• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Konsep Model Sistem Jaminan Halal Di Rumah Potong Ayam (Studi Kasus Pada Industri Daging Ayam)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan Konsep Model Sistem Jaminan Halal Di Rumah Potong Ayam (Studi Kasus Pada Industri Daging Ayam)"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Wiwit Estuti
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Ir. Rizal Syarief, DESS
    • Dr. Ir. Joko Hermanianto, M.Sc.
  • Sekolah: Institut Pertanian Bogor
  • Mata Pelajaran: Ilmu dan Teknologi Pangan
  • Topik: Pengembangan Konsep Model Sistem Jaminan Halal Di Rumah Potong Ayam (Studi Kasus Pada Industri Daging Ayam)
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2005
  • Kota: Bogor

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya jaminan halal dalam industri daging ayam di Indonesia, yang merupakan kebutuhan mendesak mengingat mayoritas penduduknya adalah Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem jaminan halal yang efektif di Rumah Potong Ayam (RPA) dengan mengacu pada standar ISO 9000. Tujuan penelitian meliputi penerapan sistem jaminan halal, pengembangan manual, SOP, dan model HrACCP. Manfaat penelitian diharapkan dapat memberikan panduan bagi pengusaha RPA dan kontribusi bagi pemerintah dalam menetapkan standar halal.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka mencakup definisi mutu dan pentingnya sistem manajemen mutu seperti ISO 9000 dalam konteks jaminan halal. Hal ini mencakup penjelasan tentang halal, sertifikat halal, dan sistem jaminan halal yang diperlukan untuk menjamin keamanan dan kualitas produk. Aspek hukum dan regulasi terkait halal juga dibahas, serta hubungan antara standar internasional dan penerapan sistem jaminan halal di RPA.

2.1 Definisi Mutu

Mutu produk didefinisikan sebagai karakteristik yang memenuhi harapan konsumen. Aspek mutu yang relevan meliputi keamanan, citarasa, dan kehalalan. Pendekatan ini penting untuk memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas tetapi juga sesuai dengan syariat Islam.

2.2 ISO 9000 dan Manajemen Mutu Terpadu

ISO 9000 adalah standar internasional yang mengatur sistem manajemen mutu. Penerapan ISO 9000 dalam sistem jaminan halal diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan konsistensi produk. Hal ini penting untuk memenuhi harapan konsumen yang menginginkan produk halal dan berkualitas.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian mencakup kerangka pemikiran yang menjelaskan langkah-langkah penelitian, tempat, dan waktu penelitian. Penelitian dilakukan di dua RPA, dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengembangkan model sistem jaminan halal yang efektif.

3.1 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran penelitian menunjukkan hubungan antara penerapan sistem jaminan halal dan kepuasan konsumen. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model yang dapat diadopsi oleh RPA untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar halal.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di PT. Sierad Produce Tbk dan PT. Charoen Pokphand Indonesia selama lima bulan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada relevansi dan ketersediaan data yang diperlukan untuk penelitian sistem jaminan halal.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sistem jaminan halal di RPA dapat mengadopsi elemen-elemen dari ISO 9000 dan panduan sistem jaminan halal. Penerapan HrACCP juga ditemukan efektif dalam mengidentifikasi dan mengendalikan titik kritis keharaman. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan dokumen dan prosedur di masing-masing RPA.

4.1 Pengembangan Konsep Sistem Jaminan Halal di RPA

Pengembangan konsep sistem jaminan halal mencakup pembuatan manual, SOP, dan panduan halal. Elemen-elemen ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua proses produksi memenuhi syarat kehalalan yang ditetapkan.

4.2 Penerapan HrACCP

Penerapan HrACCP dalam proses produksi daging ayam ditemukan efektif dalam mengidentifikasi bahan dan proses yang berpotensi haram. Ini mencakup pengendalian titik kritis untuk memastikan bahwa produk akhir adalah halal.

V. KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan sistem jaminan halal yang terintegrasi dengan standar ISO 9000. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi RPA untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk halal dan aman. Saran untuk penelitian lebih lanjut juga disampaikan, termasuk perlunya studi kasus di RPA lain.

5.1 Kesimpulan

Sistem jaminan halal yang dikembangkan dapat diadopsi oleh RPA untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem yang baik dapat meningkatkan kualitas produk dan kepuasan konsumen.

5.2 Saran

Diperlukan studi lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas sistem jaminan halal di RPA lain, serta untuk memahami bagaimana sistem ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing RPA.

Referensi Dokumen

  • Masa Lalu Kini dan Akan Datang Sewindu ( Girindra A. )
  • Menuju Pasar Internasional dengan ISO 9000 ( Hadiwiardjo BH. )
  • Soal-Jawab tentang Berbagai Masalah Agama ( Hasan A. )
  • Jaminan Mutu Pangan ( Hubeis M. )
  • Sistem Jaminan Halal ( Hakim L. )

Gambar

Gambar 2.
Gambar  5  Tahap-tahap penelitian.
Tabel 2 Pemenuhan  dokumen prinsip HrACCP halal di RPA
Tabel 3 Usulan identifikasi bahan haram atau najis di PT. Sierad Produce Tbk
+7

Referensi

Dokumen terkait