Hal lain yang perlu diperhatikan dari calon peserta stratum 2 adalah : 1. rahasia lagi lulusan stratum 1 yang menjadi bukan
an yang
2. Bahwa dalam menanggulangi yang para mempunyai kegiatan sampingan yang cukup menyita waktu
3. Bahwa pendidikan formal yang dilaksanakan dilingkungan sendiri berikan hasil yang kurang murni
Yang menjadi dalam mengadakan seleksi calon peserta Pascasarjana adalah: 1. Fasilitas pendidikan program studi yang menetapkan
jumlah calon peserta dapat setiap tahun.
2. Kemampuan dari calon peserta yang kriteria seleksi. 3. Jumlah dana
TMPD
yang tersedia.ada kemungkman bahwa dari jumlah yang tersedia hanya yang terisi oleh peserta dengan bantuan
SISTEM SELEKSI MASUK S-2 FAKULTAS PASCASARJANA UNIVERSITAS
Seperti telah dikatakan terdahulu sebelum angkatan 1983 1984 sistem seleksi lum diatur, dapat bahwa tiap-tiap calon peserta dari Universitas sendiri harus pengalaman penelitian sekurangnya karya tulis, sedangkan ini tidak peserta luar Universitas
Hal lain yang diperhatikan adalah
1. Kemampuan bahasa berdasarkan pendaftwan, calon memiliki sekurang-kurangnnya kemampuan untuk baca.
2. keberhasilan yang tercantum dan waktu yang perlukan untuk dapat menyelesaikan program stratum 1.
Usulan jumlah peserta yang ditentukan oleh dan dana yang dia. angkatan (1985 1986) dana penyelenggaraan untuk pembiayaan jumlah permintaan calon di Universitas
Faktor utama dalam keberhasilan pendidikan Pascasa rjana. sehingga sistem mengenai adalah apabila calon peserta melimpah.
Kendala utama untuk ini adalah kurang mobilitasnya para karena :
1. Gelar Pascasa rjana tidak ada kaitannya dengan jenjang karier tenaga pengajar
2. Berkurangnnya penghasilan apabila mendapatkan
pat lain (hilangnya penghasilan yang cukup menentukan tuk mencapai taraf yang
3. Kehilangan tunjangan fungsionil. Penggantian dengan tunjangan kurang mengena karena akan dihabiskan untuk ditempat selain itu beaya untuk penelitian sering dana TMPD yang sedia
Apabila kendala umum ini diperhatikan dan dapat ditetapkan penyelesaiannya ma- ka dapat diharapkan bahwa jumlah calon peserta dapat bertambah. Dengan demi
-
pula seleksi akan untuk menjaring the best dilihat segi an akademik.
Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam materi yang akan dipergunakan untuk seleksi adalah dari lulusan stratum 1 untuk dijadikan calon peserta stra- tum 2 yang baik yaitu :
Kekurangan dalam pendidikan profesional, bahasa latihan sehingga setidaknya seleksi harus meliputi :
1.
2. Pengetahuan perkembangan dalam ilmu program dinya
Selain itu dilihat pula kemampuan penelitian menulis karya
.
Untuk menetapkan sistem seleksi yang effektif perlu
2. Memperbaiki masalah keuangan untuk dapat dalam 3. Seleksi diadakan secara nasional
SARAN
Mengadakan pengelompokan dari program studi yang sejenis untuk menetapkan seleksi
2. Apabila perlu diadakan pelaksanaan program studi secara apabila jumlah peserta kurang
3. Mengingat kebanyakan peserta adalah pegawai negeri; mengadakan rama berupa flat untuk dihuni peserta selama
Pada waktu program Doktor dilancarkan dalam tahun 1976 yang dikenal hanya program Doktor dengan sistem tidak te yang telah menjadi pola
da waktu itu. Dengan adanya Keputusan No. 021 tahun 1982, maka program pendidikan Doktor atau stratum 3 dibebani 50 yang
waktu 2 2% tahun
.
Perubahan dari pelaksanaan program Doktor ini merupakan masalah tersendiri, rena kebiasaan yang telah membudaya sehingga memerlukan waktu
.
Oleh karena itu pada waktu ini Fakultas Universitas Airlangga melaksanakan kedua jalur untuk mencapai gelar Doktor, tetapi peserta yang mendapat dana bantuan TMPD, tahun 1983 telah mengikuti program terjad wal.
