• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Komik Perang Bubat Berdasarkan Naskah Kidung Sundayana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Komik Perang Bubat Berdasarkan Naskah Kidung Sundayana"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Yusuf Andika Pratama
  • Pengajar:
    • Dodi Nursaiman, S.Ds, M.Ds
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Desain Komunikasi Visual
  • Topik: Perancangan Komik Perang Bubat Berdasarkan Naskah Kidung Sundayana
  • Tipe: tugas akhir
  • Tahun: 2015
  • Kota: Bandung

I. Pendahuluan

Pendahuluan dalam laporan ini menjelaskan latar belakang masalah yang diangkat, yaitu Perang Bubat yang terjadi antara kerajaan Majapahit dan Sunda. Peristiwa ini diceritakan dalam Kidung Sundayana, yang merupakan sumber tertua mengenai kisah tersebut. Penulis mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul dari perbedaan penulisan nama tokoh, kurangnya visualisasi Kidung Sundayana, dan belum adanya buku ilustrasi mengenai kisah ini. Tujuan dari perancangan adalah untuk menginformasikan dan memberi gambaran visual tentang Perang Bubat kepada masyarakat.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menjelaskan pentingnya mengangkat kisah Perang Bubat yang melibatkan dua kerajaan besar di Jawa, yaitu Majapahit dan Sunda. Kidung Sundayana, sebagai naskah tertua, menjadi acuan utama dalam perancangan komik ini. Penulis mencatat bahwa meskipun banyak novel fiksi yang mengangkat cerita ini, belum ada buku berbasis ilustrasi yang mengemasnya secara visual. Oleh karena itu, perancangan komik ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pembaca mengenai kisah sejarah ini.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah menggarisbawahi sejumlah isu yang ada, seperti perbedaan penulisan nama tokoh dalam novel dan Kidung Sundayana, serta kurangnya penggarapan visual dari naskah tersebut. Penulis juga mencatat bahwa belum ada buku berbasis ilustrasi yang mengangkat kisah Perang Bubat, yang mengakibatkan pembaca sulit mendapatkan gambaran yang jelas tentang peristiwa tersebut. Hal ini menjadi latar belakang untuk perancangan komik yang lebih informatif.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah berfokus pada pertanyaan utama yaitu bagaimana menyampaikan kisah Perang Bubat versi Kidung Sundayana sebagai kisah asli tanah air. Hal ini penting untuk menjaga keaslian cerita dan memberikan konteks yang tepat kepada pembaca, serta mengedukasi masyarakat tentang sejarah dan budaya Indonesia.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan untuk memperjelas fokus penelitian, yaitu mengangkat kisah Perang Bubat berdasarkan Kidung Sundayana sebagai naskah tertua yang memuat kisah tersebut. Penulis membatasi narasi hanya pada latar belakang terjadinya perang, sehingga tidak meluas ke versi lain yang ada dalam novel-novel fiksi.

1.5 Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan adalah untuk menginformasikan masyarakat tentang kisah Perang Bubat sebagai bagian dari sejarah Indonesia, serta memperkenalkan Kidung Sundayana sebagai sumber asli. Selain itu, perancangan ini bertujuan untuk memberikan gambaran visual yang menarik tentang peristiwa tersebut, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap budaya lokal.

II. Tinjauan Kisah Perang Bubat Dalam Kidung Sundayana dan Media Komik

Bagian ini membahas Kidung Sundayana sebagai sumber utama yang menceritakan kisah Perang Bubat. Penulis menjelaskan bahwa Kidung adalah karya sastra yang menggunakan bahasa sebagai media ekspresi. Kidung Sundayana ditemukan pada tahun 1920 dan ditulis dalam bahasa Jawa pertengahan. Terdapat dua puluh pupuh yang mengisahkan peristiwa tersebut, yang mencerminkan keagungan dan konflik antara kedua kerajaan. Selain itu, penulis juga membahas tentang komik sebagai media yang efektif dalam menyampaikan cerita, dengan penekanan pada peranan gambar dan tipografi.

