• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil penelitian: analisis kontrastif afiksasi verba Bahasa Jawa dengan Bahasa Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hasil penelitian: analisis kontrastif afiksasi verba Bahasa Jawa dengan Bahasa Indonesia"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

Gambar

Table 1. Waktu penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hal di atas, menarik jika dilakukan perbandingan bentuk reduplikasi verba bahasa Indonesia dan bahasa Jawa agar menemukan persamaan dan perbedaan bentuk di

nya, misalnya kata ‘sue ne’ (lamanya), sufiks -ne sama dengan sufiks -nya. Banyaknya variasi bahasa daerah di Indonesia membuat peneliti tertarik untuk mengkaji struktur

Sedangkan dalam bahasa Indonesia ‘pergi’ merupakan verba yang tidak memiliki penanda atau imbuhan karena hanya merupakan kata dasar bentuk tanya, jadi dari dua pola bentuk

Kedua, terkait dengan bentuk padanan verba deadjektival bahasa Jawa dan bahasa Indonesia ditemukan 2 bentuk, yaitu terjadi dengan adanya afiksasi dan

Verba hasil dengan prefiks ini berupa verba transitif jika bentuk dasarnya berupa verba transitif atau nomina dengan komponen makna (+ tindakan) dan (+bahan/benda

Seperti halnya pada bahasa Indonesia, pengungkapan makna aspektualitas bahasa Bugis juga mementingkan subkelas verba pungtual (peristiwa), aktivitas (proses), statis,

Perbedaan antara keduanya yang signifikan adalah bahwa pembentukan verba dalam bahasa Arab selalu berkaitan dengan waktu, kuantitas, dan jenis kelamin, sedangkan pembentukan verba

Korespondensi tersebut meliputi perbedaan antara fonem vokal /a/ dan /o/ pada verba dan nomina bahasa Jawa di Indramayu dan Jawa di Solo.Seperti pada wilayah kabupaten Indramayu yang