• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Populasi Poken (Batissa violacea celebensis Martens, 1987) di Sungai Pohara Kendari Sulawesi Tenggara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian Populasi Poken (Batissa violacea celebensis Martens, 1987) di Sungai Pohara Kendari Sulawesi Tenggara"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)

Referensi

Dokumen terkait

1) Proses pengolahan berpengaruh terhadap kandungan gizi kerang pokea. 2) Ekstraksi dengan jenis pelarut pada tingkat kepolaran yang berbeda.. berpengaruh terhadap rendemen,

Pengaturan daerah penangkapan melalui pembuatan zona pemanfaatan terbatas untuk memperbesar jumlah populasi induk pokea yang ditempatkan di 3 bagian perairan dengan luas

Nilai IKG yang ditunjukkan kerang pokea jantan dan betina di Sungai Lasolo pada rentang bulan penelitian yang sama (September - Februari) berada pada kisaran

Penelitian mengenai beberapa parameter populasi kerang saat ini sudah banyak dilakukan, termasuk Indonesia diantaranya kajian populasi pokea di Sungai Pohara

Kelompok umur yang ditemukan pada kerang pokea jantan dan betina di Sungai Lasolo terdistribusi dari kelompok anak, dewasa dan tua, karena ukuran dengan nilai

Secara umum, pokea awal matang gonad di muara Sungai Pohara dan muara Sungai Lasolo berada pada ukuran yang relatif sama dengan beberapa kerang lainnya (Tabel 2)

Hal ini ditandai dengan dominasi populasi pokea yang belum matang gonad dan pertama kali matang gonad, sedangkan kelompok ukuran kerang yang telah beberapa kali

Ditinjau dari tinggi rendahnya jenis makanan dalam lambung terhadap ukuran kerang pokea, diduga berhubungan dengan penilaian kesukaan organisme terhadap jenis