2.1 Kidung Sundayana

Kidung Sundayana merupakan karya sastra yang penting dalam sejarah Indonesia, mengisahkan tentang Perang Bubat antara kerajaan Majapahit dan Sunda. Kidung ini ditulis dalam bahasa Jawa pertengahan dan memiliki ciri khas sastra klasik. Penulis menjelaskan bahwa Kidung tidak hanya sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan sejarah. Dengan memvisualisasikan kisah ini dalam bentuk komik, diharapkan dapat menarik minat pembaca untuk mengenal lebih dalam tentang kebudayaan Indonesia.

2.2 Kisah Perang Bubat Dalam Kidung Sundayana

Kisah Perang Bubat dalam Kidung Sundayana terdiri dari dua puluh pupuh yang menjelaskan latar belakang dan kronologi peristiwa. Dari pengutusan utusan Majapahit hingga terjadinya peperangan, setiap pupuh memberikan detail yang mendalam tentang karakter dan konflik yang terjadi. Penulis menekankan pentingnya memahami konteks sejarah untuk menghargai kisah ini sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Dengan mengadaptasi kisah ini ke dalam bentuk komik, diharapkan dapat memberikan perspektif baru kepada pembaca.

2.3 Komik

Komik sebagai media komunikasi visual memiliki potensi besar untuk menyampaikan cerita dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Penulis menjelaskan berbagai komponen penyusun komik, seperti panel, balon kata, dan narasi, serta bagaimana masing-masing elemen berkontribusi dalam membangun narasi. Dengan menggunakan komik, informasi dapat disampaikan secara efektif, sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami dan mengingat cerita yang disajikan.

2.4 Keunggulan Komik

Keunggulan komik terletak pada kemampuannya untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dibandingkan dengan teks biasa. Komik dapat membantu meningkatkan pemahaman dan minat baca, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Penulis mencatat bahwa komik tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai alat edukasi yang efektif. Dengan visualisasi yang menarik, komik dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkenalkan mereka pada cerita-cerita sejarah.

2.5 Perkembangan Komik Indonesia

Perkembangan komik di Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan banyaknya karya baru yang muncul. Penulis menyebutkan beberapa komik yang mengangkat tema sejarah dan budaya, seperti Garudayana dan Baladeva. Hal ini menunjukkan bahwa komik dapat menjadi media yang efektif untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan cerita-cerita lokal. Dengan memanfaatkan komik, penulis berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan budaya Indonesia.

III. Strategi Perancangan dan Konsep Visual

Bagian ini membahas strategi perancangan komik yang bertujuan untuk memvisualisasikan kisah Perang Bubat. Penulis menjelaskan pendekatan komunikasi yang digunakan, baik secara verbal maupun visual, untuk menyampaikan cerita dengan efektif. Selain itu, penulis juga menguraikan konsep visual yang akan diterapkan, termasuk pemilihan warna, tata letak, dan gaya ilustrasi yang sesuai dengan tema cerita. Strategi ini diharapkan dapat menarik perhatian pembaca dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap kisah yang diangkat.

3.1 Strategi Perancangan

Strategi perancangan dalam komik ini melibatkan pemilihan media yang tepat untuk menyampaikan kisah Perang Bubat. Penulis memilih komik sebagai media utama karena sifat visualnya yang dapat menarik perhatian audiens dari berbagai usia. Selain itu, komik memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi secara efektif, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami cerita yang disajikan. Strategi ini juga mencakup pemilihan elemen visual yang mencerminkan budaya dan sejarah Indonesia.

3.1.1 Pendekatan Komunikasi

Pendekatan komunikasi yang digunakan dalam komik ini adalah kombinasi antara pendekatan verbal dan visual. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang baku, disertai dengan kutipan dari Kidung Sundayana untuk menjaga keaslian cerita. Pendekatan visual berfokus pada penggambaran objek dan karakter yang mencerminkan budaya Indonesia, sehingga pembaca dapat merasakan suasana yang sesuai dengan konteks cerita. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan dan pemahaman pembaca.

