• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Gravity Wall Dan Cantiliver Wall Ditinjau Dari Segi Ekonomis Terhadap Tinggi Yang Variatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisa Gravity Wall Dan Cantiliver Wall Ditinjau Dari Segi Ekonomis Terhadap Tinggi Yang Variatif"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Mhd. Fauzi Valefy
  • Pengajar:
    • Bapak Prof.Dr.Ing.Johannes Tarigan
    • Bapak Ir. Syahrizal, M.Sc.
    • Bapak Prof. Dr. Ir. Roesyanto, M.Sc.
    • Bapak Ir. Torang Sitorus, MT.
    • Ibu Nursyamsi, ST. MT.
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Analisa Gravity Wall Dan Cantiliver Wall Ditinjau Dari Segi Ekonomis Terhadap Tinggi Yang Variatif
  • Tipe: Tugas Akhir
  • Tahun: 2011
  • Kota: Medan

I. Pendahuluan

Pendahuluan dalam tugas akhir ini menjelaskan pentingnya infrastruktur, terutama dinding penahan tanah, dalam menjaga stabilitas jalan di daerah rawan longsor. Dinding penahan, atau Retaining Wall, berfungsi untuk menahan tanah dengan perbedaan ketinggian, sehingga mencegah keruntuhan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Tugas akhir ini fokus pada analisis dua jenis dinding penahan, yaitu Gravity Wall dan Cantilever Wall, dari segi ekonomis dan teknis, serta perbandingan efektivitasnya pada ketinggian yang bervariasi.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menguraikan bahwa keberadaan infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk kelancaran transportasi. Dinding penahan diperlukan untuk mencegah longsor di daerah perbukitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan stabilitas dan nilai ekonomis antara Gravity Wall dan Cantilever Wall, serta memberikan pedoman desain yang lebih efisien.

1.2. Permasalahan

Permasalahan utama yang dihadapi dalam penelitian ini adalah stabilitas dan nilai ekonomis dari kedua jenis dinding penahan. Gravity Wall cenderung tidak ekonomis untuk ketinggian yang besar, sementara Cantilever Wall lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan tersebut secara kuantitatif.

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana perbedaan nilai ekonomis yang terjadi pada kedua jenis dinding penahan terhadap ketinggian yang bervariasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pedoman kepada perencana dalam mendesain Retaining Wall secara ekonomis.

II. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka memberikan dasar teori mengenai dinding penahan, termasuk definisi, fungsi, dan jenis-jenisnya. Dinding penahan berfungsi untuk menahan tanah yang berada di belakangnya dari bahaya longsor. Jenis-jenis dinding penahan yang dibahas adalah Gravity Wall dan Cantilever Wall, serta analisis tekanan tanah lateral yang mempengaruhi stabilitas dinding.

2.1. Dasar-Dasar Teori

Dasar-dasar teori mencakup pengertian Retaining Wall, yang merupakan struktur untuk menahan tanah. Dinding penahan ini penting dalam mencegah keruntuhan tanah dan memberikan stabilitas pada struktur di atasnya. Selain itu, fungsi utama dan khusus dari Retaining Wall juga dijelaskan.

2.2. Tekanan Tanah Lateral

Tekanan tanah lateral merupakan faktor penting dalam perencanaan dinding penahan. Terdapat berbagai kondisi yang mempengaruhi tekanan tanah, seperti kondisi diam, aktif, dan pasif. Teori Coulomb dan Rankine digunakan untuk menghitung tekanan tanah yang bekerja pada dinding penahan.

III. Analisa Gravity Wall dan Cantilever Wall

Analisis ini membahas stabilitas dan nilai ekonomis dari Gravity Wall dan Cantilever Wall. Setiap jenis dinding memiliki karakteristik dan aplikasi yang berbeda tergantung pada ketinggian yang dihadapi. Analisis dilakukan untuk menentukan ketinggian optimal dan perbandingan biaya antara kedua jenis dinding.

3.1. Umum

Pada bagian umum, dijelaskan bahwa tekanan tanah yang bekerja di belakang dinding penahan sangat bervariasi tergantung pada kondisi tanah dan beban yang ada. Stabilitas dinding penahan harus diperhitungkan dengan cermat untuk mencegah keruntuhan.

3.2. Sifat Tanah

Sifat tanah yang digunakan dalam analisis mencakup kepadatan dan sudut geser, yang mempengaruhi perhitungan tekanan tanah. Parameter ini penting untuk menentukan desain yang tepat dari dinding penahan.

3.3. Stabilitas Dinding Penahan Tanah

Stabilitas dinding penahan dianalisis melalui beberapa metode, termasuk analisis kestabilan terhadap guling dan geser. Kestabilan dinding sangat penting untuk memastikan bahwa dinding dapat menahan beban tanah dan tidak mengalami keruntuhan.

IV. Aplikasi Analisa Gravity Wall dan Cantilever Wall

Aplikasi analisis ini menunjukkan bagaimana hasil dari analisis dapat diterapkan dalam desain praktis dinding penahan. Penekanan pada perbandingan antara Gravity Wall dan Cantilever Wall dalam konteks biaya dan efektivitas dalam aplikasi di lapangan.

4.1. Gravity Wall

Gravity Wall umumnya digunakan untuk ketinggian rendah dan memiliki dimensi yang besar. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan Gravity Wall lebih tidak ekonomis untuk dinding yang tinggi, sehingga perlu dipertimbangkan dengan cermat dalam desain.

4.2. Cantilever Wall

Cantilever Wall lebih ekonomis untuk dinding yang tinggi karena desainnya yang lebih ramping. Penelitian ini menunjukkan bahwa Cantilever Wall dapat digunakan secara efektif pada ketinggian di atas 3 meter, memberikan alternatif yang lebih efisien dibandingkan Gravity Wall.

V. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan antara Gravity Wall dan Cantilever Wall harus didasarkan pada analisis stabilitas dan nilai ekonomis. Saran untuk penelitian lebih lanjut adalah mengeksplorasi jenis dinding penahan lainnya dan faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas dan biaya.

Referensi Dokumen

  • ANALISIS DAN DESAIN PONDASI, Jilid 1, Edisi ke empat ( Bowles E. Joseph )
  • ANALISIS DAN DESAIN PONDASI, Jilid 2, Edisi ke empat ( Bowles E. Joseph )
  • MEKANIKA TANAH ( PRINSIP – PRINSIP REKAYASA GEOTEKNIS), Jilid 1 ( Das M. Braja )
  • MEKANIKA TANAH ( PRINSIP – PRINSIP REKAYASA GEOTEKNIS), Jilid 2 ( Das M. Braja )
  • STRUKTUR BETON BERTULANG ( Dipohusodo Istimawan )

Gambar

Gambar  II. 6. Distribusi tekanan tanah dalam keadaan diam ( Braja M Das, 1991 )
Gambar  II. 7a. Tekanan aktif menurut Coulomb  ( Braja M Das, 1991 )
Gambar  II. 7a.  Dari  rumus  sinus  kita  mendapatkan :
Tabel  II – 2  Koefisien – koefisien  Ka  berdasarkan  persamaan  Coulumb    = 90
+7

Referensi

Dokumen terkait