Permasalahan kedua adalah adanya 2 peserta yaitu yang telah mengikuti pendidikan program gelar stratum 2 dan ada pula yang belum, yang pa- da adalah yang tergolong senior
.
Masalah ini sebenarnya hanya merupakan psikologis.
Pelaksanaan seleksi masuk di Fakultas Pascasarjana Universitas Airlangga dasarkan permasalahan ini tahun 1983 Fakultas Pascasarjana Universitas langga menyusun masuk S-3 atau program Doktor sebagai berikut :
PROGRAM DOKTOR (TERJADWAL)
seleksi adalah formulir pendaftaran dengan memperhatikan :
1. Karya 5 tahun terakhir, terutama yang
kan kepastian bahwa calon masih dalam alam akademis
2. Kemampuan bahasa atau bahasa Asing lain
3. Susunan yang akan diteliti dalam program Doktor, terutama diperhatikan dalam menyusun proposal
ketiga butir dapat dipenuhi, yaitu masih ada satu yang penting yaitu kesediaan seorang calon yaitu tenaga tetap Universitas Airlangga yang bersedia membimbingnya
.
Pelaksanaan dilaksanakan oleh Panitia Penerirnaan
.
PROGRAM DOKTOR (TIDAK
TERJADWAL)
dasar data dalam formulir pendaftaran, calon diseleksi dengan memperhatikan :
1. Karya tahun terakhir dan
2.
Kemudian dilengkapi dengan usulan penelitian yang telah disetujui oleh calon pro- motor
.
Kemampuan akan dasar penelitian langsung tetapiakan keluar pada waktu penilaian usulan penelitian oleh panitia
.
seleksi masuk S-3 ada 3 calon, yaitu
1. Calon yang telah memiliki gelar S-2. Calon ini untuk diseleksi karena academic record, dan apabila perlu dapat dilaksanakan test
2. Calon yang sedang pendidikan gelar S-2 dan dengan kemajuan belajarnya memiliki kemampuan untuk diberi
melanjutkan ke program S-3
3. Calon yang tidak melalui jalur pendidikan S-2
tingkat pengetahuan metodologi penelitian dan statistik merupakan satu teria untuk masuk S-3
.
Untuk mendapatkan peserta yang baik untuk program S-3 adalah upaya supaya kemudian yaitu dengan mengaitkan dengan jenjang karier .
Untuk berhasilnya program diperlukan yang mampu dalam logi penelitian serta statistik mampu dalam salah satu asing yang pakan sarana bahasa informasi kepustakaan
.
DISKUSI
: Apakah test merupakan satu-satunya untuk seleksi ? Ansyar) Seleksi masksudnya untuk mencari yang diperlurakan
akan mampu menyelesaikan studinya. Faktor akademis ja untuk ini disamping belakang tahuan, lebih penting kebiasaan ke rja dan kemampuan penalaran yang pada urnumnya memang
.
tidak dapat melalui test. Bilamana dicoba lui test, pengalaman yang sudah-sudah, ada program studi yang tidak akan pernah menerima mahasiswa. Saran
yang sedang di seleksi lalui matrikulasi. Semua yang diketahui dapat leh melalui tersebut, melatih kebiasaan ke rja yang wajar, yang diperlukan untuk studi
.
Matrikulasi, walaupun mahal, memberi pula efek
bagi yang tidak yaitu kemampuan dan perluasan cakrawala yang bagi
pengajar
.
UNAIR : Test bukan satu-satunya tetapi test adalah
( Hartono ) satu moment opname untuk diketahui kesiapan mlon yang dapat dipergunakan untuk seleksi, placement dan mengukur keberhasilannya kemudian
.
untuk predict tetapi harus ditambah dengan datalain. Matrikulasi yang baik tetapi merupakan
dalam pelaksanaan
.
AD : Untuk S3 y ang langsung dari S l (tidak Suwanti S.) : laui disamping persyaratan akademis ( makalah, karya
ilmiah dll.), apakah juga ada persyaratan non-Akademis ?
: Di UNAIR ada lain yang non-akademis ( Hartono ) yaitu :
S3 ) pertimbangan tidak terlalu ) tat
) karena yang
litian dapat langsung dari Sl S3.
: 1. Apa yang dimaksud dengan Attitude oleh UNAIR (Subino) tude di keilmuan
.
2. Apakah tidak lebih baik dipelajari dulu seleksinya ?
UNAIR : 1 Attitude dalam terhadap pendidikan : - waktu selesaikan studi
- karya karya