3.1.2 Strategi Kreatif

Strategi kreatif yang diterapkan dalam perancangan komik ini bertujuan untuk menarik minat pembaca. Penulis menggunakan gaya ilustrasi semi-realis yang memberikan kesan hidup dan dinamis. Selain itu, penulis juga menyisipkan elemen estetis seperti siluet untuk memperkaya visual komik. Dengan pendekatan ini, diharapkan pembaca dapat merasakan emosi dan ketegangan yang ada dalam kisah Perang Bubat, sehingga mereka lebih terlibat dalam cerita.

3.1.3 Strategi Media

Media yang digunakan dalam perancangan komik ini terdiri dari media utama, yaitu komik, serta beberapa media pendukung untuk promosi. Komik dipilih karena dapat menjangkau audiens yang luas dan sudah akrab di kalangan masyarakat. Media pendukung, seperti poster dan media sosial, digunakan untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat baca. Dengan pendekatan ini, diharapkan komik dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

3.1.4 Distribusi

Distribusi komik Kidung Sundayana: A Clash of Bubat dilakukan melalui kerjasama dengan penerbit komik lokal. Penulis menggunakan strategi promosi yang terstruktur untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan komik ini. Melalui berbagai media promosi, penulis berharap dapat menarik perhatian masyarakat dan mendorong mereka untuk membaca komik ini. Dengan demikian, kisah Perang Bubat dapat lebih dikenal dan dihargai oleh generasi muda.

IV. Teknis Produksi Media

Bagian ini menjelaskan teknis produksi media yang digunakan dalam pembuatan komik. Penulis menguraikan media utama dan pendukung yang digunakan, serta proses produksi dari awal hingga akhir. Penulis juga membahas tantangan yang dihadapi selama proses produksi dan bagaimana solusi yang diterapkan untuk mengatasinya. Informasi ini penting untuk memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana komik ini dihasilkan dan siap untuk dipasarkan.

4.1 Media Utama

Media utama dalam perancangan komik ini adalah komik itu sendiri, yang berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan cerita Perang Bubat. Penulis menjelaskan proses pembuatan komik, mulai dari perancangan cerita, penggambaran karakter, hingga penyusunan panel. Setiap elemen visual dirancang dengan cermat untuk menciptakan alur cerita yang menarik dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan pendekatan ini, diharapkan komik dapat memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan.

4.2 Media Pendukung

Media pendukung dalam perancangan komik ini mencakup berbagai alat promosi yang dirancang untuk menarik perhatian audiens. Penulis menggunakan poster, stiker, dan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan komik. Media pendukung ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan memperkenalkan kisah Perang Bubat kepada masyarakat luas. Dengan strategi promosi yang efektif, diharapkan komik ini dapat mencapai audiens yang lebih besar dan berkontribusi pada pelestarian budaya lokal.

Referensi Dokumen

  • Comics and Sequential Art ( Will Eisner )
  • Kidung Sunda Jilid 1 ( Wirasutisna Haksan )
  • Kidung Sunda Jilid 2 ( Wirasutisna Haksan )
  • 14 Jurus Membuat Komik ( Toni Masdiono )
  • Understanding Comic: Invisible Art ( Scott McCloud )

Gambar

Gambar 2.20 Komik Kenji
Gambar 2.21 Komik Garudayana (kiri atas), Volt (kanan atas) dan Baladeva (bawah).
Gambar 3.28 Stiker Promosi 3
Gambar 3.30 Flyer edisi koleksi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Materi yang dimasukan adalah cerita majapahit pada zaman kejayaannya dan merupakan masa yang sama dengan Maha Patih Gajah Mada, tokoh ternama yang mempunyai visi untuk

Materi yang dimasukan adalah cerita majapahit pada zaman kejayaannya dan merupakan masa yang sama dengan Maha Patih Gajah Mada, tokoh ternama yang mempunyai visi untuk